cover
Contact Name
Beni
Contact Email
centralpublisher74@gmail.com
Phone
+6281223177345
Journal Mail Official
centralpublisher74@gmail.com
Editorial Address
Jl. Menara Suradinaya Utara , Desa/Kelurahan Pekiringan, Kec. Kesambi, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45131
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Central Publisher
ISSN : -     EISSN : 29872642     DOI : https://doi.org/10.60145/jcp
Central Publisher, merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Cv. Central Bisnis Manajemen, merupakan sebuah jurnal ilmiah yang menyediakan akses terbuka kepada pembaca. Jurnal ini terbit secara bulanan, mencakup berbagai disiplin ilmu, mempromosikan dialog interdisipliner dan memperkaya pengetahuan kita. Fokus jurnal ini terbentang pada sektor humaniora dan ilmu sosial, politik kontemporer, pendidikan, agama dan filsafat, ekonomi, teknik, kesehatan, kedokteran, serta seni dan desain media. Artikel yang dipublikasikan di dalamnya mencakup penelitian asli, kajian kritis, dan analisis komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini, juga resensi buku ilmiah. Jurnal ini berdedikasi untuk menyajikan pengetahuan dan penelitian berbasis bukti yang valid, dengan frekuensi penerbitan setiap bulan, sehingga memberikan informasi dan wawasan yang kontinu kepada pembaca. Seluruh artikel dalam Central Publisher ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, memudahkan peneliti dan pembaca lokal untuk berpartisipasi dan memanfaatkan informasi yang disediakan. Dengan demikian, Jurnal Central Publisher menjadi platform yang penting untuk penyebaran dan pertukaran pengetahuan akademik di Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 434 Documents
PENGARUH MOTIVASI KERJA PADA PRODUKTIVITAS APARATUR SIPIL NEGARA (ASN): STUDI KASUS KECAMATAN SIMOKERTO KOTA SURABAYA Rusmi; Desak Gede Suasridewi; Mahardani Febri Hapsari; Agus Rahmanto
Journal Central Publisher Vol 2 No 12 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i12.581

Abstract

Latar Belakang : Aparatur Sipil Negara (ASN) memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Produktivitas kerja ASN sangat menentukan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Namun, dalam praktiknya, seringkali dijumpai berbagai permasalahan yang menghambat kinerja optimal ASN. Di Kecamatan Simokerto, indikasi menurunnya produktivitas ASN dapat terlihat dari beberapa aspek, seperti keterlambatan penyelesaian tugas, kurangnya inovasi dalam pelayanan, serta rendahnya inisiatif dalam menghadapi tantangan kerja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi kerja mempengaruhi produktivitas ASN di Kecamatan Simokerto. Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan 6 ASN, observasi dan penyebaran kuesioner. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASN dengan motivasi tinggi umumnya hadir tepat waktu, lebih konsisten dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai target, serta menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan kualitas layanan publik. Kesimpulan : Motivasi kerja yang baik juga mendorong kepuasan kerja serta loyalitas terhadap instansi, yang terlihat dari kesungguhan ASN untuk terus mengembangkan kompetensi melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN STEMPEL UV DALAM MENDETEKSI DAN MENANGGULANGI GANGGUAN KETERTIBAN DI LAPAS KELAS IIB TABANAN Aria Aprilia Perkasa
Journal Central Publisher Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i6.582

Abstract

Latar Belakang : Gangguan ketertiban dan keamanan di Lapas sering kali disebabkan oleh lemahnya sistem pengawasan terhadap aktivitas narapidana, pengunjung, serta dokumen atau barang yang keluar masuk. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan sistem keamanan adalah penggunaan cap stempel ultraviolet (UV) sebagai alat identifikasi resmi bagi pengunjung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan stempel UV dalam mendukung sistem keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas IIB Tabanan. Metode : Menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif dengan melibatkan petugas keamanan serta staf administrasi. Tahapan pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara, sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan stempel UV. Pendekatan ini bersifat kolaboratif, di mana seluruh elemen internal lapas berperan aktif dalam proses penerapan teknologi tersebut. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan stempel UV terbukti meningkatkan efektivitas sistem keamanan di Lapas. Efektivitas program terlihat dari meningkatnya deteksi pelanggaran dan menurunnya gangguan ketertiban hingga 30% selama masa monitoring. Program ini juga mendorong terbentuknya Standard Operating Procedure (SOP) baru yang mengatur penggunaan stempel UV secara sistematis dalam prosedur pengawasan pengunjung. Kesimpulan : Implementasi stempel UV di Lapas Kelas IIB Tabanan merupakan inovasi teknologi sederhana namun efektif dalam memperkuat sistem keamanan. Penerapan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga memiliki efek preventif terhadap potensi pelanggaran. Dengan dukungan dan komitmen dari seluruh elemen internal, teknologi ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan akuntabel.
STRATEGI PENGUATAN INDUSTRI HALAL PADA HALAL CENTER UNISMUH MAKASSAR DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MAKASSAR Wawan Anggara; Hurriah Ali Hasan; Muhammad Ridwan
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.583

Abstract

Latar Belakang : Industri halal berkembang pesat secara global, didorong oleh permintaan Muslim dan kesadaran konsumen non-Muslim akan kualitas produk halal. Berbagai sektor, termasuk makanan, farmasi, dan pariwisata, berkontribusi dalam pertumbuhannya. Negara non-Muslim pun memanfaatkan peluang ini. Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar, berpotensi menjadi pusat industri halal dunia melalui regulasi dan dukungan pemerintah. Kota Makassar, dengan sektor pariwisata dan UMKM, berperan penting dalam penguatan industri halal, didukung oleh Halal Center Unismuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi industri halal di Kota Makassar, dengan fokus pada kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap sertifikasi halal serta strategi penguatan Halal Center Unismuh Makassar. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu mendiskripsikan hasil temuan penelitian terkait kondisi industri halal di kota makassar dan Strategi penguatan Halal Center dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar. Hasil dan Pembahasan : Penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap sertifikasi halal meningkat secara signifikan, mencakup aspek pengetahuan, motivasi, dan tindakan. Sertifikasi halal berkontribusi positif terhadap peningkatan penjualan dan kepercayaan konsumen. Halal Center Unismuh Makassar memainkan peran penting dalam penguatan industri halal melalui percepatan sertifikasi, pelatihan Juleha, serta peningkatan kualitas dan daya saing UMKM. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan jaringan pemasaran, dan kolaborasi dengan berbagai pihak semakin memperkuat ekosistem industri halal di Makassar, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi halal di wilayah tersebut. Kesimpulan : Strategi penguatan industri halal yang dilakukan oleh Halal Center Unismuh Makassar telah memberikan dampak positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar. Selain itu, penggunaan teknologi digital dan kolaborasi dengan berbagai pihak turut memperkuat ekosistem industri halal di Makassar.
SOSIALISASI TUGAS DAN FUNGSI BAPAS SERTA PROGRAM INTEGRASI SOSIAL DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS Febrian Rizky Anugrah Putra; Ilham Dimas Satria Wardani Putra; Muhammad Alvin Nuha; Vikri Ilham Fadillah
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.584

Abstract

Latar Belakang : Kegiatan "Sharing Knowledge" dilaksanakan sebagai upaya sosialisasi tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta program integrasi sosial bagi klien pemasyarakatan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan "Sharing Knowledge" dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tugas dan fungsi Bapas serta peran masyarakat dalam mendukung program integrasi sosial bagi klien pemasyarakatan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari masyarakat Desa Pliken, perangkat desa, serta perwakilan dari Bapas Kelas II Purwokerto. Hasil dan Pembahasan : Kegiatan "Sharing Knowledge" yang mencakup sosialisasi dan penyuluhan berhasil meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Pemaparan materi tentang tugas dan fungsi Bapas serta program integrasi sosial membantu masyarakat memahami peran Bapas dalam mendampingi klien pemasyarakatan. Selain itu, sesi diskusi hukum memungkinkan masyarakat untuk lebih memahami hak dan kewajiban mereka dalam mendukung rehabilitasi klien Bapas. Evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi serta antusiasme dalam membangun kerja sama dengan Bapas. Kesimpulan : Program "Sharing Knowledge" yang dilaksanakan dalam KKN Taruna Poltekip di Bapas Kelas II Purwokerto telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sistem pemasyarakatan dan reintegrasi sosial. Sosialisasi ini diharapkan dapat berkelanjutan dan diperluas ke komunitas lain guna memperkuat peran masyarakat dalam mendukung program pemasyarakatan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi klien pemasyarakatan tetapi juga bagi masyarakat luas dalam membangun lingkungan yang lebih sadar hukum dan inklusif.
“BADIKLAT” (BAPAS HADIR LEBIH DEKAT) Piero Firmansyach; Destian Hastinozwestin; Davian Rizal Pratama; Muhammad Devantama
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.585

Abstract

Latar Belakang : Praktik bimbingan kemasyarakatan makro berfokus pada pelayanan sosial komunitas dan analisis kebijakan reintegrasi sosial dengan pendekatan ekologi. Hal ini bertujuan untuk mendukung pemulihan klien pemasyarakatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keluarga klien di desa maupun institusi pemasyarakatan. Pendekatan ini juga mengarahkan taruna agar mampu memberdayakan komunitas, mengenali permasalahan sosial, dan mendorong inisiatif dalam merencanakan serta melaksanakan perubahan sosial yang berdampak positif bagi komunitas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan praktik bimbingan kemasyarakatan melalui program "BADIKLAT" (Bapas Hadir Lebih Dekat), yang berfokus pada pembimbingan klien pemasyarakatan serta pengenalan peran Balai Pemasyarakatan kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai reintegrasi sosial serta mengurangi tingkat residivisme klien pemasyarakatan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field research. Kegiatan dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 44 hari di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Pelaksanaan kegiatan melibatkan inisiasi sosial, pengorganisasian sosial, asesmen komunitas, dan asesmen kebijakan reintegrasi sosial. Program "BADIKLAT" berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tugas dan fungsi Bapas serta peran mereka dalam membimbing klien pemasyarakatan. Evaluasi menunjukkan bahwa melalui program ini, masyarakat lebih menerima mantan narapidana serta memahami konsekuensi hukum dari tindak pidana. Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara Bapas dengan komunitas lokal dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien. Kesimpulan : Program "BADIKLAT" terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait reintegrasi sosial klien pemasyarakatan dan peran Bapas. Inisiatif ini memberikan kontribusi positif dalam mengurangi stigma terhadap mantan narapidana serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Bapas dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan aman.
EDUKASI DALAM MEWUJUDKAN RUMAH TAHANAN NEGARA BERSIH TANPA NARKOBA MELALUI PENYULUHAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS I SURABAYA Mochamad Sandy Pratama Putra; Thoriq Surya Abilaksono
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.586

Abstract

Latar Belakang : Penyalahgunaan narkoba di Indonesia dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang terus menjadi prioritas pemerintah dalam pemberantasannya. Jumlah narapidana kasus narkotika yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi dan penyuluhan bahaya narkoba di rumah tahanan (Rutan) guna meningkatkan kesadaran serta mengurangi angka penyalahgunaan narkotika di dalam Rutan. Tujuan : Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak negatif narkoba, meningkatkan kesadaran warga binaan, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk menjauhi narkoba setelah bebas dari tahanan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research) di Rutan Kelas I Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Intervensi berupa seminar edukasi dilakukan oleh taruna praktikum yang bekerja sama dengan pihak Rutan dan tenaga medis. Penyuluhan ini mencakup presentasi, diskusi tanya jawab, serta tes urin bagi warga binaan sebagai bentuk evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga binaan masih mengalami ketergantungan terhadap narkotika dan kurangnya program rehabilitasi di dalam Rutan. Setelah intervensi dilakukan, terjadi peningkatan pemahaman warga binaan mengenai bahaya narkoba, serta adanya kesadaran akan pentingnya pembinaan keagamaan dalam proses rehabilitasi. Kesimpulan : Pendekatan edukatif melalui penyuluhan memiliki dampak positif dalam membentuk kesadaran warga binaan, mendukung proses rehabilitasi, serta mewujudkan Rutan yang bersih dari narkoba (RUTAN BERSINAR).
PENYULUHAN PERAN, FUNGSI DAN INOVASI PELAYANAN BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II GARUT KEPADA MASYARAKAT KELURAHAN TAWANGSARI KOTA TASIKMALAYA Sheravina Nurhadi
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.587

Abstract

Latar Belakang : Balai Pemasyarakatan (BAPAS) berperan dalam pembimbingan kemasyarakatan untuk klien yang kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Kelurahan Tawangsari mengenai fungsi BAPAS serta mengurangi stigma terhadap klien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang peran BAPAS dan inovasi pelayanan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Garut. Metode : Metode yang digunakan adalah observasi dengan pengumpulan data melalui kunjungan lapangan dan pertemuan dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Data yang terkumpul dianalisis untuk merencanakan intervensi yang sesuai. Hasil dan Pembahasan : Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang BAPAS dan inovasi pelayanan yang mempermudah akses layanan bagi klien. Kerja sama antara Balai Pemasyarakatan, pemerintah Kelurahan Tawangsari, dan masyarakat mendukung keberhasilan program. Kesimpulan : Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai BAPAS dan membantu integrasi klien dengan masyarakat, didorong oleh kerjasama antara berbagai pihak.
PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN DALAM MENUNJANG PELAYANAN KESEHATAN BAGI WBP DI RUTAN KELAS IIB BALIGE Ira Putri Br Sembiring; Maria Rosaria Romyceti Jowi
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.588

Abstract

Latar Belakang : Pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan merupakan kewajiban negara. Rutan Kelas IIB Balige menghadapi tantangan dalam layanan kesehatan, seperti kepadatan penghuni dan keterbatasan tenaga medis. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuk program kader kesehatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan di dalam Rutan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program kader kesehatan dalam menunjang pelayanan kesehatan bagi WBP di Rutan Kelas IIB Balige. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research) melalui observasi, wawancara, dan konsultasi dengan mentor. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan dengan berbagai tahapan, termasuk sosialisasi, rekrutmen, pelatihan, serta pendampingan kader kesehatan di Rutan Kelas IIB Balige. Hasil dan Pembahasan : Pembentukan kader kesehatan di Rutan Kelas IIB Balige dilakukan melalui tahapan sosialisasi, seleksi, pelatihan, dan pendampingan. Sebanyak 14 WBP terpilih menjadi kader kesehatan berdasarkan kriteria tertentu, seperti masa pidana di atas dua tahun dan keterlibatan aktif dalam kegiatan Rutan. Kader kesehatan bertugas dalam upaya promotif, preventif, dan deteksi dini penyakit menular, serta berperan sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam memberikan informasi dan motivasi kepada sesama WBP. Kesimpulan : Program kader kesehatan di Rutan Kelas IIB Balige terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan akses pelayanan medis bagi WBP. Keterlibatan aktif warga binaan dalam program ini berkontribusi dalam pencegahan penyakit serta efisiensi pelayanan kesehatan di Rutan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi Rutan lain dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi WBP.
PEMBAHARUAN RUANG PENGGELEDAHAN DALAM MENCEGAH GANGGUAN KAMTIB PADA RUMAH TAHANAN KELAS IIB TANJUNG PURA Muhammad Hakan Qowi
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.589

Abstract

Latar Belakang : Pemasyarakatan bertujuan membina narapidana agar menjadi warga yang taat hukum. Namun, masih terdapat gangguan keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara (Rutan), salah satunya akibat kurang optimalnya prosedur penggeledahan di pintu utama. Satgas Pengamanan Pintu Utama (P2U) memiliki peran krusial dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam Rutan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan Pengamanan Pintu Utama (P2U) di Rutan Kelas IIB Tanjung Pura berdasarkan Permenkumham No. 33 Tahun 2015 serta menawarkan inovasi dalam prosedur penggeledahan. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research) melalui observasi dan sosialisasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hasil dan Pembahasan : Ditemukan bahwa penggeledahan badan dan barang belum sepenuhnya sesuai prosedur, meningkatkan risiko penyelundupan barang terlarang. Inovasi yang diajukan meliputi pemindahan ruang penggeledahan ke area portir dan penempatan kotak penyimpanan ponsel di ruang PTSP. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan dan mencegah gangguan keamanan. Kesimpulan : Penyediaan fasilitas ruang penggeledahan yang sesuai prosedur dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban di Rutan Kelas IIB Tanjung Pura. Implementasi inovasi ini diharapkan menjadi model bagi Rutan lainnya.
PROGRAM PEMBIMBINGAN KEPRIBADIAN BERBASIS COMMUNITY BASED CORRECTION (CBC) DALAM BENTUK PENYULUHAN HUKUM OLEH LEMBAGA BANTUAN HUKUM LAHAT KEPADA KLIEN DI BAPAS KELAS II LAHAT Bayu Wiliyanto; Ari Setiawan
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.590

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini mengeksplorasi kegiatan KKN yang dilaksanakan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Lahat, yang berfokus pada program reintegrasi sosial klien pemasyarakatan, di mana dalam hal ini Taruna melaksanakan pembimbingan kepribadian melalui penyuluhan hukum dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu Lembaga Bantuan Hukum Lahat sebagai Narasumber. Dalam pelaksanaan KKN, metode Community Based Correction (CBC) diterapkan meliputi bimbingan keterampilan dan penyuluhan hukum, guna meningkatkan kesadaran hukum klien dan mencegah pengulangan tindak pidana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi klien pemasyarakatan terhadap hukum, hak, dan kewajiban, sehingga dapat mendukung proses reintegrasi sosial secara lebih efektif dan mengurangi kemungkinan mereka kembali melakukan tindak pidana. Metode : Penelitian ini mencakup observasi dan asesmen langsung terhadap klien serta implementasi kegiatan bimbingan. Hasil dan Pembahasan : Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan interaksi antara klien dan Taruna, yang berkontribusi pada pemulihan reintegrasi sosial klien. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, seperti waktu yang terbatas dan kurangnya fasilitas, pengalaman ini berhasil menambah pengetahuan dan keterampilan Taruna dalam bidang bimbingan kemasyarakatan Kesimpulan : Program pembimbingan kepribadian berbasis Community Based Correction (CBC) berperan positif bagi klien pemasyarakatan dan berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap hukum, hak dan kewajiban.