cover
Contact Name
Muhammad Syahrul Rizal
Contact Email
sicedu@universitaspahlawan.ac.id
Phone
+6282172464416
Journal Mail Official
syahrul.rizal92@gmail.com
Editorial Address
https://sicedu.org/index.php/sicedu/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science and Education Journal
ISSN : 2963928X     EISSN : 29629713     DOI : -
Science and Education Journal (SICEDU) menerbitkan artikel penelitian yang membahas tentang pendidikan: pembelajaran di PGSD, di Sekolah Dasar yang membahas kurikulum dan teknologi pembelajaran, manajemen sekolah, kebijakan pendidikan di sekolah, Sosial, humaniora, dll.
Articles 717 Documents
Perlindungan Hukum Kontrak Eksklusif Agensi Terhadap Intervensi Pihak Ketiga (Tortious Interference) Dalam Industri Kreatif Nafah Svadisthia Handoko
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.969

Abstract

Industri kreatif sangat bergantung pada kontrak eksklusif sebagai instrumen perlindungan investasi agensi terhadap talenta. Namun, kontrak tersebut rentan terhadap intervensi pihak ketiga melalui praktik talent poaching atau tampering. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan hukum perlindungan hak kontraktual relatif agensi melalui instrumen Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dengan mengadopsi doktrin Tortious Interference with Contractual Relations. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan konseptual dan studi kasus ilustrasi sengketa ATTRAKT–FIFTY FIFTY–The Givers di Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun asas relativitas kontrak (Pasal 1340 KUHPerdata) membatasi gugatan wanprestasi hanya antar para pihak, intervensi aktif pihak ketiga yang dilakukan dengan cara tidak patut dapat dikualifikasikan sebagai PMH melalui perluasan doktrin Lindenbaum v. Cohen (1919) dan yurisprudensi Mahkamah Agung Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam mengisi kekosongan literatur hukum Indonesia serta memberikan rekomendasi praktis bagi kepastian hukum investasi di sektor ekonomi kreatif nasional.
Perencanaan Halte Pelajar Kota Dumai Johannes Lumban Batu; Muhammad Idham
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.970

Abstract

Pelayanan angkutan pelajar memerlukan fasilitas halte yang mampu mendukung keamanan, kenyamanan, dan kemudahan akses bagi pelajar menuju sekolah. Kecamatan Medang Kampai dan Kecamatan Sungai Sembilan di Kota Dumai belum memiliki perencanaan halte yang disusun berdasarkan kebutuhan perjalanan pelajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi demand pelajar, menentukan lokasi halte berdasarkan potensi demand dan tata guna lahan, serta menyusun rekomendasi desain halte. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 1.944 responden, yang terdiri atas 1.184 responden Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 760 responden Sekolah Dasar (SD), serta observasi lapangan dan survei inventaris jalan. Data dianalisis menggunakan analisis potensi demand pelajar, analisis distribusi jarak rumah ke sekolah, analisis tata guna lahan, dan analisis kebutuhan halte berdasarkan SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96. Batas jarak pelayanan 1,5 km digunakan sebagai acuan karena masih berada dalam jangkauan berjalan kaki yang wajar menuju halte, sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas pelajar terhadap layanan angkutan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 152 pelajar yang berpotensi menggunakan angkutan pelajar, terdiri atas 96 pelajar di Kecamatan Medang Kampai dan 56 pelajar di Kecamatan Sungai Sembilan. Berdasarkan hasil analisis direkomendasikan 11 titik halte di Kecamatan Medang Kampai dan 12 titik halte di Kecamatan Sungai Sembilan. Selain itu, penelitian ini menghasilkan rekomendasi desain halte berukuran 6,00 m × 2,00 m × 2,60 m dengan ruang henti kendaraan sepanjang 12,00 m dan lebar 2,50 m. Kontribusi utama penelitian ini adalah menghasilkan rekomendasi lokasi dan desain halte pelajar yang mengintegrasikan analisis potensi demand dan tata guna lahan sebagai dasar perencanaan fasilitas angkutan pelajar di Kota Dumai.
Pengaruh Physical Activty Dan Psychological Well-Being Terhadap Lonelines Pada Lansia Di Gereja GPIB Di Surabaya Daniel Julian M.N.E; Miftakhul Jannah; Damajanti Kusuma Dewi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.977

Abstract

Pengaruh Physical Activity dan Psychological Well-Being terhadap Lonelines pada lansia di gereja GPIB di kota Surabaya. Kesepian sendiri didefinisikan sebagai perasaan subjektif yang tidak menyenangkan yang diakibatkan dari kesenjangan antara hubungan social yang diharapkan dengan yang dimiliki. Aktiivtas fisik, baik individu maupun kelompok, dipandang dapat mengurangi rasa kesepian melalui peningkatan interaksi social, perbaikan suasana hati, dan peningkatan efikasi diri. Sementara itu, kesejahteraan psikologis, yang mencakup dimensi seperti hubungan positif dengan orang lain dan penerimaan diri, berperan sebagai factor pelindung terhadap kesepian. Melalui kerangka teori kognitif social dan teori identitas social, penelitian ini berhipotesis bahwa aktivitas fisik dan kesejahteraan psikologis berkorelasi negative secara signifikan dengan kesepian pada lansia. Sampel pada penelitian ini berjumlah 110 lansia yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga instrument psikologi yaitu skala aktivitas fisik, skala Psychological well-being, dan skala Lonelines yang telah melalui beberapa tahapan uji asumsi klasik. Hasil dari uji tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik berpengaruh secara signifikan terhadap loneliness, hasil menunjukkan bahwa sebanyak 97,2% variasi loneliness dapat dijelaskan oleh aktivitas fisik  dan kesejahteraan psikologis, sedangkan 2,8% dipengaruhi oleh factor lain yang diluar penelitian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang  lebih mendalam mengenai peran kedua variabel tersebut dalam mitigasi kesepian lanisa, khususnya dalam konteks komunitas social.
Pengaruh Pengembangan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Learning Agility Sebagai Variabel Mediasi Pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal Retno Sulistiawati; Noni Setyorini; Noventia Karina Putri
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.978

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas organisasi sektor publik, terutama pada instansi yang memiliki tuntutan adaptasi tinggi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan kerja. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah melalui pengembangan kompetensi. Namun, peningkatan kompetensi tidak selalu berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja karena diperlukan kemampuan individu dalam belajar, beradaptasi, dan menerapkan kompetensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengembangan kompetensi terhadap kinerja pegawai, pengaruh pengembangan kompetensi terhadap learning agility, pengaruh learning agility terhadap kinerja pegawai, serta peran learning agility dalam memediasi hubungan antara pengembangan kompetensi dan kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal yang berjumlah 40 orang dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap learning agility. Learning agility terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi secara penuh hubungan antara pengembangan kompetensi dan kinerja pegawai (full mediation). Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program pengembangan kompetensi sangat ditentukan oleh kemampuan pegawai dalam belajar secara cepat, beradaptasi terhadap perubahan, dan mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh ke dalam pelaksanaan pekerjaan
Kualifikasi Dan Syarat Hak Imunitas Whistleblower Dalam Tindak Pidana Korupsi: Studi Kasus Auditor Internal Baznas Jawa Barat Firdhan Raeyzandika Purnomo; Margo Hadi Pura; M. Rusli Arafat
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.980

Abstract

Perlindungan terhadap whistleblower merupakan syarat mutlak bagi efektivitas pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban memberikan hak imunitas kepada pelapor dari tuntutan pidana maupun perdata, sepanjang laporan disampaikan dengan itikad baik. Namun, dalam praktiknya, syarat itikad baik ini kerap ditafsirkan secara sempit oleh aparat penegak hukum, khususnya ketika laporan dugaan korupsi dinyatakan tidak terbukti, sehingga pelapor rentan dijerat ketentuan pidana lain, terutama Pasal 32 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, atas tindakan pengumpulan bukti berupa dokumen elektronik. Fenomena ini tergambar jelas dalam kasus kriminalisasi mantan Kepala Kepatuhan dan Satuan Audit Internal Badan Amil Zakat Nasional Jawa Barat, yang tetap ditersangkakan meskipun telah memperoleh status Terlindung dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus untuk mengkaji kualifikasi dan syarat mutlak pemberian hak imunitas whistleblower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak imunitas bersifat deklaratif sejak laporan disampaikan dan tidak boleh digantungkan pada hasil pembuktian tindak pidana pokok, karena syarat itikad baik dinilai berdasarkan niat dan proses pelaporan, bukan hasil akhir penyidikan. Penelitian ini merekomendasikan penegasan pedoman aparat penegak hukum dan penguatan koordinasi antarlembaga agar perlindungan whistleblower tidak direduksi menjadi imunitas bersyarat.
Konstruksi Media Atas Diplomasi Moderasi: Analisis Framing Majalah Tempo Terkait Peran Indonesia Dalam Mewujudkan World Peace Irawan Wibisono; Nitra Galih Imansari; Kofifah Tiara Pramudhita
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.985

Abstract

Perdamaian dunia menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan internasional di tengah meningkatnya konflik geopolitik, polarisasi global, dan berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai kawasan dunia. Dalam konteks tersebut, Indonesia berupaya memperkuat perannya melalui diplomasi moderasi yang mengedepankan dialog, toleransi, dan kerja sama internasional. Namun, pemahaman publik mengenai peran tersebut tidak terlepas dari konstruksi yang dibangun media massa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi media atas diplomasi moderasi melalui framing Majalah Tempo terkait peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh dari sejumlah pemberitaan Majalah Tempo yang membahas diplomasi Indonesia dalam isu perdamaian global, kemudian dianalisis menggunakan model framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majalah Tempo mengonstruksikan ketidakstabilan global sebagai masalah utama yang membutuhkan pendekatan diplomasi yang lebih inklusif. Penyebab masalah dibingkai berasal dari ketimpangan struktur internasional, rivalitas geopolitik, dan melemahnya efektivitas dialog antarnegara. Pada aspek penilaian moral, Tempo merepresentasikan Indonesia sebagai aktor yang menjunjung nilai toleransi, kemanusiaan, dan perdamaian dalam hubungan internasional. Sementara itu, solusi yang ditawarkan berfokus pada penguatan diplomasi moderasi, kerja sama multilateral, mediasi, dan dialog sebagai instrumen penyelesaian konflik global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Majalah Tempo tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor yang membangun legitimasi dan citra Indonesia sebagai negara yang berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui diplomasi moderasi.
Analisis Sustainability Literacy Dalam Pembelajaran IPA Dan Biologi: A Literature Review Sintia Wahyuda; Muhyiatul Fadilah; Helendra Helendra; Rahmadhani Fitri
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1000

Abstract

Abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kompetensi keberlanjutan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Education for Sustainable Development (ESD) berperan penting dalam mengembangkan sustainability literacy melalui pembelajaran IPA dan Biologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian sustainability literacy dalam pembelajaran IPA dan Biologi melalui pendekatan literature review. Penelitian dilakukan terhadap 20 artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2026 dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi karakteristik penelitian dan mensintesis temuan utama. Hasil sintesis menunjukkan lima temuan utama, yaitu profil sustainability literacy peserta didik; strategi pembelajaran untuk meningkatkan sustainability literacy; peran environmental literacy dalam mendukung sustainability literacy; Pengembangan Kompetensi Keberlanjutan; serta tren penelitian dan arah pengembangannya. Secara umum, hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan sustainability literacy tidak hanya bergantung pada strategi pembelajaran, tetapi juga pada penguatan environmental literacy serta penggunaan instrumen asesmen yang mampu mengukur kompetensi keberlanjutan secara komprehensif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan pembelajaran IPA dan Biologi yang mendukung implementasi Education for Sustainable Development (ESD).
Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 524 B/PDT.SUS-ARB/2024 Tentang Penguatan Putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (Bani) Surabaya Nomor 64/ARB/Bani-Sby/II/2023 Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Ahmad Zein Ruchyadi; Alfi Khoirul Faizin; Muhammad Asshiddiqie Thamrin; Uu Nurul Huda
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1001

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh PT Adhi Persada Properti vs Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) cabang Surabaya tentang sengketa tanah dalam perkara Nomor 524 B/Pdt.Sus-Arb/2024 Tentang Penguatan Putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (Bani) cabang Surabaya. Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Surabaya membuat putusan arbitrase yang mengandung tipu muslihat, sehingga Adhi Persada Properti, Wahyudi Suyanto S.H, Maria Lucia Lindhajani S.H dan Sri Wijayawati Soebagijo mengajukan pembatalan putusan arbitrase di Pengadilan Negeri Bekasi dan dikabulkan, pada tingkat Banding putusan Bani Surabaya tersebut dikuatkan oleh Mahkamah Agung dan putusan PN Bekasi dibatalkan dengan landasan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Pasal 3 dan Pasal 11 ayat 2 tanpa melihat Pasal 70 yang menyatakan putusan arbitrase yang mengandung tipu muslihat dapat dibatalkan. Kerangka pemikiran pada penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum sebagai grand theory menjelaskan bagian dari upaya untuk dapat mewujudkan keadilan, Teori efektivitas hukum sebagai Middle Theory menjelaskan patokan mengenai sikap tindak atau perilaku yang pantas dan teratur, dan teori arbitrase sebagai Apply Theory menjelaskan penyelesaian atau pemutusan sengketa oleh seorang hakim atau arbiter berdasarkan persetujuan para pihak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif. Adapun sumber data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu sumber data primer, sumber data sekunder dan sumber data tersier, dengan teknik pengumpulan data studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Berdasarkan penelitian ini Analisis pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara sengketa arbitrase menggunakan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Pasal 3 dan analisis Pasal 11. Akibat hukum dari putusan ini dapat dibatalkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa pada Pasal 70 mejelaskan bahwa “putusan diambil dari hasil tipu muslihat yang dilakukan oleh salah satu pihak dalam pemeriksaan sengketa, maka putusan tersebut dapat dibatalkan karena putusan arbiter hanya mempunyai kekuatan eksekutorial setelah memperoleh izin atau perintah untuk dieksekusi (executoir) dari pengadilan
The silence struggle : Hubungan Penerimaan Diri Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja Laki-Laki Fatherless Putri Anisa; Izzanil Hidayati; Rahmadianti Aulia
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1007

Abstract

Kondisi fatherless dapat memengaruhi perkembangan psikologis remaja laki-laki, salah satunya terkait dengan subjective well-being. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan subjective well-being adalah penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dan subjective well-being pada remaja laki-laki fatherless. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 126 remaja laki-laki berusia 12–18 tahun yang mengalami kondisi fatherless dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala penerimaan diri, Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dan subjective well-being (r = 0,463; p < 0,001). Selain itu, sebagian besar responden memiliki tingkat penerimaan diri (72,2%) dan subjective well-being (65,1%) pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerimaan diri yang dimiliki remaja laki-laki fatherless, semakin tinggi pula tingkat subjective well-being yang mereka rasakan. Dengan demikian, penerimaan diri merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif pada remaja laki-laki fatherless.
Perlindungan Hukum Terhadap Pegawai Negeri Sipil Dari Tindakan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Berdasarkan Putusan PT.TUN Nomor 5/G/2024/PT.TUN.BJM Ilham Rahman Prayogo; Wiwin Triyunarti; Maharani Nurdin; Rohendra Fathammubina
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1008

Abstract

Artikel jurnal ini membedah secara mendalam penerapan instrumen perlindungan hukum terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), dengan menitikberatkan analisis pada Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT.TUN) Banjarmasin Nomor 5/G/2024/PT.TUN.BJM. Melalui pendekatan yuridis normatif yang dielaborasi dengan teori perlindungan hukum, teori kewenangan, dan asas legalitas, penelitian ini menginvestigasi sengketa pemberhentian seorang aparatur sipil yang didasarkan pada perbuatan pidana masa lalu di sektor swasta, di mana sanksi tersebut dijatuhkan secara retroaktif dengan mengabaikan putusan rehabilitasi peradilan yang telah berkekuatan hukum tetap.Temuan komprehensif dalam artikel ini membuktikan bahwa Surat Keputusan Wali Kota Samarinda yang menjadi objek sengketa menderita cacat hukum kumulatif yang sangat fatal, mencakup penyimpangan pada aspek kewenangan atributif, pelanggaran prosedur esensial seperti asas audi et alteram partem, serta kekeliruan substansi dalam penafsiran kualifikasi kejahatan jabatan. Penerapan sanksi administratif secara surut untuk tindakan perdata di luar lingkup jabatan birokrasi publik merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang (detournement de pouvoir) dan pelanggaran langsung terhadap Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Lebih jauh, analisis terhadap ratio decidendi hakim PT.TUN menyoroti peran mutlak peradilan tata usaha negara dalam menyelamatkan keadilan substantif dengan menolak interpretasi keliru Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta memutus rantai pembangkangan administratif terhadap supremasi res judicata.