cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 249 Documents
Distribusi penyebab hernia nukleus pulposus lumbal Ladyani, Festy; Jannah, Siti Syafitri Raudhatul; Wulandari, Mardheni; Amroisa, Raden Ayu Neilan
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1559

Abstract

Background: Herniated Nucleus Pulposus (HNP) is a common musculoskeletal disorder, particularly in hospitals. HNP occurs when the core of the intervertebral disc (nucleus pulposus) protrudes through a gap in the annulus fibrosus in the lower (lumbar) spine, compressing surrounding nerves. Purpose: To identify the causative factors of lumbar herniated nucleus pulposus (HNP). Method: This descriptive, analytical, cross-sectional study was conducted at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in March with a sample size of 63 respondents. Purposive sampling was used, with data analysis using the Chi-Square test to identify risk factors between variables. Results: The majority of respondents were elderly (44 respondents (69.8%) and older (42 respondents (66.7%), with a BMI of 35 (55.6%) having obesity, and the majority of respondents (47 respondents (74.6%) being employed. Conclusion: The most influential causal factor for lumbar herniated disc (HNP) was age, with an OR of 1.556. Furthermore, gender (OR of 1.734), BMI (OR of 0.873), and occupation (OR of 0.447) were also associated with no risk of developing HNP. Keywords: Herniated Nucleus Pulposus; Lumbar. Pendahuluan: Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering ditemukan khususnya di rumah sakit. HNP terjadi akibat kondisi ketika inti dari diskus intervertebralis (nukleus pulposus) menonjol keluar melalui celah di annulus fibrosus yang terjadi di tulang belakang bagian bawah (lumbal), dan dapat menekan saraf di sekitarnya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung dan dilaksanakan bulan Maret dengan jumlah sampel 63 responden. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk melihat faktor resiko antara variabel. Hasil: Distribusi usia responden mayoritas adalah seorang lansia >50 tahun sebanyak 44 responden (69.8%), laki- laki sebanyak 42 responden (66.7%), dengan IMT obesitas paling banyak 35 responden (55.6%), dan mayoritas responden yang bekerja sebanyak 47 responden (74.6%). Simpulan: Faktor penyebab HNP lumbal yang paling berpengaruh adalah kategori usia dengan nilai OR= 1.556. Selain itu, variabel jenis kelamin dengan nilai OR=1.734, variabel IMT dengan nilai OR=0.873, dan pekerjaan dengan nilai OR= 0.447 (tidak beresiko terkena HNP). Kata Kunci: Hernia Nukleus Pulposus; Lumbal.      
Hubungan status sosial ekonomi dan kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan potensi kejadian diare Handayani, Frista Dian; Arisandi, William; Rustika, Rustika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1562

Abstract

Background: The prevalence of diarrhea at the Gedong Air Community Health Center (Puskesmas) was recorded at over 400 cases reported between 2023 and 2025. This high number of cases indicates the still low quality of sanitation and access to clean water in the area. Purpose: To determine the relationship between socioeconomic status and refillable water consumption habits with the potential for diarrhea. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population in this study was residents residing in the Gedong Air Community Health Center's work area, with 200 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Results: The analysis showed a significant relationship between socioeconomic status and the potential for diarrhea (p = 0.004 < 0.05). However, there was no significant relationship between refillable water consumption habits and diarrhea (p = 0.363 > 0.05). Conclusion: These findings indicate that socioeconomic factors remain a significant determinant of the incidence of environmentally-based diseases such as diarrhea and require attention in prevention and public health promotion efforts.   Keywords: Diarrhea; Refill Water; Socioeconomic Status.   Pendahuluan: Prevalensi kejadian diare di Puskesmas Gedong Air tercatat lebih dari 400 kasus yang dilaporkan sejak tahun 2023-2025. Tingginya jumlah kasus tersebut menunjukkan masih rendahnya kualitas sanitasi dan akses terhadap air bersih yang layak di wilayah tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan potensi kejadian diare. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air dengan jumlah responden sebanyak 200 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan potensi kejadian diare (p = 0.004 < 0.05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan kejadian diare (p = 0.363 > 0.05). Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi masih menjadi determinan penting dalam kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan promosi kesehatan masyarakat.   Kata Kunci: Air Isi Ulang; Diare; Status Sosial Ekonomi.
Analisis efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Winanda, Bayu; Chrisanto, Eka Yudha; Djamaludin, Djunizar; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1564

Abstract

Background: The increase in hypertension in the Pasiran Jaya Community Health Center (Puskesmas) work area has seen an increase in hypertension patients, from 324 in 2021 to 421 in 2022. One non-pharmacological treatment is young coconut water and honey. Young coconut water is believed to lower blood pressure, while honey contains important compounds that can influence antioxidant activity. Purpose: To determine the effectiveness of young coconut water and honey on lowering blood pressure in hypertensive patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design using a pretest-posttest approach with a control group design. This study was conducted in the Pasiran Jaya Community Health Center (Puskesmas) work area in Tulang Bawang in August 2023. The sample selection technique used purposive sampling. Results: Bivariate data analysis using a t-test on systolic and diastolic blood pressure testing yielded a p-value of 0.001 < 0.05 for systolic blood pressure and a p-value of 0.006 < 0.05 for diastolic blood pressure. Conclusion: The administration of young coconut water and honey is effective in reducing blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Blood Pressure; Honey; Young Coconut Water. Pendahuluan: Peningkatan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pasiran Jaya terdapat peningkatan penderita hipertensi dari tahun 2021 sebanyak 324 penderita dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 421 penderita hipertensi. Salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu air kelapa muda dan madu. Kandungan yang dimiliki air kelapa muda dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Sedangkan madu memiliki kandungan penting yang dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimental menggunakan pendekatan pretest-posttest with control group design. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasiran Jaya Tulang Bawang pada Bulan Agustus 2023 dengan teknik pemilihan sampel menggunakan sampling purposive sampling. Hasil: Analisa data bivariat Menggunakan uji T-Test pada pengujian tekanan darah sistole dan diastole didapat nilai p-value 0.001 < 0.05 pada tekanan darah sistole dan p-value 0.006 < 0.05 pada tekanan darah diastole. Simpulan: Terdapat efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Air Kelapa Muda; Madu; Tekanan Darah.      
Hubungan pengetahuan orang tua dengan penanganan luka bakar pada anak Januar, Rostika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1569

Abstract

Background: Burns are one of the most difficult accidents to avoid in children due to their inability to face challenges and determine whether something is dangerous or not. This makes children highly vulnerable to accidents and injuries. Understanding how to treat burns in children quickly and appropriately is crucial for both the sufferer and their family. Parents are the primary support system for direct health care for children. Purpose: To determine the relationship between parental knowledge and burn treatment in children. Method: The study design was cross-sectional, with a population consisting of all mothers with children under 5 years of age, resulting in a total of 391 respondents in Hajimena village. The sample was calculated using the Slovin formula, resulting in a sample of 198 respondents using a purposive sampling technique. The measurement tool used was a questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square statistical test. Results: The frequency distribution of knowledge showed that the majority of patients (52%) had good knowledge, and the frequency distribution of treatment indicated that the majority of patients (79.3%) had adequate knowledge out of the 198 respondents. The chi-square test results showed a p-value of 0.030 ≤ 0.05. Conclusion: There is a relationship between parental knowledge and burn treatment in children.   Keywords: Knowledge, Parents, Treatment, Burns.   Pendahuluan: Luka bakar merupakan salah satu kecelakaan yang sulit dihindari oleh anak-anak karena ketidakmampuan mereka untuk menghadapi tantangan dan menentukan apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak. Hal ini membuat anak-anak sangat rentan terhadap kecelakaan atau cedera. Memahami cara mengobati luka bakar pada anak dengan cepat dan tepat sangat penting bagi penderita dan keluarganya. Orang tua merupakan sistem pendukung utama untuk perawatan kesehatan langsung bagi anak-anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak. Metode: Desain penelitian Cross-sectional dengan populasi yang terdiri dari seluruh ibu dengan anak di bawah usia 5 tahun, sehingga ditemukan sebanyak 391 orang di desa Hajimena. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin menghasilkan sampel sebanyak 198 responden menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Distribusi frekuensi pengetahuan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (52%) memiliki pengetahuan yang baik dan distribusi frekuensi pengobatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (79,3%) memiliki pengetahuan yang cukup dari 198 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p 0.030 ≤ 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak.   Kata Kunci: Luka bakar; Orang Tua; Pengetahuan; Pengobatan.
Pengaruh fisioterapi dada terhadap perubahan respirasi rate pada pasien dengan gangguan pernafasan Prayoga, Andes; Furqoni, Prima Dian; Mz, Dennti Kurniasih
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1574

Abstract

Background: The prevalence of ARI in Lampung, according to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), was 7.38%. The highest incidence rates were in West Lampung Regency (12.67%), East Lampung (12.02%), and North Lampung (10.31%). Meanwhile, at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in 2024, there were 102 ARI cases between June and December. Purpose: To determine the effect of chest physiotherapy on changes in respiratory rate in patients with respiratory disorders. Method: This quantitative study used a pre-experimental research design with a one-group pretest-posttest approach. The sample size for respiratory disorders at Bintang Amin Husada Hospital in Bandar Lampung in 2025 was 20 respondents, using purposive sampling. Univariate and bivariate data analysis used t-tests. Results: The average respiratory rate in patients with respiratory disorders before receiving chest physiotherapy was 29.05, while after receiving chest physiotherapy, the mean was 21.25. Bivariate data analysis using a t-test yielded a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: Chest physiotherapy has an effect on changes in respiratory rate in patients with respiratory disorders. Keywords: Chest Physiotherapy; Respiratory Disorders; Respiratory Rates. Pendahuluan: Prevalensi kejadian ISPA di Lampung menurut Riskesdas 2018 yaitu 7.38%. Daerah tertinggi kejadian ISPA ada di Kabupaten Lampung Barat (12.67%), Lampung Timur (12.02%), dan Lampung Utara (10.31%). Sedangkan di RS Bintang Amin Bandar Lampung than 2024, kejadian ISPA sebanyak 102 pasien pada periode Juni s.d Desember. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap perubahan respirasi rate pada pasien gangguan pernafasan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian metode Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pretes-postes design. Sampel gangguan pernafasan di Rumah Sakit Bintang Amin Husada Bandar Lampung Tahun 2025 dengan jumlah sampel minimal sebesar 20 responden dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji t-test. Hasil: Rata-rata respirasi rate pada pasien gangguan pernafasan sebelum diberi fisioterapi dada di dengan mean 29.05 sesudah diberi fisioterapi dada dengan mean 21.25. Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-test didapat nilai p-value 0.000 < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh fisioterapi dada terhadap perubahan respirasi rate pada pasien gangguan pernafasan. Kata Kunci: Fisioterapi Dada; Gangguan Pernafasan; Respirasi Rates.      
Pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien dengan gangguan rasa nyaman nyeri post op fraktur tangan Yusuf, Dody Iqbal; Chrisanto, Eka Yudha; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1583

Abstract

Background: Fractures are a common health problem caused by trauma, particularly traffic accidents. Post-operative hand fracture patients commonly experience pain, which, if not properly managed, can interfere with the healing process. Pain management still focuses largely on analgesic medications, while non-pharmacological therapies such as finger holds can be an alternative. Purpose: To determine the effect of finger hold therapy on reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental one-group pretest and posttest design. A sample of 30 respondents was selected using purposive sampling technique according to inclusion criteria. The research instruments used an observation sheet and a Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using univariate and bivariate methods using the dependent t-test. Results: The mean and SD of pain intensity before intervention was 6.17 ± 1.020, while after finger hold therapy it decreased to 3.70 ± 1.643. The dependent t-test showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. This study suggests that finger hold therapy may be applied as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in hospital pain management. Results: The average pain intensity before finger-hold therapy was 6.17±1.020, and after the therapy, it decreased to 3.70±1.643. The dependent t-test yielded a p-value of 0.000<0.05, indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger-hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-hand fracture surgery patients. Therefore, it is recommended that finger-hold therapy be used as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in pain management in hospitals. Keywords: Finger-hold; Fracture; Pain Intensity; Post-Operative. Pendahuluan: Fraktur merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi akibat trauma, khususnya kecelakaan lalu lintas. Pasien post operasi fraktur tangan umumnya mengalami nyeri yang jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu proses penyembuhan. Penanganan nyeri masih banyak berfokus pada obat analgesik, sementara terapi non-farmakologis seperti finger hold dapat menjadi alternatif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest and posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji t-dependen. Hasil: Nilai rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan terapi finger hold adalah 6.17±1.020 dan setelah diberikan terapi menurun menjadi 3.70±1.643. Hasil uji t-dependen diperoleh p-value 0.000<0.05 yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Terapi finger hold berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan sehingga disarankan agar terapi finger hold dapat dijadikan intervensi non-farmakologis pendamping analgesik dalam manajemen nyeri di rumah sakit. Kata Kunci : Fraktur; Finger Hold; Intensitas Nyeri; Post Operasi.      
Pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap perubahan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengendalian jentik nyamuk Putri, Riska Amalia Nasir; Novariana, Nana; Djamil, Achmad
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1597

Abstract

Background: Dengue is a mosquito-borne infectious disease that remains a serious health problem and threat worldwide. Mosquito nest control (PSN) is the process of eradicating the eggs, larvae, and pupae of dengue-transmitting mosquitoes in their breeding sites. Purpose: To determine the impact of educational videos on changes in public knowledge, attitudes, and behavior in mosquito larvae control efforts. Method: This quantitative study used an experimental design with a one-group pretest-posttest. The study was conducted in Sepang Jaya Village, within the Labuhan Ratu Community Health Center (Puskesmas) working area, with a population of 12,046. The sample size was 35 respondents, using purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analyses. The Wilcoxon test was used for bivariate analysis. Results: There was a significant effect before and after the video exposure on knowledge, attitudes, and behavior (p-value <0.05). Conclusion: Video education has an impact on changes in public knowledge, attitudes, and behavior regarding mosquito larvae control.   Keywords: Dengue Fever; Video Education; Mosquito Larva Control; Knowledge; Behavior; Attitude.   Pendahuluan: Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang ditularkan melalui nyamuk dan masih menjadi masalah kesehatan yang serius serta ancaman di dunia hingga saat ini. Pengendalian sarang nyamuk atau PSN adalah kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular demam berdarah dengue di tempat - tempat perkembangan biakannya. Tujuan: Untuk mengetahui edukasi yang menggunakan media video edukasi terhadap perubahan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dalam upaya pengendalian jentik nyamuk. Metode: Jenis penelitian kuantitatif melalui desain eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sepang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Ratu dengan populasi sebanyak 12.046 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan Adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Adanya pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video terhadap pengetahuan sikap dan perilaku  (p-value < 0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi menggunakan video terhadap perubahan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengendalian jentik nyamuk.   Kata Kunci: DBD; Edukasi Video; Pengendalian Jentik Nyamuk; Pengetahuan; Perilaku; Sikap.
Pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan tb paru pada masyarakat Prischa, Milanda; Patria, Armen; Maritasari, Dwi Yulia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1598

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, which generally attacks the parenchymal tissue of the lungs. In 2024, the Labuhan Ratu Community Health Center (Puskesmas) had a case detection rate of 1,265 suspected cases of pulmonary TB, with a target of 935 cases (73.91%). Purpose: To determine the effect of health promotion using educational videos on knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention in the community. Method: This quantitative study used an experimental design with a one-group pretest-posttest. The study was conducted in Sepang Jaya Village, within the Labuhan Ratu Community Health Center's working area. The population in this study was 12,046 residents of Sepang Jaya Village, with a sample size of 35 respondents using purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The bivariate analysis used the Wilcoxon test. Results: The bivariate test for the knowledge and attitude variables yielded a p-value of 0.000, indicating that health promotion using educational videos significantly impacts community knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention. Conclusion: Health promotion using educational videos significantly impacts community knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention. Keywords: Attitude; Educational Video; Knowledge; Pulmonary TB. Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksius yang dapat menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang jaringan parenkim pada paru-paru. Puskesmas Labuhan Ratu Tahun pada tahun 2024 memiliki angka cakupan penemuan kasus TB paru yaitu 1.265 (suspek) dengan capaian target 935 kasus (73,91%). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan tb paru pada masyarakat. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Tempat penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sepang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Ratu. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di kelurahan sepang jaya berjumlah 12.046 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden dengan menggunakan purposive sampling.. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Uji bivariat pada variabel pengetahuan dan sikap adalah p-value = 0.000 yang berarti ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan TB Paru pada masyarakat. Simpulan: Ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan TB Paru pada masyarakat Kata Kunci::Pengetahuan; Sikap; TB Paru; Video Edukasi.      
Pengaruh pemberian active isolated stretching (AIS) dan plyometric terhadap eksplosive power standing long jump ditinjau dari molekuler Raminda, Santri; Kurniawan, Ryanda Masri; Aliun, Fatimah Wahab
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1792

Abstract

Background: Flexibility is an important component of daily activities.1 Flexibility is the mobility of joints and muscle elasticity that allows for maximum joint movement in various positions. Many methods and techniques can be used for stretching, including active isolated stretching. There are several ways to efficiently train standing jump ability, one of which is through plyometric training. Purpose: To examine the effect of plyometric training on explosive power in standing long jumps from a molecular perspective. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest two-group design. The study used a box jump to assess explosive power in the long jump. Twenty-two participants were divided into a control and a treatment group, and their jump distance was then assessed using a tape measure. The control group received Active Isolated Stretching (AIS), while the treatment group received Active Isolated Stretching (AIS) and additional plyometric training with box jumps. Results: Adolescent respondents in the treatment group experienced significant changes compared to those in the control group, with p-values ​​of 0.001 and 0.000 (<0.05). Conclusion: Active isolated stretching (AIS) and plyometric training significantly improved explosive power in the standing long jump in both the treatment and control groups.   Keywords: Active Isolated Stretching (AIS); Box Jump; Plyometric; Standing long jump.   Pendahuluan: Fleksibilitas merupakan komponen yang penting dalam beraktivitas sehari-hari. Fleksibilitas merupakan mobilitas sendi dan elastisitas otot yang dapat menjangkau maksimum gerakan sendi dari berbagai posisi. Banyak metode maupun teknik yang dapat digunakan untuk melakukan stretching, diantaranya active isolated stretching. Terdapat beberapa cara melatih kemampuan standing jump secara efisien salah satunya melalui latihan plyometric. Tujuan: Untuk melihat pengaruh pemberian latihan plyometric  terhadap eksplosive power standing long jump  yang ditinjau dari molekuler. Metode: Penelitian quasi experimental dengan pretest-posttest two group design. Penelitian dilakukan menggunakan box jump, terhadap daya ledak lompat jauh. Sebanyak 22  responden dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan juga perlakuan yang kemudian dinilai dengan menggunakan meteran untuk mengukur jauh lompatan. Kelompok kontrol diberikan intervensi Active Isolated Stretching (AIS) dan kelompok perlakuan diberikan Active Isolated Stretching (AIS) dan diberikan tambahan latihan plyometric dengan box jump. Hasil: Responden yang merupakan remaja di kelompok perlakuan mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan remaja di kelompok kontrol dengan nilai p sebesar 0.001 dan 0.000 (<0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian latihan active isolated stretching (AIS) dan plyometric terhadap eksplosive power standing long jump pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.   Kata kunci: Active Isolated Stretching (AIS); Box Jump; Plyometric; Standing long jump.
Analisis kadar kolesterol total terhadap peningkatan tekanan darah Annisa, Istiana; Prihati, Manis; Armal, Hadist Lissentiya; Brigita, Marlin L.
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1828

Abstract

Background: Cholesterol is a type of lipid metabolite containing sterol compounds that is highly concentrated in cell membranes and within the circulatory system. An increase in blood cholesterol levels, known as hypercholesterolemia, initiates the accumulation of body fat, which in turn contributes to a rise in blood pressure. This condition plays a significant role in the development of hypertension. Purpose: To determine the distribution of respondents according to their cholesterol levels and blood pressure, as well as to identify whether there is a significant relationship between cholesterol levels and blood pressure. Method: This study was cross-sectional with a descriptive quantitative approach. The independent variable was blood pressure and the dependent variable was total cholesterol level, with the sample selected using a purposive sampling technique. Results: The statistical test yielded a P-value of 0.001 (P-Value <0.05), indicating a significant relationship between total cholesterol levels and blood pressure. The odds ratio (OR) for both variables was 6.585. Total cholesterol levels were 6.6 times more likely to influence respondents' blood pressure. Conclusion: There is a significant relationship between total cholesterol levels and blood pressure. Keywords: Cholesterol; Hypertension. Pendahuluan: Kolesterol merupakan lemak hasil metabolit yang mengandung senyawa sterol dan banyak terkonsentrasi pada membran sel di dalam tubuh serta sistem sirkulasi. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah (hiperkolesterolemia) mengawali terjadinya lonjakan lemak tubuh yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui distribusi responden berdasarkan kadar kolesterol total, dan tekanan darah, serta mengetahui hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah. Metode: Penelitian ini bersifat cross sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Variabel independen adalah tekanan darah dan variabel dependen adalah kadar kolesterol total dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Uji statistik diperoleh nilai P = 0.001 (P-Value < 0.05), sehingga dapat dinyatakan ada hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah. Kedua variabel tersebut diperoleh nilai odds ratio (OR) sebesar 6,585. Kadar kolesterol total memiliki kemungkinan 6.6 kali lebih besar untuk berpengaruh terhadap tekanan darah responden. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah Kata Kunci : Hipertensi, Kolesterol