cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30257999     EISSN : 30257980     DOI : https://doi.org/10.57235
JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup bidang pendidikan, agama, multidfisiplin. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 644 Documents
Analisis Sasaran Advokasi Kesehatan Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting: Studi Literatur Nabila Andini; Nurul Hidayah; Putri Zahrina Zahra; Senja Vellina; Miftahurrahmah El Hayati
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8751

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Upaya percepatan penurunan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui advokasi kesehatan yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi advokasi kesehatan dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui metode literature review. Artikel yang dianalisis diperoleh dari Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi advokasi kepada pemerintah dilakukan melalui penguatan komitmen politik, koordinasi lintas sektor, pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan, serta penguatan dukungan sumber daya kesehatan. Sementara itu, advokasi kepada masyarakat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, kampanye sosial, konseling gizi, pendampingan keluarga, pemanfaatan media komunikasi, dan pendekatan berbasis budaya lokal. Faktor pendukung keberhasilan advokasi meliputi komitmen pemerintah, keterlibatan kader kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi informasi. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain rendahnya literasi kesehatan masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, kondisi sosial ekonomi yang rendah, serta belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Dengan demikian, advokasi kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kompetensi, dan Kinerja Karyawan Terhadap Kepuasan Konsumen Alfamart di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Sifta Airul Anisah; Nur Khojin; Akbar NPD Wahana
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8756

Abstract

Kepuasan konsumen menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan layanan ritel. Beberapa gerai Alfamart di Kecamatan Wanasari masih menghadapi tantangan yang berkaitan dengan mutu layanan, kemampuan karyawan, serta pelaksanaan pekerjaan yang berpotensi memengaruhi pengalaman pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi kualitas pelayanan, kompetensi, dan kinerja karyawan terhadap kepuasan konsumen. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 400 responden yang dipilih melalui teknik purposive dan accidental sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel berkontribusi terhadap kepuasan konsumen. Nilai R Square sebesar 0,804 mengindikasikan bahwa 80,4% variasi kepuasan konsumen dapat dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pelayanan untuk menjaga kepuasan pelanggan.
Literature Review: Peran Stakeholder dalam Upaya Pengendalian Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Miftahurrahmah El Hayati; Chairunnisa; Ikrima Fauziah; Wira Anjani; Muhammad Abdurrozaq
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8758

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan upaya pengendalian secara komprehensif dan berkelanjutan. Pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada intervensi sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai stakeholder melalui dukungan kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat. Dalam perspektif advokasi kesehatan, keterlibatan stakeholder berperan penting dalam memperkuat pelaksanaan program pengendalian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholder dalam upaya pengendalian kasus DBD serta mengidentifikasi bentuk keterlibatan, faktor pendukung, dan faktor penghambat pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif. Penelusuran literatur dilakukan melalui beberapa basis data nasional berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang dipilih merupakan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025, tersedia dalam bentuk teks lengkap, dan relevan dengan topik penelitian. Hasil seleksi menghasilkan sepuluh artikel untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder yang terlibat dalam pengendalian DBD meliputi pemerintah, Dinas Kesehatan dan Puskesmas, tenaga kesehatan, masyarakat, kader kesehatan/Jumantik, keluarga, dan stakeholder lintas sektor. Pemerintah berperan dalam penyusunan kebijakan dan koordinasi program, sedangkan sektor kesehatan berperan dalam pelaksanaan surveilans, promosi kesehatan, dan kegiatan pengendalian DBD. Masyarakat menjadi salah satu stakeholder utama karena berkontribusi dalam penerapan perilaku pencegahan dan keberlanjutan program. Faktor pendukung keberhasilan meliputi koordinasi antar stakeholder, dukungan sumber daya, dan partisipasi masyarakat, sedangkan hambatan yang ditemukan berupa keterbatasan pendanaan, koordinasi yang belum optimal, dan rendahnya keterlibatan masyarakat. Disimpulkan bahwa pengendalian DBD memerlukan kolaborasi antar stakeholder yang didukung oleh penguatan advokasi kesehatan, koordinasi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat agar program dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepemimpinan Penghulu dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Budidaya Ikan Lele di Kampung Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak Rahayu
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8759

Abstract

Kepemimpinan penghulu memegang peran strategis dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kepemimpinan Penghulu dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Budidaya Ikan Lele di Kampung Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, terdiri dari penghulu, Badan Permusyawaratan Kampung (BPKam), ketua pelaksana program, dan dua ketua kelompok budidaya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan penghulu telah mencakup tiga orientasi kepemimpinan, yaitu berorientasi tugas, berorientasi hubungan kerja, dan berorientasi hasil yang efektif, namun belum berjalan secara optimal. Perencanaan dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah kampung dan pembagian tugas telah ditetapkan, namun pengawasan langsung masih terbatas, komunikasi belum intensif, dan tujuan program belum tercapai akibat berbagai hambatan teknis dan keamanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan intensitas pengawasan langsung, komunikasi yang lebih aktif, serta penguatan kapasitas kelompok budidaya menjadi kunci terwujudnya program pemberdayaan yang efektif dan berkelanjutan di tingkat desa.
Strategi Operasi Pengamanan Perbatasan Dalam Upaya Menjaga Ketahanan Pangan (Studi Kasus Yonzipur 8/SMG di Perbatasan Kalimantan Utara – Malaysia periode Agustus 2024 sampai dengan Oktober 2025) Hendro Gunawan; Eko Setijo Pudjiantoro; Almuchalif Suryo
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8760

Abstract

Wilayah perbatasan Kalimantan Utara–Malaysia merupakan kawasan strategis yang menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk penyelundupan, pelintas batas ilegal, serta kerentanan akses pangan akibat keterbatasan infrastruktur dan keterisolasian wilayah. Kondisi ini menuntut kehadiran dan strategi efektif dari satuan pengamanan perbatasan, khususnya Yonzipur 8/SMG (Sakti Mandra Guna), yang tidak hanya berperan menjaga kedaulatan negara tetapi juga mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan metode operasi pengamanan yang diterapkan Yonzipur 8/SMG, dampaknya terhadap stabilitas keamanan wilayah Krayan, serta bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengamanan Yonzipur 8/SMG meliputi patroli rutin, pengawasan jalur tidak resmi, serta operasi penindakan terhadap penyelundupan. Stabilitas keamanan yang tercipta berkontribusi signifikan pada kelancaran distribusi pangan dan kegiatan pertanian lokal. Selain itu, program kolaboratif seperti penanaman padi bersama masyarakat terbukti meningkatkan produktivitas pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Kesimpulannya, strategi pengamanan perbatasan yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat menjadi faktor kunci dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
Pengaruh Penggunaan AI terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa KPI Angkatan 2024 UINSU Nur Intan Kayla Zein; Pramita Kesuma; Dian Tri Ananta; Alya Suci Olivia; Parulian Sibuea
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8762

Abstract

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang pendidikan terus mengalami perkembangan dan memberikan pengaruh terhadap proses dinamika pembelajaran mahasiswa. Fokus utama kajian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana implementasi teknologi AI mempengaruhi tingkat motivasi akademik mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Dari sisi metodologi, studi ini mengadopsi desain penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan pendekatan survei sebagai strategi pengumpulan data. Adapun proses pengumpulan informasi dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Komunikasi Penyiaran Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik SPSS diaplikasikan untuk mengidentifikasi korelasi antara implementasi teknologi AI dan tingkat motivasi akademik mahasiswa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas pembelajaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Selain itu, Hasil pengujian t-test memperlihatkan terdapat disparitas yang sig pada tingkat motivasi akademik mahasiswa antara periode sebelum dan sesudah implementasi teknologi AI. Hal tersebut dibuktikan oleh nilai t -12,014 dengan derajat kebebasan (df) 64 dan nilai signifikansi (p<0,001) yang lebih kecil dari taraf “0,05” dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata secara statistik pada motivasi belajar mahasiswa.
Proses Pendidikan Pertama Bintara Dalam Pengawakan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di Halmahera Selatan Aditya Kurnia Rahman; Mitro Prihantoro; Marsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8763

Abstract

Pengawakan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Halmahera Selatan memerlukan prajurit Bintara yang tidak hanya memiliki kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga kompetensi dalam mendukung pembangunan wilayah dan pembinaan teritorial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) dengan tuntutan tugas pada Yonif Teritorial Pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses rekrutmen calon peserta Dikmaba, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan pendidikan, serta menganalisis dampak pendidikan terhadap kualitas lulusan dalam mendukung tugas teritorial pembangunan di Halmahera Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat informan yang terdiri atas Komandan Sekolah Calon Bintara, Kepala Urusan Operasi, Kepala Urusan Pengamanan, dan pelatih Sekolah Calon Bintara. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen telah dilaksanakan secara sistematis melalui seleksi administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, dan psikologi, namun belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan spesifik Yonif TP. Faktor pendukung pendidikan meliputi sistem pendidikan yang terstruktur, tenaga pelatih yang berpengalaman, fasilitas yang memadai, dan kedisiplinan siswa, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu pendidikan, belum adanya materi teknis teritorial seperti pertanian, peternakan, dan perikanan dalam kurikulum, serta keterbatasan personel pengamanan. Pendidikan Dikmaba terbukti efektif dalam membentuk karakter militer, disiplin, dan kemampuan dasar keprajuritan, namun belum optimal dalam mempersiapkan prajurit untuk melaksanakan tugas teritorial pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian kurikulum dan penambahan alokasi waktu pendidikan agar kualitas lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan pengawakan Yonif Teritorial Pembangunan di Halmahera Selatan.
Analisis Kemampuan Dosen Mata Kuliah Sejarah dalam Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Program Studi PAI UIN Sumatera Utara Iklima Novriani; Indah Pratiwi; Arif Rahman Hakim; Siti Halimah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8768

Abstract

Masalah yang ditemukan di lokasi penelitian menunjukkan bahwa penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam di UIN Sumatera Utara Medan belum sepenuhnya memenuhi standar kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Ketidakselarasan antara rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Sub-CPMK dengan kedalaman bahan kajian yang disajikan menjadi permasalahan utama yang ditemukan. Selain itu, dosen masih cenderung menyusun RPS secara content-based dan bergantung pada template, sehingga dokumen RPS lebih berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan administratif daripada sebagai instrumen perencanaan pembelajaran yang substantif. Penelitian ini dilakukan karena kemampuan dosen dalam menyusun RPS merupakan faktor penentu kualitas implementasi kurikulum OBE, yang secara langsung memengaruhi pencapaian kompetensi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan dosen dalam merumuskan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK, mendeskripsikan tingkat kedalaman bahan kajian, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan RPS, serta memberikan rekomendasi konstruktif untuk peningkatan kualitas penyusunan RPS berbasis OBE pada mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi evaluatif dan analisis dokumen, dilengkapi dengan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA). Metode ini dipilih karena mampu mengkaji kualitas dan konsistensi komponen RPS secara mendalam berdasarkan kriteria OBE yang telah ditetapkan, sekaligus menganalisis keterhubungan antar komponen pembelajaran dalam struktur bahasa akademik dokumen RPS. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap RPS dan wawancara dengan dosen pengampu, kemudian dianalisis menggunakan instrumen penilaian skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dosen dalam menyusun RPS berbasis OBE berada pada kategori baik secara keseluruhan dengan persentase antara 62% hingga 71,6%, namun terdapat kelemahan signifikan pada dimensi kedalaman bahan kajian (66%) dan gradasi kognitif (64%). Seluruh Sub-CPMK menggunakan kata kerja operasional "menganalisis" pada level C4, namun bahan kajian yang disajikan masih dominan bersifat deskriptif-faktual pada level C1–C2. Keterhubungan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK belum tersusun secara eksplisit dan sistematis, serta rubrik penilaian masih bersifat umum. Disimpulkan bahwa dosen pengampu telah memiliki pemahaman yang memadai terhadap prinsip OBE secara konseptual dan administratif, tetapi kemampuan operasionalisasinya masih perlu ditingkatkan, khususnya pada aspek kedalaman dan gradasi kognitif bahan kajian serta konsistensi keterkaitan antar komponen RPS. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk melibatkan lebih banyak dosen dan mata kuliah secara komparatif guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi OBE di lingkungan PTKIN, serta mengkaji efektivitas RPS dalam praktik pembelajaran aktual di kelas.
Evaluasi Tahapan Pemeriksaan Audit dan Penyusunan Laporan pada Kantor Akuntan Publik Lestari Sibatuara; Riani Agustina Pardede; Egla Sery Redina Haloho; Bungahot Saulina Situmorang; Mutiara Nainggolan; Renita Sitohang; Hicca Maria Gandi Putri Aruan
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8769

Abstract

Pelaksanaan tahapan pemeriksaan audit dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan merupakan bagian penting dalam menghasilkan audit yang berkualitas serta mendukung keandalan laporan keuangan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa implementasi setiap tahapan audit pada Kantor Akuntan Publik masih menghadapi beberapa kendala yang berpotensi memengaruhi efektivitas proses audit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tahapan pemeriksaan audit dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan pada Kantor Akuntan Publik. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap berbagai artikel ilmiah, Standar Audit, dan referensi lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tahapan perencanaan audit, pelaksanaan pemeriksaan audit, dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Audit. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan informasi awal, keterlambatan penyampaian dokumen oleh klien, serta kesulitan dalam memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi auditor, kepatuhan terhadap Standar Audit, serta komunikasi yang efektif antara auditor dan klien menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan pemeriksaan audit dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan pada Kantor Akuntan Publik.
Implementasi Ecoprint Berbasis Experiential Learning pada Siswa Sekolah Dasar di Jepang Vera Yuli Erviana; Norma Sari; Fajar Oktavia Rahma
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8770

Abstract

Hanao Elementary School di Kitakyushu, Jepang, memiliki kebutuhan akan pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, literasi budaya, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa sekolah dasar. Program ini dilaksanakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan ecoprint berbasis experiential learning. Kegiatan bertujuan meningkatkan literasi budaya Indonesia, keterampilan ecoprint ramah lingkungan, dan kesadaran konsumsi berkelanjutan pada siswa. Metode experiential learning dipilih karena memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman langsung. Program dilaksanakan melalui kerja sama Universitas Ahmad Dahlan, Hanao Elementary School, dan Kyushu International University dengan melibatkan 100 siswa kelas 4. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi literasi budaya dan konsumsi berkelanjutan, pelatihan ecoprint teknik pukul daun, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami nilai budaya Indonesia, menguasai keterampilan dasar pembuatan ecoprint menggunakan bahan alami, serta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pemanfaatan sumber daya secara bijak dan perilaku ramah lingkungan. Program ini juga memberikan pengalaman belajar lintas budaya yang menarik dan bermakna. Kegiatan ecoprint berbasis experiential learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan budaya dan lingkungan dalam konteks internasional.