cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30257999     EISSN : 30257980     DOI : https://doi.org/10.57235
JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup bidang pendidikan, agama, multidfisiplin. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 644 Documents
Peran Buzzer Sebagai Alat Komunikasi Politik Dalam Dinamika Demokrasi di Indonesia Fajar Nur Rohmah; Dewinta Diah; Sholeha Tri Asih
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8792

Abstract

Saat ini demokrasi mengalami transformasi melalui media sosial yang menjadikan kampanye politik lebih efisien dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kesempatan ini digunakan oleh buzzer politik untuk mengkampanyekan aktor politik yang menggunakan jasa mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara kerja buzzer sebagai alat komunikasi politik di alam dinamika demokrasi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis untuk memahami fenomena sosial dengan mengkaji subjek penelitian secara mendalam. Adapun hasil dari penelitian ini adalah para buzzer mempunyai startegi untuk menggiring dan membentuk opini publik dengan membuat konten, video, foto, dan meme dengan menggunakan narasi-narasi yang mendukung tujuan mereka untuk menyebarkan hoaks, propaganda, dan politisasi suku, agama, ras. Untuk mengendalikan hal tersebut dibutuhkan upaya bersama dalam menjaga iklim demokrasi yang berasaskan pada nilai-nilai Pancasila. Dilihat dalam perspektif hukum bahwa aktivitas para buzzer belum dibatasi secara ketat oleh hukum yang berlaku di Indonesia. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bawa perlu diterapkan kebijakan dan regulasi seperti UU ITE mempunyai peran penting dalam mengendalikan kerja buzzer di media sosial. Pemerintah menerapkan undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang praktik buzzer seperti pelarangan penggunaan jasa buzzer. Pemerintah juga harus memastikan bahwa platform media sosial harus memenuhi standar dalam etika bermedia sosial yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Analisis Konvergensi Media pada Akun Instagram Abouttng Dalam Membangun Engagement Audiens Digital Astria Sutta; Adhellia Moica Karania; Reyaldo Cole; Dewinta Sena Putri; Alfian Pratama
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8797

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong terjadinya konvergensi media yang mengubah cara media berinteraksi dengan audiens. Instagram menjadi salah satu platform yang dimanfaatkan oleh berbagai media digital untuk menyebarluaskan informasi sekaligus membangun keterlibatan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konvergensi media pada akun Instagram Abouttng dalam membangun engagement audiens digital. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten Instagram Abouttng, dokumentasi, serta analisis yang mencakup jumlah likes, komentar, shares, dan views. Analisis dilakukan menggunakan konsep konvergensi media yang meliputi integrasi platform, produksi konten multimedi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abouttng menerapkan konvergensi media melalui pemanfaatan berbagai format konten seperti feed, reels, stories yang terintegrasi dalam satu platform. Strategi tersebut mampu meningkatkan keterlibatan audiens dengan mendorong partisipasi aktif, serta penyebaran informasi yang lebih luas. Selain itu, penggunaan konten yang relevan dengan kebutuhan dan minat audiens turut berkontribusi dalam membangun kedekatan antara media dan pengikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi media pada akun Instagram Abouttng berperan penting dalam meningkatkan engagement audiens digital dan memperkuat posisi media sebagai sumber informasi yang adaptif di era digital.
Strategi Penanganan Konflik Melalui Operasi Pengamanan Daerah Rawan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa di Kabupaten Nduga Papua Pegunungan Tahun 2023-2024 Adhi Setiadi Nugroho; Ahmad G Dohamid; Gentio Harsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8798

Abstract

Konflik bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, merupakan salah satu tantangan keamanan nasional yang kompleks karena melibatkan dimensi militer, sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Operasi pengamanan dilaksanakan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa menjadi bagian dari upaya negara dalam menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata. Pendekatan keamanan yang berorientasi pada penggunaan kekuatan militer, belum mampu menciptakan perdamaian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanganan konflik yang diterapkan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa di Kabupaten Nduga, mengidentifikasi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat, serta menganalisis tantangan hambatan yang dihadapi operasi pengamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa tidak hanya berupa pendekatan hard security (patroli, penyekatan, dan operasi pengamanan), namun dipadukan dengan pendekatan soft security (komunikasi sosial, kegiatan teritorial, pelayanan kesehatan, bantuan kemanusiaan kepada masyarakat). Strategi tersebut mampu menekan ancaman langsung dari kelompok bersenjata dan meningkatkan rasa aman masyarakat setempat. Namun, efektivitasnya masih menghadapi berbagai hambatan, diantraanya kondisi geografis yang sulit, keterbatasan logistik, dinamika sosial budaya masyarakat setempat, belum optimalnya sinergi lintas sektor dalam mendukung stabilitas jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan konflik yang lebih komprehensif melalui integrasi pendekatan keamanan dan pembangunan guna mewujudkan stabilitas yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Nduga, Papua.
Penguatan Kompetensi Guru STEM dan Tata Kelola Sekolah di SMP Muhammadiyah Kretek Vera Yuli Erviana; Suyatno; Dholina Inang Pambudi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8800

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Kretek untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan tata kelola sekolah. Permasalahan yang dihadapi meliputi belum optimalnya pembelajaran berbasis teknologi, rendahnya pemahaman guru terhadap STEM, kualitas layanan pendidikan yang perlu ditingkatkan, serta strategi pengembangan dan promosi sekolah yang belum maksimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat manajemen sekolah melalui pelatihan dan pendampingan berbasis kebutuhan sekolah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, ceramah interaktif, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan excellent service, workshop pembelajaran inovatif berbasis teknologi, pelatihan STEM, serta pendampingan tata kelola dan promosi sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan media pembelajaran digital, pemahaman STEM, dan kualitas pelayanan pendidikan. Program ini turut memperkuat budaya sekolah yang inovatif, profesional, dan berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Jurnalistik Dan Tata Kelola Majalah Dakwah Al-Fajr di PCM Umbulharjo Vera Yuli Erviana; Tri Wahyuni Sukesi; Prayudha; Hadi Suyono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8801

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo untuk memperkuat literasi dakwah melalui pengembangan media jurnalistik Islami. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan kemampuan jurnalistik dasar, teknik wawancara dan penulisan berita, pengelolaan redaksi majalah Al-Fajr yang belum optimal, serta minimnya strategi publikasi digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi jurnalistik pengurus PCM, Angkatan Muda Muhammadiyah, dan pengelola AUM melalui pelatihan dan pendampingan berbasis praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui workshop, simulasi wawancara, praktik penulisan berita, pendampingan redaksi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan penulisan berita, wawancara, serta pengelolaan redaksi dan publikasi digital. Program ini juga menghasilkan struktur redaksi yang lebih sistematis dan memperkuat budaya literasi dakwah yang kreatif dan berkelanjutan.
Analisis Fungsi Estetika dan Argumentatif Uslub Tasbih dalam Ayat-Ayat Makkiyah: Pendekatan Stilistika Al-Qur'an Rifan Basahona; Abdul Jabbar Tahir; Fathimah Azzahra Ilyas; Mohammad Harjum
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8826

Abstract

Al-Qur'an menggunakan uslub tasybih sebagai salah satu strategi retorika yang paling menonjol dalam ayat-ayat Makkiyah, namun kajian yang secara khusus mengintegrasikan fungsi estetika dan argumentatif dari gaya bahasa ini masih relatif terbatas, sebab mayoritas penelitian balāgah cenderung memisahkan kedua dimensi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola stilistika serta fungsi ganda uslub tasybih dalam ayat-ayat Makkiyah melalui pendekatan stilistika Al-Qur'an yang integratif. Penelitian menggunakan metode kualitatif kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi terhadap sepuluh ayat Makkiyah yang mengandung struktur tasybih, dianalisis berdasarkan rukun balāgah (musyabbah, musyabbah bih, adat al-tasybīh, dan wajh al-syabah) serta ditriangulasi dengan kitab-kitab balāgah klasik dan literatur stilistika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tasybih dalam ayat-ayat Makkiyah mengikuti pola tematik yang terprogram, meliputi tema eskatologi, kritik terhadap perilaku orang kafir, dan argumentasi tauhid, yang secara empiris mengonfirmasi tiga kategori fungsi tasybih: burhānī (pembuktian), tashwīrī (penggambaran), dan naqdī (kritik). Temuan utama menegaskan bahwa fungsi estetika dan argumentatif uslub tasybih bekerja secara simultan dan saling menguatkan: citraan yang dibangun melalui kontras, alur peristiwa, dan pemilihan diksi tidak berhenti pada capaian keindahan bahasa semata, tetapi menentukan kadar kekuatan argumen yang disampaikan. Penelitian ini berkontribusi menawarkan model analisis stilistika-balāgah yang integratif bagi pengembangan kajian retorika Al-Qur'an di Indonesia.
Tabur Tuai Dalam Perspektif Budaya Batak Toba Ariel Sitepu; Pardomuan Munthe
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8859

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa masyarakat masih memegang teguh prinsip timbal balik. Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan prinsip tabur tuai dari perspektif dogmatika kristen. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) melalui penyebaran angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud Timbal balik yang dianut berprinsip transaksional jasa dan materi; yakni kebaikan dibalas kebaikan, keburukan dibalas keburukan. Penelitian ini menyimpulkan menolak prinsip timbal balik dan menekankan prinsip tabur tuai yang berdasarkan firman Tuhan yang tertulis dalam 2 Korintus 9:6. Untuk itu disarankan kepada Gereja untuk mengajarka prinsip tabur-tuai yang Alkitabiah kepada jemaat.
Pemikiran Mgr. Nicholas Joannes Cornelius Geise, OFM Sebagai Peletak Dasar Gereja Katolik di Keuskupan Bogor (1940 - 1948) Yosephinne Regina Keor Dua Wohen; Arif Permana Putra; Rikza Fauzan
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8873

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji latar belakang kehidupan dan karya Mgr. Geise, menganalisis peran serta kontribusinya dalam membangun fondasi Gereja Katolik di Keuskupan Bogor, serta memahami kondisi sosial dan keagamaan yang memengaruhi kiprahnya pada masa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan biografi historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mgr. Nicholas Joannes Cornelius Geise, OFM memiliki peranan strategis dalam peletakan dasar Gereja Katolik di Keuskupan Bogor, terutama melalui pembinaan umat, pembentukan struktur kelembagaan Gereja, serta penerapan nilai-nilai spiritualitas Fransiskan dalam karya pastoralnya. Di tengah situasi sosial-politik yang tidak stabil, Mgr. Geise mampu menjalankan kepemimpinan yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan umat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mgr. Geise tidak hanya berperan sebagai pemimpin rohani, tetapi juga sebagai aktor sosial yang berpengaruh dalam pembentukan identitas dan fondasi Gereja Katolik lokal di Bogor.
Analisis Pemenuhan Rasa Keadilan dalam Putusan Hakim pada Studi Putusan Nomor 299/Pid.B/2024/PN Tjk Muhammad Afif Muyassar; Firganefi; Deni Achmad; Erna Dewi; Dona Raisa Monica
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8896

Abstract

Tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor merupakan salah satu kejahatan terhadap harta kekayaan yang sering melibatkan pelaku pembantu sehingga menimbulkan permasalahan dalam penerapan hukum, terutama terkait kualifikasi peran, pembuktian unsur kesengajaan, dan proporsionalitas pemidanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum pidana terhadap pelaku pembantu tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor serta menilai apakah putusan hakim telah mencerminkan keadilan substantif. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung, dan dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta literatur yang relevan. Seluruh data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum pidana telah dilaksanakan melalui tahap formulasi, aplikasi, dan eksekusi secara sistematis sesuai Pasal 372 KUHP juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP. Putusan Nomor 299/Pid.B/2024/PN Tjk juga telah mencerminkan keadilan substantif melalui pemidanaan yang proporsional berdasarkan tingkat keterlibatan terdakwa sebagai pelaku pembantu serta pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti. Putusan tersebut sejalan dengan prinsip justice as fairness yang dikemukakan John Rawls karena mampu menyeimbangkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan. Disarankan agar aparat penegak hukum lebih cermat dalam mengkualifikasikan peran pelaku pembantu serta hakim terus mengedepankan proporsionalitas pemidanaan dan perlindungan hak korban.
Peran Pengawasan Pembimbing Kemasyarakatan Terhadap Anak Binaan yang Menjalani Pidana Penjara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Yoseph Novian; Tri Andrisman; Budi Rizki Husin; Heni Siswanto; Nikmah Rosidah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8897

Abstract

Pembimbing Kemasyarakatan terhadap anak binaan yang menjalani pidana penjara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pengawasan tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, khususnya Pasal 65 huruf d yang memberikan kewenangan kepada Pembimbing Kemasyarakatan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pidana dan pembinaan anak. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Pembimbing Kemasyarakatan, petugas LPKA, dan anak binaan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengkaji kesesuaian antara ketentuan hukum dan pelaksanaan pengawasan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif peran pengawasan Pembimbing Kemasyarakatan telah diatur secara jelas dan memiliki fungsi strategis dalam mendukung keberhasilan pembinaan anak. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena pengawasan masih terbatas dari segi frekuensi, durasi, dan intensitas sehingga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pembinaan anak secara berkelanjutan. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan jumlah dan kapasitas Pembimbing Kemasyarakatan, luasnya wilayah kerja, kurang memadainya sarana dan prasarana, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta adanya stigma negatif masyarakat terhadap anak binaan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas dan jumlah Pembimbing Kemasyarakatan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi pelaksanaan pengawasan agar tujuan Sistem Peradilan Pidana Anak yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak dapat terwujud secara efektif.