cover
Contact Name
Hadisa Putri
Contact Email
tarbiyaislamica777@gmail.com
Phone
+6282159845618
Journal Mail Official
tarbiyaislamica777@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sejangkung No. 126 Kawasan Pendidikan Sebayan Sambas 79462
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Tarbiya Islamica
ISSN : 23033819     EISSN : 27454673     DOI : https://doi.org/10.37567/ti.v11i2
Scope of Tarbiya Islamica Journal of the Tarbiya Faculty and Teacher Training of IAIS Sambas: Islamic Education Thought Islamic Education Management Islamic Education Policy Issues of Islamic Education Islamic Education Philosophy Islamic education Islamic Education Curriculum
Articles 113 Documents
PERAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAIN/PTAIS) MENGHADAPI ARUS LAJU GLOBALISASI Mauizatul Hasanah; Nurlisa; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3678

Abstract

Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN/PTAIS) memainkan peran penting dalam menghadapi arus laju globalisasi. Dalam era yang ditandai dengan keterbukaan informasi dan interkoneksi global, PTAIN/PTAIS berfungsi sebagai pusat keilmuan yang menyeimbangkan antara modernitas dan nilai-nilai agama. Melalui pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan etika, PTAIN/PTAIS mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan bermoral, yang dapat berkontribusi positif dalam berbagai bidang. Selain itu, PTAIN/PTAIS juga berperan aktif dalam penelitian dan inovasi yang berfokus pada isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan, memberikan solusi yang berkelanjutan untuk tantangan global. Keterlibatan PTAIN/PTAIS dalam kerja sama internasional memungkinkan pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman, sehingga memperkaya kurikulum dan metode pengajaran. Dengan demikian, PTAIN/PTAIS tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam menghadapi dan menavigasi arus globalisasi, sambil mempertahankan identitas kebudayaan dan keagamaan dalam masyarakat yang semakin heterogen.
PERKEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA Enik Sartika; Teguh Mudiarto; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3679

Abstract

Perguruan Tinggi Menjadi sebuah pelopor yang penting untuk mengembangakan ilmu pengetahuan khususnya dalam agama Islam. pesatnya pertumbuhan perguruan tinggi Islam diakibatkan semangat tokoh-tokoh elit ummat Islam dalam memplopori pendirian perguruan tinggi Islam untuk mengejar ketertinggalan pendidikan Islam. Semangat ini dapat dilihat dari hasil sidang tokoh-tokoh pendidikan Islam dalam membentuk Sekolah Tinggi Islam. Penelitian ini ingin mengungkapkan perkembangan perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi liberary research, mengkaji beberapa literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperkembangan perguruan tinggi di Indonesia semakin berkembang diliaht dari semakin banyaknya perguruan tinggi yang ada. Dari IAIN sampai UIN, Baik swasta maupun negeri.
UPAYA PEMERINTAH MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN Sera Yuliantini; Sriliza; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3680

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan islam setelah kemerdekaan dengan metode penelitian literatur (literature review) yang mana hasilnya dapat ditemukan bahwa Upaya pemerintah dalam meningkatkan Pendidikan Islam setelah kemerdekaan diantaranya dengan mengeluarkan beberapa kebijakan sesuai dengan periode yakni masa orde lama dimulai dari tahun 1945-1965 yang ditandainya dengan ditetapkannya peraturan bersama yang dikeluarkan tahun 1946, dikeluarkan lagi Peraturan Bersama Menteri PP dan K dan Menteri Agama: Nomor 1432/Kab tanggal 20 Januari 1951 (Pendidikan), Nomor KI/652 tanggal 20 Januari 1951 (Agama) tentang Peraturan Pendidikan Agama di Sekolah Sekolah yang salah satu Isinya adalah di tiap-tiap sekolah rendah pendidikan agama dimulai pada kelas IV, banyaknya dua jam dalam satu minggu. Dilanjutkan pada masa orde baru dimulai dari tahun 1965-1998 pada masa orde baru Pendidikan agama Islam mendapat peningkatan perhatian dengan di tetapkannya Tap MPRS Nomor XXVII/MPRS/1966 (Bagian I Pasal 1) tentang pendidikan agama di sekolah berbunyi: "Pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar (kelas I) sampai dengan Universitas. Selanjutnya perkembangan Pendidikan agama Islam mengalami perhatian dan peningkatan yang signifikan pada masa reformasi yang ditandai dengan ditetapkannya Tap MPR Nomor IV/MPR/1999 tentang GBHN yang mengamanatkan peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama. Tujuannya adalah agar pendidikan agama dapat lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
UPAYA MUHAMMADIYAH MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM Astaman; Saripah; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 13 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v13i1.3681

Abstract

Penelitian ini membahas upaya yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membentuk sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, modernitas, dan profesionalisme. Fokus kajian ini meliputi berbagai strategi yang diterapkan, seperti pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai keislaman, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan pengelolaan lembaga pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah berhasil menciptakan model pendidikan yang tidak hanya kompetitif tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.
STUDI KENAKALAN REMAJA SMP DAN SMA DI KOTA PONTIANAK SERTA PERAN PAI DALAM MENGATASINYA: ANALISIS ISI Widya Sari; Sukino; Wahab
Tarbiya Islamica Vol. 13 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v13i1.3727

Abstract

Siswa SMP dan SMA dikategorikan sebagai remaja karena berusia 13-18 tahun. Remaja adalah fase transisi dari usia kanak-kanak menuju usia dewasa. Peristiwa ini menyebabkan perubahan fisiologi, kecerdasan emosi dan sosial. Akibat tidak stabilnya kondisi remaja yang dipengaruhi perubahan tersebut maka kenakalan remaja rentan terjadi karena pencarian jati diri. Kenakalan remaja adalah bentuk penyimpangan hukum, agama, dan norma sosial yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan analisis isi terhadap 5 artikel relevan yang berhubungan dengan kenakalan remaja di Kota Pontianak. Bentuk kenakalan remaja yang ditemukan diantaranya perundungan, pornografi, ketidakpatuhan terhadap aturan sekolah, perkelahian antar siswa dan ketidakpahaman akan heterogenitas siswa. Pendidikan agama Islam berperan untuk mengembangkan kepribadian siswa tentang cara bersikap yang sebaik-baiknya agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Sehingga siswa diharapkan dapat mendapatkan jati diri tanpa harus melakukan segala bentuk kenakalan remaja.
Penguatan Etika Digital Mahasiswa Melalui Pembuatan Modul Beretika Digital dalam Pembelajaran Dewi Ika Sari; Muhammad Muslim Hidayatulloh
Tarbiya Islamica Vol. 13 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v13i1.4034

Abstract

Penelitian ini mengembangkan modul pedoman beretika digital untuk meningkatkan kompetensi kewarganegaraan digital mahasiswa, dengan mengintegarasian teori maqasid syariah yang menekankan aspek agama, jiwa, dan akal sebagai landasan teroritis utama kerangka modul. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Hannafin & Peck (analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan implementasi). Model ini menekankan tiga tahap inti (analisis kebutuhan, desain, pengembangan/implementasi) yang bersifat siklus dan fleksibel, memungkinkan revisi cepat berdasarkan masukan ahli dan uji coba lapangan. Survei melibatkan 200 mahasiswa menggunakan angket dengan skala likert 1-4 untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa. Hasil survei mengungkap perilaku rendahnya etika digital seperti: penggunaan gawai tidak relevan saat kuliah, plagiarisme konten AI, cyberbullying, komunikasi digital kurang sopan, dan ketidakdisiplinan dalam perkuliahan daring. Analisis menunjukkan empat faktor penyebab: (1) iklim akademik yang kurang mendukung, (2) ketimpangan antara ketergantungan teknologi dan pemahaman etika, (3) keterbatasan literasi digital mahasiswa, dan (4) normalisasi kebiasaan buruk seperti plagiarisme. Modul yang dikembangkan mencakup materi konsep etika digital, prinsip perilaku etis di ruang digital, serta latihan reflektif-evaluatif. Hasil uji-t membuktikan modul signifikan meningkatkan pemahaman etika digital sebesar 48% (p < 0.05) pada kelompok eksperimen dibanding kontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pedoman etika digital berbasis nilai dalam kurikulum perguruan tinggi. Rekomendasi penelitian meliputi: (1) pelatihan dosen dalam penerapan modul, (2) penelitian longitudinal untuk dampak jangka panjang, dan (3) kolaborasi dengan pemangku kebijakan untuk menyusun standar nasional etika digital.
Model-Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAS Miftahul Huda Syamsul Arifin; Sukino; Sahri
Tarbiya Islamica Vol. 13 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v13i1.4032

Abstract

Evaluasi pembelajaran memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan proses belajar-mengajar, termasuk pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan memanfaatkan data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, serta telaah dokumen yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran SKI di MAS Miftahul Huda telah berupaya mengikuti prinsip universal, keberlanjutan, dan objektivitas, meskipun penerapannya belum sepenuhnya konsisten. Model evaluasi yang digunakan meliputi evaluasi formatif untuk memantau perkembangan belajar, evaluasi sumatif untuk menilai hasil akhir, serta model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai pendekatan komprehensif dalam mengevaluasi program pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi ketiga model evaluasi tersebut mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pembelajaran SKI, di mana implementasi prinsip dasar evaluasi menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas dan kebermaknaan hasil pembelajaran.
Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Minat Baca Al- Qur’an Pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 18 Sange Nurul Iman; Yayan Ridwan; Zuri Astari
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i1.2660

Abstract

This research aims to clearly describe: First, how PAI teachers plan strategies to increase interest in reading the Qur'an in class VI students. Second, what are the PAI teachers' strategies for increasing interest in reading the Qur'an in class VI students. Third, what factors influence PAI teachers in increasing interest in reading the Qur'an in class VI students at SD Negeri 18 Sange Duyung, Teluk Keramat District for the 2022/2023 academic year. This research uses qualitative methods with descriptive research type. Data collection techniques use interviews, observation and documentation, while data analysis techniques used are data collection, data reduction, data display and conclusions. The results of the research concluded that: PAI Teacher Strategy Planning in Increasing Interest in Reading the Qur'an in Class VI Students of SD Negeri 18 Sange Duyung is as follows: First, formulate learning objectives. Second, provide media and tools. Third, determine learning activities. Fourth, prepare a learning outcomes plan. PAI Teacher Strategy in Increasing Interest in Reading the Qur'an in Class VI Students, namely in the following way: Strategy used by PAI teachers in increasing interest in reading the Qur'an in students by getting into the habit of reading the Qur'an and memorizing it short suras of the Qur'an, this is done so that students become accustomed to reading the Qur'an, students become memorized by short surahs of the Qur'an and students can practice the contents of the Qur'an 'an as the holy book of Muslims. Factors that Influence PAI Teachers in Increasing Interest in Reading the Qur'an in Class VI Students Factors that influence PAI teachers in increasing interest in reading the Qur'an in students are internal factors and external factors, as for the internal factors: First, motivation. Both talents. Meanwhile, external factors: First, family. Two friends. Third family environment.
Penggunaan Metode Pembiasaan Dalam Program Sholat Dhuha Pada Anak Kelompok B5 TK Islam Sulthoniyah Sambas Tahun Pelajaran 2022-2023 Susi Lestari
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i1.2661

Abstract

This research was conducted because of the phenomenon where there were children in the Sulthoniyah Sambas Islamic Kindergarten who did not want to follow the teacher's directions, namely the Dhuha prayer. This research aims to find out and describe: (1) Implementation of Duha prayers through the habituation method in group B5 children; (2) Ability to pray Dhuha in group B5 children; (3) Supporting and inhibiting factors in the Dhuha prayer program for children in group B5. This research uses a qualitative approach with a phenomenological type. Data sources in this research are teachers, group B5 children, school principals and documents relevant to the research theme. Data was collected using observation, interview and documentation techniques. The stages of data analysis carried out are data reduction, data display, and verification. The validity of the data was tested using data triangulation and member check techniques. The results of the research show that: (1) The implementation of the Dhuha prayer through the habituation method for children in group B5 has gone very well and is in accordance with their responsibilities as a teacher; (2) The ability to perform Duha prayers in group B5 children has developed according to the expected competencies both in the aspects of prayer movements and reading; and (3) Factors supporting the implementation of dhuha prayers for children in the B5 group at the Sulthoniyah Sambas Islamic Kindergarten are more dominantly influenced by teacher factors. The more dominant factor inhibiting the implementation of Duha prayers in group B5 children is the factor of parental attention.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Budaya Sekolah MIS Miftahul Khoir Rasau Jaya Kubu Raya Muhammad Basarrudin
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3461

Abstract

The purpose in this study was to provide an explanation of the implementation of school culture at MIS Miftahul Khoir and explain any Islamic education values present in the school culture of MIS Miftahul Khoir. This research used descriptive qualitative research type. In this research using qualitative method with descriptive research type. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by reducing, presenting, and drawing conclusions. The results showed that the school culture currently implemented at MIS Miftahul Khoir is a learning program to read the Qur'an, dhuha prayer in congregation, tahfidz program every day at 05.30, reading juz amma together at 06. 15, jariyah (shodaqoh) which is done every Friday, yasinan around which is done every Friday and Saturday, habituation to wear Muslim clothes in the 2nd and 4th week every Friday, every Friday of the 4th week, student guardians hold istighosah, muharrom parade and orphan compensation every new hijriyyah year, halal bi halal every 5th to 6th of Shawwal, where students are asked to visit the teacher's house, Eid al-Qurban, and other PHBI (commemoration of Islamic holidays) activities such as maulid nabi. This research not only makes a theoretical contribution to Islamic education literature but also offers relevant practical guidance to improve the quality of religious values-based education in schools

Page 11 of 12 | Total Record : 113