cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 424 Documents
Hubungan Antara Stres Dan Biaya Internet Dengan Tingkat Kecanduan Internet Pada Remaja Aliffatullah Alyu RAJ; Hasibatul Isniar Sepbrina Pratiwi; Ma’rifatul Jannah; Anita Prawardani; Ony Ditasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.804

Abstract

Kecanduan internet adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri saat sedang asyik mengakses internet. Faktor yang memungkinkan seseorang mengalami kecanduan internet diantaranya karena adanya keadaan frustrasi di kalangan remaja. Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa, dimana pada masa ini remaja memiliki kondisi emosi yang labil. Selama masa transisi menuju dewasa remaja sering mengalami stress, sehingga remaja sering menggunakan internet untuk mengatasi stres. Akibat kecanduan internet remaja menjadi lebih banyak membutuhkan biaya untuk berinternet agar tetap online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stress dan biaya internet dengan kecanduan internet.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jumlah subjek adalah sejumlah 200 subjek yang bersekolah di PKBM KA-ER Madiun dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu skala psikologi ialah Skala Internet Addiction Test (IAT) dan Skala Depression Anxiety and Stress Scale (DASS). Skala Internet Addiction Test (IAT) versi bahasa Indonesia memiliki validitas yang baik (χ2 p < 0.001; RMSEA = 0.076; CFI = 0.95; SRMR = 0.057, and AIC = 784.63) dan realibilitas skor alfacronbach sebesar 0,855. Skala Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) memiliki validitas yang baik yaitu semua item DASS-21 valid (RMSEA = 0,076, CFI = 0,961, TLI = 0,955, SRMR = 0,065) dan hasil realibilitas skor alfacronbach sebesar 0,850-0,923. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda melalui alat bantu program SPSS version 32. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: 1) terdapat hubungan positif antara stress dan biaya internet dengan kecanduan internet ditunjukan dengan nilai F hitung = 19.917 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001<0,05. 2) ada hubungan positif antara stress dengan kecanduan internet dilihat dari nilai Sign 0,001 < 0,05. 3) tidak adanya hubungan positif antara biaya internet dengan kecanduan internet pada remaja, yang artinya biaya internet tidak mempengaruhi kecenderungan kecanduan internet pada remaja dibuktikan dengan hasil nilai Sign= 0,259 > 0,05
Efektivitas Penggunaan Interaktif Flat Panel (IFP) Sebagai Media Pembelajaran yang Menyenangkan Bagi Anak TK Titi Hardianti; Daroe Iswatiningsih; Maryati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.806

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Evektivitas Penggunaan media Interaktif Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif bagi anak TK. Penggunaan Interaktif Flat Panel (IFP) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan berpusat pada siswa karena kemajuan teknologi digital. (1) Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Efektivitas dalam meningkatkan pembelajaran menyenangkan bagi siswa TK terutama di Tkit Az-zauti. (2) Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung terhadap pembelajaran siswa Tk di Tkit Az-zauti sape, Bima NTB. (3) hasil penelitian ini menghasilkan pengunaan Interaktif flat panel (IFP) sebagai pembelajaran Interaktif, pembelajaran interaktif bagi anak Tk, juga respon anak terhadap pembelajaran Interaktif, (4) Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dalam pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interactive Flat Panel (IFP) dapat digunakan sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan berpusat pada anak. Melalui penggunaan IFP, guru memiliki alternatif media yang mampu meningkatkan perhatian, motivasi, dan partisipasi anak selama proses pembelajaran.
Pengaruh Model TGT Berbantuan Matching Card terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Kadek Joni Lesmana Putra; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.807

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran IPAS yang aktif dan kolaboratif, namun model konvensional sering kali membuat siswa pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Matching Card terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment (pretest-posttest control group design). Sampel penelitian terdiri dari 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling, terbagi menjadi 36 siswa kelas eksperimen (SDN 4 Sangsit) dan 36 siswa kelas kontrol (SDN 1 Kerobokan). Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis independent samples t-test pada skor N-Gain menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti H₀ ditolak. Rata-rata N-Gain kelas eksperimen mencapai 0,61 (kategori Sedang), secara signifikan lebih baik dibandingkan kelas kontrol yang hanya 0,39 (kategori sedang). Dapat disimpulkan bahwa integrasi model TGT dan Matching Card efektif meningkatkan hasil belajar IPAS. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi guru SD untuk mengadopsi strategi pembelajaran gamifikasi yang inklusif dan kompetitif guna mengoptimalkan pencapaian siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Berbantuan Augmented Reality Bangun Ruang Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar Putu Sutariani; I Komang Wahyu Wiguna; Ni Nyoman Lisna Handayani
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.809

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep matematika pada materi bangun ruang menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik siswa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Blended Learning berbantuan Augmented Reality Bangun Ruang terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experiment dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 22 siswa kelas VA SD Negeri 1 Kaliuntu sebagai kelas eksperimen dan 23 siswa SD Negeri 3 Kaliuntu sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep matematika dan dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test serta N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 60,05 menjadi 84,09, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 59,39 menjadi 70,32. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan perlakuan terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Blended Learning berbantuan Augmented Reality Bangun Ruang dapat dijadikan alternatif pembelajaran matematika untuk membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak secara lebih konkret dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI KURIKULUM TAHFIDZ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN QUR`AN HADITS Zainul Abidin; Moh. irmawan Jauhari; Zaenal Arifin
Walada: Journal of Primary Education Vol. 4 No. 3 (2025): IN PROGRESS
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v4i3.818

Abstract

Implementasi kurikulum tahfidz di madrasah menjadi salah satu strategi dalam mengintegrasikan penguatan kompetensi keagamaan dengan pencapaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits. Namun, efektivitas implementasi kurikulum tahfidz terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik masih memerlukan kajian empiris, khususnya pada jenjang Madrasah Aliyah. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum tahfidz dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits kelas XI MA Al-Islam serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Metodologi: menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru tahfidz, guru Al-Qur'an Hadits, dan peserta didik kelas XI MA Al-Islam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum tahfidz telah dilaksanakan melalui kegiatan hafalan Al-Qur'an yang terintegrasi dengan proses pembelajaran Al-Qur'an Hadits. Program tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik, yang ditunjukkan oleh meningkatnya pemahaman materi, kemampuan membaca dan menghafal ayat Al-Qur'an, kedisiplinan belajar, serta motivasi belajar. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen madrasah, kompetensi guru, dan lingkungan belajar yang kondusif, meskipun masih ditemukan kendala berupa perbedaan kemampuan hafalan peserta didik dan keterbatasan waktu pembelajaran. Implikasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum tahfidz dapat menjadi alternatif penguatan pembelajaran Al-Qur'an Hadits di madrasah melalui integrasi kegiatan tahfidz dengan proses pembelajaran.Penelitian ini menawarkan gambaran empiris mengenai implementasi kurikulum tahfidz yang diintegrasikan secara sistematis dengan mata pelajaran Al-Qur'an Hadits pada jenjang Madrasah Aliyah, sehingga memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis tahfidz di lingkungan madrasah.
Pengaruh Pembelajaran Matematika Berbasis Projek Terhadap Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Pada Materi Bangun Ruang di Kelas IV MI Ushuluddin NW Ubung Andre Irawan; Amaliatul Fitri; Sucita Nispiana.; Siti Mehram; Dini Ati; Djuita Hidayati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran matematika berbasis proyek terhadap keterampilan kolaborasi siswa di MI Ushuluddin NW Ubung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental menggunakan desain kuasi-eksperimental. Sampel terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dipilih untuk membandingkan efektivitas perlakuan pembelajaran. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang mengukur keterampilan kolaborasi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji t sampel independen untuk menguji perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pembelajaran matematika berbasis proyek terhadap keterampilan kolaborasi siswa, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi kurang dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa di kelompok eksperimen yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis proyek menunjukkan nilai keterampilan kolaborasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Implikasi dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis proyek dapat dianggap sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa, khususnya dalam pendidikan matematika dasar. Pendekatan ini mendorong interaksi aktif, kerja tim, dan tanggung jawab bersama sepanjang proses pembelajaran
Penggunaan Model PENATA Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Memecahkan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Elma Mufida; Ahmad Suriansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.791

Abstract

Keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan komunikasi matematis merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh setiap peserta didik dalam pembelajaran Matematika abad ke-21, namun peserta didik sekolah dasar belum memiliki keterampilan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, dan komunikasi matematis melalui penerapan model PENATA (kombinasi model Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, dan Teams Games Tournament). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Melayu 11 Banjarmasin yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi atau pengamatan dan tes tertulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Kualitatif Deskriptif dan Analisis Cross Tabulasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 70% menjadi 98%. Aktivitas siswa meningkat dari 50% menjadi 92%. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 50% menjadi 100%. Keterampilan memecahkan masalah meningkat dari 42% menjadi 92%. Komunikasi matematis meningkat dari 33% menjadi 92%. Peningkatan aktivitas dan keterampilan matematis tersebut berdampak pada tercapainya ketuntasan hasil belajar siswa. Model PENATA dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di sekolah dasar
Penggunaan Model Pembelajaran PERMATA dalam meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Siswa SD Hafidzatun Nisa; Ratna Purwanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.793

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN Kuin Utara 1 Banjarmasin karena masih menggunakan metode ceramah dan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran PERMATA. Penelitian ini menggunakan pendekatakn kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan subjek penelitian sebanyak 22 siswa kelas V. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, serta tes hasil belajar yang dianalisis menggunakan teknik analisis data dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas guru meningkat hingga mencapai kriteria sangat baik. Aktivitas siswa meningkat dengan kategori hampir seluruh siswa sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis meningkat dengan kategori hampir seluruh siswa kritis. Ketuntasan hasil belajar memperoleh kriteria seluruh siswa tuntas. Model pembelajaran PERMATA terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS di sekolah dasar.
Implementasi Model PELITA dan Media Educaplay dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar Latifatunnisa; Ratna Purwanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.800

Abstract

Aktivitas dalam proses pembelajaran harusnya dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran matematika, namun hal ini tidak sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang dilakukan kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dan subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model PELITA dan media Educaplay berhasil meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas guru telah mencapai kriteria “sangat baik”, aktivitas siswa telah mencapai kriteria “hampir seluruh siswa sangat aktif”, keterampilan berpikir kritis telah mencapai kriteria “hampir seluruh siswa sangat terampil”, kemampuan pemecahan masalah telah mencapai kriteria “hampir seluruh siswa sangat mampu”, dan hasil belajar siswa telah mencapai kriteria “tuntas”. Disarankan bagi guru sekolah dasar untuk mengadopsi model pembelajaran yang menciptakan proses pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.
Penggunaan Model PROSES dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Syifa Layli Zubaidah; Ratna Purwanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.801

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Mawar 7 Banjarmasin terlihat dari masih rendahnya kemampuan siswa dalam memahami permasalahan, memberikan jawaban secara mandiri, menarik kesimpulan, serta merancang strategi untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar melalui penerapan model PROSES yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Discovery Learning (DL), dan Talking Stick (TS); Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada siswa kelas V B SDN Mawar 7 Tahun Pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa. Data kualitatif diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keterampilan berpikir kritis, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar; Aktivitas guru mencapai kategori sangat baik, aktivitas siswa mencapai kategori hampir seluruh siswa sangat aktif, keterampilan berpikir kritis mencapai kategori sangat terampil, dan ketuntasan klasikal hasil belajar berhasil mencapai target ketuntasan; Penerapan model PROSES terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar.