cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6288270875130
Journal Mail Official
jurnal.ittc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran dalam no.24d, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30262003     DOI : 10.47233/jkis
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan (E-ISSN : 3026-2003) yang diterbitkan oleh CV.ITTC Indonesia fokus menerbitkan artikel penelitian bidang kajian Agama Islam. Ruang lingkupnya meliputi (1) teologi Islam; (2) hukum Islam; (3) pendidikan Islam; (4) Mistisisme dan Filsafat Islam; (5) ekonomi Islam; (6) Kajian tafsir dan hadis; dan (7) seni dan sejarah Islam.
Articles 376 Documents
Analisis Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dalam Menanggulangi Stunting Perspektif Maqashid Syariah di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember Alfatia Safitri; Sofiah, Sofiah
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Supplementary Feeding Program (PMT) in addressing stunting from the perspective of Maqasid Syariah in Suci Village, Panti District, Jember Regency. This research employs a descriptive qualitative method with a field research approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed qualitatively. The findings reveal that: (1) The implementation of the PMT program in tackling stunting in Suci Village has been carried out systematically during the planning, preparation, and implementation stages. However, the recording and reporting stages have not yet been fully aligned with the established standards. (2) The PMT program in Suci Village aligns with the five principles of Maqasid Syariah, particularly in the economic aspect. The program contributes to the preservation of wealth (hifdz al-mal) by alleviating the economic burden on families.
"Epistemologi Hukum Islam dalam Bingkai Kaidah اليقين لا يزال بالشك" Elvira Rosiana Indah; Nur Rahmawati Wahid; Wahyu Adi Nugroho; Muh Zamroni
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fiqh principle “اليقين لا يزال بالشك” (faith is not lost due to doubt) is a basic principle in Islamic law that aims to ensure legal certainty in various aspects of life. This study attempts to explore the epistemological basis of this principle by examining its definition, textual basis, and practical application in the context of state governance. This study uses a normative method through literature review and comparative analysis. The research findings show that this principle plays an important role in the legal system, especially in upholding the principle of presumption of innocence, policy consistency, and legal protection of citizens. However, there are several exceptions in its application, such as in ritual worship, social transactions (muamalah), emergency conditions, and the issuance of religious fatwas. This study concludes that although Islamic law emphasizes certainty, it still maintains adaptive flexibility in responding to the changing realities of society.
Peran Keterampilan Menjelaskan Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Siswa Khoiriyah, Binti Fatimatul; Putri, Apriliany; Faelasup
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas pentingnya keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran pendidikan agama sebagai faktor krusial dalam meningkatkan pemahaman keagamaan siswa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji bagaimana guru yang mampu menjelaskan secara efektif dapat menyederhanakan konsep-konsep agama yang abstrak, mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa, serta menyentuh aspek afektif dan spiritual mereka. Teori konstruktivisme dan humanistik menjadi landasan teori utama yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran agama tidak hanya meliputi transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan kesadaran, karakter, dan spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menjelaskan yang baik dapat meningkatkan motivasi belajar, literasi agama, berpikir reflektif, dan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan siswa. Namun, tantangan dalam implementasinya seperti keterbatasan waktu, literasi digital guru, dan keberagaman latar belakang siswa menuntut pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan peningkatan kapasitas pedagogis guru, pengembangan materi yang komunikatif, dan pengintegrasian teknologi pembelajaran sebagai strategi utama untuk memperkuat peran keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran agama yang transformatif.
Keterampilan Menggunakan Variasi dalam Mengajar untuk Meningkatkan Antusiasme Siswa Dhiyaul Auliyah, Diva Dhiyaul Auliyah; liana, Rosa; Faelasup
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang efektif tidak hanya bergantung pada materi ajar, tetapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola dinamika kelas dan menjaga antusiasme siswa. Salah satu keterampilan penting yang berperan besar dalam hal ini adalah kemampuan guru dalam menggunakan variasi dalam mengajar. Variasi mencakup beragam aspek, seperti gaya komunikasi, metode pembelajaran, penggunaan media, bentuk kegiatan, dan pola interaksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar dapat meningkatkan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature review), yang menganalisis berbagai teori, hasil penelitian terdahulu, dan sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dalam mengajar mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif, menyenangkan, dan mampu mengurangi kejenuhan siswa. Penerapan variasi juga terbukti efektif dalam menjangkau keragaman gaya belajar siswa, meningkatkan motivasi intrinsik, serta mendorong keterlibatan kognitif dan emosional siswa. Dengan demikian, keterampilan ini menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan semangat belajar siswa secaramenyeluruh.
Kaidah Fiqih Siyasah Berhubungan dengan Perubahan hukum تَغَيُّرُ الْفَتْوَى بِتَغَيُّرِ الْأَزْمَانِ وَالْأَحْوَالِ لا ينكر تغير الأحكام بتغير الأزمان والأمكان Nimas Ifthinatun Nabila; Audy Agustina Singgih Putri; M. Wildan Qolbi Habibi; Nuris Hari Pramadana; Muh. Zamroni
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fiqh siyasah principles " تَغَيُّرُ الْفَتْوَى بِتَغَيُّرِ الْأَزْمَانِ وَالْأَحْوَالِ " and " لا ينكر تغير الأحكام بتغير الأزمان والأمكان" state that Islamic law can change in accordance with the developments of time, place, and circumstances. Fatwas in Islam are dynamic as they respond to the evolving needs of society. Historically, changes in fatwas were made by Imam al-Shafi’i when he moved from Iraq to Egypt, highlighting the importance of social context in legal rulings. These principles indicate that ijtihad is essential for addressing new issues that are not explicitly discussed in the texts. However, such changes do not apply to definitive (qath’i) rulings, such as the obligation of prayer or the prohibition of adultery. Therefore, Islamic law possesses flexibility within the realm of ijtihadiyyah, allowing it to remain relevant and contextual in the lives of Muslims.
Peran Filsafat Ilmu dalam Menghadapi Era Digital Andi Rosa; Mahmudhatul Lutfiya Khasanah; Ahmad Ramadhani; Muhammad Yusron Kurniawan
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan pesat teknologi digital seperti kecerdasan buatan, data besar, dan otomatisasi secara mendasar telah membentuk kembali produksi dan validasi pengetahuan ilmiah. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai otoritas epistemik, akuntabilitas etis, dan peran manusia dalam sistem pengetahuan yang semakin berteknologi. Dalam konteks ini, filsafat sains berfungsi sebagai kerangka kerja penting untuk menafsirkan dan mengevaluasi secara kritis implikasi transformasi digital pada praktik ilmiah. Artikel ini menyelidiki relevansi abadi filsafat sains dalam menghadapi tantangan dan peluang kontemporer yang ditimbulkan oleh era digital. Menggunakan metode kualitatif melalui tinjauan literatur sistematis, penelitian ini menganalisis wacana akademik utama dari sains, studi teknologi, dan penyelidikan filosofis. Temuan ini mengungkapkan bahwa filsafat sains terus menawarkan wawasan epistemologis, ontologis, dan aksiologis yang penting. Ini mendorong refleksi kritis, menjunjung tinggi pengawasan etis, dan mendorong penyelarasan kemajuan ilmiah dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih luas. Hasil ini menyoroti pentingnya dialog interdisipliner yang berkelanjutan untuk menavigasi interaksi kompleks antara teknologi, etika, dan masyarakat.
Akulturasi Budaya dan Penyebaran Islam di Banten Girang Mahmudhatul Lutfiya Khasanah; Nuruzzalfa Aini; Fildzah Aulia Nur Muharromah; Ahmad Maftuh Sujana
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Banten Girang site is one of the important historical relics in Banten Province. This location is known as a spiritual hermitage that reflects the traditions and beliefs of the local people. Before the arrival of Islam, the site showed the strong influence of Hindu-Buddhist culture. However, with the entry of Islam in the 16th century, there was a significant transformation in the religious practices of the community. This study aims to examine the dynamics of acculturation of local culture with Islamic teachings in Banten Girang. This study uses a qualitative descriptive method with a literature study and historical analysis approach. The results of the study show that the Islamization process in Banten does not erase local culture, but interacts harmoniously with existing traditions. Islam in Banten developed with a peaceful approach, thus creating religious practices that were distinctive and adaptive to the local culture. This research emphasizes the importance of a cultural approach in Islamic da'wah, both in the past and as a lesson in the context of today's da'wah.
UU No. 1 Tahun 1974 Proses Legislasi, Ketentuannya, dan Signifikansinya terhadap Hukum Keluarga Islam Khairatun Nisa; Faisar Ananda; Ibnu Radwan Siddik Turnip
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah salah satu undang-undang keluarga paling penting di Indonesia, terutama untuk komunitas Muslim. Proses pembentukan undang-undang ini cukup lama dan melibatkan ulama dan tokoh nasionalis, termasuk. Tujuannya adalah untuk menggabungkan hukum Islam dengan hukum nasional. Metode yuridis normatif digunakan dalam penelitian ini. Berbagai peraturan perundang-undangan, doktrin, dan yurisprudensi yang relevan dipelajari melalui analisis deskriptif-kualitatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa hukum keluarga Islam di Indonesia tidak berdiri secara mandiri sebagai sistem hukum yang terpisah, melainkan telah terintegrasi ke dalam sistem hukum nasional melalui Kodifikasi Hukum Islam (KHI). Meski demikian, KHI belum memiliki kekuatan hukum yang setara dengan undang-undang. KHI berfungsi sebagai acuan yuridis bagi pengadilan agama, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan dinamika sosial dan kebutuhan hukum umat Islam di Indonesia. Selain itu, pelaksanaan hukum keluarga Islam masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait dengan penyelarasan prinsip-prinsip hukum nasional dan penghormatan terhadap keberagaman budaya hukum yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya harmonisasi antara hukum keluarga Islam dengan sistem hukum nasional harus terus dikembangkan melalui pendekatan yang integratif, yang mampu mengakomodasi nilai-nilai keislaman sekaligus menjunjung tinggi prinsip-prinsip konstitusional dan hak asasi manusia. Reformulasi hukum keluarga Islam menjadi undang-undang yang formal, yang terbuka terhadap kritik akademis dan responsif terhadap perubahan sosial, merupakan langkah strategis penting untuk memperkuat legitimasi serta efektivitas hukum keluarga Islam dalam kerangka sistem hukum nasional.
Remaja Dan Krisis Etika : Bimbingan Nabi Untuk Generasi Z Ria Maulidatur Rohma; Siti Lestari
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gen Z is growing up in a digital age full of technological advancements and freedom of information. While this poses significant moral challenges, it also offers many positive opportunities. Modern teenagers often face conflicting norms, pressure from social media, and unhealthy environments. As a result, many of them lose their way, are easily influenced, and tend to ignore ethics in daily life. This crisis shows that the character building of teenagers has not yet reached the full level of success. Strong moral role models and guidance are needed to overcome it. Prophet Muhammad taught values such as honesty, responsibility, empathy, and compassion. These values are highly relevant to address the moral problems of modern adolescents. The onus is to convey these principles in a way that Generation Z can accept and understand using approaches that are communicative, innovative, and utilize digital media. In this article, we will discuss how the Prophet's guidance can be used as a moral compass for Gen Z teenagers in their daily lives. To revive the spirit of example in the lives of teenagers, the role of parents, teachers, communities and religious leaders is crucial. The teachings of the Prophet can strengthen the character of teenagers if applied correctly. They can also become a generation that is moral, critical and ready to face the challenges of the times without losing their identity.
Fenomena Fantasi Sedarah Di Media Sosial Perspektif Hadis Tematik Fatikhatul Alimah; Mentari Fathiyah Ramadhani Fauzie
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fantasi sedarah incest fantasy yang muncul dan berkembang di media sosial merupakan bentuk penyimpangan moral yang semakin mendapatkan perhatian publik, khususnya di kalangan generasi muda. Meskipun bersifat imajinatif dan belum tentu diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, fantasi semacam ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kerusakan nilai dan etika dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut dari perspektif hadis tematik (al-ḥadīṡ al-mawḍū‘ī), yaitu dengan menghimpun dan menganalisis hadis-hadis Rasulullah yang berkaitan dengan larangan zina, penjagaan pandangan, kehormatan diri, dan pentingnya menjaga batasan dalam hubungan antaranggota keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai kitab hadis, tafsir hadis, dan literatur kontemporer terkait fenomena sosial dan perilaku seksual menyimpang di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kesucian keluarga dan melarang segala bentuk pikiran atau khayalan yang menjurus pada perzinaan, termasuk fantasi sedarah. Hadis-hadis Nabi tidak hanya mengatur aspek lahiriah dari perilaku manusia, tetapi juga memberi perhatian besar pada kebersihan jiwa, pikiran, dan niat. Kesimpulannya, fantasi sedarah, meskipun belum berbentuk tindakan, tetap bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan dapat menjadi pintu masuk terhadap kerusakan moral yang lebih besar. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi moral dan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam untuk menanggulangi fenomena ini.