cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT DESA MELALUI PROGRAM KKN-T DI DESA MUARA DAMAI, SEMBAWA, BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Agiska, Bella Putri; Intan, Amelia Nur; Agustina, Eka; Marnisah, Luis; Kurniawan, Mohammad; Veronica, Meilin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34509

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Banyuasin, masih menghadapi kesulitan dalam memulai usaha kecil. Karena kurangnya pengetahuan tentang kewirausahaan, keahlian manajemen, dan sumber daya pemasaran yang tersedia, Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dirancang untuk meningkatkan semangat wirausaha, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, dan memanfaatkan potensi lokal desa. Metode deskriptif partisipatif digunakan untuk melaksanakan kegiatan melalui penyuluhan, diskusi, simulasi, dan pendampingan usaha. Lebih dari empat puluh orang tergabung dalam masyarakat desa yang terdiri dari pelaku UMKM, kelompok tani, karang taruna, dan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami konsep kewirausahaan, lebih memahami cara membuat rencana bisnis sederhana, lebih memahami pengelolaan keuangan, lebih memahami strategi pemasaran, dan lebih tertarik untuk memulai bisnis sendiri. Selain itu, sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan, terbentuk jaringan kolaborasi antara masyarakat, usaha kecil dan menengah (UMKM) dan pemerintah desa.Kata kunci: Kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, KKN-T, Desa Muara Damai ABSTRACTThe community of Muara Damai Village, Sembawa District, Banyuasin, still faces difficulties in starting small businesses. Due to a lack of entrepreneurial knowledge, management skills, and available marketing resources, the Thematic Community Service Program (KKN-T) was designed to foster entrepreneurial spirit, improve business management skills, and utilize the village's local potential. Participatory descriptive methods were used to implement the activities through outreach, discussions, simulations, and business mentoring. More than forty people joined the village community, consisting of MSMEs, farmer groups, youth organizations, and village officials. The results of the activity showed that participants gained a better understanding of the concept of entrepreneurship, a better understanding of how to create a simple business plan, a better understanding of financial management, a better understanding of marketing strategies, and a greater interest in starting their own businesses. Furthermore, as a first step toward sustainable village economic independence, a collaborative network was formed between the community, small and medium enterprises (MSMEs), and the village government. Keywords: Entrepreneurship, community empowerment, KKN-T, Muara Damai Village
EDUKASI, PRAKTIK PENANGANAN KEBAS DAN SENAM KAKI DIABETES DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI 2 KECAMATAN KEDUNGWUNI PEKALONGAN Fajriyah, Nuniek Nizmah; Suryani, Farida; Maarifuddin, Muhamad Rendi; Syuhada, Yudi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34321

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menimbulkan komplikasi sarap, salah satunya adalah kebas atau neuropati perifer yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Di Kabupaten Pekalongan, terutama di Puskesmas Kedungwuni 2 Kecamatan Kedungwuni Pekalongan, terdapat pasien diabetes yang belum memahami penanganan kebas sehingga berisiko mengalami komplikasi akibat neuropati tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien DM peserta Prolanis dalam melakukan senam kaki dan penanganan kebas secara mandiri.Pengabdian Masyarakat ini diikuti 30 pasien Diabetes anggota prolanis puskesmas Kedungwuni 2 kecamatan Kedungwuni Pekalongan. Metode pengabdian masyarakat adalah ceramah interaktif, praktik perawatan mandiri penanganan kebas, diskusi tanya jawab dan praktik senam kaki Diabetes. Hasil pengabdian masyarakat dievaluasi menggunakan kuesioner sebelum  dan setelah edukasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan, terdapat peningkatan pemahaman tentang penyebab, gejala, cara penanganan kebas pasien DM, serta observasi kemampuan praktik senam kaki. Hasil test sebelum edukasi, skor pengetahua rata-rata   50%, hasil test setelah  kegiatan meningkat 85%. Peserta menunjukkan semangat tinggi dalam praktik perawatan mandiri penanganan kebas dan senm kaki Diabetes yang diajarkan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini  efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mengelola kebas atau neuropati. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menurunkan risiko komplikasi neuropati atau kebas sehingga dapat  meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci: Diabetes melitus; edukasi kebas; penanganan kebas; senam kaki diabetes ABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that causes nerve complications, one of which is numbness or peripheral neuropathy, significantly reducing patients' quality of life. In Pekalongan Regency, especially at Kedungwuni 2 Health Center in Kedungwuni District, there are diabetic patients who lack understanding of how to manage numbness, putting them at risk for serious complications due to neuropathy. This community service aims to improve knowledge and skills among diabetic patients participating in the Prolanis program in performing foot exercises and managing numbness independently. The community service involved 30 diabetic patients registered in the Prolanis program at Kedungwuni 2 Health Center. The methods used included interactive lectures, practice of self-care for numbness management, question-and-answer sessions, and diabetic foot exercise practice. The outcomes were evaluated by questionnaires conducted before and after the educational sessions to assess participants’ knowledge improvement. Results showed increased understanding of the causes, symptoms, and management of numbness in diabetic patients, along with improved ability to practice foot exercises. The average pre-education knowledge score was 50%, which increased to 85% post-activity. Participants demonstrated high enthusiasm in practicing self-care techniques and foot exercises provided. In conclusion, this community service effectively enhanced patients’ knowledge and skills in managing numbness or neuropathy. It is expected that such efforts will reduce the risk of neuropathy complications, thereby improving patients’ quality of  life. Keywords: Diabetes mellitus; diabetic foot exercise; numbness education; numbness management.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK SISWA DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB NEGERI ALOR Abdullah, Munandar Maskur; Noho, Mahmud Abdullah; Kadir, Abdul Hamid; H. Masa, Tamrin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33991

Abstract

ABSTRAK                                                                            Keterbatasan media pembelajaran yang sesuai menjadi tantangan utama dalam proses belajar-mengajar bagi siswa dengan gangguan pendengaran di SLB Negeri Alor. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inklusif yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dan pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu observasi, sosialisasi, workshop pembuatan media, serta uji coba dan pendampingan penggunaan media. Mitra dalam kegiatan ini adalah 6 orang guru dan kepala sekolah SLB Negeri Alor. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi langsung selama proses implementasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan hard skill guru dalam merancang dan mengaplikasikan media pembelajaran visual sebesar 75%, serta peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar sebesar 68%. Media yang dikembangkan berupa modul cetak visual dan video pembelajaran dengan subtitle dan bahasa isyarat. Program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di SLB lain di wilayah NTT. Kata kunci: media pembelajaran inklusif; gangguan pendengaran; SLB; hard skill; partisipasi belajar ABSTRACTThe limited availability of appropriate learning media is a major challenge in the teaching and learning process for students with hearing impairments at SLB Negeri Alor. This community service aims to develop inclusive learning media that can increase active participation and student understanding. The activity was carried out through several methods, namely observation, socialization, media creation workshops, and trials and assistance in the use of media. The partners in this activity were 6 teachers and the principal of SLB Negeri Alor. Evaluation was carried out through questionnaires and direct observation during the implementation process. The results of the community service showed an increase in teachers' hard skills in designing and applying visual learning media by 75%, as well as an increase in student participation in learning activities by 68%. The media developed were in the form of visual print modules and learning videos with subtitles and sign language. This program has a positive impact on the quality of learning and is a model of good practice that can be replicated in other SLBs in the NTT region. Keywords: inclusive learning media; hearing impairment; SLB; hard skills; learning participation
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN LMS BERBASIS MOODLE PADA YAYASAN SEKOLAH ADVENT DI SAUSAPOR Sundari, Sundari; Kahar, Muhammad Syahrul; Sangadji, Zulkarnain; Setyawan, Muhammad Rizki; Ilham, Ahmad; Febriadi, Ihsan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34137

Abstract

ABSTRAK                                                                 Transformasi digital menuntut peningkatan literasi digital guru, khususnya dalam pemanfaatan Learning Management System (LMS). Di Distrik Sausapor, Papua Barat Daya, meskipun infrastruktur jaringan memadai, keterampilan guru dalam menggunakan LMS berbasis Moodle masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama Yayasan Pendidikan Advent Sausapor sebagai mitra, melibatkan 25 guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA pada Juli 2025. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahap: (1) perencanaan, meliputi koordinasi dengan mitra untuk menentukan kebutuhan, peserta, dan jadwal; (2) persiapan, penyusunan modul pelatihan serta instrumen pre-test dan post-test dengan dukungan fasilitas komputer dan internet sekolah; (3) pelaksanaan, berupa dua hari kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan kelas virtual, unggah materi ajar, penyusunan kuis, forum diskusi, dan sistem penilaian otomatis; (4) evaluasi, menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 74,1% pada seluruh aspek pengetahuan dan keterampilan. Temuan ini menegaskan bahwa peserta tidak hanya memahami konsep dasar Moodle, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kompetensi guru serta menjadi langkah awal membangun ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan adaptif. Kata kunci: LMS Moodle; literasi digital; pembelajaran digital; pelatihan guru; PAR ABSTRACTThe digital transformation demands an increase in teachers’ digital literacy, particularly in utilizing Learning Management Systems (LMS). In Sausapor District, Southwest Papua, although network infrastructure is adequate, teachers’ skills in using Moodle-based LMS remain limited. This community service program was carried out in collaboration with the Sausapor Advent Education Foundation as a partner, involving 25 teachers from elementary, junior high, and senior high schools in July 2025. The method employed was Participatory Action Research (PAR) through four stages: (1) planning, including coordination with partners to determine needs, participants, and schedule; (2) preparation, which involved developing training modules and pre-test and post-test instruments supported by the school’s computer and internet facilities; (3) implementation, consisting of two days of activities such as socialization, virtual class creation, digital material uploads, quiz development, discussion forums, and automatic grading systems; (4) evaluation, using pre-tests and post-tests. The results indicated an average improvement of 74.1% across all aspects of knowledge and skills. These findings confirm that participants not only understood the basic concepts of Moodle but were also able to apply them effectively in the learning process. This activity provides a tangible contribution to strengthening teachers’ competencies and serves as an initial step in building an inclusive and adaptive digital learning ecosystem.. Keywords: LMS Moodle; digital literacy; digital learning; teacher training; PAR
INTEGRASI PEMBELAJARAN MENDALAM, PENDEKATAN BERBASIS TEKS DAN TEKNOLOGI DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS Dewi, Finita; Hamied, Fuad Abdul; Lengkanawati, Nenden Sri; Emilia, Emi; Ihrom, Sudarsono Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34238

Abstract

ABSTRAKPerubahan pendidikan di era digital menuntut dosen untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengintegrasikan strategi pembelajaran berbasis teks dan teknologi guna menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Sayangnya, masih banyak dosen yang memiliki keterbatasan dalam pemahaman konseptual maupun keterampilan praktis dalam penerapan Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen tentang konsep Pembelajaran Mendalam dalam Pendidikan Bahasa Inggris, mengembangkan keterampilan dosen dalam menerapkan pembelajaran berbasis teks (PBT) untuk mendukung Pembelajaran Mendalam dalam pembelajaran Bahasa Inggris, dan membantu dosen untuk dapat mengintegrasikan teknologi termasuk AI dalam penerapan Pembelajaran Mendalam. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan empat tahapan yakni, pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak dan eksperimentasi aktif. Pelatihan ini melibatkan 15 orang dosen Bahasa Inggris dari universitas di Yogyakarta, Indonesia. Hasil survei pra-pelatihan menunjukkan keterbatasan pemahaman peserta terhadap konsep Pembelajaran Mendalam, strategi pengajaran, dan instrumen asesmen. Namun, survei pasca-pelatihan memperlihatkan peningkatan signifikan dalam pemahaman filosofi Pembelajaran Mendalam, kemampuan merancang ide pembelajaran berbasis teks, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran membaca mendalam (deep reading) dan menulis mendalam (deep writing). Peserta menilai pelatihan relevan, bermanfaat, dan merekomendasikan keberlanjutan dengan topik lebih luas seperti pengembangan instrumen dan text creation. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas dosen dalam mengeksplorasi Pembelajaran Mendalam berbasis PBT serta integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih bermakna.Kata kunci: Pembelajaran Mendalam; pembelajaran berbasis teks; teknologi ABSTRACTThe transformation of education in the digital era requires lecturers not only to master theoretical knowledge but also to integrate text-based strategies and technology to create more meaningful learning experiences. Yet, limited conceptual understanding and practical skills remain challenges in implementing deep learning within English education. This community service program aimed to enhance lecturers’ understanding of deep learning concepts, strengthen their skills in applying text-based learning (TBL), and support the integration of technology, including artificial intelligence (AI), in English teaching. The training was implemented through four stages: concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, and active experimentation. Fifteen English lecturers from universities in Yogyakarta, Indonesia, participated in the program. Pre-training surveys indicated participants’ lack of familiarity with deep learning philosophy, teaching strategies, and assessment instruments. In contrast, post-training surveys revealed significant improvement in their understanding, ability to design TBL based learning ideas, and integration of technology into deep reading and deep writing practices. Participants perceived the training as relevant and beneficial, recommending its continuation with broader topics such as assessment development and text creation. Overall, this program effectively improved lecturers’ capacity to explore TBL-based deep learning and utilize technology to foster more meaningful English language learning.Keywords: deep learning; GBA; technology
WORKSHOP PEMBUATAN MODUL AJAR DENGAN CANVA DAN CHATGPT BAGI GURU MTS INSAN CITA MORU Amsidi, Mukmin; Plaikari, Rizal Pasoma; Peka, Musrifa; Akbar, Rachadad Najmal; Mauring, Dewi Yanti
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.32502

Abstract

ABSTRAK                                                                            Perkembangan teknologi digital menuntut adanya metode pembelajaran yang inovatif, visual, dan interaktif. Tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru, khususnya di MTs Insan Cita Moru, masih mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar berbasis teknologi. Analisis situasi tersebut menjadi dasar pentingnya kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan dari workshop adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat modul ajar digital dengan memanfaatkan dua platform, Canva dan ChatGPT. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka selama satu hari penuh dengan metode ceramah, praktik langsung, dan evaluasi produk. Mitra sasaran adalah delapan guru MTs Insan Cita Moru dengan latar belakang mata pelajaran yang beragam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, di mana 88% mampu menggunakan Canva untuk menyusun modul ajar visual, dan 75% mampu menggunakan ChatGPT untuk membuat konten pembelajaran. Setiap guru berhasil menghasilkan satu modul ajar digital sebagai produk akhir. Hasil wawancara juga mengonfirmasi bahwa seluruh peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat, relevan dengan kebutuhan mereka, serta membantu implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti mendukung peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kata kunci: Canva; ChatGPT; Modul Ajar Digital ABSTRACTThe development of digital technology requires the adoption of innovative, visual, and interactive learning methods. However, the reality shows that many teachers, particularly at MTs Insan Cita Moru, still face difficulties in creating technology-based teaching modules. This situation analysis underlines the urgency of community service activities. The main purpose of this workshop was to improve teachers’ skills in developing digital teaching modules using two platforms, Canva and ChatGPT. The program was conducted face-to-face for one full day through lectures, hands-on practice, and product evaluation. The target partners were eight teachers from MTs Insan Cita Moru with diverse teaching backgrounds. The results indicated a significant improvement in participants’ competencies, where 88% successfully used Canva to design visual teaching modules, and 75% were able to use ChatGPT to generate learning content. Each participant produced one digital teaching module as the final outcome. Interview results also confirmed that all participants found the workshop highly beneficial, relevant to their needs, and supportive of implementing the Merdeka Curriculum. Therefore, this activity effectively enhanced teachers’ capacity to face educational challenges in the digital era. Keywords: Canva; ChatGPT; Digital Teaching Module
PERAN MONITORING DAN EVALUASI DALAM MENGUATKAN KINERJA STAF DAN MUTU LAYANAN REKAM MEDIS Asgiani, Piping; Nurdiyansyah, Yuli; Karisma, Andi Astuti; Praptana, Praptana; Aninda, Ida
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34399

Abstract

ABSTRAK                                                                            Permasalahan dalam unit kerja rekam medis di beberapa rumah sakit masih sering ditemukan, terutama terkait kurangnya monitoring dan evaluasi (monev) kinerja staf yang berdampak pada ketidakseimbangan beban kerja, kesalahan pengkodean diagnosis, serta kendala koordinasi antar staf. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman staf rekam medis mengenai pentingnya monev sebagai upaya mendukung mutu pelayanan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan di RS Mitra Paramedika pada tanggal 5 Agustus 2025 dengan metode sosialisasi, diikuti oleh 10 partisipan dari unit kerja rekam medis. Tahapan kegiatan meliputi: (1) koordinasi awal dengan manajemen rumah sakit dan unit rekam medis; (2) penyusunan materi dan instrumen evaluasi; (3) pelaksanaan sosialisasi dan diskusi partisipatif; (4) pelaksanaan pretest dan posttest; serta (5) monitoring dan evaluasi tindak lanjut hasil kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta diskusi partisipatif untuk mengidentifikasi permasalahan aktual di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 13,6% dari hasil pretest ke posttest, serta lahirnya rekomendasi perlunya instrumen monev yang lebih spesifik sesuai job description staf rekam medis, forum evaluasi rutin, serta pemanfaatan digitalisasi agar hasil monitoring lebih akurat dan mudah ditindaklanjuti. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan softskill manajerial staf rekam medis dan mendukung tercapainya mutu pelayanan rekam medis yang lebih optimal. Kata kunci: rekam medis; monitoring; evaluasi kinerja; mutu pelayanan; pengabdian masyarakat ABSTRACTProblems within medical record units in several hospitals are still frequently encountered, particularly related to the lack of monitoring and evaluation (monev) of staff performance. This situation leads to an imbalance of workload, errors in diagnostic coding, and difficulties in staff coordination. The aim of this community service activity was to enhance the understanding of medical record staff regarding the importance of monitoring and evaluation as an effort to support the quality of hospital services. The activity was carried out at Mitra Paramedika Hospital on August 5, 2025, using a socialization method and was attended by 10 participants from the medical record unit. The stages of the activity included: (1) initial coordination with the hospital management and the medical record unit; (2) preparation of materials and evaluation instruments; (3) implementation of socialization and participatory discussions; (4) administration of pre-test and post-test; and (5) monitoring and evaluation of the follow-up actions. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure knowledge improvement and participatory discussions to identify actual problems in the field. The results showed an increase in participants’ understanding by 13.6% from pre-test to post-test, and produced recommendations such as the need for more specific monitoring and evaluation instruments tailored to the job descriptions of medical record staff, the establishment of regular evaluation forums, and the utilization of digitalization to ensure that monitoring results are more accurate and easier to follow up. Thus, this activity contributed to improving the managerial soft skills of medical record staff and supported the achievement of more optimal quality in medical record services. Keywords: medical records; monitoring; performance evaluation; service quality; community service
SOSIALISASI PERENCANAAN KARIER PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH SOKARAJA Rusmono, Danny Ontario; Iswahyudi, Ahmad Fauzan; Saputra, Yoza Okta; Ismoko, Anung Probo; Safitri, Feliani Ananda
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34183

Abstract

ABSTRAK Perencanaan karier merupakan hal penting bagi siswa sekolah menengah atas yang sudah memasuki kelas XII. Perencanaan karier dimulai dari proses memilih pendidikan, pilihan karier, serta mengelola karier yang dilakukan seumur hidup. Siswa yang tidak memiliki perencanaan karier yang baik, akan membuat dirinya kesulitan dalam menentukan langkah demi langkah dalam hidupnya. Hal ini tercermin di SMA Muhammadiyah Sokaraja. Dalam hal ini siswa kelas XII masih belum memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai perencanaan karier dan komponen penting di dalamnya dan meningkatkan pemahaman peserta dalam merencanakan karier. Pengabdian kali ini menggunakan metode sosialisasi dengan melibatkan SMA Muhammadiyah Sokaraja sebagai mitra pengabdian. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu a) persiapan sosialisasi dimana tim pengabdian melakukan koordinasi awal megnenai kebutuhan mitra, b) pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang terdiri dari tiga bagian yaitu pengantar, pemberian materi dan pasca sosialisasi, c) evaluasi sosialisasi yaitu melakukan analisis data pre-test dan post-test. Peserta kegiatan sosialisasi ini berjumlah 30 siswa kelas XII. Hasil dari sosialisasi perencanaan karier berupa peningkatan pemahaman peserta dengan perbedaan rata-rata pre-test dan post-test sebesar -4.7 poin (tanda negatif berarti hasil post-test lebih besar dari pre-test). Jika dilihat dari effect size data tersebut menunjukkan angka -1.02 yang berarti kegiatan sosialisasi ini memiliki pengaruh yang besar dengan persentase sebesar 84%. Dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, diharapkan dapat menjadi kegiatan awal yang mempelopori kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang.Kata kunci: Perencanaan Karier; Siswa SMA; Sosialisasi.ABSTRACTCareer planning is an important matter for high school students, especially those in their final year. Career planning begins with the process of choosing an education, a career path, and lifelong career management. Students who lack good career planning will find it difficult to determine their life’s next steps. This is reflected at SMA Muhammadiyah Sokaraja, where 12th-grade students still lack clear goals and plans. The objective of this community service project was to provide knowledge and understanding of career planning and its important components as well as improving students’ level of understanding about career planning. This project utilized a socialization method with SMA Muhammadiyah Sokaraja as a partner. The socialization program was conducted in three phases a) preparation, where the team held intial coordination meetings to assess the partner’s needs, b) the implementation, which was comprised of three parts: an introduction, the presentation, and post-socialization, and c) the evaluation of this program, which involved analyzing data from pre- and post-tests. The socialization event was attended by 30 12th-grade students. The results showed an increase in participants’ understanding of career planning, with a mean difference between the pre- and post-test scores of -4.7 points (the negative sign indicates that the post-test scores were higher than the pre-test scores). The effect size from the data was -1.02, indicating that the socialization activity had a large effect, accounting for 84% of the variance. It is hoped that this type of socialization activity will be the first of many similar initiatives in the future.Keywords: Career planning; High school students; Socialization program.
INISIASI PKBM DAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN KREATIF UNTUK MEMUTUS RANTAI KERENTANAN ANAK JALANAN DI SENGGURUH Hayani, Hayani; Satrio, Prakrisno; Siwi, Tri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33831

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini berfokus pada inisiasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan pelatihan kewirausahaan kreatif bagi anak seni serta anak jalanan di Desa Sengguruh, Kepanjen, Malang. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses pendidikan non-formal dan minimnya keterampilan praktis untuk kemandirian, khususnya di kalangan anak-anak rentan. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan anak jalanan melalui penggalian bakat seni, peningkatan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan sehingga anak jalanan dapat mandiri secara ekonomi dan sejahtera. Metode pelaksanaan PKM adalah dengan koordinasi mitra, pelaksanaan kegiatan, penerapan tekhnologi dan evaluasi. Pada pelaksanaan kegiatan meliputi pembelian peralatan musik, tari, dan lukis untuk menunjang proses pembelajaran seni. Selanjutnya, diadakan pelatihan untuk 5 orang calon guru dimasing -masing bidang seni dan pelatihan kewirausahaan untuk 15 orang anak jalanan yang akan menjadi siswa PKBM. Inti program pelatihan kewirausahaan kreatif adalah membekali anak-anak jalanan dengan keterampilan menghasilkan karya bernilai ekonomi. Untuk mempromosikan hasil karya dan meningkatkan kepercayaan diri, diselenggarakan pameran karya dan pertunjukan seni. PKM ini dilaksanakan mulai bulan Juli – Oktober 2025. Hasil kegiatan ditunjukkan dengan peningkatan jumlah dan kualitas karya seni yang dihasilkan. Antusiasme yang tinggi terlihat dari keterlibatan anak-anak jalanan ketika pelatihan berlangsung serta keseriusan sehingga hasil mulai tampak dan potensi nyata untuk menghasilkan produk kreatif setelah pelaksanaan pelatihan berlangsung. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian, mengurangi kerentanan, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak jalanan di Desa Sengguruh.Kata kunci: PKBM; Kewirausahaan; Anak Seni dan anak JalananABSTRACTThis community service project focuses on the initiation of a Community Learning Center (PKBM) and creative entrepreneurship training for young artists and street children in Sengguruh Village, Kepanjen, Malang. The main problem is the limited access to non-formal education and a lack of practical skills for self-reliance, especially among vulnerable children. The purpose of this activity is to empower street children through the exploration of artistic talents, improving entrepreneurial skills and knowledge so that street children can be economically independent and prosperous. The PKM implementation method is through partner coordination, activity implementation, technology application and evaluation. The implementation of activities includes the purchase of music, dance, and painting equipment to support the art learning process. Furthermore, training was held for 5 prospective teachers in each art field and entrepreneurship training for 15 street children who will become PKBM students. The core of the creative entrepreneurship training program is to equip street children with skills to produce works of economic value. To promote the work and increase self-confidence, exhibitions and art performances were held. This PKM was implemented from July to October 2025. The results of the activity were shown by an increase in the number and quality of artwork produced. The high level of enthusiasm and commitment shown by the street children during the training demonstrated a strong commitment, demonstrating the potential for creative products and the potential to produce them after the training. This initiative is expected to increase independence, reduce vulnerability, and open up opportunities for a brighter future for street children in Sengguruh Village.Keywords: PKBM, Entrepreneurship , Young Artist and Street Childrean
MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MULUT DI KALANGAN MASYARAKAT MUSLIM DI JEPANG Arinawati, Dian Yosi; Febria, Nyka Dwi; Sholahuddin, Sholahuddin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34023

Abstract

ABSTRAK                                                                            Praktik kebersihan mulut yang efektif dan teknik menyikat gigi yang baik sangat diperlukan untuk mencegah penyakit gigi seperti karies dan masalah periodontal. Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiah (PCIA) Jepang, dikenal sebagai organisasi utama yang berkomitmen untuk melayani komunitas wanita Muslim Indonesia di Jepang, memiliki potensi besar untuk mengkatalisasi peningkatan transformatif dalam kesehatan komunitas Muslim. Mengakui tantangan dan masalah yang dihadapi komunitas Muslim di Jepang, ada peluang signifikan untuk membuat dampak yang berarti melalui program layanan masyarakat yang berfokus pada pendidikan kesehatan Islam. Inisiatif pendidikan kesehatan masyarakat ini bertujuan untuk membekali komunitas Muslim dengan pengetahuan dan kesadaran yang komprehensif mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan dalam kerangka nilai-nilai Islam, terutama untuk mendidik praktik kebersihan mulut komunitas Muslim PCIA Jepang. Kegiatan ini melibatkan 11 peserta dari komunitas Muslim PCIA Jepang. Intervensi pendidikan diberikan melalui pertemuan daring Zoom untuk memfasilitasi partisipasi dari individu di berbagai lokasi geografis. Sebelum dimulainya sesi, peserta terlibat dalam tes awal yang terdiri dari lima pertanyaan yang relevan dengan teknik menyikat gigi yang benar, diikuti dengan tes akhir setelah sesi berakhir. Inisiatif pendidikan kesehatan ini akan mencakup berbagai aspek, termasuk gaya hidup sehat, menjaga kebersihan mulut, dan teknik menyikat gigi sesuai dengan prinsip Islam. Peningkatan pengetahuan peserta tentang menjaga kebersihan mulut telah diamati pasca-konseling. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah mendapatkan pendidikan. Kata kunci: Kebersihan mulut;edukasi kesehatan; literasi kesehatan. ABSTRACTEffective oral hygiene and brushing techniques are crucial for preventing dental diseases. Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiah (PCIA) Japan, a prominent organization serving Indonesian Muslim women, has the potential to significantly improve Muslim health through community service programs focused on Islamic health education. Recognizing the challenges faced by Muslims in Japan, there is a key opportunity to positively impact health through education initiatives. This public health education initiative aims to equip the Muslim community with comprehensive knowledge and awareness regarding the importance of health maintenance within the framework of Islamic values, with a focus on educating the Muslim community of PCIA Japan on oral hygiene practices. This activity involved 11 participants from PCIA Japan. The program was conducted via Zoom, allowing participation from various locations. Participants completed a pre-test with five questions on toothbrushing before the session, followed by a post-test. The initiative focused on promoting healthy lifestyles, oral hygiene, and Islamic-guided brushing techniques. Following education, participants' knowledge of oral hygiene improved, demonstrating the program’s effectiveness. Keywords: oral hygiene; health education; health literacy