cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PELATIHAN INTEGRASI QUIZIZZ DAN EDUCAPLAY UNTUK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAMIFIKASI Rezkillah, inang irma; Husen, Husen; Izzah, Namia; Kholifi, Nadia Al; Fajria, Siti; Rahmawati, Suci; Andriani, Wiwit; Safutri, Wini Aulia; Bilal, Arpan Islami; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Mariyati, Yuni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34301

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Media pembelajaran berbasis digital merupakan aktualisasi guru dalam meningkatkan kompetensi terkhusus untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Hal ini menjadi pertimbangan kepala sekolah SDN 3 Jerowaru selaku mitra untuk melaksanakan pelatihan integrasi platform quizizz dan educaplay untuk pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di SDN 3 Jerowaru untuk 14 guru disekolah. Tahap awal pelatihan dengan pembagian angket pretest sebelum memberi pelatihan oleh pemateri. Penyampaian materi terkait pengenalan aplikasi dan demonstrasi cara mengoperasikan aplikasi. Tidak sampai disana, guru-guru mempraktikan secara langsung pada laptop masing-masing. Tahap akhir yaitu pemberian postest sebagai evaluasi untuk mengetahui peningkatan komptensi guru. Hasil pretest menunjukkan bahwa 8 dari 14 guru masih memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk pembelajaran. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata skor posttest guru, dari 62,1 menjadi 90,7, serta peningkatan kepercayaan diri dan motivasi dalam mengembangkan media interaktif di kelas. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kolaborasi aktif selama pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan integrasi Quizizz dan Educaplay efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap inovasi pembelajaran digital. Diharapkan, model pelatihan ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesionalisme guru di era digital. Kata kunci: Quiziz; Educaplay, Elementary, Interaktif  ABSTRACTDigital-based learning media serve as a means for teachers to actualize and enhance their professional competencies, particularly in developing interactive gamified learning tools. This consideration prompted the principal of SDN 3 Jerowaru, as the partner institution, to organize a training program focused on the integration of Quizizz and Educaplay platforms for the development of interactive gamified learning media. The training was conducted at SDN 3 Jerowaru and involved 14 teachers from the school. The initial stage of the training began with the distribution of a pre-test questionnaire to assess baseline knowledge prior to the delivery of material by the instructors. The content covered an introduction to the applications and a demonstration of how to operate them effectively. Importantly, teachers were also given the opportunity to directly practice using the platforms on their respective laptops. In the final stage, a post-test was administered to evaluate improvements in teacher competence. The pre-test results revealed that 8 out of 14 teachers still faced significant limitations in utilizing digital applications for instructional purposes. However, following the training, there was a marked improvement in the teachers’ average post-test scores, increasing from 62.1 to 90.7. In addition, teachers reported increased confidence and motivation in developing interactive media for classroom use. High levels of enthusiasm and active collaboration were also observed throughout the training sessions. This activity demonstrated that training on the integration of Quizizz and Educaplay is effective in enhancing teachers’ knowledge, skills, and attitudes toward digital learning innovation. It is hoped that this training model can serve as a reference for the ongoing professional development of teachers in the digital era. Keywords: Quizizz; Educaplay; Elementary; Interactive
PENYULUHAN BABY MASSAGE DAN PENGENALAN MPASI MELALUI COOKING CLASS DI DESA GALANGPENGAMPON KABUPATEN PEKALONGAN Irna, Ruzzaina; Wulandari, Lilis; Syarifah, Farah; Owena, Vega Rizki; Astiyani, Shofita; Setyawan, Muhammad Ghilang Maulud; Permadi, Yulian Wahyu
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34312

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pendahuluan: Masalah gizi dan tumbuh kembang balita masih menjadi tantangan di masyarakat, khususnya terkait keterbatasan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi dan pemberian MPASI yang tepat. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita mengenai baby massage dan pemberian MPASI yang sesuai usia, sehingga mampu mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak secara mandiri di lingkungan keluarga. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Dukuh Sebetok, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan 8 ibu balita, bidan desa, kader posyandu serta mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, persiapan media dan perlengkapan, pelaksanaan penyampaian materi melalui presentasi, diskusi interaktif, demostrasi baby massage dan praktik pembuatan MPASI. Serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi ketrampilan peserta. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Pada materi baby massage, sebelum penyuluhan 50% peserta dalam kategori kurang dan cukup, kemudian meningkat menjadi 75% dalam kategori baik. Pada materi MPASI, seluruh peserta mencapai kategori baik setelah penyuluhan. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi efektif dalam menambah wawasan serta membekali ibu agar mampu menerapkan baby massage dan pemberian MPASI dengan benar. Dengan demikian, penyuluhan ini berpotensi mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kata kunci: Penyuluhan; Baby massage; MPASI; Tumbuh Kembang ABSTRACTIntroduction: Nutrition and child development issues remain a challenge in the community, particularly regarding mothers' limited knowledge about infant care and appropriate complementary feeding practices. Objective: this activity aims to improve the knowledge and skills of mothers of toddlers regarding baby massage and age-appropriate complementaray feeding, so that ther are able to independently support the optimal growth and development of their chidren within the family environment. Methods: The activity was held in Dukuh Sebetok, Galangpengampon Village, Wonopringgo Sub-district, Pekalongan Regency, involving 8 mothers of toddlers, village midwives, posyandu cadres, and students. The stages of the activity included coordination with partners, preparation of media and equipment, delivery of material through presentations, interactive discussions, baby massage demonstration, and practical sessions on making complementary foods. Evaluation was conducted through pre-test, post test, and observation of participants skills. Result: The results showed an increase in participants' knowledge. In the baby massage session, before the education session, 50% of participants were in the “poor” and “adequate” categories, which then increased to 75% in the ‘good’ category. In the complementary feeding session, all participants achieved the “good” category after the education session. Conclusion: This activity demonstrates that education through counseling and demonstrations is effective in expanding knowledge and equipping mothers to properly apply baby massage and MPASI feeding. Thus, this counseling has the potential to support optimal infant development. Keywords: counseling; baby massage; MPASI; Growth and Development
PENINGKATAN KOMPETENSI KADER POSYANDU DALAM PROMOSI ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN MODAYAG BARAT Agow, Liana Lidia; Wardani, Ratna
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34496

Abstract

ABSTRAK                                                            ASI eksklusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi strategi utama dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia. Namun, peran kader Posyandu sebagai ujung tombak promosi kesehatan di masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti rendahnya keterampilan konseling, kurangnya media edukasi, serta supervisi yang belum berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kader Posyandu dalam promosi ASI eksklusif melalui intervensi terstruktur berbasis modul pembelajaran. Program dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dengan melibatkan 20 kader Posyandu sebagai mitra sasaran yang mayoritas berada pada usia produktif, berpendidikan SMA/sederajat, dan memiliki pengalaman bertugas antara 5–10 tahun. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan modul pembelajaran berbasis bukti, sosialisasi, pelatihan intensif, praktik langsung penyuluhan kepada ibu menyusui, serta pendampingan dan supervisi berkelanjutan oleh tenaga kesehatan Puskesmas, dengan evaluasi melalui pre-test, post-test, wawancara, observasi, dan pendekatan RE-AIM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader, disertai berkurangnya hambatan seperti keterbatasan media edukasi dan minimnya supervisi. Seluruh kader berpartisipasi penuh, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, serta menyatakan komitmen untuk melanjutkan penggunaan modul dengan dukungan Puskesmas. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif, terukur, dan berpotensi berkelanjutan, serta dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi penguatan peran kader Posyandu dalam promosi ASI eksklusif. Kata kunci: kader Posyandu; ASI eksklusif; modul pembelajaran; kompetensi; pengabdian masyarakat. ABSTRACTExclusive breastfeeding is a crucial factor in supporting optimal child growth and development while serving as a key strategy to reduce stunting prevalence in Indonesia. However, the role of Posyandu cadres as the frontline of community health promotion still faces various limitations, such as low counseling skills, lack of educational media, and insufficient supervision. This community service program aimed to improve the competence of Posyandu cadres in promoting exclusive breastfeeding through a structured intervention using an evidence-based learning module. The program was conducted in the working area of Modayag Barat Public Health Center, Bolaang Mongondow Timur Regency, involving 20 Posyandu cadres as the target partners, most of whom were in their productive age, had a senior high school education background, and 5–10 years of service experience. The methods included module development, socialization, intensive training, hands-on counseling practice with breastfeeding mothers, and continuous mentoring and supervision by health workers, with evaluation carried out through pre-test, post-test, interviews, observations, and the RE-AIM framework. The results showed a significant improvement in cadres’ knowledge, attitudes, and skills, along with reduced barriers such as limited educational media and minimal supervision. All cadres demonstrated full participation, increased self-confidence, and expressed commitment to continue using the module with the support of the Public Health Center. Thus, this program proved effective, measurable, and potentially sustainable, and it can be replicated in other areas as a strategy to strengthen the role of Posyandu cadres in promoting exclusive breastfeeding. Keywords: Posyandu cadres; exclusive breastfeeding; learning module; competence; community service
TRANSFORMASI KOPERASI MELALUI STRATEGI TERINTEGRASI DAN BERKELANJUTAN: GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG), SISTEM INFORMASI APLIKASI PENCATATAN INFORMASI KEUANGAN (SIAPIK), DAN SOCIAL MEDIA PROMOTION Andani, Listia; Aziz, Nur Jannah Abdi; Firmadi, Sidik; Auliya, Shofura; Salsabila, Sakila
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34010

Abstract

ABSTRAK                                                                            Koperasi Bersama Lancar Barokah di Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan dalam tata kelola organisasi, pencatatan keuangan, serta strategi pemasaran yang masih konvensional sehingga menghambat efisiensi dan daya saing. Situasi ini mendorong perlunya program pengabdian masyarakat yang berfokus pada transformasi koperasi berbasis digital. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG), digitalisasi pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK, serta penguatan strategi promosi melalui media sosial. Mitra kegiatan adalah pengurus dan anggota koperasi dengan total 135 orang yang terlibat aktif dalam setiap tahap. Metode pelaksanaan dilakukan selama empat bulan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan aplikasi berbasis web KOIN (Koperasi Integrated Network), pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan manajerial dan teknis, seperti terbentuknya struktur organisasi dengan uraian tugas dan SOP yang jelas, penggunaan laporan keuangan digital, serta peningkatan kemampuan promosi melalui akun Instagram resmi koperasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif terhadap efisiensi operasional, perluasan akses pasar, dan mendukung keberlanjutan koperasi sesuai target SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kata kunci: koperasi; good corporate governance; digitalisasi keuangan; SIAPIK; promosi digital ABSTRACTThe Cooperative Bersama Lancar Barokah in Tasikmalaya faces challenges in organizational governance, financial recording, and conventional marketing strategies that hinder efficiency and competitiveness. This situation highlights the need for a community service program focusing on digital-based cooperative transformation. The objectives of this program are to enhance institutional capacity through the implementation of Good Corporate Governance (GCG), financial digitalization using the SIAPIK application, and strengthening promotional strategies via social media. The partner of this program is the cooperative, consisting of 135 active members involved in the activities. The implementation was carried out over four months through several stages, namely socialization, training, the application of the web-based system KOIN (Koperasi Integrated Network), mentoring, and evaluation. The results demonstrate improved managerial and technical skills, such as the establishment of organizational structures with clear job descriptions and SOPs, the use of digital financial reports, and enhanced promotion through the cooperative’s official Instagram account. Overall, this program had a positive impact on operational efficiency, market access expansion, and sustainability of the cooperative, aligning with SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Keywords: cooperative; good corporate governance; financial digitalization; siapik; digital promotion
SMART CATERING SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM USAHA KATERING: INTEGRASI TRANSFORMASI DIGITAL DAN HIGIENITAS PENJAMAH MAKANAN Asmara, Maisa Azizah; Ferdiansyah, Fahmi Reza; Rahmawati, Endah Yuliany; Azzahra, Fanny Fatimah; Jelita, Hanifa Nida
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34133

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Giga Catering, unit usaha berbasis pesantren yang bergerak di bidang jasa boga, menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan usaha, antara lain keterbatasan pemasaran digital, ketiadaan SOP higienitas, pencatatan pesanan secara manual, serta keterbatasan peralatan produksi. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025, melibatkan 18 peserta yang terdiri atas pengurus koperasi dan penjamah makanan Giga Catering. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi pelatihan terintegrasi, meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menilai tiga dimensi utama: pengetahuan, perilaku, dan implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu pengetahuan naik 20% pada aspek digitalisasi dan higienitas, perilaku meningkat 25% pada kedua aspek, serta implementasi bertambah 45% untuk digitalisasi dan 25% untuk higienitas. Hasil ini menegaskan peningkatan kompetensi teknis sekaligus perubahan perilaku peserta yang konsisten dengan standar operasional. Program ini berhasil mewujudkan konsep smart catering berbasis pesantren yang profesional, higienis, dan adaptif, serta berpotensi direplikasi pada unit usaha serupa dalam ekosistem ekonomi pesantren. Kata kunci: Transformasi Digital; Higienitas Penjamah Makanan; Smart Catering; Pemberdayaan UMKM ABSTRACTGiga Catering, a pesantren-based culinary enterprise, faces various management challenges, including limited digital marketing, the absence of hygiene standard operating procedures (SOP), manual order recording, and limited production equipment. The program was implemented from July to August 2025, involving 18 participants, comprising cooperative administrators and food handlers of Giga Catering. Interventions were conducted through three integrated training sessions, including socialization, counseling, workshops, and hands-on practice. Evaluation was carried out using pre-tests and post-tests assessing three main dimensions: knowledge, behavior, and implementation. The results indicated significant improvements, with knowledge increasing by 20% in digitalization and hygiene aspects, behavior improving by 25% in both areas, and implementation rising by 45% for digitalization and 25% for hygiene. These findings confirm the enhancement of technical competencies alongside behavioral changes consistent with operational standards. The program successfully established a professional, hygienic, and adaptive pesantren-based smart catering model, which holds potential for replication in similar business units within the pesantren economic ecosystem. Keywords: Digital Transformation; Food Handler Hygiene; Smart Catering; MSME Empowerment
PENINGKATAN AKURASI PENGODEAN DIAGNOSIS CEDERA PENYEBAB LUAR MELALUI SOSIALISASI MANAJEMEN INFORMASI ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GAWAT DARURAT PADA MAHASISWA PROFESI NERS Nurdiyansyah, Andi Karisma; Darussalam, Miftafu; Asgiani, Piping; Praptana, Praptana
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34427

Abstract

ABSTRAK                                                    Analisis Situasi: Pengodean penyakit, khususnya external cause (penyebab luar) dalam rekam medis pasien gawat darurat, sangat esensial namun sering terkendala akurasinya karena kurang optimalnya kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan oleh perawat. Permasalahan ini menuntut peningkatan kompetensi manajemen informasi pada calon tenaga kesehatan. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa Profesi Ners UNJAYA tentang pentingnya manajemen informasi asuhan keperawatan dalam mendukung akurasi diagnosis cedera luar. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan berbasis transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Mitra Sasaran: Mitra kegiatan ini adalah 51 mahasiswa Profesi Ners UNJAYA. Evaluasi peningkatan pemahaman dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil Kegiatan: Terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Akurasi rata-rata kelas meningkat dari 91% menjadi 100%, disertai penurunan waktu pengerjaan rata-rata dari 2 menit 48 detik menjadi 1 menit 21 detik. Luaran kegiatan ini adalah publikasi artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi dan peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pengelolaan informasi klinis.. Kata Kunci: Manajemen Informasi Asuhan Keperawatan; Akurasi Diagnosis; Cedera Luar ABSTRACTSituation Analysis: Disease coding, particularly for external causes in emergency patient medical records, is essential but its accuracy is often challenged due to suboptimal completeness of nursing care documentation. This issue necessitates increasing the information management competency of Professional Nursing students, as they are future healthcare personnel. Objective: This community service program aimed to enhance the understanding of UNJAYA Professional Nursing students regarding the importance of nursing care information management in supporting the accuracy of external injury diagnoses. Implementation Method: The activity was carried out through training and counseling based on the transfer of knowledge and technology. Target Partner and Participants: The partner for this activity was 51 Professional Nursing students at UNJAYA. Evaluation of understanding improvement was conducted using pre-test and post-test methods. Activity Results: The program achieved a significant increase in understanding. The class-average accuracy improved from 91% to 100%, accompanied by a decrease in the average completion time from 2 minutes 48 seconds to 1 minute 21 seconds. The outputs of this activity are the publication of a scientific article in an accredited journal and a measurable increase in student competence in clinical information management.Keywords: Nursing Information Management; Diagnosis Accuracy; External Injury; Professional Nursing Students
TEHNIK SMM (SOCIAL MEDIA MARKETING) DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PADA UMKM Farhat, Laila; Sitanggang, Friska Artaria; Windu, Fitri Novi; Meyndi, Vanesya Zahwa; Juliasari, Putri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34260

Abstract

ABSTRAKPemasaran online merupakan suatu hal yang penting bagi konsumen dalam mengenal produk kita. Berdasarkan riset baru dari Google dan termasuk dalam laporan e-Conomy SEA 2021 menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia tahun ini mencapai US 227 Miliar  atau sekitar 391 triliun di mana salah satu penyumbang kontribusi tersebut adalah dari pelaku UMKM. Menyadari perannya yang besar dalam perekonomian sepantasnya jika perhatian pemerintah lebih banyak di curahkan  untuk mendorong kemandirian dan keberhasilan pelaku usaha UMKM salah satunya UMKM Stick Binahong  Sarfin di bawah binaan UP2K PKK Kel. Selamat Kota Jambi. Permasalahan di UMKM Stick Binahong Sarfin adanya persaingan pasar dalam menjual produk mereka hal ini di karenakan keterbatasan pengetahuan tentang penggunaan media sosial pemasaran. Sehingga perlu dilakukan pelatihan terkait penerapan Social Media Marketing agar UMKM Stick Binahong Sarfin dapat  memiliki Akun Media Social khusus Penjualan Produk dan dapat bersaing dengan produk serupa lainnya. Pelaksanaan Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan ceramah, diskusi, praktik dan demo. Hasil yang di capai pada kegiatan pengbadian ini menunjukkan hasil yang signifikan dari pengetahuan peserta bertambah 85 % dan telah memiliki Akun media social pemasaran seperti Instagram, WhatsApp dan Tiktok. Program PMP ini juga memberikan solusi bagi Binaan UP2K PKK Stick Binahong  Sarfin dalam usaha meningkatkan penjualan mereka. Kata kunci: Social Media Marketing (SMM), Penjualan, UMKM Stick Binahong, PKK ABSTRACTOnline marketing is crucial for consumers to learn about our products. New research from Google, included in the 2021 e-Conomy SEA report, shows that Indonesia's digital economy reached US$227 billion this year, or approximately IDR 391 trillion. MSMEs contribute significantly to this. Recognizing their significant role in the economy, the government should devote more attention to encouraging the independence and success of MSMEs, one of which is the Stick Binahong  Sarfin MSME, located in Selamat Village, Jambi City, under the guidance of the Family Welfare Movement (UP2K PKK). The Stick Binahong  Sarfin MSME faces challenges in the market due to limited knowledge of social media marketing. Therefore, training is needed to implement social media marketing so that the Stick Binahong  Sarfin MSME can have a dedicated social media account for product sales and compete with similar products. This community service program utilizes lectures, discussions, practical exercises, and demonstrations. The results of this community service activity showed a significant increase in participants' knowledge by 85% and the creation of social media marketing accounts on Instagram, WhatsApp, and TikTok. The PMP program also provided solutions for the UP2K PKK Stick Binahong Sarfin  members to increase their sales. Keywords: Social Media Marketing (SMM), Sales, UMKM Stick Binahong, PKK
EDUKASI HIDROPONIK WARGA TAMAN CUMI SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PADA WILAYAH URBAN Fajriah, Nur; Waluyo, Mohammad Rachman; Nurcandra, Fajaria; Manurung, Primelshaddai Tongguran; Elfitri, Suci; Putri, Bunga Hardiyana; Santoso, Daniel Steven; Nabita, Isyah Radhiyya; Brata, Muhammad Adi; Permana, Naufal Ilyas; Rizq, Mohammad Varidzdudin; Kamilah, Najwa; Mahardika, Chiko Hamzah Putra
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34144

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pengetahuan warga dalam hidroponik sejak pemilihan benih hingga panen sangat menentukan keberhasilannya. Kegagalan dalam budidaya sayuran hidroponik ditentukan oleh pengetahuan tersebut. Dilatarbelakangi kegagalan budidaya sayuran hidroponik warga RT 04 RW 07 Perumnas Pabean Kencana di sekitar Taman Cumi, Kuwu Pabean Udik, Indramayu, maka diperlukan edukasi untuk memberikan informasi mengenai sistem hidroponik tanaman sayuran untuk ketahanan pangan keluarga di wilayah urban yang terbatas lahannya. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, program ini dilaksanakan oleh tim Fakultas Teknik Universitan Pembangunan Nasional Veteran Jakarta sebagai mitra pelaksana, dan berkolaborasi dengan masyarakat Desa Cumi sebagai mitra sasaran. Sebanyak 14 orang tergabung dalam kelompok tani hidroponik berpartisipas dalam kegiatan yang berlangsung selama 7 bulan pada tahun 2025.  Edukasi yang dilakukan mencangkup informasi mengenai proses persiapan dan penyemaian benih, pemilihan sistem hidroponik, perawatan, hingga panen sayuran. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola hidroponik. Metode pengabdian yang digunakan yaitu metode ceramah menggunakan media poster dan buku saku. Tahapan kegiatan ini yaitu edukasi tentang hidroponik, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Peserta merupakan bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengelola fasilitas di Taman Cumi tersebut. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai hidroponik sebesar 5% dilihat perbandingan antara pre-test dan post-test, meskipun tidak signifikan. Dengan adanya edukasi ini, peserta memahami penyebab kegagalan dalam penyemaian dan penanaman.  Selain itu, peserta juga memahami jenis-jenis hidroponik baik berupa sistem skala besar maupun hidroponik yang cocok untuk skala rumah tangga. Kata kunci: budidaya sayuran; hidroponik; ketahanan pangan; urban ABSTRACTCommunity knowledge in hydroponics, from seed selection to harvest, plays a decisive role in determining the success of cultivation. Failures in hydroponic vegetable farming are largely influenced by such knowledge. Against the backdrop of repeated failures in hydroponic vegetable cultivation among residents of RT 04 RW 07 Perumnas Pabean Kencana, located near Taman Cumi, Kuwu Pabean Udik, Indramayu, an educational program was deemed necessary to provide information on hydroponic systems for vegetable cultivation as a means of strengthening household food security in urban areas with limited land availability. To achieve this objective, the program was implemented by the Faculty of Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, as the executing partner, in collaboration with the local community of Desa Cumi as the target partner. Fourteen members of the local hydroponic farmer group participated in the program, which was carried out over a seven-month period in 2025. The educational activities covered key aspects of hydroponic cultivation, including seed preparation and germination, system selection, maintenance, and harvesting. The program aimed to improve the knowledge and practical skills of residents in managing hydroponic systems. The method employed consisted of lectures supported by posters and pocket books. The program stages included hydroponic education, implementation, and evaluation. Participants were both men and women who managed the community facilities in Taman Cumi. The results of this community service program demonstrated a 5% increase in participants’ knowledge of hydroponics, as evidenced by a comparison between pre-test and post-test scores, although the improvement was not statistically significant. Nevertheless, the education enabled participants to understand the causes of failure in germination and planting. In addition, participants gained knowledge of various hydroponic systems, both large-scale applications and those suitable for household-level implementation. Keywords: vegetable cultivation; hydroponics; food security; urban
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK WANITA TANI NAWASENA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN BAKU BUNGA MAWAR Setiawan, Andika Putra; Wardhana, Danu Indra; Aulia, Anisa Nurina; Oktarina, Oktarina; Nasya, Imelita; Priyandana, Dhiaz Ari; Muchta, Anggi Mediana
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34423

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) “NAWASENA” di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan baku bunga mawar. Kegiatan dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil panen bunga mawar yang selama ini hanya dijual segar dengan harga relatif rendah dan minimnya keterampilan pengolahan produk bernilai tambah. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan survei, persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Metode yang digunakan berupa demonstrasi dan praktik langsung sehingga peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai teknik pembuatan, pengemasan, dan strategi pemasaran produk. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan anggota KWT, terbukti dari hasil post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa aroma khas mawar, ramah lingkungan, dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas KWT dalam memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara berkelanjutan. Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, pemberdayaan perempuan, bunga mawar, sabun cuci piring, pelatihan. ABSTRACTThis community service program aims to enhance the capacity of the “NAWASENA” Women Farmers Group (KWT) in Karangpring Village, Sukorambi District, Jember Regency through training in producing dishwashing soap made from rose flowers. The program was initiated due to the abundant harvest of roses, which are commonly sold fresh at low prices, and the limited skills in processing them into value-added products. The implementation stages included survey, preparation, training, mentoring, and evaluation. The training was carried out through demonstration and hands-on practice, enabling participants to gain comprehensive knowledge of soap-making techniques, packaging, and marketing strategies. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, as evidenced by higher post-test scores compared to pre-test. The dishwashing soap produced has distinctive advantages, including a natural rose fragrance, eco-friendly properties, and potential to be developed into a community-based business. Therefore, this program successfully strengthened the group’s capacity to utilize local potential, increased the added value of agricultural products, and supported sustainable women’s economic empowerment. Keywords: Women Farmers Group, women empowerment, rose flower, dishwashing soap, training.
IMPLEMENTASI PROGRAM QUR’ANIC VILLAGE DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI SISWA DI MADRASAH AL-HASANAH DESA SINDANGLAYA Sari, Yulia Wulan; Zahra, Nayvha Az; Nurafifah, Haifa Hasya Fatimah; Thuvail, Muhammad; Rais, Ar; Muhammad, Alif; Shuhaibur, Hilmi; Akbar, Husnan; Azmi, Muthia; Halisah, Nur; Aulia, Nazwa; Mardiana, Rana; Yusrina, Alya; Najib, Alfin; Tajib, Maulana Zidane Al; Maulana, D Irfan; Ananda, Rizky; Hernawati, Hernawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34609

Abstract

ABSTRAKMadrasah Al-Hasanah menghadapi tantangan dalam pembinaan karakter Islami siswa, khususnya dalam literasi Qur’ani dan integrasi nilai agama dalam kegiatan belajar sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Program Qur’anic Village untuk meningkatkan literasi Qur’ani, menumbuhkan karakter Islami, dan mengoptimalkan peran madrasah sebagai pusat pembinaan nilai Qur’ani. Program dilaksanakan selama satu bulan melalui tahapan koordinasi, perencanaan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi, dengan melibatkan mitra kegiatan yaitu Belmawa (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan), PKM Ormawa, Madrasah Al-Hasanah, tokoh masyarakat, serta Universitas Muhammadiyah Bandung. Subjek program adalah siswa madrasah berusia 7–10 tahun sebanyak 24 orang, didampingi 6 guru dan tokoh masyarakat setempat. Evaluasi dilakukan melalui observasi, lembar penilaian keterampilan Qur’ani, serta dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam karakter Islami siswa. Sebagian besar siswa menunjukkan konsistensi dalam membaca Al-Qur’an, perilaku sopan santun, serta kepedulian sosial. Respons guru, siswa, dan masyarakat terhadap program sangat positif, sementara elemen Qur’anic Village mulai diintegrasikan dalam kegiatan rutin madrasah. Program ini terbukti memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan dalam pembentukan karakter Islami, serta meningkatkan kapasitas guru dan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan. Kata kunci: Qur’anic Village; karakter Islami; literasi Qur’ani; pembinaan siswa; pendidikan keagamaan. ABSTRACTMadrasah Al-Hasanah faces challenges in fostering Islamic character among students, particularly in Qur’anic literacy and integrating religious values into daily learning activities. This community service program aims to implement the Qur’anic Village to enhance Qur’anic literacy, develop Islamic character, and optimize the role of the madrasah as a center for Qur’anic education. The program was carried out for one month through stages of coordination, planning, implementation, and monitoring-evaluation, involving key partners such as Belmawa (Directorate of Learning and Student Affairs), PKM Ormawa, Madrasah Al-Hasanah, community leaders, and Universitas Muhammadiyah Bandung. The participants included 24 students aged 7–10 years, accompanied by six teachers and local facilitators. Evaluation was conducted using observation, Qur’anic skill assessment sheets, and activity documentation. The results showed significant improvement in students’ Islamic character. Most students consistently read the Qur’an, demonstrated polite behavior, and social responsibility. Teachers, students, and the community responded positively, and elements of the Qur’anic Village have been integrated into routine madrasah activities. The program has proven to provide long-term sustainable impacts on character building while enhancing teacher capacity and community involvement in education. Keywords: Qur’anic Village; Islamic character; Qur’anic literacy; student development; religious education.