cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PELATIHAN PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN ILMIAH PADA MAHASISWA S2 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Rosmayanti, Vivit; Sulolipu, Andi Annisa; Ram, St. Wijdanah; Ridwan, Nurul Haeriyah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31425

Abstract

ABSTRAK Munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI) merupakan perhatian khusus bagi pengajaran dan pendidikan yang fokus pada penulisan ilmiah. Banyak mahasiswa yang gagal memahami konsep teknik aplikasi AI untuk menyusun tulisan mereka. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa mengenai penerapan AI yang tepat dan etis dalam penulisan ilmiah. Tahapan kegiatan dimulai dari koordinasi awal antara tim pelaksana dan mitra institusi untuk menyusun rencana kerja, dilanjutkan dengan pemetaan kebutuhan peserta melalui survei, pengembangan materi pelatihan yang sesuai dengan latar belakang peserta, serta sosialisasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui workshop interaktif selama dua hari yang mencakup sesi kuliah, praktik langsung, diskusi etika AI, dan klinik penulisan. Setelah pelaksanaan, dilakukan evaluasi melalui kuesioner kepuasan dan pengumpulan tugas akhir peserta. Monitoring dilanjutkan dengan pendampingan penulisan serta evaluasi hasil tulisan yang telah disempurnakan menggunakan AI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 70,6% peserta merasa sangat puas dan 29,4% lainnya merasa puas dengan pelatihan. Sebanyak 94,1% peserta berencana akan mengimplementasikan AI dalam penulisan ilmiah mereka. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil tidak hanya dalam meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa, tetapi juga dalam membentuk perspektif etis terkait plagiarisme. Oleh karena itu, pelatihan ini telah efektif, dengan dampak positif yang diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai inisiatif pendidikan di masa mendatang.Kata kunci: Kecerdasan Buatan; Penulisan Ilmiah; Pelatihan Mahasiswa; Etika Akademik; Peningkatan Kualitas.ABSTRACTThe emergence of artificial intelligence (AI) technology has become a major concern in education, especially in academic writing. Many students struggle to understand the concepts and techniques of applying AI in their writing. Therefore, this program aimed to train students on the proper and ethical use of AI in scientific writing. The activity began with coordination between the implementing team and institutional partners to develop a work plan, followed by a needs assessment survey, development of training materials tailored to participants’ academic backgrounds, and dissemination of the program. The implementation stage included a two-day interactive workshop involving lectures, hands-on practice, discussions on AI ethics, and a writing clinic. After the training, evaluation was carried out through participant satisfaction questionnaires and submission of revised academic writing tasks. Monitoring continued with mentoring and assessment of final papers enhanced using AI. The results showed that 70.6% of participants were very satisfied, and 29.4% were satisfied with the training. Additionally, 94.1% of participants expressed their intention to implement AI in their future academic writing. These results indicate that the training was successful not only in improving students’ writing skills but also in shaping their ethical perspectives on plagiarism. Thus, the training proved to be effective, with positive impacts expected to be applied in future educational initiatives.Keywords: Artificial Intelligence; Scientific Writing; Student Training; Academic Ethics; Quality Improvement.
DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK BERBASIS WEBSITE GUNA MEMPERLUAS JANGKAUAN PASAR PADA USAHA MIKRO SAVIRA FROZEN FOOD PONOROGO Astuti, Rahma Yudi; Musthafa, Aziz; Wibisono, Vina Fithriana; Lahuri, Setiawan Bin; Mahfudz, Akhmad Affandi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31352

Abstract

ABSTRAK                                                                            Digitalisasi pemasaran menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi persaingan di era global. Savira Frozen Food, sebagai salah satu UMKM di Ponorogo yang bergerak di bidang makanan beku, mengalami keterbatasan dalam memperluas jangkauan pasar akibat masih mengandalkan metode pemasaran konvensional. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan cakupan pemasaran melalui digitalisasi berbasis website. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pendampingan dan pelatihan pemasaran digital, pembuatan serta optimalisasi website, dan evaluasi terhadap dampak implementasi digitalisasi. Pendekatan ini mencakup analisis kebutuhan, pengembangan platform digital, hingga pemantauan efektivitas pemasaran online. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai pemasaran digital, terbentuknya website resmi sebagai media promosi, serta peningkatan jumlah pesanan baik secara online maupun offline. Meskipun distribusi pelanggan belum merata. Selain itu, mayoritas pelanggan berasal dari kalangan perempuan, yang menunjukkan daya tarik produk frozen food bagi segmen rumah tangga. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa digitalisasi pemasaran berbasis website sangat efektif dalam meningkatkan aksesibilitas dan daya saing Savira Frozen Food. Langkah selanjutnya perlu adanya optimalisasi strategi pemasaran digital, termasuk perluasan promosi dan pemanfaatan media sosial, agar lebih ditingkatkan guna memperluas jangkauan pasar secara lebih merata. Kata kunci: pemasaran digital; website; jangkauan pasar; usaha mikro; makanan beku ABSTRACTMarketing digitalization is both a challenge and an opportunity for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in facing competition in the global era. Savira Frozen Food, as one of the MSMEs in Ponorogo engaged in frozen food, experiences limitations in expanding market reach due to still relying on conventional marketing methods. Therefore, this service program aims to increase competitiveness and marketing coverage through website-based digitalization. The methods used in this program include digital marketing mentoring and training, website creation and optimization, and evaluation of the impact of digitalization implementation. This approach includes needs analysis, digital platform development, and monitoring the effectiveness of online marketing. The results of the program showed an increase in business owners' understanding of digital marketing, the establishment of an official website as a promotional medium, and an increase in the number of orders both online and offline. Although the distribution of customers has not been evenly distributed. In addition, the majority of customers come from women, which shows the attractiveness of frozen food products for the household segment. Overall, it can be concluded that website-based marketing digitization is very effective in increasing the accessibility and competitiveness of Savira Frozen Food. The next step needs to be the optimization of digital marketing strategies, including the expansion of promotions and the use of social media, to be further improved in order to expand market reach more evenly. Keywords: digital marketing; website; market reach; MSMEs, frozen food
SOSIALISASI KEBIJAKAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Sanisah, Siti; Rejeki, Sri; Fauzan, Fauzan; Sirajuddin, Sirajuddin; Rochayati, Nurin; Bilal, Arpan Islami; Azali, Lia; Edi, Edi; Mardiana, Ana; Sar'i, Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32014

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kasus kekerasan di sekolah terindikasi meningkat dari waktu ke waktu, dibutuhkan upaya ekstra untuk mencegah dan menangani kasus dimaksud agar tidak terus berkembang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kebijakan tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Pengabdian dilakukan dalam bentuk sosialisasi dengan mitra strategis pengabdian adalah SMP Negeri 5 Jonggat dengan melibatkan 50 orang sebagai peserta sosialisasi. Kegiatan pengabdian terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, penyusunan materi sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata pemahaman peserta dari 45 (pre-test) menjadi 85 (post test), kepuasan  88, relevansi materi sosialisasi 90, tanggapan dan pengalaman peserta mencapai 85 serta terbentuknya komitmen bersama dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah. Kegiatan diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem perlindungan berkelanjutan di sekolah. Disarankan agar pihak sekolah melakukan kegiatan serupa secara berkala sebagai ruang edukasi untuk meminimalisir kasus kekerasan di sekolah sehingga tercipta ruang yang aman dan nyaman untuk seluruh penghuni sekolah. Kata kunci: Sosialisasi Kebijakan; Pencegahan dan Penanganan Kekerasan; Lingkungan Sekolah; TPPK. ABSTRACTCases of violence in schools are indicated to increase from time to time, and extra efforts are needed to prevent and handle these cases so that they do not continue to grow. This community service aims to socialize policies on preventing and handling violence in the school environment. The service was carried out in the form of socialization with the strategic partner of the service SMP Negeri 5 Jonggat involving 50 people as socialization participants. The service activity consists of four stages, namely planning, preparation of socialization materials, implementation of socialization, and evaluation and follow-up. The results of the activity showed an increase in the average understanding of participants from 45 (pre-test) to 85 (post-test), satisfaction from 88, relevance of socialization material to 90, responses and experiences of participants reached 85, and the formation of a joint commitment in preventing and dealing with violence in schools. The activity is expected to be the first step in creating a sustainable protection system in schools. It is recommended that schools conduct similar activities periodically as an educational space to minimize cases of violence in schools so as to create a safe and comfortable space for all school occupants. Keywords: Policy Socialization; Violence Prevention and Handling; School Environment; TPPK
PENINGKATAN LITERASI DAN PARTISIPASI PENDIDIKAN TINGGI VOKASI MELALUI PENGENALAN POLITEKNIK TRIDAYA VIRTU MOROSI KEPADA SISWA SMA NEGERI 1 SAMPARA Simanjuntak, Raja Agung Hasudungan; Jalil, Abdul; Rachim, La Ode Muhamad Fathur; Larobu, Feliks Eldad; Fatana, Ahmad; Defi, Sry
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31485

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pendidikan tinggi di Kabupaten Konawe, khususnya di SMA Negeri 1 Sampara, menghadapi tantangan rendahnya angka partisipasi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya pemahaman tentang pendidikan vokasi dan minimnya pengetahuan mengenai Politeknik Tridaya Virtu Morosi yang terletak di dekat mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Sampara terhadap pendidikan vokasi, dengan memperkenalkan Politeknik Tridaya Virtu Morosi sebagai pilihan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini melibatkan 130 siswa kelas 12, serta 15 guru dan staf sekolah sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian. Tahapan kegiatan dimulai dengan persiapan yang mencakup koordinasi dan penyusunan materi. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, dilakukan sosialisasi berupa presentasi, diskusi terbuka, dan tanya jawab. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi untuk mengukur perubahan pengetahuan dan minat siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang pendidikan vokasi, serta 35% siswa menyatakan minat untuk melanjutkan pendidikan ke Politeknik Tridaya Virtu Morosi. Diharapkan, sosialisasi ini dapat mendorong lebih banyak siswa memilih pendidikan vokasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Kata kunci: Pendidikan Tinggi; Pendidikan Vokasi; SMA Negeri 1 Sampara; Politeknik Tridaya Virtu Morosi; Kabupaten Konawe. ABSTRACTHigher education in Konawe Regency, particularly at SMA Negeri 1 Sampara, faces the challenge of low student participation in continuing education to higher institutions. One of the main reasons is the lack of understanding about vocational education and limited knowledge about Politeknik Tridaya Virtu Morosi, located nearby. This community service activity aims to increase the knowledge and interest of 12th-grade students at SMA Negeri 1 Sampara in vocational education, by introducing Politeknik Tridaya Virtu Morosi as a quality higher education option relevant to industry needs. The activity involved 130 12th-grade students, as well as 15 teachers and staff as partners. The activity consisted of several stages, starting with preparation, including coordination and material development. The next stage was the implementation, which included socialization, presentations, open discussions, and Q&A sessions. The final stage was monitoring and evaluation to assess the impact of the activity. Evaluation results showed a significant increase in students' understanding of vocational education, with 35% expressing interest in continuing education at Politeknik Tridaya Virtu Morosi. It is expected that this socialization will encourage more students to choose vocational education, which will, in turn, improve human resource quality in the region. Keywords: Higher Education; Vocational Education; SMA Negeri 1 Sampara; Politeknik Tridaya Virtu Morosi; Konawe Regency.
PEMANFAATAN MICROLEARNING MELALUI VIDEO PENDEK DI INSTAGRAM DAN TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS SISWA DI SMKS BINA SATRIA MEDAN Anggraini, Risa; Swondo, Ashari P; Lestari, Siti
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31606

Abstract

ABSTRAKMetode pembelajaran idealnya disesuaikan dengan kebutuhan siswa masa kini sebagai generasi Z yang cenderung menyukai informasi ringkas, cepat, dan juga mudah diakses. Salah satu pendekatan yang relevan untuk memenuhi hal ini adalah microlearning, yakni penyajian materi pembelajaran dilakukan dalam bentuk yang singkat, spesifik, terfokus, dan berdurasi pendek. Di era digital ini, microlearning memberikan solusi yang inovatif untuk menjawab tantangan pembelajaran modern, khususnya melalui media sosial seperti instagram dan tiktok yang sudah akrab dengan kehidupan siswa sehari-hari. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris melalui pemanfaatan video pendek berbasis microlearning di platform media sosial instagram dan tiktok. Kegiatan ini melibatkan 34 siswa kelas XII.3 jurusan manajemen perkantoran di SMKS Bina Satria Medan sebagai mitra sasaran. Metode palaksanaan kegiatan ini yaitu pemberian materi, diskusi, dan praktik langsung menggunakan video pendek (microlearning) di media sosial instagram dan tiktok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan partisipasi dan menarik minat siswa dalam belajar bahasa Inggris karena siswa merasa microlearning menawarkan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual, relevan, praktis, dan mudah. Kata Kunci : Pengajaran Bahasa Inggris, Sosial Media Instagram dan Tiktok, Microlearning ABSTRACTThe chosen learning methods should ideally align with the needs of today’s students, particularly Generation Z, who tend to prefer information that is concise, fast-paced, and easily accessible. One relevant approach to address these preferences is microlearning, which involves delivering learning content in short, specific, focused formats with brief durations. In the digital era, microlearning offers an innovative solution to the challenges of modern education, especially through the use of social media platforms such as Instagram and TikTok, which are already deeply integrated into students’ daily lives. This community service activity aimed to enhance students’ interest and understanding in learning English by utilizing short videos based on the microlearning approach through Instagram and TikTok. This activitiy involved 34 students from class XII.3 of the Office Management Program at SMKS Bina Satria Medan as the target participants. The methods employed included material delivery, interactive discussions, and hands-on practice using short-form video content (microlearning) on Instagram and TikTok. The results of the activity indicate that this approach successfully increased student engagement and motivation in learning English. Students perceived microlearning as a more contextual, relevant, practical, and accessible way to learn the language.  Keywords: English Language Teaching, Instagram and TikTok Social Media, Microlearning
SOSIALISASI PENTINGNYA PARTISIPASI WARGA DESA MANDE DALAM PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN Nurviyani, Vina; Nasihin, Deden; Ningsih, Dini Nurfajrin; Helmie, Jauhar; Zuber, Zuber
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31927

Abstract

ABSTRAKPembangunan desa berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran yang optimal untuk berpartisipasi membangun desanya karena sumber daya manusia yang belum memadai. Hal tersebut senada dengan hasil analisis kebutuhan yang ditemukan di desa Mande. Dalam hal ini, desa Mande membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pelaksanaan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya partisipasi warga desa Mande dalam pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan warga desa Mande, serta meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya partisipasi mereka dalam membangun desa Mande, sehingga pembangunan desa berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan lebih optimal. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni a) persiapan sosialisasi, b) pelaksanaan sosialisasi, c) evaluasi sosialisasi. Sosialisasi tersebut diselenggarakan di balai desa Mande dengan dihadiri oleh 48 orang warga desa Mande beserta aparat desa. Merujuk pada data observasi dan wawancara, hasil temuan menunjukan sejumlah peningkatan namun masih membutuhkan pengembang lanjutan, diantaranya a) warga desa Mande mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, b) warga lebih menyadari betapa pentingnya partisipasi mereka dalam membangun desa dalam berbagai dimensi pembangunan desa, c) warga bersedia melakukan hidup lebih sehat dengan tidak meminum minum miras dan mengurangi konsumsi rokok, d) warga bersedia melanjutkan sekolahnya atau memperluas pengetahuannya melalui PKBM dan mengikut ujian persamaan paket B atau C serta menghadiri penyuluhan-penyuluhan, e) warga bersedia memelihara dan mengembangkan lahan pertanian dengan lebih optimal sebagai salah satu potensi desa Mande, serta f) warga bersedia berpartisipasi dan mendukuung semua program desa Mande.Kata kunci: partisipasi warga desa Mande; pembangunan desa berkelanjutan. ABSTRACTSustainable village development is crucial to improve community welfare and quality of life, reduce poverty, and support sustainable development goals. However, many people do not have optimal awareness to participate in developing their villages because of inadequate human resources. It is in line with the results of the needs analysis found in Mande village. In this case, Mande village needs to improve the quality of human resources. One effort to overcome this problem is to implement a dissemination concerning the importance of Mande villagers' participation in sustainable village development. The dissemination aims to broaden the knowledge and insight of Mande village residents, as well as increase community awareness of the importance of their participation in developing Mande villager, so sustainable village development can be implemented more optimally. The dissemination is carried out through three stages, namely a) preparation for dissemination, b) implementation of dissemination, c) evaluation of dissemination. The dissemination was held in the Mande village hall and attended by 48 Mande villagers and village officials. Referring to observation and interview data, the findings showed a number of improvements but still needed further development, including a) Mande villagers gained new knowledge, b) they were more aware of the importance of their participation in developing the village in various dimensions, c) they were willing to live healthier by not drinking alcohol and reducing cigarette consumption, d) they were willing to continue their education or expand their knowledge through PKBM and take the B or C package equivalency exam and attend counselings, e) they were willing to maintain and develop agricultural land more optimally as one of the potentials of Mande village, and f) they were willing to participate and support all Mande village programs.Keywords: Mande villagers’ participation; sustainable village development.
ANTISIPASI BULLYING DILINGKUNGAN SEKOLAH DASAR AISYIYAH I MATARAM MELALUI PENYULUHAN HUKUM UU NO. 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Hasanah, Siti; Amelia, Fitriani; Asidah, Erwin; Asri, Asri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32330

Abstract

ABSTRAK                                                                            Bullying atau perundungan merupakan bentuk kekerasan yang sering terjadi dalam lingkungan pendidikan. Tindakan ini tidak hanya berdampak pada korban secara fisik, tetapi juga secara psikologis dan sosial, yang dapat menghambat proses belajar dan perkembangan anak. Di usia sekolah dasar, anak-anak berada dalam tahap perkembangan karakter yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman. Untukmewujudkan kondisi tersebut perlu upaya penguatan pemahaman hukum terkait perlindungan anak terhadap pihak-pihak terkait baik guru sebagai penanggung jawab pendidikan anak disekolah maupun orang tua siswa saat anak-anak berada dalam lingkungan keluarga. Pola penguatan tersebut dilakukan melalui program penyuluhan hukum yang bertujuan untuk mengantisipasi tindakan bullying di lingkungan solah Aisyiyah. Kegiatan terselenggara atas kerjasama LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram dengan Kepala Sekolah dan TIM Guru SD Aisyiyah I Mataram. Kegiatan telah terlaksana pada tanggal Tanggal 16 Mei Tahun 2025, yang dihadiri oleh  unsur Guru, wali murid, dan tokoh pendidikan. Penyampaian materi dilakukan dengan metode  ceramah interaktif, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap bentuk-bentuk bullying serta konsekuensi hukum serta solusi antisipatif dalam mencega terjadnya bullying.  Kegiatan ini juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih peduli terhadap perlindungan hak anak. Sosialisasi hukum secara berkelanjutan diharapkan mampu menanamkan kesadaran hukum sejak dini dan meminimalisasi kasus bullying di sekolah dasar. Kata kunci: antisipasi; bullying; penyuluhan hukum ABSTRACT Bullying is a form of violence that often occurs in educational settings. This behavior not only affects victims physically, but also psychologically and socially, which can hinder children's learning and development. At the elementary school age, children are in a stage of character development that is vulnerable to environmental influences, so it is important to create a safe and comfortable learning environment. To achieve this, efforts are needed to strengthen legal understanding regarding child protection among relevant parties, including teachers as educators responsible for children's education at school and parents when children are in the family environment. This strengthening is carried out through legal awareness programs aimed at preventing bullying in the Aisyiyah school environment. The activity was carried out in collaboration with the Research and Community Service Center (LPPM) of Muhammadiyah University of Mataram, the School Principal, and the Teacher Team of Aisyiyah I Elementary School in Mataram. The activity took place on May 16, 2025, and was attended by teachers, parents, and education figures. The presentation of materials was conducted using an interactive lecture method and question-and-answer sessions. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the forms of bullying, legal consequences, and preventive solutions to prevent bullying from occurring. This activity also encouraged the creation of a school culture that is more concerned with the protection of children's rights. Continuous legal socialization is expected to instill legal awareness from an early age and minimize bullying cases in elementary schools.  Keywords: anticipation; bullying; legal counseling
OPTIMALISASI KINERJA PEROLEHAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH DENGAN MENGGUNAKAN SIMLAZ Winarno, Winarno; Harjito, Bambang; Wiranto, Wiranto; Prasetyo, Heri; Sihwi, Sari Widya
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31767

Abstract

ABSTRAK                                                                            Trend berzakat, berinfak di era digital mengalami perubahan yang cukup siginifkan. Baznas telah melaporkan tren berzakat saat ini didominasi oleh anak muda dengan usia antara 25-44 tahun. Pencapaian di tahun 2021 nilai yang dihasilkan sangat besar yaitu mencapai 11,5 trilyun rupiah yang sebagian besar merupakan partisipasi dari anak muda milenial. Besarnya angka Zakat, Infak dan Shodaqoh ini salah satunya dikarenakan mudahnya mengeluarkan zakat dengan menggunakan aplikasi. Laz Nur Hidayah merupakan salah satu lembaga Laz di Kota Surakarta yang berdiri pada 2021. Lembaga baru ini saat ini masih sedang mengembangkan instansinya untuk dapat berkembang mengejar lembaga-lembaga Laz lain. Lembaga Laz Nur Hidayah memiliki potensi yang sangat besar dimana lembaga Nur Hidayah sudah memiliki nama besar di dunia pendidikan di Kota Surakarta. Saat ini Laz Nur Hidayah yang merupakan lembaga baru masih banyak kekurangan dalam manajemen ZIS, baik dari sisi perencanaan program, optimalisasi donatur, manajemen donatur dan pelaporan kepada donatur. Tujuan dari program pengabdian ini adalah mengoptimalisasikan kinerja LazNH dengan pembangunan aplikasi SIMLaz. Permasalahan yang dialami oleh Laz Nur Hidayah tersebut dapat diatasi dengan melakukan digitalisasi pengelolaan Laz Nur Hidayah dengan membangun aplikasi donasi berbasis online yang dapat ditransfer secara langsung secara realtime baik menggunakan akun bank atau dompet digital layaknya OVO, Gopay, Linkaja atau dompet elektronik lain. Hasil evaluasi dari program ini adalah bahwa aplikasi yang telah dibangun sudah diuji dengan metode blackbox dengan tingkat akurasi 100%. Artinya aplikasi ini sudah sesuai dengan kebutuhan fungsi yang diinginkan pengguna. Aplikasi selanjutnya dilakukan evaluasi kualitatif, untuk melihat optimalisasi kinerja lembaga. Hasil evaluasi yang dilakukan dengan wawancara, menghasilkan kesimpulan bahwa aplikasi mempermudah dalam proses mengatur program-program, merekap pendapatan dan mampu memberdayakan sumber daya relawan yang bisa menjadi pekerjaan sampingan. Kata kunci: Simlaz; crowdfunding;zakat; laz; pemberdayaan; sdm; aplikasi zakat. ABSTRACTThe trend of giving charity in the digital era has changed significantly. Baznas has reported that the current trend of providing zakat is dominated by young people aged between 25 and 44. The achievement in 2021 is that the value generated is tremendous, reaching 11.5 trillion rupiah, most of which is duet o the participation of millennial young people. The large number of Zakat, Infaq, and Shodaqoh is partly due to the ease of issuing Zakat using the application. Laz Nur Hidayah is one of the Laz institutions in Surakarta City, which was established in 2021. This new institution is currently still developing to be able to create after other Laz institutions. Laz Nur Hidayah has enormous potential, as Nur Hidayah already has a big name in the world of education in Surakarta. Currently, Laz Nur Hidayah, a new institution, still has many shortcomings in ZIS management in terms of program planning, donor optimization, donor management, and reporting to donors. This service program aims to optimize LazNH's performance with the development of the SIMLaz application. The problems experienced by Laz Nur Hidayah can be overcome by digitizing the management of Laz Nur Hidayah by providing an online-based donation application that can be transferred directly in real time either using a bank account or digital wallet such as OVO, Gopay, Linkaja or other ewallets. The assessment outcomes about this program indicate that the application developed has undergone evaluation utilizing the black box methodology, achieving an accuracy rate of 100%. This means that this application is in accordance with the function requirements that users want. Subsequent applications were subjected to qualitative assessment to ascertain the enhancement of institutional efficacy. The assessment of the interview determined that the application enhances the organization of programs, the documentation of financial inflows, and the augmentation of volunteer resources that may serve as supplementary employment. Keywords: Simlaz; Crowdfunding; Zakat; LAZ; empowerment; HR; zakat application.
UNDERSTANDING MOTHER’S LOVE THROUGH CHILDREN LITERATURE DI SMP MUHAMMADIYAH 1 KOTA TERNATE Magfirah, Sulmi; Talaohu, Ahmad Rifani; Irsyadi, Hudan; Halil, Citra Buana
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31558

Abstract

ABSTRAK                                                                            Permasalahan rendahnya minat baca siswa dan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kasih sayang, khususnya kasih sayang seorang ibu, menjadi perhatian utama dalam program pengabdian ini. Observasi awal di SMP Muhammadiyah 1 Kota Ternate menunjukkan bahwa siswa cenderung kurang tertarik pada literatur anak dan memiliki pemahaman yang dangkal mengenai kasih sayang ibu. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan empati dan kesadaran emosional siswa melalui pendekatan literasi sastra anak. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-partisipatif melalui serangkaian kegiatan literasi, seperti penyediaan buku cerita anak, pelatihan mendongeng, lomba puisi, diskusi interaktif dengan media visual dan digital, serta pelibatan orang tua dalam komunitas literasi keluarga. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 1 dan 2, guru, serta orang tua siswa, dengan total partisipan aktif sebanyak 20 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat baca siswa dan pemahaman mereka terhadap nilai kasih sayang ibu. Selain itu, program ini berhasil membangun sinergi positif antara siswa, guru, dan orang tua dalam menciptakan budaya literasi dan pendidikan karakter berbasis sastra. Program ini berpotensi menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: kasih sayang ibu; sastra anak; literasi; pendidikan karakter; SMP. ABSTRACTThe issue of low reading interest among students and their limited understanding of core values, particularly a mother’s love, is the main focus of this community service program. Initial observations at SMP Muhammadiyah 1 Kota Ternate revealed that students showed little interest in children’s literature and had a shallow grasp of maternal affection. This program aims to foster empathy and emotional awareness among students through a literary-based approach using children’s literature. The implementation method employed a qualitative-participatory approach involving a series of literacy activities, such as the provision of children’s storybooks, storytelling training, poetry competitions, interactive discussions using visual and digital media, and the active involvement of parents through a family literacy community. The target participants included 1st and 2nd-grade students, teachers, and parents, with a total of 20 active students. The results showed a significant improvement in students’ reading interest and their understanding of a mother’s love. Additionally, the program successfully fostered positive collaboration among students, teachers, and parents in building a culture of literacy and character education through literature. This initiative holds potential as a model of best practice that can be replicated in other schools with similar contexts.  Keywords: mother’s love; children’s literature; literacy; character education; junior high school.
PELATIHAN PENGELOLAAN KONTEN DIGITAL MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG RENCANA PEMBANGUNAN PERKOTAAN DI KOTA MATARAM Hirsan, Fariz Primadi; Kurniawan, Agus; Yunianti, Sri Rahmi; Ridha, Rasyid; Rapudin, Armei
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31068

Abstract

ABSTRAK                                                                            Perkembangan teknologi informasi terutama media sosial membawa suatu perubahan di dalam masyarakat. Media sosial sebagai media platform digital yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi secara online. Pengguna dapat membuat, berbagi, dan bertukar informasi dengan pengguna lain. Media Sosial saat ini dipergunakan juga sebagai wadah interaksi antara masyarakat dan pemerintah dalam hal melakukan interaksi terkait evaluasi rencana pembangunan yang sedang berlangsung, atau sebagai media mengutarakan ide-ide terkait pembangunan perkotaan khususnya di Kota Mataram. Masalah yang dihadapi dewasa ini terkait konten media sosial adalah, kurangnya substansi dari konten sosial media yang sering digunakan, sehingga perlu dilakukan pelatihan terkait konten-konten yang sesuai dengan substansi dari penggunaan media sosial tersebut, dengan maksud agar masyarakat, terutama content creator secara khusus dan masyarakat secara umum dapat berkontribusi dalam upaya sharing informasi dengan pemerintah sebagai kontribusi dalam perencanaan kota. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode pendekatan ceramah-partisipatif, praktik, dan demo hasil berbasis teknologi digital.Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini menunjukkan hasil yang signifikan dari perubahan substansi konten media sosial yang telah disusun. Dari keseluruhan peserta, 90% peserta mampu menghasilkan konten yang berkualitas ditunjukkan dari kualitas visual maupun substansi konten, mudah dipahami tujuan dari konten yang disusun tersebut. Pelatihan ini juga memberikan solusi bagi masyarakat dalam memberikan masukan secara santun, terpercaya dan interaktif, sebagai bentuk partisipasinya dalam kegiatan rencana perkotaan. Kata kunci: Konten Digital; Media Sosial; Rencana Kota; Pembangunan ABSTRACTThe advancement of information technology, particularly social media, has brought significant changes within society. Social media, as a digital platform, enables users to interact online, allowing them to create, share, and exchange information with others. Currently, social media is also utilized as a medium for interaction between the community and the government, facilitating engagement concerning the evaluation of ongoing development plans or as a platform for expressing ideas related to urban development, especially in Mataram City. A prevalent issue nowadays regarding social media content is the lack of substantiality. Therefore, training on appropriate content, aligned with the substance of social media usage, is essential. The aim is to empower the community, specifically content creators and the general public, to contribute to information sharing with the government as a valuable input for urban planning. This community service initiative employed a participatory lecture approach, practical sessions, and digital technology-based demonstrations. The results achieved from this activity showed a significant improvement in the substance of the social media content produced. Out of all participants, 90% were able to generate high-quality content, evidenced by both visual quality and content substance, and the clarity of the content's objective. This training also offered a solution for the community to provide feedback respectfully, reliably, and interactively, as a form of their participation in urban planning activities. Keywords: Digital Content; Social Media; Urban Planning; Development

Page 9 of 26 | Total Record : 260