cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PENDAMPINGAN PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Wati, Herlina; Alifah, Rifa Nur; Karimah, Zulfah Jannatul; Hardiansah, Hardiansah; Laili, Nizar Adi; Asiyah, Binti Nur
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31895

Abstract

ABSTRAK                                                                            Tantangan dalam pengelolaan keuangan yang efektif serta rendahnya literasi keuangan dan pemahaman akuntansi menyebabkan pelaku UMKM kesulitan dalam menyusun laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Plosokandang, Tulungagung, melalui pendampingan pencatatan keuangan sederhana. Metode yang digunakan adalah intervensi sosial dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Kegiatan ini mencakup pelatihan, praktik langsung pencatatan keuangan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan sederhana serta menyadari pentingnya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha. Pendekatan edukatif dan praktik langsung terbukti efektif dalam membangun kapasitas akuntansi praktis UMKM untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih rasional dan terstruktur. Kata kunci: UMKM; Pencatatan Keuangan; Literasi Keuangan; Pengambilan Keputusan.  ABSTRACTChallenges in effective financial management as well as low financial literacy and understanding of accounting cause MSME actors to have difficulty in preparing financial reports as a basis for decision making. This service program aims to increase the capacity of MSME actors in Plosokandang Village, Tulungagung, through assistance in simple financial recording. The method used is social intervention with a participatory and educational approach. This activity includes training, hands-on financial recording practices, and ongoing evaluation. The results of the activities showed an increase in the understanding and skills of MSME actors in preparing simple financial reports and realizing the importance of separating personal and business finances. The educative and hands-on approach proved effective in building the practical accounting capacity of MSMEs to support more rational and structured business decision-making. Keywords: MSMEs; Financial Record Keeping; Financial Literacy; Decision Making.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS IT BAGI MAHASISWA PBSI FKIP-UMMAT lamusiah, siti; Humaira, Humaira; Isnaini, Isnaini
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32219

Abstract

ABSTRAK Observasi dan analisis menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa calon guru yang memiliki keterbatasan dalam penguasaan teknologi pendidikan serta kurangnya kepercayaan diri dalam mendesain media pembelajaran digital. Hal ini menjadi kendala dalam memenuhi tuntutan kompetensi abad ke-21 dan implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang menekankan pada kemandirian dan inovasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi pendidikan melalui pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis IT. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah coaching, dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung menggunakan platform seperti Canva, Wordwall, Padlet, dan Google Slides. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan teknologi pendidikan, kreativitas, serta kepercayaan diri mahasiswa dalam mendesain media pembelajaran digital. Setiap peserta berhasil menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif yang telah divalidasi dari sisi konten, desain visual, dan kesesuaian pedagogis. Selain itu, terbentuk pula komunitas praktisi mahasiswa yang secara mandiri melanjutkan kolaborasi dan berbagi praktik baik melalui media sosial, sejalan dengan tuntutan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong pengembangan kompetensi digital calon guru. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis coaching dengan integrasi teknologi edukatif mampu memberdayakan mahasiswa secara optimal dan mendorong terciptanya inovasi pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Kata kunci: pelatihan; media pembelajaran interaktif; literasi digital; mahasiswa; teknologi Pendidikan; ABSTRACT The analysis indicates that many pre-service teacher students still face limitations in mastering educational technology and lack confidence in designing digital learning media. These challenges hinder their ability to meet the demands of 21st-century competencies and the implementation of the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) program, which emphasizes autonomy and digital innovation. This community service activity aims to enhance students’ competencies in educational technology through training on the development of interactive, IT-based learning media. The target participants were students from the Indonesian Language Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Muhammadiyah Mataram. The training employed a coaching method with a participatory approach and hands-on practice using platforms such as Canva, Wordwall, Padlet, and Google Slides. The outcomes of the activity showed a significant improvement in students’ mastery of educational technology, creativity, and self-confidence in designing digital learning media. Each participant successfully produced an interactive learning media product that was validated in terms of content, visual design, and pedagogical relevance. Furthermore, a student practitioner community was established, which continues to engage in collaborative efforts and share best practices independently through social media. This aligns with the goals of the MBKM program, which encourages the development of digital competencies among future educators. This initiative demonstrates that coaching-based training integrated with educational technology can effectively empower students and foster the creation of innovative learning models that are contextual and aligned with 21st-century educational needs. Keywords: training; interactive instructional media; digital literacy; students; educational technology
PENYULUHAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DESA LEMBAR SELATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Ibrahim, Ibrahim; Nurhayati, Nurhayati; Adiansyah, Joni Safaat; Nurjan, Fatman; Rahman, Fatuh; Palahuddin, Palahuddin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31333

Abstract

ABSTRAK                                                                            Program pemberdayaan yang dilaksanakan melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan sejauh ini belum berhasil mendorong kemandirian masyarakat pesisir dalam melanjutkan inisiatif pengelolaan yang telah dirintis bersama pihak pemerintah maupun swasta. Umumnya, keterlibatan masyarakat hanya tampak pada tahap awal, yakni perencanaan dan pelaksanaan, sementara aspek evaluasi, monitoring, dan keberlanjutan program belum mampu dikelola secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan Ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, kunjungan lapangan ke kawasan ekowisata, dan evaluasi. Peserta yang terlibat berjumlah 20 orang meliputi kelompok pengelola dan konservasi, mahasiswa, serta perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat sebagai mitra kegiatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan, diperoleh temuan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif, tercermin dari tingginya partisipasi masyarakat dalam diskusi. Penyuluhan telah memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Masyarakat mulai menyadari bahwa mangrove memiliki nilai ekonomi sekaligus peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya melalui pemanfaatan jasa lingkungan seperti ekowisata. Pemahaman ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir demi keberlanjutan kehidupan yang bergantung pada keseimbangan ekosistem. Kata kunci: Ekowisata; Penyuluhan; Pemberdayaan Masyarakat; Pengelolaan Mangrove. ABSTRACTEmpowerment programs implemented through mentoring and coaching activities have so far not succeeded in encouraging the independence of coastal communities in continuing management initiatives that have been initiated with the government and the private sector. Generally, community involvement is only seen in the early stages, namely planning and implementation, while aspects of evaluation, monitoring, and program sustainability have not been able to be managed independently. Therefore, this community service activity aims to increase community capacity and knowledge related to Mangrove Ecotourism management in Lembar Selatan Village, West Lombok Regency. This activity was carried out through a Focus Group Discussion (FGD) with several stages, namely preparation, implementation, field visits to ecotourism areas, and evaluation. The participants involved totaled 20 people including management and conservation groups, students, and representatives from non-governmental organizations as activity partners.. Based on the results of the implementation of counseling activities, it was found that this activity had a positive impact, reflected in the high participation of the community in the discussion. The counseling has broadened the community's understanding of the importance of sustainable mangrove ecosystem management. The community began to realize that mangroves have economic value as well as a strategic role in preserving the environment, especially through the use of environmental services such as ecotourism. This understanding is in line with government policies in efforts to preserve the coastal environment for the sake of sustainability. Keywords: Counseling; Community Empowerment; Ecotourism; Mangrove Management.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN: IMPLEMENTASI PROGRAM DBHCHT DI KOTA PEKALONGAN Citradika, Didha Putri; Satrio, Danang
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.30370

Abstract

ABSTRAK                                                                            Dunia kewirausahaan saat ini berkembang dengan pesat, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan serta memiliki mindset atau pola pikir yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam dunia bisnis. Namun, banyak calon wirausaha atau wirausaha pemula yang masih terhambat oleh pola pikir yang kurang mendukung, seperti takut akan kegagalan, kurang percaya diri, atau pola pikir yang terbatas. Maka dari itu, pelatihan tentang mengubah pola pikir wirausaha hadir sebagai solusi untuk mengatasi hambatan tersebut dan membantu para wirausaha mengembangkan pola pikir yang positif, proaktif, dan berorientasi pada pertumbuhan. Pelatihan kewirausahaan yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2024 di Kelurahan Pedukuhan Kraton, Kota Pekalongan, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan wirausaha. Program ini dirancang dengan pendekatan yang terstruktur, mencakup empat tahapan utama, yaitu sosialisasi, ceramah dan tanya jawab, demonstrasi, serta pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat yang berwirausaha di kelurahan Pedukuhan Kraton, Kota Pekalongan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman bisnis yang lebih baik. Pendekatan yang diterapkan dalam program ini terbukti efektif dalam membangun mentalitas wirausaha dan kesiapan peserta dalam menjalankan bisnis secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan di Kota Pekalongan.Kata kunci: Pelatihan kewirausahaan, DBHCHT, wirausaha, pemberdayaan ekonomi, Kota Pekalongan.ABSTRACTEntrepreneurship is currently growing rapidly, and the ability to adapt to change and have the right mindset or way of thinking are the keys to success in the business world. However, many prospective entrepreneurs or novice entrepreneurs are still hampered by a mindset that is less supportive, such as fear of failure, lack of self-confidence, or a limited mindset. Therefore, training on changing the entrepreneurial mindset is present as a solution to overcome these obstacles and help entrepreneurs develop a positive, proactive, and growth-oriented mindset. The entrepreneurship training funded by the Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) for the 2024 fiscal year in Pedukuhan Kraton Village, Pekalongan City, aims to increase the capacity and economic independence of the community through the development of entrepreneurial skills. This program is designed with a structured approach, covering four main stages, namely socialization, lectures and questions and answers, demonstrations, and mentoring. This activity was attended by entrepreneurs in Pedukuhan Kraton Village, Pekalongan City. The results of this training show that participants experience improved technical skills and a better understanding of business. The approach applied in this program has proven to be effective in building an entrepreneurial mentality and the readiness of participants to run a business independently and sustainably. With the support of various parties, it is hoped that this program can become a model for sustainable community economic empowerment in Pekalongan City.Keywords: Entrepreneurship training, DBHCHT, entrepreneurship, economic empowerment, Pekalongan City.
EDUKASI DAN PELATIHAN MEMBACA TEKS BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN KOMIK DIGITAL Kurniati, Nia; Kuspiyah, Hastuti Retno; Reni, Reni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31894

Abstract

ABSTRAK                                                                            Rendahnya tingkat literasi siswa Indonesia menjadi permasalahan utama pada bidang Pendidikan di Indonesia. Hal ini juga terjadi pada SMK Takwa Belitang yang menjadi salah satu mitra pengabdian Universitas Nurul Huda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa edukasi dan pelatihan membaca teks Bahasa Inggris menggunakan komik digital yang diimplementasikan kepada siswa SMK Takwa Belitang. Permasalahan utama yang dialami oleh mitra adalah 1) kurangnya motivasi siswa dalam membaca teks Bahasa Inggris siswa, 2) rendahnya tingkat kemampuan membaca teks Bahasa Inggris siswa, 3) minimnya media pembelajaran berbasis teknologi yang mampu menunjang keterampilan membaca teks Bahasa Inggris siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi membaca siswa dengan cara memberikan edukasi dan pelatihan membaca menggunakan komik digital. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah 1) edukasi dengan penyampaian materi dan peraktik membaca menggunakan komik digital, 2) diskusi dan ceramah, dan 3) pelatihan berupa pendampingan membaca teks Bahasa Inggris menggunakan komik digital. Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan kemitraan  dengan melibatkan SMK Takwa Belitang yang beralamat di Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebagai mitra dengan jumlah 29 siswa kelas XI2 Multimedia. Selanjutnya kegiatan pengabdian ini memberikan hasil yang positif dengan adanya motivasi siswa yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dan terjadinya peningkatan literasi membaca siswa menggunakan media pembelajaran berupa komik digital. Pengabdian ini juga menjadi kegiatan yang memberikan motivasi dan pengetahuan lebih kepada siswa dalam membaca teks Bahasa Inggris menggunakan komik digital, dan tentunya meningkatkan literasi kemampuan membaca siswa. Kata kunci: Membaca; Bahasa Inggris; Komik Digital.  ABSTRACTThe low level of literacy of Indonesian students is a major problem in the field of education in Indonesia. This also happened to SMK Takwa Belitang which is one of the community service partners of Nurul Huda University. This Community Service Activity is in the form of education and training in reading English texts using digital comics which are implemented for students of SMK Takwa Belitang. The main problems experienced by the partners are 1) lack of student motivation in reading English texts, 2) low level of students' ability to read English texts, 3) lack of technology-based learning media that can support students' English text reading skills. The purpose of this community service activity is to improve students' reading literacy by providing education and training in reading using digital comics. The methods applied in this community service are 1) education by delivering materials and reading practices using digital comics, 2) discussions and lectures, and 3) training in the form of mentoring in reading English texts using digital comics. This community service activity is a partnership activity involving SMK Takwa Belitang which is located in Belitang District, East Ogan Komering Ulu Regency as a partner with a total of 29 students of class XI2 Multimedia. Furthermore, this community service activity provides positive results with the motivation of students who are very enthusiastic in participating in the activity and an increase in student reading literacy using learning media in the form of digital comics. This community service is also an activity that provides more motivation and knowledge to students in reading English texts using digital comics, and of course increases students' reading literacy. Keywords: Reading, English, Digital Comic.
PENJUALAN CERDAS MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI EFEKTIF DI KOMUNITAS ORGANIK BRENJONK, MOJOKERTO Komalasari, Puput Tri; Putri, Elsa Yustika; Hartini, Sri; Wisudanto, Wisudanto; Sasikirono, Nugroho; Fitdiarini, Noorlaily; Qalbi, Zahrin Hazrina
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32381

Abstract

ABSTRAK                                                                            Komunitas Petani Organik Brenjonk di Desa Penanggungan, Mojokerto, telah mengembangkan empat unit usaha berbasis ekowisata, namun tiga di antaranya—yakni homestay, kuliner sawah, dan wisata edukasi—menghadapi tantangan dalam pelayanan pelanggan dan penjualan. Analisis situasi menunjukkan pola pemasaran yang masih reaktif dan ketiadaan standar komunikasi menyebabkan stagnasi pertumbuhan dan penurunan jumlah pengunjung. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan komunikasi efektif bagi pelaku usaha lokal sebagai upaya mendukung smart selling dan mempertahankan pelanggan. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan: (1) perencanaan dengan FGD dan analisis SWOT, (2) pelatihan interaktif menggunakan metode simulasi dan role play, dan (3) evaluasi berbasis pre-post test serta diskusi tindak lanjut. Mitra kegiatan adalah Komunitas Petani Organik Brenjonk dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang yang berasal dari tiga unit usaha non-pertanian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap komunikasi efektif dan etika komunikasi, ditunjukkan oleh perbedaan hasil pre-test dan post-test yang signifikan secara statistik. Program ini berhasil memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam berkomunikasi profesional, memahami pelanggan, serta menyampaikan informasi secara jelas. Sebagai langkah keberlanjutan, disarankan penyusunan SOP komunikasi untuk mendukung praktik pelayanan yang konsisten dan berkualitas. Kata kunci: kampung Brenjonk; keterampilan komunikasi;pelatihan frontliner; pemberdayaan masyarakat; SDGs; smart selling ABSTRACTKampung Organik Brenjonk in Penanggungan Village, Mojokerto, has developed four eco-tourism-based business units. However, three of them—namely homestay, rice field culinary, and educational tourism—still face challenges in customer service and sales performance. Situation analysis revealed that reactive marketing approaches and the absence of communication standards have led to stagnant growth and a decline in visitor numbers. This community service program aimed to enhance effective communication skills among local entrepreneurs to support smart selling practices and improve customer retention. The program was implemented in three stages: (1) planning through focus group discussions (FGD) and SWOT analysis, (2) interactive training using simulation and role-playing methods, and (3) evaluation using pre- and post-tests as well as follow-up discussions. The target partner was the Brenjonk Organic Farmer Community with a total of 32 participants from the three non-agricultural business units. Evaluation results indicated a statistically significant improvement in participants’ understanding of effective communication and communication ethics, as shown by higher post-test scores. The program successfully equipped participants with practical skills for professional communication, customer understanding, and clear information delivery. As a sustainability measure, the development of communication standard operating procedures (SOP) is recommended to ensure consistent and high-quality service practices.   Keywords: communication skills; community empowerment; front-liner training; kampung Brenjonk; SDGs; smart selling
SOSIALISASI DAN PELATIHAN SOFTWARE MENDELEY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGELOLA REFERENSI DAN SITASI Ridzal, Nining Asniar; Sujana, I Wayan; Hasan, Waode Adriani; Malik, Ernawati; Mahmuda, Dewi; Hasni, Hasni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31413

Abstract

ABSTRAK                                                                            Banyak mahasiswa dan peneliti menghadapi tantangan dalam mengelola referensi dan sitasi secara manual, yang memakan waktu dan berisiko kesalahan, seperti plagiarisme dan ketidakakuratan daftar pustaka. Teknologi digital dan perangkat lunak seperti Mendeley dianggap sebagai solusi untuk mempermudah pengelolaan referensi secara efisien dan akurat. Selain itu, banyak mahasiswa belum sepenuhnya memahami penggunaan aplikasi ini, sehingga membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan penguasaan mereka. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah : Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola referensi dan sitasi yang akurat dan efektif, Mengenalkan software Mendeley sebagai alat bantu dalam mengelola referensi dan sitasi, Meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa melalui penggunaan software Mendeley, Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang sistematis dan akurat, mengurangi kesalahan sitasi dan plagiarisme dalam karya ilmiah mahasiswa. Metode pelaksanaan melalui sosialisasi awal: Menjelaskan pentingnya manajemen referensi dan pengenalan manfaat Mendeley, diskusi serta pengisian kuisioner awal. Pelaksanaan: Penyampaian materi menggunakan presentasi PowerPoint, demo instalasi dan pembuatan sitasi otomatis, serta sesi praktikum mengelola referensi. Evaluasi: Menggunakan kuisioner dan penilaian langsung setelah setiap tahap untuk mengukur pemahaman dan efektivitas pelatihan. Pendekatan yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan tugas praktik langsung. Peserta kegiatan terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Buton, sebanyak 105 peserta. Mitra sasaran utama adalah mahasiswa dari berbagai semester yang memerlukan pengelolaan referensi dan sitasi dalam penulisan karya ilmiah mereka. Pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Mendeley disambut dengan baik oleh  mahasiswa. Mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang manfaat manajemen referensi dan penggunaan Mendeley. Mahasiswa merasa terbantu dalam menyusun daftar pustaka dan mengelola referensi secara digital, mengurangi risiko kesalahan sitasi dan plagiarisme. Karya ilmiah mahasiswa menjadi lebih sistematis, lengkap, dan relevan. Kegiatan ini disambut positif dan diharapkan dapat berkelanjutan serta meningkatkan kualitas karya akademik mahasiswa dan dosen. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengelolaan referensi menggunakan Mendeley.  Kata kunci: Mendeley, Referensi, Sitasi. ABSTRACTMany students and researchers face challenges in managing references and citations manually, which is time-consuming and risky for errors, such as plagiarism and inaccurate bibliography. Digital technology and software such as Mendeley are considered a solution to facilitate efficient and accurate reference management. In addition, many students do not fully understand the use of this application, so they need training to improve their mastery. The objectives of this activity are: Improving students' ability to manage accurate and effective references and citations, Introducing Mendeley software as a tool in managing references and citations, Improving the quality of students' scientific work through the use of Mendeley software, Improving students' ability to produce systematic and accurate scientific work, reducing citation errors and plagiarism in students' scientific work. Implementation method through initial socialization: Explaining the importance of reference management and introducing the benefits of Mendeley, discussion and filling out the initial questionnaire. Implementation: Delivery of material using PowerPoint presentations, demos of automatic installation and citation creation, and practical sessions on managing references. Evaluation: Using questionnaires and direct assessments after each stage to measure understanding and effectiveness of the training. The approaches used include lectures, discussions, and direct practice assignments. The participants of the activity consisted of students of the Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Buton, totaling 105 participants. The main target partners are students from various semesters who require reference and citation management in writing their scientific papers. Training and mentoring in using the Mendeley application were well received by students. Students showed an increased understanding of the benefits of reference management and the use of Mendeley. Students felt helped in compiling bibliographies and managing references digitally, reducing the risk of citation errors and plagiarism. Students' scientific papers became more systematic, complete, and relevant. This activity was welcomed positively and is expected to be sustainable and improve the quality of academic work of students and lecturers. These results indicate that the training is effective in improving student competence in managing references using Mendeley. Keywords: Mendeley, References, Citations
PENINGKATAN LITERASI MEDIA PEREMPUAN MELALUI WORKSHOP PARTISIPATIF DI KOMUNITAS MBW LOMBOK Rahmawati, Endang; Rohmah, Nur Liya Ni'matul; Saudi, Yusron
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.30817

Abstract

ABSTRAK                                                                            Media memiliki peran sentral dalam membentuk pemahaman dan persepsi masyarakat, termasuk dalam menyebarkan isu-isu sensitif yang secara langsung berdampak pada perempuan. Di tengah maraknya hoaks, stereotip gender, dan konten negatif di media sosial, kemampuan perempuan untuk memahami dan menyaring informasi menjadi kebutuhan mendesak. Komunitas Perempuan Mataram babyweares adalah sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 2017 di Kota Mataram. Komunitas ini beranggotakan para ibu yang memiliki kepedulian terhadap praktik pengasuhan anak, khususnya melalui metode babywearing atau menggendong bayi dengan alat bantu yang ergonomis dan aman. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan dalam bentuk Workshop Literasi Media Perempuan bekerja sama dengan komunitas Mataram Babywearers (MBW) di Lombok, dengan tema “Pentingnya Bijak Bermedia Sosial dan Cara Cek Fakta Berita Hoaks”. Metode pelaksanaan berupa pelatihan intensif satu hari yang terbagi dalam tiga sesi utama: pemahaman dasar literasi media, keterampilan penggunaan media digital, dan pembuatan konten kolaboratif. Peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah seluruh anggota Komunitas MBW dengan jumlah kurang lebih 70 orang. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis praktik langsung dengan menggunakan perangkat digital serta media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam membedakan informasi valid dan berita palsu, serta kemampuan kritis dalam menggunakan media digital. Peserta juga berhasil memproduksi konten edukatif berupa artikel, blog, dan poster yang mencerminkan perspektif perempuan dalam komunitas mereka. Diskusi dan refleksi peserta mengindikasikan adanya perubahan sikap dan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan media untuk menyuarakan opini dan kebutuhan mereka. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pemberdayaan perempuan dan membangun jejaring komunikasi yang lebih sehat dan produktif di tingkat komunitas.Kata kunci: literasi media, perempuan, media sosial, hoaks, pemberdayaan komunitas, babywears. ABSTRACT The media plays a central role in shaping public understanding and perception, including the dissemination of sensitive issues that directly impact women. Amidst the rampant spread of hoaxes, gender stereotypes, and negative content on social media, women's ability to understand and filter information has become an urgent necessity. Community. Mataram Babywearers is a community that was established in 2017 in the city of Mataram. This community consists of mothers who are concerned about child-rearing practices, particularly through the method of babywearing, which involves carrying babies with ergonomic and safe carrying tools. Therefore, this Community Service activity is organized in the form of a Media Literacy Workshop for Women in collaboration with the Mataram Babywearers (MBW) community in Lombok, with the theme 'The Importance of Being Wise in Social Media and How to Fact-Check Hoax News'. The implementation method is in the form of an intensive one-day training divided into three main sessions: basic understanding of media literacy, skills in using digital media, and collaborative content creation. Participants involved in this service activity are all members of the MBW Community, totaling around 70 people. The approach used is participatory and practice-based, utilizing digital devices and social media. The activities resulted in an increased understanding among participants in distinguishing valid information from fake news, as well as critical skills in using digital media. Participants were also able to produce educational content in the form of articles, blogs, and posters that reflect the perspectives of women in their communities. Discussions and reflections from participants indicated a change in attitudes and an increase in confidence in using media to voice their opinions and needs. This activity had a positive impact on women's empowerment and built healthier and more productive communication networks at the community level. Keywords: Literacy. Media. Women
EDUKASI PENGENALAN JENIS TANAMAN HERBAL KEPADA MASYARAKAT DI DESA KEKERI LOMBOK BARAT Hendriyani, Irmatika; fitriana, yuli; wahid, abdul rahman; nopitasari, baiq leny; pradiningsih, anna; nurbaety, baiq; hijriani, nursela; faisal, muhammad; puspitasari, sintha; anjani, baiq lenysia puspita; rahmawati, cyntiya; khairi, widayatul; safwan, Safwan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.30246

Abstract

ABSTRAK                                                                            Tanaman herbal memiliki potensi besar sebagai alternatif pengobatan alami yang aman dan ekonomis. Namun, pemahaman masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman herbal masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan edukasi pengenalan jenis tanaman herbal kepada masyarakat di Desa Kekeri, Lombok Barat, dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, identifikasi, dan pengolahan tanaman herbal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik, dan diskusi interaktif. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada 20 peserta, dengan aspek yang dinilai meliputi pemahaman materi, keterampilan membedakan jenis tanaman herbal, kesiapan dalam mengolah tanaman herbal, relevansi materi, metode penyampaian, ketersediaan fasilitas, dan tingkat kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat efektif, dengan rata-rata persentase skor sebesar 88,57%. Rincian hasil evaluasi meliputi pemahaman manfaat tanaman herbal (88%), kemampuan membedakan jenis tanaman herbal (84%), kesiapan dalam mengolah tanaman herbal (80%), relevansi materi (94%), metode penyampaian (90%), ketersediaan fasilitas (86%), dan tingkat kepuasan peserta (92%). Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait tanaman herbal. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah menambah sesi praktik dan penyediaan bibit tanaman herbal agar masyarakat dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh. Kata kunci: Edukasi, Tanaman Herbal, Pengenalan, Masyarakat, Evaluasi. ABSTRACTHerbal plants hold great potential as a safe and economical alternative for natural medicine. However, public understanding of the types and benefits of herbal plants remains relatively low. Therefore, an educational program on the identification and recognition of herbal plants was conducted in Kekeri Village, West Lombok, to enhance community awareness and knowledge regarding the benefits, identification, and processing of herbal plants. The methods employed in this program included lectures, practical demonstrations, and interactive discussions. The effectiveness of the program was evaluated using questionnaires distributed to 20 participants, assessing aspects such as comprehension of the material, ability to differentiate types of herbal plants, readiness to process herbal plants, relevance of the material, delivery methods, availability of facilities, and participant satisfaction. The evaluation results indicate that the program was highly effective, with an average score percentage of 88.57%. Specifically, the evaluation scores were as follows: understanding the benefits of herbal plants (88%), ability to differentiate types of herbal plants (84%), readiness to process herbal plants (80%), relevance of the material (94%), delivery methods (90%), availability of facilities (86%), and participant satisfaction (92%). Based on these findings, it can be concluded that this educational program successfully improved community understanding and skills related to herbal plants. Future recommendations include adding more practical sessions and providing herbal plant seedlings to enable participants to apply the knowledge gained directly. Keywords: Education, Herbal Plants, Recognition, Community, Evaluation.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMAN USAHA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASAP YANG BERKELANJUTAN DI DESA MAPAK INDAH Hidayanti, Nur Fitri; Ariani, Zaenafi; Lamusiah, Siti; Hayati, Mardiah; Rahmawati, Endang; Ilham, Ilham; Hudri, Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31824

Abstract

ABSTRAKSektor perikanan memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk di Desa Mapak Indah, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya ikan, membuka peluang besar bagi pengembangan usaha pengolahan seperti ikan asap. Namun, potensi ini seringkali belum tergarap optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha, terutama terkait keberlanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha melalui pengembangan usaha ikan asap yang berkelanjutan di Desa Mapak Indah. Metodologi program ini melibatkan 18 peserta ibu-ibu pelaku UMKM ikan asap dan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025 di Desa Mapak Indah, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra, pelatihan manajemen usaha dan keuangan, penerapan teknologi pengasapan yang ramah lingkungan, pelatihan pemasaran dan branding produk, serta pendampingan dan monitoring berkala. Tahapan kegiatan dilakukan oleh Tim dari pelatihan proses pengolahan ikan asap yang baik dan tepat, dan dilanjudkan dengan pendampingan manajeman usaha yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65 menjadi 80. Selain itu, rata-rata penjualan UMKM meningkat sebesar 30% dalam tiga bulan setelah pelatihan. Sebanyak 80% ibu-ibu pelaku UMKM berhasil membuka lapak fisik, dan rata-rata pendapatan bulanan mereka meningkat dari Rp 400.000 menjadi Rp 700.000 dalam satu minggu setelah pendampingan.Kata kunci: Manajemen Usaha; Ikan Asap; Berkelanjutan. ABSTRACTThe fisheries sector plays a crucial role in supporting the economy of coastal communities in Indonesia, including in Mapak Indah Village. Its abundant natural resources, especially fish, open up significant opportunities for developing processing businesses like smoked fish. However, this potential often remains underutilized due to limited knowledge and skills in business management, particularly regarding sustainability. This community service program aims to provide business management training and mentoring through the development of sustainable smoked fish businesses in Mapak Indah Village. The program's methodology involved 18 women participants who are micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) owners in the smoked fish sector. It was carried out on May 17, 2025, in Mapak Indah Village, Mataram, West Nusa Tenggara. The implementation methods included identifying partners' problems and needs, business and financial management training, implementing eco-friendly smoking technology, product marketing and branding training, and regular mentoring and monitoring. The stages of the activity are carried out by the Team from training on the proper and correct process of processing smoked fish, and continued with assistance in business management that is in accordance with community conditions. The program's results showed an increase in participants' knowledge and skills, with the average knowledge score rising from 65 to 80. Additionally, the average MSME sales increased by 30% within three months after the training. A significant 80% of the women MSME owners successfully opened physical stalls, and their average monthly income increased from Rp 400,000 to Rp 700,000 within one week of receiving mentoring.Keywords: Business Management; Smoked Fish; Sustainable. 

Page 7 of 26 | Total Record : 260