cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
Teacher Techniques in Encouraging Students to Speak English Through Flipgrid: A Systematic Literature Review Lutpiyah Lutpiyah; Salsabila Fitriyani; Muhammad Hanafi; Naf’an Tarihoran
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes how teaching tactics such as Flipgrid can effectively motivate students to speak English in EFL classrooms, a skill that remains challenging due to nervousness, limited practice time, and traditional, instructor-centered instruction. The objective of this research is to integrate previous empirical studies to understand how Flipgrid is used, how it enhances speaking performance, and the pedagogical strategies teachers employ when incorporating the platform. This study used a Systematic Literature Review (SLR) method following PRISMA criteria, reviewing publications from 2020 to 2025 across databases such as PubMed, ScienceDirect, ERIC, Mendeley, and ResearchGate. A total of 224 papers were identified, and after screening and eligibility verification, nine studies were selected for in-depth analysis. The results demonstrate that Flipgrid helps students build their speaking skills by offering opportunities for repeated practice, lowering speaking anxiety, enhancing fluency, pronunciation, and encouraging peer interaction. To maximize student involvement, teachers frequently use strategies including task-based speaking, structured video prompts, peer review, and reflective practice. The study finds that Flipgrid is a powerful pedagogical tool for developing EFL speaking skills, with implications for designing more dynamic, technology-integrated language learning environments.
PANDANGAN GENERASI Z MENGENAI BATASAN SATIRE DAN KOMEDI AGAMA DI MEDIA SOSIAL Aulia Mayshalwa Az Zahra; Christine Chintia Tesalonika; Muhammad Fadhlan Hakim; Nasywa Shakira Ulya; Nayla Rizka Nurfadilla Parma; Rahel Joito Hutapea
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menempatkan media sosial sebagai wadah untuk penyebaran informasi serta berinteraksi. Konten komedi keagamaan, seperti Login dan Pemuda Tersesat, menciptakan pertanyaan dasar mengenai batasan komedi agama di media sosial itu sendiri. Tingginya paparan terhadap gaya humor tersebut memungkinkan Generasi Z memiliki cara pandang berbeda mengenai batasan komedi terkait agama. Penelitian ini bertujuan menggali perspektif Generasi Z terkait toleransi terhadap satire dan komedi agama dalam media sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan wawancara terstruktur dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data berlangsung pada November 2025 dengan melibatkan lima informan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z menerima komedi agama sebagai bentuk hiburan yang sekaligus memiliki nilai edukatif, selama penyampaiannya tidak menyalahi syariat, tidak merendahkan pihak tertentu, dan tetap berlandaskan ilmu. Keberadaan figur berotoritas seperti Habib Ja’far dipandang sebagai faktor penting dalam menjaga keabsahan pesan dan batas candaan. Meskipun merasa aman secara personal, para informan menyadari risiko salah tafsir pada audiens lain yang memiliki literasi digital dan agama lebih rendah. Hal ini menunjukkan munculnya konsep mekanisme Third Person Perception. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan Generasi Z bersifat bersyarat dan dipandu oleh batas normatif yang jelas, sehingga komedi agama hanya dapat diterima jika tetap menjaga kesakralan dan tanggung jawab moral dalam penyampaiannya.
PERANAN LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF NASIONAL (LMKN) DALAM PROGRAM ROYALTI LAGU SEBAGAI UPAYA UNTUK KEPASTIAN DAN PENGHARGAAN BAGI MUSISI Yola Triana; Tiara Anggraini; Sepvella Zaini Isra; Yulia Hanoselina; Jumiati Jumiati; Putri Febri Wialdi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi royalti lagu di Indonesia masih menghadapi bebagai permasalahan, seperti ketidaktransparanan perhitungan royalti, lemahnya penegakan hak cipta, dan kurangnya modernisasi teknologi dalam pengelolaan data. Kondisi ini berdampak pada ketidakpastian imbalan bagi musisi dan belum optimalnya perlindungan hak ekonomi pencipta lagu. Penelitian ini betujuan menganalisis peranan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam program royalti lagu sebagai upaya untuk memberikan kepastian dan penghargaan yang layak bagi musisi di Indonesia. LMKN berfungsi sebagai pusat kliring royalti, pengawas lembaga manajemen kolektif, dan penentu tarif royalti yang adil, sehingga menjamin transparansi dan kepastian hukum bagi musisi. Metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur digunakan untuk menganalisis kerangka hukum, fungsi, serta tantangan yang dihadapi LMKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMKN sangat strategis dalam membangun sistem distribusi royalti yang efisien dan transparan, meningkatkan perlindungan hak ekonomi musisi, serta mendorong penghargaan tidak hanya berupa kompensasi finansial tetapi juga pengakuan profesional melalui edukasi dan program sosial. Namun, masih diperlukan penguatan regulasi, modernisasi teknologi, dan peningkatan kesadaran publik agar sistem royalti dapat berjalan optimal dan berkeadilan. Studi ini menegaskan bahwa peran LMKN krusial untuk menciptakan ekosistem musik Indonesia yang sehat, berkelanjutan, dan mendukung keberlangsungan karir musisi sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif nasional.
IMPROVING STUDENTS’ PRONUNCIATION USING WORDUP APPLICATION : A SYISTEMATIC LITERATURE REVIEW Daffa Nirwana Wahyudi; Nazwa Khalifatunnisa; Farah Fadhilah; Naf’an Tarihoran
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the WordUp application in improving students’ pronunciation skills within Mobile-Assisted Language Learning (MALL) environments. The rapid growth of digital learning tools has encouraged the integration of mobile applications to provide authentic exposure, individualized practice, and immediate feedback for English as a Foreign Language (EFL) learners. Using a Systematic Literature Review (SLR) method, this research analyzed studies published between 2020 and 2025 from databases such as Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, and Mendeley. A total of 690 articles were initially identified, and 6 studies met the inclusion criteria. The findings indicate that WordUp effectively supports vocabulary mastery while offering indirect yet meaningful benefits for pronunciation improvement through audio models, contextual examples, and spaced-repetition features. Although the application is primarily designed for vocabulary learning, students reported increased exposure to accurate pronunciation input and improved clarity in spoken production. However, several limitations were identified, including the lack of comprehensive pronunciation assessment and limited multi-word expression coverage. Overall, WordUp is a valuable supplementary tool that enhances learner motivation, supports autonomous learning, and contributes positively to pronunciation development, especially when integrated with broader speaking-focused instructional strategies.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM PADA SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN Chairunnisa Salsabila Putri Septiani; Muhammad Azmi Tanjung; Esa Fakhriyah Lubis; Nazwa Aulia Fahira
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kepala sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan Islam di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi kepemimpinan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan penting dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program keagamaan yang mengarah pada penguatan budaya religius sekolah. Kepemimpinan yang partisipatif dan komunikatif terbukti mendorong efektivitas implementasi kebijakan, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana pendukung dan variasi tingkat keterlibatan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan aktor kunci dalam memastikan kebijakan pendidikan Islam dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Memetakan Implementasi dan Dampak Metode Al-Insyirah dalam Pengembangan Kompetensi Literasi Al-Qur’an: Sebuah Studi Deskriptif Kualitatif di MI Muhammadiyah Karangtengah Banjarnegara Hibran Alwi Zaeni; Nasokah Nasokah; Ashief Elqorny
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi metode Al-Insyirah dalam pembelajaran Al-Qur’an di MI Muhammadiyah Karangtengah, Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi Kepala Madrasah, guru, Waka Kurrikulaum, dan 20 siswa yang dipilih secara purposive. Temuan penelitian mengungkap bahwa implementasi berjalan melalui tiga pilar utama: (1) Perencanaan strategis yang ditandai dengan komitmen institusi dan pelatihan intensif guru; (2) Pelaksanaan terstruktur dalam kelas dengan tahapan pemodelan, imitasi kolektif, dan praktik mandiri; serta (3) Sistem evaluasi berkelanjutan melalui program “Sabtu Ceria” dan ujian kenaikan jilid. Metode ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif bagi mayoritas siswa, meskipun menghadapi tantangan berupa perbedaan metode dengan lingkungan rumah. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi metode Al-Insyirah bergantung pada kerangka kerja yang sistematis, evaluasi formatif yang terintegrasi, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan, sehingga layak dijadikan model rujukan bagi madrasah lain.
Peran Dukungan Lingkungan Sosial Terhadap Anak Broken Home Yang Mengalami Penurunan Semangat Belajar Di Sekolah Liliyana Yolanda; Rizky Ayu Ningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk perkembangan emosional, sosial, dan motivasi belajar anak. Namun, ketika struktur keluarga terganggu akibat perceraian, anak sering menghadapi kondisi Broken Home yang memengaruhi kestabilan psikologis dan semangat belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dukungan lingkungan sosial terhadap motivasi belajar seorang anak Broken Home berinisial S. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam bersama S, ibu, kakek, dan teman sebaya sebagai informan utama. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pengalaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S mengalami kekosongan emosional, kurangnya perhatian orang tua, lemahnya pengawasan, serta minimnya dukungan dari lingkungan sosial, yang bersama-sama menjadi faktor penurunan motivasi belajarnya. Temuan ini sejalan dengan teori ekologi Bronfenbrenner, teori kebutuhan Maslow, serta prinsip pendidikan Islam yang menegaskan pentingnya kasih sayang dan bimbingan dalam perkembangan anak. Penelitian ini menekankan bahwa dukungan sosial yang memadai dari keluarga besar, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membantu anak Broken Home kembali membangun motivasi belajar dan kesejahteraan psikologisnya.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS Nasrun Harahap; Vera Santika; Rina Suryani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Manajemen kelas merupakan komponen penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, karena berperan dalam menciptakan suasana belajar yang tertib, terarah, dan kondusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kelas berdasarkan hasil penelusuran berbagai literatur ilmiah dari sumber-sumber terpercaya, seperti jurnal pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan langkah-langkah meliputi pengumpulan, analisis, dan sintesis berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik manajemen kelas. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas manajemen kelas meliputi: (1) kompetensi profesional dan kepribadian guru, (2) karakteristik dan motivasi belajar siswa, (3) sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, serta (4) iklim dan budaya sekolah. Di antara faktor-faktor tersebut, kemampuan guru dalam mengelola perilaku siswa, menciptakan interaksi positif, serta menerapkan strategi pengelolaan yang demokratis menjadi aspek paling dominan dalam membentuk manajemen kelas yang efektif. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pedagogik guru dan dukungan lingkungan belajar yang positif menjadi kunci utama dalam menciptakan kelas yang produktif dan harmonis
ANALISIS FENOMENOLOGI KECEMASAN KOMPETITIF DAN KONSEKUENSINYA TERHADAP PENINGKATAN RISIKO CEDERA PADA ATLET PENCAK SILAT BERPRESTASI Siti Fatimah; Ridia Diantari; Andar Oncha Bastoto; Utami Nurhafsari Putri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tekanan mental (kecemasan kompetitif) pada atlet dengan meningkatnya risiko cedera, serta mengeksplorasi strategi penanganan kecemasan yang digunakan oleh atlet. Dalam konteks olahraga kompetitif di Indonesia, atlet sering mengalami cedera yang dipicu oleh tingginya intensitas latihan, tuntutan performa, dan peningkatan tekanan kompetisi. Salah satu faktor psikologis yang paling memengaruhi kinerja atlet adalah kecemasan bertanding (competing anxiety), yang melibatkan komponen somatik (fisiologis), kekhawatiran (worry), dan gangguan konsentrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan studi kasus, bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai kecemasan mental atlet yang menyebabkan cedera pada atlet Pencak Silat. Partisipan penelitian berjumlah 3 orang atlet Pencak Silat aktif dengan prestasi tingkat provinsi dan nasional, yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data diperoleh melalui transkrip wawancara mendalam dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan kompetitif muncul melalui dua komponen utama: kecemasan kognitif (pikiran negatif seperti takut gagal dan khawatir mengecewakan tim/pelatih) dan kecemasan somatik (respons fisiologis seperti peningkatan detak jantung, ketegangan otot, dan gemetar). Ditemukan hubungan kuat antara kecemasan dan risiko cedera, di mana ketegangan somatik dan hilangnya fokus dapat menyebabkan respons motorik yang kaku dan gerakan tidak terkontrol. Untuk mengatasi kecemasan, atlet menerapkan berbagai strategi coping yang meliputi teknik pernapasan dalam, visualisasi positif, regulasi detak jantung, dan penggunaan rangsangan eksternal (seperti arahan/stimulus fisik dari pelatih) untuk menjaga fokus
ANALISIS DAMPAK BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA ABK DI SEKOLAH DASAR Tya Yuniar; Ahmad Suriansyah; Arta Mulya Budi Harsono
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolaborasi guru dan orang tua mempunyai ikatan penting satu sama lain hal ini merupakan kunci sukses pendidikan inklusif. Orang tua secara aktif menerapkan jadwal rutin dan memodifikasi materi belajar, serta melaporkan secara teratur perkembangan anak ke guru, yang membantu guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran. Orang tua dan guru sangat berperan dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus, terutama dalam kemampuan membaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak bimbingan orang tua terhadap kemampuan membaca siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN Sungai Jingah 6. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dalam penelitian ini, pengumpuln data dilakukan melalui wawancara observasi, dan analisis sokumen. Hasil penelitian menggunakan bahwa orang tua memiliki berbagai peran, seperti pendukung, pembela, dan penyedia informasi, pengajar dan diagnostisi sangat berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa ABK. Kolaborasi orang tua dan guru yang erat serta penggunaan media pembelajaran adaptif menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif ini. Bimbingan konsisten dari orang tua membantu anak dalam mengucapkan intonasi kalimat dengan jelas, menyuarakan huruf secara tepat, dan meningkatkan kepercayaan diri saat membaca. Kesimpulannya, keterlibatan aktif orang tua secara signifikan memengaruhi prestasi membaca siswa ABK dan memberikan dampak positif yang komprehensif terhadap literasi mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis untuk memperkuat peran kolaboratif dalam pendidikan inklusif serta merekomendasikan peningkatan kerja sama dan pelatihan bagi guru dan orang tua demi keberhasilan pembelajaran ABK.