cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 64 Documents
Search results for , issue "in progres" : 64 Documents clear
Peningkatan Kapasitas Bisnis KWT Jawak Kucur Melalui Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Olahan Jahe MerahDesa Pakuwesi Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso Tapaningsih, Weni Indah Doktri Agus; Agustin, Leni; Hosaini, Hosaini
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hrecx840

Abstract

Potensi Desa Pakuwesi Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso salahssatunya adalah penghasil tanaman toga. Pada umumnya penduduk Desa Pakuwesi memiliki pencaharian sebagai petani terutama bertanam tanaman toga. Tanaman toga yang dibudidayakan oleh penduduk Desa Pakuwesi berada pada lahan pekarangan, bedengan, polybag dan secara vertikultur. KWT Jawak Kucur merupakan salah satu kelompok wanita tani di Desa Pakuwesi membudidayakan dan mengolah tanaman toga terutama jahe merah menjadi produk jahe merah instan, simplesia dan minuman herbal. Namun limbah olahan jahe merah tersebut belum diolah menjadi produk bermanfaat seperti pupuk organik cair (POC). Program pengabdian ini berfokus pada pendampingan ibu-ibu kelompok KWT Jawak Kucur mengolah limbah jahe merah menjadi pupuk organik cair. Program pengabdian terlaksana pada tanggal 6 Agustus 2025 dan berjalan dengan lancar. Hasil evaluasi program pengabdian didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu kelompok KWT Jawak Kucur pada saat sebelum dan sesudah pelatihan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji T-tes berpasangan sebesar 12,314 dengan tingkat kepercayaan 0,00.  
Training on Preparing a Balanced Nutritional Food Menu During Fasting for Cheerful Mutiara Cadres of Sungai Andai, Banjarmasin City Widyarni, Ari; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Ilmi, M. Bahrul; Ariyanto, Edy; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun; Noorhidayah, Noorhidayah; Aquarista, M. Febriza
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r2qm7b25

Abstract

Fasting is practiced by Muslims, especially during the month of Ramadan. Fasting is believed tohave numerous benefits and is a form of therapy (fasting therapy) for curing several degenerativediseases. People in Banjarmasin City often eat foods high in fat and sugar during fasting, andmany use excessive amounts of food coloring and flavoring. Lack of knowledge about healthyeating habits during fasting is a factor that can affect health. This has resulted in an increase indegenerative diseases such as hypertension, cholesterol, heart disease, and diabetes mellitus. Thiscommunity service program aims to improve the knowledge and skills of mothers, who play a rolein providing food for their families and developing nutritious diets, based on the awareness of theimportance of balanced nutrition according to the "isi piringku" guidelines established to reducethe morbidity rate of degenerative diseases. The implementation method includes a pretest,nutrition education, and training in developing balanced nutritional menus during fasting,followed by a posttest to measure the success of the activity. The community service programinvolved mothers from the Mutiara Ceria Integrated Health Post (Posyandu) and several elderlypeople at risk of developing degenerative diseases. The results showed an increase in knowledgeabout balanced nutrition, from 17% to 82%. The skills of cadres can be improved through trainingin preparing balanced nutritional meals during fasting. Optimizing health and nutrition education,especially regarding food menus during fasting, thereby increasing public understanding andawareness in preventing degenerative diseases and improving public health status.
Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Balita Melalui Pengukuran Antropometri Bagi Kader Posyandu di Desa Kamangta Molenaar, Emmanuela Ranita; Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca; Sihombing, Yolanda Anastasia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nca4ed69

Abstract

Pemantauan pertumbuhan balita merupakan upaya penting dalam mendeteksi dini masalah gizi dan tumbuh kembang anak. Kader Posyandu memegang peran sentral dalam kegiatan ini, khususnya melalui pengukuran antropometri. Namun, keterbatasan pemahaman dan keterampilan teknis sering menjadi kendala dalam pelaksanaan pemantauan yang akurat dan berkelanjutan. Program Kemitraan Masyarakat dalam bentuk pelatihan kader ini bertujuan guna mengembangkan kemampuan kader Posyandu di Desa Kamangta dalam pelaksanaan pengukuran antropometri yang akurat. Kegiatan Pengabdian ini telah dilaksanakan pada tanggal 5 September 2025 di Gedung Balai Desa Kamangta bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Kamangta. Pelatihan ini meliputi pemberian materi teori, praktik langsung pengukuran antropometri, serta evaluasi pengetahuan melalui kuesioner pre-test dan post-test, disertai penilaian keterampilan kader berdasarkan tingkat kesesuaian praktik pengukuran dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi pre-test dan post-test mengindikasikan terdapat perbedaan skor jawaban peserta pada pre-test dan post-test, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi kader dalam pengukuran antropometri balita secara akurat.
Pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Pada Siswa SDK XIV Santo Paulus Bumi Beringin dan SDK XIX Santo Aloysius Tokambene Mawo, Florianus Hans Matheus; Joseph, Woodford Baren Solaiman; Palopak, Amelia Wulan; Frans, Rachel Madeline; Safrudib, Meyvi Irene
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f85hyp46

Abstract

The practice of clean and healthy living behaviors (PHBS) in schools plays an important role in creating an environment that supports both health and the learning process. One key indicator of PHBS is the habit of washing hands with soap before and after meals. According to the World Health Organization (WHO), effective handwashing consists of six steps: rubbing the palms, the backs of the hands, the spaces between the fingers, the fingertips while clasped, the thumbs with a rotational motion, and the fingertips on the palms. This practice is particularly important for primary school children, who are more vulnerable to illness due to lower levels of personal hygiene. Low awareness among students is often influenced by the lack of education provided at home and school. A preliminary study conducted at SDK XIV Santo Paulus Bumi Beringin and SDK XIX Santo Aloysius Tokambene revealed inadequate handwashing facilities, including the absence of soap, as well as limited student understanding of proper handwashing procedures. This community service activity aimed to improve students’ awareness and skills through educational sessions and hands-on training in handwashing with soap. The results indicated an increase in students’ understanding of the importance of handwashing, their ability to perform the six recommended steps correctly, and their enthusiastic participation throughout the activity. Teachers also demonstrated strong commitment to ensuring the continuity of proper handwashing practices at school. Overall, handwashing training proved effective in fostering clean and healthy living behaviors among primary school students. These findings highlight that adequate facilities, continuous education, and teacher engagement are essential factors in strengthening a culture of hygiene in school environments and in promoting optimal student health
Edukasi Penerapan Higiene dan Sanitasi Rumah Makan di Minahasa Utara Mawo, Florianus Hans Matheus; Pinotoan, Odi Roni; Lapian, Lady Galatia; Dwiseli, Firmita
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b4zypr57

Abstract

Restaurant sanitation is a crucial aspect in preventing foodborne diseases, including contamination by Escherichia coli, which commonly occurs due to poor hygiene practices, improper dishwashing procedures, and inadequate sanitation facilities. This Community Service Program (PKM) aimed to provide education on hygiene and restaurant sanitation as well as monitor the presence of E. coli on eating utensils in North Minahasa. The methods employed included educational sessions, observations, and summative evaluations of food handlers’ behaviors and sanitation facilities. The results showed low consistency in the use of personal protective equipment, limited availability of standard handwashing facilities, and the presence of E. coli on several eating utensils. Although all participants stated that the educational materials were beneficial, only 60% expressed commitment to applying the newly acquired practices. Nevertheless, all participants (100%) requested continued assistance, indicating the need for further interventions to bridge the gap between knowledge and actual practice. These findings emphasize that a single educational session is insufficient; continuous mentoring, monitoring, and technical guidance are required to improve sanitation standards in restaurants and support food safety within small and medium-sized food enterprises
Peningkatan Keterampilan Pengendalian Gula Darah Kelompok PKK Cipadung Kidul Menggunakan Jus Herbal Nurfitria, Rizki Siti; Anggriani, Ani; Emmawati, Emma; Muttaqien, Fauzan Zein; Rachmawati, Winasih
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3vxq8m37

Abstract

Penyakit tidak menular, terutama diabetes melitus dan hipertensi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan menimbulkan komplikasi serius. Salah satu faktor yang memperburuk kondisi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pengendalian gula darah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu kelompok PKK RW 13 Kelurahan Cipadung Kidul tentang cara mengendalikan gula darah dan mencegah komplikasi yang terkait dengannya. Ini dicapai melalui pelatihan kesehatan dan pelatihan pembuatan jus herbal yang terbuat dari bahan-bahan lokal. Penyuluhan kesehatan, pelatihan dalam membuat jus herbal, pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti gula darah dan tekanan darah, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, adalah prosedur yang digunakan. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta perempuan, sebagian besar berusia 18-59 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan, ditandai dengan kenaikan kategori pengetahuan baik dari 5% sebelum penyuluhan menjadi 75% setelah penyuluhan. Secara klinis, sebagian besar peserta memiliki kadar gula darah normal, namun masih ditemukan kecenderungan hipertensi derajat ringan. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan praktis masyarakat. Hasil pengabdian ini sangat penting sebagai upaya preventif dan promotif berbasis komunitas untuk mendukung pengendalian penyakit tidak menular secara berkelanjutan.
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Edukasi 3M Plus dan Peran Jumantik Ulfa, Navira Septiana; Tanaya, Nindy; Rusidah, Yunita; Kurnia, Shinta Dwi; Saputro, Arief Adi; Sa’adah, Arina Lis
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y6ynhv70

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi, terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dalam pengendalian vektor. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus merupakan upaya pencegahan yang efektif, namun pelaksanaannya di masyarakat belum optimal akibat rendahnya pengetahuan dan keterlibatan aktif warga. Oleh karena itu, penguatan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) menjadi penting sebagai penggerak utama pengendalian vektor berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat melalui edukasi PSN 3M Plus yang terintegrasi dengan penguatan peran Jumantik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bae, Kabupaten Kudus, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 20 peserta terdiri dari kader posyandu, ketua RT, dan anggota PKK RW. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, serta demonstrasi visual pemantauan jentik menggunakan media PowerPoint. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 41,0 ± 14,0 pada pretest menjadi 83,5 ± 13,3 pada posttest. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PSN 3M Plus dan penguatan peran Jumantik efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan DBD. Kegiatan ini penting sebagai strategi pengendalian vektor berbasis komunitas yang perlu didukung secara berkelanjutan.  
Pola Penyakit Kulit Pascabencana Hidrometereologi di Bireun, Aceh, Indonesia Zulfan, Zulfan; Earlia, Nanda; Vella, Vella
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2jysxz08

Abstract

Bencana hidrometeorologi sering diikuti oleh peningkatan kejadian penyakit kulit, terutama di wilayah tropis. Paparan lingkungan, sanitasi yang buruk, serta perpindahan penduduk berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dermatologis pascabencana. Data mengenai pola penyakit kulit pascabencana di Aceh, Indonesia, masih terbatas. Mendeskripsikan pola dan distribusi penyakit kulit yang ditemukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dermatologi setelah bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, Aceh. Penelitian deskriptif observasional ini dilakukan pada kegiatan pelayanan kesehatan kulit pascabencana. Sebanyak 360 pasien dengan keluhan kulit diperiksa secara klinis oleh dokter spesialis dermatologi, venereology, dan estetika. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis terstruktur dan pemeriksaan fisik. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Penyakit kulit terbanyak adalah infeksi jamur (45,0%), diikuti oleh dermatitis kontak iritan (30,0%) dan infeksi bakteri kulit (20,0%). Kelompok usia dewasa merupakan kelompok terbanyak (60,0%). Infeksi jamur lebih sering ditemukan pada lansia, sedangkan dermatitis kontak iritan paling banyak pada kelompok dewasa. Penyakit kulit infeksi dan iritan merupakan beban dermatologis utama setelah bencana hidrometeorologi di Bireuen, Aceh. Intervensi dermatologi dini perlu diintegrasikan dalam respons kesehatan masyarakat pascabencana untuk menurunkan morbiditas yang dapat dicegah.
Pemberdayaan Mahasiswa Sebagai Tutor Sebaya Dalam Pembentukan Bi'ah Arabiyah Melalui Program Halla Rahmawati, Nur Laila; Afifah, Anis; Asnawi, Asnawi; Suteja, Suteja; Wahid, Achmad Iqbal Rafliansyah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hpee6335

Abstract

Pemberdayaan mahasiswa dalam pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga agensi sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebagai tutor sebaya di Madrasah Aliyah (MA) Attanwir Bojonegoro melalui program HALLA (Ḥalaqatul Lughatil ‘Arabiyyah). Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada optimalisasi aset lokal: kompetensi mahasiswa dan dukungan sekolah. Tahapan pengabdian meliputi Inkulturasi, Discovery, Design, Define, dan Reflection. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program HALLA berhasil menciptakan Bi’ah Lughawiyah (lingkungan bahasa) melalui metode Mubasyarah dalam lingkaran kecil (halaqah). Dampak program ini bersifat ganda (dual impact): (1) Meningkatkan kompetensi pedagogis dan efikasi diri mahasiswa sebagai calon guru, dan (2) Menurunkan kecemasan berbahasa (language anxiety) serta meningkatkan keberanian berbicara siswa MA. Program ini menegaskan bahwa mahasiswa adalah modal manusia yang strategis dalam menjembatani kesenjangan praktik bahasa di sekolah.
Personal Hygiene Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Sma Cipta Mandiri Ramadhan, Muhammad Deri; Purwanti, Tentry Puji; Manalu, Lisbet Octavia; Ningsih, Sintia Dian; Agustin, Tiara Nur; Afdillah, Hilya Surya; Anggraeni, Marcela; Nizar, Fahmi Adian; Lestari, Aulia Suci Ajeng Putri; Susilawati, Susilawati; Azahra, Sherlie Sriayu Diah; Aprilia, Rianti; Sulistiawati, Sinta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v4pfgw42

Abstract

Personal hygiene merupakan salah satu determinan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja, khususnya pada usia sekolah menengah yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya pengetahuan serta perilaku kebersihan diri yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada sistem reproduksi, yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikososial remaja. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan di SMA Cipta Mandiri sebagai upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk perilaku siswa dalam menjaga personal hygiene guna mencegah infeksi reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuis, dengan dukungan media visual sebagai sarana penguatan materi. Materi pendidikan mencakup pengertian personal hygiene dan infeksi reproduksi, faktor etiologi, mekanisme terjadinya infeksi, manifestasi klinis, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya kebersihan diri dan kesehatan reproduksi, serta terbentuknya sikap positif terhadap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan berbasis sekolah merupakan strategi efektif dalam pencegahan infeksi reproduksi pada remaja dan berpotensi memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas kesehatan generasi muda.