cover
Contact Name
Hadi Yasin
Contact Email
hadiyasin.fai@uia.ac.id
Phone
+6281314531231
Journal Mail Official
journalspektra@uia.ac.id
Editorial Address
Gedung Alawiyah Lt. 6, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411 Telephone: (021) 84978239 Phone: 081314531231 E-mail : khaliskohari.fai@uia.ac.id
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Spektra : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : 08534314     EISSN : 30251737     DOI : https://doi.org/10.34005/spektra.v6i1.3349
Core Subject : Education, Social,
FOCUS. Spektra : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial is focused on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to Islamic Studies and Social Studies. The main objective of Spektra : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of Islamic Studies and Social Studies. SCOPE. Spektra : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial publishes research papers in the all the fields of Islamic Studies and Social Studies.
Articles 150 Documents
KONSTRUKSI KETAHANAN SPIRITUAL DALAM HADIS POHON KURMA: KAJIAN HERMENEUTIKA DAN PSIKOLOGI POSITIF Majid, Zamakhsyari Abdul; Kohari, Khalis; Asmawi, Moh; Sirojuddin, Sirojuddin; Lestari, Amanda Salsabilla
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi ketahanan spiritual (spiritual resilience) dalam Hadis Bukhari No. 131 tentang perumpamaan pohon kurma sebagai representasi Muslim ideal. Melalui pendekatan hermeneutika tematik dan analisis psikologi positif, studi ini mengungkap bagaimana konsep resilience dalam Islam tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif melalui karakteristik keteguhan (tsabat), konsistensi (istimrar), dan produktivitas bermakna (istithmar). Temuan penelitian menunjukkan bahwa metafora pohon kurma menawarkan paradigma holistik tentang ketahanan spiritual yang terintegrasi dengan ekosistem sosial, berbeda dengan konsep resilience Barat yang cenderung individualistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan interdisipliner terhadap teks hadis dapat mengungkap dimensi psikospiritual yang relevan dengan pengembangan karakter di era kontemporer.
MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PENYIARAN RADIO UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI DAKWAH MAHASISWA KPI: ANALISIS RPS BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING Yasin, Rahman; Aulia, Adzkia; Septiawan, Vikry Arief; Dirgatama, Sonny; Fahrany, Sofia
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v7i3.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran praktikum penyiaran radio pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dalam rangka meningkatkan kompetensi dakwah mahasiswa melalui pendekatan project-based learning (PjBL). Fokus penelitian terarah pada struktur Rencana Pembelajaran Semester (RPS), integrasi metode praktikum dengan nilai dakwah, serta relevansi pembelajaran dengan kebutuhan kompetensi di industri media dakwah kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) berbasis analisis dokumen dan validasi ahli. Data dikumpulkan melalui studi RPS, wawancara dosen pengampu, serta observasi pelaksanaan praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL dalam praktikum penyiaran radio mampu mengintegrasikan kompetensi teknis penyiaran dengan nilai-nilai dakwah Islam secara aplikatif. Mahasiswa bukan hanya menghasilkan produk konten siaran dakwah tetapi juga mengembangkan soft skill seperti komunikasi publik, manajemen program, dan penguatan etika berdakwah melalui media. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut berupa integrasi media streaming dan podcasting untuk menjawab tantangan dakwah digital di era 5.0.
INTEGRASI FIQH DAKWAH DENGAN MEDIA TEKNOLOGI DAN PENDEKATAN MULTIKULTURAL DALAM MERESPONS ISU KONTEMPORER Uyuni, Badrah; Anim, Sarbini; Sirojuddin, Sirojuddin; Asmawi, Moh; Hanapi, Ali
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i3.5298

Abstract

Perkembangan media, baik tradisional maupun digital, serta kompleksitas masyarakat multikultural menuntut pendekatan dakwah yang tidak hanya efektif tetapi juga tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip fiqh yang relevan. Dakwah kontemporer juga dihadapkan pada tantangan isu-isu seperti radikalisme dan intoleransi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi fiqh dakwah dengan pemanfaatan media teknologi, penerapannya dalam masyarakat multikultural, serta formulasi solutifnya terhadap isu-isu kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang menganalisis konsep-konsep fiqh dakwah, etika media, dan sosiologi masyarakat multikultural. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis. Kajian ini menemukan bahwa: (1) Fiqh dakwah memberikan kerangka etis untuk memanfaatkan media tradisional dan digital, menekankan pada prinsip hasanah (kebajikan) dan mujadalah (debat yang baik). (2) Dalam masyarakat multikultural, fiqh dakwah bersifat adaptif, mengedepankan moderasi dan penghormatan terhadap perbedaan budaya tanpa mengorbankan prinsip dasar ajaran. (3) Pendekatan fiqh yang kontekstual mampu merumuskan solusi dakwah untuk melawan narasi radikalisme dan intoleransi melalui penegasan moderasi beragama. (4) Simulasi studi kasus membuktikan bahwa solusi berbasis fiqh dapat dioperasionalkan secara praktis. Integrasi fiqh dakwah dengan media teknologi dan pendekatan multikultural bukan hanya sebuah keniscayaan, tetapi juga strategi efektif untuk menjadikan dakwah lebih relevan, kontekstual, dan solutif dalam menjawab tantangan zaman. Diperuhkan pendalaman terus-menerus terhadap fiqh dakwah yang responsif terhadap dinamika sosial-media.
METODE PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HADITS SEBAGAI SUMBER UTAMA PEMBELAJARAN DALAM ISLAM Muhibuddin, Muhibuddin; Hidayatullah, Hidayatullah; Lubis, Zulkarnain; Anim, Sarbini; Fahanulloh, Farhanulloh
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5299

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan metode pendidikan dalam perspektif hadits sebagai sumber utama pembelajaran dalam Islam. Hadits sebagai pernyataan, perbuatan, atau persetujuan Nabi Muhammad SAW menjadi landasan penting dalam pendidikan Islam. Melalui studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini mengkaji beberapa metode pendidikan yang dipraktikkan Rasulullah SAW, seperti ceramah, dialog, storytelling, analogi, pengulangan, pembiasaan, pembelajaran bertahap, hingga keteladanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode-metode tersebut bersifat aplikatif, relevan, inklusif, dan mampu membentuk karakter peserta didik. Implikasi penelitian ini merekomendasikan integrasi metode Rasulullah dalam sistem pendidikan modern untuk memperkuat aspek nilai, etika, dan spiritualitas dalam proses pembelajaran.
DAKWAH NABI HUD AS: KETEGUHAN DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN AKIDAH DAN RELEVANSINYA BAGI MASYARAKAT KONTEMPORER Yasin, Rahman; Hamid, Abdul; Roihan, Akmal; Choli, Ifham
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5300

Abstract

Kisah dakwah Nabi Hud AS kepada kaum ‘Ad yang dikisahkan dalam Al-Qur'an menawarkan pelajaran yang mendalam tentang prinsip-prinsip dakwah yang hakiki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metode, tantangan, dan keteguhan spiritual Nabi Hud AS dalam mengajak kaumnya kembali kepada tauhid. Melalui studi pustaka terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan referensi yang relevan, penelitian ini menyoroti bagaimana Nabi Hud menghadapi masyarakat yang secara material makmur namun secara spiritual bangkrut. Temuan artikel ini mengungkap bahwa inti dakwah Nabi Hud adalah tauhid, tawakal, dan keteladanan akhlak. Meskipun ditolak dan dicemooh, keteguhannya menjadi teladan bagi para dai. Artikel ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai dakwah Nabi Hud AS, seperti keteguhan prinsip, kesabaran, dan fokus pada transformasi akidah, sangat relevan untuk diimplementasikan dalam konteks dakwah di masyarakat modern yang sering kali terjebak dalam materialisme dan penyimpangan akidah.
PSIKOLOGI DAKWAH DALAM PEMBINAAN JAMAAH: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK PENGUATAN KARAKTER DAN SPIRITUALITAS Yasin, Rahman; Hadi, Abdul; Majid, Zamakhsyari Abdul; Rasyid, Daud; Mahmudah, Rifatul
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i3.5301

Abstract

Pembinaan jamaah dalam dakwah Islam membutuhkan pendekatan yang holistik, yang memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual. Artikel ini mengkaji prinsip psikologi dakwah sebagai dasar memahami perilaku, motivasi, dan kebutuhan emosional jamaah, sehingga intervensi dakwah dapat lebih efektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur interdisipliner, mengaitkan psikologi, pendidikan agama, dan pengalaman praktik dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman psikologis terhadap jamaah meningkatkan keterlibatan, penguatan akhlak, dan keberlanjutan kegiatan dakwah. Kolaborasi antara pendakwah, pengurus, dan komunitas menjadi kunci terciptanya pembinaan yang menyeluruh. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam psikologi dakwah untuk membangun jamaah yang kuat secara spiritual, sosial, dan emosional.
KONTEKSTUALISASI HADITS NABI DALAM KOMPILASI HUKUM WARIS ISLAM DI INDONESIA: STUDI ANALISIS TERHADAP AHLI WARIS PENGGANTI Maarif, Samsul; Uyuni, Badrah; Yasin, Rahman; Syakur, Saleem; Hasanah, Zulfatul
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5302

Abstract

Abstract: Ilmu waris (faraidh) merupakan separuh ilmu sebagaimana dinyatakan dalam hadits Nabi, namun implementasinya dalam masyarakat modern sering menghadapi tantangan kompleks, salah satunya adalah kedudukan ahli waris pengganti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontekstualisasi hadits-hadits faraidh, khususnya yang berkaitan dengan kaidah أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا، فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ (Berikanlah faraidh kepada pemiliknya, lalu sisanya untuk laki-laki yang paling dekat) dalam mengakomodasi konsep ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) terhadap hadits-hadits sahih, ayat-ayat faraidh, dan pasal-pasal terkait dalam KHI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun konsep ahli waris pengganti (Pasal 185 KHI) tidak secara eksplisit ditemukan dalam teks hadits klasik, ia merupakan bentuk ijtihad yang selaras dengan semangat keadilan (maqashid syariah) yang menjadi ruh dari hadits-hadits faraidh. Konsep ini menjabarkan makna "laki-laki yang paling dekat" untuk mencakup cucu dari anak laki-laki yang meninggal lebih dahulu, sehingga menghindari terjadinya dzawil arham yang terabaikan. KHI telah berhasil mengontekstualisasikan prinsip-prinsip faraidh dari hadits Nabi ke dalam sistem hukum positif Indonesia dengan tetap berpegang pada koridor maqashid syariah. Implikasi penelitian ini memperkuat legitimasi yuridis dan filosofis dari inovasi hukum dalam KHI.
RELIGIOUS FOUNDATIONS OF PATRIOTISM: ISLAM'S INFLUENCE ON LOVE FOR THE HOMELAND Maarif, Samsul; Uyuni, Badrah; Zaini, Aceng; Idwar, Agus; Khairiyah, Nanda
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v7i3.5309

Abstract

This article delves into the intricate relationship between religion and patriotism, focusing on Islam's influence on the affection for one's homeland. It explores how Islamic teachings and beliefs have historically shaped and continue to shape the concept of patriotism among Muslims worldwide. Within Muslim-majority nations, the integration of Sharia, promotion of religious freedom, and commitment to social justice define the contours of Islamic patriotism. Moreover, the concept of Ummah coexists harmoniously with a deep-rooted sense of responsibility towards the local homeland, fostering a collective spirit of belonging and shared societal welfare. In the context of Muslim minorities residing in non-Muslim-majority countries, the study reveals a delicate balance between religious identity and active citizenship. These communities exhibit resilience and positive engagement, contributing significantly to the social fabric of their host nations while upholding Islamic principles of compassion, tolerance, and mutual respect. The research also highlights the global dimension of Islamic patriotism, emphasizing pan-Islamic solidarity and cooperation among Muslim communities worldwide. By employing a multidisciplinary approach, this study utilizes three primary research methods: literature review, ethnographic research, and the analysis of social discourse. Throughout the article, the interplay of faith and love for the homeland is explored, demonstrating the adaptability of Islamic principles to diverse social landscapes and the enduring pursuit of social harmony, justice, and unity. This comprehensive analysis contributes valuable insights into the complex interrelationship between Islam and patriotism, transcending geographical boundaries and inspiring a shared commitment to the principles of compassion and coexistence.
Lingkungan Pergaulan (Social Circle) sebagai Determinan Perkembangan Individu: Tinjauan Integratif dari Perspektif Psikologi, Agama Islam, dan Ilmu Sosial Sirojudin, Sirojudin; Idwar, Agus; Yasin, Rahman; Sunarno, Sunarno; Salsabila, Alifa Sauda
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5310

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan pergaulan (social circle) terhadap perkembangan individu melalui pendekatan integratif multidisiplin. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis dengan mengeksplorasi perspektif Psikologi Sosial, Agama Islam (dalam Al-Qur'an, Hadis, dan Tasawuf), Sejarah, dan Filsafat. Hasil analisis menunjukkan konvergensi yang signifikan antar disiplin ilmu mengenai kekuatan determinan lingkungan sosial. Dalam psikologi, teori Social Learning dan Conformity menjelaskan mekanisme peniruan dan penyesuaian diri. Agama Islam menegaskan hal ini melalui hadis Nabi tentang analogi penjual minyak wangi dan pandai besi, serta konsep ukhuwah. Tasawuf menekankan peran "Sohbet" (pergaulan dengan orang shaleh) untuk transfer cahaya spiritual (nur). Sejarah membuktikan melalui kelompok Renaissance dan halaqah sahabat Nabi bagaimana circle membentuk peradaban. Filosofi Aristoteles tentang "zoon politikon" memperkuat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Simpulan penelitian ini adalah bahwa lingkungan pergaulan bukan hanya faktor pendukung, melainkan determinan fundamental yang mempengaruhi pola pikir, kebiasaan, ketahanan mental, standar hidup, dan arah masa depan individu. Implikasinya, intervensi melalui pembinaan komunitas positif (seperti halaqah dalam Islam) perlu menjadi strategi utama dalam pendidikan, dakwah, dan pengembangan masyarakat.
EPISTEMOLOGI FIQH DALAM LINTAS SEJARAH: DARI FORMALISASI DOKTRIN HINGGA DINAMIKA KONTEMPORER Muhibuddin, Muhibuddin; Hamid, Abdul; Mastori, Mastori; Kohari, Khalis; Kurniawan, Heri
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i3.5311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan epistemologi fiqh sebagai hukum formil dalam sejarah hukum Islam, sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga era modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-normatif, mengkaji sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi fiqh mengalami dinamika yang signifikan, dimulai dari fase pembentukan dasar-dasar hukum pada masa Nabi dan Khulafaur Rasyidin, yang bersumber langsung pada Al-Qur'an dan Sunnah. Fase selanjutnya ditandai dengan perkembangan madzhab-madzhab fiqh yang mensistematisasikan metode istinbath hukum seperti qiyas, ijma, dan istihsan. Pada periode kolonial dan modern, hukum Islam menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan sistem hukum Barat dan tuntutan kontemporer, memunculkan gerakan reformasi dan kodifikasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa sebagai hukum formil, fiqh memiliki karakter yang dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip universal (maqashid al-shari'ah). Fleksibilitas epistemologis inilah yang memungkinkan hukum Islam tetap relevan dalam menjawab persoalan kekinian.