cover
Contact Name
Puji Astuti
Contact Email
puji21433@gmail.com
Phone
+6281347243104
Journal Mail Official
puji21433@gmail.com
Editorial Address
urnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Kalimantan Timur. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, Kalimantan Timur. Telepon 0541 743390. Email:jakt@untag-smd.ac.id, cc: puji21433@gmail.com URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/JAKT
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika
ISSN : 29866200     EISSN : 29863503     DOI : https://doi.org/10.31293/jakt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika (JAKT) adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk menerbitkan naskah penelitian di bidang teknologi pertanian, budidaya pertanian, bidang manajemen hutan, budidaya hutan, hama penyakit hutan, dan yang relevan dengan pertanian tropika dan kehutanan tropika.
Articles 70 Documents
Identifikasi Hotspot Pada Kawasan Konservasi Di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021-2023 Zainul Robiansyah; Heni Emawati; Jumani Jumani; Ismail Ismail; Maya Preva Biantary
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9246

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu kejadian alam yang rutin terjadi di Indonesia dan selalu menjadi masalah serius yang harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah titik hotspot dan mengidentifikasi lokasi rawan kebakaran hutan dari sebaran titik hotspot di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang dalam 3 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan data titik hotspot dari pantauan website SiPongi milik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021-2023. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif, yakni dengan cara memaparkan data dan informasi akurat yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan dan pengolahan data. Hasil penelitian ini adalah akumulasi jumlah titik hotspot setiap tahunnya dari data tiga tahun terakhir di kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang yaitu pada tahun 2021 sebanyak 1 titik hotspot, tahun 2022 sebanyak 7 titik hotspot dan tahun 2023 sebanyak 644 titik hotspot, dimana desa yang paling sering terdeteksi titik hotspot yaitu Desa Liang Buaya 213 titik hotspot, Desa Muara Kaman Ulu 144 titik hotspot, Desa Sedulang 129 titik hotspot dan Desa Tunjungan 87 titik hotspot. Sedangkan desa yang tidak terdapat titik hotspot dalam 3 tahun terakhir adalah Desa Ngayau, Desa Muara Bengkal Ilir, Desa Kelinjau Ulu dan Desa Senyiur. Hasil observasi lapangan menunjukkan lokasi-lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan pada kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang berada pada tutupan lahan rawa, baik itu rawa yang berhutan, rawa semak dan rawa berair. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi semua merupakan tipe kebakaran permukaan sehingga cepat kembali pulih secara alami pada saat musim hujan.
Pertumbuhan Tanaman Jati Berdasarkan Kelas Bonita di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Jumani Jumani; Dani Surya Atmaja; Srireski Gunawan T; Saturninus Fernando Liah; Saidah Yunda Arista; Wanda Kiki Yana; Naqiyyah Arizka Januati
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9362

Abstract

Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah menyediakan nutrisi/hara, air, udara dan kondisi klimatis tanah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelas bonita tanaman jati di hutan rakyat milik Bapak Sugiman di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. Penelitian di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pada bulan Desember 2025. Hasil penelitian pohon jati rata-rata diameter 18,21 cm, berdasarkan tabel kelas bonita termasuk kelas bonita III, sesuai dengan tabel kelas bonita 17,7 cm sedangkan kelas bonita IV rata-rata diameter 22,0 cm. Rata-rata tinggi pada plot penelitian 13,26 meter, berdasarkan tabel kelas bonita termasuk kelas bonita III. Pada tapak tanaman jati kandungan unsur hara yang tergolong sedang sampai dengan sangat rendah.
Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) Sebagai Input Dasar Kegiatan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) Nurina Shar Fina; Heni Emawati; Legowo Kamarubayana; Rolly Yulianthi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9379

Abstract

Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) adala tanah yang dikuasai oleh Negara untuk didistribusikan atau diredistribusikan dalam rangka reforma agrarian. Reforma Agraria adalah penataan Kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan asset dan disertai penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Kawasan Hutan untuk sumber Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupa Kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) tidak produktif dan Kawasan Produksi atau Kawasan Hutan Lindung yang telah dikuasai, dimiliki, digunakan dan dimanfaatkan untuk permukiman, fasilitas umum dan/atau fasilitas sosial, lahan Garapan. Adapun Kawasan Hutan Yang Dapat Dikonversi (HPK) yang penutupan lahannya didominasi lahan tidak berhutan serta harus sesuai Peta Indikatif alokasi Kawasan Hutan untuk penyediaan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang terdapat dalam peta Indikatif Tanah Obyek Reforma Agraria. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah desk analysis dan verifikasi lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pendataan penguasaan, pemilikan, penggunaan atau pemanfaatan tanah serta memverifikasi Penguasaan Tanah untuk memperoleh Rekomendasi atas kepastian yang jelas mengenai hak atas tanah yang dikuasai Masyarakat, sehingga mekanisme Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dapat menjadi salah satu pola Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan
Efektivitas Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Dasar Palm Oil Mill Effluent (POME) Terhadap Total Berat Buah Tomat Mawar (Solanum lycopersicum var. Mawar L.) Muhammad Akmal Auliansyah; Sri Purwati; Dora Dayu Rahma Turista; Nelda Anasthasia Serena
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9491

Abstract

Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam budidaya pertanian telah menyebabkan penurunan kesuburan alami tanah dan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) tersedia melimpah di wilayah Marangkayu namun berpotensi mencemari ekosistem jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberia Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar POME terhadap total berat buah tomat mawar serta menentukan kadar optimal untuk hasil produksi yang terbaik. Metode yang digunakan adalah eksperimen murni (true experimental) dengan rancangan acak kelompok (RAK). Sampel penelitian berjumlah 72 tanaman tomat mawar yang terbagi ke dalam empat perlakuan dosis POC POME, yaitu P0 (kontrol), P1 (30%), P2 (50%), dan P3 (70%), dengan enam kali pengulangan. Data hasil panen pada usia 75-80 hari ditotal lalu dianalisis menggunakan uji ANOVA Satu Arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC POME berpengaruh nyata terhadap total berat buah tomat mawar dengan nilai Fhitung (47,682) > Ftabel (3,287). Rata-rata berat buah tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (50%) sebesar 486,833 gram, disusul P3 (395,5 gram), P1 (330,667), dan P0 (233,5 gram). Berdasarkan uji BNT, setiap peningkatan dosis hingga kadar tertentu menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kontrol. Dapat disimpulkan pemberian POC POME efektif dalam meningkatkan berat buah tomat mawar dengan kadar optimal 50%.
Optimalisasi Kemandirian Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Sumber Rejeki Melalui Pendekatan Logical Framework Analysis (LFA) Novitha Sarika; Fitria Naimatu Sadiyah; Ina Fitria Ismarlin
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9495

Abstract

Kelompok Tani Sumber Rejeki di Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta telah mengembangkan usaha pengolahan cabai jawa kering sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian di kawasan urban farming. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang berkaitan dengan kemandirian kelompok dalam mengelola usaha cabai jawa kering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan Logical Framework Analysis (LFA) dalam mengoptimalkan kemandirian Kelompok Tani Sumber Rejeki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pengurus kelompok tani, anggota kelompok, penyuluh pertanian, serta pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Logical Framework Analysis yang meliputi analisis pemangku kepentingan, analisis masalah, analisis tujuan, analisis strategi, dan penyusunan matriks LFA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani Sumber Rejeki adalah rendahnya tingkat kemandirian dalam pengelolaan usaha, yang disebabkan oleh ketergantungan terhadap tengkulak, belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi yang baku, lemahnya manajemen kelembagaan, keterbatasan kemampuan dalam menentukan harga jual produk secara mandiri, serta kurangnya pemahaman mengenai legalitas usaha. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah meningkatkan kemandirian kelompok dalam mengelola usaha cabai jawa kering secara berkelanjutan. Upaya optimalisasi yang diusulkan meliputi penyusunan SOP produksi, pelatihan pemasaran digital, pembagian tugas anggota secara terstruktur, serta pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Perizinan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). 
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Ampas Tahu dan Berbagai Media Tanam Mita Purnama; Khoirul Amri; Zainudin Zainudin; Suria Darma Idris
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9460

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman terung ( Solanum melongena L.) terhadap pemberian pupuk organik cair limbah ampas tahu dan berbagai media tanam. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Juni hingga Agustus 2021, bertempat di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda di Jl. KH. Wahid Hasyim Gg. Kampus Biru. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama dosis POC limbah ampas tahu (P) terdiri dari empat taraf, yaitu tanpa perlakuan (P0), 500 ml (P1), 1000 ml (P2), dan 1500 ml (P3). Faktor kedua media tanam (M) terdiri dari empat taraf, yaitu tanah 15 kg sebagai kontrol (M0), campuran tanah 10 kg dan sekam bakar 5 kg (M1), tanah 10 kg dengan serbuk gergaji 5 kg (M2), kombinasi tanah 5 kg, sekam bakar 5 kg, dan serbuk gergaji 5 kg (M3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC limbah ampas tahu berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 28 hari setelah tanam (HST), tetapi tidak pada umur 42, 56, 70, dan 84 HST. Selain itu, perlakuan ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap umur panen pertama dan berat buah. Media tanam hanya berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 14 HST dan lainnya tidak. Interaksi antara kedua faktor tidak mempengaruhi parameter secara keseluruhan.
Efektivitas Pemberian Pupuk Kalium Nitrat (KNO₃) Pada Berbagai Dosis Terhadap Kualitas Buah Semangka (Citrullus lanatus L.) Abdarah Abdarah; M Inas Riandi; Marsinah Marsinah
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9634

Abstract

Semangka merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan harga  jualnya ditentukan bukan hanya oleh kuantitas panen, tetapi juga oleh mutu internal dan eksternal buah. Pengelolaan hara menjadi salah satu pendekatan penting untuk mendukung pengisian buah dan pembentukan kualitas rasa salah satunya Kalium karna mampu mengatur osmotik, aktivasi enzim, serta translokasi hasil fotosintesis dari daun menuju organ penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KNO₃ terhadap kualitas buah semangka. Percobaan dilakukan dari bulan Maret sampai bulan Juni di lahan pertanian Desa Nata, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Percobaan ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu Faktorial yang terdiri dari P1: 10 g, P2 :18 g, P3 :26 g dan P4 :34 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian KNO₃ pada dosis 10, 18, 26, dan 34 g tanaman⁻¹ tidak berbeda  nyata pada bobot buah, kekerasan daging, dan titrasi keasaman semangka karna pemberian perlakuan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yaitu 3,20 sedangkan perlakuan terendah terdapat pada P4 yaitu 3,02  dengan dosis yang paling tinggi.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Tahun 2020 dan 2025 di Desa Loa Lepu Kecamatan Tenggarong Seberang Hari Siswanto; Joel Graciano Sequeira; Yosep Ruslim
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9479

Abstract

Penutupan lahan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, dan mendukung kegiatan ekonomi di daerah pedesaan. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis perubahan tutupan lahan di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, dan mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat melalui pendekatan kualitatif. Analisis ini menjelaskan perubahan tutupan lahan yang terjadi di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang pada tahun 2020 dan 2025 dengan luas 1.189,5 Ha. Hasil interpretasi citra PlanetScope dengan menggunakan interpretasi visual berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No.7645-1 Tahun 2014, ditemukan 17 kelas tutupan lahan yang merepresentasikan perubahan pola penggunaan lahan. Peningkatan signifikan tercatat pada kategori hutan lahan rendah sekunder kerapatan rendah dengan 95,82 ha menjadi 186,63 ha serta semak belukar dengan 83,79 ha menjadi 140,52 ha, sedangkan persawahan dengan 10,27 ha menjadi 3,15 ha dan lahan terbuka dengan 11,31 ha 0,95 ha mengalami pengurangan luas. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh dinamika demografi, ekspansi sektor ekonomi, dan kebijakan tata ruang yang berlaku. Nilai akurasi keseluruhan interpretasi citra sebesar 96,65% dan akurasi kappa 0,97 menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik.
Analisis Kandungan Fitokimia Kualitatif Ekstrak Etil Asetat dan Etanol Tangkai Buah Kapul (Baccaurea Macrocarpa) Andres Sangka' Rura; Asriani Asriani; Agmi Sinta Putri
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9370

Abstract

Hutan merupakan suatu kawasan dengan sumber daya alam yang memiliki keanekaragam hayati yang tinggi dengan produk HHBK seperti buah-buhan dengan berbagai jenis seperti buah kapul. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan senyawa pada tangkai buah kapul sebagai pemanfaatan limbah organik dengan perbandingan antara pelarut ekstrak etanol dan etil asetat. Penelitian ini dilakukan dengan menguji skrining fitokimia kualitatif dengan menguji senyawa alkaloid, triterpenoid, steroid, karbohidrat, flavonoid, tanin, kumarin, karotenoid, dan fenol. Hasil pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa kandungan senyawa yang terkandung pada tangkai buah kapul pada pelarut etil asetat dan etanol sama-sama memiliki kandungan senyawa yaitu alkaloid, triterpenoid, saponin, karbohidrat, flavonoid, tanin, kumarin dan fenol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tangkai buah kapul berpotensi sebagai antibakteri dengan senyawa yang baik sehingga dapat dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri pada ekstrak tangkai buah kapul. Kata kunci : Fitokimia Kualitatif, Limbah Pasca Panen, Perbandingan Pelarut, Pemanfaatan Limbah, Tangkai Buah Kapul.
Delineasi Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Kota Bontang Tahun 2019-2022 Ahmat Raqif Mardani; Djumansi Derita; Heni Emawati; Zikri Azham
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9396

Abstract

Kota Bontang merupakan daerah rawan kebakaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui pada tahun berapa tingkat rawan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi antara tahun 2019 sampai dengan 2022. Penelitian dilaksanakan di Manggala Agni Daops Sangkima, dengan waktu kurang lebih 3 bulan. Pengolahan Data Areal Kebakaran Hutan dan Lahan antara lain Pengumpulan data titik panas (hotspot) hasil download dari LAPAN, Menentukan lokasi indikasi areal kebakaran dengan analisis kerapatan titik panas (point density analysis), Deliniasi areal kebakaran berdasarkan data citra Landsat 8 OLI terbaru sesuai dengan data titik panas (hotspot) dan analisis kerapatan titik panas, Analisis lanjutan dengan menggunakan data tema kehutanan lainnya, Penyajian data, grafik, dan layout peta areal kebakaran hutan dan lahan. Daerah yang paling rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah daerah Kelurahan Bontang Lestari dimana dalam penelitian 4 tahun dengan jumlah 22 kasus kebakaran hutan dan lahan dengan rincian Kecamatan Bontang Selatan, Kelurahan Bontang Lestari terjadi sebanyak 17 kasus kebakaran hutan dan lahan kemudian Kelurahan Satimpo terjadi sebanyak 2 kasus kebakaran hutan dan lahan, Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Kanaan terjadi sebanyak 3 titik kebakaran hutan dan lahan. Di antara banyaknya titik kebakaran hutan dan lahan hanya terdapat 3 wilayah yang paling rawan yaitu Kecamatan Bontang Selatan, Kelurahan Bontang Lestari, Kelurahan Satimpo dan Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Kanaan. Tahun terginggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdapat pada tahun 2019 dengan 14 Kasus kebakaran hutan dan lahan dilanjut dengan tahun 2021 dan tahun 2022 dengan 3 Kasus kebakaran hutan dan lahan serta pada tahun 2020 terdapat 2 kasus kebakaran hutan dan lahan.