cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 124 Documents
Peran Pendidikan Al-Qur’an dalam Kurikulum PAI untuk Membentuk Generasi Qur’ani Ade Irma Yunita Harahap; Juliani; Astina Windiani; Atikah Rahmah Syawalyah Wijaya; Ziyadatu Azriya
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/c43dch55

Abstract

Artikel ini meneliti peran penting pendidikan Al-Qur’an dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membentuk generasi Qur’ani di Indonesia. Pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pengajaran kitab suci, tetapi juga sebagai alat untuk membentuk karakter dan moral generasi muda. Melalui pendidikan Al-Qur’an, siswa diharapkan dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci tersebut, sehingga mereka dapat menjadi individu yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, implementasi pendidikan Al-Qur’an menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya sumber daya, keterbatasan waktu dalam kurikulum, dan perbedaan pemahaman tentang ajaran Al-Qur’an di antara para pendidik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, artikel ini menyoroti beberapa strategi pengembangan, seperti penerapan metode pembelajaran yang interaktif, pengintegrasian nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam seluruh kurikulum, dan pelatihan bagi guru PAI. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa pendidikan Al-Qur’an berjalan efektif dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cerdas spiritual, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Pengembangan Modul Interaktif untuk Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital Al Hafila Hafiz; Juliani; Demak Sariyani Br Sihotang; Putri Ameylia; Zulfizar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/mp2j1b86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul interaktif yang selaras dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis digital, menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Era digital menuntut adaptasi dalam pendidikan agama untuk memenuhi kebutuhan dan harapan peserta didik. Penelitian ini menganalisis berbagai literatur yang mencakup teori pendidikan, teknologi pembelajaran, dan aplikasinya dalam konteks PAI. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa modul interaktif tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Elemen kunci modul ini meliputi interaktivitas tinggi, penggunaan multimedia, dan aksesibilitas yang memadai. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai agama dalam konten digital agar modul tetap relevan dan mendukung pembentukan karakter siswa. Pengembangan modul interaktif diharapkan dapat menghadirkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan, meningkatkan motivasi belajar siswa dalam PAI. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk memanfaatkan teknologi dalam menciptakan pengalaman belajar yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, pendidikan agama diharapkan dapat lebih relevan dan berdampak positif bagi generasi muda.
Implikasi Perkembangan Afektif, Kognitif, dan Psikomotorik serta Moral dan Spiritual Peserta Didik dalam Pembelajaran pada Sekolah Dasar Lyna Luthfiyyah Azzahra; Roro Ayu Angeli
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/vpzm4g97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi perkembangan afektif, kognitif, psikomotorik, serta moral dan spiritual peserta didik dalam pembelajaran di sekolah dasar. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan afektif, kognitif, psikomotorik, serta moral dan spiritual saling berkaitan dan mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Dimensi afektif yang positif, seperti motivasi dan sikap yang baik terhadap pembelajaran, dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi siswa. Perkembangan kognitif yang optimal memfasilitasi pemahaman konsep-konsep akademik yang lebih baik, sementara perkembangan psikomotorik mendukung peningkatan keterampilan motorik yang esensial bagi anak usia sekolah dasar. Selain itu, pembentukan nilai moral dan spiritual melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter turut membentuk kepribadian peserta didik yang lebih baik. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang holistik yang memperhatikan seluruh dimensi perkembangan anak agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang maksimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pendidik untuk mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan ini dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di sekolah dasar.
Upaya Meningkatkan Relevansi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dengan Dinamika Kehidupan Modern Faridsyah Bisyar Hafi; Juliani; Mutia Bonarija; Nily Khatimah; Salsabila Amalia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/4a1xef20

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis asimilasi ide-ide pendidikan agama Islam dalam konteks kontemporer dan untuk menilai argumen yang dibuat dan argumen yang dibuat dalam upaya ini. Sangat penting untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat diterapkan dalam lingkungan pendidikan yang semakin tenang karena era modern. Kurikulum pendidikan agama Islam yang berada di antara tradisi dan modernitas menuntut adanya adaptasi terhadap kemajuan teknologi dan globalisasi. Inti persoalannya adalah bagaimana memperkuat prinsip-prinsip dasar agama secara lebih bijaksana dan tepat waktu. Namun, dalam konteks ini, ada pula peluang untuk menggunakan teknologi sebagai alat untuk penelitian dan pemahaman Islam yang lebih mendalam. Artikel ini juga mengkaji upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam yang inklusif dan relevan dengan dunia modern.
Pengaruh Kurang Optimalnya Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di Indonesia Lisa Seprina Br. Sembiring; Juliani; Ayu Nisa Lestari; Durroh Ma; Dani Kurniawan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/j7qb6m68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurang optimalnya pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap pembentukan karakter siswa di Indonesia. PAI memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai moral dan agama. Namun, kurikulum PAI yang terlalu berfokus pada teori dan hafalan tanpa penerapan praktis menyebabkan siswa kesulitan menginternalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan waktu pembelajaran PAI turut mengurangi kesempatan siswa untuk mendalami materi dan menerapkan ajaran agama secara mendalam. Minimnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat juga memperburuk kondisi ini, sehingga pembentukan karakter siswa menjadi tidak konsisten. Dampaknya, nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab tidak berkembang secara optimal. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi strategi peningkatan efektivitas PAI, seperti perbaikan kurikulum, penguatan kompetensi guru, integrasi teknologi, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan kontekstual, diharapkan PAI dapat lebih efektif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan religius.
Transformasi Kurikulum PAI: Mencetak Generasi Islami Berbasis Literasi Digital Juliani; Juliah Annisa; Muhammad Iskandar Z; Khairunnisa Yuharqie; Adinda Syafira
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi Pendidikan Agama Islam di era digital menjadi suatu keharusan dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuka peluang baru bagi pembelajaran, termasuk dalam bidang pendidikan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan potensi pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan agama Islam serta strategi yang dapat diterapkan untuk membangun generasi Islam yang melek teknologi. Dengan memanfaatkan berbagai platform digital seperti aplikasi, situs web, dan media sosial, pendidikan agama Islam dapat diakses lebih luas, efektif, dan efisien. Selain itu, integrasi  teknologi dalam pendidikan agama juga memungkinkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan relevan dengan tantangan zaman. Namun, tantangan dalam menjaga kualitas konten dan nilai-nilai ajaran Islam juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik dan inovatif dalam mengembangkan pendidikan agama Islam di era digital, guna mencetak generasi Islam yang tidak hanya terampil dalam teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari hari.
Program Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI untuk Mencapai Kompetensi Religius Siswa Jivani Syahdilla; Juliani; Farah Fadhila; Ahmad Fauzi; Atila Zulfani Irawan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kompetensi religius siswa. Melalui studi kasus, ditemukan bahwa guru yang memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang tinggi dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi siswa untuk mengembangkan kompetensi religiusnya.
Faktor-faktor Penghambat Optimalisasi Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Sekolah di Indonesia Faiz Zahfa; Juliani; Bella Charisma; Bintang Zahrani; Nurul Afifah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kendala dalam penyelenggaraan pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah Indonesia dan memberikan solusi strategis untuk mengatasinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang didasarkan pada tinjauan literatur kualitatif yang mengkaji hubungan antara tantangan internal seperti terbatasnya kapasitas guru, kesempatan belajar, dan kurangnya dukungan kebijakan eksternal. Penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kompetensi guru menjadi kendala utama dalam mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan relevan. Keterbatasan fasilitas seperti ruang belajar khusus, laboratorium keagamaan, dan materi interaktif juga mengurangi efisiensi proses pembelajaran PAI. Selain itu, kebijakan pemerintah cenderung kurang memberikan prioritas pada pendidikan agama, khususnya dalam hal alokasi anggaran dan integrasi teknologi ke dalam kurikulum. Untuk mengatasi kendala tersebut, beberapa solusi strategis telah diusulkan, antara lain: Memberdayakan guru melalui pelatihan berkelanjutan, menyediakan fasilitas yang sesuai, dan menggunakan teknologi digital untuk memungkinkan pembelajaran  interaktif dan menarik. Mengembangkan kurikulum yang memenuhi kebutuhan saat ini juga merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas PAI. Menciptakan lingkungan belajar yang efektif memerlukan hubungan yang sinergis antara kebijakan pemerintah, peran pendidik, dan dukungan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi PAI di sekolah-sekolah di Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat sasaran dan strategis, pendidikan agama seharusnya mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai Islam, namun juga mampu beradaptasi dengan tantangan era digital.
Kelemahan dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Indonesia: Penyebab dan Solusi Farraz Aulia Ihsan; Juliani; Anisa Dwi Lestari; Indah Sri Ratih; Fatiyyah Fitri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitasnya. Salah satu permasalahan utama adalah kekurangan guru PAI yang kompeten, yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Selain itu, stigma negatif terhadap mata pelajaran PAI dan minimnya integrasi kurikulum agama dengan kurikulum umum turut memperparah situasi. Artikel ini menganalisis penyebab kelemahan dalam pelaksanaan PAI, termasuk kekurangan guru, persepsi masyarakat, dan tantangan integrasi kurikulum. Solusi yang ditawarkan meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas guru PAI, reformasi kurikulum yang lebih integratif, serta peningkatan anggaran dan infrastruktur pendidikan Islam. Dengan mengatasi permasalahan ini, diharapkan PAI dapat berperan lebih efektif dalam membentuk karakter dan moral peserta didik.
Model Kurikulum PAI Berbasis Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Kontekstual Aulia Nurrohmah; Juliani; Siti Ully Azhar; Raniah Putri Candrawati; Ihwal Syahwaluddin
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya modifikasi kurikulum yang terjadi menjadi latar belakang penulisan ini. Sehingga, “ganti menteri, ganti kurikulum” sudah menjadi sikap yang sering dianggap oleh sejumlah pihak. Kurikulum merupakan salah satu komponen terpenting dari sistem pendidikan; ia berfungsi sebagai pedoman untuk melaksanakan pengajaran di semua tingkatan dan dalam semua bentuk pendidikan serta sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Istilah "kurikulum" dalam Islam mengacu pada manhaj, atau jalur tertentu yang diambil guru dan siswa untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan sikap mereka. Kurikulum pendidikan Islam mengacu pada aktivitas, informasi, dan pengalaman yang diberikan secara sengaja dan metodis kepada siswa untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam. Penggunaan pendekatan PBL pada Studi ini menyelidiki Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami keuntungan, kekurangan, dan hasil metode PBL dalam kurikulum PAI. Analisis literatur adalah bagian dari penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mungkin ada keuntungan besar menggunakan pendekatan PBL dalam kurikulum PAI. Hal ini termasuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep agama, meningkatkan keterlibatan mereka di kelas, dan membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Namun kelemahan metode ini antara lain evaluasi yang lebih sulit, waktu penyelesaian suatu topik yang lebih lama, dan pembuatan materi yang lebih kompleks. Pentingnya guru memperkuat teknik PBL dalam kurikulum PAI juga ditekankan dalam penelitian ini. Untuk mendorong diskusi kelompok dan memberikan bimbingan kepada siswa, pendidik harus mengembangkan skenario masalah yang relevan dengan kerangka teologis Islam. Selain itu, Untuk mengukur pemahaman siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan evaluasi yang menyeluruh.

Page 3 of 13 | Total Record : 124