cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 124 Documents
Pengembangan Soft Skill Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Bunga Pradany Lutfidha; Ida Rindaningsih
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/30mjn726

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai literasi dan referensi dengan menggambarkan bahwa soft skills guru memiliki peran dan ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meliputi kemampuan mengelola diri, kecakapan dalam berhubungan dengan orang lain, dapat membentuk profesionalisme, dan tidak hanya kemampuan mengajar saja secara akademik kepada siswa namun guru juga perlu mengerti dalam manajemen diri dengan bersosialisasi di lingkungan bekerja, seperti memperhatikan aspek kecerdasan emosional, keterampilan berpikir kritis, pengembangan diri, sikap dan perilaku. Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan yang berinteraksi langsung dengan peserta didik terus meningkatkan kualitas pendidikan Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah literature review, yakni mengulas lima literatur yang sesuai dengan fokus penelitian. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa kemampuan soft skills guru masih kurang, ditunjukkan dengan sikap kurangnya komunikasi antara guru dengan rekan yang lain maka dengan penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi bahwa pengembangan soft skills guru sangat penting untuk kesejahteraan di lingkungan kerja dengan begitu kemampuan guru mengajar dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil penelitian membuktikan bahwa masih kurangnya pengembangan soft skills guru, karena guru sebagai pemegang peran terpenting dalam proses pendidikan harus selalu mengembangkan potensi diri, baik intrapersonal maupun interpersonal. Pengembangan soft skills guru menjadi sangat relevan dalam meningkatkan kualitas pendidikan setiap guru diharuskan memiliki kemampuan dalam memahami materi bahan ajar secara luas mendalam dan pengembangan soft skills, secara Intrapersonal dan Interpersonal.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X IPA MAS Al-Wardah Tembung T.A 2021/2022 Sopia Adelina; Indayana Febriani Tanjung
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/vsh6v268

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap aktivitas belajar siswa kelas X MAS Al-Wardah Tembung, (2) pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap hasil belajar siswa kelas X MAS Al-Wardah Tembung. Desain penelitian yang digunakan bersifat eksperimen. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X MAS Al-Wardah Tembung. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu peserta didik kelas X IPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA2 sebagai kelas kontrol. Penarikan sampel dalam penelitian ini ditentukan secara total sampling (sampel penuh). Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah observasi dan tes tertulis. Teknik analisis data menggunakan teknik statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap aktivitas belajar siswa kelas X MAS Al-Wardah Tembung, hal ini dapat dilihat dari hasil diperoleh μA1 > μA2 yang dinotasikan dengan nilai 3,39 > 1,93 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, (2) ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap hasil belajar siswa kelas X MAS Al-Wardah Tembung, hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung = 9,723 dan ttabel = 2,000 yang artinya thitung > ttabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Konsep Wahdaniyah: Upaya Mengejawantahkan Hablun min Allah, Hablun min an-Nas, dan Hablun min al-Alam Izmi Lutfiah; Soraya Zairina Asmadi; Zulfiana Herni; Pangulu Abdul Karim
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/brs0jr58

Abstract

Konsep Wahdaniyah dalam ajaran Islam merujuk pada pemahaman tentang keesaan Tuhan, yang juga mencakup hubungan yang harmonis antara Tuhan, alam, dan umat manusia. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Wahdaniyah melalui beberapa pembahasan utama. Pertama, pengertian Wahdaniyah dijelaskan sebagai dasar keimanan dalam Tauhid, yang menegaskan bahwa Tuhan adalah satu dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kedua, artikel ini menguraikan pembagian dari Wahdaniyah, yang meliputi Wahdaniyah dalam konteks ketuhanan (Tauhid), kemanusiaan, dan hubungan alam semesta, yang saling terkait dan menciptakan kesatuan yang harmonis. Ketiga, kajian ini menelaah dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadis yang mendasari konsep Wahdaniyah, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Terakhir, jurnal ini membahas penerapan sikap yang mengarah pada Wahdaniyah, yang mencakup sikap tawadu’, menghormati sesama, dan menjaga keseimbangan dengan alam, sebagai manifestasi nyata dari kesatuan yang diajarkan dalam Wahdaniyah. Melalui kajian ini, diharapkan pembaca dapat memahami pentingnya Wahdaniyah dalam membangun kesatuan umat manusia serta hubungan yang lebih harmonis dengan Tuhan dan alam semesta.
Analisis Perkembangan Anak Usia SD Kelas 2 di Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Ramadan Lubis; Alliyah Putri; Adelina Br Sembiring; Erina Damayanti; Hasny Delaila Siregar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/nk7nye47

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan psikomotorik, fisik, kognitif, sosial, emosional, moral, dan spiritual anak kelas 2 SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali lebih dalam tentang perkembangan holistik anak, serta memberikan rekomendasi bagi pendidik dan orang tua dalam mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada anak kelas 2 SD sudah menunjukkan perkembangan fisik, psikomotorik, emosi, sosial, kognitif, moral dan spiritual telah berkembang dengan baik sesuai dengan tahap usia dasar. Dari sisi fisik, pertumbuhan tubuh yang signifikan dan peningkatan daya tahan juga menjadi perhatian. Kognitif anak kelas 2 SD ditandai dengan kemampuan berpikir logis yang lebih baik dan pemahaman konsep dasar yang lebih mendalam. Aspek sosial dan emosional terlihat dari interaksi dengan temansebaya dan pengembangan kemampuan empati. Selain itu, perkembangan moral dan spiritual anak mulai terbentuk melalui pendidikan nilai dan pengalaman di lingkungan keluarga dan sekolah.
Analisis Karakteristik dan Faktor Perkembangan Anak Kelas 1 SDIT Al Hijrah 2 Deli Serdang Khairina Janani; Suci Amalia; Siti Amsarina Pangaribuan; Dinda Patliana Sukma; Ramadan Lubis
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/kjvyw782

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan fisik, psikomotorik, emosi, sosial, kognitif, moral, dan spiritual anak usia sekolah dasar kelas 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa anak sekolah dasar kelas 1 dengan usia 6-7 tahun sudah mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan optimal. Tahap ini menandai peralihan dari masa prasekolah menuju pendidikan formal. Perkembangan anak usia sekolah dasar memengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk aspek fisik, psikomotorik, kognitif, sosial, emosional dan spiritual. Penelitian mengenai perkembangan anak usia sekolah dasar menjadi semakin penting karena dengan pengajaran, bimbingan dan dukungan yang baik dari guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung semua aspek perkembangan pada anak.
Karakteristik Perkembangan Psikomotorik Anak Usia Sekolah TK Annisa Mardatillah; Ramadan Lubis; Faradiba Mega Puan Maharani; Hadiyah Putri; Intan Khairani; Neha Lestari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bvz6j010

Abstract

Perkembangan psikomotorik pada anak usia sekolah TK tergantung lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung anak untuk bergerak bebas. Perkembangan psikomotorik merupakan bagian dari perkembangan anak yang berkaitan dengan gerak fisik. Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik perkembangan spiritualitas anak usia sekolah TK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada tahap perkembangan usia dini, anak mulai mengembangkan berbagai aspek dalam dirinya, termasuk aspek spiritualitas yang didalamnya terdapat perkembangan fisik, intelektual, serta perkembangan sosial, emosi dan moral. Di mana penting bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung agar anak dapat mengembangkan spiritualitasnya secara optimal.
Aliran Kalam dan Pokok Pemikirannya Ilham Rahmat; Ilham Putra Pratama; Pangulu Abdul Karim; Zulfiana Herni
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/acysve19

Abstract

Penelitian ini membahas tentang aliran kalam dan pokok pemikirannya. Fokus utama penelitian ini adalah gambaran umum tentang aliran-aliran kalam yang ada dalam dunia Islam. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Pengertian Teologi Islam? 2) Aliran Teologi dalam Islam dan bagaimana pokok pemikirannya? Melalui metode kualitatif dengan penelitian library research (penelitian pustaka). Sumber data utama meliputi buku-buku aliran kalam, serta karya-karya ilmiah terkait aliran tersebut dalam teologi Islam.
Kurikulum PAI dan Pendidikan Perdamaian: Menanamkan Toleransi di Kalangan Siswa Juliani; Muhammad Katon BagasKara; Nadia Azani; Nova Anggraini; Rika Pratiwi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3g4prk36

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi pendidikan perdamaian dalam kurikulum pendidikan agama Islam (PAI) untuk meningkatkan toleransi di kalangan siswa. Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, penanaman nilai-nilai toleransi melalui pendidikan formal menjadi sangat penting untuk mencegah konflik berbasis agama, diskriminasi, dan perpecahan sosial. Kurikulum PAI memiliki potensi besar untuk membentuk sikap menghargai perbedaan, kerukunan antar umat beragama, dan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi di kelas, wawancara dengan guru PAI, dan analisis dokumen kurikulum yang berlaku. Fokus penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai perdamaian diintegrasikan ke dalam materi ajar, metode pengajaran, serta kegiatan pendukung lainnya seperti diskusi kelompok dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa materi PAI sudah memuat konsep perdamaian dan toleransi, penyampaian nilai-nilai tersebut masih belum optimal dan perlu diperdalam dengan contoh-contoh konkret dari kehidupan sehari-hari. Metode pengajaran seperti dialog interaktif, studi kasus keberagaman, simulasi penyelesaian konflik, dan permainan edukatif efektif dalam menumbuhkan sikap toleransi di kalangan siswa. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler seperti diskusi lintas agama, kunjungan ke tempat ibadah lain, dan proyek sosial bersama dapat memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya menghormati perbedaan. Guru PAI berperan penting dalam membentuk perspektif siswa agar lebih inklusif, kritis, dan bebas dari prasangka. Integrasi nilai-nilai perdamaian dalam kurikulum PAI diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih terbuka, damai, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman.
Pendidikan Agama Islam sebagai Landasan Spiritual dalam Era Globalisasi Ade Najira Yani; Juliani; Dandi Wijaya; Nurhayati
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/d8g7yv02

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman dan pengalaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menciptakan individu yang berwawasan global, sehingga mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas spiritual. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam mengenai pendidikan agama Islam sebagai landasan spiritual dalam era globalisasi. Hasil dari penelitian ini yaitu terbentuknya individu yang memiliki kepribadian kokoh berdasarkan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pendidikan  ini sangat penting untuk membentuk individu yang kuat secara spiritual dan mampu menjalani kehidupan dengan nilai-nilai Islam sebagai pedoman. Pendidikan ini juga mempersiapkan individu untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat global tanpa kehilangan nilai-nilai.
Pemanfaatan Game Edukasi untuk Penguatan Materi PAI di Sekolah Menengah Yulia Intan Br. Karo Karo; Juliani; Varisa Nun Andini; Dwi Apriani; Ilham Ramadan Ginting
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/nx8bp120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan game edukasi dalam penguatan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci yangmencakup guru dan siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game edukasi, seperti "Quiz Islam" dan "SejarahNabi," mampu meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap materi PAI. Guru mengakui bahwa game edukasi membantumenyajikan konsep abstrak secara interaktif dan menarik, sementara siswa melaporkan kemudahan dalam memahami materi seperti rukun iman dan sejarah Nabi Muhammad. Meskipun hasilnya positif, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas teknologi di sekolah dan minimnya pelatihan guru dalam menggunakan perangkat lunak edukasi. Selain itu, ada hambatan terkait aksesibilitas, terutama bagi siswa yang tidak memiliki perangkat pendukung. Analisis data menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga mendorong penguasaan materi secara lebih mendalam. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan lebih lanjut dalam implementasi game edukasi yang relevan dengan kurikulum PAI, dukungan infrastruktur teknologi di sekolah, serta pelatihan berkelanjutan bagi guru. Penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi dalam media pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif danmenyenangkan, khususnya dalam mata pelajaran PAI yang sering dianggap kurang menarik oleh siswa. Dengan demikian, game edukasi dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

Page 2 of 13 | Total Record : 124