cover
Contact Name
Vivi Puspita
Contact Email
ojs.pdk@adzkia.ac.id
Phone
+6281374606030
Journal Mail Official
ojs.pdk@adzkia.ac.id
Editorial Address
JL Taratak Paneh 7, Korong Gadang, Kuranji
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan dan Karakter
Published by Universitas Adzkia
ISSN : -     EISSN : 28094158     DOI : https://doi.org/10.59701/pdk.v5i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter merupakan jurnal yang bergerak di bidang penelitian bidang pendidikan dasar yang mengakomodir pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam setiap aktivitas publikasi. Jurnal Riset Pendidikan Dasar dan Karakter diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal Riset Pendidikan Dasar dan karakter merupakan publikasi ilmiah yang bertujuan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian Dosen dan Mahasiswa di bidang Pendidikan Guru Sekolah Dasar, serta tenaga pendidik di lingkup Sekolah Dasar/MI dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Ruang Lingkup Riset meliputi bidang: Matematika SD, Pembelajaran IPA di SD, PKn SD, Pembelajaran IPS di SD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), serta berbagai Inovasi Pembelajaran yang disarankan tetap mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap publikasi.
Articles 149 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR PKN PESERTA DIDIK KELAS IV SD NEGERI 20 INDARUNG KOTA PADANG Anisa Miftahul Janah; Merri Yelliza
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 1 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i1.456

Abstract

This study aims to determine the effect of the cooperative learning model of Teams Games Tournament (TGT) on the Civic Education learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 20 Indarung, Padang City. This study was motivated by the low Civic Education learning outcomes caused by learning activities that were still dominated by the lecture method, making students less active. This research used a quantitative approach with a quasi-experimental design and a posttest-only control group design. The sample consisted of 58 students, including class IVA as the control class and class IVB as the experimental class. The sampling technique used was saturated sampling. The research instrument was a multiple-choice test. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent sample t-test. The results showed that the average posttest score of the experimental class was 85.86, while the control class was 63.07. The t-test result showed that tcount = 9.038 > ttable = 1.673. Therefore, the TGT model had a significant effect on students’ Civic Education learning outcomes.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO Bayu Amzari; Hendrizal; Dini Maielfi
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 1 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i1.461

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes in Pancasila Education among fourth-grade students at SD Islam Terpadu Buah Hati Padang. The students had not yet been able to develop their knowledge in problem-solving, and group learning was rarely implemented. This study aimed to describe the improvement of students’ learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by instructional videos. The method used was Classroom Action Research (CAR) with qualitative and quantitative approaches, conducted in two cycles. The research subjects were 27 fourth-grade students. The results showed improvement in several aspects: teaching module planning increased from 82% in Cycle I to 96% in Cycle II, the teacher aspect increased from 75.35% to 89.2%, and the student aspect increased from 73% to 92.8%. The average student learning outcome also increased from 78.1 in Cycle I to 92 in Cycle II. Therefore, the implementation of the PBL model assisted by instructional videos can improve the learning process and learning outcomes in Pancasila Education among fourth-grade elementary school students.
KONSTRUKSI PENDIDIKAN DIGITAL DALAM PRAKTIK DIPLOMASI KORPORAT SAMSUNG: ANALISIS PROGRAM SMART LEARNING CLASS DI INDONESIA Addhuha Ronvy; Al Shaffaat Ronvy
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 1 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i1.488

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi diskursif diplomasi korporat dalam program Samsung Smart Learning Class (SSLC) di Indonesia. Dengan menggunakan analisis tematik kualitatif, penelitian ini menelaah 8 dokumen inti yang terdiri dari laporan keberlanjutan, siaran pers, dan tinjauan operasional yang disaring dari 12 teks awal. Dengan mengaitkan data tersebut dengan pilar-pilar pendidikan digital UNESCO dan model Legitimasi Strategis Marschlich, terlihat adanya keselarasan konseptual yang spesifik. Pertama, perusahaan menerapkan kepatuhan selektif; dengan memenuhi Pilar 2 (perangkat keras) dan Pilar 3 (pelatihan), perusahaan secara langsung membangun Legitimasi Pragmatis dan Legitimasi Kognitif. Kedua, membingkai intervensi sebagai solusi normatif menghasilkan Legitimasi Moral. Yang terpenting, pengabaian strategis terhadap Pilar 1 (tata kelola) dan Pilar 5 (pendanaan) menetapkan batasan operasional. Pada akhirnya, diplomasi ini dibangun sebagai katalis teknologi yang terbatasi, memaksimalkan legitimasi diplomatik sekaligus mengelola kewajiban korporasi secara logis.
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DI KELAS IV SD NEGERI 34 SIMPANG HARU: PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DI KELAS IV SD NEGERI 34 SIMPANG HARU Vellina Salmi; Ismira; Dini Maielfi
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 2 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i2.489

Abstract

This study aims to determine the effect of the role playing method on the speaking skills of fourth-grade students at SD Negeri 34 Simpang Haru in social studies learning. The low speaking skills of students, characterized by passive behavior, shyness, and lack of confidence, became the main background of this research. This quantitative research employed an experimental method with a one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 23 students. Data were collected through speaking skills tests before and after the treatment. The Shapiro-Wilk normality test showed that the data were not normally distributed, so the hypothesis was tested using the non-parametric Wilcoxon Signed Ranks Test. The analysis revealed a significance value of 0.000 (<0.05) and a Z-value of -3.775. This proves that there is a significant effect of applying the role playing method on students' speaking skills. In conclusion, the role playing method is effective as a strategy to improve elementary school students' speaking abilities. Keywords: Role Playing, Speaking Skills, Social Studies Learning.
proposal Penelitian Tindakan Ke PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MENGGUNAKAN METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) DI KELAS V SDN 15 TIGO KORONG KABUPATEN SIJUNJUNG: PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MENGGUNAKAN METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) DI KELAS V SDN 15 TIGO KORONG KABUPATEN SIJUNJUNG suci suci; Siti Aisyah
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 2 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i2.494

Abstract

Rendahnya membaca pemahaman siswa kelas V SDN 15 Tigo Korong menuntut penerapan metode membaca yang sistematis. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca pemahaman melalui metode SQ3R. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model siklus yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 14 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran. Persentase perencanaan/penerapan metode meningkat dari 46% pada siklus I pertemuan 1 menjadi 68% pada siklus I pertemuan 2 dan 86% pada siklus II. Aktivitas pendidik meningkat dari 68% menjadi 78% dan 93%, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari 68% menjadi 80% dan 92%. Hasil membaca pemahaman juga meningkat dari 68 pada siklus I menjadi 92 pada siklus II. Dengan demikian, metode SQ3R dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar
PENGARUH MODEL INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR Wipa Arifia Hidayah; Riri Marfilinda; Sisri Wahyuni
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 1 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i1.503

Abstract

This study aimed to determine the effect of the inquiry learning model on elementary school students’ science learning outcomes. The study was motivated by the low science learning outcomes and the limited use of learning models that actively involve students in the learning process. The research employed a quasi-experimental design using the nonequivalent posttest-only control group design. The study was conducted in the 2025/2026 academic year involving two classes: an experimental class taught using the inquiry learning model and a control class taught using conventional learning. The sampling technique used saturated sampling, in which all members of the population were selected as the research sample. Data were collected through a posttest consisting of 20 objective questions that had been tested for validity, reliability, discrimination index, and difficulty level. The results showed that the average posttest score of the experimental class was higher than that of the control class, namely 94 and 80. The Mann-Whitney U test result obtained an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.011 < 0.05, indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Therefore, the inquiry learning model had a significant effect on students’ science learning outcomes.
Kesiapan Teknologi Digital dalam Menunjang Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar Dessy Setyowati; Muhammad Aqmal Nurcahyo; Yunika Afryaningsih
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 2 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i2.506

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan integrasi teknologi digital dalam mencapai kedalaman melalui paradigma pembelajaran mendalam di tingkat satuan pendidikan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kesiapan teknologi digital dalam menunjang pembelajaran mendalam di Kecamatan Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei terhadap guru di sekolah dasar negeri. Data terkumpul dengan skala Likert yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan variasi kesiapan yang meliputi indikator kompetensi pedagogis guru berada pada kategori "Siap" (75%), sedangkan ketersediaan jaringan internet masuk dalam kategori "Cukup Siap" (58%). Secara keseluruhan, infrastruktur fisik, literasi digital siswa, dan efektivitas deep learning berada pada kategori "Siap". Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam memerlukan "kesiapan fungsional" daripada sekadar "kesiapan fisik". Kesiapan fisik berkaitan dengan ketersediaan sarana dan infrastruktur pembelajaran, sedangkan kesiapan fungsional merujuk pada kemampuan guru dan sekolah dalam memanfaatkan sarana tersebut secara efektif melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang bermakna, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS VAGOOW UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Eva Arnaz; Isnaini Wulandari; Febby Fajar Nugraha
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 1 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i1.532

Abstract

Kemandirian belajar adalah salah satu karakter penting untuk mencapai tujuan akhir dalam proses pembelajaran, namun pada kenyataannya rata-rata kemandirian belajar siswa hanya mencapai 36% dan termasuk kategori rendah, hal ini disebabkan oleh kurangnya inovasi guru dalam penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis vagoow (canva, google sites dan wordwall) untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPAS mengenai mengapa kita perlu makan dan minum di kelas V secara layak dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model ADDIE. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis vagoow sangat layak digunakan dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,99 yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa nilai t-hitung 26,42 lebih besar dari t-tabel yaitu 2,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis vagoow yang dikembangkan sangat layak dan efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa.
Pengaruh Integrasi Pendekatan RME dan IMPROVE terhadap Kemampuan Literasi Numerasi di Universitas Adzkia Asrina Mulyati; Suci Wulandari; Maifit Hendriani; Raveena Ramadhani; Mutiara Agustia
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 1 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i1.540

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa, namun pembelajaran matematika di perguruan tinggi cenderung berorientasi prosedural. Penelitian kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan IMPROVE terhadap literasi numerasi 34 mahasiswa Universitas Adzkia. Data dikumpulkan melalui tes uraian kontekstual dan dianalisis dengan uji paired t-test serta N-gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor dari 41,18 (pretest) menjadi 84,31 (posttest) dengan p < 0,001. Nilai rata-rata N-gain sebesar 0,74 termasuk dalam kategori tinggi, yang menunjukkan efektivitas pedagogis yang kuat. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi pendekatan RME dan IMPROVE secara signifikan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami, menerapkan, dan merefleksikan informasi numerik. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris penting bagi pengembangan model pembelajaran matematika kontekstual dan metakognitif di pendidikan tinggi.
Deep Learning dalam Kurikulum Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Posisi Guru Nia Maslina; Weni Yulastri; Susi Yusmita; Feri Kurniawan; Sierly Mareta Yanre; ⁠Rona Marlina
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 1 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i1.556

Abstract

Kesenjangan antara tuntutan kurikulum Deep Learning dan realitas implementasi di sekolah dasar Indonesia menjadi masalah utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dilema dan posisi guru dalam implementasi kurikulum Deep Learning di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis isi tematik terhadap 45 artikel yang terbit pada rentang tahun 2024–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki kesiapan internal tinggi, implementasi Deep Learning terhambat oleh tekanan struktural seperti beban administrasi, keterbatasan infrastruktur digital, dan budaya sekolah yang kaku. Kondisi ini menciptakan kesenjangan kesiapan dan realitas (readiness-reality gap) yang memicu regresi pedagogis. Namun, komunitas belajar kolaboratif dan pelatihan kontekstual diidentifikasi sebagai faktor pendukung utama. Disimpulkan bahwa keberhasilan transformasi Deep Learning memerlukan intervensi multi-level yang berfokus pada pemberdayaan guru sebagai aktor sentral kurikulum.