cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnalcarong@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Imum Lueng Bata, Bathoh, Banda Aceh, Indonesia 23245
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 30892082     DOI : https://doi.org/10.62710/carong
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Menangkal Berita Hoax Menurut Al-Quran Surah An-Nur Ayat 11 Annida Siregar; Edi Hermanto; Ali Akbar; Zaskia Meila Amanda
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/66fp8x06

Abstract

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin membawa ajaran yang tetap relevan di sepanjang zaman, termasuk di era digital saat ini. Al-Qur'an menjadi pedoman utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup dengan cara yang benar dan bijaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya etika dalam menerima, memverifikasi, dan menyebarkan informasi berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Q.S. An-Nur ayat 11–20. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana prinsip tabayyun dapat diterapkan di era digital untuk mencegah penyebaran hoaks dan fitnah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan mengkaji Al-Qur'an, buku, jurnal, artikel, serta sumber lain yang membahas tentang etika dalam berinformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun, yaitu sikap hati-hati dan melakukan klarifikasi terhadap berita yang diterima, sangat penting untuk mencegah timbulnya fitnah dan penyebaran hoaks. Di era digital ini, informasi sangat mudah tersebar melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan berupa meluasnya berita bohong yang dapat menimbulkan kerusakan dalam masyarakat. Q.S. An-Nur ayat 11–20 mengajarkan bahwa menyebarkan berita tanpa bukti yang jelas adalah perbuatan yang berbahaya dan akan membawa dampak buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, menerapkan prinsip tabayyun di era digital adalah bentuk nyata dari mengamalkan nilai-nilai Islam, menjaga keharmonisan sosial, serta membangun masyarakat yang lebih jujur dan bertanggung jawab terhadap informasi yang beredar.
Persepsi Masyarakat Tentang Tradisi Takiran Sebagai Sarana Sosialisasi Nilai-Nilai Agama Islam di Desa Brajasakti Putra, Dimas Arya
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/achjmx11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi atau pandangan masyarakat Brajasakti mengenai bagaimana tradisi takiran menjadi sarana sosialisasi nilai-nilai agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan konsep fungsionalisme. Penelitian dilakukan di Desa Brajasakti 3 Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara dan penelitian kepustakaan. Peneliti memfokuskan penelitian ini pada aspek simbolik, makna, dan bagaimana tradisi takiran dapat menanamkan nilai-nilai agama Islam dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi takiran dapat menjadi wadah atau sarana sosialisasi nilai-nilai agama Islam melalui makna dan simbol yang terkandung dalam menu takiran yang meliputi nasi putih, ayam atau telur, bihun dan mie peyek serta serondeng, yang memiliki makna dalam kehidupan sebagai sudut pandang kehidupan masyarakat setempat.
Sejarah Pemekaran di Desa Rejo Basuki Kecamatan Lampung Tengah Putra, Akbar Maulana
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qw80dy87

Abstract

Pemekaran desa merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Lampung Tengah, pemekaran desa diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aspek-aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang, proses, dan dampak pemekaran Desa Rejo Basuki terhadap pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis seperti dokumen pemerintahan, arsip desa, buku, artikel ilmiah, dan laporan terkait kebijakan pemekaran desa. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara komprehensif latar belakang pemekaran, proses yang dilalui, serta dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat Desa Rejo Basuki. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemekaran Desa Rejo Basuki dilatarbelakangi oleh tingginya pertumbuhan penduduk dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan desa. Dampak positif yang dihasilkan dari pemekaran antara lain meningkatnya kualitas layanan publik, pembangunan infrastruktur yang lebih merata, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Pemekaran juga membuka peluang untuk pengembangan potensi ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, tantangan seperti pembagian sumber daya yang tidak merata dan kesenjangan pembangunan antara desa yang baru dan yang lama perlu diperhatikan untuk memastikan keberhasilan pemekaran. Kesimpulannya, pemekaran Desa Rejo Basuki telah memberikan dampak positif terhadap pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, untuk memaksimalkan manfaatnya, diperlukan pengelolaan yang bijaksana, partisipasi aktif masyarakat, dan perhatian terhadap pemerataan sumber daya dan pembangunan di desa yang baru. Pemekaran desa ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih efisien dan pembangunan yang lebih merata.
Potret Kritik Sosial dalam Antologi Puisi Doa untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra Pintauli Silaban; Rosmawaty Harahap
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m2h4az78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potret kritik sosial dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Fokus penelitian meliputi: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang mencerminkan berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, disintegrasi keluarga, konflik pemuda, perang, pelanggaran norma, kerusakan lingkungan, dan birokrasi; dan (2) mengkaji kritik sosial melalui literatur sosiologi dan metode hermeneutika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data utama berupa 22 puisi dalam buku Doa untuk Anak dan Cucu Kita (2013) karya W. S. Rendra. Peneliti bertindak sebagai subjek interpretatif, memahami makna sosial dan keagamaan dalam teks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa puisi Rendra mencerminkan realitas sosial dalam hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan. Kritik sosial yang ditemukan meliputi dua belas isu utama, yang utama adalah isu keadilan (12 puisi), kejahatan (10), ekonomi (10), birokrasi (9), dan pelanggaran norma (6). Penelitian ini menunjukkan bahwa karya Rendra merupakan media ekspresif untuk menyampaikan kritik terhadap ketimpangan sosial.
Metode Tafsir dalam Perspektif Ulumul Qur'an: Pendekatan Konseptual dalam Pemahaman Ayat-Ayat Al-Qur'an Irpan Saputra Harahap; Ali Akbar; Edi Hermanto; Mahmud Muda Hasibuan
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vfag5v93

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan konseptual tafsir Al-Qur’an yang berbasis pada struktur epistemologis Ulumul Qur’an. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis konseptual-hermeneutik, penelitian ini mengkaji kitab-kitab Ulumul Qur’an klasik dan kontemporer serta karya tafsir utama guna mengevaluasi potensi integrasi antara disiplin Ulumul Qur’an dan metodologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu-ilmu seperti asbabun nuzul, makki-madani, qira’at, nasikh-mansukh, dan munasabah bukan sekadar perangkat bantu, tetapi dapat membentuk kerangka metodologis penafsiran yang sistematik dan relevan. Penelitian ini merumuskan lima tahap pendekatan konseptual: identifikasi konteks wahyu, pembacaan tematik-konseptual, integrasi munasabah antar ayat, verifikasi historis melalui nasikh-mansukh, dan relevansi sosial dalam konteks kekinian. Penerapan pendekatan ini pada QS. An-Nisa:58 dan QS. Al-Hujurat:13 membuktikan efektivitasnya dalam menyingkap nilai-nilai keadilan sosial dan kesetaraan manusia secara mendalam dan kontekstual. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru dalam pengembangan model tafsir yang responsif terhadap dinamika masyarakat modern dan berakar pada tradisi keilmuan Islam.
Pengaruh Video Animasi sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar di Sekolah Dasar Maemunah; Desty Endrawati Subroto; Indah Febriyanti; Siti Fattimah; Faren Aulia Meilani; Ilham Mubarok
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z1px3e15

Abstract

This study aims to investigate the impact of using animated videos in the teaching process on improving students' teaching skills at the elementary school level. This study used a quantitative method involving 50 students from SDN Purwadadi 2. Data were collected through distributing questionnaires covering various indicators of teaching skills, such as classroom management, explaining materials, maintaining students' attention, student participation in the learning process, and teachers' ability to convey information. The results of this study indicate that the use of animated videos has a positive and significant effect on students' learning abilities, especially in terms of understanding the material, so that it becomes more effective, improves, and makes difficult concepts easier to digest through visualization, which also increases students' enthusiasm and activity, and makes learning more diverse and interesting through animated media. Based on the information presented in the diagram, teacher skill improvement was seen significantly in five indicators of teaching ability, which can be seen from the posttest score which is higher than the pretest. The average increase for each indicator showed a fairly significant difference in value, ranging from 20 to 24 points, indicating consistent and positive development in all aspects of teaching skills. The indicator with the highest increase was student engagement in the learning process, which showed the greatest increase, namely 24 points (from 62 to 86), while the indicator with the lowest increase was classroom management skills, which only increased by 20 points (from 65 to 85), although it still showed good progress. This study provides evidence that animated videos can function as an effective learning tool at the elementary school level
Analisis Wacana Iklan Susu Frisian Flag: Pendekatan Teun A.Van Dijk dalam Menggali Makna Tersembunyi Ananda Yohana Lumban Tobing; Anella Roveriana Sitanggang; Dahlia Veronika Siregar; Feffiola Destiana Margaretha Pakpahan; Marwinda Silalahi; Natasya Poronika Panggabean; Romiana Situmorang
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kx7gzm66

Abstract

This study aims to analyze the Frisian Flag milk advertisement using the Critical Discourse Analysis (CDA) model by Teun A. van Dijk, which focuses on three dimensions: text structure, social cognition, and social context. Advertisements are seen not only as a means of conveying product information but also as tools that embed ideologies, cultural values, and social constructions. This research uses a literature study method combined with observation and documentation techniques on advertisements broadcast on television and digital platforms. The analysis reveals that the Frisian Flag advertisement conveys a central message about the importance of energy in supporting youth activities, utilizing dynamic visuals, coherent narratives, and memorable slogans. The advertisement functions not only as a promotional tool but also as a medium for delivering social messages that influence consumer perceptions and behavior. Thus, this study contributes to understanding the strategic role of advertisements in shaping public opinion through hidden discourse.
Hadist Tarbawi tentang Kewajiban Belajar dan Mengajar Profesional Jasmaludin, Jasmaludin; Syabuddin, Syabuddin
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kgvcyh96

Abstract

Hadis tarbawi mengenai kewajiban menuntut ilmu menunjukkan betapa Islam sangat menekankan pentingnya pendidikan. Ilmu menjadi kunci peradaban dan belajar-mengajar adalah bagian dari ibadah. Oleh karena itu, setiap Muslim seharusnya menjadikan proses belajar dan mengajar sebagai bagian dari rutinitas hidup yang bernilai ibadah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi tentang belajar mengajar, untuk mengetahui tentang teks hadist belajar mengajar, untuk menganalisis hadist mengenai belajar mengajar dan untuk memahami tentang Implikasi Tarbawi (Pendidikan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Metode tersebut dipilih agar penelitian ini dapat menghasilkan suatu pemahaman yang komprehensif berdasarkan sumber-sumber data yang relevan.  Peneliti berfokus pada pembahasan secara umum menuju khusus yang diawali dengan penjelasan mengenai pengertian belajar dan mengajar kemudian membahas tentang teks hadist belajar mengajar, analisis hadist, serta implikasi hadits tarbawi. Hadist-hadist tarbawi tentang kewajiban belajar dan mengajar menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan Islam. Ia membentuk karakter, akhlak, dan intelektualitas peserta didik, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya literasi, dialog, dan pengembangan ilmu yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.  
Metode Pembelajaran Rasulullah SAW: Analisis Hadis “Shallu Kama Ra'aytumuni Ushalli” Nelli, Nelli; Syabuddin, Syabuddin
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/x2e78n94

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran Rasulullah SAW melalui analisis terhadap hadis "Shallu kama ra’aytumuni usalli" yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari. Hadis ini dipahami tidak hanya sebagai perintah ibadah, tetapi juga sebagai refleksi dari pendekatan pedagogis Nabi dalam menyampaikan ajaran Islam. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis matan, artikel ini menemukan bahwa Rasulullah SAW menggunakan metode keteladanan (uswah hasanah), pembelajaran visual-praktikal, serta pembelajaran berbasis pengalaman dan misi edukatif. Hasil kajian ini menegaskan bahwa metode pembelajaran Nabi sangat relevan untuk diadaptasi dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Dengan pendekatan yang holistik dan humanistik, Rasulullah SAW tampil sebagai model pendidik yang efektif dan inspiratif sepanjang masa.
Peserta Didik dalam Perspektif Hadis: Analisis Hadis “Man Yurid Allahu Khairan Yufaqqihhu fi ad-Din” Fitri, Irhamni; Syabuddin; Ariani, Safrina
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s33s1x03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna hadis Nabi Muhammad SAW “مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ” yang menyatakan bahwa "barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Dia akan memberinya pemahaman dalam agama" serta menganalisis pengaruhnya dalam konteks pendidikan siswa. Pesan dari hadis ini menekankan bahwa pemahaman agama adalah bentuk kebaikan yang diinginkan oleh Allah untuk setiap hamba-Nya. Di dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, memiliki pemahaman agama yang mendalam atau tafaqquh fi al-din sangat krusial dalam membentuk karakter, akhlak, dan kesadaran spiritual peserta didik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa siswa yang menunjukkan motivasi dan kesiapan dalam mempelajari ajaran agama sedang dalam perjalanan meraih kebaikan dari Allah. Oleh karena itu, para pendidik harus membimbing proses pembelajaran agama agar lebih reflektif, sesuai konteks, dan mengena pada dimensi spiritual para siswa. Hadis ini juga menjadi landasan untuk motivasi spiritual, mengingat proses belajar agama merupakan bagian dari kehendak dan kasih sayang Allah SWT.

Page 7 of 15 | Total Record : 147