cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 3,168 Documents
Potensi, Resiko, Dan Implikasi Pembangunan Proyek Kra: Sebuah Tinjauan Terhadap Prospek Ekonomi Kawasan Perbatasan Thailand Inayah, Atikah; Muhamad Risahdi; Desi Albert Mamahit
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12714

Abstract

Proyek Kra di Thailand, sebuah wacana megaproyek ambisius untuk menciptakan jalur pelayaran alternatif Selat Malaka, kembali menjadi sorotan di tengah dinamika geoekonomi dan geopolitik Indo-Pasifik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan kualitatif yang komprehensif terhadap potensi, risiko, dan implikasi dari pembangunan Proyek Kra, dengan fokus khusus pada prospek pengembangan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan selatan Thailand. Dengan menggunakan metode studi dokumen, penelitian ini menganalisis berbagai sumber data sekunder, termasuk dokumen kebijakan pemerintah, laporan studi kelayakan, dan artikel jurnal akademik untuk membangun analisis yang holistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks pembangunan yang tajam. Di satu sisi, proyek ini menjanjikan potensi ekonomi transformatif, seperti memposisikan Thailand sebagai hub logistik maritim global, menciptakan efisiensi jalur perdagangan dunia, dan mengakselerasi pembangunan regional. Di sisi lain, proyek ini dibayangi oleh risiko multidimensional yang kritis, mencakup kerusakan lingkungan permanen, potensi jebakan utang (debt trap), konflik sosial terkait pembebasan lahan, serta implikasi keamanan yang dapat membelah negara secara geografis dan memperumit isu separatisme. Disimpulkan bahwa Proyek Kra merupakan sebuah pertaruhan strategis berisiko tinggi dimana potensi keuntungannya terkait erat dengan risiko fundamentalnya. Keputusan untuk melanjutkannya bukan sekadar kalkulasi ekonomi, melainkan sebuah pilihan strategis dengan konsekuensi jangka panjang yang tidak dapat diubah bagi kedaulatan, keberlanjutan lingkungan, dan posisi Thailand dalam tatanan regional.
Geopolitik Terusan Thailand: Implikasi Pergeseran Poros Maritim Asia Tenggara bagi Indonesia Surya Alriandi, Aldy; Abdul Rivai Ras; Moch Jurianto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12723

Abstract

Pembangunan Terusan Thailand merupakan wacana geopolitik transformatif yang berpotensi mengonfigurasi ulang arsitektur maritim Asia Tenggara, yang secara historis terpusat di Selat Malaka. Studi ini bertujuan menganalisis dampak strategis megaproyek tersebut terhadap posisi geoekonomi dan geopolitik Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan pustaka, penelitian ini mengadopsi dua kerangka teoretis: Teori Kekuatan Maritim (Mahan) dan Teori Mandala (Kautilya). Aplikasi Teori Mahan menunjukkan bahwa realisasi kanal ini akan menciptakan choke point buatan baru, secara langsung menantang hegemoni Selat Malaka dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. Konsekuensinya adalah potensi pergeseran rute perdagangan global yang dapat mengikis signifikansi strategis dan daya tawar diplomatik Indonesia. Sementara itu, analisis Mandala memetakan konstelasi kepentingan regional, mengidentifikasi Tiongkok sebagai Vijigishu (aktor sentral) yang berupaya memitigasi "Dilema Malaka", dan menempatkan Indonesia, Malaysia, serta Singapura sebagai Ari (rival) yang kepentingannya paling terdampak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Terusan Thailand bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan manuver geopolitik. Hal ini menuntut respons kebijakan adaptif dari Indonesia, termasuk penguatan rute maritim alternatif, peningkatan kesadaran domain maritim (MDA), dan diplomasi proaktif.
Transformasi Ekologi dan Sosial Akibat Penambangan Sedimen Laut di Pulau Karimun Besar: Analisis Dokumen dan Implikasinya terhadap Keamanan Maritim Non-Tradisional Agustin, Mayang; Widodo, Widodo; Trismadi, Trismadi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12724

Abstract

Penambangan sedimen laut di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di sekitar Pulau Karimun Besar, telah menimbulkan permasalahan multidimensi yang mencakup degradasi ekologi, ketimpangan sosial ekonomi, serta ancaman terhadap keamanan maritim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan ekologi dan implikasinya terhadap keamanan maritim non-tradisional dengan menggunakan pendekatan analisis dokumen kualitatif. Data diperoleh dari enam jurnal ilmiah dan laporan kelembagaan seperti BMKG, KLHK, dan IOJI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan pasir laut secara intensif menyebabkan perubahan geomorfologi yang signifikan, termasuk deformasi dasar laut, abrasi pantai, serta penurunan luas mangrove hingga 40% pada periode 2015-2023. Meskipun kegiatan penambangan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar sebesar 20%, daya serap tenaga kerja hanya mencapai 4%, sehingga memunculkan kesenjangan sosial dan konflik horizontal. Kerusakan lingkungan juga memperlemah ketahanan pesisir dan memicu ancaman keamanan non-tradisional seperti penangkapan ikan lintas batas, penyelundupan, dan ketegangan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambangan sedimen laut di Karimun Besar menunjukkan paradoks pembangunan: ekonomi meningkat namun lingkungan dan keamanan menurun. Untuk mengatasinya, diperlukan tata kelola eco-maritime security yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan, keberlanjutan sosial ekonomi, dan koordinasi antar lembaga maritim guna menjaga ketahanan nasional dan Good Order at Sea.
Rekonstruksi Konsep Keamanan Maritim Indonesia dalam Konteks Indo-Pasifik: Pendekatan Realisme Neoklasik Faisal, Muhamad; Prihantoro, Mitro; Setiawati, Deni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12725

Abstract

Konstelasi geopolitik Indo-Pasifik menghadirkan dinamika baru dalam arsitektur keamanan regional yang berdampak langsung pada kepentingan strategis Indonesia sebagai negara kepulauan dan poros maritim dunia. Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak hanya menciptakan ketegangan militer di perairan Laut Cina Selatan, tetapi juga menimbulkan implikasi terhadap strategi keamanan maritim dan kebijakan luar negeri Indonesia. Studi ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep keamanan maritim Indonesia melalui pendekatan realisme neoklasik yang menekankan hubungan antara faktor sistemik global dan variabel domestik, seperti persepsi elite, kepemimpinan politik, serta kapasitas institusional negara. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis analisis deskriptif-analitik terhadap dokumen kebijakan, pernyataan resmi, dan literatur akademik, penelitian ini menemukan bahwa kebijakan keamanan maritim Indonesia dibentuk oleh proses interaksi antara tekanan eksternal dan kebutuhan domestik. Meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya pertahanan, Indonesia berupaya mempertahankan otonomi strategis melalui diplomasi maritim, kerja sama multilateral, serta konsolidasi visi Poros Maritim Dunia. Temuan ini menegaskan bahwa konsep keamanan maritim Indonesia sedang mengalami rekonstruksi menuju model keamanan adaptif yang memadukan unsur pertahanan, diplomasi, dan pembangunan ekonomi biru.
Sinergitas Kelembagaan dan Maritime Domain Awareness di Indonesia: Analisis Dokumen BAKAMLA, KPLP, dan POLAIRUD dalam Pencegahan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Perairan Karimun Besar Pulungan, Ahmad Ari Syahputra; Yusnaldi, Yusnaldi; Budiman Djoko Said
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12726

Abstract

Tata kelola keamanan maritim Indonesia menghadapi tantangan serius akibat tumpang tindih kewenangan dan lemahnya koordinasi antar lembaga utama penegak hukum laut seperti BAKAMLA, KPLP, dan POLAIRUD. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergitas kelembagaan ketiga instansi tersebut dalam pencegahan eksploitasi sumber daya alam di perairan strategis Pulau Karimun Besar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dan triangulasi dokumen yang mencakup regulasi hukum, laporan kelembagaan, serta literatur akademik. Hasil menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga belum optimal karena inkonsistensi mandat hukum, duplikasi kewenangan, dan lemahnya integrasi teknologi informasi untuk pertukaran data. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan kerangka koordinasi keamanan maritim nasional berbasis sistem Maritime Domain Awareness (MDA) terpadu guna memperkuat deteksi dan koordinasi operasi maritim.
Resensi Hubungan Sipil Militer Negara Dalam Seragam: Analisis Subjektif Dominasi Militer Dalam Kebijakan Papua Snekubun, Elyakim; Wiranto, Surya; Hilmansyah, Ceppi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12730

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam bentuk dominasi militer dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik di Papua pada era pascareformasi, dengan menggunakan pendekatan hubungan sipil-militer subjektif sebagaimana dikonseptualisasikan oleh Samuel P. Huntington (1957) dan Rebecca L. Schiff (1995). Pendekatan ini digunakan untuk memahami bagaimana militer tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan nasional, tetapi juga memperluas fungsinya hingga ke ranah sipil seperti pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya ekonomi lokal. Melalui desain studi kasus dan metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini menelaah dinamika relasi kekuasaan antara institusi militer dan pemerintahan sipil di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan sosial yang kompleks seperti Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan militer dalam urusan non-pertahanan telah memperlemah kapasitas kelembagaan sipil, mempersempit ruang partisipasi masyarakat adat, serta memperdalam kesenjangan kekuasaan antara pusat dan daerah. Dominasi militer dalam proses kebijakan juga menciptakan pola ketergantungan struktural terhadap institusi keamanan negara. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan perlunya reposisi peran militer agar kembali pada fungsi pertahanan murni, serta penguatan institusi sipil dan kearifan lokal dalam tata kelola pemerintahan daerah. Penguatan civilian control dan partisipasi masyarakat adat menjadi kunci menuju tata kelola keamanan dan pembangunan Papua yang lebih demokratis, inklusif, dan berkeadilan sosial.Keywords: hubungan sipil-militer, kebijakan publik, Papua,pembangunan, reformasi, keamanan nasional.
Implementasi Teknologi Modern dalam Strategi Keamanan Laut untuk Mencegah Pencurian Sumber Daya Laut di Wilayah Perairan Indonesia Novitasari, Yussie; Irwanto, Bambang; Prakoso, Lukman Yudho
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12731

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi teknologi modern dalam strategi keamanan laut Indonesia untuk mencegah pencurian sumber daya laut, khususnya praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing). Aktivitas ini telah menimbulkan kerugian ekonomi, ekologis, dan sosial yang signifikan, serta mengancam kedaulatan maritim nasional. Penelitian ini menyoroti urgensi penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan, sistem pemantauan satelit, Automatic Identification System (AIS), drone pengintai, dan sensor bawah laut sebagai instrumen strategis dalam pengawasan maritim. Dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis efektivitas serta tantangan penerapan teknologi modern dalam konteks sistem keamanan laut Indonesia, termasuk dalam kerangka Port State Measures Agreement (PSMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi modern secara signifikan meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan aktivitas ilegal di laut, namun masih dihadapkan pada kendala teknis, regulatif, dan sumber daya manusia. Diperlukan sinergi lintas sektor, penguatan kapasitas teknologi nasional, serta harmonisasi regulasi maritim agar implementasi teknologi dapat berfungsi optimal dalam mendukung keamanan laut dan ketahanan maritim Indonesia.
Manajemen BUMDes Sangkara dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Hidayat, Akmal Zaki; Melani, Sifatun; Setiawan, Dimas Agus; Ifsohan, Ahmad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sangkara dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali peran pengelolaan BUMDes Sangkara dalam menyediakan layanan ekonomi, menciptakan peluang kerja, serta mendukung pengembangan usaha mikro dan kecil. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, melibatkan perangkat desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan BUMDes Sangkara didukung oleh perencanaan strategis, partisipasi aktif masyarakat, serta sinergi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta. BUMDes Sangkara berhasil mendorong peningkatan aktivitas ekonomi melalui unit-unit usaha yang relevan dengan potensi lokal seperti perdagangan, jasa, dan pengelolaan sumber daya desa. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan bahwa keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, kurangnya inovasi digital, serta terbatasnya akses pasar menjadi kendala yang perlu mendapatkan perhatian untuk mencapai pengelolaan yang lebih optimal. Diperlukan peningkatan kapasitas pengurus, perluasan jaringan kemitraan, dan penerapan teknologi digital agar BUMDes dapat beradaptasi dengan dinamika ekonomi modern. Kesimpulannya, manajemen BUMDes Sangkara memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan struktural yang perlu diatasi secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi pengelolaan BUMDes lain dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berdaya saing dan berkelanjutan
Pengaruh Pemberian Permen Jahe (Zingiber Officinale) Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Tarigan Sibero, Jitasari; Siahaan, May Frinsiska; Syafrina, Syafrina
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12734

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil trimester pertama yang mengalami peningkatan hormon HCG dan estrogen yang menyebabkan mual muntah. Berdasarkan survei awal di PMB Wanti Kota Medan, ditemukan 9 ibu hamil pada trimester I mengalami gejala emesis gravidarum, beberapa menyatakan tidak mau mengkonsumsi obat karena khawatir terhadap efek samping dan kesulitan menelan obat. Salah satu pilihan terapi non-farmakologis yang dianjurkan yaitu permen jahe karena praktis dan mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai antiemetik. Tujuan dari penggunaan permen jahe untuk mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Wanti Kota Medan Tahun 2025. Jenis penelitian ini yaitu desain quasi experiment dengan metode one group pretest and posttest. Jumlah sampel penelitian terdiri dari 15 orang ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pemberian permen jahe sebanyak 2 gram perhari. Instrumen yang dipakai berupa kuesioner PUQE-24 kemudian dianalisis memakai uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi 14 responden (93,3%) mengalami emesis sedang dan 1 orang (6,7%) emesis ringan. Setelah dilakukan intervensi, 10 orang (66,7%) mengalami emesis ringan, 3 orang (20%) tidak emesis, dan 2 orang (13,3%) masih emesis sedang. Uji Paired Sample t-test menghasilkan nilai p0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Kesimpulan dari hasil riset membuktikan bahwa permen jahe berpengaruh efektif dalam menurunkan emesis gravidarum. Saran agar permen jahe digunakan sebagai alternatif terapi non-farmakologis yang aman.
Penerapan Metode Role Play Berbasis Theory of Mind untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Anak Muslatul Fauzia; Henny Anggraini; Cicilia Ika Rahayunita
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode role play berbasis Theory of Mind (ToM) dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi anak usia 5–6 tahun di TK Baitur Rahman Lawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam mengembangkan kemampuan mengenali emosi, mengendalikan reaksi emosional, serta mengekspresikan perasaan secara tepat dalam konteks sosial. Melalui keterlibatan dalam bermain peran dengan perspektif tokoh, anak memperoleh pengalaman reflektif dan sosial yang bermakna, sehingga membentuk dasar regulasi emosi yang lebih matang. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi metode aktif, kontekstual, dan berbasis perspektif sosial dalam pembelajaran PAUD, dengan guru berperan sebagai fasilitator utama. Prospek pengembangan menunjukkan potensi penerapan pada skala lebih luas serta integrasi dengan pendekatan lain, seperti mindfulness atau storytelling berbasis budaya lokal. Selain itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas metode ini berdasarkan variabel gender, latar belakang sosial, maupun konteks multikultural.