cover
Contact Name
Rifka Anggraini Anggai
Contact Email
rifkaanggai.ra@gmail.com
Phone
+6282346444107
Journal Mail Official
jpnpjlm@gmail.com
Editorial Address
Jl. IR. H. Joesoef Dalie, No 49 Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal of Pharmacology and Natural Products
ISSN : -     EISSN : 30632587     DOI : https://doi.org/10.70075/jpnp.v1i2.67
Journal of Pharmacology and Natural Products (JPNP) Berfukus pada artikel dengan tema : 1. Farmakologi 2. Pengembagan Obat Bahan Alam
Articles 30 Documents
Isolasi dan Karakterisasi Mikroba Air Tawar Dari Kawasan Danau Limboto Pakaya, Mahdalena Sy.; Djuwarno, Endah Nurrowinta; Abdulkadir, Widy Susanti; Aman, La Ode; Uno, Wiwit Zuriati; Magfirah Nur Cahyani
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.105

Abstract

Mikroba air tawar adalah organisme mikroskopis yang hidup di lingkungan air tawar, seperti sungai, danau, rawa, kolam, dan mata air. Mereka memainkan peran penting dalam ekosistem air tawar, terutama dalam siklus nutrisi, keseimbangan ekologi, dan pembersihan lingkungan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi mikroba air tawar dari Danau Limboto. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang akan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan metode sebar untuk isolasi serta pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi. Hasil karakterisasi didapatkan 8 isolat mikroba, yang terdiri atas 5 isolat bakteri (BA1, BB1, BC1, BC2 dan BC3) dan 3 isolat jamur (JB1, JC1, JC2).
Uji Efektifitas Ekstrak Etanol 70% Daun Hulotua (Commelina longifolia l). Secara In Vivo Menggunakan Mencit Mustapa, Mohamad Adam; Suryadi, A. Mu'thi Andy; muhammad Taupik; Makkulawu, Andi; Manno, Mohamad Reski; Antuli, Zikran Nazar Antuli
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.106

Abstract

Hulotua (Commelina longifolia L.) berasal dari family commelinaceae yang dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional untuk gejala demam. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui uji efek antipiretik ekstrak etanol 70% hulotua (Commelina longifolia L.) pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekstraksi maserasi, uji skrining fitokimia, serta uji antipiretik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hulotua (Commelina Longifolia L) yang diekstraksi menggunakan metode maserasi didapat hasil persen rendemen sebesar 19%. Pada uji efek antipiretik dilakukan menggunakan mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan kelompok I kontrol negatif (Na-CMC), kelompok II kontrol positif (paracetamol), kelompok III dosis ekstrak 100 mg/kg BB, kelompok IV dosis ekstrak 200 mg/kg BB, kelompok V dosis ekstrak 400 mg/kg BB, dengan dosis yang memiliki efektiftas paling baik sebagai antipiretik pada mencit jantan setelah dirata-ratakan terdapat pada dosis 400 mg/kg BB dengan penurunan suhu tubuh dari dari 35,12oC ke 34,38oC. Hasil penelitian selanjutnya dianlisis menggunakan uji statistik one way ANOVA dengan nilai p<0,05 (α 0,05)
Uji Aktivitas Mukolitik Kombinasi Ekstrak Etanol 70% Daun Aur-Aur (Commelina diffusa Burm. F) Dan Daun Pulai (Alstonia scholaris L.) Secara In Vitro Thomas, Nurain; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Tungadi, Robert; Anggai, Rifka Anggraini; Tomu, Anita Faradiana Pratiwi R.
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.113

Abstract

Aur-aur dan Pulai merupakan tumbuhan dengan banyak manfaat. Secara empiris, daun dari kedua tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat batuk oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas yang baik antara dosis kombinasi kedua ekstrak dengan dosis tunggal masing-masing sediaan dan mengetahui konsentrasi dari kombinasi ekstrak yang dapat memberikan efektivitas mukolitik yang baik. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi masing-masing sampel daun aur-aur dan daun pulai secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian efektivitas mukolitik menggunakan viskometer Brookfield terhadap penurunan viskositas mukus sapi. Larutan uji dibuat dengan konsentrasi 0,25%, 0,5%, dan 1% dalam bentuk sediaan tunggal dan kombinasi yang dicampurkan dengan larutan mukus-dapar fosfat pH 7. Larutan uji diinkubasi selama 30 menit pada suhu 37oC. Kontrol positif yang digunakan adalah obat asetilsistein 0,1% dan kontrol negatifnya adalah larutan mukus tanpa ekstrak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun aur-aur dan daun pulai memiliki efektivitas mukolitik yang lebih baik dibandingkan dengan dosis tunggal masing-masing ekstrak dan konsentrasi 0,25% ekstrak kombinasi sudah menunjukkan efektivitas mukolitik yang lebih baik daripada dosis tunggal masing-masing sediaan.
Major Sesquiterpenes of Patchouli Leaf Essential Oil (Pogostemon cablin Benth.): A GC-MS Study Taupik, Muhammad; Adam Mustapa, Mohamad; Radjak, Fahmi As; Andy Suryadi, A. Mu'thi; Aprianto Paneo, Mohamad
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.224

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) is a tropical plant widely recognised as the main source of patchouli oil, an essential oil with high economic and pharmaceutical value. This study aimed to identify the chemical constituents of patchouli leaf essential oil and determine its major compounds. Extraction was performed using solvents of different polarities, followed by analysis with Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). The results revealed five dominant compounds: Bicyclo[5.3.0]decane, 2-methylene-5-(1-methylvinyl)-8-methyl (19.99%), Aromandendrene (12.04%), Naphthalene, decahydro-4a-methyl-1-methylene-7 (9.20%), Caryophyllene (7.29%), and Valerena-4,7(11)-diene (6.87%). These compounds play an important role in both the aroma and biological activities of patchouli oil. Methanol, as a polar solvent, produced the highest yield (10%), while n-hexane yielded the lowest (2%). The findings confirm the potential of patchouli essential oil as a natural source for pharmaceutical, cosmetic, and aromatherapy applications.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Dari Spesies Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas) Dan Jarak Merah (Jatropha Gossypiifolia) Menggunakan Metode 2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil (DPPH) Hasan, Hamsidar; Hutuba, Ariani H.; Muhammad Taupik; A. Mu'thi Andy Suryadi; Manno, Mohamad Reski; Kaino, Ratni
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.80

Abstract

Jatropha curcas dan Jatropha gossypiifolia merupakan tumbuhan yang berasal dari family yang sama yaitu Euphorbiaceae. Dimana kedua tanaman ini memiliki senyawa yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jarak mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam tanaman jarak pagar dan jarak merah serta mengetahui perbandingan potensi ekstrak dari kedua tanaman jarak sebagai antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia dengan uji tabung/uji warna dan analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan eluen n-Heksan : etil asetat dengan perbandingan (7:3). Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan pembanding Vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan nilai antioksidan dari ekstrak metanol daun Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.) memiliki nilai IC50 yaitu 32,60 µg/ml dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Sedangkan pada ekstrak metanol daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) memiliki nilai IC50 yaitu 85,82 µg/ml dan termasuk dalam kategori kuat. Berdasarkan Analisis data statistik uji anova dimana (p-value<0,05) menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok perlakuan (p-value<0,05).
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Tanaman Sirih Cina (Peperomia Pellucida L. Kunth) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Mencit (Mus musculus) Widy Susanti Abdulkadir; Faramita Hiola; adam, mohamad sabrin
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.31

Abstract

Kolesterol adalah zat yang ada di dalam tubuh dan sangat diperlukan oleh tubuh. Sirih Cina mengandung banyak senyawa kimia yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Ekstrak Etanol tanaman sirih cina (Peperomia Pellucida L. kunth) terhadap penurunan kadar kolesterol pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi, skrining fitokimia, dan uji efek hiperkolesterolmia. Dalam uji efek hiperkolesterolmia dilakukan menggunakan hewan uji mencit jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok 1 merupakan kelompok kontrol Negatig (Na CMC 1%), kelompok 2 merupakan kelompok kontrol Positif (Simvastatin 10 mg), kelompok 3 merupakan kelompok uji 1 (Dosis 100 mg/kg BB), dan kelompok 4 merupakan kelompok uji 2 (Dosis 200 mg/kg BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak Etanol tanaman sirih cina (Peperomia Pellucida L. kunth) mengandung senyawa metabolit sekunder yakni flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa efektivitas paling baik terdapat pada kelompok dengan dosis 100 mg/dL, namun kurang efektiv dibandingkan dengan kelompok positif (simvastastin 10 mg) .
Isolasi Dan Identifikasi Mikroalga Di Danau Limboto Mahdalena Sy. Pakaya; Hiola, Faramita; Juliyanty Akuba; Hutuba, Ariani H.; Lahay, Astiara
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i3.75

Abstract

Penggunaan antibiotik dengan dosis yang tidak tepat secara terus-menerus menyebabkan bakteri patogen menjadi resisten. Penemuan senyawa antibakteri dapat dilakukan dengan cara isolasi pada bahan alam salah satunya mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroalga pada perairan danau limboto yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi menggunakan teknik mikroskopis, metode difusi cakram serta KLT Bioautografi untuk menguji senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Hasil identifikasi didapatkan mikroalga pada titik 2 (MA2 a dan MA2 b) dan titik 3 (MA3 a) termasuk kelompok alga hijau (Chlorophyta). Metode isolasi menggunakan metode pengenceran berseri didapatkan isolat (MA2 a dan MA3 a).
Analisis Kadar Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Krim Wajah Yang Beredar Di Kota Gorontalo Hasan, Hamsidar; Taupik, Muhammad; ., Madania; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Anggai, Rifka Anggraini; Ismail, Rahmawati
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i3.85

Abstract

Asam retinoat (Retinoic Acid) adalah salah satu zat tambahan berbahaya yang dilarang oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk digunakan dalam kosmetik.Penggunaan asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar dan bersifat teratogenik (cacat janin).Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan asam retinoat pada sediaan kosmetik krim wajah yang beredar di Kota Gorontalo.Sampel yang dianalisis diambil dari 5 kecamatan yang ada di Kota Gorontalo. Identifikasi asam retinoat dilakukan dengan menggunakan metode KLT dengan fase gerak n-heksan-aseton (6:4) dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan, pada metode KLT sampel E positif mengandung asam retinoat yang ditandai dengan adanya bercak biru gelap ketika pepmabacaan pada lampu UV254. Nilai Rf sampel E mendekati nilai Rf standar asam retinoat yaitu 0,87 cm dengan selisih 0,06 cm. Hasil penetapan kadar asam retinoat yang terkandung dalam krim adalah sebesar 0,0043%. Berdasarkan penelitian tersebut diketahui sampel E tidak memenuhi persyaratan BPOM karena mengandung asam retinoat dalam kadar tertentu.
Karakterisasi Senyawa Fraksi Etil Asetat Daun Hulotua (Commelina longifolia L.) Dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS & FTIR Mustapa, Mohamad Adam; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Taupik, Muhammad; Hutuba, Ariani H.; Payuyu, Alifia
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.116

Abstract

Hulotua (Commelina Longifolia L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional terutama untuk meredakan demam. Untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan yang berpotensi sebagai obat diperlukan karakterisasi sehingga dapat diketahui senyawa yang memiliki khasiat untuk mengobati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada pada fraksi etil asetat daun hulotua (Commelina Longifolia L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan skrining fitokimia, klt, kltp, serta karakterisasi senyawa menggunakan Spektrofotometri UV-VIS & FTIR. Hasil skrining fitokimia menunjukkan fraksi etil asetat positif mengandung alkaloid dan terpenoid. Hasil dari KLT berdasarkan nilai Rf senyawa 0,26 dan 0,33 menunjukkan senyawa Alkaloid dan Nilai Rf 0,52 menunjukkan senyawa Terpenoid. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pada fraksi etil asetat daun hulotua (Commelina Longifolia L.) mengandung senyawa monoterpenoid. Hal ini diketahui berdasarkan hasil identifikasi spektrofotometri UV-VIS bahwa isolat noda 3 memiliki respon serapan pada panjang gelombang 240 nm dengan absorbansi 3.742 A. Sedangkan hasil interpretasi gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR didapat posisi gugus C-H alkena yang didukung dengan keberadaan gugus gem dimetil khas dari monoterpenoid yaitu CH2 dan CH3 yang berdekatan.
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN HULOTUA (Commelina Longifolia L) DENGAN METODE DPPH ( 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Mustapa, Mohamad Adam; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Makkulawu, Andi; Paneo, Mohamad Aprianto; Manno, Mohamad Reski; Ibrahim, Anwar
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i3.123

Abstract

Commelina Longifolia L merupakan tumbuhan yang berasal dari family yaitu Commeliaceae. Dimana tanaman ini memiliki senyawa yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Beberapa penelitian dengan family yang sama menunjukkan bahwa ekstrak Daun Hulotua mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam daun hulotua serta mengetahui potensi ekstrak dari Daun Hulotua sebagai antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia dengan uji tabung/uji warna dan analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan eluen Kloroform : n-Heksan : etil asetat dengan perbandingan (2:2:1). Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan pembanding Vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan nilai antioksidan dari ekstrak metanol daun Hulotua (Commelina Longifolia L) memiliki nilai IC50 yaitu 41,73 µg/ml dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Sedangkan pada Vitamin C memiliki nilai IC50 yaitu 65,59 µg/ml dan termasuk dalam kategori kuat.Berdasarkan Analisis data statistik Uji Independent t-test dimana (p-value<0,05) menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok perlakuan (pvalue<0,05).

Page 3 of 3 | Total Record : 30