cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): Februari" : 24 Documents clear
Pemberdayaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Tatanan Rumah Tangga Di Kelurahan Karamat Kota Sukabumi Sebagai Bentuk Preventif Kejadian Demam Berdarah Hadi Abdillah; Risma Sri Mulyati; Muhammad Irsal Fatahillah; Indah Handayani; Shergian Nurgiana Giordano; Nailul Aliyyati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.917

Abstract

Upaya pemberantasan penyakit DBD yang terus dilakukan sampai saat ini adalah usaha untuk memutuskan mata rantai dengan memberantas vektor penularannya, yaitu nyamuk Aedes aegypti dengan cara memberantas jentik nyamuk. Berdasarkan hasil survei langsung ke Dinas Kesehatan, Kota Sukabumi termasuk ke dalam wilayah endemik DBD di Jawa Barat dengan incidence rate (IR) atau angka kesakitan mencapai 113/100.000 penduduk, jauh di atas batas yakni 49/100.000 jiwa. Bahkan di awal tahun 2022 sudah ada 3 korban meninggal, yang mana dua dari tiga kasus meninggal tersebut terjadi di Kecamatan Gunungpuyuh, dan salah satu korban meninggal berasal dari Kelurahan Karamat. Ketidaktahuan masyarakat terkait penerapan PHBS di tatanan keluarga sebagai upaya preventif kejadian DBD di masyarakat, bahkan menurut penuturan Koordinator PKK Kelurahan Karamat, di lingkungan rumahnya banyak teradapat air menggenang dan baju yang bergelantungan sembarangan. Subjek dan objek dalam kegiatan ini adalah masyarakat Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. Kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalah ini adalah dengan memberikan penyuluhan tentang penerapan PHBS di tatanan keluarga sebagai upaya preventif terjadinya DBD. Kesimpulan yang bisa ditarik dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penerapan PHBS di tatanan keluarga sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. sebelum dilakukan penyuluhan menunjukan 74% masyarakat belum memahami secara jelas tentang PHBS rumah tangga, kemudian setelah dilaksanakan penyuluhan pemahaman masyarakat terkait PHBS ini mengalami peningkatan menjadi 85% memahami. Empowerment of Clean and Healthy Life Behavior Management Household Order in Karamat Village, Sukabumi City As A Form of Prevention Incident of Dental Fever Efforts to eradicate DHF that have been carried out to date are efforts to break the chain by eradicating the vector of transmission, namely the Aedes aegypti mosquito by eradicating mosquito larvae. Based on the results of a survey directly to the Health Service, Sukabumi City is included in the DHF endemic area in West Java with an incidence rate (IR) or morbidity rate reaching 113/100,000 population, far above the limit of 49/100,000 people. In fact, at the beginning of 2022 there were 3 victims who died, of which two of the three cases of death occurred in Gunungpuyuh District, and one of the victims who died came from the Karamat Village. Ignorance of the community regarding the implementation of PHBS in the family setting as an effort to prevent DHF incidents in the community, even according to the PKK Coordinator of the Karamat Village, in his home environment there was a lot of stagnant water and clothes hanging carelessly. The subjects and objects in this activity were the people of Karamat Village, Gunungpuyuh District, Sukabumi City. Activities carried out to solve this problem are by providing counseling about the implementation of PHBS in the family setting as a preventive measure for DHF. The conclusion that can be drawn in this activity is that there is an increase in community knowledge about the application of PHBS in the family setting before and after being given counseling. before the counseling was carried out, it showed that 74% of the community did not clearly understand household PHBS, then after the counseling was carried out, the community's understanding regarding PHBS increased to 85% understood.
Pelatihaan Monolog dengan Teknik Permodelan bagi MGMP Bahasa Indonesia Kota Ternate Nasrullah La Madi; Sulami Sibua
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.928

Abstract

Monolog memiliki kompleksitas dan kekhususan tersendiri karena meskipun merupakan wicara seorang diri, wicara ini disapaikan di hadapan orang lain. Perkembangan monolog perlu diikuti dengan pembinaan agar sekolah dan masyarakat tidak memandangnya sebagai pementasan drama yang ala kadarnya. Monolog perlu disikapi sebagai genre pementasan drama, yang bila dikemas dengan sungguh-sungguh dapat menjadi tontonan teter yang menarik.Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak guru Bahasa Indonsia belum memeiliki ketrampilan dalam bermonolog. Pelatihan ini dilaksanakan di laboratorium Komputer SMA 4 Kota Ternate yang merupakan kerja sama Tim PKM Fakutas Keguruan dan Ilmu Pndidikan Universitas Khairun dengan Musyawarah Guru Bahasa Indonesia Kota Ternate yang berjumlah 24 orang. Tujuannya agar setelah mengikuti peltihan, peserta pelatihan dapat mementaskan monolog dengan baik dan dapat melatih siswa bermonolog dalam kegitan pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan Pelatihan Monolog dilaksanakan dengan menggunakan Teknik Permodelan. Pelatihsn dilakukan melalui 3 tahapan yaitu tahap pertama tahap penyajian materi, kemudian tahap pementasan atau permodelan monolog dan yang ketiga adalah praktek monolog oleg guru-guru peserta pelatihan.Hasil yang diperoleh yaitu berdasarkan hasil pengamatan, nara sumber menilai sebagian besar guru yang tampil sudah bagus dalam bermonolog. Hanya ada bebarap guru saja yang kelihatan agak malu sehngga kurang bisa berekspresi secara maksimal.  Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah bisa bermonolog dengan baik. Terlihat dari tabel hasil evaluasi kemampuan guru dalam bermonolog  terdapat 6 orang atau 33,3% guru yang termasuk dalam kriteria sangat baik,  11 orang atau 61,1% guru yang berkemampuan baik, 1 orang atau 5,5% yang masuk dalam kriteria kurang baik dalm bermonolog, dan tidak ada guru  atau 0% yang termasuk dalam kriteria sangat kurang. Ini menunjukkan bahwa solusi atau harapan kegiatan pelatihan agar 75% guru yang ikut dalam pelatihan ini dapat bermonolog dengan baik bisa tercapai Monologue Training with Modeling Techniques for Indonesian Language MGMP Ternate City  Monologue has its own complexity and specificity because even though it is a solo speech, it is delivered in front of other people. The development of monologues needs to be followed by coaching so that schools and communities do not view them as perfunctory drama performances. Monologue needs to be considered as a genre of drama performance, which if properly packaged can become an interesting tethered spectacle. The problem faced is that there are still many Indonesian teachers who do not have the skills in monologue. This training was carried out in the Computer laboratory of SMA 4 Ternate City which is a collaboration of the PKM Team of the Faculty of Teacher Training and Education at Khairun University with the Indonesian Language Teacher Conference of Ternate City, totaling 24 people. The goal is that after attending the training, the trainees can perform monologues well and can train students in monologues in Indonesian language learning activities. Monologue Training Activities are carried out using Modeling Techniques. The training is carried out through 3 stages, namely the first stage of presenting the material, then the stage of staging or modeling the monologue and the third is the practice of monologue by the trainee teachers. The results obtained are based on observations, resource persons assessed that most of the teachers who performed were good in monologues. There are only a few teachers who look a little embarrassed so they can't express themselves optimally. In addition, the results of the evaluation showed that most of the teachers were able to monologue well. It can be seen from the table that the results of the evaluation of the ability of teachers in monologue are 6 people or 33.3% of teachers who are included in the very good criteria, 11 people or 61.1% of teachers who have good abilities, 1 person or 5.5% who fall into the criteria are not good in monologue, and there is no teacher or 0% which is included in the very poor criteria. This shows that the solution or hope of training activities so that 75% of teachers who participate in this training can monologue well can be achieved.
Program Penerapan Teknologi Inovasi Educational QR Code di Ekowisata Pulau Lusi Sidoarjo Zelen Surya Minata Minata; Jacky Anggara Nenohai Nenohai; Deni Ainur Rokhim; Nur Indah Agustina; Kafita Krisnatul Islamiyah; Yudhi Utomo; Burhanuddin Ronggopuro
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.970

Abstract

Eduwisata merupakan konsep pariwisata yang ramah lingkungan dengan memprioritaskan sumber daya dan pendidikan. Pulau Lusi merupakan salah satu eduwisata yang belum mampu menyajikan media informasi sehingga wisatawan tidak mendapatkan informasi secara detail tentang berbagai jenis tanaman yang ada di kawasan wisata tersebut. Program ini bertujuan untuk mengembangkan wisata Pulau Lusi dengan menerapkan teknologi QR Code yang dapat diakses melalui smartphone. Mitra dalam kegiatan pengabdian merupakan sebanyak 20 orang Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang turut aktif dalam kegiatan pengelolaan aset ekowisata Pulau Lusi. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan enam tahapan yaitu observasi lapangan, wawancara, uji coba aplikasi, pelatihan penggunaan aplikasi, dan evaluasi. Educational QR Code yang telah dikembangkan di Pulau Lusi mampu memudahkan wisatawan dalam mendapatkan informasi penting mengenai infografis tanaman sehingga sangat mendukung perkembangan Pulau Lusi sebagai wisata berbasis edukasi.  Educational QR Code Innovation Technology Implementation Program in Ecotourism Lusi Sidoarjo Island Eduwisata is an environmentally friendly tourism concept by prioritizing resources and education. Lusi Island is one of the edutourism that has not been able to present information media so that tourists do not get detailed information about various types of plants in the tourist area. This program aims to develop Lusi Island tourism by applying QR Code technology that can be accessed via smartphones. Partners in the service activities are as many as 20 Tourism Awareness Groups (POKDARWIS) who actively participate in the management of Lusi Island ecotourism assets. The method of implementing this program is carried out in six stages, namely field observation, interviews, application trials, application use training, and evaluation. The Education QR Code that has been developed on Lusi Island is able to make it easier for tourists to get important information about plant infographics so that it really supports the development of Lusi Island as an educational-based tourism. 
Pemantauan dan Identifikasi Masalah Kesehatan Lansia di Posyandu RW XII Desa Ledug Kembaran Banyumas Etika Dewi Cahyaningrum; Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Putri; Dwi Yuli Hartanto
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.990

Abstract

Semakin bertambahnya usia seseorang maka akan semakin mengalami berbagai perubahan dan kemunduran akibat proses menua. Proses menua yang terjadi tidak jarang menimbulkan beberapa keluhan yang merupakan bagian dari penyakit kronis yang dialami seperti asam urat, diabetes mellitus, rematik, kolesterol dan penyakit lainnya. Pendeteksian diri diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memantau dan mengidentifikasi masalah kesehatan pada lansia yang terdaftar di Posyandu RW XII Desa Ledug, Kembaran, Banyumas. Metode yang digunakan mengabdopsi metode pendekatan PAR kepada 5 kader dan 30 lansia. Hasil kegiatan selama 3 bulan didapatkan masalah kesehatan pada lansia, dan beberapa lansia yang beresiko mengalami masalah kesehatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah tindakan pengidentifikasian dan pemantauan masalah kesehatan yang terjadi pada lansia sangat efektif untuk mencegah komplikasi lanjutan serta mendapatkan penanganan dengan segara guna meningkatkan derajat kesehatan dan usia harapan hidup. Monitoring and Identification of Elderly Health Problems at Posyandu RW XII Ledug Village, Kembaran, Banyumas The older a person is, the more they will experience various changes and setbacks due to the aging process. The aging process that occurs often causes several complaints which are part of the chronic diseases experienced such as gout, diabetes mellitus, rheumatism, cholesterol and other diseases. Self-detection is necessary to prevent further complications. The purpose of this activity is to monitor and identify health problems in the elderly registered at Posyandu RW XII, Ledug Village, Kembaran, Banyumas. The method used adopted the PAR approach method for 5 cadres and 30 elderly people. The results of activities for 3 months found health problems in the elderly, and some elderly who are at risk of experiencing health problems. The conclusion from this activity is that identifying and monitoring health problems that occur in the elderly are very effective in preventing further complications and getting immediate treatment in order to improve health status and life expectancy.
Pemberdayaan Masyarakat Mengatasi Masalah Stunting Melalui Penyuluhan Dan Pelatihan Pengukuran Status Gizi Sayyidun Nisa Asy-Syifa; Iskandar Arfan; Marlenywati Marlenywati; Ayu Rizky
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1020

Abstract

Kalimantan Barat masuk dalam 10 besar tertinggi kasus sangat pendek dan pendek dari 34 provinsi di Indonesia. Di kota Pontianak proporsi balita pendek (TB/U) sebesar 18.1% dengan target yakni turun 17% pada tahun 2022 dan 14% di 2024. Kelurahan Parit Mayor merupakan puskesmas dengan salah satu penyumbang kasus stunting di Kota Pontianak dengan 457 pengukuran terdapat 9,2% Balita Pendek. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang tentang stunting dan pentingnya pemantauan status gizi, serta pelatihan pemantauan status gizi. Sasaran Pengabdian ini adalah 24 orang (kader kesehatan dan ibu yang memiliki balita). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di kelurahan Parit Mayor Pontianak Provinsi Kalbar. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah yang didukung media booklet, serta demontrasi pengukuran status gizi. Hasil evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan pasca penyuluhan dari rata-rata nilai pengetahuan 9,3 menjadi 13,6. Setelah kegiatan pengabdian ini masyarakat lebih siap dan memiliki kesadaran lebih untuk mencegah kasus stunting di lingkungannya.  Bagi pihak terkait agar memanfaatkan pemberian informasi stunting melalui media booklet ini untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap stunting serta pembinaan lanjutan terhadap pelatihan pengukuran status gizi pada masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memonitor pertumbuhan bayi dan balita secara mandiri untuk skrining awal pada tingkatan keluarga. Community Empowerment Overcoming Stunting Problems Through counseling and Training on Nutritional Status Measurement West Kalimantan is included in the top 10 highest cases of very short and short of 34 provinces in Indonesia. In Pontianak city the proportion of short toddlers (TB/U) is 18.1% with a target of decreasing by 17% in 2022 and 14% in 2024. Parit Mayor Village is a health center with one of the contributors to stunting cases in Pontianak City with 457 measurements there are 9.2 % Toddler Short. The purpose of this community service activity is to provide counseling about stunting and the importance of monitoring nutritional status, as well as training in monitoring nutritional status. The target of this Community Service is 24 people (health cadres and mothers with toddlers). This service activity was carried out in the Parit Mayor Pontianak sub-district, West Kalimantan Province. Community service activities use the lecture method supported by booklet media, as well as demonstrations of measuring nutritional status. The results of the evaluation showed an increase in post-counseling knowledge from an average knowledge value of 9.3 to 13.6. After this community service activity, the community is better prepared and has more awareness to prevent stunting cases in their environment. For related parties to take advantage of providing stunting information through this booklet media to increase public knowledge and awareness of stunting as well as further guidance on training in measuring nutritional status in the community so that they have the ability to monitor the growth of infants and toddlers independently for initial screening at the family level., and the results of scientific findings obtained and conclusions. Abstract for still
Literasi Informasi Kesehatan: Penyuluhan Informasi dalam Pencegahan Isu Hoaks Vaksinasi Covid-19 di Sosial Media bagi Pelajar SMK di Jawa Barat Nadia Ushfuri Amini; Ade Tika Herawati; Madinatul Munawwaroh; Agung Sutriyawan; Asep Aep Indarna; Sephia Indah Lutpiah; Bilqis Annisa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1029

Abstract

Literasi informasi Kesehatan dilakukan untuk memberi solusi dari persoalan yang dihadapi oleh siswa dan siswi SMK di Jawa Barat yang mengakses internet dengan tujuan untuk mendapatkan informasi, agar tidak terpapar informasi hoaks vaksinasi Covid-19. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan  metode  workshop melalui penyuluhan informasi dalam pencegahan isu hoaks vaksinasi Covid-19 di sosial media. Kegiatan  ini dilaksanakan  secara  luring. Ada 42 (empat puluh dua) siswa SMK  yang mengikuti  secara  penuh  kegiatan  ini. Berdasarkan  rangkaian kegiatan  yang  telah  dilakukan, siswa dan siswi SMK Rancaekek merasa sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan, terutama dengan pemberian penyuluhan terkait literasi informasi kesehatan.  Pengabdi  menemukan,  selama ini  banyak terdapat  siswa dan siswi yang masih kesulitan menyaring informasi fakta dan hoaks terkait vaksinasi Covid-19 dikarenakan  kurangnya  literasi informasi Kesehatan. Setelah  dilakukan  workshop literasi informasi Kesehatan dalam pencegahan isu hoaks vaksin Covid-19, siswa dan siswi dapat memilah informasi fakta dan hoaks, selain itu siswa dan siswi SMK Pasundan Rancaekek dapat mengetahui cara mencegah adan menanggulangi isu hoaks vaksinasi Covid-19. Health Information Literacy: Information Counseling in Preventing the Issue of Covid-19 Vaccination Hoaxes on Social Media for Vocational High School Students in West Java Health information literacy is carried out to provide solutions to problems faced by SMK students in West Java who access the internet with the aim of obtaining information, so as not to be exposed to hoax information about the Covid-19 vaccination. This service is carried out using the workshop method through information counseling in preventing the issue of Covid-19 vaccination hoaxes on social media. This activity is carried out offline. There were 40 (forty two) SMK students who fully participated in this activity. Based on the series of activities that have been carried out, students at SMK Rancaekek feel very helped by the activities carried out, especially by providing counseling related to health information literacy. The servant found that so far there have been many students who still have difficulty sifting through factual and hoax information related to the Covid-19 vaccination due to a lack of health information literacy. After holding a health information literacy workshop in preventing the issue of Covid-19 vaccine hoaxes, students can sort out factual and hoax information. In addition, students at Pasundan Rancaekek Vocational School can find out how to prevent and deal with the issue of Covid-19 vaccination hoaxes.
Peningkatan Kompetensi Diri untuk Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Di Era Society 5.0 bagi Pelajar Nahdlatul Ulama Di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Mochammad Eric Suryakencana Wibowo; Miftachul Mujib; Pradana Jati Kusuma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1030

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini berdampak pada hilangnya jutaan pekerjaan lama dan munculnya pekerjaan-pekerjaan baru. Kondisi ini menyebabkan banyak calon tenaga kerja tidak memiliki kesiapan dalam persaingan mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baru tersebut. Ditambah lagi dengan munculnya konsep Society 5.0 yang menuntut calon tenaga kerja menguasai kecakapan creativity, critical thinking, communication dan collaboration. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah organisasi pelajar IPNU IPPNU di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Rendahnya kesiapan para pelajar yang tergabung dalam IPNU IPPNU dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan, ditambah dengan kurangnya pemahaman manajemen organisasi para pengurusnya, menjadi alasan Tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan workshop bagi anggota organisasi mitra. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai persiapan yang harus dilakukan bagi anggota mitra dalam menghadapi persasingan kerja di Era Society 5.0 serta memberikan pemahaman tentang manajemen organisasi yang efektif. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode workshop yang berisi penyampaian materi yang terbagi dalam 2 sesi, yaitu materi Manajemen Organisasi (Sesi 1) dan Personal Branding  untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja di Era Society 5.0 (Sesi 2). Pemberian program ini secara umum dapat memberikan manfaat bagi organisasi mitra dengan membantu mengurangi permasalahan yang dihadapi yaitu dengan bertambahnya pemahaman para pengurus organisasi mengenai manajemen organisasi yang baik serta semakin menguatnya kesiapan para peserta dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di era Society 5.0. Improving Self Competence for Readiness to Enter the World of Work in the Era of Society 5.0 for Nahdlatul Ulama Students The Industrial Revolution 4.0 affects the loss of millions of old jobs and the emergence of new jobs. This condition causes many prospective workers to be unprepared for the competition for these new jobs. It's coupled with the emergence of Society 5.0 that requires probable workers who are experts in creativity, critical thinking, communication and collaboration. Partner in this community service activity is the student organization, IPNU IPPNU, based in Sawangan District, Magelang Regency. The reason for the Community Service Team to provide workshops for members of the partner is that students who are members of IPNU IPPNU have low readiness to face job competition in the future, coupled with low understanding of the managerial knowledge of the organization. The purpose of this activity are to provide an understanding of managerial knowledge of the organization effectively. It also shared insight into the preparations made to enter the world of work in the Society 5.0 era. The implementation of Community Service was carried out using the workshop method that contains materials, divided into two sessions, i.e Modern Organizational Management (Session 1) and Personal Branding to increase readiness to enter the world of work in Era Society 5.0 (Session 2). This program provide benefits to partner organizations to reduce the problems faced, i.e. by increasing the understanding of managerial knowledge regarding good organizational management and strengthening the readiness of participants in preparing to enter the world of work in the era of Society 5.0
Pelatihan Batik Ecoprint Sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Wirausaha Kreatif Pada Siswa Luar Biasa Fatimatuz Zahro; Sekar Putri Mahardika; Dhea Sari Nurjanah; Ainus Salsabila; Sevina Rizky Octavia; Hikmah Cahya Utami; Anisa Kartika Wicaksiwi; Wilda Mardhatillah; Zulfani Nurdiana Agustin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1033

Abstract

Era disrupsi membawa perkembangan yang cukup pesat dalam seluruh bidang. Pergerakan manusia dalam berfikir dan bergerak turut mengalami perubahan dan berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan sumber daya manusia. Tidak meratanya akses kerja dan adanya formalitas pekerjaan antara penyandang disabilitas dengan masyarakat normal menjadi penghambat bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan kesempatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dalam menumbuhkan jiwa wirausaha secara kreatif dan mandiri kepada para siswa SLBN Gedangan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Kegiatan dilakukan melalui bebrapa tahap dan diikuti oleh para siswa SLBN Gedangan dengan antusias dan motivasi yang baik. Pelatihan batik ecoprint dapat melatih kreativitas peserta didik dan menumbuhkan  sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Ecoprint Batik Training As An Effort To Realize The Generation Of Creative Entrepreneurs In Extraordinary Students The era of disruption brought quite rapid development in all fields. The movement of manusai in thinking and moving has also changed and has an impact on the availability of human resource jobs. Unequal access to work and the formality of work between persons with disabilities and normal society are obstacles for persons with disabilities to get opportunities. The purpose of this study is to determine the potential in cultivating an entrepreneurial spirit creatively and independently to the students of SLBN Gedangan. This research method uses a qualitative type of research. The activity was carried out through several stages and was attended by the students of SLBN Gedangan with enthusiasm and good motivation. Ecoprint batik training can train the creativity of students and grow in accordance with their competencies
Pelatihan Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif di SMP Mutu Menggunakan Articulate Storyline Guntur Nurcahyanto; Djumadi Djumadi; Hariyatmi Hariyatmi; Putri Agustina; Yasir Sidiq; Annur Indra Kusumadani; Mazwar Ismiyanto; Arum Dyah Ripdiyanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1052

Abstract

SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu (SMP MUTU) mencanangkan program unggulan berupa pembelajaran berbasis teknologi informasi. Namun, keterampilan guru dalam hal mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis Information Communication and Technology (ICT) masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif. Multimedia interaktif dikembangkan menggunakan aplikasi Articulate Storyline versi 3.12. Kegiatan ini meliputi empat tahapan umum, yaitu (1) sosialisasi dan persiapan, (2) penyiapan modul pelatihan, (3) pelaksanaan, dan (4) evaluasi dan monitoring. Empat tahap tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan virtual dan diikuti oleh 12 guru SMP MUTU. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai penguasaan materi pelatihan oleh guru berkisar antar 67,85 sampai dengan 100. Sedangkan kategori nilai individu guru tentang penguasaan materi pelatihan adalah baik dengan jumlah 3 orang dan sangat baik dengan jumlah 9 orang. Pada akhir kegiatan, lebih dari 83% guru merespon kegiatan ini dengan sangat baik dalam hal peningkatan kualitas multimedia pembelajaran interaktif. Pelatihan meningkatkan kemampuan guru di SMP MUTU dalam mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis ICT. Training on Development of Interactive Learning Multimedia at SMP MUTU Using Articulate Storyline   Teachers' skills at SMP Muhammadiyah 7 Colomadu (SMP MUTU) in developing technology-based interactive learning multimedia need to be improved. This program aims to provide a training to the teachers of SMP MUTU in developing interactive learning multimedia. Interactive multimedia was developed using the Articulate Storyline application version 3.12. This program includes four general stages, namely (1) socialization of activities, (2) preparation of training modules, (3) implementation, and (4) evaluation. The four stages were carried out by face-to-face and virtual methods. The results of the evaluation showed that the value of mastery of training materials by teachers ranged from 67.85 to 100 scores. In addition, three teachers belong to the category of good and nine teachers belong to the category of excellent in terms of mastery of training materials. Also, more than 83% of teachers responded very well to this program in terms of improving the quality of interactive learning multimedia. In summary, this program can provide significant understanding and experience to teachers at SMP MUTU in developing interactive learning multimedia
Strategi pembentukan karakter peduli lingkungan pelajar SMP Sei Glugur melalui edukasi konservasi dan wisata Yayasan Ekosistem Lestari di Orangutan Haven Melfa Aisyah Hutasuhut; Nurhayani Br Sitepu; Citra Tazkiah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1053

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memberikan dampak terhadap karakter manusia. Bukan hanya dampak positif tetapi juga dampak negative seperti budaya sopan santun dan rasa peduli lingkungan yang kurang akibat sifat individualisme dan ketidakpedulian terhadap orang lain dan lingkungan, sehingga dilakukan kegiatan meningkatkan karakter peduli lingkungan terhadap pelajar sekolah menengah pertama Sei Glugur melalui edukasi konservasi dan wisata bertujuan untuk memberikan edukasi dan juga penanaman karakter peduli lingkungan terhadapat pelajar melalui kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Yayasan Ekosistem Lestari dan kontribusi mahasiswa Universitan Islam Negeri Sumatera Utara, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Biologi terhadap 34 pelajar SMP Sei Glugur di Orangutan Haven, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan pengabdian ini dengan cara metode edukasi konservasi berupa kegiatan lapangan yang terdiri atas eco trail, animal walare, eco farming dan pohon komitmen. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat 44,1 % pelajar mengalami peningkatan nilai tentang edukasi dan konservasi. Dari pengabdian masyarakat ini diharapkan pelajar SMP Sei Glugur lebih peduli lingkungan lagi dalam kehidupan sehari hari. The strategy for building the environmental awareness character of Sei Glugur Junior High School students through conservation education and tourism at the Yayasan Ekosistem Lestari in Orangutan Haven Advances in science and technology have had a huge impact on human character. Not just positive impacts but also negative impacts such as a culture of courtesy and a sense of environmental care that is lacking due to individualism and indifference to others and the environment. So that activities to increase the character of environmentally friendly to Sei Glugur junior high school students through conservation and tourism education aim to provide education and also instill the character of environmental care to students through the activities carried out. This social activity was carried out by Yayasan Ekosistem Lestari and the contribution from college student of Universitan Islam Negeri North Sumatra, Faculty of Science and Technology, Biology Study Program to 34 Sei Glugur junior high school students at Orangutan Haven, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. This community service activity uses the conservation education method in the form of field activities consisting of eco trail, animal ware, eco farming and commitment tree. From the results of community service activities, 44.1% of students experienced an increase in values about education and conservation. From this community service, it is hoped that Sei Glugur Junior High School students will care more about the environment in their daily lives.

Page 1 of 3 | Total Record : 24