cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Pemberdayaan Siswa Melalui Pelatihan Pembuatan Buket Untuk Meningkatkan Kreativitas Septiana Dwi Utami; Ika Nurani Dewi; Sri Nopita Primawati; Titi Laily Hajiriah; Masiah Masiah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1516

Abstract

Pemberdayaan siswa SMA sebagai anggota masyarakat yang aktif sangat penting dilakukan yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas siswa, sebab kreativitas mampu mendorong semangat dan motivasi serta membuat siswa selalu memiliki ide untuk melakukan inovasi serta mudah beradaptasi dengan berbagai situasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui pelatihan pembuatan buket. Metode yang digunakanalam kegiatan ini adalah metode demonstrasi dengan tiga tahapan kegiatan yaitu : 1) Persiapan, dilakukan penyampaian tujuan kegiatan dan pengenalan alat dan bahan digunakan; 2) Tahap pelaksanaan, siswa praktek membuat buket dengan bimbingan dari tim pengabdian; dan 3) Tahap evalusi, untuk melihat antusiasme peserta pelatihan dalam mengikuti kegiatan serta kemahiran dan kreativitas siswa dalam membuat buket dengan mengisi questioner. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan yang belum pernah dilakukan sehingga siswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam menghasilkan produk prakarya berupa buket. Manfaat kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa, hal ini dapat dilihat persentase siswa yang dapat mengkreasikan ide dalam membuat buket sebesar 85%. Selain meningkatkan kreativitas siswa, buket juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan Empowering students through Bouquet Making Training to Increase Creativity It is very important to empower high school students as active members of society with the aim of fostering student creativity, because creativity can encourage enthusiasm and motivation and make students always have ideas for innovation and easily adapt to various situations. The aim of this community service activity is to increase student creativity through bouquet making training. The method used in this activity is a demonstration method with three stages of activity, namely: 1) Preparation, conveying the objectives of the activity and introducing the tools and materials used; 2) Implementation stage, students practice making bouquets with guidance from the service team; and 3) Evaluation stage, to see the enthusiasm of the training participants in participating in the activity as well as the students' skills and creativity in making bouquets by filling in the questionnaire. The results of the training show that this training activity is an activity that has never been carried out before so that students gain new knowledge and experience in producing craft products in the form of bouquets. The benefit of this activity is to increase student creativity, this can be seen from the percentage of students who can create ideas in making a bouquet of 85%. Apart from increasing students' creativity, bouquets can also be used as a business opportunity to earn additional income
Pelatihan Budidaya Jamur Tiram di Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Ismail Efendi; Safnowandi Safnowandi; Siti Rabiatul Fajri; Akhmad Sukri; Sucika Armiani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1541

Abstract

Jamur tiram merupakan salah satu komoditas pangan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Permintaan jamur tiram terus meningkat setiap tahunnya, sehingga kebutuhannya belum terpenuhi secara maksimal. Masalah yang dihadapi oleh masyarakat ialah kurangnya pemahaman tentang budi daya jamur tiram. Selain itu, masih ada masyarakat yang ingin menambah penghasilan dalam rumah tangga. Solusi yang dapat ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ialah memberikan pengetahuan tentang budidaya jamur tiram, dan mengarahkan masyarakat untuk menambah penghasilan keluarga dengan budidaya jamur tiram skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Materi yang disampaikan dalam pelatihan adalah pengenalan jamur tiram, manfaat, syarat tumbuh, dan cara budidaya jamur tiram. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan langkah sebagai berikut: Penakaran dan pencampuran media tumbuh; Pemeraman media; Pengisian media ke dalam baglog; Sterilisasi baglog; Pendinginan baglog; Inokulasi bibit jamur F3; Inkubasi dan pemindahan baglog ke dalam kumbung; Pemeliharaan; dan Pemanenan. Kegiatan pendampingan sampai dengan panen perdana dilakukan selama 13 minggu dengan rincian dua minggu pembuatan baglog, sterilisasi dan inokulasi bibit ke dalam baglog, delapan minggu inkubasi baglog sampai dengan siap dibuahkan, dua minggu proses pemindahan baglog ke dalam kumbung budi daya sampai siap dipanen, panen perdana jamur tiram hasil budidaya mitra sebanyak 5 kg. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta pelatihan budidaya jamur tiram berhasil melakukan cara budidaya jamur tiram dari proses pembuatan media baglog, inokulasi bibit, pemeliharaan bibit selama diruang inkubasi dan kumbung, serta pemanenan. Dengan keberhasilan pengabdian ini, masyarakat sangat antusias untuk budidaya jamur tiram. Oyster Mushroom Cultivation Training in Rempek Village, Gangga District, North Lombok Regency Oyster mushrooms are one of the food commodities that are in demand by Indonesian people. Demand for oyster mushrooms continues to increase every year, so their needs have not been met optimally. The problem faced by the community is a lack of understanding about oyster mushroom cultivation. Apart from that, there are still community who want to increase their household income. The solution that can be offered to solve this problem is to provide knowledge about oyster mushroom cultivation, and direct people to increase their family income by cultivating oyster mushrooms on a household scale. The service activities had been carried out through four stages, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. The material presented in the training is an introduction to oyster mushrooms, benefits, growing conditions, and how to cultivate oyster mushrooms. Training activities are carried out with the following steps: Dosing and mixing the growing media; Media screening; Filling media into baglog; Baglog sterilization; Baglog cooling; Inoculation of F3 fungal seeds; Incubation and transfer of baglog into kumbung; Maintenance; and Harvesting. Assistance activities up to the first harvest are carried out for 13 weeks, with details of two weeks of baglog making, sterilization and inoculation of seeds into baglog, eight weeks of incubation of baglog until it is ready to be fruit, two weeks of the process of transferring baglog into cultivation kumbung until it is ready to be harvested, first harvest 5 kg of partner-cultivated oyster mushrooms. The results of community service show that participants in the oyster mushroom cultivation training were successful in cultivating oyster mushrooms from the process of making baglog media, inoculating seeds, maintaining seeds during incubation and kumbung rooms, as well as harvesting. With the success of this service, the community is very enthusiastic about cultivating oyster mushrooms. 
Sistem Informasi Manajemen Administrasi Berbasis Website RT.61 KM.8 Balikpapan Utara Dan Branding Aneka Batik Balikpapan Ramadhan Paninggalih; Bowo Nugroho; Budiani Fitria Endrawati; Eko Agung Syaputra
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1544

Abstract

Di Tengah era kemajuan teknologi yang cukup pesat, kenyataannya masih banyak masyarakat Balikpapan yang tertinggal, salah satunya adalah RT. 61 Kilometer 8, Balikpapan Utara. Penduduk yang bermukim disekitar wilayah tersebut memiliki berbagai macam profesi mulai dari petani, buruh, pembatik, pedagang, hingga karyawan swasta Kondisi wilayah yang sulit terjangkau menjadi salah satu alasan kenapa wilayah tersebut sulit berkembang. Sistem administrasi yang masih dilakukan secara manual menjadi salah satu faktor wilayah tersebut tertinggal. Wilayah tersebut juga mempunyai usaha batik yang dikelola oleh warga disabilitas yang dimana masih belum dilirik oleh Masyarakat luar. Sehingga, melalui pengabdian masyarakat ini dilakukan pengoptimalan dengan membuat Sistem Informasi Manajemen berbasis website dan personal branding usaha Batik Balikpapan dengan tujuan untuk memajukan sistem pembukuan yang masih manual dan menyebarluaskan pemasarkan produk usaha batik yang ada pada wilayah tersebut. Pada pelaksanaan kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga kegiatan antara lain pembuatan website, pelatihan penggunaan website, dan personal branding usaha batik melalui akun instagram. Website Based Administration Management Information System RT.61 KM.8 North Balikpapan and Branding of Aneka Batik Balikpapan In the midst of an era of rapid technological progress, in reality there are still many people in Balikpapan who are left behind, one of which is the RT. 61 Kilometer 8, North Balikpapan. The residents who live around the area have various professions ranging from farmers, laborers, batik makers, traders, to private employees. The condition of the area which is difficult to reach is one of the reasons why the area is difficult to develop. An administrative system that is still carried out manually is one of the factors behind the region's lagging behind. This area also has a batik business managed by disabled residents which is still not noticed by the outside community. So, through this community service, optimization was carried out by creating a website-based Management Information System and personal branding for the Balikpapan Batik business with the aim of advancing the bookkeeping system which is still manual and spreading the marketing of batik business products in the area. The implementation of this activity was divided into three activities, including creating a website, training on using the website, and personal branding of the batik business via an Instagram account.
Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang Melalui Praktik Penggunaan Biodigester untuk Pengelolahan Sampah Organik Septa Katmawanti; Farah Paramita; Windi Chusniah Rachmawati; Dea Aflah Samah; Oktavia Sri Wahyuni; Sila Kriscahyanti; Lorenza Arinda Saputri; Nida An Khofiyya
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1545

Abstract

Sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, terjadi peningkatan volume sampah yang semula 68,5 juta ton pada tahun 2021 menjadi 70 juta ton di tahun 2022. Perlu adanya upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut salah satunya dengan memanfaatkan media biodigester. Biodigester merupakan salah satu alat pengelolahan sampah organic menjadi bahan bakar pengganti elpigi dan sebagai energi listrik yang ramah lingkungan, ekonomis, dan menggunakan sumber daya yang mudah dicari. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang menggunakan alat yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil observasi, Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang belum pernah memanfaatkan biodigester sebagai media pengelolahan sampah organik. Selama ini pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang masih menggunakan metode hulu hilir untuk menampung sampah yang ada. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun tahap pelaksanaan ini terdiri atas penyuluhan, demonstrasi dan praktik penggunaan biodigester. Sasaran kegiatan ini adalah 30 WBP dan petugas lapas. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang karena tidak hanya dapat mengelola sampah, melainkan dapat meningkatkan keterampilan WBP sehingga mampu meningkatkan kualitas hunian WBP sebagai upaya pembinaan. Adapun rekomendasi yang kami berikan yaitu dengan membagikan media cetak kepada sasaran sebagai bahan bacaan, sehingga ketika tim sudah tidak memonitoring kegiatan, WBP maupun petugas tetap dapat mengikuti tahapan-tahapan dalam pembuatan dan penggunaan biodigester secara mandiri. Empowering Inmates of the Class IIA Women's Prison in Malang City Through the Practice of Using a Biodigester for Organic Waste Management  Waste is one of the main challenges in achieving sustainable development. In Indonesia, there has been an increase in the volume of waste from 68.5 million tons in 2021 to 70 million tons in 2022. Efforts are needed to overcome this problem, one of which is using biodigester media. Biodigester is a tool for processing organic waste as a substitute fuel for LPG and as electrical energy that is environmentally friendly, economical, and uses resources that are easy to find. This empowerment activity aims to overcome the waste problem in the Class II A Women's Prison environment in Malang City using environmentally friendly tools.Based on observations, the Class IIA Women's Prison in Malang City has never used a biodigester as a medium for managing organic waste. So far, the Class IIA Women's Prison in Malang City is still using upstream and downstream methods to accommodate existing waste. This activity is carried out through the planning, preparation, implementation, and evaluation stages. The implementation stage consists of counseling, demonstrations, and practice in using the biodigester. The target of this activity is 30 WBP and prison officers. This activity was highly appreciated by the Class IIA Women's Prison in Malang City because it not only managed waste but also improved the skills of inmates so that they could improve the quality of inmates' housing as a coaching effort. The recommendation we give is to distribute printed media to targets as reading material, so that when the team is no longer monitoring activities, WBP and officers can still follow the stages in making and using a biodigester independently.
Pelatihan Responden Sensori Pangan untuk Mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Pendidikan Mandalika Menggunakan Variasi Skala Hedonik I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Nova Kurnia; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Putu Surya Wedra Lesmana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1567

Abstract

Responden sensori merupakan suatu profesi esensial yang berperan penting dalam pengembangan produk pangan di era industri modern saat ini. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan responden sensori kepada mahasiswa strata 1 Program Studi Kehutanan Universitas Pendidikan Mandalika dengan menggunakan variasi skala hedonik. Kegiatan ini menggunakan pendekatan assessing learning yang dibagi menjadi tiga tahap: teori, praktek, dan evaluasi. Sebanyak 30 orang partisipan dari mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Pendidikan Mandalika dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Pelatihan responden sensori menggunakan 2 skala hedonik yaitu: skala hedonik tingkat 5 dan skala hedonik tingkat 9. Sampel yang dijadikan bahan penilaian adalah teh herbal. Partisipan memberikan penilaian dalam parameter warna, aroma, dan rasa. Teh herbal dibuat dalam 4 konsentrasi berbeda untuk melatih sensitifitas partisipan dalam melakukan uji sensori. Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan bahwa partisipan memperoleh peningkatan skor rata – rata sebesar 50% berdasarkan aspek kompetensi: penilaian kuantitatif uji sensori, penilaian deskriptif uji sensori, tingkat skala hedonik uji sensori, dan sensitifitas penilaian uji sensori. Skala hedonik tingkat 9 memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan skala hedonik tingkat 5 bagi partisipan. Hal ini terlihat dari nilai variabilitas data skala hedonik tingkat 9 (simpangan baku, standard error, dan varian) yang lebih tinggi dibandingkan skala hedonik tingkat 5. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan responden sensori pada mahasiswa strata 1 Program Studi Kehutanan Universitas Pendidikan Mandalika mampu meningkatkan pemahaman partisipan terkait uji sensori sebesar rata – rata 50% dengan efektifitas lebih tinggi pada skala hedonik tingkat 5 dibandingkan skala hedonik tingkat 9. Direkomendasikan untuk menggunakan skala hedonik tingkat 5 dalam pelatihan hingga partisipan mahir dibandingkan memaksakan menggunakan skala hedonik tingkat 9. Food Sensory Respondent Training for Forestry Student of Universitas Pendidikan Mandalika Using Various Hedonic Scale  Sensory respondents are an essential profession that is vital in developing food products in today's modern industrial era. The purpose of this community service activity is to provide sensory respondent training to undergraduate students of the Mandalika Education University Forestry Study Program using a variety of hedonic scales. This activity uses an assessing learning approach divided into three stages: theory, practice, and evaluation. A total of 30 participants from Student of Forestry Study Program of Universitas Pendidikan Mandalika are chosen using purposive sampling. The training of sensory respondents used hedonic scale level 5 and hedonic scale level 9. The sample used as the assessment material was herbal tea. Participants rated the color, aroma, and taste parameters. Herbal tea was made in 4 different concentrations to train participants' sensitivity in conducting sensory tests. Evaluation results using pre-test and post-test showed that participants obtained an average score increase of 50% based on competency aspects: quantitative assessment, descriptive assessment, hedonic scale level, and sensitivity of sensory test assessment. Hedonic scale level 9 has a higher difficulty level than the hedonic scale level 5 for participants. This result can be seen from the value of the hedonic scale 9 data variability (standard deviation, standard error, and variance), which is higher than the hedonic scale level 5. It can be concluded that the training of sensory respondents increased participants' understanding of sensory testing by an average of 50% with higher effectiveness on the hedonic scale level 5 than the hedonic scale level 9. It is recommended that sensory training for participant should be focused on hedonic scale level 5 instead of hedonic scale level 9
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sarana Pengembangbiakan Tanaman Rimpang Jahe Merah Di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Eka Nurminda Dewi Mandalika; Anna Apriana Hidayanti; Rifani Nur Sindy Setiawan; Ni Made Nike Zeamita Widiyanti; Fadli Fadli; Muhammad Nursan; Sharfina Nabilah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1577

Abstract

Secara umum kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sarana Pengembangbiakan Tanaman Rimpang Jahe Merah Di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan tujuan khususnya adalah: (1) Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman rimpang jahe merah pada lahan pekarangan warga; (2) Menunjukkan kepada anggota kelompok wanita tani  jika tanaman rimpang jahe merah dapat menjadi salah satu komoditas hortikultura yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tumbuhan herbal yang dapat di manfaatkan untuk kesehatan dan menjaga sistem imune tubuh terutama untuk mencegah paparan Virus COVID-19, serta dapat di manfaatkan sebagai sumber pendapatan tammbahan bagi masyarakat; dan (3) Menjalin hubungan antara UNRAM dengan masyarakat. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode andragogi yang dilakukan melalui penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok wanita tani. Dalam kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 orang peserta yang merupakan anggota kelompok wanita tani Bila Sundung. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa: (1) Kegiatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta sebesar 60% dari sebelum diadakan kegiatan penyuluhan, terutama  yang berkaitan dengan aspek teknik dan  aspek sosial ekonomi terutama terkait dengan peningkatan ekonomi masyarakat, khusunya kelompok wanita tani di desa Paok Pampang dengan mengembangbiakan tanaman rimpang jahe merah, hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukan danya tambahan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 50.000 dari hasil pengembangbiakan jahe merah di lahan pekarangan warga, artinya selain dapat sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga masyarakat di Desa Paok Pampang; (2) Respon anggota kelompok tani Bila Sundung terhadap kegiatan penyuluhan cukup tinggi yakni dengan persentase respon positif sebesar 100% dari 15 orang peserta; (4) Kegiatan ini juga telah ikut mendorong semakin intensifnya komunikasi timbal balik antara, UNRAM dengan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Bila Sundung. Empowerment of Women Farmers Groups in Utilizing Yard Land as a Means of Breeding Red Ginger Rhizome Plants in Sukamulia District, East Lombok Regency  In general, this service activity aims to empower the Women Farmers Group in utilizing yard land as a means of breeding red ginger rhizome plants in Sukamulia District, East Lombok Regency. While the specific objectives are: (1) This activity aims to increase knowledge about the utilization of red ginger rhizome plants on residents' yard land; (2) Showing members of the farmer women's group if red ginger rhizome plants can be one of the horticultural commodities that can meet the community's need for herbal plants that can be used for health and maintain the body's immune system, especially to prevent exposure to the COVID-19 Virus, and can be used as a source of additional income for the community; and (3) Establishing a relationship between UNRAM and the community. The implementation of the service was carried out using the andragogy method which was carried out through counseling and mentoring to farm women's groups. This service activity was attended by 15 participants who were members of the Bila Sundung farm women's group. The results of the implementation of the activity show that : (1) This activity has been able to increase the knowledge and skills of participants by 60% from before the extension activities were held, especially those related to technical aspects and socio-economic aspects, especially related to improving the community's economy, especially the women's farmer group in Paok Pampang village by breeding red ginger rhizome plants, this can be seen from the results of evaluations that have been carried out showing and the additional income of an average of Rp. 50,000 from the breeding of red ginger in the residents' yards, meaning that in addition to meeting personal needs it can also be an additional source of income for community members in Paok Pampang Village.; (2) The response of Bila Sundung farmer group members to extension activities is quite high, with a percentage of positive responses of 100% of the 15 participants; (4) This activity has also helped encourage the intensification of mutual communication between UNRAM and the community who are members of the Bila Sundung farmer group.
Sosialisasi Pengelolaan Perpustakaan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Amriani Amir
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1579

Abstract

Perpustakaan kampus adalah salah satu sarana penunjang utama proses pembelajaran di dalam kampus, sehingga perlu mendapatkan perhatian penting dalam pengelolaannya. Peran perpustakaan kampus sebagai sarana pencarian referensi oleh mahasiswa, sekaligus menjadi salah satu tolak ukur kemajuan kampus, sedapat mungkin memiliki standar pelayanan pengunjung yang representative, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya pustakawan dalam pengelolaan perpustakaan sehingga memudahkan akses pengunjung dalam memperoleh referensi yang diperlukan. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui observasi dan wawancara dengan pengelola perpustakaan yang dilanjutkan dengan pendampingan tenaga perpustakaan dalam mengelola perpustakaan dengan baik dan terarah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan tenaga kepustakaan dalam mengelola perpustakaan, ditunjukkan oleh hasil pengecekan pekerjaan dari awal sampai akhir kegiatan, meliputi kemampuan dan keterampilan tenaga kepustakaan dalam mendata buku dan memberikan nomor registrasi menggunakan scan barcode, menyediakan fitur online di mana mahasiswa dapat mengakses ketersediaan buku-buku diperpustakaan secara online, serta kontrol peminjaman yang terintegrasi dengan semua komputer dalam perpustakaan. Socialization of Library Management on the YARSI College of Health Sciences Campus The campus library is one of the main supporting facilities for the learning process on campus, so it needs important attention in its management. The role of the campus library is as a means of searching for references by students, as well as being a benchmark for campus progress, as far as possible having representative visitor service standards, so that it can significantly improve the quality of learning. Community service activities (PKM) aim to increase the resource capabilities of librarians in library management so as to facilitate access for visitors to obtain the necessary references. This activity was carried out using a qualitative descriptive approach, through observations and interviews with library managers, followed by assistance to library staff in managing the library well and with direction. The results of the activity show an increase in the knowledge of library staff in managing libraries, shown by the results of checking work from the beginning to the end of the activity, including the ability and skills of library staff in registering books and providing registration numbers using barcode scanning, providing online features where students can access the availability of books. books in the library online, as well as lending control that is integrated with all computers in the library.
Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana Perubahan Iklim terhadap Sektor Kelautan kepada Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura Shifa Helena; Sukal Minsas; Bambang Kurn; Syarif Irwan Nurdiansyah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1583

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan dan melatih mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura dalam mitigasi bencana perubahan iklim di sektor kelautan. Kegiatan ini melibatkan 50 mahasiswa sebagai mitra yang berasal dari berbagai angkatan di program studi Ilmu Kelautan. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, simulasi, dan diskusi interaktif, yang dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam menghadapi dampak perubahan iklim seperti peningkatan suhu laut, perubahan salinitas, dan kenaikan permukaan air laut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan mahasiswa, yang dievaluasi melalui pertanyaan acak di awal dan akhir kegiatan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah peningkatan dukungan institusi dalam penyediaan sumber daya dan teknologi untuk simulasi, serta pengembangan program pendidikan berkelanjutan yang fokus pada mitigasi bencana perubahan iklim. Socialization and Simulation of Climate Change Disaster Mitigation in the Marine Sector to Tanjungpura University Marine Science Students The aim of this activity is to socialize and train Tanjungpura University Marine Science students in mitigating climate change disasters in the marine sector. This activity involved 50 students as partners from various classes in the Marine Science study program. Implementation methods include lectures, simulations and interactive discussions, designed to provide understanding and practical skills in dealing with the impacts of climate change such as increasing sea temperatures, changes in salinity and rising sea levels. The results of the activity showed a significant increase in student understanding and readiness, which was evaluated through random questions at the beginning and end of the activity. Recommendations from this activity are increasing institutional support in providing resources and technology for simulation, as well as developing sustainable education programs that focus on climate change disaster mitigation.
Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Menjadi Sabun Cuci Piring di Kabupaten Bener Meriah Rizka Mulyawan; Agam Muarif; Khairul Anshar; Ahmad Fikri; Nurwardina Sofiyani; Nur Aisyah; Maulana Heru Mulya; Melianda Putri Wulandari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1586

Abstract

Ampas kopi dari kedai kopi selama ini pada umumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, minyak jelantah juga pada umumya dibuang ketika tidak dimanfaatkan dan dapat mencemari lingkungan. Minyak jelantah yang diolah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Dari fakta tersebut, limbah minyak jelantah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sabun cuci piring. Ampas kopi juga dapat digunakan sebagai karbon aktif yang dapat digunakan untuk menyerap kotoran. Pada umumnya, minyak jelantah dari rumah tangga di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah, dimana angka pervalensi stunting cukup tinggi, dibuang atau digunakan kembali yang berdampak negatif bagi kesehatan tanpa dijadikan produk yang lebih berguna seperti sabun cuci piring. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada kepada masyarakat di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang berjumlah dua puluh delapan orang di desa tersebut untuk memanfaatkan limbah ampas kopi dan minyak jelantah sebagai bahan utama pembuatan sabun cuci piring sebagai solusi alternatif dari sabun cuci piring komersil yang lebih ekonomis. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah berubahnya cara pandang dan sikap dari peserta untuk menggunakan limbah minyak jelantah dan amps kopi yang dapat merusak lingkungan menjadi bahan yang lebih berguna yaitu sabun cuci piring serta keterampilan dan pemahaman terkait cara pembuatannya. Used Cooking Oil and Coffee Grinds Utilization for Dish Soap Production Counselling in Bener Meriah District Coffee grinds from coffee cafes should currently be used properly. Additionally, cooking oil can contaminate the environment because it is typically thrown away after use. Soap can be made using processed frying oil as a raw ingredient. These data suggest that leftover cooking oil may have a purpose as dishwashing soap. Additionally, coffee grinds can be utilized as activated carbon to draw dirt to the surface. Used cooking oil from homes in Kenine Village, Bener Meriah Regency, where stunting prevalence is rather high, is typically thrown out or reused without being converted into a more beneficial product like dishwashing soap, which is harmful to health. Based on these challenges, the Bener Meriah Regency's community service projects in Kenine Village involve reaching out to the locals to use leftover coffee grounds and cooking oil as the primary ingredients for dishwashing soap, which is a more affordable alternative to commercial dishwashing soap. As a result of this outreach program, participants' attitudes and perspectives regarding recycling waste that could harm the environment into more valuable commodities have changed.  
Function of Internal Control in Financial Management in Pamona Puselemba District Poso Abdul Pattawe; Muhammad Darma Halwi; Rahayu Indriasari; Jurana Jurana; Muhammad Ridwan Nasir
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1599

Abstract

This community service activity was carried out in the Pamona Puselemba sub-district, Poso. The partners for this activity are the heads and secretaries of villages in the Pamona Puselemba Poso sub-district. The aim of this service is to increase the capacity of village officials regarding the internal control function in financial management of Pamona Puselemba Poso District. Community service activities are carried out using the counseling method. The activity was attended by approximately 15 people consisting of village heads and secretaries in the Pamona Puselemba sub-district, Poso Regency. In the service program carried out in connection with counseling regarding the function of internal control in managing village finances in Pamona Puselemba District, Poso Regency, it turned out that it was able to improve the ability of village officials and officials in managing, using and being accountable for village funds in the villages of Pamona Puselemba District, Poso Regency. The results of this service activity are: first, increasing the ability of the community in the villages of Pamona Puselemba District, Poso Regency to play an active role and also be fully involved in the use of village funds in the form of village activities financed by the village fund budget; Second, increased accountability of village managers in Pamona Puselemba District, Poso Regency in being accountable for the use of village funds; Third, increasing communication and availability of information between the community and village officials in the management and use of village funds