cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Mindfulness dalam Meningkatkan Kompetensi Guru pada Program Pendidikan Guru Penggerak Kurniawan , Ade; Juliangkary, Eliska; Pujilestari, Pujilestari; Yuliyanti, Sri; Yuntawati, Yuntawati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/whvdph59

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik, namun implementasi pembelajaran berdiferensiasi, mindfulness, dan kompetensi sosial emosional oleh guru masih belum optimal dan cenderung dilakukan secara parsial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui workshop terintegrasi dalam Program Pendidikan Guru Penggerak. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan orientasi, kegiatan inti, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan indikasi peningkatan kompetensi guru, ditunjukkan oleh keterlibatan peserta sebesar 88% pada tahap orientasi, 85% pada diskusi kelompok, serta 82% kemampuan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, 90% peserta mengalami peningkatan fokus dan regulasi emosi melalui praktik mindfulness, serta 84% menyatakan kesiapan dalam mengimplementasikan pembelajaran di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berdiferensiasi, mindfulness, dan kompetensi sosial emosional melalui workshop mendukung penguatan kompetensi pedagogik, intrapersonal, dan sosial guru. Oleh karena itu, model ini dapat menjadi alternatif strategis dalam pengembangan profesional guru yang berkelanjutan. Differentiated Instruction and Mindfulness Workshop to Improve Teacher Competence in the Guru Penggerak Program The transformation of 21st-century education requires adaptive, inclusive, and student-centered learning approaches. However, teachers still face challenges in implementing differentiated instruction, mindfulness, and social-emotional learning in an integrated manner. This study aims to improve teachers’ competencies through an integrated workshop within the Guru Penggerak Program. The method used was a participatory workshop approach involving orientation, core activities, reflection, and evaluation stages. The results showed indications of improved teacher competence, with 88% active participation during orientation, 85% engagement in group discussions, and 82% ability to design differentiated instruction. In addition, 90% of participants reported increased focus and emotional regulation through mindfulness practices, while 84% expressed readiness to implement the approach in their classrooms. The evaluation results indicated that 92% of participants perceived the workshop as highly beneficial. These findings demonstrate that integrating differentiated instruction, mindfulness, and social-emotional learning through workshop-based training supports the development of teachers’ pedagogical, intrapersonal, and social competencies. Therefore, this integrated model can serve as a strategic and sustainable approach for professional teacher development
International Community Service: Teaching the Al-Qur'an and Islamic Values at Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia Said, Ratna
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.5917

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pembelajaran Al-Qur'an dan internalisasi nilai-nilai Islam bagi anak-anak rentan di Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia. Khalayak sasaran melibatkan 15 anak di sekitar daerah tersebut yang mengalami kerentanan keluarga dan keterbatasan ekonomi. Program ini dilaksanakan melalui metode talaqqi (pembelajaran tatap muka langsung), ceramah interaktif, dan pendampingan karakter harian. Kegiatan dilakukan dua kali seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Rabu setelah salat Magrib. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah observasi klinis, lembar kontrol hafalan, dan refleksi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya rata-rata kehadiran peserta mencapai 96,6% serta perubahan perilaku positif yang jelas berdasarkan observasi lapangan. Anak-anak menjadi lebih rajin mengikuti salat Magrib di surau secara konsisten. Selain itu, program bimbingan Al-Qur'an dirancang secara fleksibel sesuai dengan kemampuan membaca dan waktu yang tersedia bagi setiap anak, yang secara efektif menjaga motivasi mereka dalam belajar tanpa tekanan, serta berhasil meningkatkan skor keterampilan tajwid dasar, makhraj, kelancaran, dan hafalan surat-surat pendek mereka. Al-Quran Learning Assistance and Internalization of Islamic Values ​​for Vulnerable Children in Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia This international community service program aimed to provide assistance in Qur’an learning and the internalization of Islamic values among vulnerable children at Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia. The target participants consisted of 15 children living in the surrounding area who experienced family vulnerability and economic constraints. The program was implemented through talaqqi (direct face-to-face learning), interactive lectures, and daily character mentoring. Activities were conducted twice a week, every Tuesday and Wednesday after the Maghrib prayer. The evaluation instruments included clinical observation, memorization monitoring sheets, and participatory reflection. The results showed an average participant attendance rate of 96.6% and clear positive behavioral changes based on field observations. The children became more consistent in attending the Maghrib prayer at the surau. Furthermore, the Qur’an mentoring program was designed flexibly according to each child’s reading ability and available learning time, effectively maintaining their motivation to learn without pressure. The program also contributed to improvements in basic tajwid skills, makhraj pronunciation, reading fluency, and memorization of short surahs.
Penerapan Teknologi Kemasan Pangan Tepat Guna sebagai Upaya Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Sambal pada UMKM Mami Gemilang Perwitasari, Dyah Ayu; Maghfuroh, Wahibahtul; Hidayati, Novi Itsna; Lidyana, Novita
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.5849

Abstract

UMKM Mami Gemilang merupakan usaha mikro yang bergerak pada produksi sambal olahan dan masih menghadapi kendala pada proses pengemasan yang dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan kebocoran produk selama distribusi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan pengelolaan usaha melalui penerapan teknologi pengemasan pangan tepat guna, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei–Juli 2026 menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pendekatan before–after. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator keberdayaan mitra yang mencakup sistem pengemasan, penggunaan teknologi, penerapan SOP, desain kemasan dan label, branding, pemasaran, serta manajemen usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra pada sebagian besar indikator keberdayaan, ditandai dengan perubahan kategori dari Level 1 menjadi Level 3 pada sistem pengemasan, penggunaan teknologi, penerapan SOP, dan desain kemasan, sedangkan aspek branding meningkat dari Level 1 menjadi Level 2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi pengemasan yang disertai pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan meningkatnya kapasitas teknis dan manajerial mitra dalam mengelola usaha. Implementation of Appropriate Food Packaging Technology as an Effort to Enhance the Quality and Competitiveness of Chili Sauce Products at Mami Gemilang UMKM Mami Gemilang UMKM is a microenterprise engaged in the production of processed chili sauce and has encountered challenges in its manual packaging process, which increases the risk of product leakage during distribution. This Community Partnership Program (PKM) aimed to enhance production capacity and business management through the implementation of appropriate food packaging technology, training, and mentoring. The program was conducted from May to July 2026 using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, consisting of problem identification, training, technology implementation, mentoring, and monitoring and evaluation employing a before-and-after approach. The evaluation was based on partner empowerment indicators, including the packaging system, technology utilization, standard operating procedure (SOP) implementation, packaging and labeling design, branding, marketing, and business management. The results indicated improvements in most partner empowerment indicators, reflected by changes from Level 1 to Level 3 in the packaging system, technology utilization, SOP implementation, and packaging design, while the branding aspect improved from Level 1 to Level 2. These findings suggest that the implementation of appropriate food packaging technology, combined with training and mentoring, was associated with improvements in the partners’ technical and managerial capacities for managing their business.
Optimalisasi Produksi dan Pemasaran UKM Keripik Pisang melalui Penerapan Teknologi Pengolahan dan Digital Marketing Tyas, Yayuk Indah Wahyuning; Lidyana, Novita; Oktaviani, Dewi Anggun; Hidayati, Novi Itsna; Perwitasari, Dyah Ayu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.6239

Abstract

UKM Keripik Pisang RAMS MART di Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menghadapi kendala berupa proses pengirisan yang masih dilakukan secara manual, penirisan minyak yang belum optimal, keterbatasan kapasitas produksi, serta pemasaran yang masih konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi, mendukung konsistensi produk, dan memperkuat kemampuan mitra dalam pemasaran digital melalui penerapan teknologi pengolahan dan pendampingan usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan dan praktik penggunaan teknologi tepat guna, pendampingan produksi dan pemasaran digital, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi teknologi meliputi penerapan mesin pengiris pisang, mesin spinner peniris minyak, timbangan digital, dan kompor api seribu, yang dilengkapi dengan penguatan kemasan dan merek, fotografi produk, pembuatan konten promosi, serta pemanfaatan media sosial. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa mitra mampu mengikuti dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Berdasarkan hasil observasi, skor total kehadiran, partisipasi, dan keterlibatan langsung mitra mencapai 10,00 dan berada pada kategori sangat baik. Secara operasional, penggunaan mesin pengiris menghasilkan irisan yang lebih seragam dan proses kerja yang lebih efisien, sedangkan mesin spinner membantu menghasilkan produk yang lebih kering dan tidak terlalu berminyak. Timbangan digital membantu mitra melakukan standardisasi berat kemasan, sementara pendampingan digital meningkatkan pemahaman mitra dalam pembuatan konten dan pemanfaatan media sosial untuk promosi. Keberlanjutan program diarahkan melalui penggunaan dan perawatan peralatan secara mandiri, penerapan alur produksi yang lebih tertata, pencatatan usaha, serta konsistensi pemasaran digital. Peningkatan kapasitas produksi hingga 50–60 kg/hari ditempatkan sebagai target pengembangan usaha setelah program, bukan sebagai hasil aktual kegiatan. Optimization of Banana Chip UKM Production and Marketing Through Processing Technology and Digital Marketing RAMS MART Banana Chips UKM in Mentor Village, Sumberasih District, Probolinggo Regency, faced several challenges, including a manual slicing process, suboptimal oil draining, limited production capacity, and conventional marketing practices. This community service program aimed to improve production process efficiency, support product consistency, and strengthen the partner’s digital marketing capabilities through the application of processing technology and business assistance. The program employed a participatory approach consisting of observation and needs identification, socialization, training and hands-on practice in the use of appropriate technology, production and digital marketing assistance, as well as monitoring and evaluation. The technological interventions included the application of a banana slicing machine, oil-draining spinner, digital scale, and high-pressure stove, complemented by improvements in packaging and branding, product photography, promotional content creation, and the use of social media. The results showed that the partner was able to participate and engage actively throughout the entire program. Based on the observation results, the total score for attendance, participation, and direct involvement reached 10.00, which was categorized as very good. Operationally, the use of the banana slicing machine produced more uniform slices and improved work efficiency, while the spinner helped produce drier and less oily products. The digital scale assisted the partner in standardizing package weights, while digital marketing assistance improved the partner’s understanding of content creation and the use of social media for promotion. Program sustainability is supported through independent equipment operation and maintenance, implementation of a more organized production process, business record-keeping, and consistent digital marketing activities. An increase in production capacity to 50–60 kg/day is positioned as a business development target following the program, rather than as an actual outcome of the activity.
Edukasi Pencegahan Stunting dan Gizi Keluarga melalui Pengembangan Media Edukasi di Desa Bobo, Kabupaten Sigi.docx" Rioeh, Novita Ramadhani; Humola, Fadila Riandini; Febriyani, Tria; Arianti, Diska; Aprilia, Eva; Unok, Muh. Alghazali; Bu'a, Tiara Suherman; Idris, Muh
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.6510

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi di Desa Bobo, Kabupaten Sigi, dengan 10 balita tercatat berstatus stunting. Pemberian makanan tambahan (PMT) telah dilaksanakan sebagai salah satu upaya pemenuhan gizi, tetapi hasil observasi menunjukkan adanya tantangan dalam pemanfaatannya karena sebagian balita tidak berada di tempat saat distribusi dan beberapa balita diasuh oleh anggota keluarga selain orang tua. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan memperkuat akses informasi bagi keluarga dan pengasuh mengenai pencegahan stunting dan pemenuhan gizi keluarga melalui edukasi berbasis media. Kegiatan dilaksanakan pada 13–29 Juli 2026 sebagai bagian dari KKN Tematik 117 Universitas Tadulako di Desa Bobo, Kabupaten Sigi, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader Pustu, tenaga kesehatan, orang tua/pengasuh balita dengan status stunting, serta unsur pemerintahan dan masyarakat desa. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, koordinasi, observasi pelaksanaan PMT, penyusunan materi dan media edukasi, pelaksanaan edukasi, demonstrasi Isi Piringku, evaluasi keterlaksanaan, serta penyerahan media kepada kader Pustu. Media edukasi yang dikembangkan meliputi satu website simulasi Isi Piringku, satu poster Isi Piringku, dan 10 eksemplar Buku Resep Masakan Lokal yang memuat 20 resep berbasis pangan lokal. Seluruh target kegiatan terlaksana, meliputi edukasi pencegahan stunting dan gizi keluarga, demonstrasi Isi Piringku, pengembangan media edukasi, serta penyerahan media kepada kader Pustu. Kegiatan ini menghasilkan media edukasi yang dapat digunakan kembali sebagai pendukung penyampaian informasi mengenai pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting di tingkat masyarakat. Stunting Prevention and Family Nutrition Education through Educational Media Development in Bobo Village, Sigi Regency Stunting remains a nutritional problem in Bobo Village, Sigi Regency, with 10 children under five recorded as stunted. Supplementary feeding (PMT) has been implemented as an effort to support nutritional fulfillment; however, field observations identified challenges in its utilization, as some children were not present during distribution and some were cared for by family members other than their parents. This community service activity aimed to provide education and strengthen access to information for families and caregivers regarding stunting prevention and family nutrition through educational media. The activity was conducted from 13 to 29 July 2026 as part of the Thematic Community Service Program (KKN Tematik 117) of Universitas Tadulako in Bobo Village, Sigi Regency, involving 30 participants consisting of community health cadres, health workers, parents or caregivers of stunted children, and village government and community representatives. The activities included problem identification, coordination, observation of supplementary feeding implementation, development of educational materials and media, educational sessions, an Isi Piringku demonstration, implementation evaluation, and handover of educational media to health cadres. The educational media developed consisted of an Isi Piringku simulation website, an Isi Piringku poster, and 10 copies of a Local Food Recipe Book containing 20 recipes based on locally available foods. All activity targets were achieved, including stunting prevention and family nutrition education, the Isi Piringku demonstration, development of educational media, and handover of the media to health cadres. This activity produced educational media that can be reused to support the delivery of information on family nutrition and stunting prevention at the community level.
Edukasi Tentang Penyakit Jantung dan Hipertennsi serta Pemafaatan Tanaman Obat untuk Menjaga Kesehatan pada Lansia di Posyandu Desa Landungsari, Malang Mahmudati, Nurul; Mahmudati , Nurul; Waluyo, Lud; Wahyono, Poncojari; Yanto, Andri Rudi; Maulina, Early
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.6557

Abstract

Hipertensi dan penyakit jantung menjadi permasalahan kesehatan yang umum dialami kelompok lanjut usia sehingga diperlukan edukasi yang sederhana, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman lansia mengenai hipertensi, penyakit jantung, faktor risiko, komplikasi, serta pemanfaatan tanaman obat secara tepat sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Cepiring, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan melibatkan 20 peserta lansia. Pelaksanaan terdiri atas edukasi melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pemanfaatan tanaman obat, meliputi jahe, temulawak, kunyit, kayu manis, secang, dan serai. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, mengaitkan materi dengan pengalaman kesehatan sehari-hari, serta mengikuti demonstrasi. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan edukatif kontekstual dapat diterapkan pada Posyandu Lansia, meskipun peningkatan pengetahuan belum dapat diukur secara kuantitatif karena tidak tersedia data pretest-posttest. Education on Heart Disease and Hypertension and the Use of Medicinal Plants among Older Adults at Landungsari Posyandu, Malang Hypertension and heart disease are common health problems among older adults, highlighting the need for simple, contextual, and participant-oriented health education. This community service program aimed to improve older adults’ understanding of hypertension, heart disease, risk factors, complications, and the appropriate use of medicinal plants as part of health maintenance. The program was conducted at Cepiring Elderly Health Post (Posyandu Cepiring), Landungsari Village, Dau District, Malang Regency, involving 20 older adult participants. The activities consisted of educational sessions using lectures, discussions, and question-and-answer sessions, followed by demonstrations on the use of medicinal plants, including ginger, temulawak, turmeric, cinnamon, sappan wood, and lemongrass. Evaluation was conducted qualitatively through observations of participant engagement. The results indicated that participants actively engaged in discussions, asked questions about hypertension, heart disease, and stroke, related the material to their everyday health experiences, and participated in the medicinal plant demonstrations. These findings suggest that contextual educational approaches can be effectively implemented in elderly health post activities, although improvements in knowledge could not be quantitatively determined because pretest and posttest data were not collected
Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kopi Tumbuk Berbasis Home Industry Di Desa Juking Pajang Saputri, Ayu; Hayqel, Muhammad; Alini, Nor; Alini, Rahmadina; Pratama, Randi Surya; Romanti, Romanti; Yulianti, Septiya; Marwah, Siti; Wili, Wili; Maulana, Zahid; Hidayati, Sri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.6606

Abstract

UMKM kopi tumbuk berbasis home industry di Desa Juking Pajang memiliki aset berupa produk, keterampilan produksi, dan keberlangsungan usaha, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam identitas usaha, media informasi, penunjuk lokasi, dan promosi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi aset dan kebutuhan mitra serta mengembangkan media identitas dan promosi yang sesuai dengan kondisi usaha. Kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui lima tahap, yaitu Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan informasi berdasarkan aset, keterbatasan, kebutuhan, dan keputusan intervensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa mitra telah memiliki produk dan keterampilan produksi, sedangkan aspek yang memerlukan penguatan terutama berkaitan dengan identitas visual, informasi produk, akses menuju lokasi usaha, dan media promosi digital. Berdasarkan hasil pemetaan dan diskusi bersama mitra, dikembangkan tiga media promosi, yaitu banner sebagai media identitas dan informasi produk, plang nama sebagai penanda sekaligus petunjuk lokasi usaha, serta konten media sosial sebagai sarana penyampaian informasi secara digital. Ketiga media berhasil dibuat dan diterapkan sesuai kebutuhan yang teridentifikasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD dapat digunakan untuk menghubungkan aset yang telah dimiliki UMKM dengan intervensi promosi yang kontekstual. Namun, dampak terhadap jangkauan pemasaran, jumlah konsumen, dan penjualan memerlukan evaluasi lanjutan dengan indikator yang lebih terukur. Strengthening Business Identity and Promotional Media for a Home Industry-Based Ground Coffee UMKM through an Asset-Based Community Development Approach in Juking Pajang Village The home industry-based ground coffee UMKM in Juking Pajang Village possesses several existing assets, including established products, production skills, and ongoing business activities. However, it still faces limitations related to business identity, product information, location signage, and digital promotion. This community service program aimed to identify the partner’s assets and needs and to develop business identity and promotional media suited to the characteristics of the enterprise. The program employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through five stages: Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny. Data were collected through observation, interviews, discussions, and documentation and were analyzed descriptively by categorizing information into existing assets, limitations, identified needs, and intervention decisions. The findings showed that the partner already had sufficient production assets and skills, while the main areas requiring strengthening concerned visual identity, product information, access to the business location, and digital promotional media. Based on asset mapping and discussions with the partner, three promotional media were developed: a banner to communicate business identity and product information, a business sign to identify and direct customers to the business location, and social media content to support digital information dissemination. All three media were successfully produced and implemented in accordance with the identified needs. The activity demonstrates that the ABCD approach can connect existing UMKM assets with contextually appropriate promotional interventions. However, its effects on marketing reach, customer numbers, and sales require further evaluation using more measurable indicators.
Pembuatan psychology corner sebagai media edukasi kesehatan mental bagi karyawan PT. Panen Embun Kemakuran Nafsiah , Nafsiah; Agustina, Ertika Nur; Komalasari, Shanty; Hidayat, Taufik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.6656

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan kerja sehingga diperlukan media edukasi yang mudah diakses untuk membantu karyawan memahami dan memperhatikan kondisi psikologisnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan Psychology Corner sebagai media edukasi kesehatan mental bagi karyawan PT Panen Embun Kemakmuran serta mengevaluasi penerimaan awal terhadap media tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 melalui tahapan observasi, perancangan media, pelaksanaan, evaluasi, dan analisis data. Psychology Corner dikembangkan dalam bentuk lima poster edukatif yang membahas cara menjaga kesehatan mental di tempat kerja, pengenalan kondisi perasaan, fakta dan mitos kesehatan mental, burnout, serta stres kerja. Evaluasi dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima karyawan yang telah melihat atau membaca poster. Data wawancara dianalisis secara deskriptif berdasarkan pola tanggapan terkait tampilan media, kemudahan memahami informasi, relevansi materi, manfaat yang dirasakan, dan saran pengembangan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh poster berhasil dikembangkan dan dipasang di lingkungan perusahaan. Karyawan memberikan respons positif terhadap tampilan, kemudahan pemahaman, dan relevansi materi, terutama mengenai burnout. Masukan utama berkaitan dengan ukuran dan keterlihatan poster. Psychology Corner menunjukkan kelayakan praktis dan penerimaan awal yang positif sebagai media edukasi kesehatan mental di lingkungan kerja. Creation of a Psychology Corner as a Mental Health Education Medium for Employees of PT Panen Embun Kemakmuran Mental health is an important aspect of working life, requiring accessible educational media that can help employees understand and reflect on their psychological well-being. This community service activity aimed to develop and implement a Psychology Corner as a mental health education medium for employees of PT Panen Embun Kemakmuran and to evaluate its initial acceptance. The activity was conducted from July to August 2026 through observation, media design, implementation, evaluation, and data analysis. The Psychology Corner included five educational posters covering strategies for maintaining mental health at work, recognizing emotional states, and facts and myths about mental health, burnout, and work-related stress. We evaluated the posters through semi-structured interviews with five employees who had viewed or read them. The interview data were analyzed descriptively based on patterns related to visual appearance, ease of understanding, relevance, perceived benefits, and suggestions for improvement. The results showed that the posters were successfully developed and installed, and employees generally responded positively. Employees found the materials attractive, understandable, and relevant to work life, especially the topic of burnout. The main suggestion concerned poster size and visibility. The Psychology Corner demonstrated practical feasibility and positive initial acceptability as a workplace mental health education medium among employees.
Penguatan Karakter dan Kesadaran Generasi Muda melalui Program Edukasi Anti-Bullying, Pengelolaan Sampah, dan Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Panu’ut Anwar, Haerul; Meini, Lira; Rohmatin, Silfa; Annisa, Putri; Auliya, Annida; Melisa, Kiki; Putri, Monica; Firdaus, M; Suisno, Derry Pramudia; Susandjana, Dzaliqa Putri; Hidayati , Sri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.6709

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dukungan edukatif bagi pengembangan karakter dan kesadaran generasi muda di Desa Panu’ut melalui program edukasi anti-bullying, pengelolaan sampah, dan pencegahan pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Panu’ut dengan sasaran generasi muda pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Permasalahan yang menjadi perhatian meliputi perilaku bullying di lingkungan peserta didik, pemahaman mengenai pengelolaan sampah, serta pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini dan pentingnya keberlanjutan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan refleksi. Edukasi anti-bullying dan pengelolaan sampah diberikan kepada 90 peserta didik SDN Panu’ut 1, sedangkan edukasi pencegahan pernikahan dini diberikan kepada 30 peserta didik SMPN 4 Murung Satu Atap. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui tanya jawab dan refleksi untuk melihat respons serta pemahaman awal peserta terhadap materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif peserta yang terlihat melalui pertanyaan, tanggapan, dan refleksi selama proses edukasi. Peserta menunjukkan pemahaman awal mengenai bentuk dan pencegahan bullying, pentingnya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, serta risiko pernikahan dini dan pentingnya pendidikan untuk masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan edukatif bagi pengembangan karakter dan kesadaran generasi muda di Desa Panu’ut serta berkontribusi terhadap SDG 4, SDG 5, SDG 12, dan SDG 16. Namun, kegiatan ini belum dapat menunjukkan peningkatan pengetahuan, perubahan karakter, atau perubahan perilaku secara kuantitatif maupun jangka panjang karena tidak dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan. Anti-Bullying Education, Waste Management, and Early Marriage Prevention for the Younger Generation in Panu’ut Village  This community service activity aimed to provide educational support for character and awareness development among the younger generation in Panu’ut Village through educational programs on anti-bullying, waste management, and early marriage prevention. The activity was conducted as part of the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) in Panu’ut Village, targeting young people at the elementary and junior secondary school levels. The issues addressed included bullying among students, understanding of waste management, as well as adolescents’ understanding of the risks of early marriage and the importance of continuing education. The activity employed an educational-participatory approach through material delivery, discussions, question-and-answer sessions, and reflection. Anti-bullying and waste management education was provided to 90 students at SDN Panu’ut 1, while early marriage prevention education was provided to 30 students at SMPN 4 Murung Satu Atap. The activity was evaluated through question-and-answer sessions and reflection to assess participants’ responses and initial understanding of the materials presented. The results indicated active participant involvement, as demonstrated through questions, responses, and reflections during the educational sessions. Participants demonstrated an initial understanding of the forms and prevention of bullying, the importance of maintaining cleanliness and managing waste, as well as the risks of early marriage and the importance of education for their future. These findings indicate that the activity can serve as a form of educational support for character and awareness development among the younger generation in Panu’ut Village and contribute to SDG 4, SDG 5, SDG 12, and SDG 16. However, the activity cannot demonstrate quantitative or long-term improvements in knowledge, character, or behavior because no pre- and post-activity measurements were conducted.