cover
Contact Name
Mursyidin
Contact Email
mursyidin.pte@gmail.com
Phone
+6285260007582
Journal Mail Official
jka.bansigom@gmail.com
Editorial Address
Tgk Meurah Street No.122C Tibang Village Syiah Kuala Sub-district Banda Aceh 23124
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kolaborasi Akademika
Published by Bansigom Na Publisher
ISSN : -     EISSN : 30466210     DOI : https://doi.org/10.26811/cxy12138
Jurnal Kolaborasi Akademika(JKA) adalah media komunikasi dan forum tanggapan untuk tulisan ilmiah, terutama terkait Education, Sains, Piskologi, Kesehatan,Ekonomi, Mitigasi. Artikel yang disajikan di Jurnal Kolaborasi Akademika adalah dari kolaborasi anatar akademisi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 119 Documents
Inklusif di Kancah Sorotan Dunia Pendidikan Socienty 5.0 Sari, Siti Mayang; Mhd Syafii; Zahraini; Mutia Notha
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/y14ajs60

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi perhatian utama dalam menghadapi era society 5.0 yang menekankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai – nilai kemanusiaan. Transformasi digital melalui kecerdasaan buatan, big data, dan internet of things membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan dalam menjamin keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik. Artikel ini memiliki tujuan  untuk mengkaji peran pendidikan inklusif dalam sorotan dunia pendidikan global pada era society 5.0 serta mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan praktik pendidikan inklusif dari berbagai negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di era Society 5.0 tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga menekankan penguatan nilai empati, kolaborasi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran yang adaptif dan personal, sementara pendidik berperan penting sebagai fasilitator dan penggerak nilai kemanusiaan. Dengan demikian, sinergi antara kebijakan pendidikan, kesiapan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi yang beretika menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkelanjutan di era Society 5.0.
Penanaman dan Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa) untuk Meningkatkan Kesehatan dan Menumbuhkan Perekonomian Masyarakat Muhammad Ridha Ramli; Dewi Yana; Zulfahmi; Vivi Pretty Lumbantoruan
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/0z6k2377

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi tinggi dan berpotensi sebagai bahan pangan fungsional maupun komoditas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penanaman dan pemanfaatan daun kelor serta kontribusinya terhadap peningkatan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapangan, wawancara dengan kelompok masyarakat, serta telaah literatur terkait kandungan nutrisi dan peluang pengembangan produk turunan kelor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya kelor relatif mudah dilakukan dengan kebutuhan lahan dan perawatan yang minimal, sementara pemanfaatannya dapat berbentuk konsumsi langsung, serbuk, kapsul herbal, hingga produk industri rumahan. Produk turunan kelor terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat melalui peningkatan kesehatan dan potensi pendapatan. Dengan demikian, pengembangan kelor berpeluang menjadi strategi pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Sekolah Hijau: Gerakan Siswa SD Menjaga Lingkungan dan Ketahanan Pangan Putri Rahmi
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/mx5rth30

Abstract

Program “Sekolah Hijau” merupakan inisiatif pendidikan lingkungan yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD) dalam kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan penanaman tanaman pangan sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan serta ketahanan pangan skala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Sekolah Hijau dan dampaknya terhadap pengetahuan, sikap, serta keterampilan siswa dalam pengelolaan lingkungan. Metode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan siswa pada empat sekolah dasar selama kurun waktu enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sekolah Hijau meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep lingkungan, konservasi air, pengolahan sampah organik, dan budidaya tanaman pangan. Siswa mampu mempraktikkan aktivitas bercocok tanam seperti penanaman sayuran cepat panen (kangkung, sawi, dan bayam) serta perawatan kebun sekolah berbasis hidroponik sederhana. Selain itu, program ini berhasil menumbuhkan perilaku positif seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan kebiasaan memilah sampah, serta partisipasi siswa dalam kerja sama kelompok. Dampak program juga terlihat pada terwujudnya mini kebun sekolah yang mampu menyediakan sebagian kebutuhan sayur untuk kantin sekolah, sehingga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dalam konteks lingkungan sekolah.
Pendekatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Air Irigasi pada Musim Kemarau Yulia; Effendi Nurzal; Manovri Yeni; Ira Damayanti
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/cgcsst16

Abstract

Keterbatasan pasokan air irigasi pada musim kemarau menuntut penerapan pola pengelolaan yang lebih adaptif dan efisien guna menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian. Salah satu pendekatan yang dinilai strategis adalah penguatan peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai lembaga lokal yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemanfaatan air irigasi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan pendekatan P3A dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air irigasi selama musim kemarau. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-konseptual dengan menitikberatkan pada praktik pengelolaan air yang diterapkan oleh P3A, meliputi pengaturan distribusi air, penerapan sistem pengairan bergilir, serta pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi secara partisipatif. Uraian ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif anggota P3A dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pengelolaan irigasi berperan penting dalam menekan kehilangan air, meningkatkan pemerataan distribusi, serta mengurangi potensi konflik antarpetani. Selain itu, penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kesadaran petani terhadap prinsip keadilan dan efisiensi penggunaan air menjadi faktor pendukung keberhasilan pendekatan ini. Namun demikian, keterbatasan sarana prasarana dan dukungan teknis masih menjadi tantangan dalam penerapan pendekatan P3A secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara P3A dan pemerintah untuk mendukung efektivitas pengelolaan air irigasi, khususnya pada kondisi kekurangan air di musim kemarau.
Enhancing English Teachers’ Capacity to Implement Differentiated Instruction in Post-Disaster School Settings: Reflections and Pedagogical Recommendations from a Community Service Action in Pidie Jaya, Aceh Khasinah, Siti
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/nhzekw35

Abstract

Post-disaster school conditions present complex challenges for English teachers, including damaged infrastructure, limited learning resources, and diverse student learning needs. In response to these challenges, a community service program in the form of a seminar was conducted for disaster-affected communities, including teachers in general and English teachers in particular, in Pidie Jaya, Aceh. This article aims to provide pedagogical reflections and recommendations on how English teachers can implement differentiated instruction in post-disaster school settings. Drawing on theories of differentiated instruction, post-disaster education, and English language teaching, this article outlines practical strategies for adapting teaching methods, materials, and media to students’ readiness, interests, and learning profiles. Rather than reporting empirical outcomes, this paper emphasizes conceptual guidance and professional recommendations derived from the seminar content and discussions. The article contributes to community capacity building by offering a flexible instructional framework that supports teaching continuity and educational resilience in post-disaster contexts.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Di Desa Pango Deah Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh Hayati; Salami Mahmud; Nurbayani
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/57k09067

Abstract

Ketahanan pangan berbasis komunitas atau kearifan lokal menjadi isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan dan ketergantungan tinggi pada pasokan eksternal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga berbasis kearifan lokal. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan difokuskan pada optimalisasi pekarangan, pemanfaatan tanaman lokal, penguatan kapasitas kelembagaan KWT, serta pengolahan hasil pertanian rumah tangga. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam budidaya pangan lokal, meningkatnya ketersediaan pangan rumah tangga, serta tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya kemandirian pangan. Selain itu, program ini memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan pangan berkelanjutan berbasis nilai-nilai lokal Aceh. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan masyarakat sekaligus pelestarian kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan sosial-ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Pola Banjir di Kabupaten Pidie Jaya Menggunakan Data Mining dan Visualisasi Data Baihaqi; Sri Indah Setiyaningsih; Miftahul Jannah
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/ygk9r455

Abstract

Bencana banjir merupakan ancaman hidrometeorologi paling persisten di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, yang secara periodik menimbulkan kerugian material dan non-material yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran banjir dan mengklasifikasikan tingkat kerentanan wilayah menggunakan pendekatan data mining dengan algoritma K-Means Clustering serta visualisasi data berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Data penelitian mencakup catatan kejadian banjir selama sepuluh tahun terakhir, data curah hujan dari BMKG, dan parameter biofisik wilayah yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan BPBD Pidie Jaya. Hasil analisis pengelompokan divalidasi menggunakan Silhouette Index untuk memastikan optimalitas klaster yang terbentuk. Temuan menunjukkan bahwa wilayah hilir, khususnya Kecamatan Meureudu dan Bandar Baru, secara konsisten masuk ke dalam klaster risiko tinggi akibat akumulasi limpasan permukaan dan kapasitas sungai yang tidak memadai. Visualisasi data memberikan wawasan spasial mengenai zona bahaya yang memerlukan prioritas mitigasi. Analisis ini menyimpulkan bahwa perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi kawasan terbuka dan pemukiman telah meningkatkan koefisien limpasan secara signifikan. Rekomendasi penelitian mencakup penguatan sistem peringatan dini dan normalisasi daerah aliran sungai sebagai langkah mitigasi strategis bagi pemerintah daerah.
Peran Pendidikan Keluarga terhadap Pencegahan Pelecehan Seksual Uce, Loeziana
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/f9z8dd87

Abstract

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, mencapai titik darurat dengan ribuan aduan setiap tahunnya. Fenomena ini sering kali terjadi di ranah personal, menempatkan keluarga sebagai garis pertahanan utama sekaligus titik kerentanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pendidikan keluarga dalam mencegah pelecehan seksual melalui mekanisme sosialisasi primer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur sistematis, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas peran orang tua sebagai pendidik, komunikator, dan pengawas. Landasan teoretis menggunakan Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Kontrol Sosial Travis Hirschi untuk membedah internalisasi nilai perlindungan diri pada anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun persepsi orang tua terhadap pendidikan seksual umumnya positif, hambatan sosiokultural seperti anggapan tabu tetap menghambat efektivitas komunikasi. Intervensi seperti Underwear Rules dan edukasi No-Go-Tell terbukti meningkatkan keberanian anak untuk melapor. Disimpulkan bahwa penguatan literasi seksual berbasis keluarga yang kolaboratif dengan sekolah dan pemerintah sangat krusial untuk memitigasi risiko kekerasan seksual.
Implementasi Asosiasi kata di kelas untuk Peserta Didik Sekolah Dasar khadijah
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/f035hk82

Abstract

Penelitian ini bermanfaat mengimplementasikan dan menganalisis efektivitas metode asosiasi kata dalam pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia pada siswa Sekolah Dasar (SD). Latar belakang masalahnya adalah tantangan dalam pemahaman kosakata siswa, di mana mereka kesulitan memahami makna, menghafal, dan menghubungkan kata, serta kejenuhan akibat metode konvensional (ceramah). Metode asosiasi kata adalah cara mengaitkan satu kata dengan kata lain yang memiliki makna, mempermudah siswa mengulang dan menelaah materi. Prinsip utamanya meliputi: Hubungan arti yang jelas, konteks dengan materi, Pengembangan kreativitas siswa. Metode ini diyakini dapat meningkatkan daya pikir, mempercepat pemahaman materi, dan meningkatkan semangat belajar Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan 40 siswa SD Lubuk Sukon, Aceh Besar, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (metode asosiasi) dan kontrol (konvensional). Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen9. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 65% menjadi 80%. Perbandingan rataan hasil post-test kelompok eksperimen (18,62) lebih unggul daripada kelompok kontrol (15,18). Analisis statistik menunjukkan t_{hitung} = 6,221 lebih besar dari t_{tabel} = 6,21 (df = 23), menyimpulkan bahwa metode asosiasi lebih efektif. Kesimpulan menegaskan bahwa metode asosiasi, terutama dengan pemakaian unsur visual dan objek sehari-hari, sangat efektif dalam mempercepat pengenalan kosakata dan berhasil meningkatkan semangat belajar peserta didik.

Page 12 of 12 | Total Record : 119