cover
Contact Name
Dina Dwirayani
Contact Email
ddwirayani@ugj.ac.id
Phone
+6282127972664
Journal Mail Official
paradigmaagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Universitas Swadaya Gunung Jati JL. Pemuda no 32 Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
paradigma agribisnis
ISSN : 26219921     EISSN : 26221780     DOI : https://dx.doi.org/10.33603/jpa.v3i1
Paradigma Agribisnis merupakan media yang memuat tentang hasil - hasil penelitian di bidang Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian. Ruang lingkup artikel yang akan diterbitkan pada Paradigma Agribisnis Manajemen Agribisnis Kebijakan Pembangunan Pertanian Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian Ekonomi dan Sumber Daya Pembiayaan Agribisnis Preferensi Konsumen
Articles 110 Documents
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan dan Konsumsi Energi di Kabupaten Semarang Nur Ismail Darojat; Ernoiz Antriyandarti; Evi Irawan
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.9841

Abstract

Ketahanan pangan menurut Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan pangan rumah tangga petani berdasarkan proporsi pengeluaran pangan dan konsumsi energi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik sebagai metode dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan recall yang dibantu menggunakan kuesioner. Jumlah seluruh populasi petani di Kabupaten Semarang sebanyak 126 ribu kemudian diambil sampel sebanyak 60 petani dengan pengambilan sampel ditentukan secara stratified purposive sampling. Analisis data menggunakan klasifikasi silang antara proporsi pengeluaran pangan dengan konsumsi energi dari Jonsson dan Toole. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketahanan pangan rumah tangga petani di Kabupaten Semarang menunjukkan 13,3 % tahan pangan, 10 % rentan pangan, 30% kurang pangan, dan 46,7 % rawan pangan.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengolahan Arang Briket Ramah Lingkungan: Peluang dan Tantangan (Studi Kasus : Desa Golo Sembea, Manggarai Barat) MARIUS YOSEF SERAN; Yosef Kurniawan Ukar; Laurensius Sandrio; Inosensius Harmin Jandu
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.9843

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi upaya untuk mengembangan model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sesuai dengan potensi lokal dan berbasis pada keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan latar belakang ini maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengolahan arang briket yang ramah lingkungan di Desa Golo Sembea, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Pemberdayaan ekonomi dianggap sebagai faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan yang sangat bergantung pada sumber daya alam. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada Kelompok Tani di Desa Golo Sembea. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi langsung selama proses pembuatan arang briket. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan matriks IFAS-EFAS disimpulkan bahwa terdapat sejumlah peluang dalam hal ketersediaan bahan baku, minat partisipasi masyarakat, meningkatnya permintaan produk ramah lingkungan, dan dukungan kebijakan pemerintah, sedangkan tantangan terdapat pada efesiensi penggunaan dan adaptasi teknologi modern, ketergantungan produksi pada musim panen, fluktuasi pasar dan persaingan pasar. Peningkatan kapasitas SDM dan pelatihan yang terkait dengan peningkatan kualitas produk dan standarisasi arang briket ramah lingkungan berdasarkan kolaborasi pemangku kepentingan terkait menjadi rekomendasi demi peningkatan dan keberlanjutan program.  
Efektivitas Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Era Teknologi : Dampaknya pada Produktivitas Padi Sawah di Kelurahan Rimbo Kedui, Seluma, Bengkulu Rahmi Nofitasari; Herlyna Novasari Siahaan; Indah Adelina Siregar
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.9846

Abstract

Penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok lebih dari 90%. Terbukti pada tingkat nasional, kelompok padi memberikan sumbangan energi tertinggi sebesar 67,2% dari konsumsi energi rumah tangga. Luas panen padi di Bengkulu pada tahun 2018 sebesar 49.655 ha, sedangkan produksinya sebesar 254.218 ton GKG. Jika melihat perkembangan selama 5 tahun, luas panen padi di Bengkulu pada tahun 2023 mencapai 57.877 ha, sedangkan produksinya sebesar 281.610 ton GKG. Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan luas panen sebesar 8.222 Ha atau sekitar 14,20% selama 5 tahun, produksi juga meningkat sebesar 27.392 ton GKG atau sekitar 9,72%. Petani merupakan andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga peningkatan produktivitas guna memenuhi kebutuhan pangan. Salah satunya adalah pemberdayaan petani padi melalui penyuluhan pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja petani terhadap peningkatan pengetahuan petani guna mendukung peningkatan produksi padi. ​​Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 orang. Variabel dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh dari 4 aspek yaitu analisis data, perencanaan program, pelaksanaan program, perilaku inovatif, dan kerjasama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pada indikator analisis data dan perilaku inovatif termasuk dalam kategori sangat baik. Kinerja penyuluh pertanian pada indikator perencanaan dan pelaksanaan program termasuk dalam kategori baik, sedangkan kinerja penyuluh pertanian pada indikator kerjasama termasuk dalam kategori kurang baik.
Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Pertanian (Agrowisata) Di Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT Ronaldus Don Piran; Kanisius Theobaldus Deki; Maksimus Regus
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.9872

Abstract

Prospek pengembangan strategi agro-wisata (pariwisata berbasis pertanian) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada kegiatan pengumpulan data di empat lokasi yang merujuk pada contoh-contoh pengalaman dan kemungkinan pengembangan agro-wisata di daerah ini. Penelitian ini secara khusus dilakukan berdasarkan tinjauan sistematis terhadap pariwisata secara umum dan agro-wisata di tingkat global, regional, dan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data termasuk, antara lain, tinjauan literatur terhadap penelitian sebelumnya, wawancara, observasi lapangan langsung, dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) yang dilakukan untuk mendukung penelitian ini. Selain itu, kuantifikasi beberapa data kualitatif juga dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan beberapa dimensi penting seperti pengetahuan (pengalaman) informan, kelembagaan pengembangan agro-wisata, pengembangan kapasitas, kapasitas pemantauan/evaluasi dampak agro-wisata, akses (keterjangkauan) pendanaan untuk pengembangan agro-wisata, dan rencana pengembangan agro-wisata di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini merupakan salah satu dari sedikit diskusi mengenai hasil agro-wisata di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini memiliki peluang untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dan dapat menjadi pengetahuan komparatif untuk pengembangan agro-wisata di tempat lain.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Premium Segmen Hotel Restoran dan Katering (Kasus di Dekakebon) Imelia Putri; Fitri Awaliyah; Muhamad Numan Adinasa
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.10320

Abstract

Dekakebon merupakan produsen sayuran premium yang menghadapi tantangan dalam memanfaatkan peluang pasar yang besar, namun Dekakebon masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen, ditambah dengan tingginya tingkat persaingan dari para kompetitor. Selain itu, penetapan harga yang ditetapkan oleh Dekakebon untuk sayuran premium cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga sayuran premium di pasar sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis gambaran konsumen Dekakebon (2) Mengetahui pengaruh bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) di Dekakebon. Populasi dalam penelitian ini yaitu 30 orang yang merupakan konsumen Dekakebon pada segmen pasar Horeka, dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran konsumen Dekakebon responden berasal dari segmen restoran (86,7%), seperti restoran cepat saji, rumah makan, dan café, yang membutuhkan bahan baku segar dan berkualitas tinggi. Hasil penelitian juga menujukkan bahwa secara parsial variabel produk, tempat dan promosi yang dilakukan oleh Dekakebon selama ini dalam usahanya sangat berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan keputusan pembelian sayuran premium oleh Horeka. Bauran pemasan yang dijalankan oleh Dekakebon mempunyai pengaruh simultan terhadap keputusan pembelian. Dengan tingkat nilai koefisien determinasi adalah 0,770 artinya besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menyatakan bahwa variabel produk, harga, tempat dan promosi mampu menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 77%.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Bawang Merah Di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur Ndau, Wensislaus Arman; Sudirman, Paulus Every; Rati Namung, Martina; Nelciana Amung, Kornelia
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.9914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Kelurahan Pota Kecamatan sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan Kelurahan Pota merupakan salah satu daerah yang berpotensi dalam memproduksi tanaman bawang merah. Sampel dalam penelitian ini merupakan petani bawang merah di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas sebanyak 35 orang. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung kepada petani bawang merah sebagai responden dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, literatur penelitian terdahulu dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Timur. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan petani bawang merah di Kelurahan Pota. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di kelurahan Pota. Kata Kunci: Bawang Merah, Pendapatan, Petani ABSTRACT This study aims to analyze the factors that affect the income of shallot farmers in Pota Village, Sambi Rampas District, East Manggarai Regency. The determination of the research location was carried out deliberately with the consideration that Pota Village is one of the areas that has the potential to produce shallot plants. The sample in this study is 35 shallot farmers in Pota Village, Sambi Rampas District. This study uses primary and secondary data sources. Primary data was obtained from the results of direct interviews with shallot farmers as respondents using questionnaires. Secondary data were obtained from scientific journals, previous research literature and the Central Statistics Agency of East Manggarai Regency. The data collection method was carried out through interviews using questionnaire tools. The data was analyzed using multiple linear regression to determine the factors that affect the income of shallot farmers in Pota Village. The results of the study showed that partially variables of land area, seed costs, fertilizer costs, pesticide costs and labor affected the income of shallot farmers in Pota village.  
Efisiensi Dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Menggunakan Poc Di Kecamatan Sukagumiwang Dan Tukdana Kabupaten Indramayu Supriyadi, Supriyadi; Hikmana, Entus; Karto; Ferdinan Kristiadi, Tio; Trio; Wahidin, Ibnu
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10463

Abstract

Masalah terkait pupuk bersubsidi, antara lain mark-up luas lahan, data RDKK tidak valid, pengecer menjual pupuk di atas HET, kurangnya laporan realisasi penyaluran, kesalahan persepsi tentang RDKK, petani dengan lahan lebih dari 2 Ha masih menerima pupuk bersubsidi, penyaluran pupuk tidak sesuai ketentuan, pengecer tidak memasang papan nama dan papan HET, serta kurangnya penyuluhan dari distributor (Abdullah, dkk. 2021). Kondisi di tengah tantangan ini, petani di Indramayu, khususnya di Kecamatan Sukagumiwang dan Kecamatan Tukdana memanfaatkan pupuk organik cair Biocas. Produk pupuk organik cair Biocas ini merupakan produk inovatif yang menawarkan solusi ganda sebagai pupuk dan pestisida, dengan potensi meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis aspek ekonomi usahatani padi sawah menggunakan pupuk organic Biocas (POC) di Kecamatan Sukagumiwang dan kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Penelitian ini penting karena dapat memberikan informasi komprehensif mengenai efisiensi dan kelayakan dari penggunaan POC Biocas pada usahatani padi sawah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survey deskriptif. Pengambilan responden melalui Teknik Snow ball sampling. Analisis data penelitian menggunakan analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani padi sawah menggunakan POC Biocas Rp. 35.975.107,39. 2) Rata-rata penerimaan adalah Rp. 92.353.666,67. 3) Rata-rata keuntungan adalah Rp. 56.378.592,61. Nilai efisiensi 1,64 menunjukkan bahwa usahatani padi sawah yang dilakukan responden dianggap efisien (nilai R/C > 1). Nilai kelayakan sebesar 15,40%, menunjukkan bahwa usahatani tersebut layak (karena nilai rentabilitas > suku bunga bank).
Analisis Pendapatan Dan Kondisi Sosial-Ekonomi Petani Padi Sawah Di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Manullang, Tri Putra Halomoan; Tampubolon, Yanto Raya
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10583

Abstract

Penggunaan faktor produksi yang tidak optimal pada usahatani padi sawah dapat berdampak pada produktivitas usahatani dan bagi pendapatan petani serta kondisi sosial-ekonomi petani itu sendiri. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kondisi sosial-ekonomi petani padi sawah di Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang ditetapkan secara purposive sampling (sengaja). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan petani dari usahatani padi sawah di Kecamatan Meranti sebesar Rp14.107.142,85/musim tanam. Rata-rata pengeluaran petani untuk biaya pendidikan yang menggambarkan kondisi sosial keluarga petani adalah Rp2.105.000/musim tanam sementara biaya kesehatan sebesar Rp472.500/musim tanam, rata-rata pengeluaran petani padi sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang menggambarkan kondisi ekonomi petani adalah Rp6.434.300/musim panen sementara pengeluaran petani untuk memenuhi kebutuhan non-pangan adalah Rp4.159.000/musim panen. Petani harus mengoptimalkan penggunaan faktor produksi agar produksi dan pendapatannya semakin meningkat.  kata kunci : padi sawah, pendapatan petani, sosial, ekonomi  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH Samantha, Yuliana; Siti Permana, Nendah; Mahmiludin , Dede; Ramdan, Mochammad; Alzainu Putra, Robby
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10763

Abstract

Penelitian mendeskripsikan keragaan petani padi sawah serta menganalisis pengaruh variabel luas lahan, benih, pupuk urea, dan insektisida terhadap produksi padi secara simultan dan parsial. Penelitian menggunakan metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada 40 orang petani Desa Rancakalong yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan model Cobb-Douglas dan uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan secara parsial hanya luas lahan yang berpengaruh positif dan signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,893 menunjukkan bahwa variabel bebas dapat menjelaskan variasi produksi padi sebesar 89,3%, sedangkan sisanya 10,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan lahan dan penggunaan input produksi yang tepat untuk meningkatkan hasil panen, serta memberikan dasar bagi petani dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan efisiensi usaha tani secara berkelanjutan. Kata Kunci: input, lahan, padi, produksi.        
Pengaruh Faktor Sosiodemografis terhadap Akses Teknologi Digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Cahyaningsih, Anggi Fitria; Pujiyanto, M. Aris; Azizi, Ernes Septina; Permana, Faishal; Solekan, Muhamad; Kinding, Dwi Putriana Nuramanah
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10878

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Strategi perkembangan digitalisasi UMKM salah satu alternatif solusi bagi pelaku UMKM dalam proses bisnis usahanya. Namun adopsi teknologi digital mereka masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sosio-demografis yang mempengaruhi akses dan penggunaan teknologi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, mengambil sampel 50 pelaku UMKM melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan ordinal logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dihasilkan mengindikasikan bahwa variabel sosio-demografis mempengaruhi 53,2% dari akses teknologi digital UMKM. Secara spesifik, jenis kelamin, usia, jenis usaha, dan pendapatan rata-rata berpengaruh signifikan terhadap akses dan penggunaan teknologi digital. Jenis kelamin laki-laki cenderung memiliki akses dan penggunaan yang lebih tinggi (OR = 2,718). Usia berpengaruh negatif, di mana pelaku UMKM yang lebih tua memiliki akses lebih rendah (OR = -0,604). Jenis usaha perdagangan dan jasa lebih intensif dalam mengadopsi teknologi digital (OR = 0,443) dibandingkan jenis usaha lain. Selain itu, pendapatan yang lebih tinggi meningkatkan kemungkinan akses dan penggunaan teknologi (OR = 1,88). Adanya kesenjangan digital yang signifikan berdasarkan faktor sosio-demografis sehingga perlu adanya program pelatihan digital yang inklusif, dukungan finansial untuk investasi teknologi, dan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap kelompok UMKM untuk mendorong transformasi digital yang lebih merata.  

Page 11 of 11 | Total Record : 110