cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
LITERASI PEMBUKUAN USAHA MIKRO DAN KECIL BATIK CIREBON DESA KALITENGAH KECAMATAN TENGAH TANI KABUPATEN CIREBON Lukman, Hendro; Patricia, Virginia
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31984

Abstract

Every business needs accounting records and reports. This also applies to Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). If you look at the applicable provisions, the meaning of MSMEs is measured by the size of the business's net assets and its circulation or gross sales. With applicable regulations, businesses entering MSMEs must be measured by financial reports. The problem with Cirebon Batik UKM in "KALITENGAH" Village, "TENGAH TANI" District, CIREBON Regency which has not recorded its finances through accounting records. The DKI Higher Education Accounting Lecturers Forum coordinates Community Service (PKM) activities in the village to carry out accounting recording literacy. Counseling and training on accounting records for Cirebon Batik SMEs is carried out using a simple method, namely using the "Taberlaris" model. By carrying out simple accounting counseling and training, it is hoped that SMEs will begin to carry out accounting records for their financial transaction. ABSTRAK Setiap usaha membutuhkan catatan dan laporan akuntansi. Hal ini juga berlaku bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Jika melihat ketentuan yang berlaku, pengertian UMKM diukur dari besar kecilnya kekayaan bersih usaha dan peredaran atau penjualan kotornya. Dengan aturan yang berlaku, usaha yang masuk ke UMKM harus diukur dengan laporan keuangan. Permasalah pada UKM Batik Cirebon Desa "KALITENGAH" Kecamatan "TENGAH TANI" Kabupaten CIREBON yang belum mengadakan pencatatan keuangan nya melalui catatan akuntansi. Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi DKI mengkoordinir kegiatan Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) di desa tersebut untuk melakukan literasi pencatatan akuntansi. Penyuluhan dan latihan catatan akuntansi bagi UKM Batik Cirebon dilaksanakan dengan metode yang sederhana, yaitu menggunakan model "Taberlaris". Dengan dilakukan penyuluhan dan pelatihan akuntansi sederhana ini diharapkan para UKM mulai melakukan pencatatan akuntansi bagi transaksi keungan mereka.
EVALUASI KESEHATAN TELINGA PADA PRIA DAN WANITA USIA PRODUKTIF DI KALAM KUDUS II, KELURAHAN DURI KOSAMBI, JAKARTA Lontoh, Susy Olivia; Firmansyah, Yohanes; Ghina, Andini; Alifia, Tosya Putri
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31986

Abstract

Ear health is an important aspect of individual well-being, contributing to hearing and body balance. Ear disorders can have a significant impact on quality of life. This community service activity aims to describe the ear health conditions of men and women of productive age at Kalam Kudus II High School, Duri Kosambi Village, Jakarta. Community service activities are carried out using the Plan-Do-Check-Action method. The number of participants consisted of 68 men and women of productive age (18–64 years) who met the inclusion criteria. Data were collected through history-taking and physical examination of the ear, including cerumen and tympanic membrane perforation. Most respondents were aged 18–35 years (52.9%) and women (61.8%). Cerumen was found in 35.3% of right ears and 22.1% of left ears. There were no cases of tympanic membrane perforation. The age groups 36–50 years and 51–64 years have a higher prevalence of cerumen than the age group 18–35 years. The results show that the prevalence of ear problems varies by age, with an increase in older age groups. Ear hygiene education and regular checkups are recommended to prevent ear health problems. Routine monitoring and ear health education are needed to prevent ear disorders in the productive age group. These steps are important for improving quality of life and productivity. ABSTRAK Kesehatan telinga merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, berperan dalam pendengaran dan keseimbangan tubuh. Gangguan pada telinga dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesehatan telinga pada laki-laki dan perempuan usia produktif di SMA Kalam Kudus II, Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode Plan-Do-Check-Action. Jumlah peserta terdiri dari 68 laki-laki dan perempuan usia produktif (18-64 tahun) yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik telinga, termasuk serumen dan perforasi membran timpani. Sebagian besar responden berusia 18-35 tahun (52,9%) dan perempuan (61,8%). Serumen ditemukan pada 35,3% telinga kanan dan 22,1% telinga kiri. Tidak ada kasus perforasi membran timpani. Kelompok usia 36-50 tahun dan 51-64 tahun memiliki prevalensi serumen yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 18-35 tahun. Hasil menunjukkan variasi prevalensi masalah telinga berdasarkan usia, dengan peningkatan prevalensi pada kelompok usia yang lebih tua. Edukasi kebersihan telinga dan pemeriksaan rutin dianjurkan untuk mencegah masalah kesehatan telinga. Pemantauan rutin dan edukasi kesehatan telinga diperlukan untuk mencegah gangguan telinga pada usia produktif. Langkah-langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas.
LEGALITAS PERJANJIAN PERKAWINAN PISAH HARTA SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASANGAN DALAM PROSES PERCERAIAN Kurnia, Ida; Fernandha, Rizqy Dini; Goldwen, Filshella
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31998

Abstract

Marriage is one of the essential aspects of human life. In the context of marital relationships, a reciprocal relationship is formed that governs the rights and obligations between husband and wife, with the expectation that the household can be orderly and harmonious. In the event of a divorce, debates over the division of assets often arise, complicating the divorce process and increasing tension between husband and wife. A prenuptial agreement is an agreement made by mutual consent between the husband and wife, which is then ratified by a marriage registrar. The purpose of this agreement is to protect the interests of each party in the event of a divorce by clearly stipulating the rights and obligations as well as the division of marital assets. Although the importance of prenuptial agreements in protecting the interests of husbands and wives has been legally recognized, many people still do not understand or even know about the existence of such agreements. This is particularly true in Desa Blok Duku RT.11/RW.10, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, East Jakarta, where awareness of the importance of prenuptial agreements on the separation of assets is still low. Therefore, efforts for socialization, guidance, and education about prenuptial agreements on asset separation are very important in this area. Through these initiatives, it is hoped that the community will better understand the rights and obligations and the legal protection provided by prenuptial agreements, thereby minimizing conflicts related to marital assets and ensuring better household continuity. ABSTRAK Perkawinan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Dalam konteks hubungan perkawinan, terbentuklah hubungan timbal balik yang mengatur hak dan kewajiban antara suami dan istri, dengan harapan bahwa rumah tangga dapat terjalin dengan tertib dan harmonis. Dalam situasi perceraian, perdebatan seputar pembagian harta sering kali muncul, yang dapat memperumit proses perceraian dan meningkatkan ketegangan antara suami dan istri. Perjanjian perkawinan merupakan perjanjian yang dibuat atas kesepakatan antara suami dan istri, yang kemudian disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan. Tujuan dari perjanjian ini adalah untuk melindungi kepentingan masing-masing pihak apabila terjadi perceraian, dengan menetapkan secara jelas hak dan kewajiban serta pembagian harta perkawinan. Meskipun pentingnya perjanjian perkawinan dalam melindungi kepentingan suami dan istri telah diakui secara hukum, namun masih banyak masyarakat yang kurang memahami atau bahkan tidak mengetahui keberadaan perjanjian ini. Terutama di Desa Blok Duku RT.11/RW.10, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, kesadaran akan pentingnya perjanjian perkawinan pisah harta masih rendah. Oleh karena itu, upaya sosialisasi, pembinaan, dan pendidikan tentang perjanjian perkawinan pisah harta menjadi sangat penting di wilayah tersebut. Melalui inisiatif tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami hak dan kewajiban serta pentingnya perlindungan hukum yang diberikan oleh perjanjian perkawinan, sehingga konflik terkait dengan harta perkawinan dapat diminimalisir, dan keberlangsungan rumah tangga dapat lebih terjamin.
MEMBANGUN LANDASAN PENGETAHUAN BISNIS: PELATIHAN TENTANG PERSEROAN TERBATAS UNTUK SISWA SMA KRISTEN YUSUF Ekadjaja, Agustin; Darryl
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31999

Abstract

Training on Limited Liability Companies (PT) for Yusuf Christian High School students is an educational initiative that has a very important aim in developing a deep understanding of the structure, establishment, management and legal aspects of a company. In an increasingly complex and dynamic business world, understanding PT concepts is crucial for students who have the potential to enter the world of business or management in the future. Through this training, students will be equipped with deeper knowledge regarding various aspects related to PT. They will be taught about the organizational structure of a PT, including its founding process, the role of various entities such as the General Meeting of Shareholders (GMS), Directors and Board of Commissioners, as well as various legal aspects related to the company's operations. The benefits of this training are very diverse. They will gain an understanding of the limited liability afforded to PT shareholders, which is an important feature in maintaining individual financial stability. They will learn about decision making, task delegation, team motivation, and business development strategies. In this way, students will feel more confident in making decisions, both in the context of business and their personal lives. Not only that, students will also gain increased financial awareness. They will understand how a company's financial management operates, as well as the importance of money management, investments, and other financial considerations in their lives. In this training, students are also taught to think critically and analytically. They will be invited to analyze business situations, evaluate possible solutions, and make decisions based on critical and analytical thinking. This is an invaluable skill in all aspects of life. ABSTRAK Pelatihan mengenai Perseroan Terbatas (PT) bagi siswa SMA Kristen Yusuf merupakan suatu inisiatif pendidikan yang memiliki tujuan yang sangat penting dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang struktur, pendirian, pengelolaan, dan aspek hukum dari sebuah perusahaan. Di dalam dunia bisnis yang semakin kompleks dan dinamis, pemahaman akan konsep PT menjadi krusial bagi siswa yang berpotensi terjun ke dalam dunia bisnis atau manajemen di masa depan. Melalui pelatihan ini, siswa akan dibekali dengan pengetahuan yang lebih dalam mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan PT. Mereka akan diajarkan tentang struktur organisasi PT, termasuk proses pendiriannya, peran dari berbagai entitas seperti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi, dan Dewan Komisaris, serta berbagai aspek hukum yang terkait dengan operasional perusahaan tersebut. Manfaat dari pelatihan ini sangatlah beragam. Mereka akan memperoleh pemahaman tentang tanggung jawab terbatas yang diberikan kepada pemegang saham PT, yang merupakan fitur penting dalam menjaga stabilitas finansial individu. Mereka akan belajar tentang pengambilan keputusan, delegasi tugas, motivasi tim, dan strategi pengembangan bisnis. Dengan demikian, siswa akan merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, baik dalam konteks bisnis maupun kehidupan pribadi mereka. Tidak hanya itu, siswa juga akan mendapatkan peningkatan kesadaran finansial. Mereka akan memahami bagaimana manajemen keuangan sebuah perusahaan beroperasi, serta pentingnya pengelolaan uang, investasi, dan pertimbangan finansial lainnya dalam kehidupan mereka. Dalam pelatihan ini, siswa juga diajarkan untuk berpikir kritis dan analitis. Mereka akan diajak untuk menganalisis situasi bisnis, mengevaluasi solusi yang mungkin, dan membuat keputusan yang didasarkan pada pemikiran kritis dan analitis. Ini merupakan keterampilan yang sangat berharga dalam semua aspek kehidupan.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI KEKUATAN OTOT SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN SARKOPENIA PADA KELOMPOK LANJUT USIA Lontoh, Susy Olivia; Santoso, Alexander Halim; Jaya, I Made Satya Pramana; Gunaidi, Farell Christian; Kurniawan, Joshua; Nathaniel, Fernando
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32000

Abstract

Aging results in significant changes in body composition, including decreased muscle mass and increased fat mass. Muscle mass decreases by about 3–8% per decade after age 30, with the decline accelerating after age 60. This decrease in muscle strength, especially in women, is associated with various health problems, such as decreased physical function, decreased quality of life, weakness, and cognitive impairment. Clinical practice and public health research use Handgrip strength (HGS) as a simple, rapid, and cost-effective measure to assess musculoskeletal function and evaluate weakness and disability. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Act) methodology to educate and screen elderly participants at St. Mary's Church, Francis of Assisi, Jakarta. All participants took part in physical hand grip strength examination activities. This activity involved 35 participants, and it was found that the average grip strength for the left hand was 19.2% and 15.7% for the right hand. HGS screening is very important for the early detection of sarcopenia, a condition common in the elderly that causes a significant decline in health. Implementing preventive strategies based on HGS results can help maintain muscle mass and strength, thereby reducing the risk of dependency and limited mobility. Abstrak Penuaan mengakibatkan perubahan signifikan pada komposisi tubuh, termasuk penurunan massa otot dan peningkatan massa lemak. Massa otot menurun sekitar 3-8% per dekade setelah usia 30 tahun, dengan penurunan yang semakin cepat setelah usia 60 tahun. Penurunan kekuatan otot ini, terutama terjadi pada wanita, dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti penurunan fungsi fisik, penurunan kualitas hidup, kelemahan, serta gangguan kognitif. Kekuatan genggaman tangan (HGS) adalah ukuran sederhana, cepat, dan hemat biaya yang digunakan dalam praktik klinis dan penelitian kesehatan masyarakat untuk menilai fungsi muskuloskeletal dan mengevaluasi kelemahan dan kecacatan. Kegiatan ini menggunakan metodologi PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk mendidik dan menyaring peserta lanjut usia di Gereja St. Fransiskus Asisi, Jakarta. Seluruh peserta mengikuti kegiatan pemeriksaan kekuatan fisik genggaman tangan. Kegiatan ini mengikutsertakan 35 peserta dan didapatkan rerata kekuatan genggaman tangan kiri adalah 19,2% dan 15,7% untuk tangan kanan. Pemeriskaan HGS sangat penting untuk deteksi dini sarkopenia, suatu kondisi yang umum terjadi pada lansia yang menyebabkan penurunan kesehatan secara signifikan. Penerapan strategi pencegahan berdasarkan hasil HGS dapat membantu menjaga massa dan kekuatan otot, sehingga dapat mengurangi risiko ketergantungan dan keterbatasan mobilitas.  
PELATIHAN DESAIN PEMBUATAN ID CARD UNTUK KEGIATAN EKSTRA KURIKULER PHOTOSHOP BAGI SISWA SMA TARSISIUS 2 JAKARTA Suraidi
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32019

Abstract

This activity is in partnership with SMA Tarsisius 2 Jakarta which is located in Batusari, West Jakarta. Mitra has regular activities, namely extra-curricular school activities, one of which is photoshop training. The school did not have the human resources to teach this activity, and asked for help from the Untar PKM team. The solution given was to agree to become a teacher for Photoshop training activities in extra-curricular school subjects. The method used is direct practice in designing several products, such as posters, flyers, t-shirts, Tumblrs, ID cards. This training is to design an ID card that will be used for identification in photoshop extra-curricular activities in the even semester of 2023-2024. The training material starts from explaining each step to completing the design, and if there are modifications to the ID card design, it depends on the creativity of each participant and the results of the printed design. The training was attended by 18 students and the activities were carried out in a computer laboratory room, with each participant using a school computer that had Adobe Photoshop CS5 version installed. The final result of this training is that each participant's design is printed and given to the student ABSTRAK Kegiatan ini bermitra dengan SMA Tarsisius 2 Jakarta yang terletak di Batusari Jakarta Barat. Mitra mempunyai kegiatan rutin yaitu kegiatan ektra kurikuler sekolah, yang salah satunya adalah pelatihan photoshop. Pihak sekolah tidak mempunyai SDM untuk mengajar kegiatan ini, dan meminta bantuan tim PKM Untar. Solusi yang diberikan yaitu menyanggupi menjadi pengajar untuk kegiatan pelatihan photoshop pada mata pelajaran ektra kurikuler sekolah. Metode yang dilakukan yaitu praktek langsung mendesain beberapa produk, seperti poster, flyer, kaos, tumblr, ID card. Pelatihan ini untuk membuat desain sebuah ID card yang digunakan untuk tanda pengenal pada kegiatan ektra kurikuler photoshop pada semester genap tahun 2023-2024. Materi pelatihan di mulai dari penjelasan setiap langkah sampai selesai pembuatan desain, dan bila ada modifikasi desain ID card ini, tergantung dari kreativitas masing-masing peserta dan hasil desain dicetak. Pelatihan dihadiri oleh 18 orang siswa dengan ruang kegiatan dilakukan dalam ruang laboratorium komputer, dengan masing-masing peserta menggunakan komputer sekolah yang sudah di pasang software adobe photoshop versi CS5. Hasil akhir dari pelatihan ini yaitu hasil desain setiap peserta dicetak, dan diberikan kepada para siswa.
PELAKSANAAN KEGIATAN MBKM KEWIRAUSAHAAN TERHADAP USAHA PAW PARTY Aryon, Debora Christina; Utama, Louis; Sutantio, Angelia; Wilbert, Davin; Cynthia, Emelia; Cristian, Steven
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32020

Abstract

The implementation of MBKM Entrepreneurship activities is a highlight in efforts to develop entrepreneurial skills among students. This study reveals the implementation of MBKM Entrepreneurship in the context of the "Paw Party" business, which focuses on the production and sale of special cakes for dogs. Through the concept of "Freedom to Learn" and the support of supervisors, the Paw Party team developed a business plan and carried out its operations, including promotions, online sales and participation in bazaars. By using the Lean Model Canvas, Paw Party succeeded in finding market opportunities and presenting unique and quality products. Many anabul owners are looking for snacks and food that are useful, healthy and taste good. This is not yet widely found on the pet food market because many of the others do not consider the composition and beneficial ingredients. Now Paw Party is here to provide snacks that are not only liked by the little ones but contain omega-3 which helps the little ones' fur growth. Apart from that, Paw Party snacks are made from pumpkin and sweet potatoes as a source of fiber, and contain vitamins A, C and E. The author also innovates by presenting new snack variants made from meat to answer the needs of children. Then, Paw Party presents snacks that are reliable in quality because they have lots of reviews from both customers and influencers. The results show that MBKM Entrepreneurship activities not only provide practical experience to students, but also open up opportunities for sustainable business development. Through this effort, it is hoped that it can encourage the growth of creative and innovative young entrepreneurs in Indonesia. ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan MBKM Kewirausahaan menjadi sorotan dalam upaya pengembangan keterampilan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Studi ini mengungkapkan implementasi MBKM Kewirausahaan dalam konteks bisnis "Paw Party", yang berfokus pada produksi dan penjualan kue-kue khusus untuk anjing. Melalui konsep "Merdeka Belajar" dan dukungan dosen pembimbing, tim Paw Party mengembangkan rencana bisnis dan menjalankan operasionalnya, termasuk promosi, penjualan online, dan partisipasi dalam bazaar. Dengan menggunakan Lean Model Canvas, Paw Party berhasil menemukan peluang pasar dan menghadirkan produk yang unik dan berkualitas. Banyak dari pemilik anabul mencari cemilan dan makanan yang bermanfaat, sehat, dan rasanya enak. Hal ini belum banyak ditemukan di pasaran makanan hewan karena banyak dari yang lain kurang mempertimbangkan komposisi dan bahan yang bermanfaat. Kini Paw Party hadir untuk memberikan cemilan yang tidak hanya disukai oleh anabul tetapi memiliki kandungan omega-3 yang membantu untuk pertumbuhan bulu anabul. Selain itu, cemilan Paw Party berbahan dasar labu dan ubi sebagai sumber serat, lalu mengandung vitamin A,C, dan E. Penulis juga berinovasi dengan menghadirkan varian cemilan baru berbahan daging untuk menjawab kebutuhan anabul. Lalu, Paw Party menghadirkan cemilan yang terpercaya kualitasnya karena sudah memiliki banyak review baik dari pelanggan maupun influencer. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan MBKM Kewirausahaan tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Melalui upaya ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wirausaha muda yang kreatif dan inovatif di Indonesia
PELATIHAN MEMBACA DAN MENULIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA-SISWI DI SDN MALEBER Wahyuni; Ramadhani, Kalya Sukma; Nagadiraja, Bramata; Budiman, Dennis Zefanya; Fusta, Derren; Gumarus, Nathanael; Arisandi, Desi
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32023

Abstract

The low literacy skills attract considerable attention from various segments of society and pose a significant challenge to the government and educational institutions as it can affect the quality of the education system in Indonesia. SDN Maleber, as one of the partners of the Thematic Community Service Program of Tarumanagara University, has experienced a decline in literacy scores among its students. Factors contributing to this include limited access to adequate learning resources, lack of variety in teaching methods, and underutilization of library space by both teachers and students. Therefore, the focus of this PKM is to determine the right strategies in fostering literacy interest among SDN Maleber students. The implementation method of the literacy program involves a series of activities such as alphabet introduction, gradual writing practice, and individualized reading and writing guidance tailored to the abilities of each student within 15-30 minutes. The program is tailored to suit the partner needs based on observation and reports. Overall, there were 65 students who participated from 2nd - 4th grade, then 4 students who were less proficient were selected to attend evaluation. Through the implementation of the literacy habituation work program at SDN Maleber participating, students showed positive changes by showing initiative and enthusiasm in visiting the library with the aim of reading books, especially for grade 3 students. ABSTRAK Kemampuan literasi yang rendah menarik banyak perhatian lapisan masyarakat dan menjadi tantangan besar bagi pemerintahan dan instansi pendidikan karena hal ini dapat berpengaruh pada mutu sistem pendidikan di Indonesia. SDN Maleber sebagai salah satu mitra pengabdian kepada masyarakat mengalami penurunan nilai literasi pada siswa siswi-nya. Faktor penyebabnya meliputi keterbatasan akses sumber belajar yang memadai, kurangnya variasi dalam metode pembelajaran, dan kurangnya pemanfaatan ruang perpustakaan oleh guru dan siswa siswi. Berdasarkan hal tersebut, maka fokus tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah bagaimana menentukan strategi yang tepat dalam membudayakan minat literasi siswa siswi SDN Maleber. Metode pelaksanaan program kerja literasi diimplementasikan melalui serangkaian kegiatan pengenalan huruf alfabet, melakukan praktik penulisan secara bertahap, bimbingan membaca dan menulis secara perseorangan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa siswi dalam rentang waktu 15 sampai 30 menit. Partisipan program ini disesuaikan dari hasil observasi dan laporan mitra. Secara keseluruhan siswa siswi yang ikut berpartisipasi adalah kelas 2 sampai kelas 4 dengan total 12 siswa, kemudian 4 siswa dengan kriteria belum mahir dipilih guna melakukan evaluasi. Melalui implementasi program kerja pembiasaan literasi di SDN Maleber, siswa siswi yang berpartisipasi memperlihatkan perubahan positif dengan menunjukan inisiatif dan antusias untuk mengunjungi perpustakaan dengan tujuan membaca buku, khususnya pada siswa kelas 3.
PELAKSANAAN KEGIATAN MBKM KEWIRAUSAHAAN TERHADAP USAHA WOOF TREND’S INDONESIA Richardo, Fernando; Utama, Louis; Louis, Henrich Moses; Gunawan, Ferry; Han, Clevint Jason
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32024

Abstract

The implementation of this MBKM examines the development and prospects of the dog clothing business in Indonesia. In recent years, this industry has shown significant growth along with the increasing public awareness of pets as part of the family. This exercise aims to increase attention to fashion in the dog apparel industry, as well as effective marketing strategies in this industry. The results of the exercise showed that the main factors influencing the demand for dog clothing include aesthetics, comfort, and weather protection functions. Effective marketing strategies involve the use of social media for promotion, collaboration with pet influencers, and the development of innovative and high-quality products. This exercise concludes that the dog apparel business has the potential to continue growing in the future. However, entrepreneurs need to understand market dynamics and continue to innovate to meet consumers' needs and wants. Recommendations for entrepreneurs include improving product quality, diversifying designs, and improving customer service to maintain consumer loyalty. ABSTRAK Pelaksanaan MBKM ini mengkaji perkembangan dan prospek bisnis pakaian anjing di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, industri ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga. Pelaksanaan ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian terhadap fashion dalam industri pakaian anjing, serta strategi pemasaran yang efektif dalam industri ini. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi permintaan pakaian anjing meliputi estetika, kenyamanan, dan fungsi perlindungan terhadap cuaca. Strategi pemasaran yang efektif melibatkan penggunaan media sosial untuk promosi, kolaborasi dengan influencer hewan peliharaan, serta pengembangan produk yang inovatif dan berkualitas tinggi. Pelaksanaan ini menyimpulkan bahwa bisnis pakaian anjing memiliki potensi untuk terus berkembang di masa depan. Namun, pelaku usaha perlu memahami dinamika pasar dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Rekomendasi untuk pengusaha meliputi peningkatan kualitas produk, diversifikasi desain, dan peningkatan layanan pelanggan untuk mempertahankan loyalitas konsumen.
KEGIATAN MERAJUT DARI HOBI MENJADI PELUANG USAHA PADA UNIT USAHA KULTURA Fivanda; Hung, Jennifer; Vanesa
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32025

Abstract

In recent years, knitting has become a popular activity in the community. Knitting can be used as an activity to relieve stress, reduce anxiety and increase concentration focus. Thus, knitting is considered a hobby in spare time. Knitting has developed into several knitting communities and the knitted products can be sold to the public. The PKM team was invited to collaborate with Unit Usaha Kultura Jakarta in knitting training for productive age 20-65 years as debriefing participants. Unit Usaha Kultura which was established in 2022 is a creative business that combines art and design to create unique experiences for the community. Kultura is a unit that emphasizes creativity and innovation. Provides various creative training or workshops. The PKM team and partners have similar ideas. Partners need knitting training to produce innovative knitted products and develop creative entrepreneurship. The purpose of the PKM activity is to develop skills and creativity in the field of handicraft knitting. The method of this activity is carried out with three stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. Beginning with the distribution of materials and equipment. The implementation was carried out offline by starting with finger flexing activities, providing material, introducing tools and knitting techniques for making crochet wallet products. The final stage crochet workshop was completed. All participants were 100% enthusiastic about the knitting training. Knitting training at a productive age can produce business opportunities with selling power to the community. In fact, it can provide communities and jobs for people in need, especially in the field of handicraft arts ABSTRAK Dalam beberapa tahun terakhir ini kegiatan merajut sedang digandrungi oleh masyarakat. Merajut dapat dijadikan kegiatan untuk penghilang stress, mengurangi kecemasan dan menambah fokus konsentrasi. Sehingga, merajut dianggap sebagai hobi di waktu luang. Pada perkembangannya merajut berkembang menjadi beberapa komunitas rajut dan hasil rajutannya dapat dijual ke masyarakat. Maka, pada tahun 2024, tim PKM diajak bekerjasama dengan mitra Unit Usaha Kultura Jakarta dalam pelatihan merajut pada usia produktif 20-65 tahun sebagai peserta pembekalan. Mitra PKM “Unit Usaha Kultura” yang berdiri sejak tahun 2022 merupakan usaha kreatif yang menggabungkan seni dan desain untuk menciptakan pengalaman unik bagi masyarakat. Kultura adalah unit yang mengedepankan kreativitas dan inovasi serta menyediakan berbagai pelatihan atau workshop kreatif. Tim PKM dan mitra memiliki persamaan pemikiran. Mitra membutuhkan pelatihan merajut menghasilkan produk rajutan yang inovatif dan mengembangkan wirausaha kreatif. Tujuan dari kegiatan PKM adalah untuk pengembangan kemampuan dan kreativitas dalam bidang kriya kerajinan tangan merajut. Metode kegiatan ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Diawali dengan distribusi bahan dan peralatan. Pelaksanaan dilakukan secara luring dengan diawali kegiatan pelenturan jari tangan dengan gerakan dari instruktur PKM, pemberian materi pengenalan alat dan teknik merajut pembuatan produk dompet. Tahap akhir produk dompet selesai dirajut dan seluruh peserta 100% antusias dengan pelatihan merajut. Pelatihan merajut pada usia produktif pada mitra dapat menghasilkan peluang usaha berdaya jual kepada masyarakat. Bahkan, dapat menyediakan komunitas serta lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya dalam bidang seni kriya kerajinan tangan.