cover
Contact Name
Sarwinda Intan Putri
Contact Email
sarwindaintan96@uho.ac.id
Phone
+6281245849917
Journal Mail Official
journalcelebica@uho.ac.id
Editorial Address
https://celebica.uho.ac.id/index.php/journal/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27231909     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jc.v2i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia merupakan jurnal online open akses enam bulanan yang diterbitkan oleh Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini fokus untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pemikiran di bidang Kehutanan. Hasil Penelitian kehutanan yang dipublikasikan dalam jurnal ini mencakup bidang Manajemen Hutan, Sosial Ekonomi Kehutanan, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Teknologi Pemanfaatan Hasil Hutan, Silvikultur dan Konservasi Sumberdaya Hutan
Articles 92 Documents
LOCAL WISDOM IN AGROFORESTRY MANAGEMENT IN LALONGGOWUNA VILLAGE, TONGAUNA DISTRICT, KONAWE REGENCY Hafidah Nur; Nur Arafah; Rosmarlinasiah; Satya Agustina Laksananny; Anas Nikoyan; La Ode Agus Salim Mando; Titik Nofiyanti; Wa Ode Mar’atun Sholiha
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.192

Abstract

Kearifan lokal adalah nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam melakukan kegiatan sehari-hari bagi masyarakat disuatu daerah. Salah satu jenis pengelolaan sumber daya yang terdapat di Indonesia dan dikelola berdasarkan pengetahuan lokal ialah agroforestri. Agroforestri adalah suatu sistem pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari dengan cara mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengelolaan lahan yang sama. Masyarakat suku tolaki mengenal sistem agroforestri dengan nama mepombahora yang merupakan salah satu bentuk agroforestri tradisional yang dipraktikkan sejak dahulu serta berperan penting dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal dalam pengelolaan Agroforestri oleh masyarakat Desa Lalonggowuna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilakukan di Desa Lalonggowuna Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, mulai bulan Januari – Februari 2025. Metode penelitian menggunakan metode sensus yaitu teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan mepombahora yaitu terdiri dari monggiiki ando’olo, momboposuka, mosalei, humunu, moenggai, motasu, mosaira, mete’ia, mosale/pombupa/pinaaki /mosowi.
Analisis Senyawa Fitokimia pada Limbah Kulit Kayu Bakala (Alstonia spectabilis) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Obat Nurnaningsih Hamzah; Nurhayati Hadjar; Dewi Fitriani; Wiwin Rahmawati Nurdin; Awaluddin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia yang terkandung dalam kulit kayu Alstonia spectabilis sebagai sumber potensial untuk bahan obat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua pelarut yang berbeda, yaitu etanol 70% dan air suling, untuk mengekstraksi senyawa bioaktif yang ada dalam kulit kayu. Proses ekstraksi diikuti dengan uji fitokimia untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan fenol, sementara ekstrak air hanya mengandung saponin, flavonoid, dan tanin. Ekstrak etanol menunjukkan rendemen yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa etanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif dari Alstonia spectabilis. Keberadaan senyawa-senyawa ini menunjukkan potensi aktivitas terapeutik seperti antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba, yang mendukung potensi kulit kayu ini sebagai obat alami. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengetahuan mengenai Alstonia spectabilis sebagai tanaman obat dan menyoroti pentingnya pemilihan pelarut dalam ekstraksi senyawa fitokimia.
IMPLEMENTASI EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI TUMBUHAN DI KEBUN RAYA BATURRADEN : Implementation of Plant Conservation-Based Ecotourism in Baturraden Botanical Garden Shafira Hanindita; Fahriza Junizar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.196

Abstract

Kebun Raya Baturraden berperan sebagai kawasan konservasi ex-situ flora pegunungan Jawa sekaligus destinasi ekowisata yang menekankan prinsip keberlanjutan. Pemahaman mengenai bentuk implementasi ekowisata di kawasan ini penting untuk menilai efektivitas pengelolaan dan arah pengembangannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ekowisata di Kebun Raya Baturraden berdasarkan klasifikasi soft ecotourism dan hard ecotourism, serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan pengelola, survei terhadap 100 wisatawan, serta analisis SWOT terhadap faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekowisata di Kebun Raya Baturraden didominasi oleh kategori soft ecotourism, ditandai dengan kegiatan wisata pasif, interaksi terbatas dengan alam, dan ketergantungan pada pelayanan, meskipun komitmen terhadap lingkungan tergolong tinggi. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang tepat untuk pengembangan ekowisata di Kebun Raya Baturraden ialah strategi WO (Weakness–Opportunity). Strategi tersebut meliputi pemberdayaan masyarakat sebagai interpreter, penyediaan wadah bagi UMKM, penambahan variasi atraksi, dan peningkatan promosi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan soft ecotourism berbasis konservasi dan partisipasi masyarakat untuk mendukung keberlanjutan Kebun Raya Baturraden.
PERAN KOMPOSISI VEGETASI DALAM MENYIMPAN KARBON DIOKSIDA (CO2) PADA HUTAN KOTA BARUGA: IMPLIKASI UNTUK MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI KENDARI: The Role of Vegetation Composition in Carbon Storage in Baruga Urban Forest: Implications for Climate Change Mitigation in Kendari Abdul Sakti sakti; Sahindomi Bana; Arniawati; La De Ahmaliun; La Gandri; Umar Ode Hasani; Alamsyah Flamin; Muhsimin; Izmu Mubarak
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.199

Abstract

Perubahan iklim yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO₂), menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan ekosistem dan kehidupan manusia. Hutan kota berfungsi sebagai salah satu solusi mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon yang dapat mengurangi konsentrasi CO₂ di atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran komposisi vegetasi dalam penyimpanan karbon di Hutan Kota Baruga, Kota Kendari. Metode penelitian menggunakan non destrutive sampling, penggunaan model allometrik pohon bercabang dan pohon tidak bercabang. Analisis simpanan karbon mengunakan nilai koefisian kaerbon 0,47%, serta simpanan emisi menggunakan perbandingan mol CO₂ dan C yang tersimpan Hasil penelitian menunjuhkan total simpanan karbon di Hutan Kota Baruga adalah 0,2167 ton/ha, dengan total simpanan CO₂ mencapai 0,4610 ton/ha. Famili Fabaceae menunjukkan simpanan karbon tertinggi, yaitu 0,0408 ton/ha, berkat kemampuannya dalam memperbaiki nitrogen tanah melalui simbiosis dengan bakteri Rhizobium, yang mendukung pertumbuhannya yang cepat dan efisien dalam menyerap karbon. Sebaliknya, famili Myrtaceae dan Elaeocarpaceae memiliki simpanan karbon yang lebih rendah, masing-masing 0,0013 ton/ha dan 0,0027 ton/ha, yang menunjukkan keterbatasan dalam adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Faktor abiotik seperti suhu, kelembapan, dan ketersediaan air turut memengaruhi kapasitas simpanan karbon. Hutan Kota Baruga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim, dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan karbon, memperkuat kontribusinya terhadap pengurangan emisi CO₂, serta mendukung keseimbangan ekosistem perkotaan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan mitigasi perubahan iklim di Kota Kendari.
IDENTIFIKASI PRAKTIK PENGELOLAAN LAHAN AGROFORESTRI KELOMPOK TANI HUTAN KEMASYARAKATAN DI KECAMATAN TONGAUNA UTARA KABUPATEN KONAWE: Identification of Agroforestry Land Management Practices by Community Forest Farmers' Groups In North Tongauna District, Konawe Regency Agus setiawan; Arniawati; Muhammad Saleh Qadri; Ridwan Adi Surya; Sahindomi Bana; Davik; Zulkarnain; Alamsyah Flamin; La Ode Muhammad Erif; Mariana Zainun
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.200

Abstract

Abstract: Agroforestry is a strategy in community forest management that plays an important role in land conservation and food provision. The purpose of this study was to determine the characteristics of farmers, the classification of agroforestry systems, the application of agroforestry patterns, and the types of plants that make up the agroforestry land of farmer groups in Andalambe Village, North Tongauna District, Konawe Regency. This study used a descriptive qualitative and quantitative approach, interviews, and field observations. The descriptive method was used to describe the classification of agroforestry system implementation, agroforestry patterns, and types of plants in the study location. The results showed that the agroforestry classification applied by farmers was the agrisilviculture system, with 27% of farmers applying the alternate rows agroforestry pattern and 73% applying the random mixture agroforestry pattern. The types of plants used in agroforestry included forestry plants, plantation plants, and agricultural plants, with a total of fourteen types of plants recorded. The types of plants used were dominated by those for forest and land conservation (23%) and for sustainable local food supply (20%). This study is expected to contribute to the development of a community-based agroforestry forest management model to support forest and land conservation and sustainable food supply.
ANALISIS NILAI EKONOMI PEMANFAATAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI DESA LABONE KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA basrudin basrudin; Lies Indriyani; Umi Putri Aningsih
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.201

Abstract

Mangrove forests play an important role in maintaining the balance of coastal ecosystems and supporting community welfare; however, their economic utilization has not been thoroughly calculated. This study aims to analyze the economic value of mangrove ecosystem utilization in Labone Village, Lasalepa Subdistrict, Muna Regency. The research was conducted from January to February 2025 using quantitative and qualitative methods. The quantitative approach was applied to calculate the economic value of mangrove utilization, while the qualitative approach was used to describe the socio-economic conditions of the community. Data were collected through observation, interviews using questionnaires, and documentation, with a total of 21 respondents consisting of 20 fishermen and 1 tourism manager (BUMDes). The results show that the direct benefits from mangrove forests, in the form of fish and crab catches, reached IDR 370,446,000/year (94%), while the indirect benefits from mangrove tracking ecotourism contributed IDR 20,832,000/year (6%). Overall, the total economic value of the mangrove ecosystem in Labone Village is IDR 391,278,000/year. These findings confirm that mangrove ecosystems provide a significant contribution to the coastal community’s economy, highlighting the need for sustainable management. Keywords: Labone Village, Mangrove Forest, Direct Use Value, Indirect Use Value, Economic Value
Partisipasi Masyarakat dalam Upaya Konservasi Mangrove di Provinsi Bali Rainey Windayati; Unggul Widyarko; Alif Putra Lestari
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.203

Abstract

AbstrakPenelitian ini meninjau secara komprehensif bentuk serta faktor pendorong partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi mangrove di Provinsi Bali. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa ekosistem mangrove memiliki peran geografis penting dalam stabilitas pesisir, penyediaan jasa ekosistem, dan ketahanan sosial-ekologis masyarakat pesisir. Melalui telaah literatur nasional maupun internasional, studi ini mengidentifikasi bahwa partisipasi masyarakat di Provinsi Bali umumnya terbagi dalam tiga bentuk: partisipasi langsung melalui penanaman dan pemeliharaan mangrove, partisipasi kelembagaan melalui kelompok masyarakat dan organisasi adat, serta partisipasi kolaboratif melalui kemitraan dengan NGO dan institusi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan program konservasi mangrove di Provinsi Bali sangat dipengaruhi kearifan lokal berbasis desa adat, dukungan kebijakan daerah, serta keberlanjutan pendampingan oleh NGO. Di sisi lain, tantangan seperti konflik pemanfaatan lahan pesisir, rendahnya literasi ekologi, dan ketergantungan pada proyek jangka pendek masih menghambat efektivitas partisipasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan geografis dalam memahami hubungan manusia-lingkungan yang membentuk pola partisipasi masyarakat, serta perlunya strategi pengelolaan yang berbasis komunitas, berkelanjutan, dan sensitif terhadap dinamika ruang pesisir.Kata Kunci: partisipasi masyarakat; mangrove; konservasi; pesisir; Bali. AbstractThis study comprehensively examines the forms and driving factors of community participation in mangrove conservation efforts in Bali Province. It begins with the recognition that mangrove ecosystems hold an essential geographical role—protecting coastlines, supporting vital ecosystem services, and strengthening the social and ecological resilience of Bali’s coastal communities. By reviewing both national and international literature, including reports from local NGOs, the study identifies three main forms of community participation: direct involvement in planting and maintaining mangroves, organizational participation through community groups and traditional village institutions, and collaborative efforts carried out in partnership with NGOs and government agencies. The findings show that successful mangrove conservation in Bali is strongly shaped by local wisdom embedded in the traditional village (desa adat) system, supportive regional policies, and ongoing facilitation from NGOs. However, persistent challenges remain, such as competition over coastal land use, limited ecological awareness, and reliance on short-term project funding. Overall, this study highlights the importance of applying a geographical perspective to understand how human–environment relationships influence patterns of community involvement. It also emphasizes the need for community-based, sustainable, and spatially responsive management strategies.Keywords: community participation; mangrove; conservation; coastal; Bali.
KEARIFAN LOKAL KEARIFAN LOKAL SUKU TOLAKI DALAM PEMANFAATAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT OLEH MASYARAKAT DESA RORAYA, KECAMATAN TINANGGEA, KABUPATEN KONAWE SELATAN : KEARIFAN LOKAL TUMBUHAN OBAT Mariana Zainun; Basruddin; Nur Arafah; La De Ahmaliun
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.215

Abstract

Abstrak: Tumbuhan obat telah lama digunakan sebagai sumber pengobatan tradisional oleh berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Tumbuhan obat adalah kekayaan alam yang mengandung senyawa bioaktif yang membantu mengobati berbagai penyakit, dari yang ringan hingga yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Roraya Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan dan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Suku Tolaki dalam memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan ciri-ciri morfologi dan jenis tumbuhan yang dijumpai diloksi penelitian. Terdapat 26 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Desa Roraya yaitu kumis Kucing, Kunyit, jahe, temulawak, Sambiloto, kunyit putih, Akar Alang-alang, serei, Daun Salam, klorofil, jambu biji, Daun Sirih, jeruk nipis, ciplukan, Daun Pare, Pecah Beling, Daun Pepaya, Brotowali, Pinang, kersen, Daun Sirsak, mengkudu, Manggis, kayu jawa, pandan, kelapa dan Kepercayaan Masyarakat dalam pengobatan tradisional sangat kuat yang dilakukan oleh seorang Batra/dukun (mbu’ uwai), setiap kali melakukan pengobatan penyakit terdapat beberapa ritual pengobatan yaitu setiap tumbuhan obat yang dipetik selalu di ucapkan doa/mantra. Mantra yang biasa di ucapkan pada saat mengambil tumbuhan obat yaitu mengucapkan sholawat sesuai dengan jumlah tumbuhan yang dipetik, misalnya 7 lembar daun yang dipetik berarti 7 kali juga bersholawat setelah itu dibacakan dengan surah Al-Ikhlas. Selanjutnya pengobatan terhadap pasien yang menderita penyakit magis (pelanggaran tata cara hidup di alam) yaitu Bismillahirrahmanirrahim karna’allah tanawa barkati doa barkati inggoo’ nabi mohama tawaro allah tamamila tamudili inggoo’ pondian langabala’. Mantra ini dibacakan pada segelas air minum kemudian diberikan kepada pasien untuk diminum.
A ANALISIS KELAYAKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PADA PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI DESA SIDAMANGURA KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT: Analisis Kelayakan Finansial satyaerawan erawan; Anas nikoyan Nikoyan; Sarwindah Intan Putri Intan
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.216

Abstract

Agroforestri merupakan sistem pemanfaatan lahan yang mengkombinasikan tanaman kehutanan dan pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha agroforestri masyarakat Desa Sidamangura dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Data penelitian berasal dari hasil observasi dan wawancara terhadap 40 responden pada Juni–Agustus 2023. Analisis dilakukan dengan menghitung penerimaan, biaya produksi, serta arus kas tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha agroforestri menghasilkan NPV positif dan IRR lebih tinggi dari tingkat diskonto yang berlaku, sehingga layak secara finansial. Temuan ini menegaskan bahwa agroforestri tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga berkelanjutan sebagai usaha jangka panjang.
KETERAWETAN KAYU BAKALA (Alstonia spectabillis) TERHADAP BAHAN PENGAWET EKSTRAK BIJI BINTARO (Cerbera manghas) zakiah uslinawati; niken Pujirahayu; Nurhayati hadjar; abigael kabe; nurnaningsih Hamzah; Rut Monica Tampubolon; Muh. Fikhi Saisyah Putra
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.217

Abstract

Pengawetan kayu merupakan salah satu usaha untuk memperpanjang masa pakai dan menjaga kayu tidak terserang oleh faktor perusak kayu serta meningkatkan kekuatan kayu. Bahan pengawet alami yang dapat digunakan adalah bahan yang beracun dan efektif dalam membunuh organisme perusak kayu dan tidak dapat mencemari lingkungan, seperti biji buah bintaro (Cerbera manghas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet alami ekstrak biji bintaro terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan kayu bakala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perendaman dingin dengan konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20. rata-rata absorbsi pada konsentrasi 20% sebesar 224,6 Kg/m³. Nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 9,9 Kg/m³ dan nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 20% sebesar 11,24 Kg/m³. Nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 7,88 mm dan nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 20% sebesar 8,02 mm. Berdasarkan Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perbedaan pada konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20% berpengaruh nyata terhadap nilai retensi dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai penetrasi. Berdasarkan nilai standar SNI nilai retensi dan nilai penetrasi pada konsentrasi 15% dan 20% telah memenuhi standar untuk penggunaan dalam ruangan bawah atap

Page 9 of 10 | Total Record : 92