cover
Contact Name
Sarwinda Intan Putri
Contact Email
sarwindaintan96@uho.ac.id
Phone
+6281245849917
Journal Mail Official
journalcelebica@uho.ac.id
Editorial Address
https://celebica.uho.ac.id/index.php/journal/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27231909     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jc.v2i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia merupakan jurnal online open akses enam bulanan yang diterbitkan oleh Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini fokus untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pemikiran di bidang Kehutanan. Hasil Penelitian kehutanan yang dipublikasikan dalam jurnal ini mencakup bidang Manajemen Hutan, Sosial Ekonomi Kehutanan, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Teknologi Pemanfaatan Hasil Hutan, Silvikultur dan Konservasi Sumberdaya Hutan
Articles 92 Documents
KAJIAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA ALAM AIR TERJUN LAHUNDAPE DI KAWASAN TAHURA NIPA-NIPA KOTA KENDARI Alamsyah Flamin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahura Nipa-Nipa Kota Kendari sebagai kawasan konservasi menyajikan beragam obyek daya wisata yang memiliki daya tarik wisata. Sebagai kawasan konservasi secara umum memiliki keanekaragaman flora dan fauna, fenomena alam yang indah, objek budaya dan sejarah serta kehidupan masyarakat lokal yang unik. Salah satu obyek wisata yang terdapat di Tahura Nipa-Nipa yang ramai dikunjungi wisatawan adalah Air Terjun Lahundape. Aspek penting dalam pengembangan wisata adalah aspek daya dukung lingkungan. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis kemampuan daya dukung lingkungan wisata melalui efective carrying capacity/ECC dalam mendukung pembangunan wisata alam Air Terjun Lahundape di Tahura Nipa-Nipa, Kota Kendari. Penelitian dilakukan di areal wisata alam Air Terjun Lahundape Tahura Nipa-Nipa Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian terdiri data sekunder (penelusuran dari dokumen) dan data primer yang diperoleh dilapangan. Data diperoleh dengan Teknik survey, observasi dan studi kepustakaan. Analisis daya dukung lingkungan wisata Air Terjun Lahundape, dengan menggunakan persamaan ECC=RCCxMC. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan daya dukung lingkungan wisata alam Air Terjun Lahundape adalah sebanyak 23 orang/hari/3 jam. Hal ini bermakna bahwa daya tampung wisatawan maksimal tanpa mengakibatkan kerusakan lingkungan sebanyak 23 orang per hari/3 jam, sehingga ketika melebihi daya tampung tersebut akan berdampak buruk terhadap lingkungan wisata. Dari daya tampung kapasitas lingkungan wisata, maka pengelolaan wisata dapat melakukan tindakan menutup sementara lokasi untuk menghindari over capacity. Dari jumlah tersebut daya tampung maksimal tersebut, pengembangan wisata alam Air Terjun Lahundapa sangat potensil dilakukan, sebab rata-rata kunjungan tiap hari sekitar 2 orang, lebih kecil (<) dari jumlah daya tampung maksimal yakni 23 orang/hari.
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI HABITAT MANGROVE DI SEKITAR KAWASAN WISATA AIR PANAS WAWOLESEA KECAMATAN WAWOLESEA KABUPATEN KONAWE UTARA Umar Ode Hasani; Basrudin; Alamsyah Flamin; Abdul Manan; La De Ahmaliun; Prediyanto
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi khas di wilayah pesisir tropis yang tumbuh pada lingkungan yang lembap dan berlumpur serta dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Zonasi mangrove mengacu pada pola distribusi kelompok jenis mangrove yang tersusun secara tegak lurus terhadap garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis mangrove beserta habitatnya di sekitar Kawasan Wisata Air Panas Wawolesea, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian dilaksanakan di hutan mangrove Desa Wawolesea, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara pada bulan Januari hingga Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh area hutan mangrove seluas 37,61 hektare. Sampel penelitian meliputi seluruh jenis mangrove yang terdapat dalam petak pengamatan. Intensitas pengambilan sampel yang digunakan sebesar 2% dari luas populasi, yaitu seluas 0,75 hektare. Pengumpulan data dilakukan dengan metode garis berpetak (line transect), di mana penempatan plot pertama dilakukan secara purposive sampling agar dapat mewakili setiap zona vegetasi mangrove yang terbagi dalam tiga transek. Setiap transek terdiri atas enam plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m, sehingga jumlah total plot pengamatan adalah 18 plot. Pengambilan sampel substrat dilakukan pada setiap plot untuk dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 jenis mangrove yang terdiri atas 8 jenis mangrove sejati dan 3 jenis mangrove asosiasi, yang termasuk ke dalam 8 famili, ditemukan di sekitar Kawasan Wisata Air Panas Wawolesea, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara. Jenis-jenis tersebut adalah Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Heritiera littoralis, Avicennia lanata, Nypa fruticans, Acanthus ilicifolius, dan Acrostichum speciosum. Habitat mangrove di lokasi penelitian meliputi jenis tanah lempung berliat, liat, pasir berlempung, lempung berdebu, lempung liat berdebu, dan lempung berpasir. Kata Kunci: Air Panas. Distribusi, Habitat, Keanekaragaman, Mangrove
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA AREA REKLAMASI PT INSANI BARAPERKASA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR: Environmental Management in the Reclamation Area of PT Insani Baraperkasa Kutai Kartanegara Regency East Kalimantan Province Novita Arumsari; Madina Dwi Panuntun; Auliya Rahmatul Ummah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

East Kalimantan as one of the largest coal producing regions in Indonesia faces significant challenges in post mining environmental management. Intensive coal mining activities can cause environmental damage, necessitating reclamation efforts to restore the disturbed ecosystem functions. This study aims to identify and analyze the environmental management practices implemented in the reclamation area of PT Insani Baraperkasa (PT IBP) in Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Reclamation activities are crucial for restoring the quality of soil and ecosystems that have been impacted. The study uses qualitative methods with field observations and interviews. The results show that PT IBP has implemented reclamation measures, including the use of bank soil, organic fertilizer, and the planting of pioneer and local plants to improve soil and ecosystem quality. Vegetation growth monitoring is conducted periodically to ensure the success of the reclamation. PT IBP's reclamation practices demonstrate the company's commitment to improving the condition of post-mining land and supporting environmental sustainability.
STRATEGI PEMGEMBANGAN EKOWISATA PANTAI TANJUNG TABAKO DESA LAMPATA KECAMATAN RUMBIAH TENGAH KABUPATEN BOMBANA Mariana Zainun; Lies Indriyani; Arniawati Arniawati; Hafidah Nur; Dewi Fitriani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Research aims to determine the strategy for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach to maintain sustainability. Research using SWOT analysis is used to design steps for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach. Assessment of strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach is assessed from the results of observations at the research location, interviews and questionnaires. The results of the study indicate that the development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach uses: (1) Strengths-Opportunity (SO) strategy, namely, Involving local communities in development in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area, making Lampata Village a tourist village, conserving flora in the ecotourism area so that its sustainability is maintained and making it one of the mainstay ecotourism areas in the annual cultural festival. (2) Weakness-Opportunity (WO) strategy, namely, Repairing and adding facilities and infrastructure in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area and increasing human resource capacity. (3) Strengths-Threats (ST) Strategy, namely, the importance of local culture in including cultural elements in the school curriculum, preventing environmental pollution within and outside the area in environmentally friendly waste management. (4) Weakness-Threats (WT) Strategy, namely, Increasing cooperation between the Tourism Office, village government and the community in tourism object development activities from planning to management.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm): STUDI KASUS MASYARAKAT DESA ULUSENA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN La De Ahmaliun; Nur Arafah; Sarwinda Intan Putri; Dewi Fitriani; Andi Jumhana
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran modal sosial dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ulusena, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Modal sosial, yang terdiri dari kepercayaan, jaringan sosial, dan hubungan timbal balik, diyakini memiliki peran krusial dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 33 responden yang merupakan anggota Kelompok Tani Hutan di Desa Ulusena. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap elemen-elemen modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan antar anggota kelompok, jaringan sosial yang terbentuk, dan hubungan timbal balik memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ulusena. Modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan sosial dan hubungan timbal balik menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Desa Ulusena dalam pengelolaan HKm dikategorikan baik. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya memperkuat modal sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta mendorong program-program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan kapasitas sosial dan kelembagaan lokal.
P PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI DESA LONGA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI: Pengembangan Ekowisata Eka Rahmatiah Tuwu; Eka Rahmatiah Tuwu; La Baco Sudia; Muhammad Saleh Qadri; La Ode Muhammad Erif; Junartin Teke; Surya Cipta Ramadhan Kete
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kawasan ekowisata di Desa Longa, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November–Desember 2024 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan kawasan ekowisata serta merumuskan strategi yang tepat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan kawasan ekowisata di Desa Longa, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi adalah strategi S-O yaitu memanfaatkan promosi untuk meraih peluang yaitu pemanfaatan kekuatan yang di miliki guna menangkap peluang yang ada. Meningkatkan promosi melalui media sosial dan platform digita untuk menarik lebih banyak wisatawan, memanfaatkan dukungan pemerintah dan kerjasama dengan pihak luar untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas wisata. Implementasi pengembangan ini diharapkan dapat menjadikan Pantai Sahara sebagai destinasi ekowisata yang unggul, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Development of Matakidi Bath Tourism in the Protected Forest Area of Barangka Village, Barangka District, West Muna Regency Dewi Fitriani; Sahindomi Bana; Agus Setiawan; Nurhayati Hadjar; Sarwinda Intan Putri; Putriyanti Usman; Pradina Anjarwati Sukirno; Davik
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matakidi Bath Tourism is a natural tourism destination located in Barangka Village, Barangka District, West Muna Regency, known for its pristine natural beauty. This study uses SWOT analysis to design a development strategy for the area. The research was conducted through observation, interviews, and surveys distributed at the research location. The respondents included management, local residents, and visitors, selected through purposive sampling. The study results indicate that the tourism area has an attraction score of 95 with a total score of 570 out of a maximum of 720 resulting in a feasibility index of 79.16%. Amenities received a score of 90 with a total score of 270 out of 300 giving it a feasibility index of 90%. Accessibility scored 85, with a total score of 255 out of 360, resulting in a feasibility index of 70.83%. The overall feasibility index of the Matakidi Natural Hot Springs Tourism is 79.99%. Based on the analysis of attraction, amenities, and accessibility, all three criteria are deemed feasible for development. The SWOT analysis suggests developing the full potential of Barangka Village and leveraging local government support for successful growth.
ANALISIS KEANEKARAGAMAN JENIS MANGROVE DI DESA MATABUBU JAYA KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN: Analysis of Species Diversity of Mangroves in Matabubu Jaya Village, Lainea District, South Konawe Regency abdul sakti
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove forests are forests that grow in brackish water areas and are influenced by tidal fluctuations, with anaerobic soil conditions. These forests are commonly found in coastal areas filled with mud and abundant organic matter accumulation. This study aims to determine the species diversity of mangroves in Matabubu Jaya Village, Lainea District. The study population covers an area of 30.23 hectares, using a sampling intensity of 10%, resulting in a sample area of 3.02 hectares. Data collection was conducted using a transect method with plot sizes of 400 m², with a total of 75 plots. The research variables include relative density, relative frequency, relative dominance, the Important Value Index (IVI), and species diversity index using the Shannon-Wiener method. The analysis found 13 species of mangroves at the tree and pole levels, while 11 species were found at the stake level. At the tree level, Rhizophora apiculata had the highest IVI value of 58.29, at the pole level, Bruguiera gymnorrhiza had an IVI of 41.49, and at the stake level, Rhizophora stylosa had the highest IVI of 63.45. The species diversity index for the tree level was 0.49, categorized as low abundance, for the pole level was 0.52, categorized as low abundance, and for the stake level was 0.53, also categorized as low abundance.
Strategi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Meubelair di Kendari Safril Kasim; La Ode Kasno Arif; Hadi Sudarmo; Muhammad Syukri S; Nurnaningsih Hamzah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.173

Abstract

Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) meubelair di Kota Kendari memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada perekonomian lokal dan memperluas jangkauan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan sektor IKM meubelair di Kendari serta tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya saing dan pengelolaan sektor ini. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dari pelaku IKM, pengelola sentra, serta pejabat pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sektor ini memiliki peluang besar berkat ketersediaan bahan baku lokal, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur, pemasaran yang terbatas, serta rendahnya tingkat inovasi produk. Penguatan infrastruktur produksi, adopsi teknologi modern, dan penerapan pemasaran digital menjadi solusi utama untuk mengatasi tantangan ini. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai potensi dan tantangan sektor IKM meubelair di Kendari, serta memberikan rekomendasi untuk kebijakan yang mendukung pengembangan sektor ini. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dari sektor IKM meubelair di daerah lain di Indonesia
VARIASI ARAH RADIAL STRUKTUR ANATOMI KAYU CEMARA (Casuarina junghuhniana Miq.) ASAL TORAJA UTARA: (Radial Variation of Wood Anatomical Structure in Casuarina junghuhniana Miq. from North Toraja) Abigael Kabe; Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Sahindomi Bana; Emilia Cantesya Patiara; LM Raya Akbar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.175

Abstract

Kayu cemara gunung (Casuarina junghuhniana Miq.), dalam bahasa lokal Toraja disebut kayu buangin merupakan salah satu jenis kayu lokal yang digunakan dalam pembuatan rumah adat di Toraja (tongkonan). Penelitian dan informasi terhadap sifat anatomi kayu sebagai komponen rumah adat masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi struktur anatomi kayu cemara gunung dari arah empulur ke bagian dekat kulit. Parameter makroskopis dan mikroskopis kayu dianalisis sesuai dengan standar masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan secara makroskopis kayu gubal berwarna coklat dan kayu teras berwarna coklat tua, lingkaran tahun tidak begitu jelas, bertekstur kasar, arah serat sedikit miring. Permukaan kayu agak mengkilap, memiliki aroma yang khas. Kayu keras dan tergolong sulit dikerjakan. Tipe pori soliter dengan diameter kecil yang meningkat dari empulur ke bagian kulit. Kayu dekat empulur terdapat tilosis. Jari-jari uniseri nampak jelas pada bidang melintang berukuran besar dan kecil. Panjang serat rata-rata termasuk kategori sedang (kelas III), serat agak miring. Berdasarkan nilai rata-rata parameter turunan dimensi serat maka kayu cemara gunung termasuk kelas mutu serat III.

Page 7 of 10 | Total Record : 92