cover
Contact Name
Febri Adi Prasetya
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6282135809779
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucanggading, Jln. Watunganten 1 No 1-6, Kelurahan Batursari, Mranggen , Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah, 59567
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan
ISSN : 28090403     EISSN : 28090268     DOI : 10.55606
Core Subject : Education,
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan diterbitkan 3 kali setahun: Januari, Mei dan September. Silakan buat Artikel Template baru lalu kirimkan naskah Anda.
Articles 422 Documents
Tinjauan Hukum Pidana Islam Tentang Sanksi Tindak Pidana Pertambangan Ilegal Pada Putusan Nomor 153/Pid.Sus/2023/PN Mdl Setiawan, Muhammad Rifky; Sumardi, Didi; Azazy, Yusup
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6919

Abstract

Kekayaan sumber daya mineral Indonesia menghadapi ancaman serius akibat praktik eksploitasi ilegal yang merusak ekosistem. Putusan Nomor 153/Pid.Sus/2023/PN Mdl menjadi rujukan penting dalam penindakan pertambangan ilegal yang berupa emas ilegal yang berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan degradasi lahan. Namun, penegakan hukum seringkali hanya terfokus pada prosedur formal tanpa mempertimbangkan keadilan ekologis secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan meninjau pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut menggunakan kerangka Hukum Pidana Islam. Hasil studi menunjukkan bahwa meski vonis memenuhi syarat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, dalam Hukum Pidana Islam tindakan tersebut adalah jarimah ta’zir yang melanggar Maqasid al-Syari’ah, terutama perlindungan harta (hifz al-mal) dan lingkungan (hifz al-bi’ah). Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi etika lingkungan Islam sebagai tolak ukur keadilan pidana. Implikasinya, sanksi pidana harus bertransformasi dari sekadar punitif menjadi restoratif guna menjamin keberlanjutan lingkungan hidup.
Kajian Yuridis Terhadap Batasan Partisipasi ASN Dalam Politik Untuk Menjaga Nertralisasi Herayanti Patandean; Agustien C. Wereh; Delbert Ch. Mongan
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.6968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji batasan partisipasi politik ASN berdasarkan peraturan perundang-undangan serta menganalisis celah hukum yang memungkinkan terjadinya pelanggaran netralitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Analisis dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap norma-norma hukum yang mengatur kewajiban netralitas ASN dan batasan partisipasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi mengenai netralitas ASN telah diatur cukup jelas dalam berbagai peraturan, terutama terkait larangan berpartisipasi dalam politik praktis seperti ikut kampanye, memberikan dukungan kepada calon, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik, serta mengekspresikan keberpihakan melalui media sosial. Meskipun demikian, terdapat sejumlah celah hukum yang membuka peluang terjadinya pelanggaran, antara lain pengawasan yang belum optimal, ketidakkonsistenan pemberian sanksi, keterbatasan regulasi terhadap aktivitas digital, dan masih adanya tumpang tindih kewenangan antar lembaga pengawas. Celah ini berdampak pada tingginya kasus pelanggaran netralitas ASN setiap periode pemilu.
Kontribusi Komunikasi Orang Tua Terhadap Karakter Religi Remaja di Desa Pematang Gajah Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi Fitri Yuniarti; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7042

Abstract

The family is the first environment that plays an important role in shaping adolescents’ religious character. Communication between parents and children serves as the primary means of instilling religious values, moral principles, and social behavior. Adolescents who maintain good communication with their parents tend to demonstrate more positive religious attitudes. This study aims to examine the contribution of parental communication to the relisgious character of adolescents in Pematang Gajah Village, Jambi Luar Kota District, Muaro Jambi Regency. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 98 adolescents selected from a population of 130 individuals using the Slovin formula. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring aspects of parental communication (openness, empathy, intensity, and emotional support) and adolescents’ religious character (activeness in worship, honesty, politeness, and religious participation). Data analysis was conducted using normality tests, linearity tests, and simple linear regression. The results indicate that both parental communication and adolescents’ religious character fall within the moderate category. There is a significant contribution and a linear relationship between parental communication and adolescents’ religious character. These findings emphasize the importance of family communication in fostering adolescents’ religiosity
Kepastian Hukum Terhadap Perbuatan Tercela Menurut Pasal 7A UUD 1945 Terhadap Pemberhentian Kepala Negara Navtali Polimpung; Hendrasari B. R. Rawung; Merry L. Kumajas
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7045

Abstract

Pasal 7A UUD 1945 menyatakan Presiden/Wakil Presiden dapat diberhentikan atas usul DPR dan putusan Mahkamah Konstitusi jika terbukti melakukan pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, perbuatan tercela dan Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden/Wakil Presiden. Namun ketidakpastian hukum dalam definisi "perbuatan tercela" menimbulkan perdebatan dalam praktik konstitusional Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepastian hukum terhadap perbuatan tercela berdasarkan Pasal 7A UUD 1945 dan implikasinya terhadap mekanisme pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. Menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis kualitatif terhadap undang-undang, putusan Mahkamah Konstitusi, dan doktrin hukum, penelitian menemukan bahwa ketidakjelasan definisi perbuatan tercela menyebabkan subjektivitas dalam proses impeachment, sebagaimana terlihat pada studi kasus upaya pemberhentian Presiden Abdurrahman Wahid (2001). Kesimpulannya, diperlukan amandemen Pasal 7A atau pengaturan turunannya untuk menciptakan kepastian hukum, dengan merekomendasikan kriteria objektif seperti korupsi, pengkhianatan negara, dan pelanggaran etika berat. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan checks and balances dalam sistem presidensial Indonesia.
Gaya Komunikasi Kepemimpinan Rektor Universitas Negeri Padang: Studi Kasus pada Prof. Ir. Ganefri, P.hD. Periode 2016-2024 Hamdi, Furqanul; Roem, Elva Ronaning; Arif, Ernita
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7086

Abstract

Leadership communication in public universities is a complex process, as rectors must translate institutional vision into messages that can be understood by academic staff, administrative personnel, and governance bodies. This study analyzes the leadership communication style of Ganefri as Rector of Universitas Negeri Padang during the 2016–2024 period, focusing on the dominant communication style and its expression in formal and informal contexts. This research uses a qualitative case study approach involving six key informants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that Ganefri’s leadership communication style is predominantly structured, regulation-based, evidence-oriented, and clarity-centered. In formal settings, his communication is precise, participatory, and oriented toward accountable collective decision-making. In informal contexts, his communication becomes more fluid, personal, and relational, while still conveying strategic messages. This study concludes that effective leadership communication in higher education requires a balance between regulatory firmness and relational warmth.
Topical Theme Analysis in Recount Texts from an English for Nusantara Textbook: An SFL-Based Study Rahmadiani, Ghania Balqis; Ambarwati, Evi Karlina; Setiawan, Wawan; Salsabila
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7094

Abstract

The analysis of themes in a recount text shows how the text is organized. One of the essential themes to analyze is the topical theme, as it represents the clause and reflects the writer's ability to convey the content of the text. This study aims to identify the forms and types of topical themes that are dominantly used in recount texts in English textbooks for junior high school grade 9 based on the concept of Systemic Functional Linguistics. The research data were four recount texts taken from chapter two. The data is organized into clauses through a qualitative approach with a content analysis research design. All clauses were analyzed based on the types of themes and rheme. The analysis results show that there are 97 topical themes. Most topical themes were participants (78.4%) and circumstances (21.6%). In addition, the recount texts did not have process as the central theme. The dominant type of topical theme found is the unmarked theme, followed by the marked theme. This study's findings reinforce the importance of explicitly teaching the elements and types of topical themes found in the self-contained curriculum teaching materials to support language learning in junior high schools.
Ketahanan Sosial dan Konflik Laten dalam Pelaksanaan PSN di Merauke: Perspektif Politik Identitas dan Hak Atas Tanah Anugerah Mulia Utami; Nurul Uswatun Hasanah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7126

Abstract

Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, merupakan kebijakan pembangunan berskala besar yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, implementasinya menimbulkan dampak sosial politik yang kompleks bagi masyarakat adat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan sosial masyarakat adat dalam menghadapi PSN, menganalisis politik identitas sebagai basis resistensi, serta mengeksplorasi benturan antara hak ulayat dengan kebijakan PSN di Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kritis dengan pendekatan kualitatif, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dokumen hukum, dan berita media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSN Merauke telah menyebabkan tekanan signifikan terhadap ketahanan sosial masyarakat adat Marind, Yei Nan, dan Muyu melalui hilangnya akses terhadap tanah dan sumber daya penghidupan tradisional. Politik identitas muncul sebagai basis perlawanan kolektif yang memframing food estate sebagai bentuk kolonialisme baru, dengan simbol-simbol adat seperti Salib Merah menjadi penanda penolakan terhadap penguasaan tanah tanpa persetujuan. Benturan hak ulayat dengan kebijakan PSN mencerminkan kegagalan negara dalam mengakui dan melindungi tanah adat, yang diperparah oleh dinamika kekuasaan timpang berupa intimidasi, kriminalisasi tokoh adat, dan pencabutan simbol perlawanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PSN Merauke tidak dapat berkelanjutan tanpa pengakuan atas hak ulayat dan dialog yang bermakna dengan masyarakat adat. Diperlukan penghentian sementara proyek, perlindungan hukum bagi pembela hak adat, serta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan PSN secara nasional dengan melibatkan perspektif masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.
Representasi Feminisme Liberal dalam Kepemimpinan Lady Eboshi pada Film Princess Mononoke (Analisis Semiotika John Fiske) Nugraha, Elga; Rocky Prasetyo Jati
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7128

Abstract

Representasi perempuan dalam film animasi Jepang sering berkaitan dengan persoalan patriarki, kepemimpinan, dan kesetaraan gender. Kajian ini bertujuan menganalisis bagaimana film Princess Mononoke karya Hayao Miyazaki merepresentasikan feminisme liberal melalui karakter Lady Eboshi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan paradigma konstruktivisme dan dianalisis menggunakan model semiotika John Fiske yang mencakup tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Data diperoleh melalui observasi tidak langsung terhadap film secara berulang serta dokumentasi tiga adegan terpilih. Analisis difokuskan pada gestur, ekspresi wajah, dialog, teknik kamera, pencahayaan, simbol visual, dan makna ideologis yang melekat pada karakter Lady Eboshi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Lady Eboshi dikonstruksi sebagai pemimpin perempuan yang otonom. Pada level realitas, postur komando, ekspresi yang terkontrol, serta dialog yang tegas merepresentasikan otoritas militer, disiplin emosional, tanggung jawab, dan visi kolektif. Pada level representasi, penggunaan sudut kamera rendah, komposisi dua tokoh yang setara, serta simbol topi merah dan jubah biru tua memperkuat citra dominasi, otoritas, dan pengambilalihan kuasa yang lazim dilekatkan pada maskulinitas. Pada level ideologi, film ini menampilkan tiga dimensi feminisme liberal, yaitu kesetaraan hak perempuan di ruang publik dan militer, solidaritas perempuan sebagai praktik politik, serta perempuan sebagai agen perubahan sosial. Kajian ini menyimpulkan bahwa Princess Mononoke tidak hanya menghadirkan tokoh perempuan kuat, tetapi juga membangun sistem tanda visual, verbal, dan ideologis yang mendekonstruksi norma gender patriarkal.
Konstruksi Ideologi Dalam Wacana Video “Darurat Militer”; Analisis Wacana Kritis Pendekatan Norman Fairclough Ester Reviani Manullang; Hera Chairunisa; Syairal Fahmy Dalimunthe
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7187

Abstract

This study analyzes the discourse surrounding the declaration of a military emergency in Indonesia, focusing on digital media content, particularly videos produced by content creator Ferry Irwandi. This research employs Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) framework to uncover the ideological constructions and power relations embedded in the discourse. Three videos analyzed include "Dalang Demo dan Mencegah Darurat Militer," "Indonesia (Tidak) Gelap?" and "Berani Masuk Penjara, Ferry Irwandi Bawa Video Bongkar Dalang Kericuhan Demo." The study highlights how media frames the crisis, power dynamics, and societal roles during demonstrations. The findings indicate that media not only conveys information but also shapes public opinion, influences existing political ideologies, and challenges dominant narratives constructed by the government and mainstream media.
Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Microsoft Excel Dalam Meningkatkan Kemampuan Analisis dan Penulisan Jurnal Ilmiah Mahasiswa pada Mata Kuliah Analisis Numerik Widyaningrum, Ismi
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7211

Abstract

Numerical Analysis is a course that plays an important role in training students' analytical thinking skills. The use of technology such as Microsoft Excel in learning numerical analysis can help students understand the calculation process more accurately, systematically, and efficiently. Based on the results of initial observations on students of the Mathematics Education Study Program at STKIP Syekh Manshur who attended the Numerical Analysis course, as many as 14 students were observed. The approach used is a quantitative approach, with the Pre-Experimental Design method in the form of a One-Group Pretest-Posttest Design. In the initial observation stage, it was found that students' ability in using Microsoft Excel was still low, resulting in a lack of students' ability to write scientific journals that depend on the results of numerical analysis. In the next stage, with the application of the Project-Based Learning model, it was found that there was a significant difference (Sig. < 0.05), so that H₀ was rejected and H₁ was accepted. These results indicate that the application of the PjBL model is effective in improving students' analytical and scientific journal writing skills in the Numerical Analysis course.