cover
Contact Name
Muhammad Azhari
Contact Email
muhammadazhari@unimal.ac.id
Phone
+6282165709035
Journal Mail Official
jrst@unimal.ac.id
Editorial Address
Kampus UNIMAL Bukit Indah, Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 31240798     DOI : https://doi.org/10.29103/jrst.vxix.xxx
Core Subject :
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi (Journal of Civil Engineering and Technology) is open access and publishes articles that make a significant contribution to the body of knowledge and disseminates theoretical or current research findings in the fields of civil engineering and technology. It is open to all engineers, including but not limited to: 1.Building Materials and Structures; 2.Structural and Bridge Engineering; 3.Geotechnical Engineering; 4.Transportation & Road Engineering & Policy; 5.Construction Technology, Economy, and Management; 6.Labour Safety, Procurement, and Legal Aspects in Civil Construction; 7.Water Resources Engineering & Management; 8.Coastal and Port Engineering; 9.Information Technologies in Civil Engineering; 10.Environmental eco-engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Analisis Perbandingan Koefisien Dan Biaya Upah Tenaga Kerja Berdasarkan SNI 2023 Dengan Kondisi Aktual Di Lapangan (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Di Kota Lhokseumawe) Windriani Windriani; M Fauzan; Yovi Chandra; Burhanuddin Burhanuddin; Nura Usrina
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27527

Abstract

Standar Nasional Indonesia (SNI) 2023 telah menetapkan koefisien tenaga kerja sebagai acuan penyusunan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), namun penerapannya sering menunjukkan perbedaan dengan kondisi aktual akibat faktor lokal yang belum terakomodasi dalam standar nasional. Penelitian ini bertujuan membandingkan koefisien tenaga kerja dan biaya upah per satuan pekerjaan antara SNI 2023 dengan kondisi lapangan, serta mengidentifikasi faktor penyebab perbedaannya pada proyek pembangunan gedung di Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan wawancara dengan mandor serta kontraktor, didukung analisis statistik deskriptif. Data dikumpulkan dari tiga proyek: Kampus STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe, Grand Asia Residence, dan Gedung GKU C Universitas Malikussaleh. Tiga jenis pekerjaan yang dianalisis adalah pemasangan lantai granit 60×60 cm, lantai keramik 40×40 cm, dan pasangan dinding bata merah tebal ½ batu. Hasil penelitian menunjukkan dua pola konsisten: koefisien Pekerja dan Tukang di lapangan lebih rendah dari SNI 2023 (lantai granit 68,9% lebih rendah, lantai keramik 27,4%, dinding bata merah 61,7%), sedangkan koefisien Kepala Tukang dan Mandor 4–25 kali lebih tinggi akibat sistem pengawasan lebih intensif. Dari sisi biaya upah, lantai granit 27,87% lebih rendah dari SNI (Rp31.991 vs Rp44.350/m²), lantai keramik 19,19% lebih tinggi (Rp39.222 vs Rp32.907/m²), dan dinding bata merah relatif setara dengan selisih 2,70% (Rp33.589 vs Rp32.707/m²). Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian koefisien tenaga kerja lokal guna meningkatkan akurasi estimasi biaya proyek konstruksi di Kota Lhokseumawe.
Analisis Modifikasi Struktur Gedung RKU A Universitas Malikussaleh Terhadap Penambahan Lantai Salsabila Elvira; Wesli Wesli; Syarifah Asria Nanda; Sofyan Sofyan; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27893

Abstract

Gedung yang mengalami penambahan jumlah lantai merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan ruang pada lahan yang terbatas. Namun, peningkatan jumlah lantai menyebabkan bertambahnya beban struktur yang dapat mengakibatkan elemen struktur tidak lagi memenuhi kapasitas yang disyaratkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kapasitas struktur akibat penambahan lantai serta menentukan kebutuhan perkuatan agar bangunan tetap aman. Metode penelitian dilakukan dengan pemodelan dan analisis struktur eksisting dua lantai serta struktur modifikasi tiga lantai menggunakan SAP2000, kemudian dilakukan perencanaan perkuatan menggunakan. Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur eksisting masih aman, namun penambahan satu lantai menyebabkan balok BL3 pada frame object 7 dan 11 elevasi +4,20 m mengalami kondisi kritis pada kapasitas geser dengan nilai Vu sebesar 186,1 kN mendekati Vn sebesar 197,8 kN. Perkuatan CFRP sebanyak dua lapis mampu meningkatkan kapasitas struktur menjadi ϕMn sebesar 811,6 kNm dan ϕVn sebesar 327,3 kN, sehingga balok kembali memenuhi persyaratan kekuatan dan berada dalam kondisi aman. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CFRP efektif meningkatkan kapasitas struktur sehingga balok kembali memenuhi persyaratan kekuatan dan bangunan tetap berada dalam kondisi aman setelah penambahan lantai.
Studi Eksperimental Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Dengan Kombinasi Abu Jerami Padi dan Fly Ash Sebagai Substitusi Parsial Semen Azzuhra Salsabila; Wesli Wesli; David Sarana; Sofyan Sofyan; Fadhliani Fadhliani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27894

Abstract

Abu jerami padi dan fly ash merupakan material pozzolanik yang digunakan sebagai substitusi parsial semen untuk mengurangi penggunaan semen konvensional serta memanfaatkan limbah pertanian dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan dan kuat lentur beton yang dihasilkan akibat substitusi parsial semen dengan kombinasi abu jerami padi dan fly ash. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental. Abu jerami padi yang dikombinasikan dengan fly ash sebesar 1%, 3%,dan 5%, sementara fly ash sebesar 5%, 10%, 15%. Benda uji kuat tekan menggunakan silinder berukuran 10 × 20 cm, sedangkan benda uji kuat lentur berupa balok berukuran 15 × 15 × 60 cm. Seluruh benda uji dirawat dengan perendaman air selama 28 hari sebelum dilakukan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan kombinasi abu jerami padi dan fly ash diperoleh kuat tekan optimum pada kombinasi 5% abu jerami padi dan 5% fly ash dengan nilai kuat tekan beton sebesar 24,0 MPa, sehingga terjadi kenaikan kuat tekan sebesar 4,35% dari kuat tekan beton normal. Sementara itu, nilai kuat lentur optimum diperoleh pada kombinasi 5% abu jerami padi dengan 5% fly ash dengan nilai kuat lentur sebesar 4,6 MPa, sehingga terjadi kenaikan kuat lentur sebesar 4,54% dari kuat lentur beton normal. Dengan hasil ini, pada beton kombinasi 5% abu jerami padi dengan 5% fly ash dapat memberikan nilai optimum untuk mencapai kekuatan mekanis beton.
Studi Komparasi Perilaku Struktur Gedung Menggunakan Sistem Bracing Konsentrik dan Eksentrik Terhadap Gaya Gempa (Studi Kasus: Gedung GKU C Universitas Malikussaleh) Salwa Saidatul Emilia; Maizuar Maizuar; Yovi Chandra; Abdul Jalil; Emi Maulani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27915

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, sehingga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur bangunan yang tahan gempa guna meminimalkan kerusakan yang mungkin terjadi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja struktur terhadap beban gempa adalah dengan penggunaan bracing sebagai elemen pengaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sistem bracing eksentrik serta membandingkan efektivitas antara bracing konsentrik dan bracing eksentrik dalam menahan gaya gempa. Analisis dilakukan pada bangunan GKU-C Universitas Malikussaleh dengan menggunakan software ETABS melalui metode analisis respon spektrum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem bracing mampu meningkatkan kekakuan dan stabilitas struktur. Bracing konsentrik mampu mengurangi simpangan antar lantai sebesar 43,92% dan meningkatkan stabilitas struktur hingga 76,19%, sedangkan bracing eksentrik menurunkan simpangan antar lantai sebesar 39,58% dengan peningkatan stabilitas sebesar 63,72%. Dengan demikian, penggunaan sistem bracing terbukti efektif dalam memperkuat struktur bangunan.
Pengaruh Aluminium Powder, Superplasticizer dan Fly Ash Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Ringan Erna Juliani; Wesli Wesli; David Sarana; Yovi Chandra; Sofyan Sofyan
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27984

Abstract

Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis kurang dari 1800 kg/m3. Beton ringan diperoleh melalui pembentukan struktur pori di dalam beton sehingga dapat mengurangi berat jenis beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variasi aluminium powder dan fly ash terhadap kuat tekan, kuat lentur, dan pembentukan pori yang mempengaruhi berat volume beton ringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Beton ringan dibuat dengan variasi aluminium powder 0,25% ; 0,5% ; dan 0,75% serta kombinasi aluminium powder 0,25% dengan variasi fly ash 10%, 15% dan 20% dari berat semen. Pengujian dilakukan saat beton berumur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar aluminium powder cenderung menurunkan kuat tekan beton ringan akibat terbentuknya rongga udara di dalam beton. Namun pada kombinasi aluminium powder dan fly ash terjadi peningkatan kuat tekan dibandingkan beton ringan tanpa fly ash. Kuat tekan optimal beton ringan diperoleh dari variasi aluminium powder dan fly ash 20% sebesar 9,7 MPa, sedangkan kuat lentur yang dihasilkan sebesar 2 MPa. Selain itu, nilai berat volume beton ringan pada variasi optimal sebesar 1647,47 kg/m3, sehingga termasuk dalam kategori beton ringan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar aluminium powder dapat menurunkan kuat tekan beton sekaligus menurunkan berat volumenya, sedangkan kombinasi aluminium powder dan fly ash memberikan pengaruh positif dengan meningkatkan kuat tekan beton ringan.
Analisis Daya Dukung dan Penurunan Pondasi Dangkal Terhadap Pembebanan Statik dan Dinamik Menggunakan Metode Elemen Hingga Studi Kasus: Rumah Sakit Datu Beru Kota Takengon, Kab. Aceh Tengah Naufal Arkan; Abdul Jalil; T. Mudi Hafli; Sofyan Sofyan; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.28306

Abstract

Gedung Bedah Pria RSUD Datu Beru Aceh Tengah merupakan fasilitas kesehatan yang memerlukan sistem fondasi yang aman dan andal. Ditemukannya indikasi penurunan lantai pada beberapa ruangan mendorong dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi daya dukung fondasi, penurunan tanah, dan respons tanah terhadap pembebanan statik maupun dinamik. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung fondasi telapak, penurunan tanah, serta respons tanah di dasar fondasi menggunakan metode analitis dan Finite Element Method (FEM). Analisis statik dilakukan dengan metode Terzaghi dan Meyerhof, sedangkan analisis dinamik menggunakan metode Richards dan pemodelan PLAXIS 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung fondasi telapak berdasarkan metode Terzaghi dan Meyerhof masih memenuhi persyaratan keamanan. Penurunan total hasil analisis sebesar 7,55 mm, sedangkan hasil pemodelan FEM menunjukkan penurunan sebesar 1,889 mm pada kondisi statik dan 1,906 mm pada analisis konsolidasi. Analisis dinamik menunjukkan respons tanah berupa rotasi yang menyebabkan uplift di sekitar fondasi serta deformasi akibat pembebanan gempa. Secara keseluruhan, tegangan kerja masih lebih kecil daripada daya dukung izin dan penurunan yang terjadi masih berada di bawah batas penurunan yang diizinkan, sehingga fondasi telapak dinyatakan masih aman dalam mendukung beban statik dan tetap menunjukkan perubahan respons tanah akibat pembebanan dinamik.
Analisis Penerapan Lean Construction Pada proyek Konstruksi Gedung (Studi Kasus Pembangunan Gedung GKU A dan GKU B Universitas Malikussaleh) Nadia Ulfa; Lis Ayu Widari; Syibral Malasyi; M Fauzan; Adzuha Desmi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lean Construction merupakan pendekatan manajemen konstruksi yang mengadaptasi prinsip lean production untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proyek melalui pengurangan pemborosan (waste) serta optimalisasi alur kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat penerapan Lean Construction serta menganalisis tingkat penerapannya pada proyek pembangunan Gedung Kuliah Umum (GKU) A dan GKU B Universitas Malikussaleh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1-4 yang disebarkan kepada 28 responden yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas site manager, site engineer, supervisor, pelaksana lapangan, dan surveyor. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji validitas (Corrected Item-Total Correlation), uji reliabilitas (Cronbach's Alpha), dan analisis statistik deskriptif terhadap 12 indikator pada empat variabel penelitian. Hasil pengujian menunjukkan 30 dari 36 item kuesioner dinyatakan valid (CITC >0,30) dan seluruh variabel reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha berkisar 0,809-0,870. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat penerapan Lean Construction secara keseluruhan sebesar 2,54 (kategori baik), terdiri atas variabel manajerial 2,55, perencanaan dan teknis 2,59, operasional lapangan 2,44, serta pengendalian limbah dan K3 2,58. Indikator dengan nilai tertinggi adalah peningkatan K3 (2,99) dan analisis alur kerja (2,94), sedangkan indikator eliminasi pemborosan (1,91) dan standarisasi kerja (2,23) masih berkategori cukup. Faktor penghambat utama meliputi komunikasi yang belum optimal, koordinasi antar tim yang kurang efektif, keterlambatan pengadaan material, serta masih adanya aktivitas pemborosan selama pelaksanaan proyek. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Lean Construction pada proyek GKU A dan GKU B telah berjalan pada kategori baik, namun diperlukan peningkatan konsistensi khususnya pada aspek operasional lapangan agar manfaat efisiensi dan produktivitas dapat dicapai secara lebih optimal.
Upaya Penanggulangan Kemacetan Lalu Lintas Guna Kelancaran Pariwisata Di Daerah Danau Lut Tawar Yogi Juanda; Burhanuddin Burhanuddin; Nanda Savira Ersa; M Fauzan; Muthmainnah Muthmainnah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.29125

Abstract

Ruas Jalan Takengon-Bintang di kawasan wisata Danau Lut Tawar mengalami penurunan kinerja signifikan pasca longsor akibat penyempitan geometrik menjadi jalur sementara (detour) lebar efektif ±5 m (2/2 TT) serta tingginya hambatan samping dari aktivitas wisata dan lalu lintas lokal. Penelitian ini menganalisis karakteristik dan kinerja ruas jalan tersebut menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 melalui survei volume, kecepatan, hambatan samping, dan geometrik selama tujuh hari. Hasil menunjukkan kapasitas turun tajam menjadi 1.102,25 skr/jam (FCLJ = 0,56; FCHS = 0,82), volume puncak mencapai 523,1 smp/jam pada Minggu sore, menghasilkan derajat kejenuhan (DJ) 0,45 (LOS C secara teknis). Namun, penerapan sistem buka-tutup dan traffic mixing antara arus wisatawan dan penduduk lokal menyebabkan kecepatan kendaraan berat turun hingga 11–15 km/jam serta antrian panjang, sehingga kinerja riil setara LOS D. Temuan ini menegaskan bahwa longsor tidak hanya mereduksi kapasitas geometrik, tetapi juga memperburuk hambatan samping di koridor wisata, sehingga menghasilkan degradasi kinerja yang lebih parah daripada nilai DJ numerik semata. Kontribusi akademik penelitian terletak pada penyediaan bukti empiris hubungan antara bencana alam, karakteristik wisata, dan kinerja jalan di wilayah non-perkotaan, sekaligus memperkuat penerapan PKJI 2014 pada kondisi pascabencana sebagai dasar rekomendasi penanganan dan rekayasa lalu lintas yang lebih kontekstual.

Page 3 of 3 | Total Record : 28