cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
The Influence of Principal's Motivation, Communication, and Parental Participation on Elementary School Teachers’ Performance Framz Hardiansyah; Zainuddin Zainuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.9936

Abstract

AbstractThis research was motivated by the collaboration between the principal, teachers, and employees to produce quality education. The purpose of this study was to determine the principal's motivation, communication, and parental participation factors, which together influence the job satisfaction of teachers in elementary schools, and which variables are the most dominant in influencing teachers’ performance. This study uses an explanatory research type with three independent variables: principals (X1), communication (X2), and parent participation (X3), and one dependent variable, namely the performance of teachers (Y). The results of hypothesis testing are calculated as follows: (a) Variable X1 is 0.137 with a probability of 0.105. Because tcount > ttable (1.70 > 0.483) and the level of significance t > 5 % (0.835 > 0.05), variable X1 affects the dependent variable (Y); (b) Variable X2 is 0.227 with a probability of 0.281. Because tcount < ttable (1.70 > 1.020) and the level of significance t > 0.5 % (0.320 > 0.05), the variable (X2) affects the dependent variable (Y); and (c) Variable X3 is 0.267 with a probability of 0.226. Because tcount < ttable (1.70 > 0.750) and the significance level of t > 0.5 % (0.462 > 0.05), the variable (X3) has some influence on the dependent variable (Y). The results of hypothesis testing indicate that the dominant variable is (X2) of 0.227 with a probability of 0.281.Keywords: principal's motivation, communication, parent participation, teachers’ performance.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kerjasama antara kepala sekolah dengan guru dan karyawannya dapat menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor motivasi kepala sekolah, komunikasi, dan partisipasi orang tua secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru di sekolah dasar serta Variabel mana yang paling dominan (motivasi kepala sekolah (X1), komunikasi (X2), Partisipasi Orangtua (X3)) yang mempengaruhi kinerja guru (Y). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Explanatori, dengan variabel bebas yaitu (X1), (X2), (X3) mempunyai pengaruh terhadap (Y). Hasil pengujian hipotesis didapat: (a) Variabel X1 sebesar 0,137 dengan probabilitas 0,105. Karena thitung > ttabel (1.70 > 0.483) serta tingkat signifikansi t > 5 % (0.835 > 0.05), maka variabel X1 berpengaruh terhadap variabel (Y). (b) Variabel X2 sebesar 0.227 dengan probabilitas 0.281. Karena thitung < ttabel (1.70 > 1.020) serta tingkat signifikansi t > 0.5 % (0.320 > 0.05), maka variabel (X2) berpengaruh terhadap variabel (Y). (c) Variabel X3 sebesar 0.267 dengan probabilitas 0.226. Karena thitung < ttabel (1.70 > 0.750) serta tingkat signifikansi t > 0.5 % (0.462 > 0,05), maka variabel (X3) berpengaruh terhadap variabel (Y). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel yang dominan adalah (X2) sebesar 0.227 dengan probabilitas 0.281.Kata kunci: motivasi kepala sekolah, komunikasi, partisipasi orang tua, kinerja guru.
The Analysis of Primary Students’ Learning Obstacles on Plane Figures’ Perimeter and Area using Onto-Semiotic Approach Rina Milinia; Mohammad Faizal Amir
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9958

Abstract

AbstractPrimary school students frequently encounter plane figures’ perimeter and area. Using an onto-semiotic approach, this study examine students' learning challenges when learning the plane figures’ perimeter and area. As part of the didactic design research, this study used an interpretive paradigm. The study included 25 fourth-grade students in one of elementary school in Sidoarjo, Indonesia. Data was gathered through tests, interviews, and documentation, as well as descriptive analysis techniques. The results showed that students face three types of learning obstacles, i.e. ontogenic, epistemological, and didactic. Students have difficulty describing plane figures, understanding mathematical situations in problems, and using mathematical procedures to solve problems using the onto-semiotic approach. This study examines students' reactions to learning about the plane figures’ perimeter and area. Furthermore, the findings of this study serve as a starting point for educators, practitioners, and researchers in developing new didactic designs. So that grade four primary students can overcome the obstacles discovered.Keywords: learning obstacles, plane figures, onto-semiotic approach. AbstrakSiswa sekolah dasar sering menjumpai keliling dan luas bangun datar. Dengan menggunakan pendekatan onto-semiotik, penelitian ini mengkaji hambatan belajar siswa dalam mempelajari keliling dan luas bangun datar. Sebagai bagian dari penelitian desain didaktik, penelitian ini menggunakan paradigma interpretif. Penelitian ini melibatkan 25 siswa kelas empat di salah satu sekolah dasar di Sidoarjo, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi, serta teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi tiga jenis hambatan belajar, yaitu ontogenik, epistemologis, dan didaktik. Siswa mengalami kesulitan mendeskripsikan bangun datar, memahami situasi matematis dalam masalah, dan menggunakan prosedur matematis untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan pendekatan onto-semiotik. Penelitian ini menguji reaksi siswa terhadap pembelajaran tentang keliling dan luas bangun datar. Selanjutnya, temuan penelitian ini menjadi titik awal bagi pendidik, praktisi, dan peneliti dalam mengembangkan desain didaktik baru. Sehingga siswa kelas empat sekolah dasar dapat mengatasi hambatan yang ditemukan.Kata kunci: hambatan belajar, bangun datar, pendekatan onto-semiotik.
Online Learning and Scientific Literacy in Elementary Schools during the Covid-19 Pandemic Salma Ihsani Fhilrizki; Wahyu Sopandi; Irfan Fauzi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10095

Abstract

AbstractThis study aims to investigate the relationship between online learning and scientific literacy of students in fifth grade of elementary school in the Covid-19 era. Employing a correlational research design, this study involved 54 fifth grade students of an elementary school in Bandung City, Indonesia. The data were collected using a scientific literacy test referring to the indicators of PISA 2018 and a questionnaire in an online learning evaluation. The analysis of the data was carried out using descriptive statistics through calculating the average and percentage scores. The data were also analyzed using inferential statistics in the form of the Pearson correlation test to determine the relationship between online learning and scientific literacy. The results of this study revealed that, based on the Pearson correlation test, the sig score was 0.81. There was no relationship between online learning and scientific literacy of fifthgrade students of elementary school. Therefore, efforts should be made to improve the scientific literacy of elementary school students, one of which is through optimizing online learning.Keywords: online learning, scientific literacy, elementary school.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara pembelajaran daring dengan literasi sains siswa kelas 5 sekolah dasar (SD) di era Covid-19. Dengan menggunakan desain penelitian korelasi, penelitian ini melibatkan 54 siswa kelas 5 sekolah dasar di Kota Bandung, Indonesia. Data diperoleh dengan menggunakan tes literasi sains yang merujuk pada indikator PISA 2018 dan kuesioner pada evaluasi pembelajaran daring. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung skor rata-rata dan persentase. Data juga dianalisis menggunakan statistik inferensial berupa uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran online dan literasi sains. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan uji korelasi Pearson, diperoleh skor sig 0,8. Pembelajaran online tidak memiliki hubungan dengan literasi sains siswa kelas 5 sekolah dasar. Maka dari itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar, salah satunya dengan mengoptimalkan pembelajaran online.Kata kunci: pembelajaran online, literasi sains, sekolah dasar.
Improving the Competitiveness of Educational Institutions through Marketing Mix Management at Islamic Elementary School Abdul Karim; Ashif Az Zafi; Rochimuzzama Rochimuzzama
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.10158

Abstract

AbstractThis study aims to answer the problem of how the competitiveness of Public Islamic Elementary School 1 Pati, Central Java and how to implement Islamic Elementary School-based education marketing mix management in increasing competitiveness in new student admissions. To obtain data, the research uses a naturalistic qualitative approach with multiple methods, namely interviews, observations, and document reviews. This research was conducted at Public Islamic Elementary School 1 Pati, Central Java. Sources of data were obtained from committee administrators, teachers, parents, and the community in Public Islamic Elementary School 1 Pati. The data analysis process is carried out by collecting data, reducing data, displaying data, and drawing conclusions. The results showed that Public Islamic Elementary School 1 Pati carried out various socialization activities aimed at getting a large number of students. This is expected to be able to foster satisfaction for school residents which has an impact on the development of community sympathy. The success of Public Islamic Elementary School 1 Pati in gaining victory in the competition between educational institutions at the elementary level is due to successfully implementing marketing mix management that combines several elements, including products, financing, location, promotion, human resources, and facilities that are able to foster competitive and comparative advantages.Keywords: marketing mix management, madrasah competitiveness, education management strategy.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan bagaimana daya saing Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pati, Jawa Tengah dan bagaimana implementasi manajemen bauran pemasaran pendidikan berbasis Madrasah dalam meningkatkan daya saing pada penerimaan peserta didik baru. Untuk mendapatkan data, penelitian menggunakan jenis pendekatan kualitatif naturalistik dengan multi metode, yaitu wawancara, pengamatan, dan penelaahan dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di MIN 1 Pati. Sumber data didapat dari pengurus komite, guru, orang tua siswa dan masyarakat di lingkungan MIN 1 Pati. Proses analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MIN 1 Pati melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk mendapatkan peserta didik dalam jumlah besar. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan kepuasan bagi warga sekolah yang berdampak pada berkembangnya rasa simpati masyarakat. Keberhasilan MIN 1 Pati memperoleh kemenangan dalam persaingan antar lembaga pendidikan di tingkat dasar dikarenakan berhasil mengimplementasikan manajemen bauran pemasaran yang memadukan beberapa unsur, meliputi produk, pembiayaan, lokasi, promosi, sumber daya manusia, dan sarana yang mampu menumbuhkan keunggulan kompetitif dan komparatif.Kata kunci: manajemen bauran pemasaran, daya saing madrasah, strategi manajemen pendidikan
Exploring the Students' Reading, Writing, and Numeracy Skills in Southeast Maluku Regency Coastal Elementary Schools Anasufi Banawi; Adam Latuconsina; Satiah Latuconsina
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10189

Abstract

AbstractThis study aims to explore students' reading, writing, and numeracy skills in ten coastal elementary schools targeted for the 2021 Elementary School Quality Improvement Program. This study used an ex-post-facto quantitative descriptive method.  The data source is a database of the 2021 Elementary School Face-to-Face Learning Quality Improvement Program in Southeast Maluku Regency, i.e., the literacy and numeracy skills scores of 500 students. Normalized gain was used to determine the magnitude of the increase in scores from the pre-test and post-test. The results showed that eight elementary schools (80%) had a mean literacy final score of more than 60 (mean 68.23). The final score of literacy in each class is above 60, with the highest average final score achieved by Grade 3 (74.83). The increase in students' reading and writing literacy scores was still in the Low category (0.28). Two elementary schools (20%) have an average final numeracy score below 60. In general, the average final numeracy score is above 60 (63.40). The lowest numeracy score is in Grade 4 (58.31). The increase in numeracy skill scores is still in the low category (0.23). The results indicate the school's need for reflection, evaluation, follow-up plans, and program sustainability to strengthen students' skills.Keywords: reading and writing literacy, numeracy literacy, elementary school students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan literasi baca tulis dan numerasi peserta didik di sepuluh Sekolah Dasar (SD) daerah pesisir yang menjadi sasaran Program Kejar Mutu Sekolah Dasar Tahun 2021. Metode deskriptif kuantitatif ex-post-facto digunakan dalam penelitian ini. Sumber data berupa database Program Kejar Mutu Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Dasar Tahun 2021 di Kabupaten Maluku Tenggara, yakni skor kemampuan literasi baca tulis dan numerasi dari 500 peserta didik. Gain-ternormalisasi digunakan untuk mengetahui besarnya peningkatan skor dari pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan delapan SD (80%) telah mempunyai rerata skor akhir literasi baca tulis lebih dari 60 (rerata 68,23). Skor akhir literasi baca tulis tiap kelas di atas 60, rerata skor akhir tertinggi dicapai Kelas-3 (74,83). Peningkatan skor kemampuan literasi baca tulis peserta didik masih dalam kategori Rendah (0,28). Terdapat dua SD (20%) yang memiliki rerata skor akhir numerasi di bawah 60. Secara umum rerata skor akhir numerasi berada di atas 60 (63,40). Skor numerasi terendah pada Kelas-4 (58,31). Peningkatan skor kemampuan numerasi masih dalam kategori Rendah (0,23). Hasil yang ada mengindikasikan perlunya refleksi, evaluasi dan rencana tindak lanjut serta keberlanjutan program oleh pihak sekolah untuk memperkuat kemampuan peserta didik.Kata kunci: literasi membaca dan menulis, literasi numerasi, siswa sekolah dasar.
Trends in Multicultural Education Publication Over a Four-Decade Period: A Bibliometric Review Roni Rodiyana; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Ernawulan Syaodih; Davi Sofyan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10254

Abstract

AbstractThe objective of this study is to systematically review academic works in the area of multicultural education. Publications were gathered using the Scopus database and a variety of bibliometric variables. The publishing mapping program VOS viewer was used to analyzing the collected data. There were 501 publications on intercultural and multicultural education that were published between 1973 to 2021. The results showed that between 1973 and 2021, the number of publications varied. With the addition of 12 publication documents, the number of publications has doubled starting in 1997. The most published documents amounted to 42 in 2020. The number of academic scientific papers published in the United States, which is recognized as the most productive nation, is 321. Constantine, M.G., of Columbia University in the United States, is the most prolific writer. With 14 publications, Columbia University in the US was the most productive university. The findings of this study imply that the main keyword is "multicultural training" which is grouped with "case conceptualization", "multicultural case conceptualization", "multicultural competency", "school psychology", and "supervision". This indicates that the topic of multicultural education is closely related to the keywords, and future researchers should investigate these keywords to have a deeper understanding of the field of multicultural education.Keywords: multicultural education, bibliometric review, publication trends, VOS viewerAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis karya akademis di bidang pendidikan multikultural. Publikasi dikumpulkan menggunakan database Scopus dan berbagai variabel bibliometrik. Program pemetaan penerbitan VOSviewer digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Ada 501 publikasi tentang pendidikan antar budaya dan multukultural yang ditemukan antara tahun 1973 hingga 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara tahun 1973 hingga 2021, jumlah publikasi bervariasi. Dengan tambahan 12 dokumen publikasi jumlah publikasi menjadi dua kali lipat mulai tahun 1997. Dokumen paling banyak diterbitkan berjumlah 42 pada tahun 2020. Jumlah karya ilmiah akademik yang diterbitkan di Amerika Serikat, yang diakui sebagai negara paling produktif sebanyak 321 dokumen. Constantine, M.G., dari Universitas Columbia di Amerika Serikat, adalah penulis paling produktif. Dengan 14 publikasi, Universitas Columbia di AS adalah universitas paling produktif. Temuan penelitian ini menyiratkan bahwa kata kuncinya adalah "pelatihan multikultural", yang dikelompokkan dengan "konseptualisasi kasus", "konseptualisasi kasus multikultural", "kompetensi multikultural", "psikologi sekolah", dan "pengawasan". Hal ini menunjukkan bahwa topik pendidikan multikultural berkaitan erat dengan kata kunci yang dikemukakan, dan peneliti selanjutnya harus menyelidiki kata kunci tersebut agar memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang bidang pendidikan multikulturalKata kunci: pendidikan multikultural, tinjauan bibliometrik, tren publikasi, VOS viewer
Changing the Concept of Prospective Primary Education Teachers through Ethnoscience-based Critical Thinking Agus Mukti Wibowo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10273

Abstract

AbstractA suitable environment as a learning resource can improve critical thinking skills. Increasing critical thinking skills will strengthen the concepts mastered or change the concepts if there is an error in understanding. The purpose of this study is to find out the change or shift of concepts through critical thinking of prospective teachers of primary school in ethnoscience-based learning. It is carried out using questionnaires and interviews to see the concept changes experienced by prospective primary school teachers through critical thinking in ethnoscience learning. The survey results and participant interviews show that the concept change in ethnoscience-based learning occurs because of an increase in critical thinking skills. This increase occurs because of relevant problems that critically encourage prospective primary school teachers to provide argumentation and analysis. The real problems that exist around us and are easy to find in everyday life are about the culture or the surrounding environment. A learning environment based on culture or local wisdom is one of the alternatives that can be used in science learning to increase concern for the environment and the surrounding culture.Keywords: ethnoscience, argumentation, critical thinking.Abstrak Lingkungan, budaya, dan kearifan lokal menjadi inspirasi, imajinasi, dan kreativitas dalam belajar. Lingkungan yang cocok sebagai sumber belajar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis akan memperkuat konsep yang dikuasai atau mengubah konsep jika terjadi kesalahan dalam pemahaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan atau pegeseran konsep melalui berpikir kritis dari calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar dalam pembelajaran berbasis etnosains. Dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara untuk melihat perubahan konsep yang dialami oleh calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar melalui pemikiran kritis dalam pembelajaran etnosains. Hasil survei dan wawancara partisipan menunjukkan bahwa perubahan konsep pembelajaran berbasis etnosains terjadi karena adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Peningkatan ini terjadi karena adanya permasalahan relevan yang secara kritis mendorong calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar untuk memberikan argumentasi dan analisis. Permasalahan nyata yang ada di sekitar kita dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah tentang budaya atau lingkungan sekitar. Lingkungan belajar berbasis budaya atau kearifan lokal merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya sekitar.Kata kunci: etnosains, argumentasi, berpikir kritis.
Improving Prospective Basic Education Teachers' Capabilities on Digital Literacy: A Systematic Literature Review Uswatun Hasanah; Sri Rahayu; Ade Ika Anggraini
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10339

Abstract

AbstractDigital literacy is a fundamental competency that must be mastered in the 21st century. Digital literacy skills are the key to presenting interesting, interactive, actual, and factual learning. Therefore, efforts to improve the digital literacy abilities of prospective teachers need to be carried out. The purpose of this research is to explore the efforts that need to be made by teachers and institutions to improve teachers' digital literacy skills. The method used in this research is a literature study. Literature is obtained from various kinds of research articles that are reputable in the national and international spheres. Article analysis was carried out by examining efforts to increase digital literacy skills from each source, and categorizing several efforts into several categories. The results of this study indicate that there are several efforts to improve the digital literacy abilities of prospective teachers, including, procuring partnership programs between tertiary institutions and schools, developing digital-based teaching modules, developing digital web in the learning process, increasing digital literacy skills of prospective teachers using product-based methods, such as making videos/learning media), using problem-solving-based methods, using some frameworks in implementing education, procuring supporting facilities and developing curricula that integrate digital literacy content into each subject.Keywords: digital literacy, prospective teacher, basic education. AbstrakLiterasi digital merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai di abad 21. Kemampuan literasi digital menjadi kunci tersajinya pembelajaran yang menarik, interaktif, aktual, dan faktual. Oleh karenanya, upaya peningkatan kemampuan literasi digital calon guru perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh guru maupun lembaga untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Literatur didapatkan dari berbagai macam artikel penelitian yang bereputasi dalam ranah nasional dan internasional. Analisis artikel dilakukan dengan menelaah upaya-upaya peningkatan kemampuan literasi digital dari setiap sumber, dan mengkategorikan beberapa upaya menjadi beberapa kategori. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sejumlah upaya dalam meningkatkan kemampuan literasi digital calon guru, diantaranya, pengadaan program kemitraan antar perguruan tinggi dan sekolah, pengembangan modul ajar berbasis digital, pengembangan web digital dalam prose pembelajaran, meningkatkan kemampuan literasi digital calon guru dengan menggunakan metode perbasis produk (seperti membuat video/media pembelajaran), menggunakan metode berbasis pemecahan masalah, penggunaan sejumlah frame work dalam pelaksanaan pendidikan, pengadaan fasilitas yang mendukung dan mengembangkan kurikulum yang mengitegrasikan konten literasi digital ke dalam setiap mata pelajaran.Kata kunci: literasi digital, calon guru, pendidikan dasar.
Improving the Critical Thinking Skills of Elementary School Students through Problem Based Learning and Inquiry Models in Social Science Learning Yuyun Dwi Haryanti; Sapriya Sapriya; Johar Permana; Erna Wulan Syaodih; Yeni Dwi Kurino
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10485

Abstract

AbstractThe critical thinking skills are an important component to be instilled in elementary schools. The purpose of this study was to test the critical thinking skills of fifth grade students elementary school through the Problem Based Learning model and the Inquiry model based on the interest in learning social science using authentic assessments. Employing a quasi-experiment with Pretest-Posttest Control Group Design, this study involved 49 fifth grade elementary school students in two classes. A total of 24 students in the experimental class A learned using the Problem Based Learning (PBL) model, whereas 25 students in the experimental class B learned using the Inquiry model. The data were collected using description tests and questionnaires. The test was based on the level of reliability of 0.551, while the questionnaire with reliability of 0.893 was tested using ANOVA. The results of the study revealed that the implementation of the PBL model in social science learning was quite effective in improving critical thinking skills compared to the Inquiry model. The highest critical thinking ability was in students who had high learning interest in social science learning. This research contributed differently to the improvement of the social science learning process to acquire one of the 21st century thinking skills.Keywords: problem-based learning model, inquiry model, critical thinking.Abstrak Kemampuan berpikir kritis merupakan komponen penting yang perlu ditanamkan di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar melalui model Problem Based Learning (PBL) dan model Inquiry berdasarkan minat belajar mata pelajaran IPS dengan menggunakan penilaian autentik. Menggunakan eksperimen semu dengan Pretest-Posttest Control Group Design, penelitian ini melibatkan 49 siswa kelas V sekolah dasar. Sebanyak 24 siswa di kelas eksperimen A belajar dengan model Problem Based Learning, sedangkan 25 siswa pada kelas eksperimen B belajar dengan model Inquiry. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes deskripsi dan kuesioner. Pengujian didasarkan pada tingkat reliabilitas 0,551, sedangkan kuesioner dengan reliabilitas 0,893 diuji menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran IPS cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan model Inquiry. Kemampuan berpikir kritis tertinggi terdapat pada siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi pada pembelajaran IPS. Penelitian ini memberikan kontribusi yang berbeda terhadap peningkatan proses pembelajaran IPS untuk memperoleh salah satu keterampilan berpikir abad 21.Kata kunci: model PBL, model inquiry, berpikir kritis.
The Effects of Problem-Based Learning Model with Environmental Literacy-Oriented on the Elementary School Students' Narrative Writing Skills Misbah Binasdevi; Idah Faridah Laily; Tamsik Udin; Syibli Maufur; Inayatul Ummah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.10494

Abstract

AbstractThis research aimed to determine the effects of a problem-based learning model with environmental literacy-oriented on the elementary school students' narrative writing skills. Using the quasi-experimental method, this research employed a non-equivalent control group design. The research participants were 50 fifth-grade students of Islamic Elementary School (MI) Darul Qirom, consisting of 25 students in the experimental class and 25 students in the control class. The data were collected using a test instrument consisting of five questions about writing narratives. The data were then analyzed using the independent sampel t-test with the assistance of the SPSS application. The data analysis showed a significant difference between the class that used the problem-based learning model with environmental literacy-oriented and the class that used the conventional learning model, with a significant value (2-tailed) of 0.006 < 0.05. In this study, the average post-test score for the experimental class after the treatment was 5.52 higher than the control class  (78.2 > 72.68). It can be concluded that the environmental literacy-oriented problem-based learning model has a significant effect on the narrative writing skills of elementary school students.Keywords: problem-based learning, environmental literacy, writing skill.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem-based learning berorientasi literasi lingkungan terhadap keterampilan menulis narasi siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan metode kuasi eksperimen, penelitian ini menggunakan non-equivalent control group design. Partisipan penelitian ini adalah 50 siswa kelas V MI Darul Qirom, terdiri dari 25 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol. Data diambil melalui instrumen tes yang terdiri dari lima soal uraian tentang menulis narasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS. Analisis data menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran problem-based learning berorientasi literasi lingkungan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional, dengan nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0,006 < 0,05. Pada penelitian ini, nilai rata-rata post-test kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan menjadi 5,52 lebih tinggi dibanding kelas kontrol (78,2 > 72,68). Dapat simpulkan bahwa model problem-based learning berorientasi literasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi siswa sekolah dasar.Kata kunci: problem-based learning, literasi lingkungan, keterampilan menulis.