Pariwisata
Jurnal Ilmiah Hospitality (JIH) is an open-access, peer-reviewed academic journal published by Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP Mataram), Indonesia. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, practitioners, and students to disseminate original research and scholarly studies related to tourism, hospitality, hotel management, destination development, tourism business, and related interdisciplinary fields. Jurnal Ilmiah Hospitality is committed to advancing knowledge and encouraging evidence-based discussion on contemporary issues in tourism and hospitality, particularly those relevant to the development of tourism in Indonesia and Southeast Asia. The journal welcomes empirical research, conceptual studies, case studies, applied research, and interdisciplinary perspectives that contribute to the advancement of tourism and hospitality scholarship and practice. The journal particularly encourages manuscripts addressing emerging issues such as sustainable tourism, community-based tourism, destination management, tourism marketing, tourist behavior, hospitality management, hotel operations, culinary tourism, tourism innovation, digital tourism, tourism economics, tourism policy, cultural and heritage tourism, halal tourism, wellness tourism, and tourism development. JIH promotes rigorous academic standards through a peer-review process and editorial evaluation. Submitted manuscripts are evaluated based on their originality, academic relevance, methodological rigor, clarity of presentation, and contribution to the development of tourism and hospitality knowledge. The journal is published twice a year, in June and December, and provides immediate open access to its published articles
Articles
548 Documents
THE INFLUENCE OF THE WORK ENVIRONMENT AND INDIVIDUAL CHARACTERISTICS ON EMPLOYEES’ JOB SATISFACTION
Agus Susanto;
Hengky Kosasih;
Tina Linda;
Ika Puspa Satrianny;
Thamrin Thamrin
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2422
This research investigates the influence of the work enviroment and individual characteritis on employees job satisfaction. This skripsi contributes to the working environment and employees’ individual characteristic to increase employees job satisfaction. In carrying out the work or character of an individual must be able to put themselves and their work environment so well that it will affect the individual can achieve the expected job satisfaction. In the world of work, usually relate to a person's attitude to his work. Linkage attitude with this work will pave the way positive or negative evaluative held by employees about aspects of their work environment. This means that every person on the job reflects the experience pleasant and unpleasant in his work and hopes for the future. The working environment is meant here is the physical work environment and non-physical, such as acceptable behavior management and workplace environment itself (workplace), among others working facilities and security. If the work environment possible, then the employees will make the workplace a fun in performing activities works, so as to reduce fatigue, which in turn can lead to satisfaction with the job. As such, working environment and individual characteritic relationship does have the potential to create an employes job satisfaction.
THE IMPACT OF BRAND AWARENESS AND BRAND PERCEIVED QUALITY TOWARDS PURCHASE DECISION
Ali Syah Putra;
Erina Alimin;
Eddy Eddy;
Felix Leonardi;
Bertha Nerpy Siahaan
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2423
Apple Company is an American multinational corporation headquartered in Cupertino, California that designs, develops, and sells personal computers, computer software and consumer electronics, such as iMac, iPhone and iPad with the brand name “Apple”. In this research, the problem observed is Apple Company failed to get a good portion of market share in Indonesia despite their success worldwide. And the customers in Indonesia tend to feel that the Apple Company charged the price too high for their products. As the result, it influences the purchase decision of customers which tend to switch their choice to another brand. In conducting the research, the writer uses interview, observation and questionnaire in analyzing data. In getting data, the writer distributed the questionnaire to 33 respondents at IB IT&B Campus Medan that are using iPhone by using purposive sampling method. The questions in the questionnaire consists of 12 questions that include brand awareness, brand perceived quality and purchase decision variables. The result of the calculation and its analysis show that brand awareness and brand perceived quality has impact toward the purchase decision as the tcount(t0) > ttable. The use of F-test shows that
TINJAUAN PROSES RESTITUSI ATAS PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA JAKARTA PLUIT PERIODE 2019-2021
Chintya Dameria Sihombing;
Endro Andayani;
Ade Suryana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2424
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dikenakan terhadap barang dan jasa yang mengalami pertambahan nilai dan dikenakan pada konsumen akhir. Wajib Pajak yang telah dikukuhkan sebagai PKP bukan konsumen akhir, oleh karena wajib menghitung, memungut dan melaporkan PPN dengan mekanisme PM dan PK. Jika PM lebih besar dari PK maka ada kelebihan Pajak atau sebaliknya maka kurang bayar. Apabila lebih bayar pada akhir tahun bisa restitusi atau untuk Wajib Pajak tetrtentu dapat mengajukan pengembalian pendahuluan. Tugas Akhir ini membahas proses restitusi PPN di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pluit Jakarta. Tujuannya untuk mengetahui apakah prosedur pengembalian pajak atau restitusi sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jumlah PKP yang mengajukan kelebihan bayar , jangka waktu proses, kendala dalam proses tersebut serta upaya yang telah dilakukan. Dasar Hukum UU HPP No 7 Tahun 2021 atas perubahan terakhir UU PPN no 8 Tahun 1983. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tanya langsung dengan ppegawai, mengumpulkan informasi berupa observasi dan wawancara. Proses Restitusi Pajak Pertambahan Nilai yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pratama Jakarta Pluit sudah sesuai dengan prosedur standar tata cara penyelesaian permohonan pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk Wajib Pajak yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak. Hambatannya adalah adanya Wajib Pajak yang terlambat menyampaikan SPT Masa PPN, kurang lengkapnya dokumen pendukung, dan pajak keluaran terkadang tidak melaporkan. Upaya Kantor Pelayanan Pratama (KPP) Jakarta Pluit menghimbau kepada Wajib Pajak untuk segera melaporkan SPT Masa PPN dan mengupayakan agar tidak terjadi kecurangan yang dapat dilakukan Wajib Pajak
PENGARUH ARUS KAS BEBAS, KOMITE AUDIT, LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Studi Pada Perusahaan LQ-45 Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Sub Sektor Transportasi Periode 2018-2020)
Sri Wahyuni;
Suci Ramadhani;
Lismayang Sari Loi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i1.2453
Penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh arus kas bebas, komite audit dan leverage terhadap manajemen laba pada Perusahaan Perusahaan LQ-45 Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Sub Sektor Transportasi Periode 2018-2020 dengan jumlah perusahaan. Jumlah sampel sebanyak 45 perusahaan dan metode pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan uji regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa arus kas bebas berpengaruh terhadap manajemen laba artinya dan leverage berpengaruh terhadap manajemen laba, sedangkan variabel komite ausit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba
ANALISIS JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU BIDANG PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN BIDANG PAMONG KEWILAYAHAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Zamhasari Zamhasari;
Santi Octavia;
M. Fajar Anugerah;
Tengku Fahrul Gafar;
Suryaningsih Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2473
Reformasi birokrasi merupakan bagian dari program prioritas kerja Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2019 – 2024. Percepatan Pembentukan beberapa Jabatan Fungsional Lingkup Direktorat Jenderal Bina Adminstrasi Kewilayahan perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan merekomendasikan tata kelola Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) bidang Pembinaan Administrasi dan bidang Pamong Kewilayahan serta penjabaran tugas jabatan dan uraian kegiatan serta hasil kerja JFT tersebut guna pencapaian target komponen pekerjaan pada lingkup Direktorat Jenderal Bina Adminstrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk memahami fenomena dan menganalisa Jabatan Fungsional bidang Pembinaan Administrasi dan bidang Pamong Kewilayahan. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa Jabatan Fungsional Tertentu bidang Pembinaan Administrasi merupakan jabatan keahlian dan/ atau keterampilan di bidang penyelenggaraan wilayah secara administratif dan fungsional, dengan cakupan tugas yang terpadu, saling terkait dan merepresentasikan pelaksanaan tugas serta fungsi Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan yang dibina oleh Kementerian Dalam Negeri; Jabatan Fungsional Tertentu bidang Pamong Kewilayahan merupakan jabatan keahlian dan/ atau keterampilan di bidang pengelolaan wilayah, meliputi Penataan Wilayah, Kelembagaan Wilayah, Pengembangan Wilayah dan Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Wilayah; Terkait tugas jabatan dan uraian kegiatan serta hasil kerja JFT guna pencapaian target komponen pekerjaan pada lingkup Direktorat Jenderal Bina Adminstrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri dilakukan melalui beberapa tahapan, salah satunya dengan merevisi Naskah akademik mencakup hal terkait: Klasifikasi Jabatan; Jenjang Jabatan; Tugas Jabatan dan Kedudukan Jabatan; Uraian Kegiatan dan Hasil Kerja Kegiatan; Standar Kompetensi; Pelatihan dan Uji Kompetensi; Formasi Jabatan Fungsional Bidang Pembinaaan Administrasi dan Bidang Pamong Kewilayahan
URGENSI PEMBENTUKAN JABATAN FUNGSIONAL KEWILAYAHAN DALAM SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA
T. Fahrul Gafar;
Santi Octavia;
M. Fajar Anugerah;
Zamhasari Zamhasari;
Mendra Wijaya;
Suryaningsih Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2474
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tata Kelola Jabatan Fungsional Pamong Kewilayahan dan Jabatan Fungsional Pamong Kecamatan dari perspektif regulasi serta urgensi terhadap pentingnya pengintegrasian Jabatan Fungsional tersebut dari sisi filosofis, sosiologis dan yuridis. Perlunya penyederhanaan birokrasi dapat dilakukan melalui penyederhanaan struktur organisasi, penyetaraan jabatan dan penyesuaian sistem kerja. Guna mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah, dan profesional, diperlukan mekanisme kerja antara Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional di lingkungan instansi pemerintahan. Disisi lain, tugas dan fungsi Pemerintah Kecamatan bukan saja sebagai pengampu terhadap beberapa kewenangan Kabupaten/Kota; melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemeritahan di tingkat desa; namun juga besarnya tuntutan masyarakat terhadap perbaikan kualitas pelayanan publik, sehingga Pemerintah Kecamatan harus siap dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualifikasi, ahli dan terampil yang dapat dipenuhi melalui pembentukan Jabatan Fungsional Tertentu. Hasil peneltian menunjukkan bahwa, berdasarkan regulasi yang ada serta tinjauan dari sisi filosofis, sosiologis dan yuridis yang menjadi dasar secara akademis dan praktis, maka perlu dan penting untuk membentuk Jabatan Fungsional Kewilayahan (JFK) sebagai hasil dari pengintegrasian Jabatan Fungsional Pamong Kewilayahan dan Jabatan Fungsional Pamong Kecamatan, sehingga Jabatan Fungsional Kewilayahan (JFK) tidak hanya bertugas dan berfungsi dalam pengelolaan wilayah, namun juga sebagai pendukung optimalisasi kinerja organisasi Pemerintah Kecamatan.
RELASI PILAR KULTURAL-KOGNITIF BERBASIS MULTI-AKTOR DALAM PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN PERANGKAT DAERAH (Studi Pembentukan Perangkat Daerah Daerah Kota Palopo)
Harsya Harun;
Andi Meriam;
Muhamad Chairul Basrun Umanailo
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2475
Kajian penelitian ini menempatkan keseimbangan kultur dan interpretasi dalam pengambilan keputusan pada pembentukan kelembagaan perangkat daerah melalui keterlibatan multi aktor. Ketidakseimbangan peran dan kapasitas serta dominasi para aktor struktural pemerintahan daerah secara inklusif akan membawa pendulum kultural-kognitif ke orientasi yang formalistis dan birokratis serta sarat dengan kepentingan. Pengabaian peran aktor-aktor yang berasal dari masyarakat berimplikasi pada minimnya daya dukung kultural yang integratif terhadap dimensi normatif dan regulatif yang rentan dengan gagasan dan interpretasi berbasis kepentingan aktor dominan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbasis kualitatif dengan mengeksplorasi fenomena minimnya peran individu dan masyarakat dalam pembentukan perangkat daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan dominannya peran aktor yang ada dalam struktur penyelenggara pemerintahan akan menghasilkan keputusan yang berorientasi pada pola budaya birokrasi dan gagasan yang pada gilirannya mengekploitasi pemaknaan terhadap norma dan regulasi. Norma dan regulasi yang dibentuk untuk mengarahkan tindakan dan perilaku dalam pembentukan perangkat daerah, yang pada akhirnya menjadi norma dan regulasi yang dapat dimodifikasi dan mengikuti kepentingan aktor dominan dan kultur birokratis dalam pengambilan keputusan.
ANALISIS FAKTOR RESIKO PERSONAL HYGIENE DAN RIWAYAT KONTAK DENGAN KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN KOLAKA
Amiruddin Eso;
Yelsi Beatrice Patandianan;
Laode Kardin;
Ela Martisa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2479
dan penularan penyakit kusta dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya personal hygiene, intensitas kontak dengan penyakit kusta, riwayat kontak dan lama kontak dengan penderita kusta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personal hygiene dan riwayat kontak sebagai faktor risiko kejadian kusta di Kabupaten Kolaka. Rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian menggunakan case control. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kusta yang sedang berobat dan pasien yang telah dinyatakan sembuh. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Odds Ratio dan Uji X2 dan dianggap bermakna jika nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32/56 (57,1%) memiliki personal hygiene yang berisiko dengan nilai p 0,001, OR = 4,00, LL-UL (1,791-8,935). Riwayat kontak dengan penderita kusta berisiko sebanyak 41/56 (73,2%) dengan nilai p 0,00, OR = 6,27, LL-UL (2,759-14,254). Dapat disimpulkan bahwa personal hygiene dan riwayat kontak merupakan faktor risiko kejadian kusta di Kabupaten Kolaka
EXTENDED THEORY OF PLANED BEHAVIOUR: KEPERCAYAAN MENGKONTRUKSI PERILAKU BERWISATA WISATAWAN PADA MASA PANDEMI COVID 19
Miko Andi Wardana;
I Wayan Eka Mahendra;
I Made Trisna Semara;
Nyoman Surya Wijaya;
Denok Lestari
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2480
Penelitian ini menguji menguji beberapa konsep: 1) Hubungan pengetahuan destinasi wisata terhadap niat berkunjung wisatawan, 2) Hubungan pengetahuan destinasi wisata terhadap sikap wisatawan, 3) Hubungan kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan, 4) Hubungan kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh terhadap sikap wisatawan, 5) Hubungan sikap wisatawan berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan, 6) peran sikap wisatawan dalam memediasi hubungan destinasi wisata terhadap niat berkunjungan wisatawan, 7) peran sikap wisatawan dalam memediasi hubungan kepercayaan wisata terhadap niat berkunjungan wisatawan . Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan domestik di Bali tahun 2021 sejumlah 4.302 ribu orang. Ukuran sampel sebanyak 114 responden, responden adalah wisatawan domestik di Bali. Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengetahuan destinasi wisata tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan, 2) Pengetahuan destinasi wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap wisatawan, 3) Kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan, 4) Kepercayaan terhadap penerapan prokes berpengaruh positif sifnifikan terhadap sikap wisatawan, 5) Sikap wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan, 6) Peran sikap wisatawan terbukti sebagai pemediasi penuh hubungan pengetahuan destinasi wisata terhadap niat berkunjung wisatawan, 7) Peran sikap wisatawan terbukti sebagai pemediasi parsial hubungan kepercayaan penerapan proker terhadap niat berkunjung wisatawan
PERENCANAAN CAMPURAN LATASIR (SAND SHEET) MENGGUNAKAN PASIR DAN ABU BATU EX. PT. DWI PERMATA KUARRY
Haris Haris
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v11i2.2485
Construction of highway facilities will facilitate traffic flow and facilitate relations between regions, especially remote areas and urban areas. The importance of the highway as a means of land connection requires good road conditions, so that an alternative asphalt mixture is cheap and affordable. Mixing Latasir using sand stone ash and stone ash as a filler in the mixture is expected to gain flexibility. For that aggregate characteristics and mixture composition must meet specifications. The method used in this study uses trial and error namely by making several test specimens to be sampled. The method of research carried out is aggregate testing (sand stone ash and stone ash originating from PT. Dwi Permata Kuarry), asphalt testing and manufacturing specimens on asphalt mixtures with variations in asphalt content are 5.0%, 5.5%, 6.0%, 6.5% and 7.0%. Based on the results obtained from the aggregate sieve analysis data for the composition of Latasir mixture namely sand stone ash = 89.5% and ash filler stone = 10.5%. On the Marshall test results Latasir mixture between sand stone ash and stone ash PT. Dwi Permata Kuarry, VIM value (Void in Mix) ranged from 6.636% -2.165% and VFA (Void Filled with Asphalt) ranged from 15.969% -37.112% in the range of asphalt variations of 5.0% -7.0%.