cover
Contact Name
Laila Puspita
Contact Email
lailapuspita@radenintan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbiosfer@radenintan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
ISSN : 20865945     EISSN : 25804960     DOI : -
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi is a Scientific Journal managed by Biology Education UIN Raden Intan Lampung with registered numbers p-ISSN: 2086-5945 (print) and e-ISSN: 2580-4960 (online). The Purpose of the Journal of the Biosphere is a vehicle or vessel for pouring the latest theories, disseminating information on recent findings related to Biology and Biological Sciences, research results and development of educational materials, educational evaluation, media and learning models achieved in the field of Biology education.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Ethnobotanical Study of Traditional Salads in Jatisampurna District, West Java, and Their Cultural and Biological Relevance Silalahi, Marina; Septia Wahyuningtyas, Riska; Kalima, Titi; Nainggolan, Candani Shintya; Fikriyya, Nabela
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30948

Abstract

Traditional salads are diverse dishes that vary across ethnic groups and are commonly served with peanut sauce or bumbu kacang. However, local knowledge related to traditional food preparation is declining due to modernization. This study aimed to explore the diversity, types, plant composition, and preparation processes of traditional salads in Jatisampurna District, West Java. An ethnobotanical approach was employed through surveys, semi-structured interviews, and participatory observations. Five types of traditional salads were identified, namely gado-gado, pecel, karedok, asinan sayur, and rujak buni. A total of 37 plant species belonging to 31 genera and 18 families were used by traditional salad traders. The Relative Frequency of Citation (RFC) ranged from 0.2 to 1.0, while the Use Value (UV) ranged from 0.5 to 5.0. The plants used were predominantly herbs (64%), followed by trees (31%) and shrubs (5%). The preparation process was relatively similar across all salad types and could be grouped into six stages: washing and cutting ingredients; boiling, frying, or grinding; arranging ingredients in the trading cart; grinding and preparing spices; mixing spices with vegetables; and serving. Antidesma bunius, Leucaena leucocephala, and Sesbania grandiflora have significant potential for food diversification due to their nutritional value. Processing methods, especially boiling, steaming, and frying, may affect the nutritional quality of vegetables, hhighlighting the importance of optimizing processing time. Local knowledge in preparing traditional salads plays an important role in preserving biodiversity and Indonesia’s culinary heritage. Studi Etnobotani Tanaman Salad Tradisional yang Digunakan di Kabupaten Jatisampurna, Jawa Barat, Indonesia untuk Menekankan Relevansi Budaya ABSTRAK: Salad tradisional merupakan hidangan yang beragam dan bervariasi di berbagai kelompok etnis, umumnya disajikan dengan saus kacang atau bumbu kacang. Namun, pengetahuan lokal terkait pengolahan pangan tradisional mengalami penurunan akibat pengaruh modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keragaman, jenis, komposisi tumbuhan, dan proses pembuatan salad tradisional di Kecamatan Jatisampurna, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnobotani melalui survei, wawancara semi-terstruktur, dan observasi partisipatif. Lima jenis salad tradisional berhasil diidentifikasi, yaitu gado-gado, pecel, karedok, asinan sayur, dan rujak buni. Sebanyak 37 spesies tumbuhan yang termasuk dalam 31 genus dan 18 famili digunakan oleh pedagang salad tradisional. Nilai Relative Frequency of Citation (RFC) berkisar antara 0,2 hingga 1,0, sedangkan Use Value (UV) berkisar antara 0,5 hingga 5,0. Tumbuhan yang digunakan didominasi oleh herba (64%), diikuti oleh pohon (31%) dan semak (5%). Proses pembuatan salad tradisional relatif serupa pada semua jenis salad dan dapat dikelompokkan menjadi enam tahap, yaitu mencuci dan memotong bahan; merebus, menggoreng, atau menggiling; menyusun bahan di gerobak dagang; menggiling dan menyiapkan bumbu; mencampur bumbu dengan sayuran; dan menyajikan. Antidesma bunius, Leucaena leucocephala, dan Sesbania grandiflora memiliki potensi penting untuk diversifikasi pangan karena nilai gizinya. Metode pengolahan, terutama perebusan, pengukusan, dan penggorengan, berpotensi memengaruhi kualitas gizi sayuran sehingga optimalisasi waktu pengolahan menjadi penting. Pengetahuan lokal dalam pembuatan salad tradisional berperan penting dalam pelestarian biodiversitas dan warisan kuliner Indonesia.
The Potential of Acorus calamus L. in The Ethnobotany of The Malay Ethnic Communities in Riau Province Wahyuni, Sri; Herru, Yoan De Nanda; Chahyadi, Ennie; Afidah, Mar’atul; Fadilaturahmah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31023

Abstract

Acorus calamus L. is a medicinal plant traditionally used by Malay ethnic communities in Riau Province, Indonesia. However, studies integrating ethnobotanical knowledge with phytochemical evidence are still limited. This study aimed to examine the traditional utilization of Acorus calamus and identify its secondary metabolites as scientific support for its medicinal use. A mixed-method approach was applied by combining qualitative ethnobotanical inquiry with experimental phytochemical screening. Ethnobotanical data were collected through interviews, observation, and documentation involving a traditional healer in Pengambang Jaya Village, Riau Province. Phytochemical analysis was conducted on methanolic extracts of the rhizome using standard qualitative screening methods. The results showed that the rhizome of Acorus calamus is mainly used as a traditional remedy for fever. Phytochemical screening revealed the presence of phenolics, flavonoids, alkaloids, and triterpenoids, while steroids and saponins were not detected. These findings indicate that Acorus calamus contains bioactive compounds associated with medicinal properties and support its traditional use. The study highlights the importance of integrating traditional knowledge with scientific validation in ethnobotanical research. Potensi Acorus calamus L. dalam Etnobotani Komunitas Etnis Melayu di Provinsi Riau ABSTRAK:  Acorus calamus L. merupakan tanaman obat yang secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat etnis Melayu di Provinsi Riau, Indonesia. Namun, penelitian yang mengintegrasikan pengetahuan etnobotani dengan bukti fitokimia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tradisional Acorus calamus serta mengidentifikasi metabolit sekundernya sebagai dukungan ilmiah terhadap penggunaan obat tradisionalnya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan menggabungkan kajian etnobotani kualitatif dan uji fitokimia eksperimental. Data etnobotani dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan seorang praktisi pengobatan tradisional di Desa Pengambang Jaya, Provinsi Riau. Analisis fitokimia dilakukan pada ekstrak metanol rimpang menggunakan metode skrining kualitatif standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang Acorus calamus terutama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi demam. Uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa fenolik , flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid, sedangkan steroid dan saponin tidak terdeteksi. Temuan ini menunjukkan bahwa Acorus calamus mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai obat dan mendukung penggunaan tradisionalnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pengetahuan tradisional dengan validasi ilmiah dalam penelitian etnobotani.
Developing Biology Teacher Candidates’ Skills in Constructing Multiple-Choice Items through Peer Tutoring: A Qualitative Item Analysis Wijarini, Fitri; Ilma, Silfia; Nofiana, Mufida; Puspita, Laila
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31089

Abstract

The ability to construct high-quality multiple-choice items is an essential component of assessment literacy for prospective teachers. However, novice item writers often face difficulties in maintaining structural consistency and cognitive alignment. This qualitative descriptive study examines the role of peer tutoring in developing biology teacher candidates’ skills in constructing multiple-choice items. The participants were 36 undergraduate students enrolled in an Evaluation of Learning Outcomes course, selected through purposive sampling and grouped into six peer tutoring teams. Data were collected through document analysis of 60 items produced before and after peer tutoring, classroom observations, and semi-structured interviews. Analysis was conducted using ten qualitative indicators covering content validity, cognitive alignment, and technical quality. The results show consistent improvement across all indicators, with an average increase of 25.30%, particularly in option length comparability (35%), stem clarity (32%), option homogeneity (30%), and cognitive alignment (29%). Pengembangan Keterampilan Calon Guru Biologi dalam Menyusun Soal Pilihan Ganda melalui Bimbingan Sejawat: Analisis Soal Kualitatif ABSTRAK: Kemampuan menyusun soal pilihan ganda yang berkualitas merupakan bagian penting dari literasi asesmen calon guru. Namun, penulis soal pemula sering mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi struktur dan kesesuaian tingkat kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengkaji peran bimbingan sejawat dalam mengembangkan keterampilan calon guru biologi dalam menyusun soal pilihan ganda. Partisipan penelitian adalah 36 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Evaluasi Hasil dan Proses Pembelajaran, dipilih melalui purposive sampling dan dibagi ke dalam enam kelompok bimbingan sejawat. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen terhadap 60 butir soal sebelum dan sesudah bimbingan sejawat, observasi, serta wawancara semi-terstruktur. Analisis menggunakan sepuluh indikator kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator dengan rata-rata 25,30%, terutama pada kesetaraan panjang opsi (35%), kejelasan pokok soal (32%), homogenitas opsi (30%), dan kesesuaian kognitif (29%).
A Systematic Literature Review on the Use of Digital Books in Science Learning in the Society 5.0 Era Zikra, Zikra; Safitri, Elza; Yerimadesi, Yerimadesi; Yohandri, Yohandri; Fadilah, Muhyiatul
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31113

Abstract

This study examines the use of digital books in science learning within the context of Society 5.0 through a Systematic Literature Review (SLR). The review followed the PRISMA 2020 guidelines and analyzed 27 articles indexed in Scopus published between 2021 and 2025. The findings indicate that digital books contribute positively to students’ learning outcomes, critical thinking skills, motivation, and digital literacy. Interactive features such as multimedia integration, augmented reality, and AI-based feedback support more adaptive and contextual science learning. The review also identified four major research themes: digital book design and development, impact on learning outcomes, integration with Society 5.0 principles, and implementation challenges. Despite their benefits, several barriers remain, including limited digital infrastructure, unequal access to technology, and low teacher readiness in digital pedagogy. Overall, digital books have strong potential to support innovative and student-centered science learning aligned with the demands of Society 5.0. Sistematik Literatur Review Penggunaan Buku Digital dalam Pembelajaran Sains pada Era Society 5.0 ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji penggunaan buku digital dalam pembelajaran sains pada konteks Society 5.0 melalui Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menganalisis 27 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku digital memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar, dan literasi digital siswa. Fitur interaktif seperti integrasi multimedia, augmented reality, dan umpan balik berbasis AI mendukung pembelajaran sains yang lebih adaptif dan kontekstual. Kajian ini juga mengidentifikasi empat tema utama penelitian, yaitu desain dan pengembangan buku digital, dampak terhadap hasil belajar, integrasi prinsip Society 5.0, serta tantangan implementasi. Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan buku digital masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan infrastruktur digital, ketimpangan akses teknologi, dan rendahnya kesiapan guru dalam pedagogi digital. Secara keseluruhan, buku digital berpotensi mendukung pembelajaran sains yang inovatif dan berpusat pada siswa sesuai tuntutan Society 5.0.
Mental Models in Science Learning across High School and University Students: A Bibliometric and Systematic Review Cahyani, Tasya Oktavia Regita; Hamdiyati, Yanti; Rahmat, Adi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31195

Abstract

The growing emphasis on conceptual understanding has led to increasing interest in mental models within science education. Despite this development, studies that systematically map research trends, thematic structures, and focal areas across high school and university contexts remain limited. This study examines the evolution of mental model research in science learning by combining bibliometric analysis with a systematic review. Data were drawn from the Scopus database (2015–2025), resulting in 96 articles for bibliometric mapping and 14 articles for in-depth review focused on biology education. The findings indicate a steady rise in publications, with dominant themes centered on conceptual understanding, misconceptions, and assessment development, particularly in physics and chemistry. In contrast, research in biology education remains relatively scarce and largely descriptive, with limited attention to instructional interventions targeting mental model reconstruction. These results underscore the need for studies integrating multiple representations and continuous diagnostic assessment to foster more meaningful biology learning. Model Mental dalam Pembelajaran Sains di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas dan Universitas: Tinjauan Bibliometrik dan Sistematis ABSTRAK: Peningkatan perhatian terhadap pemahaman konseptual mendorong berkembangnya kajian model mental dalam pendidikan sains. Meskipun demikian, penelitian yang secara sistematis memetakan tren, struktur tematik, dan fokus kajian pada jenjang sekolah menengah dan perguruan tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan riset model mental dalam pembelajaran sains melalui kombinasi analisis bibliometrik dan tinjauan sistematis. Data diperoleh dari basis data Scopus (2015–2025), menghasilkan 96 artikel untuk pemetaan bibliometrik dan 14 artikel untuk kajian mendalam yang berfokus pada pembelajaran biologi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan publikasi yang konsisten, dengan tema dominan meliputi pemahaman konseptual, miskonsepsi, dan pengembangan asesmen, khususnya pada bidang fisika dan kimia. Sebaliknya, penelitian pada pembelajaran biologi masih relatif terbatas dan cenderung deskriptif, serta belum banyak mengembangkan intervensi yang menargetkan rekonstruksi model mental. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi representasi multipel dan asesmen diagnostik berkelanjutan.
Environmental Approach in Problem-Based Learning: Its Effect on the Reflective Thinking Skills of Junior High School Students Priadi, Median Agus; Maulina, Dina; Marpaung, Rini Rita T.; Conyta, Elvira; Suwandi, Tri
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31202

Abstract

This study aimed to examine the effect of Problem-Based Learning (PBL) integrated with an environmental approach on junior high school students’ reflective thinking skills in the topic of interactions between living organisms and their environment. The research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest non-equivalent control group. A total of 72 seventh-grade students were selected through purposive sampling and divided into an experimental group and a control group. The experimental group received PBL with an environmental approach, while the control group was taught using conventional discovery learning. Data were collected using a descriptive test based on five indicators of reflective thinking: triggering event, exploration, integration, application of solutions, and reflection. The results showed that the experimental group achieved a higher N-gain score (0.66) compared to the control group (0.53), both categorized as moderate improvement. The independent samples t-test indicated a significant difference between the two groups (p < 0.05), with an effect size of 1.53, categorized as large. These findings suggest that PBL integrated with an environmental approach is effective in enhancing students’ reflective thinking skills through contextual and meaningful science learning. Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran Berbasis Masalah: Pengaruhnya terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa Sekolah Menengah Pertama ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) yang berorientasi pada pendekatan lingkungan terhadap kemampuan berpikir reflektif pada materi interaksi makhluk hidup dan lingkungannya. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan bentuk pretest–posttest non-equivalent control group. Sampel terdiri dari 72 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa PBL berbasis pendekatan lingkungan, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran discovery learning. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang berdasarkan lima indikator berpikir reflektif, yaitu triggering event, eksplorasi, integrasi, aplikasi solusi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai N-gain kelas eksperimen sebesar 0,66 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,53, yang keduanya termasuk kategori sedang. Uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05), dengan nilai effect size sebesar 1,53 (kategori besar). Hal ini menunjukkan bahwa PBL berbasis pendekatan lingkungan meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa melalui pembelajaran kontekstual dan bermakna.
Effectiveness of Cardiovascular Health Issue-Based Problem-Based Learning on Students’ Critical Thinking Skills Billik, Agsen Hosanti Susana; Son, Rosalina; Putu Arnyana, Ida Bagus
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31337

Abstract

This research investigated the effect of Problem-Based Learning (PBL) integrated with cardiovascular health issues on students’ critical thinking skills in the circulatory system topic. A quasi-experimental design with a nonequivalent control group was applied. The participants were two eleventh-grade science classes, with 32 students in each class. The experimental class learned through cardiovascular issue-oriented PBL, whereas the control class was taught using conventional learning. Data were collected using an essay-based critical thinking test developed according to Facione’s indicators, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. The data were examined using N-Gain analysis and an Independent Samples t-test. The findings revealed that students in the experimental class showed greater improvement than those in the control class. The experimental class obtained an N-Gain score of 63.87%, while the control class achieved 35.10%, both categorized as moderate. The statistical test produced a significance value of 0.000, which was below 0.05, indicating a significant difference between the two classes. Among the six indicators, evaluation and analysis showed the highest development. These results indicate that PBL integrated with cardiovascular health issues can be an effective instructional approach for strengthening students’ critical thinking skills in biology learning. Efektivitas Model Problem-Based Learning Berbasis Isu Kesehatan Kardiovaskular terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji pengaruh penerapan Problem-Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan isu kesehatan kardiovaskular terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem peredaran darah. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan bentuk nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI IPA, masing-masing berjumlah 32 siswa. Kelas eksperimen mengikuti pembelajaran PBL berorientasi isu kesehatan kardiovaskular, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes uraian kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan berdasarkan indikator Facione, meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Analisis data dilakukan menggunakan N-Gain dan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh nilai N-Gain sebesar 63,87%, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 35,10%, dan keduanya berada pada kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Indikator yang mengalami perkembangan paling tinggi adalah evaluasi dan analisis. Dengan demikian, PBL yang diintegrasikan dengan isu kesehatan kardiovaskular dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran biologi.
Evaluating the Validity, Practicality, and Effectiveness of a Flipbook-Based E-Module on Bacteria for Tenth-Grade Students Ramadansur, Rahmat; Sutomo, Edi; Syahdan, Syahdan; Siswati, Bea Hana; Umarella, Melati. I. S.
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31383

Abstract

This study evaluated the validity, practicality, and effectiveness of a flipbook-based e-module for teaching bacteria to tenth-grade students. The study used a research and development design with the 4D model: define, design, develop, and disseminate. Participants included 90 students from experimental and control classes and six expert validators. Data were collected using validation sheets, response questionnaires, and pretest and posttest instruments. The results showed that the e-module was highly valid in terms of content, language, and media quality. Teacher and student responses indicated that the module was practical, attractive, and easy to use. Students who used the flipbook e-module achieved better learning outcomes than those taught with conventional materials. These findings indicate that interactive digital media can strengthen students’ understanding of bacteria and support more active biology learning. Mengevaluasi Validitas, Kepraktisan, dan Efektivitas Modul Elektronik Berbasis Flipbook tentang Bakteri untuk Siswa Kelas Sepuluh ABSTRAK: Penelitian ini mengevaluasi validitas, kepraktisan, dan efektivitas e-modul berbasis flipbook pada materi bakteri untuk siswa kelas X. Penelitian menggunakan desain penelitian dan pengembangan dengan model 4D, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 90 siswa pada kelas eksperimen dan kontrol serta enam validator ahli. Data diperoleh melalui lembar validasi, angket respons, serta instrumen pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul sangat valid pada aspek materi, bahasa, dan media. Respons guru dan siswa menunjukkan bahwa e-modul praktis, menarik, dan mudah digunakan. Siswa yang menggunakan e-modul memperoleh hasil belajar lebih baik daripada siswa yang belajar dengan bahan konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa media digital interaktif dapat memperkuat pemahaman konsep bakteri dan mendukung pembelajaran biologi yang lebih aktif.
The Impact of a Game-Integrated Project-Based Learning Microbiology E-Module on Microbiology Learning Outcomes Fitriani, Vivi; Bin Borhan, Mohamad Termizi; Binti Tawang, Alena
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.32025

Abstract

The complexity of microbiological concepts requires innovative instructional approaches that can enhance students’ conceptual understanding and engagement. This study aimed to examine the effect of the Microbes electronic module, which is based on Project-Based Learning and integrated with educational games, on students’ learning outcomes in a Microbiology course. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental pretest–posttest nonequivalent control-group design. A total of 93 Biology Education students from two universities in Indonesia participated in the study, comprising 48 students in the experimental group and 45 students in the control group. The intervention was conducted over five instructional sessions covering viruses, bacteria, and fungi. Students in the experimental group learned using the Microbes electronic module, which integrated multimedia learning resources, project activities, and gamification elements, whereas the control group received conventional instruction. Data were collected using a validated achievement test consisting of 57 multiple-choice items and analyzed using descriptive statistics, Levene’s test, an independent-samples t test, and Cohen’s d effect-size analysis. The results showed that students in the experimental group achieved significantly higher learning outcomes than those in the control group, t(91) = 3.59, p < .001, with a mean difference of 8.10 points. The effect-size analysis yielded a Cohen’s d of 0.74, indicating a moderate-to-large effect. These findings suggest that integrating PjBL, multimedia, and educational games into a digital module can improve students’ understanding of microbiological concepts. Dampak Modul Elektronik Mikrobiologi Berbasis Project-Based Learning yang Terintegrasi Permainan Edukatif terhadap Hasil Belajar Mikrobiologi ABSTRAK: Kompleksitas konsep dalam mikrobiologi menuntut adanya pendekatan pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modul elektronik Microbes berbasis Project-Based Learning yang terintegrasi dengan permainan edukatif terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Mikrobiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest–posttest nonequivalent control group. Penelitian melibatkan 93 mahasiswa Pendidikan Biologi dari dua universitas di Indonesia, yang terdiri atas 48 mahasiswa pada kelompok eksperimen dan 45 mahasiswa pada kelompok kontrol. Intervensi dilaksanakan selama lima pertemuan pembelajaran yang mencakup materi virus, bakteri, dan jamur. Mahasiswa pada kelompok eksperimen belajar menggunakan modul elektronik Microbes yang mengintegrasikan sumber belajar multimedia, aktivitas proyek, dan unsur gamifikasi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar tervalidasi yang terdiri atas 57 soal pilihan ganda dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Levene, uji t sampel independen, dan analisis ukuran efek Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada kelompok eksperimen memperoleh hasil belajar yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, t(91) = 3,59, p < 0,001, dengan selisih rata-rata sebesar 8,10 poin. Analisis ukuran efek menghasilkan Cohen’s d sebesar 0,74, yang menunjukkan efek sedang hingga besar. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PjBL, multimedia, dan permainan edukatif dalam modul digital dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep mikrobiologi.
Reframing Biology Learning through Project-Based Learning: Evidence from the Digestive System Sembiring, Al Khudri; Dinata, Marta; Novi Ariska, Raja; Dongoran, Jhonas
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.31767

Abstract

This study aimed to investigate the effect of Project-Based Learning on eleventh grade students’ higher-order cognitive learning outcomes and learning activities in biology. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was employed involving 66 students from SMA Negeri 1 Teluk Kuantan, Indonesia. The participants were divided into an experimental group receiving Project-Based Learning and a control group receiving conventional instruction. Data were collected using a cognitive achievement test based on the revised Bloom taxonomy at the levels of analyzing, evaluating, and creating, as well as structured observation sheets to assess students’ learning activities. The data were analyzed using descriptive statistics, independent-samples t-tests, and normalized gain analysis. The results revealed that the experimental group achieved a higher mean posttest score (82.62) than the control group (73.13), with a statistically significant difference (p < .05). The experimental group also demonstrated a higher normalized gain score (0.65) compared with the control group (0.47). Furthermore, students’ learning activities in the experimental class increased consistently across the intervention, rising from 78.79% to 87.88%. These findings indicate that Project-Based Learning effectively promotes higher order thinking and active engagement in biology learning. The study contributes to the literature by integrating cognitive outcomes and observable learning activities within a single analytical framework, offering practical implications for the implementation of student-centered instruction in secondary biology education.  Mereposisi Pembelajaran Biologi melalui Project-Based Learning: Bukti pada Materi Sistem Pencernaan Manusia ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Project-Based Learning terhadap hasil belajar kognitif tingkat tinggi dan aktivitas belajar peserta didik kelas XI pada mata pelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pola pretest-posttest control group yang melibatkan 66 peserta didik dari SMA Negeri 1 Teluk Kuantan, Indonesia. Partisipan dibagi ke dalam kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbasis proyek dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar kognitif yang disusun berdasarkan taksonomi Bloom revisi pada level menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, serta lembar observasi terstruktur untuk mengukur aktivitas belajar peserta didik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji independent samples t test, dan analisis normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rerata nilai posttest yang lebih tinggi (82,62) dibandingkan kelompok kontrol (73,13), dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Kelompok eksperimen juga menunjukkan nilai normalized gain yang lebih tinggi (0,65) dibandingkan kelompok kontrol (0,47). Selain itu, aktivitas belajar peserta didik pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang konsisten selama intervensi, dari 78,79% menjadi 87,88%. Temuan ini menunjukkan bahwa Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pendidikan biologi dengan mengintegrasikan hasil belajar kognitif dan aktivitas belajar dalam satu kerangka analisis, serta memberikan implikasi praktis bagi penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik di pendidikan menengah