cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Evaluasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Dinas Kesehatan Kota Surabaya Berdasarkan Pendekatan Sistem Eva Flourentina Kusumawardani; Mardi Fadillah; Laila Apriani Hasanah Harahap; Firman Firdauz Saputra; Meutia Paradhiba; Onetusfifsi Putra; Nasrianti Syam; Perry Boy Chandra Siahaan; Rubi Rimonda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2978

Abstract

Pemerintah menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan tujuan untuk melindungi terhadap penyakit Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) sampai usia anak sekolah. Latar belakangnya adalah ketika anak memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan BIAS di Sekolah Dasar (SD/MI sederajat) di Kota Surabaya, menunjukkan masih ada sekolah yang belum mengikuti pelaksanaan BIAS. Tujuan penelitian yaitu deskripsi program BIAS di Dinas Kesehatan Kota Surbaya. Rancang bangun penelitian ini adalah penelitian evaluasi berdasarkan pendekatan sistem yang terdiri dari input, proses dan output. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara kepada responden menggunakan kuisioner dan observasi. Sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh melalui studi dokumen atau arsip data surveilans imunisasi yang ada di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Laporan kegiatan BIAS dilaporkan secara berjenjang sesuai sumber data (dari Puskesmas) ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan analisis dan interpretasi data untuk kebutuhan program imunisasi. Dinas Kesehatan Kota Surabaya melalui unit Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan pintu pertama dalam alur pengolahan dan analisa data. Adapun prioritas masalah yang dianggap harus segera selesaikan adalah ketersediaan Buku Rapor Kesehatan Anak Sekolah, sebagai media pencatatan hasil skrining kesehatan pada anak sekolah yang didalamnya terdapat variabel imunisasi. serta edukasi tentang status kesehatan anak sekolah. Adanya perubahan jadwal serta penambahan jenis imunisasi dalam program BIAS, maka diperlukan pencatatan dan pelaporan status imunisasi anak sekolah yang tertata.  Komitmen kuat lintas program dan lintas sektor dalam semua lini masyarakat agar angka kematian akibat penyakit PD31 menurun.Kata kunci: bulan imunisasi anak sekolah, buku rapor kesehatan anak sekolah, pencatatan, pelaporan, imunisasiThe government organizes School  Immunization Month (BIAS) to protect against immunization-preventable diseases  (PD3I) up to school age. The background is that when children reach primary school age,  the level of immunity acquired in childhood decreases. Based on the results of the evaluation of the implementation of BIAS in primary schools (SD/MI equivalent) in the city of Surabaya, it showed that there are still schools that have not observed the implementation of BIAS. The purpose of the study was to describe the BIAS program in Surabaya City Health Office. The design of this study was an evaluation study based on a systems approach, consisting of input, process and output. Primary data  was collected by interviewing the respondents through questionnaires and observation. At the same time, secondary data collection was obtained from Surabaya City Health Office document surveys or blood surveillance data archive. BIAS activity reports were submitted according to the data source (from  Puskesmas) to the district/municipal health committee, after which the district/municipal health committee analyzes and interprets the data for the needs of the expenditure program. Surabaya City Health Office  Health Information System and#40;SIKand#41; the unit was the first door to the flow of data processing and analysis. The main problem, which was considered  immediately solvable, was the availability of the health report book of schoolchildren as a means of recording the results of the health examinations of schoolchildren, which contained certain variables. and education about the health status of school children. There were changes in the schedule and the addition of sports to the BIAS program,  the status of  caregivers in the school had to be fixed and reflected appropriately. Strong commitment to programs and  sectors in all sectors of society to reduce PD31 mortality.Key Word: school child immunization month, school children health report card book, recording, reporting, immunizations
Hubungan Citra Diri dengan Konformitas untuk Berbusana Islami pada Mahasiswi di Banda Aceh Hendri, Hendri; Muttaqin, Reza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2964

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara citra diri dengan konformitas untuk berbusana islami pada mahasiswi di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi di kota Banda Aceh dengan karakteristik usia antara 18 sampai dengan 21 tahun dan beragama Islam. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 200 orang dengan teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan model skala likert. Untuk skala Citra Diri disusun berdasarkan teori Jersild (1963) dan skala Konformitas disusun berdasarkan teori  Paul R. Nail (2000). Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan secara non parametrik sehingga data dianalisis dengan analisis korelasi rho (p) dari sperman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Citra Diri dengan Konformitas untuk Berbusana Islami pada Mahasiswi di Banda Aceh dengan nilai koefisien korelasi rho (p) sebesar 0,477 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau p<0,05.Kata kunci: Citra Diri, Konformitas, Berbusana IslamiThe purpose of this study was to examine the Correlation Self-Image with Conformity to Dress Islamically of Students in Banda Aceh. This study used a quantitative opproach wiht correlational method. The subject of the study are students in Banda Aceh with characteristics age from 18-21 year, fimale gender and a muslim. 200 studens, were taken randomly by cluster technique. Data was  collected with a  likert scale. The Self-Image scale was based on Jersild theory (1963) and the conformity scale was based on Paul R. Nail theory (2000). Hypothesis testing this Study was non-parametric, so that the data were analyzed with Sperman Correlation. The Results of study showed that there were a positive and significan correlation bentweet Self-Image with Conformity to Dress Islamically of Students in Banda Aceh with correlation cooefesient rho (p) of 0,477 and a significant  of 0,000 or p<0,05.        Keywords : Self-Image, Conformity, Dress Islamically. 
Pengaruh Kesesuaian Pemberian MP-ASI dan Riwayat Pemberian ASI Eklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Simpang Jaya Kec. Tadu Raya Kab. Nagan Raya Eva Rosdiana; Mira Abdullah; Nurina Nurina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2973

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan suatu kondisi dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan umur atau biasa disebut dengan kondisi pendek menurut umur anak. Berdasarkan Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, 13 kabupaten/kota di Aceh masuk dalam kategori merah karena memiliki prevalensi stunting di atas kisaran 30 persen. Daerah berstatus merah antara lain Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Besar, serta Aceh Tamiang Tujuan : mengetahui tentang Pengaruh Kesesuaian Pemberian Mp-Asi Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Simpang Jaya Kec. Tadu Raya Kab. Nagan Raya Metode Penelitian : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control untuk melihat ‘‘hubungan riawayat kesesuaian pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting” Penelitian di laksanakan pada tanggal 01 s/d 07 Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Simpang Jaya Kec. Tadu Raya Kab. Nagan Raya. Sampel di ambil dengan tekni menggunakan rumus lameshow dengan perbandingan 1:1 sehingga diperoleh total sampel sebanyak 60 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate. Hasil Penelitian : analisis univariat diperoleh jumlah anak yang menderita stunting adalah sebanyak 30 (50%) responden, riwayat kesesuaian pemberian MP-ASI mayoritas pada kategori tidak sesuai yaitu sebanyak 41 (68.3%). Analisa bivariate menunjukan ada hubungan antara riwayat kesesuaian pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting. Bagi petugas kesehatan agar dapat meningkatkan lagi pendidikan dan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya pemberian MP-ASI yang sesuai dan tepat agar anak usia 6-59 bulan memperoleh asupan gizi yang cukup dan terhindar dari kejadian stunting.Kata Kunci : MP-ASI, StuntingBackground: Stunting is a condition where a child's height does not match the age or commonly referred to as a short condition according to the child's age. Based on the 2021 Indonesian Nutrition Status Study Data (SSGI), 13 districts/cities in Aceh are included in the red category because they have a stunting prevalence above the 30 percent range. Areas with red status include Pidie, North Aceh, East Aceh, Central Aceh, Southeast Aceh, Aceh Jaya, Southwest Aceh, Nagan Raya, Aceh Besar, and Aceh Tamiang Objective: to find out about the effect of the suitability of giving MP-ASI on the incidence of stunting in children aged 6-59 months in the work area of the Uptd Puskesmas Simpang Jaya Kec. Tadu Raya Kab. Nagan Raya Research Method: This type of research is descriptive analytic by using a case-control design to see ''the relationship between the history of the suitability of complementary feeding and the incidence of stunting. toddlers aged 6-59 months in the Simpang Jaya Health Center UPTD Working Area, Kec. Tadu Raya Kab. Nagan Raya. The samples were taken technically using the lameshow formula with a ratio of 1:1 so that a total sample of 60 respondents was obtained. Data analysis using univariate and bivariate analysis. Research results: univariate analysis showed that the number of children suffering from stunting was 30 (50%) respondents, the history of suitability for giving MP-ASI was mostly in the inappropriate category, namely 41 (68.3%). Bivariate analysis showed that there was a relationship between the suitability history of complementary feeding and the incidence of stunting. For health workers to be able to improve further education and health counseling about the importance of providing appropriate and appropriate MP-ASI so that children aged 6-59 months receive adequate nutrition and avoid stunting.Keywords: MP-ASI, Stunting
Pengaruh Kejadian Stunting Terhadap Tumbuh Kembang Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Dhirah, Ulfa Husna; Mardiah, Ainun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2974

Abstract

Stunting atau balita pendek harus mendapatkan perhatian khusus karena merupakan salah satu dari banyak prioritas pembangunan kesehatan yang secara global tercantum dalam tujuan ke-2 Sustainable Developmental Goals (SGDs). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Dibandingkan dengan hasil SSGBI angka stunting berhasil ditekan 3,1% dalam setahun terakhir. Jumlah anak penderita stunting di bawah usia lima tahun sebanyak 149,2 juta pada 2020, turun 26,7% dibandingkan pada 2000 yang mencapai 203,6 juta. Untuk mengetahui pengaruh kejadian stunting terhadap tumbuh kembang balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Alue Bilie kecamatan Darul Makmur kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, populasi dalam penelitian ini semua ibu yang memiliki anak usia dibawah 24-59 bulan sebanyak 159 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengacak 99 sampel dan diolah menggunakan uji chi square (x2). Hasil uji stastistik didapatkan p- value = 0,392 yaitu nilai α = > 0,05 artinya bahwa tidak ada hubungan antara tumbuh kembang balita dengan kejadian stunting. Diharapkan bagi pihak Puskesmas rutin dan kooperatif memberikan penyuluhan dalam menurunkan angka kejadian stunting dan protektif dalam memperhatikan kasus stunting yang terjadi pada balita, namun bagi balita yang terkena stunting menjadi perhatian bagi semua pihak untuk dapat ditangani secara optimal.Kata Kunci : Stunting, Tumbuh Kembang, BalitaStunting or short toddlers must receive special attention because it is one of the many health development priorities listed globally in the 2nd goal of the Sustainable Developmental Goals (SGDs). The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) shows a stunting prevalence of 30.8%. Compared to the SSGBI results, the stunting rate has been reduced by 3.1% in the last year. The number of children with stunting under the age of five is 149.2 million in 2020, down 26.7% compared to 2000 which reached 203.6 million. To determine the effect of stunting on the growth and development of toddlers aged 24-59 months in the working area of the UPTD Alue Bilie Health Center, Darul Makmur sub-district, Nagan Raya district. This study was a quantitative study, the population in this study were all mothers who had children aged under 24-59 months, totaling 159 people. The sampling technique used purposive sampling technique by randomizing 99 samples and processing them using the chi square test (x2). The statistical test results obtained a p-value = 0.392, namely the value α = > 0.05 meaning that there is no relationship between the growth and development of toddlers and the incidence of stunting. It is hoped that the Puskesmas will routinely and cooperatively provide counseling in reducing the incidence of stunting and be protective in paying attention to stunting cases that occur in toddlers, but for toddlers who are affected by stunting it is a concern for all parties so that it can be handled optimally.Keywords: Stunting, Growth and Development, Toddlers
Gambaran Pelaksanaan Surveilans HIV di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 Kusumawardani, Eva Flourentina; Paradhiba, Meutia; Fadillah, Mardi; Putra, Onetusfifsi; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi; Harahap, Laila Apriani Hasanah; Syam, Nasrianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2977

Abstract

Kasus HIV/AIDS terdapat hampir di semua negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Penyakit ini telah menulari seluruh lapisan masyarakat termasuk bayi dan anak-anak. Perlu adanya kegiatan surveilans rutin untuk melakukan pencatatan dan pelaporan sehingga dapat memonitoring jumlah kasus pada periode waktu tertentu. Kegiatan surveilans  HIV merupakan salah satu cara efektif untuk mengontrol penyebaran kasus HIV/AIDS. Tujuan penelitian: untuk memberikan gambaran evaluasi sistem surveilans HIV berdasarkan komponen sistem dan atribut surveilans di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Metode penelitian: jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara kepada petugas surveilans HIV di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sejumlah 3 orang menggunakan kuesioner. Hasil penelitian: berdasarkan komponen sistem surveilans 66,7% petugas surveilans HIV memiliki tingkat Pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat peminatan epidemiologi dan 33,3% adalah S2 Kesehatan Masyarakat. Pengumpulan, pengisian formulir hingga alur pelaporan dianggap mudah, dan tidak mengalami keterlambatan dalam proses input data ke aplikasi SIHA. Proses analisis hanya dilakukan ditingkat Dinas Kesehatan, sedangkan ditingkat Puskesmas tidak. Sistem surveilans HIV di Kabupaten/Kota di wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur masih memerlukan perbaikan dalam analisis, ketersediaan pedoman surveilans HIV, dan perlunya peningkatan pengetahuan petugas terkait surveilans HIV.Kata Kunci: Surveilans, HIV/AIDS, Komponen, SistemHIV/AIDS cases exist in almost every country worldwide, including Indonesia. This disease has affected all segments of society, including infants and children. Regular surveillance activities are needed to record and report cases, enabling the monitoring of the number of cases over specific periods of time. HIV surveillance is an effective method to control the spread of HIV/AIDS cases. The aim of this study was to provide an evaluation of the HIV surveillance system based on its components and surveillance attributes in the East Java Provincial Health Office. This qualitative study employed an evaluation study design. Data collection involved interviews with three HIV surveillance officers in the East Java Provincial Health Office, using a questionnaire. The results of the study revealed that 66.7% of the HIV surveillance officers possessed a bachelor's degree in Public Health with a specialization in epidemiology, while 33.3% held a master's degree in Public Health. The data collection, form completion, and reporting processes were considered easy, with no delays in inputting data into the SIHA application. The analysis process was only conducted at the Provincial Health Office level and not at the Primary Health Center level. The HIV surveillance system in the districts and cities within the jurisdiction of the East Java Provincial Health Office still requires improvement in terms of analysis, availability of HIV surveillance guidelines, and the need for increased knowledge among surveillance officers regarding HIV surveillance..Keywords: Surveillance, HIV/AIDS, Components, Systems
Uji Ketahanan Formulasi Sel Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) terhadap Pewarnaan Rambut Kesumawati, Kesumawati; Maghfirah, Maghfirah; Meilina, Rulia; Fitriliana, Fitriliana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2956

Abstract

Sediaan pewarna rambut adalah sediaan kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut, salah satunya yaitu daun pacar kuku (lawsonia inemis L.) yang sudah digunakan masyarakat secara tradisional. Berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya yaitu terpenoid, flavonoid dan saponin. Flavonoid merupakan senyawa aktif yang paling banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama ketahanan formulasi gel ekstrak daun pacar kuku terhadap pewarnaan rambut. Penelitian ini membuat 4 formulasi sediaan gel dengan bahan aktif ekstrak daun pacar kuku dengan komposisi F0 (tanpa ekstrak), FI (3%), FII (6%) dan FIII (9%) menggunakan metode ekstraksi secara dingin yaitu maserasi. Pewarnaan rambut dilakukan dengan cara rambut uban yang telah dicuci bersih dibagi menjadi 4 bagian selanjutnya dicat dan dibiarkan selama 4 jam lalu dibersihkan dan dikeringkan. dari penelitian ini yaitu (F0) coklat pudar, (FI) coklat gelap, (FII) coklat keorangean dan (FIII) coklat kemerahan. Formulasi gel ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dapat bertahan selama 6 minggu yaitu sebagai pewarna rambut semi permanen. Formulasi gel ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) ini aman digunakan untuk pewarnaan rambut tanpa ada iritasi yang terjadi pada kulit. Saran dari peneliti yaitu perlu dilakukan penelitian dengan selanjutnya mengenai ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) tersebut dengan formulasi dalam bentuk sediaan salep.Kata kunci : Uban, Daun Pacar Kuku (lawsonia inemis L.), Pewarna Rambut GelHair dye preparation is a cosmetic preparation used in hair make up to color hair, one of which is henna leaves (Lawsonia inemis L.) that has been traditionally used among community. Various compounds were contained in it, such as terpenoid, flavonoid and saponin. Flavonoid is the most found active compound. This research aims to determine the endurance time of henna gel formulation on hair dyeing. This research used 4 gel preparation formulations with henna leaves extract i.e. F0 (no extract), FI (3%), FII (6%) and FIII (9%) using a cooling method namely maceration. The hair dye was done by dividing the grizzle that has been washed properly into 4 parts, after cleaned and dried. The results of this study were (F0) faded brown, (FI) dark brown, (FII) orange brown and (FIII) reddish brown. The gel formulation of nail henna leaf extract (Lawsonia inermis L.) can last for 6 weeks, namely as a semi-permanent hair dye. The gel formulation of nail henna leaf extract (Lawsonia inermis L.) is safe to use for hair coloring without irritation when using hair dye preparations. The suggestion from the researcher is that further research needs to be carried out regarding the leaf extract of nail henna (Lawsonia inermis L.) with a formulation in the form of an ointment.Keywords : Grizzle, Henna Leaves (lawsonia inemis L.), Gel Hair Dye
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Sulit Makan Pada Anak Usia Pra Sekolah Noviri, Lia Effi; Maulidya, Riski; Fitria, Nanda; Abrar, Abrar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2990

Abstract

Perilaku sulit makan merupakan perilaku anak yang menolak untuk makan, hanya makan makanan tertentu saja dan menghabiskan porsi makan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku sulit makan pada anak usia pra sekolah di Gampong Geulanggang Kulam Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh orangtua yang mempunyai anak usia prasekolah yang berumur 4-6 tahun di Gampong Geulanggang Kulam Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen yang berjumlah 75 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 05 September 2022. Analisa dilakukan dengan proses komputerisasi melalui analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gangguan nafsu makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia pra sekolah berada pada kategori ya (56.0%). Gangguan nafsu makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia pra sekolah berada pada kategori ya (60.0%). Pola makan tidak teratur dengan perilaku sulit makan pada anak usia pra sekolah berada pada kategori ya (57.3%). Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada para orang tua dapat memberikan dorongan / motivasi dan tambahan pengetahuan bagi orang tua supaya lebih memahami pola asuh agar tidak terjadi kesulitan makan pada anak.Kata Kunci : Perilaku Sulit Makan, Anak Usia Pra SekolahDifficult eating behavior is the behavior of children who refuse to eat, only eat certain foods and finish eating portions. The purpose of the study was to determine the factors associated with difficult eating behavior in pre-school age children in Geulanggang Kulam Village, Juang City District, Bireuen Regency. This research design uses descriptive research method. The population in this study were all parents who have preschool children aged 4-6 years in Geulanggang Kulam Village, Juang City District, Bireuen Regency, amounting to 75 people. The number of samples in this study were 75 people using total sampling technique. This research was carried out from August 29 to September 5, 2022. The analysis was carried out using a computerized process through univariate analysis. Based on the results of the study, it was found that appetite disorders with difficult eating behavior in pre-school age children were in the yes category (56.0%). Appetite disorders with difficult eating behavior in pre-school age children are in the yes category (60.0%). Irregular eating patterns with difficult eating behavior in pre-school age children are in the yes category (57.3%). From the results of this study, it is hoped that parents can provide encouragement / motivation and additional knowledge for parents to better understand parenting patterns so that there is no eating difficulty in children.Keywords : Difficult Eating Behavior, Pre-School Age Children
Studi Literatur: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Sitompul, Iin Sri Derfi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3021

Abstract

Saat ini, perkembangan dan kemajuan teknologi informasi semakin berkembang pesat. Agar suatu instansi/perusahaan dapat menggunakan informasi sebagai dasar pengelolaan dan pengolahan data, diperlukan sistem aplikasi di berbagai bidang (Deddy, 2016). Penggunaan sistem informasi di rumah sakit (SIMRS) sangat penting untuk mencapai pelayanan yang berkualitas. Namun perlu dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui manfaat SIMRS di unit kerja rumah sakit. Dengan demikian, rumah sakit dapat mengembangkan SIMRS dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan dan kegunaan SIMRS. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memandu dan menghambat penerapan sistem informasi manajemen informasi. Metode yang digunakan adalah metode database elektronik yang menggunakan Google Scholar untuk pencarian jurnal dengan istilah pencarian “Sistem informasi manajemen di rumah sakit”. Sebanyak 20.600 jurnal tersedia, namun hanya 10 yang memenuhi kriteria. Hasil kajian mengidentifikasi tiga penyebab utama: prosedur operasi standar (SPO) dan integritas manajemen, pemahaman dan keterampilan SDM, sistem dan teknologi. Kata Kunci: Faktor Penghambat, implementasi, SIMRS, standar prosedur operasionalToday the development and progress of information technology is growing rapidly. Application systems in various fields are a must for an agency / company to utilize information as a basis for administration and data processing (Deddy, 2016). The implementation of an information system in hospitals (SIMRS) is very important to achieve quality services. However, it is necessary to monitor and evaluate to find out how the benefits of SIMRS in the hospital work unit. Thus, it allows the hospital to develop SIMRS taking into account the factors that influence and benefit the use of SIMRS. The purpose of this literature review is to determine the driving and inhibiting factors in the implementation of Information Management Information Systems. The method used is the electronic data base method, the search for journals using google schoolar with the keyword "management information systems in hospitals", totaling 20,600 journals but only using 10 journals that match the criteria. The results of the study identified three main root causes, namely the completeness of standard operational procedures (SOP) and management, human resource capabilities, systems and technologKeyword: Inhibiting factors, implementation, SIMRS, standard operating procedures.
Studi Crossectional Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3011

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada remaja yang mengalami pubertas salah satunya terkait dengan status gizi. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami masalahan gizi yang dapat diakibatkan oleh diet yang ketat, kebiasaan makan yang buruk, gaya hidup (life style), penyakit infeksi, penilaian pada diri sendiri (citra tubuh), aktivitas fisik yang dilakukan, kualitas tidur serta pengetahuan tentang gizi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan durasi tidur dengan status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crosssectional study, populasi adalah remaja putri berjumlah 232 orang kemudian sampel dikecilkan dengan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%  sehingga sampel menjadi 70 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 02 s/d 16 Desember 2022. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05 dengan nilai keyakinan 0,95. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara durasi tidur (p value 0,009) dan pola makan (p value 0,01) dengan status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.Kata Kunci : Status gizi, durasi tidur, pola makanOne of the problems that often occur in adolescents who are experiencing puberty is related to nutritional status. Adolescent girls are a group that is vulnerable to nutritional problems which can be caused by strict diets, poor eating habits, lifestyle, infectious diseases, self-assessment (body image), physical activity carried out, sleep quality and knowledge. about balanced nutrition. This study aims to determine the relationship between sleep duration and nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam. This research is descriptive analytic with a cross-sectional study design, the population is 232 young women, then the sample is reduced using the Slovin formula with a margin of error of 10% so that the sample becomes 70 people. The research was conducted from 02 to 16 December 2022. This data analysis used the Chi Square statistical test with the help of a computerized significance value (a) of 0.05 with a confidence value of 0.95. The results showed that there was a relationship between sleep duration (p value 0.009) and diet (p value 0.01) with the nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam, Aceh Besar District.Keywords: Nutritional status, sleep duration, dietary habit
Gambaran Sistem Penyimpanan Obat di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Periode Agustus 2023 Akbar, Riski Muna; Kulla, Periskila Dina Kali; Meilina, Rulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3343

Abstract

Penyimpanan obat merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan obat di Puskesmas. Penyimpanan obat merupakan salah satu cara pemeliharaan perbekalan farmasi sehingga aman dari gangguan fisik dan pencurian yang dapat merusak kualitas suatu obat. Penyimpanan harus dapat menjamin kualitas dan keamanan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai sesuai dengan persyaratan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di Puskesmas Darul Imarah Aceh Besar tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana data akan dipaparkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Data yang diperoleh melalui daftar tilik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan persentase. tentang pedoman pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan, Penyimpanan Obat di apotek Puskesmas meliputi keadaan tata ruang / gudang, penyimpanan obat, pencatatan kartu stok, dan pengamatan mutu. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa penyimpanan obat di gudang obat Puskesmas Darul Imarah Aceh Besar meliputi keadaan tata ruang/gudang dengan persentase nilai 84,62% telah memenuhi persyaratan, cara penyimpanan obat 85,71%, pencatatan kartu stok 100% serta pengamatan mutu obat 90% adalah baik atau telah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Kata kunci: penyimpanan obat, apotek, gudang obatDrug stroge is an important factor in drug management at the puskesmas. drug stroge is one way to maintain pharmaceutical suplies so that they are safe from physical tampering and theft which can damage the quality of a drug. Storage must be able to guarantee the quality and safety of pharmaceutical preparations, medical devices and medical consumables according to pharmaceutical requirements. This study aims to find out the description of drug storage at the Darul Imarah Aceh Besar Health Center in 2023. This research uses a descriptive method where the data will be presented in the form of a frequency distribution table. Data obtained through chekclists were analyzed descriptively using percentages. regarding guidelines for the management of public medicines and medical supplies. Drug stroge at the puskesmas pharmacy includes spatial/warwhouse conditions, drug storage, stock card recording, and quality monitoring. The results of the study found that drug storage in the drug warehouse at the Darul Imarah Aceh Besar Health Center included spatial/warehouse conditions with a percentage value of 84.62% fulfilling the requirements, drug storage method 85.71%, stock card recording 100% and drug quality observation 90% is good or has met the terms and conditions set by the ministry of health of the republic of indonesia.Keywords: drug storage, pharmacy, drug warehouse

Page 79 of 123 | Total Record : 1226