cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol. 11 no. 2 (2026)" : 11 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TEPIAN HUTAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN TERNAK DAN LIMBAH JAGUNG DI DESA GANDUL, KECAMATAN PILANGKENCENG, KABUPATEN MADIUN Endy Setyawan; Latutik Mukhlisin; Fida Chasanatun
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24167

Abstract

Abstract. Gandul Village, located in Pilangkenceng District, Madiun Regency, is an agrarian area with considerable agricultural and livestock potential. However, the community faces challenges in managing livestock manure and post-harvest corn waste, which have not been optimally utilized, thereby posing risks of environmental pollution and reducing their economic value. This community service program aimed to empower the local community through training on processing livestock manure into organic fertilizer and converting corn waste into fermented alternative animal feed. The program was implemented using a participatory approach involving local technical agencies and was conducted on Saturday, December 6, 2025, in Gandul Village. The evaluation results indicated improvements in participants' participation, knowledge, and technical skills. The community became capable of independently producing organic fertilizer and fermented animal feed, generating positive impacts in terms of reduced production costs and increased environmental awareness. However, the sustainability of the program requires support in the form of feed flour processing equipment to enhance production efficiency. It can be concluded that this empowerment program is effective as a model of integrated waste management based on local potential. Recommendations include the provision of equipment, continuous assistance, strengthening community group institutions, and promoting community entrepreneurship.   Abstrak. Desa Gandul di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, merupakan wilayah agraris dengan potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar. Namun, masyarakat menghadapi permasalahan pengelolaan limbah kotoran ternak dan limbah jagung pascapanen yang belum optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan mengurangi nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan limbah jagung menjadi pakan ternak alternatif berbasis fermentasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan instansi teknis lokal, dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Desa Gandul. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi, pengetahuan, dan keterampilan teknis peserta. Masyarakat mampu memproduksi pupuk organik dan pakan ternak fermentasi secara mandiri, dengan dampak positif terhadap pengurangan biaya produksi dan peningkatan kesadaran lingkungan. Namun, keberlanjutan program memerlukan dukungan alat pembuat tepung pakan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Disimpulkan bahwa program pemberdayaan ini efektif sebagai model pengelolaan limbah terpadu berbasis potensi lokal, dengan rekomendasi penyediaan peralatan, pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan kelompok, dan pengembangan wirausaha masyarakat.  
SEMILOKA PENGELOLAAN PERSONAL BRANDING DAN PERENCANAAN KONTEN MEDIA SOSIAL BAGI GENERASI Z SOLO RAYA Novita Haryono; Sri Hastjarjo; Andrine Prima Afnetta; Firya Qurratu’ain Abisono; Aulia Suminar Ayu
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24245

Abstract

Abstract. According to an article published by Kompas.com, 64% of Generation Z, born between 1995 and 2012, plan to monetize their social media content. Furthermore, the Instagram Trend Report 2023, based on a survey conducted in collaboration with WGSN involving 1,200 Instagram users from Generation Z, revealed that 67%  or 804 respondents intend to use social media as a platform to pursue a full-time career as content creators. However, many members of Generation Z are still unaware of the significant challenges associated with becoming professional content creators. This issue has also been identified by content creators affiliated with AKKuN. These practitioners observed that aspiring content creators often underestimate several important challenges, including the need to produce content that provides positive value and complies with Indonesia's Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), as well as the importance of developing a distinctive personal branding strategy that can serve as their long-term identity. In response to these issues, this community engagement program organized a workshop consisting of interactive lectures accompanied by hands-on practice sessions on designing social media content and developing personal branding. The workshop was attended by 50 Generation Z participants, aged 18–24 years, representing various universities across the Solo Raya region. The resource persons were members of AKKuN, who served as the program's community partners. The evaluation of the workshop demonstrated that 88% of the 50 participants who attended expressed a commitment to improving the quality of their social media content.   Abstrak. Dalam salah satu artikel yang dimuat dalam kompas.com mengatakan bahwa 64 % dari Gen Z yang lahir pada tahun 1995 sampai 2012 memiliki rencana untuk memonetisasi konten-konten sosial media mereka. Ditambahkan pula dari laporan instagram trend report tahun 2023 yang melakukan survey bersama dengan WGSN terhadap 1200 pengguna instagram dari kalangan Gen Z dikatakan bahwa 67% atau 804 orang dari Gen Z yang terlibat dalam survei tersebut berencana menggunakan sosial media mereka untuk menjadi full time konten kreator. Namun demikian Generasi Z ini belum mengetahui bahwa ada tantangan besar menanti apabila mereka ingin menjadi konten kreator. Permasalahan ini yang dirasakan oleh penggiat konten kreator yang tergabung dalam AKKuN. Para penggiat konten kreator ini melihat ada beberapa tantangan yang kurang disadari seperti pentingnya konten yang memiliki nilai positif dan tidak melanggar UU ITE, serta membangun personal branding yang menjadi ciri khas mereka kedepan. Sehubungan dengan hal ini, dalam program pengabdian masyarakat ini kami mengadakan kegiatan semiloka yang berbentuk pemberian materi yang disertai dengan praktek sederhana merancang konten media sosial dan personal branding. Kegiatan semiloka ini diikuti oleh 50 orang peserta dari kalangan generasi Z yang berusia 18-24 tahun yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Solo Raya. Kemudian untuk narasumber kegiatan menghadirkan narasumber dari anggota AKKuN sebagai mitra. Dari evaluasi semiloka ini menunjukkan hasil bahwa 88% dari 50 peserta yang hadir memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas konten mereka.
PENYUSUNAN BUSINESS PLAN UNTUK TRANSFORMASI DAN PENGEMBANGAN USAHA BERKELANJUTAN APOTEK RIZKIA FARMA SIDOARJO Mustika Winedar; Wiwik Budiarti; Sugiyanto; Miftahol Horri; Sutarmin
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24273

Abstract

Abstract. Amid changing dynamics in the global pharmaceutical industry, pharmacies must adapt to ensure business sustainability while maintaining quality healthcare services. This community service activity was carried out in collaboration with Apotek Rizkia Farma in Sidoarjo, East Java. The primary objective was to assist the partner in preparing a comprehensive business plan encompassing marketing, operations, financial management, and business development strategies. Additionally, the program aimed to strengthen the partner’s managerial capabilities, particularly in marketing, medication stock control, and the use of technology-based services to support pharmacy operations. Knowledge transfer was conducted through a combination of training and mentoring approaches. The activity resulted in a complete and applicable written business plan. Quantitative impacts included a 35% improvement in the efficiency of financial transaction recording, a 30% reduction in medication stock input errors, a 22% increase in customer visits, an 11% decrease in operational expenses, and a 42,2% increase in average revenue. Qualitative outcomes were reflected in improved managerial understanding among the owner and staff, stronger customer trust, a more disciplined and focused work culture, and increased awareness of social and environmental responsibility within Apotek Rizkia Farma’s business practices.   Abstrak. Di tengah pergeseran paradigma dunia kefarmasian, bisnis apotek memerlukan perhatian agar mampu beradaptasi dan menjaga keberlanjutan usaha, sekaligus tetap memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan Apotek Rizkia Farma yang berkedudukan di Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Tujuan kegiatan ini yang pertama adalah membantu mitra menyusun business plan yang komprehensif yang mencakup aspek pemasaran, operasional, keuangan, dan strategi pengembangan usaha. Kedua, meningkatkan kapasitas manajerial mitra yang meliputi aspek pemasaran, pengelolaan stok obat, dan pengembangan layanan berbasis teknologi digital untuk mendukung pelayanan apotek. Metode yang digunakan untuk mentransfer knowledge kepada mitra adalah menggabungkan metode pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersusunnya dokumen tertulis business plan yang lengkap dan aplikatif, yang berdampak secara kuantitatif dalam bentuk terjadinya peningkatan efisiensi waktu pencatatan transaksi keuangan sebesar 35%, penurunan kesalahan input stok obat sebesar 30%, kunjungan pelanggan meningkat 22%, pengeluaran operasional menurun 11%, dan pendapatan rata-rata meningkat 42,2%. Sedangkan dampak kualitatif dapat ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman pemilik apotek dan staf tentang manajemen usaha modern, meningkatnya kepercayaan pelanggan, terbangun budaya kerja yang lebih disiplin dan terarah, serta tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya tanggung jawab social dan lingkungan dalam operasional bisnis apotek Rizkia Farma Sidoarjo.
PENGEMBANGAN KOPI CIWALUH UNTUK MEMPERKUAT DAYA TARIK WISATA DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA WISATA PASIR BUNCIR Rilla Rianty; Regina Dewi Hanifah; Antonius Rizki Krisnadi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24755

Abstract

Abstract. Pasir Buncir Tourism Village in Bogor Regency has considerable agro-ecotourism potential supported by Ciwaluh Coffee as a distinctive local product. However, this potential has not been fully utilized as a tourism attraction due to weak product branding, limited digital marketing, inadequate community capacity, and the lack of integration of coffee into educational tourism activities. This community service program aimed to develop Ciwaluh Coffee as a tourism attraction while strengthening community-based economic empowerment. The program was conducted on 9 May 2026 and involved 30 participants, including members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), coffee MSME owners, coffee farmers, and local residents. The program adopted a participatory community empowerment approach through observation, focus group discussions, socialization, training, hands-on practice, and mentoring. The results demonstrated the development of an initial community-based coffee educational tourism concept, preliminary product identity and packaging designs for Ciwaluh Coffee, and sample digital promotional content for social media. The program also enhanced participants' basic knowledge and practical skills in product branding, digital marketing, and coffee educational tourism development. Overall, the program established an initial foundation for community-based coffee tourism development by strengthening local capacity, reinforcing product identity, and integrating Ciwaluh Coffee into sustainable tourism development in Pasir Buncir Tourism Village.   Abstrak. Desa Wisata Pasir Buncir, Kabupaten Bogor, memiliki potensi agroekowisata yang didukung oleh Kopi Ciwaluh sebagai produk unggulan masyarakat. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata karena lemahnya branding produk, keterbatasan pemasaran digital, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta belum terintegrasinya kopi ke dalam atraksi wisata edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan Kopi Ciwaluh sebagai penguat daya tarik wisata sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Mei 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas anggota Pokdarwis, pelaku UMKM kopi, petani kopi, dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah participatory community empowerment melalui observasi, diskusi kelompok terarah, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya konsep awal wisata edukasi kopi, rancangan identitas dan kemasan produk Kopi Ciwaluh, serta contoh konten promosi digital berbasis media sosial. Kegiatan juga meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar peserta dalam branding, pemasaran digital, dan pengembangan wisata edukasi kopi. Program ini menghasilkan fondasi awal pengembangan wisata kopi berbasis masyarakat melalui penguatan kapasitas masyarakat, identitas produk, dan integrasi Kopi Ciwaluh sebagai daya tarik Desa Wisata Pasir Buncir yang berkelanjutan.  
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI MELALUI PEMBUATAN HERBARIUM DIGITAL DI SANGGAR BIMBINGAN WIRA DAMAI, BATU CAVES, SELANGOR, MALAYSIA Dina Chamidah; Sunaryo; Dwi Haryanta; Marmi; Pramita Laksitarahmi Isrianto
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.23903

Abstract

Abstract. Biodiversity conservation requires educational approaches that integrate field-based learning with digital technology to enable learners to develop a contextual understanding of the importance of conserving biological resources. This community service program aimed to enhance participants' knowledge and skills in biodiversity conservation through the development of a web-based digital herbarium at Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. The program employed a participatory approach consisting of conservation awareness sessions, flora exploration, species identification, digital documentation, digital herbarium development, website publication, and program evaluation. The participants included 20 individuals, comprising 16 students and 4 teachers. Program effectiveness was evaluated using pretest–posttest assessments, observation sheets, and participant response questionnaires. The results showed that the participants' mean score increased from 57.9 in the pretest to 82.4 in the posttest, with an N-Gain score of 0.58, indicating a moderate level of improvement. Observation results revealed that participants demonstrated good performance in specimen photography, plant identification, digital data processing, digital herbarium preparation, and presentation skills, with achievement scores ranging from 80% to 85%. The program also produced the Digital Herbarium Lovable.dev, a web-based digital herbarium that documents plant species together with their local names, scientific names, taxonomic classification, morphological characteristics, habitats, uses, and photographic records, providing a sustainable conservation-based learning resource. Overall, the program demonstrates that integrating digital technology into biodiversity conservation education can improve participants' understanding, enhance their digital literacy skills, and produce an innovative learning medium that supports the documentation and conservation of local biodiversity.   Abstrak. Konservasi keanekaragaman hayati memerlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aktivitas lapangan dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga peserta didik dapat memahami pentingnya pelestarian sumber daya hayati secara kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai konservasi keanekaragaman hayati melalui pengembangan herbarium digital berbasis website di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi konservasi, eksplorasi flora, identifikasi spesies, dokumentasi digital, penyusunan herbarium digital, publikasi website, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas 20 peserta, yaitu 16 siswa dan 4 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, lembar observasi keterampilan, dan angket respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 57,9 pada pretest menjadi 82,4 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam pengambilan gambar spesimen, identifikasi tumbuhan, pengolahan data digital, penyusunan herbarium digital, dan presentasi berada pada kategori baik dengan capaian antara 80%–85%. Selain itu, kegiatan menghasilkan prototipe Digital Herbarium Lovable.dev, yaitu website herbarium digital yang memuat dokumentasi spesies tumbuhan beserta informasi nama lokal, nama ilmiah, klasifikasi taksonomi, karakter morfologi, habitat, manfaat, dan dokumentasi visual sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis konservasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam konservasi keanekaragaman hayati mampu meningkatkan pemahaman peserta, mengembangkan keterampilan literasi digital, serta menghasilkan media pembelajaran yang mendukung dokumentasi biodiversitas lokal.
PEMBERDAYAAN UMKM BAKSO DAN BAKWAN DIKA SIDOARJO: SINERGI TEKNOLOGI GREEN ECONOMY DAN PEMASARAN DIGITAL GUNA MENDUKUNG KEBERLANJUTAN USAHA Nurhayati; Sandra Oktaviana Pinaraswati; Sri Susilowati; Alberta Esti Handayani; Ilya Farida
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24317

Abstract

Abstract. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector, such as Bakso dan Bakwan Dika Sidoarjo, face various challenges amid business developments, including low hygiene standards, manual production processes, absence of simple financial recording, and conventional marketing strategies, despite their substantial contribution to the national economy. This community service activity aims to implement eco-friendly technology based on green economy principles through digital marketing strategies to enhance the sustainability of the partner enterprise. The methodology encompasses three stages: planning (problem analysis), implementation (training on sanitation using EM4 technology, automated meatball molding machine, simple bookkeeping, production Standard Operating Procedures (SOP), product branding, and digital marketing via social media platforms such as Instagram, TikTok, and GoFood), and monitoring-evaluation based on sales turnover improvement. The results demonstrate increased production capacity, waste reduction, attainment of Business Identification Number (NIB) and halal certification by the partner, as well as significant sales turnover growth. The synergy of green technology and digital marketing offers a replicable model for other MSMEs to drive green economic transformation in Indonesia.   Abstrak. UMKM kuliner Bakso dan Bakwan Dika Sidoarjo seiring dengan perkembangan dunia usaha menghadapi berbagai tantangan yaitu: higienitas rendah, produksi secara manual, pencatatan keuangan sederhana belum dilakukan, dan pemasaran secara konvensional, walaupun memiliki kontribusi yang besar pada perekonomian nasional. Tujuan kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah pengimplementasian teknologi ramah lingkungan berbasis green economy melalui strategi pemasaran digital guna meningkatkan keberlanjutan usaha mitra. Metode yang dilakukan dengan tiga tahap: perencanaan (analisis masalah), pelaksanaan (pelatihan sanitasi, mesin pencetak bakso otomatis, pembukuan sederhana, SOP produksi, branding produk, dan digital marketing menggunakan media sosial seperti Instagram/TikTok/GoFood), serta monitoring dan evaluasi berbasis peningkatan omzet. Hasil kegiatan PKM memberikn hasil diantaranya: meningkatnya kapasitas produksi, mengurangi limbah, mitra mempeoleh NIB) dan sertifikat halal, serta meningkatnya omzet penjualan secara signifikan. Sinergi green technology dan digital marketing ini dapat direplikasi bagi UMKM yang lainnya untuk mendorong transformasi ekonomi hijau pada UMKM Indonesia.  
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH MELALUI PROGRAM INTERVENSI BERBASIS KELOMPOK DI LKSA MUHAMMADIYAH ABEPURA JAYAPURA Eka Nurwahyuliningsih; Rotua Siringoringo; Septyan Berliana Sumaki; Amos Alfius Wororomi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.25125

Abstract

Abstract. The Community Service Program aims to improve the social-emotional skills of school-aged children at LKSA Muhammadiyah Abepura Jayapura through a group-based intervention program. The implementation method uses a participatory approach consisting of planning, implementation, evaluation, and preparation of activity reports. The participants of the activity numbered 20 school-aged children, from elementary to high school. The activity was carried out through socialization, group discussions, filling out worksheets, reflection, pre-tests, post-tests, and art therapy as a medium for emotional expression. The evaluation results showed that the total score of participants increased from 761 in the pre-test to 925 in the post-test, while the average score increased from 38.05 to 46.25. The overall N-Gain calculation produced a value of 0.46 and is included in the moderate category. In Part A, the N-Gain was obtained at 0.45, while in Part B it was 0.60; both are included in the moderate category. These results indicate that group-based interventions help children recognize and express emotions, understand their peers' feelings, build empathy, communicate positively, and develop social behaviors that support community life in the LKSA environment. This Community Service Program has a positive impact on strengthening children's social-emotional skills and can serve as a simple, participatory, and applicable model for psychosocial development. It is recommended that similar activities be implemented continuously by LKSA caregivers through the use of creative media, emotional reflection, cooperative games, and empathetic communication exercises in daily development activities.   Abstrak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial-emosional anak usia sekolah di LKSA Muhammadiyah Abepura Jayapura melalui program intervensi berbasis kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan penyusunan laporan kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 20 anak usia sekolah yakni SD hingga SMA. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi kelompok, pengisian worksheet, refleksi, pre-test, post-test, serta art therapy  sebagai media ekspresi emosi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa total skor peserta meningkat dari 761 pada pre-test menjadi 925 pada post-test, sedangkan rata-rata skor meningkat dari 38,05 menjadi 46,25. Perhitungan N-Gain secara keseluruhan menghasilkan nilai sebesar 0,46 dan termasuk kategori sedang. Pada Bagian A diperoleh N-Gain sebesar 0,45, sedangkan pada Bagian B sebesar 0,60; keduanya termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi berbasis kelompok membantu anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi, memahami perasaan teman, membangun empati, berkomunikasi secara positif, serta mengembangkan perilaku sosial yang mendukung kehidupan bersama di lingkungan LKSA. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan dampak positif terhadap penguatan keterampilan sosial-emosional anak dan dapat menjadi model pembinaan psikososial yang sederhana, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pengasuh LKSA melalui penggunaan media kreatif, refleksi perasaan, permainan kerja sama, dan latihan komunikasi empatik dalam kegiatan pembinaan sehari-hari.
WORKSHOP PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU SMA/SMK/MA DI KABUPATEN BALANGAN Muh. Waskito Ardhi; Dwi Rosita Sari; Yunita Furinawati; Muh.Nur Luthfi Azis; Davi Apriandi; Candra Dewi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.25442

Abstract

Abstract. The scientific article writing workshop is a community service activity aimed at improving the understanding and skills of high school, vocational high school, and Islamic high school teachers in Balangan Regency, South Kalimantan, particularly in writing scientific articles based on Classroom Action Research (PTK). This event was held on February 19–21, 2024, through a collaboration between PGRI University of Madiun (UNIPMA), the Balangan High School and Vocational School Principals’ Association (MKKS SMK/SMA Balangan), and Light Community. The workshop included presentations on conceptual material and technical aspects of writing, as well as hands-on guidance on drafting. Of the 31 teachers in attendance, 26 participants completed pre- and post-activity comprehension questionnaires. The results of the evaluation analysis showed an increase in the average comprehension score from 2.33 to 3.29 per item, with a Normalized Gain (N-Gain) score of 0.573, which falls into the moderate category. The Shapiro-Wilk normality test indicated that the distribution of paired data differences was normally distributed (W=0.980; p=0.877). Therefore, a parametric Paired t-test was used, which yielded a highly significant difference (t(25)=11.417; p<0.001). This community service project concludes that the workshop proved to be effective and impactful in improving teachers’ understanding, particularly regarding the technical aspects of scientific article writing, which had previously been the participants’ main challenge. As a follow-up, it is recommended that ongoing clinical mentoring be provided until the manuscript submission stage. Abstrak. Workshop penulisan artikel ilmiah ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, khususnya dalam menyusun artikel ilmiah berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 19–21 Februari 2024 melalui kolaborasi antara Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) dengan MKKS SMK/SMA Balangan dan Light Community. Pelaksanaan workshop meliputi penyampaian materi konseptual, aspek teknis penulisan, dan pendampingan praktik penyusunan artikel. Tercatat dari 31 guru yang hadir, sebanyak 26 peserta melengkapi angket pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil analisis evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 2,33 menjadi 3,29 per butir, dengan skor Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,573 yang termasuk dalam kategori sedang. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi selisih data berpasangan berdistribusi normal (W=0,980; p=0,877). Oleh karena itu, digunakan uji parametrik Paired t-test yang menghasilkan perbedaan sangat signifikan (t(25)=11,417; p<0,001). Adapun simpulan dari pengabdian ini adalah workshop terbukti efektif dan berdampak dalam meningkatkan pemahaman guru, terutama pada aspek teknis anatomi penulisan artikel ilmiah yang sebelumnya menjadi kendala utama peserta. Sebagai tindak lanjut, disarankan adanya pendampingan klinis berkelanjutan sampai tahap pengiriman naskah.
PELATIHAN PENGOLAHAN DATA HASIL SURVEI KEPUASAN KONSUMEN KIOS, KANTIN EUREKA, BANDUNG Melina Hermawan; Arif Suryadi; Christina Wirawan; Indah Victoria Sandroto; Jimmy Gozaly; Yulianti; Rezal Muhamad Alfarizky Iskandar
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.25031

Abstract

Abstract. Eureka Canteen is a canteen located at Universitas Kristen Maranatha (UKM) Bandung. At that time, the kiosks in Eureka Canteen experienced a decline in sales, raising concerns that PT DSU, as the management of Eureka Canteen, might not continue the business cooperation for these kiosks. The decline in sales was possibly caused by consumer dissatisfaction with kiosk services. Therefore, it was necessary to measure consumer satisfaction through the distribution of questionnaires. The purpose of this community service program was to equip kiosk owners with the skills to create QR Codes from Google Forms questionnaires and to process questionnaire data stored in Google Sheets using Microsoft Excel, so that kiosk owners could identify consumer satisfaction levels and design strategies to improve sales. The training was conducted for 18 kiosk representatives in the computer laboratory of Grha Widya Maranatha. Pretest and posttest results were analyzed using N-Gain to assess training effectiveness and the Wilcoxon Signed Rank Test to determine significant differences between pretest and posttest. The results showed that the average score increased from 2.03 to 2.66 with an N-Gain of 0.65 (medium category). The Wilcoxon test yielded a significance value of p > 0.05, indicating a significant difference between before and after the training on the use of QR Code and processing questionnaire data with Microsoft Excel.    Abstrak. Kantin Eureka merupakan kantin yang berlokasi di Universitas Kristen Maranatha (UKM) Bandung.  Saat ini kios-kios di Kantin Eureka mengalami penurunan penjualan, dikhawatirkan kondisi penjualan tersebut mengakibatkan PT DSU selaku pengelola Kantin Eureka tidak melanjutkan kerjasama perpanjangan usaha kios-kios tersebut di Kantin Eureka.  Penurunan penjualan kemungkinan disebabkan adanya ketidakpuasan konsumen terhadap layanan kios. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran kepuasan dengan penyebaran kuesioner kepada konsumen.  Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membekali para pemilik kios dengan keterampilan membuat QR Code dari hasil kuesioner Google Forms, dan mengolah data hasil kuesioner yang tersimpan di Google Sheets dengan Microsoft Excel, sehingga para pemilik kios dapat mengetahui tingkat kepuasan konsumen lalu merancang strategi untuk meningkatkan kembali penjualan.  Pembekalan kepada 18 orang perwakilan kios dilakukan di laboratorium komputer Grha Widya Maranatha. Hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan N-Gain untuk melihat efektivitas pelatihan dan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest.  Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 2,03 menjadi 2,66 dengan N-Gain 0,65 (kategori sedang).  Hasil uji Wilcoxon menunjukkan signifikansi p value > 0,05, yang menjelaskan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan tentang penggunaan QR Code serta pengolahan data kuesioner dengan Microsoft Excel.  
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU GEOGRAFI KABUPATEN INDRAMAYU PADA MATERI PEMETAAN DENGAN DRONE DAN TEKNIK ANALISIS VEGETASI MANGROVE Sodikin Sodikin; Mirza Permana; Rahmat Hidayat; Agnes Puspitasari Sudarmo; Asep Andri Astriyandi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.25068

Abstract

Abstract. The development of geospatial technology requires geography teachers to be able to integrate modern mapping technology into the learning process. However, the use of drones and mangrove vegetation analysis techniques is still relatively limited among geography teachers. This community service activity aims to improve the competence of geography teachers in Indramayu Regency in the use of drones for mapping and mangrove vegetation analysis techniques. The activity was carried out over two days using lectures, demonstrations, field practice, and mentoring methods. Participants in the activity consisted of 18 teachers who are members of the Indramayu Regency Geography MGMP. The activity was evaluated using a Google Form-based questionnaire completed by participants after the activity was completed. The evaluation results showed a very high level of participant satisfaction with an average score of 4.95 out of 5, or a satisfaction index of 99%. Indicators with the highest scores included material quality, resource person competence, field practice, and increased understanding of the mangrove ecosystem. This activity successfully improved teachers' perceived understanding and skills, based on the participants' selfassessments.   Abstrak. Perkembangan teknologi geospasial menuntut guru geografi untuk mampu mengintegrasikan teknologi pemetaan modern ke dalam proses pembelajaran. Namun demikian, pemanfaatan drone dan teknik analisis vegetasi mangrove masih relatif terbatas di kalangan guru geografi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru geografi Kabupaten Indramayu dalam pemanfaatan drone untuk pemetaan dan teknik analisis vegetasi mangrove. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan metode ceramah, demonstrasi, praktik lapangan, dan pendampingan. Peserta kegiatan terdiri atas 18 guru yang tergabung dalam MGMP Geografi Kabupaten Indramayu. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form yang diisi oleh peserta setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,95 dari skala 5 atau indeks kepuasan sebesar 99%. Indikator dengan nilai tertinggi meliputi kualitas materi, kompetensi narasumber, praktik lapangan, serta peningkatan pemahaman mengenai ekosistem mangrove. Kegiatan ini berhasilmeningkatkan persepsi pemahaman dan keterampilan guru berdasarkan penilaian mandiri peserta.

Page 1 of 2 | Total Record : 11