cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
Aktivitas Renoprotektif Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) pada Tikus Model Diabetes Mellitus Tipe 2 Miranda Dewi; Suryono Suryono; Pipiet Wulandari
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13188

Abstract

Indonesia negara dengan kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, papan dan kesehatan. Daun kelor merupakan bagian dari sumber kekayaan alam Indonesia. Daun kelor memiliki senyawa aktif flavonoid yang memiliki khasiat antioksidan sehingga dapat membantu menurunkan stress oksidatif pada multiorgan akibat hiperglikemia, misalnya pada ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap kadar serum kreatinin tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotosin. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental design dengan rancangan post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 28 ekor tikus Wistar jantan (Rattus novergicus) sebagai populasi dengan berat 200-300 gram yang dibagi menjadi 7 kelompok melalui metode simple random sampling. Pemberian dosis ekstrak daun kelor dibagi menjadi 5 kelompok yaitu dengan dosis 62,5 kgBB, 125, 250, 500, dan 1000 mg/kgBB. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Pada penelitian ini menunjukkan p< 0,001 yang dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara dosis ekstrak daun kelor dan kadar serum kreatinin. Kata Kunci: Daun Kelor, Streptozotosin, Hiperglikemik Indonesia is a country with natural resources that can be used as food, basic necessities and health. Moringa leaves are part of Indonesia's natural resources. Moringa leaves have flavonoid active compounds that have antioxidant properties so that they can help reduce oxidative stress in multiple organs due to hyperglycemia, for example in the kidneys. The purpose of this study was to determine the effect of giving moringa leaf extract (Moringa oleifera Lamk) on serum creatinine levels of male Wistar rats induced by streptozotocin. This research is a true experimental design with a post test only control group design. This study used 28 male Wistar rats (Rattus novergicus) as a population weighing 200-300 grams which were divided into 7 groups through simple random sampling method. The doses of moringa leaf extract were divided into 5 groupsdoses of 62.5, 125, 250, 500 and 1000 mg/kgBW. Analysis of the data used was the Spearman correlation test (p < 0.001) which could be concluded that the correlation between the dose of moringa leaf extract and serum creatinine levels had a significant effect.
Identifikasi Fitokimia dan Uji Aktivitas Antiinflamasi In vitro Fraksi n- heksana Kapur Naga (Calophyllum soulattri Burm F) Dengan Metode Uji Penghambatan Denaturasi Protein Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Jariyah Amilia; Yuana Sukmawaty; Nashrul Wathan
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.14372

Abstract

Tumbuhan kapur naga (Calophyllum soulattri Burm F) merupakan salah satu spesies dari  keluarga Calophyllum yang terdapat di hutan Kalimantan khususnya daerah lahan basah. Secara empiris dimasyarakat memanfaatkan kulit batang C. soulattri untuk mengobati penyakit kulit yang salah satu mekanisme proses penyembuhan melawati tahap inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penulusuran kandungan fitokimia dari fraksi n-heksana kulit batang C. soulattri dan melakukan uji aktivitas antiinflamasi in vitro dengan metode uji penghambatan denaturasi protein menggunakan spektrofotometer uv-vis. Metode penelitian diawali dengan tahapan pembuatan simplisia, ekstraksi dengan etanol 96%, dan difraksinasi menggunakan n-heksana.  Setelah itu dilakukan  uji penelusuran kandungan fitokimia menggunakan uji tabung dan pengujian antiinflamasi menggunakan spektrofotometri uv-vis menggunakan metode penghambatan denaturasi protein secara kuantitatif dengan natrium diklofenak sebagai kontrol positif. Hasil dari identifikasi fitokimia diperoleh bahwa fraksi n-heksana mengandung alkaloid, fenol, tanin, flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Uji aktivitas antiinflamasi fraksi n-heksana kulit batang C. soulattri menghasilkan nilai IC50 sebesar 27,43±0,74 ppm dan natrium diklofenak dengan nilai  IC50 sebesar 39,17±0,86 ppm. Berdasaran uji t-test diperoleh hasil yang menunjukkan berbeda bermakna  dengan IC50 Natrium diklofenak (sig = 0,00). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu fraksi n-heksana kulit batang C. soulattri memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih baik dari natrium diklofenak. Kata Kunci: Bovine Serum Albumin, IC50, Natrium Diklofenak, Kuantitatif Kapur naga (Calophyllum soulattri Burm F) is a species of the Calophyllum family that found in the forests of Kalimantan, especially in wetland areas. Empirically, the community uses the bark of C. soulattri to treat skin diseases, which is one of the mechanisms of the healing process through the inflammatory stage. The purpose of this study was to investigate the phytochemical content of the n-hexane fraction of the stem bark of C. soulattri and to test its anti-inflammatory activity in vitro with the protein denaturation inhibition test method using uv-vis spectrophotometer. The research method begins with the steps of making simplicia, extraction with 96% ethanol, and fractionation using n-hexane. After that, a test for tracing the phytochemical content was carried out using a tube test and an anti-inflammatory test using uv-vis spectrophotometry using a quantitative protein denaturation inhibition method with diclofenac sodium as a positive control. The results of the phytochemical identification showed that the n-hexane fraction contained alkaloids, triterpenoids, phenols, tannins, flavonoids, and saponins. The anti-inflammatory activity test of the n-hexane fraction of C. soulattri stem bark produced an IC50 value of 27.43±0.74 ppm and diclofenac sodium with an IC50 value of 39.17±0.86 ppm. Based on the t-test, the results showed that it was significantly different from the IC50 of diclofenac sodium (sig = 0.00). The conclusion of this study is that the n-hexane fraction of the stem bark of C. soulattri has better anti-inflammatory activity than diclofenac sodium.
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Darul Kholil Burneh Bangkalan tentang Obat Generik Antara Sebelum dan Setelah Edukasi Abdul Hakim; Arief Suryadinata; Pradita Fiqlyanur Isna Primadana
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13517

Abstract

Obat generik merupakan program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia. Namun, masih banyak yang belum mengetahui tentang obat generik, sehingga perlu adanya pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang obat generik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan siswa SMA Darul Kholil Burneh Bangkalan tentang obat generik antara sebelum dan sesudah edukasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental one-group pretest postest design, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratafied random sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sejumlah 72 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2021-Januari 2022. Hasil pada penelitian ini diperoleh yaitu saat pretest terdapat 14% dengan tingkat pengetahuan baik, 65% dengan tingkat pengetahuan cukup dan 21% dengan tingkat pengetahuan kurang baik. Sedangkan saat postest diperoleh hasil 100% responden tergolong tingkat pengetahuan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah edukasi, hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon yang diperoleh nilai Asymp.Sig (2-Tailed) 0,0001. Kata Kunci: Obat Generik, Tingkat Pengetahuan, Edukasi, One Group Pre-Post TestGeneric drugs are a program of the Indonesian government to improve the quality of health in Indonesia. However, there are still many who do not know about generic drugs, so there needs to be education to increase knowledge about generic drugs. The purpose of this study was to find out the difference in high school student Darul Kholil Burneh Bangkalan's knowledge level about generic drugs between before and after education. This study uses an experimental method of one-group pretest postest design, sampling is done with stratafied random sampling techniques. The sample used in this study was 72 respondents. The study was conducted in December 2021-January 2022.  The results in this study were obtained when the pretest there was 14% with a good level of knowledge, 65% with a sufficient level of knowledge and 21% with a level of knowledge less good. While when postest obtained the results of 100% of respondents classified as a good level of knowledge. Based on the results of this study there is a difference in the level of knowledge between before and after education, it is evidenced by the results of the Wilcoxon test obtained asymp.Sig (2-Tailed) value of 0.0001.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria Malaccensis Lamk.) Dan Identifikasi Senyawa Dengan Metode GC-MS Misrahanum Misrahanum; Cut Aja Dian Zahira; Nurdin Saidi
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13803

Abstract

Gaharu (Aquilaria malaccensis L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antibakteri. Pada umumnya resin gaharu digunakan menjadi sediaan parfum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa kimia dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun gaharu. Senyawa yang diperoleh dari hasil analisis GC-MS sebanyak 23 senyawa dengan persentase area terbesar adalah Squalene, Phytol, Heneicosane, 9,12,15-Octadecatrienoic acid, methyl ester, 1,2-Benzenedicarboxylic acid, mono (2-ethylhexyl) ester, beta. –Sitosterol, ICOSANE (4,57%), Vitamin E dan Hexadecanoic acid, methyl ester. Aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran pada variasi konsentrasi 5; 10; 15; 20 dan 30 % terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus zona hambat yang diperoleh sebesar 6,09; 6,72; 7,78; 8,65; dan 9,63 mm pada bakteri E. coli sedangkan zona hambat S. aureus sebesar 10,37; 10,44; 11,63; 12,21; dan 13,34 mm. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun gaharu aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus. Kata Kunci: Gaharu, Senyawa Kimia, E. coli, S. aureus  Agarwood (Aquilaria malaccensis L.) is a plant that has antibacterial activity. Generally, resin to gaharu is used to make perfume. This research was conducted to determine the compound content and antibacterial activity of ethanol extracts of agarwood. The results of the Analysis of the compound content using the GC-MS instrument the ethanol extract contained 23 components with a larger area Squalene, Phytol, Heneicosane, 9,12.15-Octadecatrienoic acid, methyl ester, 1,2-Benzenecarboxylic acid, mono (2-Ethylhexyl) ester, beta. – Sitosterol , ICOSAN, Vitamin E  and Hexadecanoic acid, methyl ester. Testing of antibacterial activity using the well method at various concentrations of 5; 10; 15; 20 and 30%. The results activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Agarwood leaves ethanol extract obtained inhibition zone diameters of 6.09; 6.72; 7.78; 8.65; and 9.63 mm on E. coli bacteria while on S. aureus the inhibition zones were 10.37; 10.44; 11.63; 12.21; and 13.34 mm. The result showed that ethanol Agarwood extract is active in inhibiting the growth of E. coli and S. aureus bacteria. 
Efek Afrodisiaka dari Ekstrak Batang Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb.) terhadap Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus novergicus) Rollando Rollando; Arum Ardanareswari; FX Haryanto Susanto; Eva Monica
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13289

Abstract

Bajakah kalalawit (BK) secara empiris digunakan sebagai obat tradisional untuk meningkatkan daya tahan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak dari batang BK terhadap aktivitas seksual tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dengan parameter pendekatan, menunggang, dan kawin. Desain penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan induksi selama 3 hari. Batang BK dimaserasi dengan etanol 96%. Kontrol negatif diinduksi dengan CMC-Na 0,5% dan kontrol positif diinduksi dengan sildenafil sitrat pada dosis 10 mg/KgBB. P1, P2, dan P3 masing-masing diinduksi ekstrak batang BK pada dosis 150 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, dan 250 mg/KgBB/hari. Aktivitas pendekatan, menunggang, dan kawin pada hewan uji yang telah diinduksi diamati menggunakan libidometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak batang BK dapat meningkatkan aktivitas seksual tikus putih jantan pada dosis 150 mg/KgBB/hari jika dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang lain. Kata Kunci: Uncaria gambir Roxb, Tikus Jantan, Afrodisiaka, Libidometer Bajakah kalalawit (BK) is empirically used as a traditional medicine to increase sexual endurance. This study aimed to analyze the effect of administration of BK stem extract on the sexual activity of white male rats (Rattus norvegicus) with the parameters of introduction, climbing, and coitus. The research design was a Completely Randomized Design with five treatments and three days of induction. BK stems were macerated with 96% ethanol. Negative control was induced with 0.5% CMC-Na and positive control was induced with sildenafil citrate at 10 mg/kg BW. P1, P2, and P3 were induced by BK stem extract at dose of 150 mg/kg BW/day, 200 mg/kg BW/day, and 250 mg/kg BW/day, respectively. Introduction, climbing and coitus activities in the induced test of male rats were observed using libidometer. The results showed that the induction of BK stem extract could increase the sexual activity of male rats at dose of 150 mg/kg BW/day compared to the control group and other treatment groups. 
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) dan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose) dengan Metode DPPH Baiq Ridho Amalia; Handa Muliasari; Agriana Rosmalina Hidayati
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.14863

Abstract

Senyawa antioksidan mampu meredam senyawa radikal bebas sehingga menjadi substansi yang tidak berbahaya. Sumber antioksidan dibagi dalam dua kategori, antioksidan sintetis dan alami. Antioksidan alami dapat diperoleh dari bahan alam, salah satunya kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang dihasilkan ekstrak tunggal kulit buah pisang kepok (KPK) dan kulit naga merah (KNM) serta aktivitas antioksidan kombinasi keduanya. Kombinasi ekstrak KPK dan KNM dibuat dengan rasio (1:1); (1:2); dan (2:1). Ekstrak KPK dan KNM mengandung senyawa flavonoid yang berperan dalam aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Nilai IC50 ekstrak tunggal KPK dan KNM adalah 79,34 ± 1,139 ppm dan 79,96 ± 0,899 ppm. Nilai IC50 Kombinasi ekstrak KPK dan KNM dengan variasi (1:1); (1:2); dan (2:1) adalah 19,50 ± 2,552 ppm; 58,38 ± 2,338 ppm; dan 18,76 ± 1,605 ppm. Uji one way ANOVA menunjukkan nilai IC50 ekstrak tunggal dan kombinasinya berbeda signifikan (p < 0,05). Kombinasi ekstrak KPK dan KNM menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya. Kata Kunci: Sonikasi, KLT, Flavonoid, Kombinasi Ekstrak, DPPH Antioxidant compounds can reduce free radical compounds and become harmless substances. Antioxidants are divided into two, which are synthetic and natural antioxidants. Natural antioxidants can be obtained from natural ingredients, such as the peel of kepok banana (Musa paradisiaca L.) and the peel of the red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose). The goals of this study are to determine the antioxidant activity of extract kepok banana peel (KPK), red dragon fruit peel (KNM) and extract combination of both. The combination of KPK and KNM extracts was made in a ratio of (1:1); (1:2); and (2:1). KPK and KNM extracts contain flavonoid compounds which are responsible for the antioxidant activity produced. The antioxidant test was carried out using the DPPH method. The IC50 values of the single extracts of KPK and KNM were 79.34 ± 1.139 ppm and 79.96 ± 0.899 ppm. IC50 value combination of KPK and KNM extracts with variation (1:1); (1:2); and (2:1) are 19.50 ± 2.552 ppm; 58.38 ± 2.338 ppm; and 18.76 ± 1.605 ppm. One way ANOVA test showed that the IC50 values of single extracts and their combinations were significantly different (p < 0.05). The combination of KPK and KNM extracts had stronger antioxidant activity than the single extracts.
Uji Sediaan Krim Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna Speciosa Korth.) yang Berpotensi sebagai Antinosiseptif pada Mencit Jantan Galur DDY Puspita Raras Anindita; Herni Setyawati; Khurin In Wahyuni; Dwi Oktavia Putri; Yani Ambari
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.12146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antinosiseptif pada sediaan krim ekstrak daun kratom dan menentukan dosis efektifnya. Metode ekstraksi daun kratom yaitu dengan cara remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil ekstrak kental yang diperoleh dari proses maserasi dimasukkan ke dalam sediaan vanishing cream dengan dosis 0,26 gram; 0,56 gram; dan 0,86 gram. Pengujian antinosiseptif menggunakan metode hotplate test pada mencit jantan galur Deutschland Denken Yoken (DDY). Hasil pengamatan dianalisis menggunakan statistik nonparametrik Kruskal Wallis dan uji persamaan regresi linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga dosis krim ekstrak daun kratom memiliki perbedaan dan pengaruh terhadap jumlah loncatan kaki pada hewan coba jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif yang berpotensi sebagai antinosiseptif namun kurang bermakna, karena tidak menggunakan kontrol positif. Kata Kunci: Antinosiseptif, Krim,Uji Sediaan, Daun Kratom, Mitragyna speciosa Korth.This study aims to evaluate the antinociceptive potential of kratom leaf ekstract cream and determine its effective dose. The kratom leaf extraction method  used maceration using 70% ethanol solvent. The crude extract obtained from the maceration process is put in to the vanishing cream preparation at a dose of 0.26 grams, 0.56 grams, and 0.86 grams. Antinociceptive testing used the hot plate method on DDY strain male mice. The results of the observations were analyzed using nonparametric statistics “kruskal wallis” and linear regression equation test. The results of analysis showed that the three doses of kratom leaf extract cream had an effect on the number of jumps on the legs of experimental animals when compared to the negative control group which had the potential to be antinociceptive but less significant, because it did not use a positive control.
Tingkat Pengetahuan, Tindakan dan Persepsi Petugas Kesehatan Terhadap Obat Sisa, Obat Rusak dan Kedaluwarsa di Rumah Trisfa Augia; Mery Ramadani; Yessy Markolinda
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.15007

Abstract

Obat sisa, obat rusak dan kedaluwarsa di rumah dapat mencemari lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola dengan benar. Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola obat di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, tindakan dan persepsi petugas kesehatan terhadap pengelolaan obat di rumah serta mengetahui hubungan antara tindakan dan persepsi terhadap tingkat pengetahuan petugas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel 142 responden dari lima puskesmas di Kecamatan Koto Tangah, Padang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki obat tidak terpakai (69%), 23,2% memiliki obat rusak dan 33,8% mempunyai obat kedaluwarsa di rumah. Sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik tentang pengelolaan obat di rumah (73,2%) namun tindakan sebagian besar responden dalam melakukan pengelolaan obat di rumah masih tidak tepat (76,06%). Persepsi tentang pengelolaan obat di rumah dari sebagian besar responden sudah baik (78,2%) namun masih ditemukan persepsi yang kurang yaitu sebesar 21,8%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan dan persepsi dengan pengetahuan responden (p>0,05). Diharapkan pemerintah melakukan sosialisasi, edukasi, penyebaran informasi hingga optimalisasi peran tenaga kesehatan dalam mengelola obat di rumah. Kata Kunci: Limbah Obat, Pencemaran, Petugas Kesehatan, Edukasi, Rumah Tangga  Unused, damaged, and expired drugs at home can pollute the environment and pose a risk to public health if not properly managed. Health workers are expected to provide education to community in managing medicines at home. This study aimed to determine the level of knowledge, actions, and perceptions of health workers about drug management at home and to analyze the relationship between actions, perceptions, and the level of knowledge. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach with a sample of 142 respondents from five health centers in Koto Tangah sub-District, in Padang.  Data were analyzed univariate and bivariate using SPSS. The results showed that more than half of respondents had unused drugs (69%), 23.2% had damage drugs and 33.8% had expired drugs at home.  The majority of the respondents had a good level of knowledge (73.2%) but the actions of most healthcare workers in managing medicines at home were still inappropriate (76.06%).  The perceptions of drug management at home from most health workers are good (78.2%) but there is still a lack of perception of 21.8%.  There was no significant relationship between action, perception, and health worker knowledge (p>0.05). It is expected that the government will conduct training, education, and dissemination to optimize the role of health workers in managing medicines at home.
Evaluasi dan Potensi Daya Hambat Gel Antiseptik Tangan Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Bakteri Patogen Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis Ruth Mayana Rumanti; Sri Handayani; Tetty Noverita Khairani; Ihsanul Hafiz
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.13490

Abstract

Penggunaan gel antiseptik tangan merupakan upaya untuk menghindari kontaminasi kulit dari bakteri patogen. Daun kemangi diketahui memiliki kandunganflavonoid, alkaloid, tanin, dan linalool yang efektif sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan dan daya hambat antibakteri gel antiseptik ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap bakteri patogen di udara yaitu Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis. Simplisia daun kemangi sebelumnya dikarakterisasi lalu diekstraksi secara perkolasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diformulasi menjadi sediaan gel antiseptik dan diuji kestabilannya dengan metode cycling test selama 6 siklus. Daya hambat antibakteri dengan metode difusi sumuran pada konsentrasi 1,5%; 3%; dan 4,5%. Data penelitian dianalisis secara statistik Uji One Way Anova. Hasil evaluasi kestabilan pada 6 siklus tidak ada perubahan yang signifikan pada pengujian organoleptis, viskositas, pH, daya sebar sementara pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis dihambat pada konsentrasi 4,5% dengan diameter daerah hambat masing-masing sebesar 25,5 mm dan 26,6 mm termasuk kategori kuat. Kata Kunci: Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.), Gel Antiseptik Tangan, Potensi Daya Hambat, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis The use of hand antiseptic gel is an effort to avoid skin contamination from pathogenic bacteria. Kemangi leaves are known contain flavonoids, alkaloids, tannins, and linalool which are effective as antibacterial. This study aims to determine the stability and antibacterial inhibition of the antiseptic gel of the ethanolic extract of Kemangi leaves (Ocimum sanctum L.) against pathogenic bacteria in the air, namely Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus epidermidis. The simplicia of kemangi leaves was previously characterized and then extracted by percolation using 96% ethanol. The extract was formulated into an antiseptic gel preparation and tested for stability by the cycling test method for 6 cycles. Inhibition of antibacterial by agar well diffusion method at concentrations of 1.5%, 3%, and 4.5%. The research data were statistically analyzed by the One Way Anova Test. The results of the stability evaluation at 6 cycles showed no significant changes in organoleptic testing, viscosity, pH, dispersion, while the growth of Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus epidermidis was inhibited at a concentration of 4.5% with a diameter of 25.5 mm and 26.6 mm respectively is included in the strong category.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Peel-Off dari Ekstrak Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) dengan Variasi Konsentrasi PVA Sutomo Sutomo; Nhaya Riskita; Mia Fitriana
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.15569

Abstract

Kasturi (Mangifera casutri Kosterm.) merupakan salah satu tumbuhan endemik dari Kalimantan yang telah terbukti memiliki senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Ekstrak buah tumbuhan M. casturi dapat dibuat menjadi salah satu bentuk sediaan masker peel-off dengan memanfaatkan polivinil alkohol (PVA) untuk film-forming agent. Sediaan masker peel-off mampu merileksasikan terhadap otot wajah, melembabkan, dan juga dapat membersihkan kulit wajah serta efektif dalam menghilangkan sel kulit yang mati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan sifat fisik apa saja yang dapat dipengaruhi oleh adanya variasi konsentrasi PVA. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Variasi konsentrasi PVA yang digunakan pada penelitian ini yaitu: formula 1, 2, dan 3 secara berturut-turut adalah 8%, 10%, dan 12%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, waktu kering, dan uji hedonik. Evaluasi yang dilakukan terhadap formula 1, 2, dan 3 menegaskan bahwa dengan adanya variasi konsentrasi dari PVA menghasilkan formula yang berbeda secara signifikan baik dari hasil pengujian pH, daya lekat, daya sebar, dan waktu kering sediaan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpukan bahwa dengan bervariasinya konsentrasi PVA yang digunakan dapat mempengaruhi terhadap sifat organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, serta waktu kering sediaan. Kata Kunci: Masker Peel-off, Buah Kasturi, Mangifera casturi, Polivinil Alkohol, Formulasi  Casturi fruit (Mangifera casturi Kosterm.) is one of the endemic plants of South Kalimantan which contains natural antioxidants compound. The casturi fruit extract was formulated into a peel-off mask preparation using polyvinyl alcohol (PVA) as a film-forming agent. The peel-off mask has several benefits, including being able to relax facial muscles, cleanse and moisturize facial skin and effective in removing dead skin cells. This research aimed to determine the physical characteristics that are influenced by the PVA concentration variations. The used PVA concentration variations are formula 1 (8%), formula 2 (10%) and formula 3 (12%). The conducted evaluations are the organoleptic tests, homogeneity, pH, adhesion, spread ability, dry time, and hedonic tests. The evaluation results show that there are significant differences in the pH test, adhesion, spread ability and dry time of the preparations. The conclusion of this research is that the PVA concentration variations affected the organoleptic test, pH, adhesion, dispersion and dry time of the casturi fruit extract peel-of mask.