Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

“New Normal” Bukan Berarti Sudah Normal Studi Kualitatif pada Ibu Rumah Tangga di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2022 Fakhruddin, Fakhruddin; Myrnawati, Myrnawati; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Hidayat, Wisnu
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2794

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali secara lebih dalam semua hal yang terkait dengan ‘Adanya persepsi yang salah mengenai Perilaku “New  Normal”ibu rumah tangga di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil’. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama yaitu ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil dan informan pendukung adalah staff Puskesmas,dan  aparat/kepala desa setempat. Metode pengumpulan data dengan tekhnik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen, serta analisa data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yakni dengan reduksi data, penyajian data  dan penarikan kesimpulan . Hasil wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama dan pendukung sesuai dengan subfokus penelitian ini ternyata Dalam memahami konsep “New Normal” , ada kesalahan persepsi tentang perilaku “New Normal”  itu sendiri, hal ini terjadi karena tidak tersampaikannya informasi yang akurat tentang bagaimana perilaku “New Normal” . Hal ini mengakibatkan, ibu rumah tangga di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil beranggapan bahwa “New Normal”  adalah kembali pada situasi normal, sama seperti sebelum ada pandemic Covid-19. Usaha meluruskan pemahaman tentang “New Normal”  sudah dilakukan oleh pemerintahan desa, puskesmas juga kader kesehatan yang ada di Desa Sukarejo. Selain itu, selama pandemi virus Covid-19, kita diwajibkan menerapkan kebiasaan baik selama di rumah maupun selama beraktivitas di luar rumah, seperti, memakai masker, mencuci tangan, dilarang berkerumun dan menerapkan social distance (Jaga jarak) manimal 1,5 meter, hingga menjaga pola gaya hidup dan di prioritaskan selama memasuki fase “New Normal”Kata Kunci: New Normal, Covid -19, Ibu Rumah tanggaThe purpose of this research is to explorein more detail on all matters related to 'There is a misperception of “New Normal” Behavior”housewife atSukarejo Village, Simpang Kanan District, Aceh Singkil Regency.This type of research is a qualitative research. Collecting research data by in-depth interviews and observations of the main informants, namely housewives who live in Sukarejo Village, Simpang Kanan District, Aceh Singkil Regency and supporting informants are Puskesmas staff, and local village officials/heads. The results of in-depth interviews and observations of the main and supporting informants in accordance with the sub-focus of this study turned out to beIn understanding the concept of "New Normal", there is a misperception about the behavior of the "New Normal" itself, this happens because accurate information is not conveyed about how the behavior of "New Normal" is. As a result, housewives in Sukarejo Village, Simpang Kanan District, Aceh Singkil Regency assume that "New Normal" is a return to normal situations, the same as before the Covid-19pandemic. Efforts to straighten out the understanding of the "New Normal" have been carried out by the village government, puskesmas as well as health cadres in Sukarejo Village. In addition, during the COVID-19virus pandemic, we are required to apply good habits both at home and during activities outside the home, such as wearing masks, washing hands, prohibited from gathering and implementing a social distance of at least 1.5 meters.Keywords: New Normal, Covid -19, Housewife
PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING HEPATITIS B OLEH IBU HAMIL YANG DISEDIAKAN OLEH PUSKESMAS LAMPAHAN KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH Handayani, Tuti; Hidayat, Wisnu; Etalia Brahmana, Netti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1685

Abstract

Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. merupakan masalah yang sangat serius, karena hepatitis B menginfeksi hampir 2 miliar orang dan 350 juta orang tersebut adalah ibu hamil. (Dewi, 2019).Tujuan penelitian adalah Menganalisis secara lebih mendalam alasan ibu hamil belum memanfaatkan secara optimal program skrining Hepatitis B yang telah disediakan oleh Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang ibu hamil positif Hepatitis B, 3 orang Ibu Hamil Negatif Hepatitis B, 3 Bidan Desa, 1 orang Kader dan 1 orang Bidan Desa yang ibu hamilnya tidak mau melakukan Skrinning Hepatitis B. Penelittian Ini dilakukan pada tanggal 26 s/ d 31 Juli 2021 di wilayah Kerja Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa alasan ibu hamil belum memanfaatkan pelayanan Skrining Hepatitis B yang disediakan oleh Puskesmas Lampahan diantaranya pengetahuan ibu hamil yang masih kurang, Promosi Kesehatan Komuniasi, Informasi, dan Edukasi masih dirasa belum sepenuhnya diterima oleh ibu hamil, ibu hamil masih ada yang merasa bahwa manfaat dari Skrining Hepatitis B ini tidak membawa manfaat, Peran Bidan bekerja sudah pada tupoksinya, dan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. petugas kesehatan Puskesmas yang memberikan pelayanan Skrining Hepatitis B hendaknya melibatkan Bagian Promosi Kesehatan Puskesmas sehingga informasi yang diteima oleh ibu hamil dapat diserap dengan baik dan Informasi Kader yang memegang peranan penting dalam suatu kegiatan yang dilakukan di Desa, kader dan bidan bekerjasama dalam Skrining Hepatitis dan pendataan ibu hamil dilakukan oleh kader kesehatan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk melibatkan petugas promosi kesehatan dalam memberikan penyuluhan agar informasi yang disampaikan bisa langsung diterima oleh ibu hamil.Kata Kunci : Hepatitis B, Skrining, Ibu Hamil