Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Associated risk factors with incidence of irritant contact dermatitis among the cleaning worker in Santa Elisabeth Medan Hospital Panjaitan, Joice Sonya Gani; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Hidayat, Wisnu; Sitorus, Mido Ester J.
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 6 No. 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v6i1.4970

Abstract

Occupational irritant contact dermatitis (ICD) accounts for approximately 20% of work-related skin diseases, with 80% of cases affecting the hands. Cleaning staff are particularly susceptible to ICD. This study aimed to identify risk factors for ICD among cleaning staff at Santa Elisabeth Medan Hospital. A cross-sectional observational study was conducted involving 60 cleaning staff (total population) at the hospital in October-November 2023. The study investigated three groups of factors: host factors (age, gender, work duration, work stress, and personal protective equipment (PPE) use), agent factors (type of cleaning solution, duration and frequency of use), and environmental factors (perceived organizational support). The results showed that 8 of 60 cleaning staff (13.3%) had ICD. Statistical analysis revealed no significant association between ICD and host, agent, or environmental factors among cleaning staff (p > 0.05). Host, agent, and environmental factors were not found to be significant risk factors for OICD among cleaning workers at Santa Elisabeth Medan Hospital.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOCOL KESEHATAN PADA PEROKOK AKTIF DIMASA PANDEMI COVID-19 BERBASIS TEORI HEALT BELIEF MODEL DI DUSUN DEDALU KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2021 Diana, Erna; Hidayat, Wisnu; Lina Tarigan, Frida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1678

Abstract

Semua masyarakat memiliki pengetahuan tentang bahaya merokok, tetapi mereka tetap merokok karena berpikir bahwa selama tidak ada efek yang langsung terasa, Secara umum diyakini bahwa seseorang akan mengambil tindakan untuk mengurangi, dan mengontrol kondisi gangguan kesehatan tergantung dari health belief  yang dimilikinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui health belief pada masyarakat perokok aktif di masa pandemi covid-19 di Kampung Hakim Bale Bujang Dusun Dedalu. Teknik pengambilan sampel menggunakan randomsampling dengan data penelitian diambil menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan  Health belief masyarakat di Kampung Hakim Bale Bujang Dusun Dedalu berada pada kategori sedang yakni sebesar 70 orang responden. Terdapat empat faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan  protocol kesehatan pada perokok aktif yaitu Perceived  susceptibility (persepsi kerentanan), Perceived benefits (persepsi manfaat), Perceived  Barriers (persepsi hambatan) dan Self efficacy (kemampuan diri) dengan nilai value p < 0,05 sedangkan  Perceived  Severity (persepsi keparahan) dan Cues to action (petunjuk bertindak) tidak berhubungan Disarankan kepada pemerintah daerah dan masyarakat pada umumnya untuk mematuhi protokol kesehatan dengan 5M untuk mencegah covid-19 terutama bagi perokok aktif pada  masa pandemic. Kata Kunci : Healt Belief Model, Perokok Aktif, Protocol Kesehatan
ANALISIS STUDI KASUS PENOLAKAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PEMBERIAN VAKSIN COVID 19 DI LINGKUNGAN KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNYANG KUTE REDELONG KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2021 Nurhayani, Nurhayani; Hidayat, Wisnu; Silitonga, Evawani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1722

Abstract

Vaksinasi covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/ penularan covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Untuk menganalisis penolakan tenaga kesehatan terhadap pemberian vaksin covid 19 di lingkungan kerja Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Adapun jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum  Daerah Munyang Kute Redelong Kabupaten Bener Meriah. Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang Tenaga Kesehatan yang menolak diberikan vaksinasi covid-19 yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute Redelong. Dari hasil wawancara diatas, terhadap 3 informan dapat artikan adanya ketidak yakinan/ tidak yakin dengan vaksin yang di berikan kepada tenaga kesehatan diantaranya karen vaksin tersebut prodak dari cina dan karena efektivitas dari vaksin sangat rendah mereka tidak mempercayai bahwa vaksin tersebut halal, sertifikat halal dari MUI itu tidak ada. Informan mengerti tentang covid-19 penyebarannya, dan mendukung program pemerintah, mengetahui bahwa tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penganan Covid 19. Informan siap untuk diberikan sangsi karena penolakan tersebut dan bersedia menerima segala resikonya. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagian promkes RSUD Munyang Kute untuk edukasi mengenai pemberian vaksinasi covid 19 terhadap seluruh pegawai RSUD Munyang Kute Redelong, degan memberikan pengertian yang sejelas-jelasnya kepada semua staf agar mau dilakukan vaksin.  Kata Kunci: Vaksin, Covid-19, Penolakan, Tenaga Medis
PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA PARBOTIHAN KECAMATAN ONAN GANJANG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Hidayat, Wisnu; Tarigan, Frida Lina; Sinaga, Lia Rosa Veronika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasan Pratik buang air besar sembarangan merupakan salah satu masalah sanitasi yang memerlukan perhatian khusus. UNICEF (United Nations Interational Childrens Emergency Fund) menyatakan bahwa sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk, serta minum air yang tidak aman berkontribusi terhadap 88% kematian anak akibat diare di seluruh dunia. Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India sebagai Negara dengan masayrakat berperilaku BAB Sembarangan. Tahun 2020 berdasarkan data Kemenkes Cakupan akses Jamban sehat di Indonesia masih berkisar 80%. dan ada sekitar 30,95 juta jiwa yang masih BAB sembarangan . Sedanggakan di Sumatera cakupan akses jamban sehat hanya berkisar 73,44%. Berdasarkan data kuantitatif UPT Puskesmas Onan Ganjang hingga Desember 2020, di Kecamatan Onan Ganjang cakupan akses terhadap jamban sehat masih mencapai 87%, sedangkan di Desa Parbotihan Kecamatan Onan Ganjang meyumbangkan sekitar 60 KK yang pmasih BAB sembarangan artinya belum memiliki akses terhadap jamban sehat. Maka salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melaksanakan Sanitasi Total Berbasi Masyarakat di Desa Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan
PEMETAAN KASUS COVID-19, PENYULUHAN SERTA BANTUAN MASKER DAN SOSIAL PANGAN DI RW 08, KELURAH BAMBU APUS, KECAMATAN PAMULANG, TANGERANG SELATAN, TAHUN 2021 Wandra, Toni; Hidayat, Wisnu; Hakim, Lukman
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Penyebaran COVID-19 di Indonesia sudah semakin meluas dengan peningkatan jumlah kasus dan/atau jumlah kematian yang tinggi. Pada bulan Juli 2021, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten merupakan salah kota yang wajib menerapkan PPKM Darurat, karena termasuk zona merah COVID-19. Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan di RW 08, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, terjadi peningkatan kasus yang luar biasa tinggi terutama pada bulan Oktober s/d November 2021, namun belum tersedia data lengkap besaran serta distribusi kasus dan kematian. Cara pencegahan COVID-19 yang paling efektif yang dapat dilakukan oleh masyarakt adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan (5M), seperti selalu menggunakan masker bila bepergian atau keluar rumah. Selain itu diharapkan seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 sesuai dengan kebijakan pemerintah. Untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan COVID-19 dan mendorong agar selalu menggunakan masker, maka perlu dilakukan penyuluhan yang terus menerus antara lain melalui media cetak (leaflet). Untuk mengatasi dampak ekonomi pandemi COVID-19 membutuhkan peran serta dari semua pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah, pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat. Untuk itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diperkirakan bermanfaaat di RW 08 adalah: 1) Pemetaan kasus COVID-19, agar dapat dijadikan sebagai informasi/masukan bagi Ketua RT dan RW, Satgas COVID-19 RW 08, Puskesmas setempat, dan pihak terkait lainnya sebagai bahan perencanaan lebih lanjut dalam penanggulanagan COVID-19; 2) Pendistribusian leaflet COVID-19 yang dirancang sendiri untuk lebih meningkatkan pengetahuan warga RW 08 tentang pencegahan dan pengendalian COVID-19. Leaflet merupakan salah satu pilihan media penyuluhan yang tepat pada masa pandemi, untuk menghindari risiko penularan COVID-19 antara pelaksana kegiatan pengabdian dan warga RW 08; 3) Pendistribusian masker untuk lebih mendorong (enabling factor) warga RW 08 untuk selalu menggunakan masker; dan 4) Penyaluran bantuan sosial pangan untuk membantu keluarga terdampak pandemi COVID-19 atau kebijakan PPKM Darurat, dan diharapkan sebagai contoh atau dorongan bagi elemen masyarakat lainnya untuk berbuat hal yang sama. Sasaran kegiatan adalah: 1) Seluruh penderita COVID-19 bulan Desember sampai Agustus 2021 di RW 08; 2) Seluruh anggota keluarga dari 200 KK di RW 08 (±750 anggota keluarga); dan 3) Keluarga yang rentan terdampak ekonomi Pandemi COVID-19 atau PPKM Darurat (40 keluarga).
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI Purnama Ria Sihombing, Esther; Hidayat, Wisnu; Sinaga, Janno; Nababan, Donal; Ester J. Sitorus, Mido
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.19199

Abstract

Hipertensi masih menjadi bahaya kesehatan karena merupakan penyakit yang bersifat 'silent killer' Hipertensi dapat meningkatkan tekanan didalam pembuluh darah di atas normal dan menempatkan pasien pada risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Faktor risiko Riwayat keluarga/keturunan, tingkat pendidikan, stress, kebiasaan minum kopi, kebiasaan merokok berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi kejadian Hipertensi Masyarakat Usia Produktif Diatas Umur >40 Tahun di wilayah Kecamatan Nainggolan Periode 2021-2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi kasus-kontrol (case-control study). Responden dalam penelitian ini masyarakat usia > 40 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sirait dengan jumlah kelompok kasus sebanyak 50 responden dan kelompok kontrol sebanyak 50 responden. Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini menggunakan  uji Chi –Square dan selanjutnya  menggunakan regresi logistik untuk melihat faktor yang paling berpengaruh. Hasil Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan Riwayat Keluarga/ keturunan hipertensi (p=0,002 OR=4,89 95%CI=1,76 - 13,69,) dan Kebiasaan merokok (p=0.047,  OR=1,54 95%CI=1,00 - 2,37)  terhadap kejadian hipertensi dan tidak ada hubungan  tingkat pendidikan responden (p=0,294 OR=0,727 95%CI=0,40 - 1,32), Tingkat stress (p=0.500 OR=1,36 %CI=0,55 - 3,29), kebiasaan Minum kopi(0.872 OR=0,95 95%CI=0,50 - 1,78) terhadap kejadian hipertensi faktor yang paling dominan adalah faktor keluarga/ keturunan (p=0.002) OR=5,246  95%CI=1.846-14.910 yang artinya responden dengan riwayat keluarga/keturunan mempunyai risiko terkena hipertensi 5,246 kali dibanding responden yang tidak memiliki riwayat keluarga/keturunan  Disarankan agar Puskesmas dapat membuat program pencegahan dan penurunan angka kejadian hipertensi melalui kegiatan Deteksi dini/Skrining ifaktor risiko penyakit hipertensi di setiap desa secara rutin setiap bulan serta melakukan edukasi tentang penyakit hipertensi dan faktor-faktor risiko terjadinya hipertensi iterutama pada masyarakat yang memiliki riwayat keluarga/keturunan. Hipertensi dan riwayat merokok.
PERAN BRAND AWARENESS, BRAND ASSOCIATION, PERCEIVED QUALITY DAN BRAND LOYALTY TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN Hidayat, Wisnu; Widjaya, Lindawati; Sutrisno, Gono
Jurnal Penelitian Manajemen Vol 2 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN MANAJEMEN
Publisher : Universitas Utpadaka Swastika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70429/jpema.v2i2.130

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh elemen-elemen ekuitas merek (Brand Equity) di Café Roti Bakar 88 terhadap loyalitas pelanggannya. Elemen-elemen ekuitas merek yang di analisis dalam penelitian ini terdiri dari kesadaran merek (Brand Awareness), asosiasi merek (Brand Association), persepsi kualitas (Perceived Quality), dan loyalitas merek (Brand Loyalty).Penelitian ini adalah Asosiatif dengan Metodelogi sample pengunjung roti Bakar 88 dengan pengambilan sample mengunakan random sampling.Variabel yang paling berpengaruh dominan adalah variabel Brand Association dengan koefisien 0,263, lalu diikuti oleh variabel Brand Loyalty dengan koefisien 0,244, dan diikuti juga oleh variabel Perceived Quality dengan koefisien 0,108, dan terakhir adalah variabel Brand Awareness dengan nilai koefisien 0,084.Pengaruh Keempat dimensi ekuitas merek terhadap Loyalitas pelanggan Café Roti Bakar 88. Berdasarkan hasil uji F diperoleh hasil nilai signifikansi lebih kecil dari 0.005 (0,000 < 0,005). Hal ini dapat dikatakan bahwa Ekuitas Merek yang meliputi Brand Awareness (Kesadaran Merek) (X1), Brand Association (Asosiasi Merek) (X2), Perceived Quality (Persepsi Kualitas) (X3), dan Brand Loyalty (Loyalitas Merek) (X4), secara bersama-sama berpengaruh terhadap Loyalitas pelanggan Café Roti Bakar 88 cabang GOR Tangerang.
Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2021 Marbun, Serepina; Hidayat, Wisnu; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sinaga, Janno
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2349

Abstract

Masa balita merupakan masa keemasan (Golden Age) dimana setiap anak akan mengalami banyak perubahan baik dari segi fisik, motorik, sosial dan emosional yang dapat berlangsung dengan cepat. Pada masa balita ini, berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, dimana salah satunya adalah Stunting. Stunting pada balita baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sanitasi lingkungan, pendapatan keluarga dan asupan makanan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Siborong-borong, kabupaten,tapanuli utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol (Case Control). Variabel yang diteliti meliputi variabel pendapatan, pengetahuan, sanitasi lingkungan dan asupan makanan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 1892 orang dengan jumlah balita yang terkena stunting sebesar 104 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknil total sampling dengan total sampel 104 balita. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah Pengetahuan ibu P- Value = 0.005  (95% Cl 1.322 – 4.086), asupan makanan P- Value = 0.000 (95% Cl 2.022-6.359), Sanitasi dan lingkungan P- Value = 0.000  (95% Cl 1.113 – 7.924). sedangkan Variabel yang  tidak berhubungan adalah pendapatan P- Value = 0.778  (95% Cl  0.510-1.543). Hasil analisis multivariate diketahui bahwa asupan makanan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai OR sebesar 3.586 kali. Asupan makanan yang baik sangat menentukan tumbuh kembang anak. Dimana anak yang memiliki asupan yang baik akan terhindar dari kejadian stunting. Kata Kunci : Kejadian Stunting, Pengetahuan, Pendapatan, Sanitasi lingkungan, Asupan MakananThe  objective of this research is to determine the correlation of knowledge, environmental sanitation, family income,  and food intake with the incidence of stunting  in  the working  area  of the Puskesmas  (Community Health  Center) Siborong-Borong,  North  Tapanuli Regency.  This  is quantitative research with Case-Control  design.    The   variables  studied   included   income,   knowledge, environmental sanitation,  and food  intake.   The population  in  the research is 1,892 people and the number of toddlers affected by stunting is  104  toddlers. The research uses the total sampling technique with  104 samples taken.  The results  show  that there  is a correlation  between  maternal  knowledge  (a   =0.005)  with an OR value of 2,324 times, food (a  = 0.040)  with an OR value of 3,586  times,  and environmental sanitation  (a  =  0.040)  with an OR value of 2,970 times.  The income variable is not a variable correlated to the incidence ofstunting (a= 0.078)  with an OR value of0.887 times.  Based on the results of multivariate analysis, food intake is the most influential factor in the incidence of stunting  in toddlers with an OR value of 3,586  times.  It  is expected that mothers can increase their knowledge by participating  in various training on providing food for  toddlers  (PMBA)  which  are  carried  out  both from  the Puskesmas   (Community  Health  Center)  and  Posyandu  (Integrated  Service Center).Keywords:   incidence    of   stunting,    knowledge,    income,    environmental sanitation, food   intake
Electronic Door App Development Using Machine Learning And Face ID Hidayat, Wisnu; Sri Lestari, Ninik; Gammanr, Dzulfikri Gammanr
Brilliance: Research of Artificial Intelligence Vol. 5 No. 2 (2025): Brilliance: Research of Artificial Intelligence, Article Research November 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/brilliance.v5i2.6816

Abstract

Face recognition technology (Face ID) has emerged as a highly secure solution by leveraging the distinctive attributes of each individual.  The application of Face ID in electronic door access systems significantly enhances security across residential, commercial, and public facilities.  This research's urgency can markedly enhance access security relative to traditional approaches and intelligent, secure, and efficient security solutions.  The objective of the research is to create a Face ID-based door security system, enhancing efficiency and reliability in access security.  The research employs the experimental technique alongside system development utilising the waterfall model.  The process involves analysing requirements to facilitate research, followed by system design, system testing, and concluding with system implementation.  Face ID employs artificial intelligence and machine learning technology to identify registered faces.  The precision of facial detection with a high-resolution camera and its connection with a smart lock may be managed via the application. A biometric authentication system utilizing facial recognition can serve as a substitute for traditional door lock mechanisms. The main components of the electronic door include biometric recognition based on Face ID. Its mechanism uses a solenoid lock to automatically control the door lock through electromagnetic action. The user interface is equipped with an LCD screen, which displays comprehensive information about the status of the electronic door.  The testing findings indicate that the input and output hardware of the system, specifically the camera and servo motor, function effectively.
PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS LOTU KABUPATEN NIAS UTARA Zendrato, Nonitehe; Nababan, Donal; Silitonga, Evawani Martalena; Hidayat, Wisnu; Sitorus, Mido Ester J.; Pane, Masdalina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.2761

Abstract

Employee performance at the Puskesmas is one of the factors that are expected to support the achievement of the goals of the Puskesmas it self. Employee performance is influenced by several factors, one of which is internal control and leadership style as very fundamental in the administration of government to ensure that government goals are achieved effectively and efficiently. In the initial survey, it was seen that internal control and leadership style had not been implemented properly, so it was seen that many employees were often absent, arrived late and returned home early, and the submission of reports was often late. timely submission of reports. The purpose of this study was to determine the effect of internal control and leadership style on the performance of UPTD Lotu Public Health Center employees, North Nias Regency. The research design used in this study was analytic with a cross sectional approach. The population in this study were 96 employees of the Lotu Health Center UPTD with samples taken from the entire population. The data collection method was primary data and secondary data. The data analysis used was test multiple linear regression. The results showed that internal control had a sig-p value of 0.003 < 0.05, leadership style had a sig-p value of 0.003 < 0.005, which means that internal control and leadership style had an effect on performance. The conclusion in this study is that there is an influence of internal control and leadership style on employee performance at the Lotu Health Center UPTD North Nias Regency in 2020 and it is hoped that the Lotu Health Center UPTD Leader will improve and innovate in internal control and good leadership style.