Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH WAKTU DAN SUHU MASERASI TERHADAP STRENGTH GEL KARAGINAN Eucheuma Cottonii DENGAN NaOH SEBAGAI PELARUT Setyorini, Dwi; Syafaatullah, Achmad Qodim; Variyana, Yeni
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.948 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.268

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Tingginya angka penjualan rumput laut Eucheuma cottonii dalam bentuk bahan mentah, mengakibatkan diperlukannya pengolahan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jualnya. Salah satu produk rumput laut yang diminati yaitu karaginan yang dapat dimanfaatkan oleh industry pangan maupun non pangan karena dapat digunakan sebagai penstabil, pengemulsi, maupun gelatasi. Untuk mendapatkan karaginan, perlu dilakukan proses lanjutan yaitu ekstraksi. Terdapat berbagai jenis metode ekstraksi salah satunya yaitu maserasi (perendaman). Sebelum dilakukan maserasi, rumput laut sebaiknya dibersihkan dari kotoran – kotoran yang menempel untuk menghindari adanya kontaminasi sekaligus meningkatkan nilai kualitasnya. Solvent yang digunakan untuk proses maserasi sebaiknya merupakan solvent yang bersifat alkali, salah satunya yaitu NaOH. Waktu maserasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Sedangkan variasi suhu yang digunakan yaitu 60oC, 70oC dan 80oC. Hasil maserasi selanjutnya dikeringkan dan direduksi ukurannya. Untuk mengetahui kualitas dari karaginan yang dihasilkan, maka dilakukan Analisa viskositas dan strength gel. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai strength gel akan berbanding terbalik dengan viskositas. Karaginan dengan mutu terbaik, dihasilkan melalui proses maserasi menggunakan NaOH pada suhu 70oC selama 1 jam dengan nilai strength gel nya sebesar 575 gr/cm2 dan viskositasnya 227 cp.
PERBANDINGAN YIELD EKSTRAKSI PIPERIN PIPER NIGRUM L. DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAKSI KONVENSIONAL DAN MICROWAVE Silmi, Fadian Farisan; Variyana, Yeni; Shintawati
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.574 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.272

Abstract

Piperin merupakan zat aktif yang terdapat dalam buah lada hitam (Piper nigrum L.). Zat aktif tersebut banyak digunakan di industri makanan dan farmasi. Pengambilan piperin biasanya menggunakan proses ekstraksi dari oleoresin ekstrak. Pada penelitian, material menggunakan media pemanas yaitu microwave dan heater. Parameter ekstraksi yang ditentukan adalah massa bahan baku sebanyak 50 gr, feed to solvent (F/S) adalah 1:4 dan 1;6, serta volume KOH sebanyak 50 mL untuk mengikat kristal piperin dalam ekstrak. Hasil penelitian pada rasio F/S 1:4 dan 1:6 secara berturut-turut didapatkan yield ekstraksi piperin dari lada (Piper nigrum L.) menggunakan microwave 2,56 dan 2,91 kali lebih tinggi dibandingkan konvensional (heater). Sedangkan meningkatnya jumlah volume etanol yang digunakan pada ekstraksi piperin dapat menurunkan perolehan yield sebanyak 11,27% dan 21,54% untuk setiap 100 mL etanol. Titik leleh kristal piperin terjadi pada suhu 120 oC dengan titik leleh sempurna kristal piperin terjadi pada suhu 150 oC.
TEKNOLOGI EKSTRAKSI MINYAK BAWANG BOMBAI (ALLIUM CEPA L.) MENGGGUNAKAN METODE MICROWAVE HYDRO-DIFFUSION GRAVITY (MHG) DAN SOXHLET Variyana, Yeni; Afifah, Dian Ayu; Setyorini, Dwi; Syafaatullah, Achmad Qodim
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.963 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.450

Abstract

Umumnya, bawang bombai (Allium cepa L.) diekstraksi sebagai bahan penyedap masakan dan obat-obatan. Akan tetapi, proses ekstraksi masih terbatas pada yield yang dihasilkan dengan metode tradisional. Pada penelitian ini digunakan metode ekstraksi microwave hydro-diffusion and gravity (MHG) untuk mengevaluasi bagaimana mempengaruhi yield minyak yang dihasilkan dari bawang bombai. Selain itu, adanya metode sokletasi sebagai teknik ekstraksi konvensional sebagai pembanding terhadap kinerja dan kuantitas ekstrak. Selanjutnya, metode ekstraksi MHG tidak memerlukan penggunaan pelarut, melainkan menggunakan air yang terdapat di dalam material sebagai pelarut internal. Dalam penelitian ini, bawang bombai diperlakukan dengan dua (2) cara yaitu dengan penjemuran sinar matahari (sun dying) selama 1 hari dan tanpa pretreatment. Parameter ekstraksi dengan MHG digunakan daya microwave sebesar 600 W, waktu ekstraksi 75 menit, dan ukuran material 1 cm. Hasil penelitian menunjukkan yield lebih tinggi diperoleh dari bahan melalui sun drying sebesar 2,78% dibandingkan dengan bahan yang tidak di pretreatment yaitu 1,76%. Hasil recovery minyak yang dihasilkan dari metode soxhlet sebesar 4,98% selama 5 jam. Oleh karena itu, metode MHG dapat dijadikan sebagai salah satu metode ekstraksi yang ramah lingkungan, waktu ekstraksi lebih cepat, dan konsumsi energi yang lebih sedikit sehingga dapat diterapkan pada skala yang lebih besar.
OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI ULTRASONIKASI DAUN BINAHONG MENGGUNAKAN CENTRAL COMPOSITE DESIGN Nury, Dennis Farina; Luthfi, Muhammad Zulfikar; Nugroho, Muhammad Erwin Cahyo; Variyana, Yeni
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.935

Abstract

Daun binahong (Anredera cordifolia) telah lama dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam pengobatan tradisional. Daun ini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan polifenol yang berfungsi sebagai anti mikroba, antioksidan, dan antiinflamasi. Ekstraksi adalah langkah penting yang harus dilakukan untuk memaksimalkan manfaat senyawa bioaktif yang terkandung dalam daun binahong. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi ultrasonikasi daun binahong menggunakan metode central composite design (CCD) pada response surface methodology (RSM). Faktor yang diuji meliputi daya ultrasonikasi (350–832,84 W) dan waktu ekstraksi (5–35,17 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi daya 750 W dan waktu ekstraksi 30 menit menghasilkan yield tertinggi sebesar 7,6%. Analisis varians (ANOVA) mengungkapkan bahwa daya dan waktu ekstraksi berpengaruh signifikan terhadap yield ekstrak dengan nilai p < 0,05, serta interaksi antara kedua faktor ini juga signifikan. Model regresi polinomial yang dihasilkan memiliki koefisien determinasi R2 sebesar 0,97, menunjukkan kecocokan yang sangat baik antara prediksi dan data eksperimen. Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, aplikasi skala industri memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi potensi degradasi bahan dan faktor teknis lainnya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan proses ekstraksi ultrasonikasi yang efisien dalam meningkatkan yield bioaktif dari daun binahong.
Ekstraksi Minyak Nabati dari Biji Kemiri (Aleurites Moluccana L. Willd.) dengan Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity (MHG) Variyana, Yeni; Rezki, Amelia Sri; Ermaya, Dewi; Mahfud, Mahfud
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v8i1.755

Abstract

Studi ini mempelajari penerapan metode microwave hydro dffusion gravity (MHG) yang relatif baru untuk ekstraksi minyak dari biji kemiri (Aleurites Moluccana L.). Proses ekstraksi dengan MHG ini tidak menggunakan pelarut, sehingga minyak yang diperoleh aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini mengeksplorasi beberapa variabel seperti daya gelombang mikro (300-600 W), waktu ekstraksi (0-75 menit), ukuran bahan (1-3 cm), dengan kondisi operasi pada tekanan atmosfir untuk mengoptimalkan proses ekstraksi. Tiga jenis pra-perlakuan yang digunakan yaitu bahan disangrai, bahan yang dioven, dan bahan yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan biji yang disangrai menghasilkan rendemen minyak tertinggi (5,55% b/b) dengan parameter ukuran 1 cm, daya gelombang 600 W, dan waktu ekstraksi 30 menit. Analisis GC-MS dari ekstrak minyak mengidentifikasi pirazine sebagai senyawa terbesar (36,814%). Selanjutnya, pemodelan matematis melibatkan tiga model yakni model orde pertama, model orde kedua, dan model Weibull. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model kinetika empiris berbasis Weibull merepresentasikan data eksperimen terbaik dengan nilai R2 sebesar 0,999378 dan RSMD terkecil sebesar 0,022052. Penelitian ini melaporkan bahwa metode MHG merupakan teknik yang efektif untuk menghasilkan minyak kemiri berkualitas tinggi. Temuan penelitian ini memberikan wawasan strategis dalam mengoptimalkan proses ekstraksi untuk produksi minyak kemiri yang memiliki aplikasi potensial dalam industri makanan dan kosmetik.
PENGENALAN DAN PELATIHAN APLIKASI SUPERPRO DESIGNER KEPADA GURU SMKN 8 BANDAR LAMPUNG Fadian Farisan Silmi; Yeni Ria Wulandari; Yeni Variyana; Amelia Sri Rezki; Dedi Teguh; Dewi Ermaya; Shintawati Shintawati; Iskandar Zulkarnain
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i1.3544

Abstract

Pelaksanaan pendidikan berpedoman pada kurikulum yang telah disusun secara sistematis dan bertahap yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Pengembangan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia harus diarahkan untuk beradaptasi dengan dinamika global dan nasional khususnya terhadap Revolusi Industri 4.0 saat ini, menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dengan menyempurnakan kurikulum dan mengintegrasikan dengan banyak pemangku kepentingan. SMK Negeri 8 Bandar Lampung berdiri berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 511/14.40/HK/2014 tanggal 11 April 2014. Kurikulum yang digunakan di SMK Negeri 8 Bandar Lampung adalah Kurikulum Merdeka. Bandar Lampung saat ini adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam pemanfaatan teknologi software engineering SuperPro Designer yang digunakan dalam bidang Teknik Kimia Industri. Padahal SMKN 8 Bandar Lampung memiliki fasilitas Laboratorium Komputer yang memadai namun belum terpasang software pendukung lanjutan Teknik Kimia khususnya aplikasi SuperPro Designer. Dengan adanya kegiatan PKM ini diharapkan fasilitas pendukung dalam proses belajar dalam hal ini aplikasi SuperPro Designer dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru di SMKN 8 Bandar Lampung.
Analysis of Process Variables Effect on The Efficiency of Soxhletation Extraction of Larvae Oil (Hermetica illucens) using Response Surface Methodology Fitria, Murni; Rhea Alvita, Livia; Ariski Putra, Feby; Variyana, Yeni; Hanifah, Windia
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol8.iss1.art7

Abstract

Maggot or Black Soldier Fly (BSF) larvae can be used as a source of oil because they have a high lipid content. In this study, the maggot oil extraction process was optimised using the soxhlet method with the assistance of the response surface methodology (RSM) using the Central Composite Design (CCD) research design. Optimization was carried out with variations in the ratio: solvent (1: 7, 1: 10 and 1: 13 g/mL) and extraction time (120, 240 and 360 minutes). The results of the significance test using ANOVA showed that the sample solvent comparison had an insignificant effect (p-value: 0.060). In contrast, the extraction time had a significant effect (p-value: 0.000) on the maggot oil harvest yield. The results of different analyses showed a significant quadratic interaction between the sample solvent comparison (p-value: 0.002) and a significant interaction between the sample solvent comparison and extraction time (p-value: 0.008). The recommended optimal conditions based on optimization using RSM are a combination of a sample solvent ratio of 1:8.5 and an extraction time of 360 minutes with a predicted oil yield of 32.11%. Meanwhile, experimental validation at the recommended optimal conditions produced a yield of 38.68% or greater than the predicted value. The characteristics of the maggot oil obtained had a density of 0.9493 g/mL, a viscosity of 0.92 Pa.s, an air content of 0.0847% w/w, and free fatty acids of 4.56%. The results of GC-MS analysis of maggot oil showed a total of 9 compounds, with the 3 most abundant compounds being oleic acid (52.6%), palmitic acid (24.78%), and lauric acid (12.45%).
Pelatihan Kreatif Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbasis Ekstrak Alami Citrus aurantium untuk Peningkatan Keterampilan Guru IPA SMP Kabupaten Pringsewu Lampung Variyana, Yeni; Fitria, Murni; Silmi, Fadian Farisan; Saputra, Anggi; Elsyana, Vida; Hanifah, Windia
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1258

Abstract

Peningkatan permintaan produk rumah tangga yang ramah lingkungan telah memicu perlunya alternatif bahan baku alami, terutama untuk produk pembersih seperti sabun cuci piring. Banyak produk sabun cuci piring komersial mengandung bahan kimia sintetis yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, terutama pada pewangi yang digunakan. Sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan, ekstrak Citrus aurantium dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun cuci piring karena mengandung senyawa aktif yang memiliki sifat antibakteri dan memiliki aroma segar alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para guru di Kabupaten Pringsewu dalam memanfaatkan bahan lokal dan ramah lingkungan untuk pembuatan sabun cair cuci piring. Pelatihan dilakukan dengan metode partisipatif dan interaktif, melibatkan 40 guru IPA SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Pringsewu. Kegiatan ini meliputi penyuluhan materi, praktik langsung, dan evaluasi hasil. Hasil pengisian kuisioner pada peserta pelatihan sebanyak 39 orang (97%) menyatakan mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya pada pembuatan sabun cuci piring berbasis ekstrak Citrus aurantium dengan baik. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran peserta akan pentingnya penggunaan bahan alami dan mendukung ekonomi lokal melalui peluang usaha mandiri berbasis produk alami. The growing demand for eco-friendly household products has led to the need for alternative natural raw materials, especially for cleaning products like dishwashing soap. Many commercial dishwashing soaps contain synthetic chemicals that can negatively impact the environment and health, particularly due to the fragrances used. As a safer and more environmentally friendly alternative, Citrus aurantium extract is used as a base ingredient in dishwashing soap production due to its antibacterial active compounds and natural fresh scent. This initiative aims to enhance the skills of teachers in Pringsewu Regency in utilizing local and environmentally friendly materials to make liquid dishwashing soap. The training was conducted using participatory and interactive methods, involving 40 junior high school science teachers from the Science Teachers Working Group (MGMP IPA) in Pringsewu. The activities included material counselling, hands-on practice, and results evaluation. Based on questionnaire responses from participants, 39 out of 40 trainees (97%) reported significant improvement in their skills and knowledge regarding the production of dishwashing soap using Citrus aurantium extract. Besides skill improvement, this activity is expected to raise participants' awareness of the importance of using natural materials and support the local economy through self-sustained business opportunities based on natural products.
Kinetics of Solvent Free Microwave Extraction from Amomum cardamomum: Comparison First and Second Order Models Variyana, Yeni; Mega Arum Ariyani; Iyappateya Gelegar
International Journal of Natural Science and Engineering Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijnse.v9i1.68623

Abstract

The global demand for essential oil from Amomum cardamomum continues to rise due to its applications in the food, pharmaceutical, and cosmetic industries. Conventional extraction methods such as hydrodistillation face efficiency limitations due to prolonged processing times and potential thermal degradation of active compounds. This study aims to investigate the extraction kinetics of cardamom seed oil using the Solvent-Free Microwave Extraction (SFME) method and to compare the suitability of first-order and second-order kinetic models. This experimental laboratory research used cardamom seeds sourced from local farmers in Lampung. The extraction process was conducted with microwave power variations of 300, 450, and 600 W over durations ranging from 15 to 90 minutes. The oil yield was measured directly, and the data were analyzed using Microsoft Excel Solver to calculate the extraction rate constants (k₁ and k₂), saturation concentration (Ys), determination coefficient (R²), and root mean square error (RMSE). The results showed that 450 W microwave power produced the highest yield, with an R² of 0.9902 and an RMSE of 0.0851. The first-order kinetic model was found to best represent the extraction process compared to the second-order model. One advantage of this model is its simplicity in explaining how oil yield changes with varying extraction rates over time. In conclusion, SFME is an efficient and environmentally friendly green technology with strong predictive capabilities for extraction kinetics. The implications of this research provide a scientific basis for the sustainable optimization of essential oil production from tropical plants.
Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Metode Fermentasi Sederhana Nury, Dennis Farina; Fahni, Yunita; Yuniarti, Reni; Achmad, Feerzet; Deviany; Variyana, Yeni
Journal of Industrial Community Empowerment Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/jice.v2i2.215

Abstract

Coconut plant is frequently referred to as the plant of life since every part of it may be utilized and turned into a product. One of the commercial processed product by coconut is virgin coconut oil (VCO), which has many benefits to health properties. VCO is extracted from coconut milk from coconut fresh. The introduction of virgin oil (VCO) to partners aimed about VCO's advantages and development of appropriate technology that can be applied to local communities in Negeri Katon, Lampung Selatan. This community service activity program introduced fermentation method using yeast to convert coconut milk into VCO. The activity were conducted in three steps: i.e presentation of VCO process production and discussion, demonstration of making VCO together, and evaluation based on pre and post-test form results. Several analysis have been conducted including the percentage yield, density, viscosity and pH of the VCO. The evaluation of this activity was obtained from pre and post-test results. The results of the pre-test showed that among 50% the people of Negeri Katon really needs to the activity of making VCO by fermentation together. Based on the highest post-test result of 91%, it can be concluded that the VCO-making activities are very useful. Further development of activities, such as intensive practice in making VCO and training in packaging and selling VCO is very needed. Based on the results obtained, it can be concluded that the activity of making VCO by fermentation for the community of Negeri Katon is very necessary to be carried out in terms of utilizing coconut into VCO and creating business opportunities for the future.
Co-Authors Achmad Qodim Syafaatullah Afifah, Dian Ayu Agus Triono Amelia Sri Rezki Andika Wahyu Purnama anggi saputra Aphrodita Luthfania Eka Putri Arga Bayramadhan Arga Bayramadhan Ariski Putra, Feby Ayu Qurota A’yun Bayramadhan, Arga Dedi Teguh Dennis Farina Nury Deviany Deviany Devy Cendekia Devy Cendekia Dewi Ermaya Dewi Ermaya Dewi Ermaya Dewi Ermaya Dian Ayu Afifah DIDIK PURWANTO Donny Satria Bhuana Dwi Setyorini Elsyana, Vida Evita Karlina Fadian Farisan Silmi Fahni, Yunita Feerzet Achmad Firmansyah, Muhammad Arif Fitria, Murni Gelegar, Iyappateya Hanifah, Windia Iid Mufaidah Indradewa, Rhian Iyappateya Gelegar Kurniawan, Dodi Kurniawan, Lukman Haris Livia Rhea Alvita Lukman Haris Kurniawan Lutvianto Pebri Handoko M. Mahfud M. Yogi Riyantama Isjoni Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mega Arum Ariyani Mochamad Asrofi Muhammad Zulfikar Luthfi Muslimin Nasution Muslimin Nasution Najlaa Ariibah Meutia Nasution, Muslimin Ni&#039;matur Rohmah Ni’matur Rohmah Ni’matur Rohmah Ni’matur Rohmah Nugroho, Muhammad Erwin Cahyo Nurwijayanti Panjaitan , Renova R. A. Ilyas Rahma, Aulia Nabila Rahmat Hidayat Reni Yuniarti Rezki, Amelia Sri Rhea Alvita, Livia Ria Wulandari Rohmah, Ni'matur Rustiawan Jody, Rafli Satria, Muh. Nova Setyo Pambudi Shintawati Shintawati Shintawati Shintawati Shintawati Shintawati Shintawati shintawati, shintawati Sudibyo Sudibyo Sukma, Vinda Avri Syafaatullah, Achmad Qodim Teguh, Dedi Teguh, Dedi Tri Haryono Widyaningrum, Sri Rahayu Yuni Susanti Yuni Susanti Yunita Fahni Zuhdi Ma&#039;sum