Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan teknologi takakura untuk membuat pupuk dari sampah organik Setiyo Ferdi Yanuar; Iskandar Umarie; Rofi Budi Hamduwibawa; Nanang Saiful Rizal; Eko Budi Satoto; Nely Ana Mufarida; Sofyan Rofi; Aditya Dimas Pratama; Abadi Sanosra; Muhtar Muhtar; Amri Gunasti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21765

Abstract

Abstrak Salah satu program dari Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan adalah memberi kontribusi kepada kalangan eksternal atau masyarakat umum. Upaya tersebut dilakukan dengan mengatasi problem yang terjadi dimasyarakat, salahsatunya adalah terkait tumpukan sampah. Hanya saja anggota Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Jember memiliki permasalahan yakni belum mampu memanfaatkan teknologi takakura secara maksimal untuk mengatasi sampah serta sekaligus menciptakan pupuk organik. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan penerapan teknologi Takakura bagi anggota Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Jember. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah tercapainya tingkat keberdayaan menerapkan teknologi takakura untuk mengatasi banjir dan sampah serta kekeringan. Solusi yang ditawarkan adalah Bimbingan dan Penyuluhan serta simulasi teknologi Takakura. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan diawali melakukan observasi serta melakukan koordinasi, dilanjutkan dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan, simulasi penerapan teknologi Takakura serta evaluasi keberhasilan program. Adapun rata-rata peningkatan kemampuan peserta adalah sebesar 44,79 poin. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan kemampuan peserta. Kata kunci: takakura; sampah organik; pupuk; hizbul wathan AbstractOne of the programs of the Hizbul Wathan Scout Movement is to contribute to external circles or the general public. This effort is done by overcoming problems that occur in the community, one of which is related to piles of garbage. It's just that members of the Hizbul Wathan (HW) Regional Kwartir of Jember Regency have a problem that is not yet able to utilize takakura technology to the fullest to overcome waste and at the same time create organic fertilizer. Therefore, it is necessary to assist the application of Takakura technology for members of the Hizbul Wathan Regional Quartet (HW) of Jember Regency. The purpose of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) activity is to achieve the level of empowerment to apply Takakura technology to overcome floods and waste and drought. The solution offered is Guidance and Counseling and simulation of Takakura technology. The method of implementing this activity is carried out by starting with observation and coordination, followed by providing guidance and counseling, simulating the application of Takakura technology and evaluating the success of the program. The average increase in participants' abilities was 44.79 points. The evaluation results indicate that this community service activity has succeeded in improving the ability of participants. Keywords: takakura; organic waste; fertilizer; hizbul wathan
Sosialisasi pemanfaatan teknologi biopori kepada aktivis bidang lingkungan IMM kabupaten Jember untuk mengantisipasi banjir dan kekeringan Abadi Sanosra; Totok Dwi Kuryanto; Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Eko Budi Satoto; Nely Ana Mufarida; Taufan Abadi; Budi Satria Bakti; Iskandar Umarie; Aditya Dimas Pratama; Setiyo Ferdi Yanuar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21566

Abstract

Abstrak Isu lingkungan hidup dan dampaknya serta penanganannya termasuk dalam concern Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember. Hanya saja, Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember memiliki beberapa permasalahan diantaranya, (1) Belum mengenal teknologi bipori yang bermanfaat  untuk mengatasi banjir dan sampah serta kekeringan, (2) Belum mampu memaksimalsimalkan program kewirausahaan untuk kemandirian pendanaan kegiatan organisasi. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah (1) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil Menerapan Teknologi Biopori untuk mengantisipasi Banjir, Kekeringan Serta Menghasilkan Kompos atau Pupuk Organik, (2) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil melakukan Manajemen Usaha Kompos atau Pupuk Organik. Solusi yang ditawarkan adalah Solusi 1-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Teknologi Biopori, solusi 1-b yakni  Simulasi Penerapan Teknologi Biopori untuk Meresapkan Air ke Tanah dan Mengisi Sampah Organik, Solusi 2-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Manajemen Pemasaran 2-b yakni simulasi manajemen pemasaran kompos atau pupuk organik. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pretest sebelum dimulai pelaksanaan program dan postest setelah kegiatan. Setelah dilakukan pengukurun diketahui bahwa kemampuan peserta telah meningkat rata-rata 40 poin dan kemampuan rata-rata menjadi 85 poin dari rata-rata 41 poin sebelum pelaksanaan pengabdian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian Masyarakat ini telah mampu meningkatkan kemampuan peserta. Kata kunci: biopori; sampah organik; pupuk organik; manajemen usaha AbstractEnvironmental issues and their impact and handling are included in the concern of Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency. However, Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency have several problems including, (1) Not yet familiar with bipori technology which is useful for overcoming floods and waste and drought, (2) Not yet able to maximize entrepreneurship programs for independent funding of organizational activities. The objectives of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) are (1) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in applying biopori technology to anticipate floods, drought and produce compost or organic fertilizer, (2) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in conducting compost or organic fertilizer business management. The solutions offered are Solution 1-a, namely Guidance and Counseling on Biopori Technology, solution 1-b, namely Simulation of the Application of Biopori Technology to Impregnate Water into the Soil and Fill Organic Waste, Solution 2-a, namely Guidance and Counseling on Marketing Management 2-b, namely simulation of compost or organic fertilizer marketing management. To measure the success of the activity, a pretest was conducted before starting the program implementation and a posttest after the activity. After the measurement, it is known that the participants' abilities have increased by an average of 40 points and the average ability to 85 points from an average of 41 points before the implementation of the service. These results show that this community service activity has been able to improve the ability of participants. Keywords: biopore; organic waste; fertilizer; business management
Analisis Kampas Rem Dari Karbon Aktif Serbuk Kayu Jati Dengan Matrix Epoxy Terhadap Uji Keausan Dan Uji Kekerasan Ukasyah Shibghaturrahman; Kosjoko Kosjoko; Nely Ana Mufarida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat keausan dan kekerasan kampas rem berbahan dasar serbuk kayu jati yang telah melalui proses pirolisis dan dicampur dengan resin epoxy. Variasi yang digunakan dalam penelitian meliputi suhu pirolisis 350°C dan 450°C, serta komposisi campuran serbuk terhadap resin epoxy sebesar 40:60 dan 50:50. Pengujian dilakukan terhadap lima spesimen, termasuk satu spesimen tambahan yang menggunakan karbon aktif dari serbuk kayu jati. Hasil pengujian keausan menunjukkan bahwa nilai tertinggi sebesar 0,007257655 mm³/kg·m diperoleh dari spesimen serbuk kayu jati pirolisis 350°C dengan komposisi 50:50, sedangkan nilai keausan terendah sebesar 0,002321607 mm³/kg·m terdapat pada spesimen suhu 450°C dengan komposisi 40:60. Pada uji kekerasan menggunakan metode Vickers, nilai kekerasan tertinggi sebesar 13,36 VHN diperoleh dari spesimen karbon aktif suhu 450°C dengan komposisi 40:60, sedangkan nilai terendah sebesar 11,96 VHN diperoleh dari spesimen serbuk kayu jati suhu 350°C dengan komposisi 50:50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pirolisis dan komposisi campuran berpengaruh signifikan terhadap keausan dan kekerasan kampas rem. Kombinasi suhu tinggi dan komposisi resin yang lebih besar menghasilkan performa mekanik yang lebih baik.
Inovasi Solar Dryer Aktif untuk Meningkatkan Kualitas dan Efisiensi Pengeringan Biji Kakao Pascapanen Mufarida, Nely Ana; Effendy , Machmud; Ariyani, Sofia
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Armatur (in Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v7i1.10694

Abstract

Drying is a crucial stage in post-harvest handling of cocoa beans because it significantly determines the final quality, storage stability, and market value of the product. Traditional drying methods, still widely used by farmers, often face challenges such as weather dependence, long drying times, and the risk of contamination. This study aimed to evaluate the performance of an active solar dryer as a more efficient and hygienic alternative technology. A prototype was designed using solar collectors and a solar panel-powered ventilation system to maintain a steady flow of hot air throughout the drying process. The results showed that the active solar dryer was able to maintain a drying temperature of 45–60°C, reducing the moisture content of cocoa beans from approximately 58% to 7% in 48–72 hours. In contrast, traditional methods require 120–144 hours to achieve the same moisture content. The physical quality of cocoa beans produced by the active solar dryer was superior, with a more uniform color, an even dry texture, and no signs of case hardening. Furthermore, the fermentation aroma was stronger and the level of microbial contamination was lower than that of traditional drying. Overall, the active solar dryer technology has been shown to improve drying efficiency and cocoa bean quality, thus offering potential for widespread adoption at the farmer level.
PEMBERDAYAAN MITRA TEACHING FACTORY MELALUI INOVASI BROWNIES BATIK KHAS JEMBER BERBASIS KREATIVITAS BUDAYA LOKAL Mufarida, Nely Ana; Ariyani, Sofia; Rosyidah, Ulya Anisatur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37251

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama kegiatan pengabdian ini adalah minimnya variasi dan inovasi produk kuliner yang mengangkat identitas budaya lokal pada Teaching Factory Mulia Bread & Cakes di SMK Muhammadiyah 5 Kencong, Jember. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kreativitas, keterampilan inovasi produk, jiwa kewirausahaan, serta nilai jual produk berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan workshop inovasi produk, praktikum pembuatan brownies motif batik khas Jember, pelatihan standar produksi higienis, serta pelatihan digital marketing. Kegiatan melibatkan mitra Teaching Factory dan 20 siswa, dengan evaluasi melalui observasi keterampilan, kualitas produk, dan capaian penjualan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hardskill pengolahan dan desain produk sebesar ±35%, peningkatan softskill kewirausahaan dan kreativitas sebesar ±40%, serta peningkatan nilai ekonomis produk sebesar ±30% dibanding produk sebelumnya. Inovasi Brownies Motif Batik Khas Jember berhasil menjadi produk unggulan yang bernilai budaya dan berdaya saing pasar.Abstract: The main problem addressed in this community service program was the limited product variation and low innovation reflecting local cultural identity at the Mulia Bread & Cakes Teaching Factory, SMK Muhammadiyah 5 Kencong, Jember. The program aimed to enhance students’ creativity, product innovation skills, entrepreneurial mindset, and the economic value of local culture-based products. The methods included socialization and workshops on product innovation, hands-on practice in producing batik-patterned brownies inspired by Jember’s traditional motifs, training on hygienic production standards, and digital marketing training. The program involved the Teaching Factory partner and 20 students, with evaluation conducted through skill observation, product quality assessment, and sales performance analysis. The results showed an improvement in hard skills related to processing and product design by approximately 35%, soft skills such as creativity and entrepreneurship by around 40%, and an increase in product economic value by about 30% compared to previous products. The Batik Motif Brownies emerged as a competitive and culturally distinctive flagship product. 
PEMBERDAYAAN PEMUDA MUHAMMADIYAH CAKRU DALAM PENGEMBANGAN WIRAUSAHA BUDIDAYA AYAM KUNTARA SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN EKONOMI Mufarida, Nely Ana; Nurhalim, Nurhalim; Sutikno, Sutikno
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6522

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai respon atas keterbatasan akses permodalan, keterampilan teknis, serta pendampingan usaha yang dihadapi Pemuda Muhammadiyah Cakru, sehingga potensi ekonomi lokal khususnya di sektor peternakan belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas, tingginya risiko usaha, serta terbatasnya peluang peningkatan pendapatan pemuda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda melalui penguasaan keterampilan budidaya Ayam Kuntara yang berkelanjutan dan penguatan kapasitas kewirausahaan. Mitra dalam kegiatan ini adalah 25 orang Pemuda Muhammadiyah Cakru yang memiliki minat dan komitmen untuk mengembangkan usaha peternakan. Metode pengabdian dilakukan secara partisipatif melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi program dan pemetaan kebutuhan mitra, penyuluhan serta workshop budidaya Ayam Kuntara, pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, dan pencatatan keuangan sederhana, serta praktik langsung pendirian unit usaha percontohan. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan, observasi proses dan hasil produksi, serta analisis perubahan pendapatan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan hardskill budidaya sebesar 45% dan softskill kewirausahaan sebesar 40%, penurunan angka kematian ayam hingga 30%, peningkatan produktivitas ternak, serta kenaikan pendapatan rata-rata peserta sekitar 35% per siklus produksi. Selain itu, terbentuk satu kelompok usaha pemuda yang berkelanjutan sebagai wadah pengembangan usaha bersama. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu antara pelatihan teknis dan kewirausahaan efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda. Hasil pengabdian ini penting sebagai model pemberdayaan pemuda berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Model Kewirausahaan Pemanfaatan  Limbah Ikan Lele menjadi Olahan Pangan berbasis Zero Waste Upaya Pencegahan Kasus Stunting di Kabupaten Jember Dewi, Ilanka Cahya; Setyaningtyas, Rusdiana; Mufarida, Nely Ana; Rosyidah, Ulya Anisatur; Mufarida, Nely
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.9246

Abstract

Kabupaten Jember masih menghadapi permasalahan stunting dengan prevalensi sebesar 34,9% yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya asupan protein hewani dan kalsium pada balita. Di sisi lain, MBS Darul Falah di Desa Cakru memiliki unit budidaya dan produksi fillet lele frozen yang menghasilkan limbah ikan hingga 60–70% dari berat total, berupa kulit, tulang, duri, dan kepala ikan. Limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, padahal bagian-bagian ikan lele memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi serta berpotensi diolah menjadi pangan bergizi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya inovasi pemanfaatan limbah lele berbasis zero waste yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model kewirausahaan zero waste berbasis limbah lele, meningkatkan kapasitas santri dan mitra budidaya dalam pengolahan limbah menjadi produk pangan bergizi, serta menghasilkan inovasi produk tinggi protein dan kalsium untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis pengolahan limbah lele menjadi produk seperti tepung tulang, kerupuk kulit, dan abon kepala lele, pendampingan kewirausahaan, penerapan SOP produksi higienis, serta uji kandungan gizi dasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dan dihasilkannya produk pangan bernilai gizi dan ekonomi. Simpulannya, pemanfaatan limbah lele berbasis zero waste berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Co-Authors Abadi Sanosra Aditya Dimas Pratama Aditya Surya Manggala Agus Hari Cahyono Ahmad Abi Sodik Aji Sangjoko Alfian Anggraista Amelia novinda sari Aminulloh, Romi Amri Gunasti Andik Irawan Andre, Irham Andrean Angga Dwinanda Anggraista, Alfian Ardhi Fathoni Syam PN Ardhi, Nusantara Fathonisyam Putra Ariyanto Ariyanto Ariyanto, Ariyanto Asroful Abidin Azimansyah, Rafidan Bahri, Hairul Bahri, Mokh Hairul Bahri, Mokh. Hairul Baskara, Ayun Beni Pamuji Lestar Budi Satria Bakti Cahyono, Agus Hari Dekiyanto Dwi Haryono Desta, Senki Dwi Bayu Kristanto Dwinanda, Angga Effendy , Machmud Eko Budi Satoto Erna Ipak Rahmawati Febri Ari Sandi Finali, Asmar Firmansyah Firmansyah Firmansyah, Firmansyah Fitriana Fitriana Fitriana, Fitriana Galatea, Chusnul Khotimah Gery Retanubun Gilang, Aditya Hamduwibawa, Rofi Budi Harum Tri Wahyudi Hawaij, Dedi Maulana Hidayat, Rahmat Hifni, Mada Naufal Ikhfan Tri Wahyulianto Putra Ilanka Cahya Dewi Indra Eka Prasetya Irawati Irawati Iskandar Umarie Jawantino Samawa Khoiri, Yasirul Kosjoko Kosjoko Kosjoko kosjoko kosjoko Kosjoko Kosjoko Kosjoko Kosjoko Kosjoko, Kosjoko Lakum, Yuslih Lestar, Beni Pamuji M. Wildanul Kahfi Mihrozi, Moch Iqbal Moch Iqbal Mihrozi Moch Taufik Moch. Arif Wibowo Moh Hasan Noval Moh. Ainul Yaqin Muarifin Muarifin, Muarifin Mufarida, Nely Muh Andrea Wahyu Muhammad Reza Ardian Putra Muhammad Zaenuri Muhammad Zainur Ridlo Muhtar Muhtar Nanang Saiful Rizal Noval, Moh Hasan Nurhalim Nurhalim, Nurhalim Nurhalim, Nurhalim Nurlina, Ika Tyas Octa, Hakim Orisanto Darma Setiawan Prakosa, Gilang Satria Pranoto, Rachmad Adi Pratama, Mokhammad Yoga Prayogi Donny Dharmawan Probowulan, Diyah Putra, Dhian Wahana Putra, Ikhfan Tri Wahyulianto Putra, Muhammad Reza Ardian Rachmad Adi Pranoto Rahmat Hidayat Retanubun, Gery Romadhon, Muhammad Firly Rusdiana Setyaningtyas Sandi, Febri Ari Setiyo Ferdi Yanuar Shofiyah, Rohimatush Sholehuddin, Ilham Sodik, Ahmad Abi Sofia Ariyani Sofyan Rofi Soleh, Abdullah Robeid Suharso, Wiwik Sultan Maulana Abdul Wahid Surahman, Andika Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Syah, Moch. Thoriqur Rahman Taufan Abadi Taufik, Moch Toha, Kamil Totok Dwi Kuryanto Ukasyah Shibghaturrahman Ulumudin, M Ikhya Ulya Anisatur Rosyidah Umarie, Iskandar Umilasari, Reni Wahyu, Muh Andrea Wahyudi, Harum Tri Wahyudi, Irfan Sholeh Wibowo, Bintang Yudhistira Adi Wibowo, Moch. Arif Winahyu, Pawestri Yanuar, Setiyo Ferdi Yaqin, Moh. Ainul Yasirul Khoiri Yuslih Lakum