Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Slape Arrangement On Physical and Mechanical Properties Petung Bamboo Laminate Board (Dendrocalamus asper) Febriana Tri Wulandari; Habibi Habibi; Raehanayati Raehanayati; Rima Vera Ningsih
Wood Research Journal Vol 13, No 1 (2022): Wood Research Journal
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/wrj.2022.13.1.7-11

Abstract

Wood as a construction material is currently increasingly limited.  One alternative material as a substitute for construction wood is laminated bamboo. Laminated bamboo is a product made from several bamboo slats or bamboo slats that are glued together with the fiber direction parallel to the board with several requirements, among others, must have dimensions of length, width, and thickness that can be converted into boards or blocks. The type of bamboo that will be used in this research is petung bamboo (Dendrocalamus asper). Petung bamboo was chosen because it has a diameter that can reach 20 cm with a wall thickness of 1-3 cm, making it suitable for use as laminated bamboo. The purpose of this study was to determine the effect of blade arrangement on the physical and mechanical properties of petung bamboo laminated boards. The method used in this study is an experimental method with a non-factorial completely randomized design experiment with two treatments and three replications. Based on the results of the study, the arrangement of the laminated board blades did not significantly affect all tests of the physical and mechanical properties of the petung bamboo laminated board. All tests of physical and mechanical properties have complied with JPIC standard No. 1152 2007 except in the MoE test does not meet the standard. Based on the strength class of the laminated board, the bamboo petung laminated board is classified as strong class III which can be used as a protected heavy construction material.
Karateristik dan Sifat Fisik Bambu Petung (Dendrocalamus asper. Backer) di Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Desa Aik Bual, Provinsi Nusa Tenggara Barat Febriana Tri Wulandari
Buletin Loupe Vol 15 No 01 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.825 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i01.27

Abstract

Bambu merupakan salah satu HHBK unggulan Nusa Tenggara Barat. Disamping multi fungsi bambu yang tinggi maka terdapat beberapa kelemahan dari bambu antara lain : pengerjaan tidak mudah karena mudah pecah atau retak, mudah terserang serangga perusak kayu sehingga tidak tahan lama (tidak awet), variasi dimensi dan ketidakseragaman panjang ruasnya. Salah satu jenis bambu yang terdapat di Nusa Tenggara Barat adalah bambu petung (Dendrocalamus asper.Backer). Kawasan HKM desa Aik Bual merupakan salah satu kawasan di NTB yang terdapat bambu petung. Informasi identifkasi bambu penting untuk mengetahui karateristik bambu pada kawasan tersebut sedangkan informasi sifat fisika bermanfaat sebagai informasi kestabilan dimensi bahan bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karateristik dan sifat fisika bambu petung (Dendrocalamus asper.Backer). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian observasi dan eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Karakteristik bambu petung : panjang ruas bagian pangkal 39,4-45,8 cm, bagian tengah 46-49 cm dan bagian ujung 46,4-57 cm; diameter batang pada bagian pangkal 6,69-9,25 cm, bagian tengah 5,79-8,32 cm dan bagian ujung 5,06-7,99 cm; ketebalan dinding batang pada bagian pangkal 1,62-2 cm, bagian tengah 1,16-1,57 cm dan bagian ujung 0,85-1,09 cm. Bambu ini baik digunakan untuk konstruksi dengan perlakuan pengawetan sebelumnya, jembatan, furniture bagian tertentu dan kerajinan. Sifat fisik bambu petung : kadar segar bambu petung 67,33% – 108,46 %, kadar air kering udara11,83% - 12,64%, berat jenis volume segar 0,57 – 0,69, berat jenis volume kering udara 0,65 – 0,78 dan berat jenis volume kering tanur 0,66 – 0,76.
PENGARUH BERAT LABUR DAN JENIS KAYU TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN LAMINASI Febriana Tri Wulandari; Radjali Amin; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.93–104

Abstract

Kebutuhan kayu dunia semakin meningkat sementara jumlah produksi kayu solid semakin menurun dengan semakin habisnya hutan karena penebangan liar dan alih fungsi hutan sebagai lahan perkebunan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan efesiensi bahan baku kayu agar penggunaan kayu solid dapat dikurangi.  Salah satu cara efisiensi bahan baku kayu dengan memanfaatkan limbah industri kayu yang dioptimalkan dengan menggabungkan salah satu atau lebih jenis kayu yang direkatkan menjadi satu kesatuan yang biasa disebut papan laminasi (laminated board). Pada penelitian ini akan melihat pengaruh perbedaan jenis kayu dan berat labur perekat terhadap papan laminasi yang dihasilkan. Dalam pembuatan papan laminasi dibuat dengan faktor jenis kayu yaitu jati putih (Gmelina arborea. Roxb), bajur (Pterospermum javanicum), sengon (Paraserianthes falcataria), dan campuran, serta faktor berat labur yaitu 150 g dan 200 g. Kemudian dilakukan pengujian sifat fisika dan mekanika. Hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor jenis kayu berpengaruh nyata terhadap semua sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian penyusutan tebal dan MoE. Kemudian faktor berat labur tidak berpengaruh nyata pada semua sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian kadar air. Interaksi faktor berat labur dan faktor jenis kayu tidak berpengaruh nyata pada semua sifat fisika dan mekanika papan laminasi limbah kayu campuran. Berdasarkan hasil pengujian papan lamianasi masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan dengan pemakaian didalam ruangan.
DESKRIPSI SEBARAN JENIS DAN SIFAT FISIKA BAMBU DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) SENARU Febriana Tri Wulandari
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i1.10463

Abstract

Senaru specific destination forested area is the only educational forested area which is situated in Lombok Island. It has important roles in providing facilities and information supporting knowledge of bamboo characteristics growing naturally in this area. Many studies about the characteristics of bamboo have been done, but none has been conducted for this area. The information about bamboo distribution was important to understand the potency of bamboo of this area and the information about bamboo physical characteristics were used as raw material data for bamboo crafting, furniture, and simple constructions. The aims of this study were at understanding the bamboo distributions and the physical characteristics of bamboo of this area. Samplings were conducted in two phases which the first phase was collecting bamboo species, number of the bamboo clumps and sticks. The second phase was conducted several tests for the physical characteristics of the bamboo collected from the first stage. The results of this testing were described and compared to the existing bamboo quality standards. 6 (six) bamboo species were identified in this forest: yellow bamboo (Bambusa vulgaris var. striata), Petung bamboo (Dendrocalamus asper (Schult. f.) Backer ex Heyne), ampel bamboo (Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C), Santong bamboo (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz), Bilis bamboo (Schizostachyum lima (Blanco) Merr) and Tali bamboo (Gigantolochloa apus Kurz). The number of bamboo clump was 160 clumps and 299 individuals. The physical characteristics of the bamboo were: fresh moisture content ranged between 37,93% – 69,49%, air-dried moisture content between 8,84% - 12,10%, fresh density ranged between 0,32 – 1,03, air-dried density ranged between 0,59 – 1,11 and oven-dried density between 0,55 – 1,04.
DESKRIPSI SEBARAN JENIS DAN SIFAT FISIKA BAMBU DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) SENARU Febriana Tri Wulandari
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.681 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i1.13084

Abstract

Senaru specific destination forested area is the only educational forested area which is situated in Lombok Island. It has important roles in providing facilities and information supporting knowledge of bamboo characteristics growing naturally in this area. Many studies about the characteristics of bamboo have been done, but none has been conducted for this area. The information about bamboo distribution was important to understand the potency of bamboo of this area and the information about bamboo physical characteristics were used as raw material data for bamboo crafting, furniture, and simple constructions. The aims of this study were at understanding the bamboo distributions and the physical characteristics of bamboo of this area. Samplings were conducted in two phases which the first phase was collecting bamboo species, number of the bamboo clumps and sticks. The second phase was conducted several tests for the physical characteristics of the bamboo collected from the first stage. The results of this testing were described and compared to the existing bamboo quality standards. 6 (six) bamboo species were identified in this forest: yellow bamboo (Bambusa vulgaris var. striata), Petung bamboo (Dendrocalamus asper (Schult. f.) Backer ex Heyne), ampel bamboo (Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C), Santong bamboo (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz), Bilis bamboo (Schizostachyum lima (Blanco) Merr) and Tali bamboo (Gigantolochloa apus Kurz). The number of bamboo clump was 160 clumps and 299 individuals. The physical characteristics of the bamboo were: fresh moisture content ranged between 37,93% – 69,49%, air-dried moisture content between 8,84% - 12,10%, fresh density ranged between 0,32 – 1,03, air-dried density ranged between 0,59 – 1,11 and oven-dried density between 0,55 – 1,04.
PENGARUH ARAH AKSIAL TERHADAP SIFAT FISIKA BAMBU TUTUL (Bambusa maculata) di KABUPATEN LOMBOK TIMUR Febriana Tri Wulandari
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i1.8164

Abstract

Spotted bamboo was found in West Nusa Tenggara Province, especially in Eastern Lombok Regent. This bamboo has not been studied for its physical properties so that this study was aiming at identifying the physical properties of the bamboo. The information obtained from the study might be used by people for its appropriate utilization. The axial direction was investigated with the experimental method. This method investigated correlations among treated experiments [5]. The experiment design employed was complete random design (CRD) with the axial direction treatments: at the bottom, middle, and at the top portions with three replications. The statistical analyses were Anova with range tests at α = 5%, and Least Significant Difference (LSD) tests at α = 5%. The results showed that the treatments of physical properties (axial directions at the bottom, middle and top portions) were significantly different, except for the density of air-dried and oven-dried bamboo. The average of fresh moisture content was 73.73%, air-dried moisture content 12.56%; fresh volume density 0.68; air-dried volume density 0.80; oven-dried volume density 0.81.
PENGARUH BERAT LABUR DAN JENIS KAYU TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN LAMINASI Febriana Tri Wulandari; Radjali Amin; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.93–104

Abstract

Kebutuhan kayu dunia semakin meningkat sementara jumlah produksi kayu solid semakin menurun dengan semakin habisnya hutan karena penebangan liar dan alih fungsi hutan sebagai lahan perkebunan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan efesiensi bahan baku kayu agar penggunaan kayu solid dapat dikurangi.  Salah satu cara efisiensi bahan baku kayu dengan memanfaatkan limbah industri kayu yang dioptimalkan dengan menggabungkan salah satu atau lebih jenis kayu yang direkatkan menjadi satu kesatuan yang biasa disebut papan laminasi (laminated board). Pada penelitian ini akan melihat pengaruh perbedaan jenis kayu dan berat labur perekat terhadap papan laminasi yang dihasilkan. Dalam pembuatan papan laminasi dibuat dengan faktor jenis kayu yaitu jati putih (Gmelina arborea. Roxb), bajur (Pterospermum javanicum), sengon (Paraserianthes falcataria), dan campuran, serta faktor berat labur yaitu 150 g dan 200 g. Kemudian dilakukan pengujian sifat fisika dan mekanika. Hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor jenis kayu berpengaruh nyata terhadap semua sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian penyusutan tebal dan MoE. Kemudian faktor berat labur tidak berpengaruh nyata pada semua sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian kadar air. Interaksi faktor berat labur dan faktor jenis kayu tidak berpengaruh nyata pada semua sifat fisika dan mekanika papan laminasi limbah kayu campuran. Berdasarkan hasil pengujian papan lamianasi masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan dengan pemakaian didalam ruangan.
Karakteristik Biopelet Dari Bahan Sekam Padi Dan Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis Linn.F) Dhimas Mardyanto Prasetyo; Febriana Tri Wulandari; Kornelia Webliana B
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.21597

Abstract

Pemanfaatan limbah sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati sebagai biopelet menjadi salah satu solusi untuk menghindari masalah baru bagi lingkungan  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sifat fisis biopelet dari bahan sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati serta untuk mengetahui kualitas biopelet dari bahan sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen yang dibuat dengan rancangan acak lengkap non factorial. Pembuatan contoh uji dibuat berdasarkan 3 perlakuan yaitu sekam padi komposisi 100%, serbuk gergaji kayu jati komposisi 100%, dan campuran antara sekam padi dan serbuk gergaji kayu komposisi 50% : 50%. Pengujian dilakukan mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) 8675 :2018. Hasil penelitian dianalisis menggunakan software spss 24, kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan uji LSD dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik dihasilkan oleh biopelet terdapat pada perlakuan serbuk gergaji kayu jati komposisi 100% dengan kadar air 3,03%; kadar abu 2,76%; kadar zat terbang 91,93%; kadar karbon terikat 4,24% dan nilai kalor 17,28 MJ/kg. Apabila dibandingkan dengan SNI 8675:2018, hasil perlakuan serbuk gergaji kayu komposisi 100% dari lima pengujian terdapat dua pengujian yang tidak lulus SNI yaitu kadar zat dan kadar karbon terikat. Sedangkan untuk perlakuan sekam padi komposisi 100% dan campuran komposisi 50% : 50% dari lima pengujian terdapat tiga pengujian tidak lulus SNI yaitu kadar abu, nilai kalor dan kadar karbon terikat. Hal ini diakibatkan karena adanya kandungan bahan baku berupa lignin, selulosa, sukrosa dan hemiselulosa yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kadar abu, kadar zat terbang dan nilai kalor serta karbon terikat. Kemudian hasil uji lanjut terdapat interaksi antara sekam padi, serbuk gergaji kayu jati dan campuran sehingga berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalor dan karbon terikat.
Peningkatan Kesadartahuan Terhadap Hutan Pantai Nipah Sebagai Habitat Penyu di Desa Malaka Kabupaten Lombok Utara Maiser Syaputra; Febriana Tri Wulandari; Endah Wahyuningsih; Hairil Anwar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2542

Abstract

Hutan pantai sebagai habitat Penyu di Desa Malaka tengah menghadapi ancaman akibat aktivitas pembangunan fisik di wilayah tersebut. Keberadaan bangunan fisik di pinggir pantai menyulitkan Penyu untuk naik dan bertelur, selain itu faktor keberadaan manusia, kondisi lampu dan pencahayaan serta kebisingan juga menurunkan peluang naiknya Penyu untuk bertelur. Apabila tidak dikendalikan maka akan berdampak terhadap kelestarian satwa ini. Salah satu jalan keluar dari permasalahan ini adalah peningkatan kesadartahuan masyarakat terhadap hutan pantai melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan pendekatan partisipatif menggunakan metode FGD. Hasil dari kegiatan ini adalah 1. Peserta mendapatkan pengetahuan akan karakteristik habitat peneluran penyu di Pantai Nipah desa Melaka. 2. Pantai Nipah dibagi ke dalam 3 sistem zonasi meliputi zona perlindungan habitat Penyu memiliki komposisi 40 % dari panjang pantai, zona penangkaran sebesar 30% serta zona pemanfaatan terbatas 30%.
PELATIHAN PEMBUATAN PAPAN LAMINASI BAMBU DAN APLIKASINYA SEBAGAI PRODUK KERAJINAN CUTTING BOARD DI DESA GONDANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Febriana Tri Wulandari; Kornelia Webliana B.; Diah Permata Sari; Rima Vera Ningsih; Raehanayati Raehanayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11267

Abstract

ABSTRAKBambu sebagai produk papan laminasi saat ini pemanfaatannya masih terbatas sementara potensi bambu di Nusa Tenggara Barat cukup tinggi dimana bambu juga merupakan salah satu HHBK unggulan di Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, papan laminasi bambu diaplikasikan menjadi bentuk kerajinan yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. Salah satu bentuk kerajinan yang diajarkan bagi kelompok tani adalah pembuatan cutting board dari papan laminasi bambu. Diharapkan dengan memberikan pelatihan pembuatan papan laminasi bambu dan aplikasinya sebagai cutting board akan memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat dan meningkatkan nilai jual bambu. Sasaran kegiatan pelatihan pembuatan papan laminasi dan aplikasinya sebagai cutting board adalah (1). Memberikan wawasan kepada masyarakat tentang teknik sederhana pembuatan papan laminasi bambu sebagai pengganti kayu, (2). Memberikan wawasan peluang usaha baru pada masyarakat, (3). Memberikan pembelajaran pembuatan cutting board dari papan laminasi bambu sebagai salah satu aplikasi papan laminasi. Kata kunci: papan laminasi; bambu; cutting board; kerajinan ABSTRACTCurrently, the utilization of bamboo as a laminated board product is still limited, while the potential of bamboo in West Nusa Tenggara is quite high where bamboo is also one of the leading NTFPs in West Nusa Tenggara. Based on the research that has been done, bamboo laminated boards are applied to form crafts that provide economic value for the community. One form of craft that is taught to farmer groups is the manufacture of cutting boards from bamboo laminated boards. It is hoped that by providing training on making bamboo laminated boards and their application as cutting boards, it will provide new jobs for the community and increase the selling value of bamboo. The targets of the training activities for the manufacture of laminated boards and their application as cutting boards are (1). Providing insight to the community about the simple technique of making bamboo laminated boards as a substitute for wood, (2). Providing insight into new business opportunities to the community, (3). Provide learning to make cutting boards from bamboo laminated boards as one of the applications of laminated boards Keywords: laminated boards; bamboo; cutting board; craft
Co-Authors ABDUL MUIN Aditya, I Gusti Ngurah Agung Surya Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Aprilia Ika Berliana Arniwati Ayu, Candra B, Kornelia Webliana chairil ichsan, andi Dewi Mandalika, Eka Nurminda Dhimas Mardyanto Prasetyo Dhimas Mardyanto Prasetyo Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dias Evayanti Dini Lestari Dini Lestari Dini Lestari, Dini Dita Anggraini Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Eni Hidayati Ety Lisma, Ni Putu Fauzan Fahrussiam GB Daril Rama Aditia Habibi Habibi Habibi Hairil Anwar Hasan, Andika Hasyyati Sabrina Hasyyati Shabrina I Gde Dharma Atmaja I Gde Dharma Atmaja I Made Wayan Suastana I Putu Angga Teja Maya Ipan Alfadian Irwan Mahakam Lesmono Aji Januardi, Januardi Khairunnisa, Aulia Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Leni Rusdiani Lestari, Andi Tri Lipianti Lismaya Dewi, Ni Putu Ety Markum Markum Ni Made Meta Dwiantari Meta Ni Putu Ety Lismaya Dewi Ni Putu Ety Lismaya Dewi Niechi Valentino Nurwahdania, Nurwahdania Pande Komang Suparyana Prasetyo, Andrie Ridzki Putra, Arya Syah Putri Radjali Amin Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehnayati Raehnayati, Raehnayati Rato Firdaus Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rosadi, M. Kudsi Siti Latifah Sujana, Ginang Mingga Sulthanulmufti, Sulthanulmufti Surya Aditya, I Gusti Ngurah Agung Syahputra, Maiser Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Webliana, Kornelia Wuryantoro Yeni Rahmawati, Yeni Zahra, Adelia Zarkasyi, Akhmad