Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat Fisika Mekanika Papan Laminasi Kombinasi Kayu Sengon Bambu Petung dan Kayu Rajumas Bambu Petung: Physical Properties of Laminated Board Combination of Petung Bamboo Sengon Wood and Petung Bamboo Rajumas Wood Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari; Radjali Amin
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 2 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i2.5871

Abstract

Pemanfaatan potongan-potongan kayu dan bambu cepat tumbuh dapat mengurangi tekanan terhadap hutan alam dan mendukung keberlanjutan bahan baku. Penggunaan potongan kayu dan bambu bisa dijadikan perpaduan yang bisa dikembangkan untuk memproduksi papan lamniasi. Jenis kayu yang digunakan dan dipadukan dengan bambu untuk memproduksi papan laminasi yaitu kayu rajumas dan kayu sengon. Kayu rajumas dan kayu sengon merupakan dua jenis kayu dengan berat jenis dan kekuatan yang rendah. Kayu dengan sifat tersebut sangat potensial untuk dijadikan produk papan karena ini akan memungkinkan perekat untuk meresap dengan baik ke permukaan kayu sehingga membentuk ikatan yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat fisika dan mekanika dari papan laminasi yang terbuat dari perpaduan kayu dan bambu (kayu sengon-bambu petung dan kayu rajumas-bambu petung). Rancangan penelitian menggunakan rancangan non faktorial dengan dua perlakuan kombinasi papan laminasi dan tiga kali ulangan. Berdasarkan standar JAS 234-2007 maka nilai pengujian sifat fisika J2 dan J1 telah memenuhi standar kecuali pada pengujian penyusutan tebal. Pengujian sifat mekanika MoE belum memenuhi standar JAS 234-2007 dan pengujian MoR hanya J2 yang memenuhi standar sementara J1 belum memenuhi standar. Nilai sifat fisika dan mekanika papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung (J2) lebih tinggi dibandingkan dengan kombinsi kayu sengon bambu petung (J1) kecuali pada pengujian pengembangan tebal. Kombinasi papan laminasi tidak berpengaruh nyata terhadap Sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian MoE. Berdasarkan kelas kuat kayu maka papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung dan papan laminasi kombinasi kayu sengon bambu petung masuk dalam masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kontruksi dalam ruangan (interior).
Analisis Pemanfaatan Sumber Daya Hutan dan Pendapatan Petani pada Kelompok Tani Hutan Tahura Nuraksa Lipianti; Markum; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.340

Abstract

Salah satu area Konservasi yang bertujuan untuk melindungi dan mendukung keberlangsungan bagi kehidupan yang tidak terlepas dari hal tersebut tentu akan terlibat dengan masyarakat sekitar kawasan hutan sehingga perbandingan dari kelestarian kawasan hutan dilihat dari aspek masyarakat sekitar kawasan apakah sudah sejahtera atau belum. Maka penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui ragam sumberdaaya hutan yang dimanfaatkan oleh petani sebagai sumber keluarga sehingga dapat dilihat seberapa besar pendapatan yang didapatkan oleh petani dari dalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan sehingga dapat dilihat kesejahteraan petani dari pendapatan kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan.metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan teknik pengambilan sample secara sensus yaitu seluruh anggota kelompok tani hutan selendang rinjani sebanyak 28 orang.hasil penelitin ini menunjukkan bahwa petani memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap hasil hutan namun petani belum cukup jika hanya mengandalkan hasil hutan sehingga tidak sedikit petani memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan keluarga
Analisis Peran Gender dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Zahra, Adelia; Markum; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tingkat keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Aik Bual. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuisioner. Penentuan responden menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 62 orang, 31 laki-laki dan 31 perempuan, dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan skala likert, dengan empat tingkat keterlibatan. Berdasarkan hasil penelitian tingkat keterlibatan gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dapat dilihat dari 3 aspek yaitu tata kelola kelembagaan dengan tingkat keterlibatan laki-laki cukup terlibat dan tingkat keterlibatan perempuan termasuk kurang terlibat, sedangkan pada aspek tata kelola kawasan laki-laki termasuk kategori cukup terlibat dan perempuan kurang terlibat. Serta untuk aspek terakhir yaitu tata kelola usaha, berada di kategori cukup terlibat untuk laki-laki maupun perempuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa peran gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan termasuk cukup terlibat untuk laki-laki dan kurang terlibat untuk perempuan.
Peningkatan Mutu Kayu Rajumas (Duabanga moluccana) Melalui Modifikasi Panas Sulthanulmufti, Sulthanulmufti; Wulandari, Febriana Tri; Ningsih, Rima Vera
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.359

Abstract

Research on improving the quality of rajumas wood (Duabanga moluccana) through heat treatment aims to determine the effect of heat treatment on the physical and mechanical properties of rajumas wood. This study used an experimental method with an experimental design in the form of a non-factorial complete randomized design, namely the temperature factor with the treatment of three temperature variations of 140oC, 160oC, 180oC and three replications. Heat treatment carried out in this study caused changes in the three parameters of the physical properties of rajumas wood tested, namely moisture content, density, and dimensional stability. Changes in the physical properties of wood occurred in all three variations of treatment temperature (140oC, 160oC, 180oC). Heat treatment results showed a positive response that can improve the physical properties of rajumas wood. Heat treatment showed an increase in MoE and MoR wood mechanics properties as the treatment temperature increased. The use of 160oC heating temperature gives the highest MoE and MoR improvement results and the use of higher heating temperatures will reduce wood mechanics. Heat treatment method can be an effective method in improving wood properties.
Willingness To Pay Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air Taman Wisata Alam Kerandangan Oleh Masyarakat Dusun Kerandangan Kabupaten Lombok Barat Aprilia Ika Berliana; Diah Permata Sari; Febriana Tri Wulandari
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.406

Abstract

Jasa lingkungan merupakan manfaat yang diterima oleh masyarakat berasal dari lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu jasa lingkungan yaitu pemanfaatan jasa lingkungan air untuk menjaga keberlangsungan dari jasa lingkungan imbal jasa (WTP). WTP (Willingness to Pay) atau kemauan untuk membayar mengukur sejauh mana konsumen siap mengeluarkan uang untuk perbaikan kondisi lingkungan atau penilaian terhadap sumber daya alam serta layanan ekosistem dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan.Tujuan dilakukan penelitian in adalah untuk mengetahui WTP pengguna jasa lingkungan air di Dusun Kerandangan. Selain itu, untuk menentukan factor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP pengguna jasa lingkungan air di Dusun Kerandangan, penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dan deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah pengguna jasa lingkungan air di Dusun Kerandangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan responden bersedia membayar jasa lingkungan air untuk pengelolaan jasa lingkungan air. Rata-rata nilai WTP adalah Rp.11.789,82 per kepala keluarga, dengan total WTP mencapai RP3.216.163 per bulan. Factor yang mempengaruhi nilai WTP adalah pendapatan.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN TONGKOL JAGUNG Wulandari, Febriana Tri; Lestari, Dini; Fahrussiam, Fauzan; Ningsih, Rima Vera; Raehnayati, Raehnayati
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i1.70758

Abstract

Agricultural waste needs to be processed into products that provide benefits by making alternative fuels in the form of biobriquettes (charcoal briquettes). The purpose of this study was to determine the best composition of charcoal briquettes from coconut shell waste and corn cobs by testing charcoal briquettes in order to obtain quality charcoal briquettes in accordance with SNI No.1/6235/2000 standards.   The method used in this research is using experimental method with experimental design using non-factorial Completely Randomized Design (RAL) with three treatments of raw material types with 3 replications.     Based on the results of the study, the following conclusions were obtained: The value of moisture content, ash content, fly substance content and calorific value are included in the SNI 01-6235-2000 standard except the calorific value of corn cob charcoal briquettes is not included in the standard. Bound carbon content is not found in SNI 01-6235-2000 but based on Japanese, American and British standards the value is included in the standard. The highest value of moisture content in corn cob briquettes (TJ) with a value of 0.88% and the lowest in coconut shells at 0.41%.   The highest ash content value in the mixed charcoal briquettes of corn cob and coconut shell (TT) was 11.79% and the lowest in the coconut shell charcoal briquettes (TK) was 7.09%. The highest value of flying matter content in the mixed charcoal briquettes of corn cob and coconut shell (TT) was 25.67% and the lowest in coconut shell (TK) was 10.22%.   The value of bound carbon content of corn cob (TJ) was higher at 77.86% and the lowest in the charcoal briquette of mixed corn cob coconut shell (TT) at 50.94%.   The highest calorific value in the mixed charcoal briquettes of coconut shell corn cob (TT) was 5974 cal/gr and the lowest in the charcoal briquettes of corn cob was 4227 cal/gr.Keywords: charcoal briquette, coconut shell, corn cob, biomassAbstrakLimbah pertanian perlu dilakukan pengolahan menjadi produk yang   memberi manfaat dengan membuat bahan bakar alternative berupa biobriket (briket arang). Tujuan dari penelitian ini mengetahui komposisi terbaik briket arang dari limbah cangkang kelapa dan tongkol jagung dengan melakukan pengujian briket arang agar mendapat briket arang yang berkualitas sesuai dengan standar SNI No.1/6235/2000.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan tiga perlakuan jenis bahan baku dengan 3 ulangan.     Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan bahwa hasil uji sifat fisis yang terdiri dari nilai kadar air, kadar abu, kadar zat terbang dan nilai kalor sudah memenuhi persyaratan standar SNI 01-6235-2000. Akan tetapi, nilai kalor briket arang tongkol jagung tidak masuk dalam standar. Kadar karbon terikat tidak terdapat pada SNI 01-6235-2000 tetapi berdasarkan standar Jepang, Amerika dan Inggris nilainya masuk dalam standar. Nilai kadar air tertinggi pada briket tongkol jagung (TJ) dengan nilai sebesar 0,88% dan terendah pada cangkang kelapa sebesar 0,41%.   Nilai kadar abu tertinggi pada briket arang campuran tongkol jagung dan cangkang kelapa (TT) sebesar 11,79% dan terendah pada briket arang tempurung kelapa (TK) sebesar 7,09%. Nilai kadar zat terbang tertinggi pada briket arang campuran tongkol jagung tempurung kelapa (TT) sebesar 25,67% dan terendah pada tempurung kelapa (TK) sebesar 10,22%.   Nilai kadar karbon terikat tongkol jagung (TJ) lebih tinggi sebesar 77,86% dan terendah pada briket arang campuran tongkong jagung tempurung kelapa (TT) 50,94%.   Nilai kalor tertinggi pada briket arang campuran tongkol jagung tempurung kelapa (TT) sebesar 5974 cal/gr dan yang terendah pada briket arang tongkol jagung sebesar 4227 cal/grKata kunci: briket arang, tempurung kelapa, bongkol jagung, biomassa
Sifat Fisika Papan Laminasi Kombinasi Kayu Sengon dan Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Wulandari, Febriana Tri; Amin, Radjali
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1200

Abstract

Penelitian ini mengkombinasikan bahan baku dari kayu sengon dengan non kayu yakni bambu petung menjadi produk laminasi. Sengon memiliki beberapa kelemahan yaitu berat jenisnyanya yang ringan yakni sekitar 0,33 dengan kelas kuat III-IV sehingga tidak layak digunakan sebagai bahan kontruksi karena masuk dalam kelas kuat. Sedangkan bambu petung memiliki karakteristik dasar mirip dengan kayu bahkan dalam beberapa hal bambu petung memiliki keunggulan dibandingkan kayu. Keunggulan bambu petung selain kekuatan mekaniknya yang kuat, bambu ini dapat mudah ditemukan di daerah tropis dan waktu tumbuh yang dominan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat labur terhadap sifat laminasi dari kombinasi kayu sengon dengan bambu petung dan mengetahui pengaruh pembuatan laminasi kombinasi kayu sengon bambu petung terhadap peningkatan kelas kuat. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kerapatan papan laminasi kayu sengon bambu petung yakni 0,50 gr/cm3, dengan kisaran nilai kadar air rata-rata yakni sebesar 13,86% Nilai kadar ini telah memenuhi standar JAS 234:2003 yaitu kurang dari 15%. Terjadi peningkatan kelas kuat menjadi kelas kuat III yang dapat digunakan sebagai bahan kontruksi ringan. Pengujian sifat fisika papan laminasi kayu sengon bambu petung telah memenuhi standar SNI 01-6240-2000 dan JAS SE-7 2003. Physical Properties of Combination Laminated Boards of Sengon Wood and Petung Bamboo (Dendrocalamus asper) Abstract This study combined raw materials from sengon wood with non-wood, namely petung bamboo, to produce laminated products. Sengon has several weaknesses, namely its light specific gravity which is around 0.33 with a strength class III-IV so it is not suitable for use as a construction material because it is included in the strength class. Meanwhile, petung bamboo has basic characteristics similar to wood, even in some ways petung bamboo has advantages over wood. The superiority of petung bamboo besides its strong mechanical strength, this bamboo can be easily found in tropical areas and has a dominantly fast growing time. This study aims to determine the effect of labur weight on the lamination properties of the combination of petung bamboo and sengon wood and to determine the effect of making a combination of petung bamboo sengon wood on the increase in strength class. The method used in this study used an experimental method with an experimental design using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The results showed that the average density of petung bamboo sengon wood laminated boards was 0.50 gr/cm3, with an average moisture content range of 13.86%. 15%. There was an increase in the strength class to become strong class III which can be used as a lightweight construction material. Testing of the physical properties of petung sengon bamboo wood laminated boards complied with SNI 01-6240-2000 and JAS SE-7 2003 standards.
Kombinasi Kayu Rajumas dan Bambu Petung Sebagai Produk Papan Laminasi Amin, Radjali; Wulandari, Febriana Tri
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1266

Abstract

Teknologi laminasi merupakan salah satu alternatif untuk mengkombinasikan antara bahan kayu dan non kayu menjadi produk papan. Bahan baku papan laminasi yang digunakan adalah kayu rajumas dan bambu petung.  Kayu rajumas (Duabanga mollucana) memiliki kelas kuat IV-V. Bambu yang digunakan dalam pembuatan papan lamianasi harus memiliki syarat yaitu dimensi panjang, lebar, dan tebal yang dapat dikonversikan dalam bentuk papan atau balok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan fisika dan mekanika papan laminasi kombinasi dari kayu rajumas dan bambu petung serta pengaruh berat labur, tekanan kempa dan interaksinya terhadap kekuatan sifat fisika dan mekanika papan laminasi. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen dengan rancanga percobaan faktorial dengan 2 faktor dan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka berat labur, tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap pengujian sifat fisika tetapi berpengaruh nyata pada pengujian sifat mekanika papan laminasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan B1T1 dengan perlakuan B2T1 pada uji MoE dengan nilai signifikan 0,036 dan 0,033 serta pada uji MoR dengan nilai signifikan 0,001, 0,007, dan 0,035. Berdasarkan nilai sifat fisika dan mekanika maka papan laminasi kombinasi kayu rajumas dan bambu petung masuk dalam kelas III yang dapat digunakan untuk keperluan konstruksi berat terlindung. Combination of Rajumas Wood and Petung Bamboo as a Laminated Board Product Abstract Lamination technology is an alternative to combine wood and non-wood materials into board products.  The raw materials used for laminated boards are rajumas wood and petung bamboo. Rajumas wood (Duabanga mollucana) has a strength class IV-V. Bamboo used in the manufacture of lamianation boards must have requirements, namely length, width, and thickness dimensions that can be converted in the form of boards or blocks. This study aims to determine the physical strength and mechanics of laminated boards combined from rajumas wood and petung bamboo as well as the effect of labur weight, felt pressure and their interaction on the strength of physical properties and mechanics of laminated boards. The research method used used experimental method with factorial experimental design with 2 factors and 4 treatments with 3 replications.  Based on the results of the research that has been done, the overburden weight, compression pressure and their interactions do not have a significant effect on testing the physical properties but have a significant effect on testing the mechanical properties of laminated boards. This is indicated by the significant difference between the B1T1 treatment and the B2T1 treatment in the MoE test with significant values of 0.036 and 0.033 and in the MoR test with significant values of 0.001, 0.007, and 0.035, respectively. Based on the value of physical and mechanical properties, the laminated board of a combination of rajumas wood and petung bamboo is included in class III which can be used for heavy protected construction purposes.
Pengaruh Tekanan Kempa Papan Laminasi Kayu Sengon dan Bambu Petung Wulandari, Febriana Tri; Sari, Diah Permata; Ningsih, Rima Vera; Raehnayati, Raehnayati
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1292

Abstract

Dalam mengatasi keterbatasan jenis kayu berkualitas rendah, papan laminasi menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas kayu. selain ukuran kayu yang dapat disesuaikan, tampilan dari papan laminasi ini dapat memberikan nilai dekoratif yang indah. Penelitian ini mengkombinasikan kayu solid dengan bambu untuk membuat papan laminasi. Jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu sengon dan bambu yang digunakan adalah bambu petung. Salah satu faktor yang mempengaruhi papan laminasi adalah tekanan kempa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menguji bagaimana pengaruh tekanan kempa terhadap sifat fisis papan laminasi kayu sengon bambu petung dimana sifat fisis merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas papan laminasi yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan dua perlakuan tekanan pengempaan (20 Nm dan 30 Nm). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan dari tekanan kempa berpengaruh nyata terhadap sifat fisik papan laminasi kayu sengon bambu petung. Sehingga sifat fisik papan laminasi kayu sengon bambu petung termasuk dalam standar SNI 01-6240-2000 dan JAS 234-2007. Berdasarkan nilai uji sifat fisik tersebut, papan laminasi kayu sengon bambu petung termasuk dalam kelas kuat III yang dapat digunakan untuk keperluan konstruksi berat yang terlindung. Effect of Felt Pressure on Laminated Boards of Sengon Wood and Petung Bamboo Abstract In overcoming the limitations of low-quality wood species, laminated boards are a solution in improving wood quality. In addition to customizable wood sizes, the appearance of these laminated boards can provide beautiful decorative value. This research will try to combine solid wood with bamboo to make laminated boards. The types of wood used in the study were sengon wood and bamboo used by petung bamboo. One of the factors that affect the laminate board is the pressure of the felt. Based on this, this research wants to test how the effect of pressure on the physical properties of the bamboo petung sengon wood laminated boards where the physical properties are one way to determine the quality of the resulting laminated boards. The method used in this study used an experimental method with an experimental design using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with two pressure pressure treatments (20 Nm and 30 Nm). Based on the results of the study, the treatment of felt pressure has a significant effect on the physical properties of sengon bamboo petung wood laminated board.. So that the physical properties of petung bamboo sengon wood laminated boards are included in the SNI 01-6240-2000 and JAS 234-2007 standards. Based on the physical properties test value, the petung bamboo sengon wood laminated boards are included in the strength class III which can be used for protected heavy construction purposes.
Pemanfaatan Kayu Rajumas, Sengon dan Bambu Petung Sebagai Produk Papan Laminasi Wulandari, Febriana Tri; Lestari, Dini
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1822

Abstract

Salah satu alternatif peningkatan nilai tambah kayu sengon dan rajumas dengan mengkombinasikan dengan bambu petung menjadi bentuk papan papan laminasi sebagai subtitusi material struktural. Bambu petung dapat dibuat papan laminasi karena memiliki dinding batang tebal (10 mm-30 mm), dinding batang yang tebal akan menghemat penggunaan perekat. Papan laminasi merupakan suatu produk yang dibentuk dari lamina-lamina kayu yang disatukan dengan perekat dengan proses pengempaan menjadi papan yang ukurannya bisa diatur sesuai keperluan. Kelebihan produk papan laminasi yaitu cacat kayu dapat dihilangkan, memiliki nilai estetika yang baik serta mudah dalam perawatannya. Persayaratan kayu untuk untuk penggunaan structural membutuhkan kekuatan yang tinggi dan memiliki dimensi yang besar.  Teknologi papan laminasi memungkinkan kayu dengan sifat inferior dikonversi menjadi produk structural.  Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh berat labur, jenis kombinasi kayu dan non kayu serta interaksinya terhadap sifat fisika dan mekanika papan laminas serta menentukan kelas kuat papan laminasi berdasarkan sifat fisika dan mekanikanya. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika (kerapatan, pengembangan tebal dan penyusutan tebal) papan laminasi tidak berpengaruh nyata terhadap berat labur, jenis kombinasi dan interaksinya kecuali pada pengujian kadar air berpengaruh nyata.  Pengujian sifat mekanika (MoE dan MoR) berpengaruh nyata terhadap berat labur, jenis kombinasi dan interaksinya.  Sifat fisika papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung dan sengon bambu petung sudah sesuai standar JAS 234-2007 namun pada pengujian sifat mekanika belum memenuhi standar.  Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika maka masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan dengan pemakaian didalam ruangan. Utilization of Rajumas, Sengon and Petung Bamboo as Laminated Board Products Abstract One alternative to increase the added value of sengon and rajumas wood by combining with petung bamboo into a form of laminated board as a substitute for structural materials. Petung bamboo can be made into a laminated board because it has a thick stem wall (10 mm-30 mm), a thick stem wall will save the use of adhesive. Laminated board is a product formed from wood laminae that are joined together with adhesive by the process of forging into a board whose size can be adjusted as needed. The advantages of laminated board products are that wood defects can be eliminated, have good aesthetic value and are easy to maintain. Wood requirements for structural use require high strength and large dimensions.  Laminated board technology allows wood with inferior properties to be converted into structural products. The purpose of this research is to see the effect of labor weight, type of wood and non-wood combination and their interaction on the physical and mechanical properties of laminated boards and determine the strength class of laminated boards based on their physical and mechanical properties. Based on the results of testing the physical properties (density, thickness development and thickness shrinkage) of laminated boards have no significant effect on the weight of the lumber, the type of combination and its interaction except in testing the water content has a real effect. Testing of mechanical properties (MoE and MoR) has a significant effect on the weight of labur, the type of combination and its interaction. The physical characteristics of the laminated board combination of rajumas bamboo petung and sengon bamboo petung wood are in accordance with the JAS 234-2007 standard, but the mechanical properties test has not met the standard.  Based on the results of testing the physical and mechanical properties, it is included in strength class III which can be utilized as a lightweight construction material with indoor use.
Co-Authors ABDUL MUIN Aditya, I Gusti Ngurah Agung Surya Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Aprilia Ika Berliana Arniwati Ayu, Candra B, Kornelia Webliana chairil ichsan, andi Dewi Mandalika, Eka Nurminda Dhimas Mardyanto Prasetyo Dhimas Mardyanto Prasetyo Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dias Evayanti Dini Lestari Dini Lestari Dini Lestari, Dini Dita Anggraini Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Eni Hidayati Ety Lisma, Ni Putu Fauzan Fahrussiam GB Daril Rama Aditia Habibi Habibi Habibi Hairil Anwar Hasan, Andika Hasyyati Sabrina Hasyyati Shabrina I Gde Dharma Atmaja I Gde Dharma Atmaja I Made Wayan Suastana I Putu Angga Teja Maya Ipan Alfadian Irwan Mahakam Lesmono Aji Januardi, Januardi Khairunnisa, Aulia Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Leni Rusdiani Lestari, Andi Tri Lipianti Lismaya Dewi, Ni Putu Ety Markum Markum Ni Made Meta Dwiantari Meta Ni Putu Ety Lismaya Dewi Ni Putu Ety Lismaya Dewi Niechi Valentino Nurwahdania, Nurwahdania Pande Komang Suparyana Prasetyo, Andrie Ridzki Putra, Arya Syah Putri Radjali Amin Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehnayati Raehnayati, Raehnayati Rato Firdaus Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rosadi, M. Kudsi Siti Latifah Sujana, Ginang Mingga Sulthanulmufti, Sulthanulmufti Surya Aditya, I Gusti Ngurah Agung Syahputra, Maiser Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Webliana, Kornelia Wuryantoro Yeni Rahmawati, Yeni Zahra, Adelia Zarkasyi, Akhmad