Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL APTITUDE TREATMENT INTERACTION UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 3 PRAYA TIMUR TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Aminah, Siti; Sanapiah, sanapiah; Febrilia, Baiq Rika Ayu
Media Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v5i1.492

Abstract

Lack of student interest in learning mathematics and the use of methods which are not effective in the learning process leads to lower student learning outcomes. One alternative solution to overcome this problem is to apply the learning model ATI. This study aimed to describe the Model ATI to Increase Interests and Student learning outcomes on the Topic Circle at SMPN 3 Praya Timur in academic year 2016/2017. This research is a classroom action research. This study consisted of two cycles. Each cycle consists of four stages: plan, execution, observation, and reflection. The data sources obtained from class VIII-A, amounting to 29 people. Types of data obtained are quantitative and qualitative data. The results showed an increase in student learning outcomes with a percentage of 42% to 86%. While the student's interest in learning increased from 1.75 to 1.85. The results showed that the use of ATI Learning Model can Increase the Interest and Results of Academic Students of SMPN 3 Praya Timur in the academic year 2016/2017.
REGRESI LOGISTIK ORDINAL (STUDI KASUS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI) Fatonah, Laily; Sanapiah, Sanapiah; Febrilia, Baiq Rika Ayu
Media Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v5i2.1501

Abstract

Stress is a condition that is susceptible to experienced by students who are completing a thesis. The results of preliminary observations of 30 students at IKIP Mataram, found 9 students experienced mild stress, 15 students experienced moderate stress and 6 students experienced severe stress. So that research is conducted to determine the factors that influence the level of stress of students in completing the thesis. This research is a case study research with techniques and instruments of data collection using questionnaires. The sample used by 100 students was determined using purposive sampling and the analytical method used was ordinal logistic regression analysis. The results showed that the factors that influence the stress level of students in completing the thesis are confusing factors developing the theory and difficult to find literature. The ordinal logistic regression model obtained is logit (Y≤1│X) = 0.886 + 1,233X_2 + 1,865X_3 and logit (Y≤2│X) = 3,917 + 1,233X_2 + 1,865X_3. The value of e ^ (parameter X_2) = 3.4 which means that if students experience confusion in developing theories, they tend to increase stress levels by 3.4 times compared to students who do not experience confusion in developing theories
APLIKASI GRAPH COLOURING DALAM PENYUSUNAN JADWAL PERKULIAHAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP MATARAM Juliangkary, Eliska; Sukmawati, Reni Tri; Febrilia, Baiq Rika Ayu
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1825

Abstract

Penyusunan jadwal perkuliahan adalah kegiatan rutin yang  dikerjakan universitas dalam tiap semester untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Oleh karena itu diperlukan cara atau solusi penyusunan jadwal yang efisien, memenuhi aspek keadilan dan tidak memerlukan waktu pemrosesan yang panjang. Salah satu cara atau solusi dalam menyusun jadwal perkuliahan adalah mengaplikasikan sifat yang terdapat dalam graph colouring. Pemanfaatan graph colouring diawali dengan mengkonversi data mata kuliah dan sejumlah peserta kuliah ke dalam bentuk graph tak berarah. Graph tak berarah diwarnai dengan menggunakan algoritma program graph colouring. Pada penelitian ini jadwal perkuliahan semester genap diatur ulang dengan menggunakan algoritma program graph colouring sebagai sampel. Hasil keluaran algoritma program graph colouring berupa kode mata kuliah dan kode warna yang menunjukkan slot waktu.
Perspektif Siswa Terhadap E-Learning Berdasarkan Model Motivasi ARCS Nissa, Ita Chairun; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Astutik, Fitri; Iswawan, Muhamad Galang
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i1.3831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat motivasi siswa yang telah melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan E-Learning. Jenis penelitian adalah survey karena menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpul data yang utama. Pernyataan dalam kuesioner merujuk pada Model Motivasi ARCS oleh Keller pada empat elemen yaitu Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction. Uji validitas oleh dua ahli menyatakan bahwa kuesioner adalah sangat valid dengan sedikit revisi. Responden adalah 42 siswa kelas XI SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Lombok Barat dimana guru mereka telah mendapatkan pelatihan menggunakan E-Learning khususnya platform Google Classroom pada tahun 2020 lalu. Data kuesioner dianalisa secara kuantitatif dan dinyatakan dalam bentuk distribusi frekuensi dan kriteria motivasi untuk setiap elemen ARCS. Penyajian data kuantitatif ini kemudian dilengkapi dengan deskripsi alasan siswa pada saat memilih suatu jawaban tertentu. Perspektif siswa terhadap E-Learning menurut Model Motivasi ARCS pada penelitian ini terbagi dalam dua jenis respon yaitu respon siswa terhadap pengalaman belajar menggunakan E-Learning dan respon siswa terhadap ketersediaan fitur/aplikasi/media dalam E-Learning. Berdasarkan rata-rata skor akhir pada setiap elemen ARCS dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pengalaman belajar menggunakan E-Learning pada elemen Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction semuanya berada pada kriteria baik. Sedangkan respon siswa terhadap ketersediaan fitur/aplikasi/media dalam E-Learning pada elemen Attention, Relevance, dan Satisfaction berada pada kriteria tidak baik kecuali elemen Confidence yang berada pada kriteria baik.
Kajian Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Hartina, Sri; Sanapiah, Sanapiah; Febrilia, Baiq Rika Ayu
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i1.3919

Abstract

Proses kemampuan pemecahan masalah siswa ditandai oleh setiap langkah penyelesaian masalah yang diberikan oleh siswa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel pada siswa kelas VIII. Langkah-langkah penyelesaian masalah yang digunakan dalampenelitian ini adalah langkah-langkah menurut Polya. Berdasarkan Polya (1973) terdapat empat tahapan yang digunakan siswa dalam penyelesaian masalah, yaitu (1) memahami masalah, (2) menyusun rencana penyelesaian, (3) melaksanakan rencana penyelesaian, dan (4) memeriksa kembali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII  SMPN 18 Mataram sebanyak 3 siswa, satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang, dan satu siswa berkemampuan rendah. Instrumen penelitian ini adalah tes tertulis menggunakan lembar soal cerita berbentuk soal uraian. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah: (1) kemampuan pemecahan masalah untuk siswa berkemampuan tinggi termasuk dalam katagori rendah, dalam memahami masalah masih keliru, tetapi dapat menyusun penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian; (2) kemampuan pemecahan masalah untuk siswa berkemampuan sedang termasuk dalam katagori sangat rendah, dalam memahami masalah masih keliru, tetapi dapat menyusun penyelesaian, kurang tepat melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian; (3) kemampuan pemecahan masalah untuk siswa berkemampuan rendah termasuk dalam katagori sangat rendah, dalam memahami masalah tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, tidak menyusun rencana penyelesaian, tetapi dapat melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali hasil penyelesaiannya.
Kesalahan dan Miskonsepsi dalam Aljabar Rahayu, Suning; Setyawati, Dwi Utami; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Priatna M, Bambang Apiv
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4267

Abstract

Penyelidikan kesalahan dimaksudkan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang muncul karena salah satu sumber kesalahan adalah miskonsepsi. Dengan kata lain, miskonsepsi dapat dilacak melalui penyelidikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan permasalahan tertentu. Identifikasi miskonsepsi akan lebih bermakna apabila dipelajari lebih lanjut mengapa miskonsepsi ini bisa terjadi dan bagaimana guru harus membuat tindak lanjut dari permasalahan ini sehingga permasalahan serupa tidak akan terulang pada siswa-siswa yang lain. Melalui penyelidikan latar belakang terjadinya miskonsepsi ini guru diharapkan mampu membangun strategi pembelajaran yang dapat meminimalisir terjadinya kesalahpahaman siswa. Artikel ini menyajikan tentang kesalahan dan miskonsepsi yang kerap kali dilakukan oleh siswa dalam materi aljabar. Jenis-jenis kesalahan yang muncul ditinjau melalui studi temuan-temuan penelitian sebelumnya. Untuk mengetahui apakah kesalahan ini juga terjadi pada siswa di NTB, kami melakukan wawancara guru tentang kesalahan apa yang sering dilakukan siswa, penyebab terjadinya dan langkah apa yang dilakukan guru untuk mengantisipasinya. Setelah itu, dilakukan analisis untuk mengetahui miskonsepsi apa saja yang muncul melalui kesalahan tersebut.
Eksplorasi Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Matematika Program Linier Nissa, Ita Chairun; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Astutik, Fitri
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4467

Abstract

Program linier memiliki muatan materi yang menekankan pada metode penentuan nilai optimum (maksimum atau minimum). Masalah program linier pada umumnya disajikan dalam bentuk soal cerita yang melibatkan pertidaksamaan linier dan grafik garis lurus yang masing-masing memerlukan strategi dan pengetahuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 26 orang siswa kelas 11 SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif diperoleh melalui tes dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara. Analisa data dengan uji statistik komparatif dua pihak menghasilkan tstatistik = 3.63 > tkritis satu pihak = 2.05 pada α = 0.05 yang artinya Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan atas kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi pentingnya memberikan pengalaman pemecahan masalah kepada siswa secara konsisten, berkelanjutan dan beragam dalam tingkat kesukarannya.
Investigasi Penalaran Spasial Mahasiswa Calon Guru Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Matematis Rahayu, Suning; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Kurniawan, Ade
Media Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v10i1.5256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran spasial mahasiswa calon guru ditinjau dari kemampuan berpikir matematis. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 3 mahasiswa pendidikan matematika semester 6 yang dipilih berdasarkan IPK dengan kategori, yaitu (1) IPK <3.20, (2) 3.20<IPK<3.60 dan (3) IPK> 3.60. Data dikumpulkan melalui hasil tes kemampuan penalaran spasial dan berpikir matematis serta rekaman hasil wawancara sebagai tindak lanjut untuk memperdalam temuan yang diperoleh dari hasil tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk kemampuan berpikir matematis subjek A1 memiliki kemampuan berpikir matematis yang baik, subjek A2 penelitian ini menunjukkan bahwa untuk kemampuan berpikir matematis subjek A1 memiliki kemampuan berpikir matematis yang sangat baik dan subjek A3 penelitian ini menunjukkan bahwa untuk kemampuan berpikir matematis subjek A1 memiliki kemampuan berpikir matematis yang cukup baik, sedangkan kemampuan penalaran spasialnya subjek A1 memiliki penalaran spasial yang baik, subjek A2 memiliki penalaran spasial yang sangat baik dan subjek A3 memiliki penalaran spasial yang cukup baik, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika dilihat dari kemampuan berpikir matematis, mempengaruhi kemampuan penalaran spasial subjek. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu bukti ilmiah mengenai hubungan antara penalaran spasial dengan kemampuan berpikir matematis.
Pengembangan buku ajar mata kuliah matematika dasar untuk fisika Nissa, Ita Chairun; Pangga, Dwi; Febrilia, Baiq Rika Ayu
Media Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v10i2.6545

Abstract

Kebutuhan terhadap buku ajar matematika dasar yang terintegrasi dengan konten dan konteks masalah fisika ternyata sangat diperlukan oleh pengajar maupun mahasiswa program studi pendidikan fisika yang menempuh mata kuliah matematika dasar. Mata kuliah matematika dasar yang diajarkan kepada mahasiswa program studi pendidikan fisika harus memiliki karakteristik implementasi konsep matematika dasar terhadap penyelesaian masalah-masalah fisika. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan suatu buku ajar matematika dasar untuk fisika. Pengembangan dilakukan melalui model Hannafin and Peck dalam tiga fase yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, dan fase pengembangan dan implementasi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes dan angket dan dianalisa secara statistik deskriptif. Pengujian buku ajar terdiri dari uji kelayakan (validitas dan reliabilitas) buku ajar, uji kepraktisan buku ajar, dan uji keefektifan buku ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar matematika dasar untuk fisika telah memenuhi kriteria layak, praktis, dan efektif sebagai alternatif buku referensi untuk perkuliahan
Pengembangan Masalah Matematika Berbobot (Rich Mathematical Task) untuk Meningkatkan Level Kemampuan Berpikir Siswa Febrilia, Baiq Rika Ayu; Juliangkary, Eliska
Media Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v11i1.6921

Abstract

The quality of learning mathematics in the classroom is influenced by the lesson plan that the teacher prepares long before the lesson is implemented, including the design of math assignments or problems. A task or problem should be able to encourage students to improve their thinking skills. One of the tasks that can encourage students to think at a higher level is rich mathematical tasks. The development of rich mathematical tasks is very important considering that these tasks can encourage students to think logically, creatively, innovatively, communicatively and evaluatively. This study aims to develop the design of rich mathematical tasks to increase the level of students' thinking skills. The method used is development research which consists of three phases, namely the preliminary study phase, the development phase, and the final phase. However, this study is reported in the first two phases. The instruments used include prototype validation sheets and rich mathematical task question sheets. The results of this study are two problems that are developed, each of which is concentrated on the material of Three Variable Linear Equations System (SPLTV) and Comparison. This problem was then validated and obtained a score of 89.6%, which means that the problem is valid without needing to be revised. The try-out was carried out at partner schools involving 26 students in class XI IPA 1. The test results showed that the level of students' thinking skills was still at the level of application, although there were some students who showed an analysis level.