Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Mahasiswa Terhadap Penggunaan Aplikasi Google Classroom Pada Matakuliah Matematika Diskrit Pujilestari, Pujilestari; Juliangkary, Eliska
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i1.2967

Abstract

Respon peserta didik dalam pembelajaran yang dilakukan pengajar merupakan tanggapan dan reaksi dari peserta didik terhadap pengkondisian pembelajaran yang dilakukan pengajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap penggunaan Aplikasi Google Classroom pada matakuliah Matematika Diskrit. Penelitian ini dilaksanakan mulai semester ganjil tahun akademik 2020/2021 pada Mahasiswa semester V matakuliah Matematika Diskrit sebanyak 34 orang, Program Studi Pendidikan Matematika FSTT UNDIKMA Mataram. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angket/kuisioner dengan menggunakan google form. Indikator untuk mengukur respon mahasiswa yaitu 1) penerimaan mahasiswa pada kemudahan Google Classroom dan performa Google Classroom untuk pembelajaran pada matakuliah Matematika Diskrit yang terdiri dari Isi (content) (1.a), Akurasi (accuracy) (1.b), Bentuk (format) (1.c), Ketepatan Waktu (timeliness) (1.d), Kemudahan Penggunan (ease of use) (1.e), Keamanan dan Privasi (security and privacy) (1.f), dan Kecepatan Respon Media (1.g). dan 2) Kepuasan Pengguna (user satisfaction) Google Classroom. Respon mahasiswa pada indikator 1) penerimaan mahasiswa pada kemudahan Google Classroom dan performa Google Classroom untuk pembelajaran pada matakuliah Matematika Diskrit rata-ratanya sebanyak 79.70% mahasiswa sangat setuju dan 18.64% mahasiswa setuju mahasiswa dan hanya sebesar 1.66% mahasiswa menyatakan tidak setuju. Dan  indikator 2) Kepuasan Pengguna (user satisfaction) Google Classroom yaitu rata-rata Respon mahasiswa sebanyak 86.76% mahasiswa sangat setuju dan 11.76% mahasiswa setuju mahasiswa dan hanya sebesar 1.47% mahasiswa menyatakan tidak setuju. Dengan hasil yang demikian, penggunaan aplikasi Aplikasi Google Classroom pada matakuliah Matematika Diskrit mendapat respon yang baik.
The Problem Solving Ability of Students on the Material Perimeter and Area of a Triangle Sabaniatun, Sabaniatun; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Juliangkary, Eliska
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2019): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika (October 2019)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.861 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v9i02.6074

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi keliling dan luas segitiga melalui metode problem solving. Penelitian dilaksanakan pada SMPN 1 Batukliang Utara pada tahun pelajaran 2017/2018. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII sebanyak 23 orang siswa. Data dikumpulkan menggunakan dua LKS yang telah dikerjakan oleh siswa secara berkelompok dan kemudian dikonfirmasi melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap beberapa orang siswa perwakilan kelompok. Penelitian ini menggunakan tiga tahapan dalam teknik menganalisis datanya, yaitu tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua LKS yang dikerjakan siswa secara berkelompok, setiap kelompok berusaha untuk memahami masalah dengan membaca soal tersebut tanpa bersuara dan mengubah informasi dalam soal ke dalam bahasa yang sering digunakan oleh siswa. Setiap kelompok mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang di tanyakan pada soal. Saat menetapkan jawaban sementara, setiap kelompok hanya mampu menyelesaikan masalah dengan satu cara yang hanya dipahami oleh masing-masing kelompok yaitu dengan menggunakan rumus keliling dan luas segitiga. Pada langkah pemeriksaan kembali dan penarikan kesimpulan, masih terdapat beberapa kelompok yang hanya melihat hasil atau jawaban yang didapatkan tanpa membuktikan kembali apakah jawaban yang didapatkan sudah benar atau tidak. Kata Kunci: kemampuan siswa; pemecahan masalah; keliling dan luas segitiga Students’ Problem Solving Ability in Perimeter and Area of Triangle Abstract This study aims to describe students' problem-solving abilities in the perimeter and the area of ​​the triangle through problem solving methods. The study was carried out at North Batukliang 1 Junior High School in the 2017/2018 school year. The subjects involved in this study were 23 grade VII students. Data was collected using two worksheets that had been done by students in groups and then confirmed through interviews conducted by researchers against several students representing the group. This study used three stages in the technique of analysing the data, namely the stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that of the two worksheets that students worked in groups, each group tried to understand the problem by reading the questions without speaking and changing the information in the questions into the language that was often used by students. Each group is able to write down what is known and what is asked about the question. When setting a temporary answer, each group is only able to solve the problem in one way that is only understood by each group, using the perimeter and the area formula of ​​the triangle. In the re-examination steps and conclusions, there are only several groups that look back at the results/ answers have been obtained without proving whether the answers obtained are correct or not. Keywords: students’ ability; problem solving; perimeter and area of triangle
Penerapan Realistic Mathematics Education untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas VIII Di SMPN Satap 1 Pringgabaya Susmita, Reza Sri; Sanapiah, Sanapiah; Juliangkary, Eliska
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.431

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada materi pelajaran Lingkaran disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan tidak menarik. Selain itu, pelajaran tersebut tidak dikaitkan dengan kehidupan nyata. Untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, diperlukan model pembelajaran yang dapat terhubung dengan dunia nyata atau kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar matematika dengan menerapkan Metode Realistic Mathematic Education (RME) pada siswa kelas VIII SMPN Satap 1 Pringgabya tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Data mengenai minat belajar dikumpulkan melalui angket, sementara data mengenai hasil belajar diperoleh dari soal evaluasi yang dirancang khusus untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi Lingkaran. Berdasarkan analisis data, terjadi peningkatan hasil belajar dari 61,42% pada siklus I menjadi 79,45% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Metode RME terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan nyata dapat membuat pelajaran lebih menarik dan relevan bagi.
Penerapan Model Pembelajaran Quiz Team untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Izzati, Aena Yazul; Sanapiah, Sanapiah; Juliangkary, Eliska
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas penerapan model pembelajaran Quiz Team dalam meningkatkan minat belajar matematika dan pemahaman konsep materi barisan dan deret aritmatika siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Lembar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru matematika kelas XI MIPA 1 di SMAN 1 Lembar, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu: 1) minat siswa terhadap pembelajaran matematika masih sangat rendah, dan 2) pemahaman siswa terhadap konsep materi barisan dan deret aritmatika juga kurang memadai. Salah satu model pembelajaran yang dianggap efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman konsep adalah model pembelajaran Quiz Team. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian sebanyak 31 siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Lembar pada tahun ajaran 2023/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, persentase ketuntasan klasikal minat belajar matematika siswa mencapai 60,48% dengan kategori sedang, dan meningkat pada siklus II menjadi 76,69% dengan kategori tinggi, yang telah mencapai ketuntasan klasikal minimal 70%. Sementara itu, hasil evaluasi pemahaman konsep menunjukkan ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 46,43% dengan kategori cukup, dan meningkat pada siklus II menjadi 73,33% dengan kategori tinggi, meskipun belum mencapai ketuntasan klasikal secara keseluruhan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Quiz Team terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar matematika dan pemahaman konsep materi barisan dan deret aritmatika pada siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Lembar. Peningkatan yang signifikan pada kedua variabel tersebut menunjukkan bahwa model ini dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah.
Analisis Minat Belajar Mahasiswa Terhadap Penggunaan Google Classroom Pada Matakuliah Matematika Diskrit Pujilestari, Pujilestari; Juliangkary, Eliska
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5545

Abstract

minat belajar adalah perasaan ketertarikan dan rasa lebih suka seseorang yang dapat meningkatkan motivasi dalam melakukan aktivitas tertentu sehingga dalam menghadapi masalah tanpa paksaan dari luar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan minat belajar mahasiswa terhadap penggunaan Google Classroom pada matakuliah Matematika Diskrit. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan merupakan penelitan kualitatif deskriptif. Dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021 pada Mahasiswa semester V matakuliah Matematika Diskrit sebanyak 34 orang, Program Studi Pendidikan Matematika. Instrumen yang digunakan ini adalah kuisioner/angket berupa Google Form.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minat belajar mahasiswa terhadap penggunaan Google Classroom pada matakuliah Matematika Diskrit secara keseluruhan Sangat baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan data berikut indikator 1) Adanya perasaan senang terhadap pembelajaran sebesar 82% menunjukkan kriteria Sangat Baik. 2). Adanya pemusatan perhatian dan pikiran terhadap pembelajaran sebesar 84% menunjukkan kriteria Sangat Baik. 3). Adanya kemauan untuk belajar sebesar 79% menunjukkan kriteria Baik. 4). Adanya kemauan dari dalam diri untuk aktif belajar sebesar 81% menunjukkan kriteria Sangat Baik. 5) Adanya upaya yang dilakukan untuk merealisasikan keinginan untuk belajar sebesar 76% menunjukkan kriteria Baik.  
ANALISIS TINGKAT MATHEMATIC ANXIETY DITINJAU DARI MOTIVASI &HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 7 MATARAM TAHUN 2022/2023 Septiana, Mia; Sanapiah; Juliangkary, Eliska
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 1 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v1i2.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi variasi tingkat Mathematic Anxiety pada subjek yang diteliti, mendeskripsikan kaitan antara tingkat motivasi belajar dengan tingkat Mathematic Anxiety dan mendeskripsikan kaitan antara tingkat hasil belajar dengan tingkat Mathematic Anxiety. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan segala hasil penemuan-penemuan permasalahan pada subjek yang diteliti. Adapun hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni Setiap kelas menunjukan hasil analisis yang berbeda, pada kelas XI IPS I tingkat motivasi belajar berbanding lurus dengan tingkat Mathematic Anxiety. Ketegori tingkat motivasi belajar dan tingkat Mathematic Anxiety kelas XI IPS I berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 38%. Pada kelas XI IPS II secara klasikal menunjukan bahwa tingkatan Motivasi belajar dalam kategori sedang dan tingkat Mathematic Anxiety tinggi dengan persentase sebesar 43%. Sedangkang kelas XI IPS VI menunjukan hasil yang sebaliknya dimana kelas ini secara klasikal masuk dalam kategori tingkat motivasi belajar tinggi dengan tingkat Mathematic Anxiety sedang dengan persentase sebesar 42%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi belajar dan tingkat Mathematic Anxiety tidak selamanya saling mempengaruhi satu sama lain.
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII DI MTS TARBIYATUL QURRO’ TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Ahmad Muzaki; Juliangkary, Eliska; Zaitun, Zaitun
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 1 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v1i1.8

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII di MTs Tarbiyatul Qurro’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP MTs Tarbiyatul Qurro’. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dua kelas dimana kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol, kemudian kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda yaitu pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran kontekstual sedangkan kelas kontrol diberikan model pembelajaran konvensional(ceramah)., setelah diberikan perlakuan selanjutnya diberikan posttest untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Adapunn pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes yang terdiri dari 3 soal berbentuk essay. Dari hasil uji hipotesis nilai sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kontesktual terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Kemampuan Koneksi Matematis
EFEKTIVITAS LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH Juliangkary, Eliska; Sri Yuliyanti; Pujilestari
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v3i1.225

Abstract

Abstrak: Literasi matematis merupakan kompetensi dasar yang memungkinkan siswa untuk menafsirkan, merumuskan, dan menerapkan konsep-konsep matematika dalam menyelesaikan permasalahan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi matematis siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Lingsar. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif deskriptif yang difokuskan pada evaluasi validitas, kepraktisan, dan efektivitas LKPD. Subjek penelitian terdiri dari 35 siswa dan pelaksanaan dilakukan dalam dua kali pertemuan pada materi polinomial. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, angket respon siswa dan guru, serta lembar observasi. Validitas LKPD dinilai oleh ahli materi dan media dengan hasil rata-rata sebesar 98%, yang termasuk dalam kategori "sangat valid." Kepraktisan diukur melalui angket pengguna dan menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 84%, sehingga dikategorikan "sangat praktis." Efektivitas LKPD diukur melalui tes kemampuan literasi matematis, dengan 86% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), menunjukkan bahwa LKPD ini "sangat efektif." Selain itu, respon siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan, pemahaman yang lebih mendalam, dan motivasi belajar yang lebih tinggi karena penyajian masalah yang kontekstual dan berorientasi pada pemecahan masalah. Hasil penelitian ini mendukung integrasi strategi PBL dalam pembelajaran matematika sebagai pendekatan yang relevan untuk meningkatkan literasi matematis siswa. Dengan demikian, LKPD berbasis PBL layak direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif dalam pendidikan matematika tingkat menengah.
PENERAPAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMKN 1 DOMPU Ade Kurniawan; Masjudin; Juliangkary, Eliska; Rini Kurniati; Fitri Yuli Ismayati; Saidil Mursali
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v2i2.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Inquiry Based Learning untuk meningkatkan minat dan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMKN 1 Dompu. Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) ini mengacu pada empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu pada bulan Juni 2024 di SMKN 1 Dompu. Intrumen penelitian adalah angket minat belajar siswa dan tes pemahaman konsep matematika. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada Siklus I minat belajar siswa masih rendah dengan persentase ketuntasan klasikan mencapai 66% dan pemahaman konsep mencapai 72%. Hal ini disebabkan oleh ketidakbiasaan siswa dengan model pembelajaran IBL dan kendala dalam bekerja secara berkelompok. Namun, pada siklus II, ketuntasan klasikan minat belajar meningkat menjadi 83,7% dan pemahaman konsep juga meningkat mencapai 88,8%. Peningkatan ini terjadi karena siswa sudah lebih terbiasa dengan model IBL, guru menjelaskan materi dengan lebih jelas, dan memberikan perhatian khusus pada siswa yang mengalami kesulitan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model IBL dapat meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep matematika siswa di SMKN 1 Dompu dan disarankan untuk diterapkan pada materi dan mata pelajaran lainnya
PENGEMBANGAN LKPD BERDIFERENSIASI PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS BERBASIS TAKSONOMI BLOOM Juliangkary, Eliska; Pujilestari; Sri Yuliyanti
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v3i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdiferensiasi berbasis Taksonomi Bloom pada materi persamaan garis lurus untuk siswa kelas VIII SMP. Pengembangan dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Design-Based Research (DBR), melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, dan evaluasi. LKPD dirancang untuk mengakomodasi keragaman tingkat kognitif siswa dari C1 hingga C6, serta mengintegrasikan elemen pembelajaran kontekstual, visual, dan interaktif. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa LKPD memenuhi kelayakan isi, kebahasaan, dan konstruksi. Untuk mengukur efektivitas, digunakan desain kuasi-eksperimen dengan membandingkan hasil pretest dan posttest antara kelompok eksperimen yang menggunakan LKPD dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata siswa dari 61,2 menjadi 83,4, serta peningkatan proporsi siswa yang mencapai nilai ≥75 dari 26,6% menjadi 80%. Data observasi juga menunjukkan tingginya keterlibatan siswa dari berbagai tingkat kemampuan. LKPD berdiferensiasi ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, khususnya pada kelompok dengan kemampuan rendah dan sedang. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran matematika yang inklusif dan adaptif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.