Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Dan Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Buah Lokal. Widiawati, Wilda; Sukma, Sukma; Azhari, Burnama; Rusdin, Rista Astari
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 4 No. 6 (2024): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2024)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v4i6.2639

Abstract

Tingginya impor buah di Indonesia mengancam keberadaan buah lokal. Konsumen cenderung memilih buah impor karena kualitas dan pasokan buah lokal yang belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan preferensi konsumen terhadap keputusan pembelian buah lokal.  Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan program SPSS dengan teknik analisis regresi linier berganda, uji validitas, uji reliabilitas, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F. Hasil penelitian ini cukup mengejutkan, karena menunjukkan bahwa faktor-faktor yang umumnya dipertimbangkan konsumen, seperti kualitas, keamanan, harga, dan rasa, ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian buah lokal.
Perkembangan Istilah Kata “Buzzer” di Indonesia: Pendekatan Linguistik Korpus Sukma, Sukma; Sinar, T. Silvana; Prihantoro, Prihantoro; Mahriyuni, Mahriyuni
JLA (Jurnal Lingua Applicata) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : DBSMB, Vocational College of Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jla.96981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan makna istilah kata buzzer dan menganalisa kata-kata yang berkolokasi dengan kata buzzer menggunakan pendekatan linguistik korpus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik catat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu web Corpus Query Processor LCC Indonesian 2023. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 373 data yang menggunakan istilah kata buzzer dengan periode kemunculan pada tahun 2011-2022. Makna istilah buzzer yang ditemukan yaitu makna ‘alat’ yang muncul pada tahun 2011, makna ‘seseorang yang aktif di media sosial sebagai suatu strategi pemasaran’ yang muncul pada tahun 2012 dan makna ‘seseorang yang aktif dalam mengkampanyekan politik’ yang muncul pada tahun 2016. Adapun bentuk kolokasi yang ditemukan yaitu ada 15 kolokat dengan kata“para” memiliki frekuensi terbesar dan kata “lika-liku” menjadi kata dengan frekuensi terkecil. 
CROSS-CULTURAL COMMUNICATION ISSUES BETWEEN INDONESIA AND CHINA FROM THE PERSPECTIVE OF THE CHINESE DIASPORA Waru, Dian Sari Unga; Dan Dan, Liu; Sukma, Sukma; Cahyati, Leni; Faisal, Andi
Bambuti Vol 7 No 1 (2025): Bambuti : Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53744/bambuti.v7i1.155

Abstract

Cross-cultural communication is a process of interaction or communication carried out by two or more cultures which is the transfer of ideas or concepts from one culture to another culture with the intention of bringing the influence of one culture to another culture and vice versa so that they can influence each other, as well as reduce the level of misunderstanding and minimize the occurrence of conflict. This research aims to reveal the forms of issues that occur in everyday life in society related to the issue of cultural differences between Indonesia and China through the perspective of Chinese people living in Indonesia. This research is a qualitative descriptive study using a cross-cultural communication approach with data collected through structured interviews with the Chinese diaspora living in Makassar City. The results of the research are that there are eight (8) differences that are issues of cross-cultural communication between Indonesia and China, namely language barriers, different eating habits, different meal treat habits, different concepts of time, different pace of life, different tipping habits, different toilet habits, and different religious beliefs.
PERSEPSI PENGELOLA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TENTANG PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS SAK EMKM (STUDI KASUS PADA UMKM DI KOTA BENGKULU) Sukma, Sukma; Desi Fitria
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Teknologi Informasi Akuntansi Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jakta.v6i1.6839

Abstract

This study aims to determine the perceptions of MSME managers in Teluk Segara, Kampung Melayu, and Ratu Samban Satu Districts of Bengkulu City regarding the presentation of financial reports based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through documentation and distribution of questionnaires to 35 respondents of MSMEs assisted by the Cooperatives and MSMEs Office of Bengkulu City. The results showed that of the 20 questions given, as many as 70% obtained an average score in the very good category, 15% good, and 15% quite good, so it can be concluded that the perception of MSME managers towards the presentation of financial reports based on SAK EMKM is classified as very good. Keywords: MSMEs, SME Financial Accounting Standards (SAK), Financial Reports, Perception, Descriptive Statistics
Studi Kelayakan Bisnis pada Usaha Sempol Ayam Gading, Herlinda; Sukma, Sukma; Widiawati, Wilda; Elihami, Elihami
JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen Vol 4 No 1 (2024): JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sempol ayam merupakan makanan camilan yang sejenis dengan nugget, tempura, dan empek-empek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah usaha ini memiliki peluang yang baik di masa depan serta layak atau tidak untuk dikembangkan.. Kegiatan ini dilaksanakan di Dususn leme, Kecamatan Baraoko, Kabupaten Enrekang. Metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu Oktober 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sempol ayam dinyatakan layaka karena lokasinya sangat strategis mudah dijangkau oleh konsumen. Dimana aspek pasar yang menjanjikan karena kerap menjadi pilihan favorit sebagai makanan ringan atau camilan yang disukai oleh semua kalangan masyarakat baik itu anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua. Aspek teknis, produksi sempol ayam terbilang mudah dan bahan-bahan yang digunakan juga mudah untuk didapatkan. Aspek manajemen juga terpenuhi dengan memperhatikan pengadaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan motivasi yang baik dan aspek finansial pada usaha sempol ayam juga tidak membutuhkan banyak modal yang besar.
Pengembangan Instrumen Penilaian dalam Pembelajaran Membaca Bermuatan Etika Budaya di SMP Kota Palu Sukma, Sukma; Asrianti, Asrianti; Pratama Bayu Santosa Efendi; Gazali Lembah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4668

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat alat penilaian untuk pembelajaran membaca yang bermuatan etika budaya. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, dan afektif, evaluasi pembelajaran sangat penting. Kurikulum tidak memiliki komponen yang didedikasikan untuk mengukur proses membaca, tetapi penilaian proses, performa, dan produk semuanya dapat dilakukan dalam pembelajaran membaca. Selain itu, menggunakan etika budaya sebagai sarana pembelajaran dapat membantu mempertahankan budaya lokal di era globalisasi. Nilai-nilai budaya lokal dapat digunakan untuk membangun karakter siswa. Studi ini menggunakan model pengembangan 4 D, yang terdiri dari tahap definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dapat mempertahankan nilai-nilai budaya lokal sambil meningkatkan kemampuan membaca mereka.
Penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka di MTsN 1 Parigi di Sausu Ulfah, Ulfah; Nidaul Hasanah Bukhori; Juniati, Juniati; Sukma, Sukma; Hasnur Ruslan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5837

Abstract

Untuk mendukung kualitas pendidikan di Indonesia, konsep Kurikulum Merdeka diterapkan melalui profil pelajar Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hadir sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila peserta didik. Melalui proyek ini, peserta didik diajak untuk mengamati lingkungan di sekitarnya dalam rangka menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 1 Parigi di Sausu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 1 Parigi, khususnya di kelas VIII. Metode penelitian kualitatif digunakan sebagai suatu pembelajaran pada keadaan objek yang alamiah. Melalui obsevasi dan wawancara menghasilkan catatan lapangan yang digunakan peneliti sebagai sumber data yang konsisten dan mendukung temuan penelitian. Dalam penerapan kurikulum merdeka, peserta didik membuat atau mengimplementasikan projek. Pelaksanaan kegiatan P5 merupakan salah satu kegiatan projek kurikulum merdeka. Kegiatan yang dilaksanakan di MTsN 1 Parigi bertema Kewirausahaan “Makanan” menghasilkan projek kegiatan P5 berupa membuat cemilan banana coklat krispy. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya implementasi Kurikulum Merdeka dan integrasi keenam Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran.Penelitian ini juga memberikan panduan bagi lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran dan mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya persiapan yang matang dalam merencanakan kegiatan P5 agar dapat membentuk Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek.
The Use of Youtube Video to Improve Students’ Speaking Skill of Class VII UPTD SMP Negeri 22 Barru Sukma, Sukma; Nur, Rafi’ah; Ammade, Salasiah; Latifa, Ammang; Larekeng, Siti Hajar
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 11 No. 1 (2024): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of YouTube videos as a learning tool has the potential to enhance students' speaking skills. This study aims to determine whether incorporating YouTube videos into the curriculum can improve the speaking skills of seventh-grade students at UPTD SMP Negeri 22 Barru. This research was conducted using a pre-experimental method, with a one-group pre-test and post-test design. The research population consisted of seventh-grade students at UPTD SMP Negeri 22 Barru, with a sample of 27 students from class VII-2 selected through random sampling. The results of the study indicated that after the treatment, most students found learning English less difficult, particularly in terms of speaking skills. They began to feel more confident speaking in English and showed a higher enthusiasm for continuing to learn the language. This is supported by data showing that the mean pre-test score was 56.48, while the mean post-test score was 80. Additionally, the post-test mean score of 80 was higher than the minimum passing score of 75 at UPTD SMP Negeri 22 Barru. The result of the t-test score in the final test was 2.665, compared to a t-table value of 1.706. Therefore, the researchers conclude that the use of YouTube videos can improve the speaking skills of seventh-grade students at UPTD SMP Negeri 22 Barru.
REDEFINING ESP: BRIDGING THE GAP BETWEEN TRADITIONAL METHODS AND MODERN EDUCATIONAL NEEDS Sakti, Nur Sri Sakti; Sarkiah, Sarkiah; Sukma, Sukma; Amaluddin, Amaluddin; Efendi, Rahman
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 3 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i3.1164

Abstract

This literature review explores the evolving landscape of English for Specific Purposes (ESP) and examines how traditional methods can be integrated with modern educational needs to enhance language instruction. Initially, ESP focused on specialized vocabulary and discourse practices within specific professional fields, relying heavily on textbook-based instruction and rigid methodologies. These traditional approaches, while foundational, have been critiqued for their limited flexibility, engagement, and broader communicative development. Recent advancements in educational technology have introduced new opportunities for ESP, including interactive learning platforms, personalized instruction, and increased accessibility. These innovations address several limitations of traditional ESP methods by making learning more engaging and adaptable to diverse learner needs. The review highlights the benefits of integrating technology into ESP instruction, such as enhanced student engagement and personalized learning experiences. To bridge the gap between traditional and modern approaches, a balanced method combining face-to-face instruction with digital tools is proposed. Blended learning models and collaborative online platforms offer a more holistic and effective ESP education. However, challenges such as resource constraints, digital literacy, and appropriate assessment methods remain. The review concludes by emphasizing the importance of adopting a balanced approach that incorporates both traditional and modern methods to meet the evolving needs of ESP learners. Future research should focus on overcoming existing challenges and developing innovative solutions to further enhance ESP instruction in a rapidly changing educational environment. Keywords: English for Specific Purposes (ESP), traditional methods, educational technology, blended learning, personalized instruction, interactive learning, digital tools, resource constraints, digital literacy, assessment methods.
Research Trends and Challenges in Intercultural Communication within Global Chinese Language Education: A Bibliometric and Systematic Review (2020–2025) Sukma, Sukma; Dian Sari Unga Waru
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v8i2.33898

Abstract

Intercultural communication is a critical component in Chinese language education, where linguistic proficiency must be accompanied by cultural competence. This study explores research trends, key challenges, and conceptual gaps in intercultural communication within Chinese language education from 2020 to 2025. Using a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis, 2,744 peer-reviewed articles were identified and examined from the Scopus database. Findings indicate an initial growth in research publications, peaking in 2024, followed by a sharp decline in 2025. China, the United Kingdom, and the United States dominate in terms of publication volume, while Southeast Asian countries such as Indonesia and Malaysia are showing growing engagement. Keyword analysis reveals a strong focus on “intercultural communication,” “language education,” and “foreign language learning,” often framed within Sinocentric perspectives. Despite increased scholarly attention, the field continues to rely on conventional theories that do not adequately address the dynamic nature of cultural identities. Pedagogical practices remain fragmented, with limited integration of critical literacy and culturally responsive teaching approaches. Existing assessment tools also lack the capacity to effectively measure the complexity of intercultural competence. The findings suggest a need for the development of inclusive, context-sensitive pedagogical models and more robust evaluation tools to enhance intercultural competence in global Chinese language education.