Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Makna Simbolik “Popene’e” Pada Prosesi Pernikahan Etnik Tialo di Kabupaten Parigi Moutong: Kajian Semiotik Fauzan, Arfan; Yunidar, Yunidar; Sukma, Sukma
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8304

Abstract

The purpose of this research is to describe the forms of symbolic meaning and the functions of symbolic meaning in the "popene'e" wedding procession of the Tialo ethnic group. The research method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, recording, note-taking, and documentation. As for the data analysis technique using Miles and Huberman's theory, it involves data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the research findings, the "Popene'e" procession consists of eight main stages: (1) welcoming the bride and groom; (2) peeling, splitting coconuts, cutting and splitting wood; (3) slicing banana leaves; (4) stepping on the tray; (5) bringing kitchen utensils and cooking bananas; (6) praying for well-being; (7) feeding each other; and (8) shaking hands. Meanwhile, the results related to the symbolic meaning in this procession are divided into two: verbal meaning (in the form of mantras/ganes) and nonverbal meaning (through tools and equipment). Overall, these symbols reflect the hope for responsibility, harmony, fertility, and protection in family life. The functions of this traditional procession include (1) communication; (2) knowledge and cultural inheritance; (3) mediation with ancestors and God; and (4) social participation. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk makna simbolik dan fungsi makna simbolik pada prosesi pernikahan “popene’e” Etnik Tialo. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bentuk prosesi “Popene’e” terdiri dari delapan tahapan utama: (1) monyambute nu pungantinge (menyambut pengantin); (2) monimbaluse, mombiase niuge kangkai mongkolge, mombiasi ayu (mengupas, membelah kelapa dan memotong, membelah kayu); (3) monesege longu pensae (mengiris daun pisang); (4) mongunjae baki (menginjak baki); (5) mongkoni alatu wahu jopa monjaane pensae (membawa alat dapur dan memasak pisang); (6) mondo’a salamate (doa selamat); (7) mepea’anane (saling menyuap); dan (8) mondasi (jabat tangan). Sedangkan hasil terkait makna simbolik dalam prosesi ini terbagi menjadi dua, yaitu makna verbal (berupa mantra/gane) dan makna nonverbal (melalui alat dan perlengkapan). Secara keseluruhan, simbol-simbol ini merefleksikan harapan akan tanggung jawab, kerukunan, kesuburan, dan perlindungan dalam kehidupan berumah tangga. Fungsi dari prosesi adat ini mencakup (1) fungsi komunikasi; (2) fungsi pengetahuan dan pewarisan budaya; (3) fungsi mediasi dengan leluhur dan Tuhan; serta (4) fungsi partisipasi sosial.
SYNTACTIC ERROR ANALYSIS IN INDONESIA LANGUAGE DESCRIPTIVE ESSAYS OF SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SINDUE TOBATA Aulia, Ninda; Tahir, Moh; Bismawati, Andi; Juniati, Juniati; Sukma, Sukma
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/6bexd372

Abstract

This study aims to describe the types of syntactic errors found in the descriptive essays of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Sindue Tobata. This research employed a descriptive qualitative method, with students’ written works as the data source. The findings show that students’ ability to apply Indonesian syntactic structures still needs improvement. The most frequent errors include phrase structure errors, such as the use of nonstandard phrases, ineffective phrases, and phrases that do not align with their syntactic functions. In addition, sentence structure errors were also identified, including run-on sentences, incomplete sentences, and disorganized sentence elements that obscure meaning. Spelling errors, particularly in the use of capital letters and punctuation marks, further reduced the clarity of students’ writing. These findings indicate that students tend to write using patterns of spoken language, resulting in poorly structured written language. The contributing factors to these errors include limited understanding of phrase concepts and effective sentences, a lack of structured writing practice, and insufficient habituation in applying the rules of Indonesian orthography (PUEBI). Therefore, a more systematic instructional approach is needed to enhance students’ syntactic skills in writing descriptive essays.
Bimbingan Teknis Standar Operasional Prosedur Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang dan Darmasiswa sebagai Upaya Mendukung Program Kerja Sama Internasional Sukma, Sukma; Asrianti, Asrianti; Patekkai, Idris; Marfuah, Julia
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.12632

Abstract

Kegiatan bimbingan teknis ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya bimbingan teknis untuk perguruan tinggi di Sulawesi Tengah dalam penyelenggaraan program beasiswa KNB dan Darmasiswa. bimbingan teknis ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengelolaan program BIPA. Peserta terdiri dari pengelola program, pengajar, dan staf administrasi dari empat perguruan tinggi yang berpartisipasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan bimbingan teknis. Hasil dari bimbingan teknis ini menunjukkan bahwa peserta berhasil menyusun dua draft SOP yang mencakup aspek penting dalam pengelolaan beasiswa, seperti pendaftaran mahasiswa asing, pengelolaan kelas Bahasa Indonesia, dan evaluasi program. bimbingan teknis juga memberikan wawasan mengenai pentingnya SOP dalam memastikan konsistensi, efisiensi, dan transparansi dalam pengelolaan program beasiswa. Meskipun ada beberapa tantangan terkait dengan pemahaman dan penerapan pedoman, peserta telah mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas program beasiswa di institusi masing-masing. Kata kunci: KNB, darmasiswa, SOP, perguruan tinggi