Claim Missing Document
Check
Articles

Cultural Da‘wah and Public Policy in Urban Prostitution Management: A Case Study of the Closure of Dolly in Surabaya Priyanto, Agung; Sutriyono
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines a new model for addressing urban prostitution through a collaborative framework that integrates cultural da'wah and public policy, using the closure of Dolly District as a case study. Employing a descriptive qualitative method based on literature analysis and policy documents, the research traces patterns of interaction between culturally grounded religious approaches and governmental interventions. The findings suggest that cultural da'wah plays a significant role in shaping the community's moral awareness, while public policy facilitates the necessary structural changes. Their collaboration generates a more effective mechanism of social transformation compared with administrative closure alone. The study concludes that the synergy between cultural da'wah and public policy offers a new paradigm for tackling prostitution: one that goes beyond shutting down localisation sites by fostering a humane and sustainable social transition. This model has the potential to be replicated in similar urban contexts.
Kiai dan Transformasi Sosial: Dinamika Peran Kiai dalam Masyarakat Muslim Kontemporer Sutriyono; Usman; Babun Suharto
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 6 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.7181

Abstract

Kiai merupakan figur sentral dalam masyarakat Muslim Indonesia yang memiliki otoritas keagamaan, sosial, dan kultural. Dalam konteks masyarakat kontemporer yang ditandai oleh globalisasi, modernisasi, serta perkembangan teknologi informasi, peran kiai mengalami transformasi yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika peran kiai dalam proses transformasi sosial masyarakat Muslim kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis sosial-keagamaan, kajian ini menelaah bagaimana kiai tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin spiritual dan pendidik agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial, mediator konflik, penggerak ekonomi umat, serta aktor dalam ranah politik dan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa kiai mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan otoritas tradisionalnya, meskipun dihadapkan pada tantangan berupa pergeseran otoritas keagamaan, pluralitas pemahaman keislaman, dan pengaruh media sosial. Transformasi peran kiai ini mencerminkan fleksibilitas dan relevansi kepemimpinan keagamaan dalam menjaga keseimbangan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi sosiologi agama dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran kiai dalam masyarakat Muslim masa kini
PELATIHAN MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN E-COMMERCE UNTUK PENJUALAN PADA UMKM DODOL PAK OYOT DI DESA CIAKAR, KABUPATEN TANGERANG Sutriyono; Sonasa Rinusantoro; Nana Hermansyah
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan yang signifikan dalam jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Data dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa total pelaku UMKM di wilayah tersebut mencapai 59.317 orang. Salah satu UMKM di Desa Ciakar yang terletak di kecamatan Panongan, kabupaten Tangerang Provinsi Banten yaitu Dodol Pak Oyot. Dodol Pak Oyot telah menjadi ikon kuliner tradisional asli kabupaten Tangerang. Saat ini Dodol Pak Oyot sudah menggunakan beberapa platform dalam pemasarannya misalnya Instagram, Facebook, WhatsApp (WA) namun dari sisi pemesanan, penjual masih menggunakan satu platform saja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dalam rangka membantu pelaku UMKM dalam hal ini produk Dodol Pak Oyot untuk memaksimalkan penggunaan e-commerce untuk penjualan dengan mengintegrasikannya dengan fitur pemesanan. Metode yang digunakan berupa seminar interaktif, workshop, dan pendampingan praktik oleh Tim pemateri. Hasil menunjukkan peningkatan nilai peserta dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Maka, kegiatan PkM ini berhasil memberikan dampak dari sisi pemahaman peserta tentang materi yang diberikan.
ANALISIS PERILAKU NIKAH SIRI PASANGAN DIBAWAH UMUR TANPA LEGELITAS HUKUM BERDASARKAN UU No. 16 TAHUN 2019 PASAL 7 AYAT 1 TENTANG BATAS USIA PERNIKAHAN Mohammad Faizin; Sutriyono; Nur Halima
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 1 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the behavior of underage unregistered marriages (nikah siri) conducted by couples from the perspective of Law Number 16 of 2019 concerning Amendments to Law Number 1 of 1974 on Marriage. The main focus of this study lies in Article 7 paragraph (1), which stipulates that the minimum legal age for marriage for both men and women is 19 years. The research method used is library research with a statutory approach. The results show that underage unregistered marriages occur due to several factors, including economic conditions, low levels of education, and attempts to avoid adultery (zina). However, from the perspective of positive law, this practice has no legal validity because the marriage is not registered with the Marriage Registrar (Pegawai Pencatat Nikah/PPN), thereby violating the administrative requirements set by the state. The absence of legal recognition results in the loss of legal protection for the wife and children, including difficulties in obtaining civil rights such as birth certificates and inheritance rights. Although Law Number 16 of 2019 provides a legal mechanism through Marriage Dispensation in the Religious Court, unregistered underage marriages are still considered a form of legal circumvention, as they disregard the protection of children's rights and undermine the long-term objective of family stability mandated by the law.
Co-Authors abdi firdaus Abu Bakar Bill Gates Achmad Widi Rochmani Adi Prasetya, Rafli Agil Suryanto Agung Priyanto Ahmad Fadhillah Ahmad Fathur Ilham Ahmad Hidayat Ahmad Shofwan Nizomi Ainun Jariyah Ajay Sepangan Aldi Hermawan Alifia Ananda Putri Aria Nurman Abdullah Arip Khasanul Muna Arkana Dikta Nalendra Asep Saepudin Babun Suharto Bambang Wicaksono Hariyadi Bangkit Sutowiyono bayu pamungkas Dela Rery Deni Dwi Rifa'i Devi Febriyanti Widia Astuti Dhayal Gustopo Dian Eka Kusuma Wardani Diana, Aqila Dimas Muhammad Yusup Ditto Saepoel Rachman Duwi Purnomo, Handika Eko Marsyahyo Eli Rohmah Elma Endryana Sugiyantoro Everly Titaley Fadhil, Muhammad Fathin Fadli Ramadhan Fahmi Abdillah, Ahmad Fajar Lukman Hakim Farhat Adriansyah Febriansyah, Adi Febriyani Nurhida Fendrizal Akbar Fery Ramdani Fika Widya Pratama Firmansyah, Azis Fitra Raihan Flying, Riky Fourry Handoko Gilang Rahmathu Hardian Gustopo, Dayal Hengky Agus Setiawan Heri Dwi Putranto Imam Safi'i Januar Irwansyah Jhonatan Maringan Situmorang Jhosua Putra Gultom Jul Padri Keanu Rafi Pratama Khurotul Aini Kurnia Rakhman, Dedi Kurnianto Octian Junaidi Kurniawan M. Idris Mahrus Ali Mariza Kertaningtyas Maulana Ichsan Mohamad Zulfikri Mohammad Faizin Mohd Zacky Bharya Muhamad Sobran Muhamad Tegar Muhamad Yogi Setiawan Muhammad Alfian Nurrizky Muhammad Azis Muhammad Fahry Muhammad Fauzan Hussaeni Muhammad Furqon APD Muhammad Miftah Muhammad Rifqi Juniawan Nana Hermansyah Niko Priambhodo Nur Ardhayaguna, Daffa Nur Halima Nurhidayat Nurul Hikmah, Intan Priana, Pajar Prima Vitasari Priska Dinianti Putra Dwi Agustya Putri, Kabita Camelia Rafli Harahap, Muhamad Rafli Untara Rahayu Isnin Astuti Rahel Juliana Nababan Ratna Wardani Ray Virana Rajessa Regi Setiawan Rian Setiawan Ricky Alexander Riky Flying Rusdi Safi'i, Imam Salim Sandy Efriyanto Sonasa Rinusantoro ST Salmia L.A. SUGIYANTO Sutarti Sutarti, S Swasti, Cantika Tiong Iskandar Titaley, Everly Tri Puji Antoro Usman Velix Renata Yossie Yumiati Yusuf Putra Pratama, Andes Zacky Algifakhri