Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERBANDINGAN PEMERIKSAAN FESES ANTARA METODE SEDIMENTASI BIASA DAN METODE SEDIMENTASI FORMOL-ETHER DALAM MENDETEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTH Ramadhani Yusri, Nur Amelia Fitri; Fattah, Nurfachanti; Mulyadi, Farah Ekawati; Hadi, Santriani; Aisyah, Windy Nurul
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i1.19768

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, dengan prevalensi tinggi di daerah dengan kondisi sanitasi yang buruk. Salah satu metode utama untuk mendeteksi infeksi ini adalah pemeriksaan feses menggunakan teknik mikroskopik, seperti metode sedimentasi biasa dan formol-ether. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode sedimentasi biasa dan metode sedimentasi formol-ether dalam mendeteksi infeksi STH pada anak-anak di Puskesmas Karuwisi Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 50 sampel feses anak usia sekolah, yang diperiksa menggunakan metode sedimentasi biasa dengan NaCl 0,9% dan metode formol-ether dengan formalin 10% serta etil asetat, kemudian dianalisis secara mikroskopik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 8% dari total sampel positif mengandung telur Ascaris lumbricoides, sedangkan tidak ditemukan telur Trichuris trichiura maupun hookworm pada kedua metode. Uji McNemar menunjukkan nilai p sebesar 1,00, yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara metode sedimentasi biasa dan formol-ether. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kedua metode tersebut dapat digunakan secara bergantian dalam kondisi laboratorium sederhana untuk mendeteksi infeksi STH, namun penggunaan metode kombinasi dan peningkatan edukasi sanitasi dianjurkan untuk mendukung upaya pengendalian infeksi STH secara lebih efektif di masyarakat.
GAMBARAN DERAJAT KECEMASAN MAHASISWA MENGHADAPI UJIAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA M., Syifaa Anandari; Fattah, Nurfachanti; Mulyadi, Farah Ekawati; Rasfayanah, Rasfayanah; Aisyah, Windy Nurul
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i1.20017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam menghadapi berbagai jenis ujian, yaitu praktikum, OSCE, SOOCA, dan CBT. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 182 mahasiswa angkatan 2023. Kecemasan diukur menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI), yang mengklasifikasikan kecemasan menjadi lima kategori: tidak ada kecemasan, kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, dan kecemasan sangat berat. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan berat paling dominan terjadi pada ujian OSCE (91,5%) dan CBT (86,6%). Sebagian besar responden berusia 19 hingga 21 tahun, dan mayoritas adalah perempuan (65,9%). Temuan ini menunjukkan bahwa jenis ujian, terutama yang melibatkan keterampilan praktis atau ujian berbasis komputer, dapat mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa. Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai kesehatan mental mahasiswa kedokteran dan menekankan perlunya program dukungan psikologis untuk membantu mengelola kecemasan selama ujian.
Personal Hygiene and Soil-Transmitted Helminth Infection Among School Children in Karuwisi Health Centre Area, Makassar Afandi, Naila Amalia; Fattah, Nurfachanti; Rasfayanah, Rasfayanah; Darussalam, Andi Husni Esa; Aisyah, Windy Nurul
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i4.1800

Abstract

Background: Soil-Transmitted Helminths (STH) infection remains a major public health concern among Indonesian school-aged children, largely influenced by personal hygiene behaviors. Objective: To analyze the relationship between personal hygiene practices and STH infection among elementary school children in the Karuwisi Health Centre area, Makassar. Methods: This analytical cross-sectional study involved 50 children, using the Kato-Katz method for stool examination and a structured questionnaire to assess hygiene behaviors; data were analyzed using Chi-square and Fisher’s exact tests. Results: The prevalence of STH infection was 24% (12/50), with all cases identified as Ascaris lumbricoides of light intensity. Poor handwashing behavior showed a strong association with STH infection (p < 0.001), and inadequate nail hygiene was also significantly related (p = 0.016). Conversely, the habit of not wearing footwear was not significantly associated with infection (p = 0.325). The findings indicate that transmission occurred primarily via the fecal-oral route rather than skin penetration. These results highlight that improving handwashing and nail hygiene behaviors can substantially reduce infection risk. Conclusion: Handwashing and nail cleanliness are key behavioral determinants of STH infection, emphasizing the need for school-based health education focusing on these preventive practices to mitigate STH transmission among children.
Characteristics of Hypertension Patients with Chonic Kidney Disease at Ibnu Sina Hospital, Makassar City Year 2022-2023 Aulia, Nabila; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Hamsah, Pratiwi Nasir; Hasbi, Berry Erida
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6676

Abstract

Hypertension is a condition where the systole is more than or equal to 140  and the diastole is more than or equal to 90 mmHg. In Indonesia the number of hypertension sufferers reaches 70 million people. The prevalence of hypertension in adults is 6-15%. Hypertension that has been going on for a long time and is not controlled, impacts the blood vessels in the kidneys and causes sclerosis of the blood vessels resulting in glomerular damage and tubular atrophy leading to kidney damage. methods: This is a descriptive study with a cross design sectional Results : Hypertension sufferers with the highest incidence of chronic kidney disease are aged 55-64 years (32.9%), the gender is mostly male (57.6%) while female (424%), with a long history of suffering from hypertension is ≥5 year (63,5%), the highest blood pressure control was found in uncontrolled blood pressure (56.5%), and the use of antihypertensive drugs in the form of CCB drugs (51.8%).Conclusion: Hypertensive patients with the incidence of chronic kidney disease at Ibnu Sina Hospital, Makassar City in 2022-23 are mostly at the age of 55-64 years, male with a long history of suffering from hypertension of 5-10 years and control of uncontrolled blood pressure and use of other types of antihypertensive medication, namely Calcium Channel Blocker (CCB).
Correlation Between Waist-To-Hip Ratio (WHR) with Fasting Blood Glucose to The Risk of Type 2 Diabetes Mellitus in Tabaringan Health Center Anas, Muhammad Werfhina Aswar; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Nurmadilla, Nesyana; Hamzah, Pratiwi Nasir
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6718

Abstract

Diabetes mellitus is a serious long-term (or 'chronic') condition caused by increased levels of glucose in the blood because the body cannot produce one or enough of the insulin hormones, or cannot use the insulin it produces effectively. IDF data, the global prevalence of DM in 2019 is estimated at 9.3% (463 million people), increasing to 10.2% (578 million) in 2030 and 10.9% (700 million) in 2045 (IDF, 2019). Research results (Riskesdas) in 2018, the prevalence of diabetes mellitus in South Sulawesi diagnosed by doctors was 1.8% and 1.3%. WHR is a method for assessing fat accumulation in the body. The risk of DM is more related to intra-abdominal fat than subcutaneous fat. WHR was shown to be a better predictor of type 2 DM risk compared with BMI. The WHR limit for men in Asia Pacific is >0.9 and women >0.85. To determine the relationship between RLPP and fasting blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at the Tabarringan Community Health Center. This research is an analytical study using the Cross Sectional method, to determine the relationship between Fasting Blood Glucose and Waist-Hip Ratio. The research results showed that from 65 respondents a p-value was obtained of 0.514 > 0.05 so that Hnull was accepted and H1 was rejected. So the results obtained are that there is no relationship between WHR and fasting blood sugar levels. There is no relationship between WHR and fasting blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at the Tabarringan Community Health Center.
Correlation Between Waist Hip Ratio (RLPP) and Hypertension at Sudiang Raya Health Center in Makassar City Rusydi, Hanina Nur Zahra; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Nurmadilla, Nesyana; Tahir, Akina Maulidhany
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.8106

Abstract

Elevated blood pressure is the hallmark of hypertension, a dangerous illness that raises the risk of heart disease, stroke, and other illnesses. Globally, the prevalence of hypertension reaches 29.2%, with higher prevalence in some regions, such as in South Sulawesi which reaches 27.61%. One of the main risk factors for hypertension is central obesity, which can be measured using the Waist-Hip Circumference Ratio (RLPP). RLPP is more effective than Body Mass Index (BMI) in measuring visceral fat accumulation that is associated with increased blood pressure. This accumulation of fat in the abdominal area can increase vascular resistance and cause metabolic disturbances that contribute to hypertension. This study aimed to determine the correlation between Waist-Hip Ratio (RLPP) and hypertension at Sudiang Raya Health Center, Makassar.  This study combined a total sampling strategy with a cross-sectional approach. 89 hypertensive patients who satisfied the inclusion requirements made up the study sample. The Stasistical Program for Social Science (SPSS) was used to evaluate the collected data. The result showed that the majority of hypertensive patients were female (61.8%) with an age group of 55-64 years (49.4%), and 61.8% had RLPP reflecting cental obesity. Statistical analysis showed a significant correlation between RLPP and hypertension (p=0.000). The conclusion of this study is that there is a significant correlation between Waist-Hip Ratio (RLPP) and the incidence of hypertension at Sudiang Raya Health Center, Makassar.
Karakterisktik Faktor Risiko Hipertensi di Makassar Tahun 2017 Nurhikmawati, Nurhikmawati; Ananda, Syatirah Rizky; Idrus, Hasta Handayani; Wisudawan, Wisudawan; Fattah, Nurfachanti
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.13 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.57

Abstract

Menurut American Heart Association (AHA) 2017, Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik faktor risiko hipertensi di Makassar tahun 2017. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif. Sampel adalah semua pasien hipertensi yang masuk di Puskesmas Tabaringan, Jumpandang Baru, Layang, Andalas, Makkasau, Maccini Sawah, Mamajang, Pertiwi, Jongaya, Kassi-kassi, Batua, Tamangapa, Sudiang, Tamalanrea, Makassar mulai tanggal 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2017 sebanyak 1.528 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Dari 1.528 subjek penelitian didapatkan paling banyak usia lebih dari 50 tahun sebanyak 872 orang (57.05), dengan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak 956 orang (62.57%). Subjek yang memiliki riwayat keluarga hipertensi sebanyak 756 orang (49.47%). Pekerjaan paling banyak dengan kategori sangat berat sebanyak 656 orang (42.94%). Selain itu ditemukan sampel dengan jarang konsumsi garam sebanyak 875 orang (57.27%). Pada sampel ini juga ditemukan penderita hipertensi yang terbanyak termasuk kategori perokok pasif sebanyak 1.002 orang (65.58%). Dari gaya hidup yang mengalami hipertensi lebih banyak yang tidak pernah konsumsi alkohol sebanyak 1.478 orang (96.72%). Subjek yang mengalami hipertensi dan mengalami obesitas sebanyak 861 orang (56.35%), dan lebih banyak pada sampel yang jarang olahraga sebanyak 1.104 orang (72.25%). Selain itu, ditemukan juga subjek yang mengalami hipertensi lebih banyak pada sampel yang tidak pernah mengalami mendengkur sebanyak 877 orang (57.4%). Penderita hipertensi di Makassar paling banyak pada usia lebih dari 50 tahun, perempuan, tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi, pekerjaan tergolong kategori sangat berat, jarang konsumsi garam, sering konsumsi lemak, perokok pasif, tidak pernah konsumsi alkohol, obesitas, jarang olahraga, dan tidak pernah mengalami mendengkur.
Pemberian Ekstrak Kulit Mangga Arumanis (Magnifera Indica L.) Berpengaruh Terhadap Kadar Asam Urat Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Arfah, Arni Isnaini; Rachman, Mochammad Erwin; Nazaruddin, Andi Muhammad Ariansyah; Fattah, Nurfachanti
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 2 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v2i2.80

Abstract

Uric acid is the result of metabolism produced by the body, but the rest of the metabolism of protein foods containing purines can also produce uric acid. Hyperuricemia is a condition where there is an increase in uric acid levels. The normal concentration of uric acid is 7.0 mg/dL for men and 6.0 mg/dL for women. Hyperuricemia occurs due to the high consumption of foods containing purines, lowering it can be done by reducing the production or increasing the excretion of uric acid. Mango skin contains flavonoid components and mangiferin antioxidants which are good for the body as a protector against certain diseases. The purpose of this study was to determine the effect of giving mango arumanis peel extract (Magnifera indica L.) on uric acid levels in male white rats (Rattus norvegicus). This type of research is true experimental pre-post test group design, using a group of 20 experimental animals with 10 animals each/group induced by chicken liver juice and potassium oxonate and 10 control groups given a placebo. The control group was given a placebo Na CMC 2 g/dl and the treatment group was given mango arumanis peel extract 83 mg/dl with a total intervention of 14 days. The results showed uric acid levels in the blood of rats (on the 8th day of administration of mango arumanis peel extract was 9.46 mg/dl and on the 15th day it was 1.89 mg/dl. There was a significant difference in uric acid levels, namely the group The control group is 3.5 mg/dl and the treatment group is 1.8 mg/dl. So, there is an effect of Arumanis mango peel extract in lowering blood uric acid levels in male rats.
Persepsi Dan Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kegiatan Praktikum Metode Luring Dan Daring Di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Jufri, Imam Taqwani; Fattah, Nurfachanti; Mulyadi, Farah Ekawati; Arfah, Arni Isnaini; Aisyah, Windy Nurul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13589

Abstract

Latar Belakang: Praktikum luar jaringan (luring) merupakan praktikum yang dilaksanakan secara klasikal atau melalui pertemuan tatap muka di dalam laboratorium. Praktikum dalam jaringan (daring) merupakan praktikum yang dilaksanakan melalui metode pembelajaran jarak jauh (distance learning) secara virtual. Praktikum daring dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung, melainkan menggunakan metode-metode tertentu agar peserta didik mendapat pengalaman praktikum. Praktikum daring memiliki tantangan, seperti interaksi terbatas. Sebaliknya, praktikum luring memungkinkan interaksi langsung, namun membutuhkan kehadiran fisik. Kedua metode memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing dalam proses pembelajaran, sehingga persepsi dan tingkat kepuasan pelajar juga sangat berbeda. Tujuan: Mengetahui persepsi dan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kegiatan praktikum luring dan daring di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitaf dengan desain penelitian cross sectional. Hasil: Penelitian ini dilakukan dengan jumlah responden 163 responden. Didapatkan persepsi tidak mudah terhadap praktikum luring sebanyak 64 responden (39,3%), sedangkan tingkat kepuasan puas terhadap praktikum daring yakni sebanyak 81 responden (49,7%). Kemudian persepsi mudah terhadap praktikum luring yakni sebanyak 99 responden (60,7%), dan tingkat kepuasan puas terhadap praktikum luring yakni sebanyak 92 responden (56,4%). Kesimpulan: Mahasiswa memiliki persepsi tidak mudah terhadap kegiatan praktikum metode luring, sedangkan metode daring dirasakan mudah. Kemudian tingkat kepuasan mahasiswa puas terhadap praktikum metode luring dan daring.
Hubungan Status Gizi Dengan Kendali Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Minasa Upa Makassar 2024 Arafah, Mufidah Nurfadilah; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Julyani, Sri; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.57976

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik, dikenal sebagai silent killer karena penyakit ini dapat menyerang setiap organ dalam tubuh, jika tidak segera ditangani akan menimbulkan berbagai komplikasi. Dengan prevalensi yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kendali gula darah pasien DM tipe 2 di puskesmas Minasa Upa Makassar 2024. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 26 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang memenuhi persyaratan inklusi menjadi sampel penelitian. Analisis hubungan menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara IMT (p=0.640), RLPP (p=0.620), LiLA (p=0.562), dan TLK (p=0.420) dengan kadar glukosa darah sewaktu (GDS), tidak terdapat korelasi antara IMT (p=0.134), RLPP (p=0.492), LiLA (p=0.070), dan TLK (p=0.648) dengan HbA1c. Sebaliknya, ditemukan hubungan antara durasi menderita DM dengan status gizi, IMT (p=0.003), RLPP (p=0.022), LiLA (p=0.021), dan TLK (p=0.034) serta kadar HbA1c (p=0.019), tetapi tidak dengan kadar GDS (p=0.265).